Program Bimbingan dan Konseling SMA
Program Bimbingan dan Konseling SMA
OLEH
OLEH
1
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
A. RASIONAL
pengenalan potensi, kebutuhan dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan [Link] dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua dan sekolah.
konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memfasilitasi
2
Gambar 1 di atas, memperjelas kesejajaran antara posisi layanan bimbingan dan
kemandirian dalam wujud kemampuan memahami diri dan lingkungan, menerima diri,
mengarahkan diri dan mengambil keputusan serta merealisasikan diri secara bertanggung
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMA
[Link] sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik
orientasi pilihan karir dan lain-lainnya. Fakta ini sejalan dengan hasil asesmen
permasalahan yang telah dilakukan, yakni sebagian besar peserta didik di kelas XII
belum melakukan penyesuaian kemampuan belajar untuk mencapai target rata-rata Ujian
3
Nasional (UN), budaya kelompok teman sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi
terbentuknya iklim belajar kelompok dan masih terdapat kecenderungan ekstrim dari
dan tawuran.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia
dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan masih
di [Link] contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan
budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi dan problem lainnya.
yang dialami oleh peserta didik, termasuk pula memfasilitasi pencapaian optimal dari
bakat dan minat yang dimiliki peserta didik. Rancangan program yang dideskripsikan
secara rinci dalam dokumen ini merupakan bukti dari komitmen untuk memberikan
layanan bimbingan dan konseling yang profesional bagi peserta didik di SMA
Muhammadiyah 3 Padang.
B. DASAR HUKUM
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Dosen;
4
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas
Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
5
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160
tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun
Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 tahun
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 tahun
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111
tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 tahun
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 tahun
2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan pada
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 tahun
2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Melalui Ujian Nasional, dan
6
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 tahun
Sekolah.
Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMA Muhammadiyah 3 Padang adalah:
a. Visi
b. Misi
masa depan.
dan masyarakat.
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/ konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoritik dan
7
Ada beberapa contoh aplikasi instrument yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu
konseling dan masukan dari berbagai pihak terkait, juga dapat digunakan sebagai dasar
Angket masalah konseli atau peserta didik di SMA Muhammadiyah 3 Padang dibuat
dan disusun sendiri oleh guru bimbingan dan konseling sesuai dengan lingkungan dan
E. KOMPONEN PROGRAM
1. Layanan Dasar
sikap dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir yang diperlukan dalam
karir, pengetahuan tentang diri dan orang lain dan perkembangan belajar.
8
2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami
kejuruan, memiliki cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan, sinkronisasi antara cita-
cita pendidikan dan jenis pekerjaan dengan mata pelajaran yang cenderung disenangi
didik/konseli memahami potensi dan keadaan diri, merencanakan masa depan serta
secara individual mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat dalam
konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau lintas kelas,
bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Guru bimbingan dan konseling atau
dan mendalam tentang kelanjutan studi dan dunia kerja, sampai penetapan dan
3. Layanan Responsif
9
Layanan responsif adalah pemberian bantuan terhadap peserta didik/konseli
yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.
Tujuan layanan ini ialah memberikan (1) layanan intervensi terhadap peserta didik
yang mengalami krisis, peserta didik/konseli yang telah membuat pilihan yang tidak
bidang kelemahan yang spesifik dan (2) layanan pencegahan bagi peserta
Isi dari layanan responsif ini antara lain berkaitan dengan penanganan
masalah-masalah belajar, pribadi, sosial dan karir. Berkaitan dengan tujuan program
yang berkaitan dengan belajar, kebiasaan belajar yang salah dan kesulitan
sosial antara lain konflik dengan teman sebaya dan keterampilan interaksi sosial yang
rendah. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan pribadi antara lain konflik
antara keinginan dan kemampuan yang dimiliki dan memiliki pemahaman yang tidak
4. Dukungan Sistem
responsif dan (2) staf personalia sekolah yang lain dalam melaksanakan program-
10
manajemen yang menetapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan
pengembangan staf, pendidikan orang tua, konsultasi dengan guru dan personalia
kejuruan. Secara keseluruhan, peran guru bimbingan dan konseling atau konselor
dalam komponen dukungan sistem terutama terdiri atas pengelolaan dan konsultasi
Tabel 4. Alokasi Waktu untuk Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
Persentase Perhitungan
Program
Waktu Waktu/Jam
Layanan Dasar 35 – 45 % 35% X 24 = 8,4
11
F. BIDANG LAYANAN
1. Bidang Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau
dikembangkan meliputi (1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan
kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk
mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan
kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur dan (6) mengakualisasikan dirinya sesuai dengan
potensi diri secara optimal berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.
