Nama: m.
andika
Kelas: XI-A2
Pretest
1. Ya, data pada tabel tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semakin tinggi
suhu medium, semakin besar cepat rambat bunyinya.
2. Gema adalah pantulan suara yang terdengar setelah suara aslinya selesai, sedangkan gaung
adalah pantulan suara yang hampir bersamaan dengan suara aslinya. Untuk mengurangi efek
gaung, arsitek biasanya menggunakan bahan peredam suara dan menata desain ruangan agar
suara tidak memantul berlebihan.
3. Frekuensi layangan dapat di hitung menggunakan rumus:
Dik: f 1 = 260 Hz
f 2 = 256 Hz
Dit: f layangan ?
f layangan=f 1 −f 2
f layangan=260−256
f layangan=4 Hz
4. Panjang gelombang ultrasonic pada jaringan tubuh manusia yaitu:
Dik: v=1540 m/ s
6
f =3 MHz=3 x 10
Dit: λ ?
v
λ=
f
1 540
λ= 6
3 x 10
−4
λ=5 , 13 x 10 m
λ=0 , 513 mm
5. Hal ini terjadi karena perbedaan suhu udara antara siang dan malam.
6. Bunyi merambat lebih cepat di air laut karena air laut memiliki massa jenis yang lebih besar,
sehingga gelombang bunyi menjadi lebih lambat.
7. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan variasi hasil pengukuran antara lain:
1. Perubahan suhu dan kelembaban udara.
2. Ketidaktepatan dalam mencatat waktu atau mengukur jarak.
3. Pantulan bunyi yang tidak ideal karena permukaan tidak rata atau terhalang.
4. Gangguan suara dari lingkungan sekitar.
8. kemungkinan nilai f 2 adalah
f 2=f 1 ± f beats
f 2=30 5 atau 295 Hz
Jadi frekuensi garpu tala yang tidak di ketahui bisa 30 5 atau295 Hz .
Posttest
1. Ya, data pada tabel tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semakin tinggi
suhu medium, semakin besar cepat rambat bunyinya.
2. Gema adalah pantulan suara yang terdengar setelah suara asli.
Gaung adalah pantulan suara yang hampir bersamaan dengan suara asli dan membuat
suara jadi tidak jernih.
Cara mengurangi gema atau gaung di gedung konser:
• Pakai bahan peredam seperti busa, kain tebal, atau panel berlubang.
• Bentuk ruangan diatur agar pantulan suara tidak berlebihan.
• Letakkan speaker dan mikrofon di tempat yang tepat agar suara tersebar merata.
3. Frekuensi layangan dapat di hitung menggunakan rumus:
Dik: f 1 = 260 Hz
f 2 = 256 Hz
Dit: f layangan ?
f layangan=f 1 −f 2
f layangan=260−256
f layangan=4 Hz
4. Gel berfungsi untuk mengurangi hambatan antara transduser dan kulit pasien. Panjang
gelombang ultrasonic pada jaringan tubuh manusia yaitu:
Dik: v=1540 m/ s
6
f =3 MHz=3 x 10
Dit: λ ?
v
λ=
f
1 540
λ= 6
3 x 10
−4
λ=5 , 13 x 10 m
λ=0 , 513 mm
5. Hal ini terjadi karena perbedaan suhu udara antara siang dan malam mempengaruhi cara
bunyi merambat.
6. Cepat rambat bunyi dalam suatu medium dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu
modulus elastisitas (atau kekakuan medium) dan massa jenis medium tersebut.
7. Penyebab variasi hasil pengukuran bisa berasal dari beberapa faktor ketidakpastian,
antara lain:
a. Suhu dan kelembaban udara yang berubah-ubah: Kecepatan bunyi di udara
dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu ruangan berubah, maka kecepatan bunyi juga
akan berubah. Kelembaban juga turut memengaruhi.
b. Kesalahan pengukuran waktu atau jarak: Waktu yang dicatat saat bunyi
dipantulkan bisa tidak akurat karena keterlambatan reaksi manusia atau
keterbatasan alat ukur
c. Pantulan tidak sempurna: Bunyi mungkin tidak dipantulkan secara langsung oleh
dinding (ada gangguan atau permukaan yang tidak rata).
d. Kebisingan lingkungan: Suara lain di ruangan bisa mengganggu pengamatan
pantulan bunyi
8. Layangan terjadi karena selisih antara dua frekuensi, sehingga:
Dik: f 1=300 H
f beats = 5 Hz
Dit: f 2 ?
f 2=f 1−f beats
f 2=300 Hz−5 Hz
f 2=295 Hz
Atau
f 2=f 1−f beats
f 2=300 Hz+5 Hz
f 2=300 Hz
Artinya, frekuensi garpu tala yang tidak diketahui bisa 5 Hz lebih tinggi atau lebih
rendah dari 300 Hz.