2. Bidang Sosial
untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif,
meliputi (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar
sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan
dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6)
12
bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab dan (8) mengatasi konflik
3. Bidang Belajar
kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki
kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil
meliputi: (1) menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai
hambatan belajar, (2) memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, (3) memiliki
motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat, (4) memiliki keterampilan belajar
4. Bidang Karir
secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang
(kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan, (2) memiliki
pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan
kompetensi karir, (3) memiliki sikap positif terhadap dunia kerja, (4) memahami
13
keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan, (5)
keputusan karir.
14
Tabel 6. Jadwal Kegiatan
A. PERSIAPAN
1. Konsulltasi
2. Rapat koordinasi
3. Sosialisasi
layanan
B. PELAKSANAAN
1. LAYANAN DASAR
a. Bimbingan Klasikal X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
b. Bimbingan kelompok Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
c. Bimbingan kelas Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
besar/lintas kelas
d. Pengembangan media Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
bimbingan dan
15
konseling P P P P
e e e e
2. PEMINATAN DAN
n ni ni ni
PERENCANAAN
i la la la
INDIVIDUAL
l ia ia ia
a. Tahap pengungkapan a n n n
i S T A
a e e k
n m n hi
es g r
T te a T
e r h a
n I S h
g e u
a m n
h es
te
S r
e
b. Tahap pemahaman
m
c. Tahap penentuan e
pilihan s
t
d. Tahap tindak lanjut
e
dan penyaluran
r
3. LAYANAN RESPONSIF
a. Konseling individual Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
dan kelompok
b. Referal (Rujukan atau Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
alih tangan)
16
d. Konferensi kasus Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
4. DUKUNGAN SISTEM
jejaring
b. Kegiatan Manajemen Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan
Keprofesionalan
Berkelanjutan)
17
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r
A. PERSIAPAN
Juli -
2. Assesmen Kebutuhan Terungkapnya kebutuhan peserta didik/konseli X
Agustus
Juli -
4. Konsultasi Program Bimbingan dan Konseling Tercapainya keberhasilan layanan Bimbingan dan Konseling X
Agustus
5. Pengadaan Sarana/ Prasarana Bimbingan dan Terpenuhinya kebutuhan sarana yang menunjang keberhasilan Juli -
X
Konseling layanan Bimbingan dan Konseling Agustus
b. Bimbingan kelas besar/lintas kelas 1) Pencegahan Tercapainya kemandirian peserta didik/konseli secara optimal
18
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r
Pemahaman dan
c. Bimbingan kelompok Terlayaninya kebutuhan melalui bimbingan kelompok X
pengembangan
d. Pengembangan media bimbingan Pemahaman dan Peserta didik/konseli memperoleh informasi yang
X
konseling pengembangan bermanfaat bagi dirinya
3. Layanan Responsif
19
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r
4. Dukungan Sistem
20
Program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun
semester genap dapat dilihat di lampiran (Lampiran 2: Program Semester Ganjil dan
1. Evaluasi
tujuan program bimbingan dan konseling berdasar pada ukuran (standar) tertentu.
menganalisis informasi tentang efisiensi, keefektifan dan dampak dari program dan
dan karir peserta didik/ konseli. Evaluasi berkaitan dengan akuntabilitas sebagai
ukuran seberapa besar tujuan bimbingan dan konseling telah dicapai. Penilaian
dilakukan seorang Konselor/ Guru BK pada dua hal: pelaksanaan layanan dan
pelaksanaan program.
Ada dua macam kegiatan pada penilaian dalam pelayanan bimbingan dan
konseling, yaitu :
konseling berlangsung.
21
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk
2. Pelaporan
lebih bersifat mendeskripsikan dan member uraian analisis terhadap hasil-hasil yang
dicapai dalam evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat
memberikan informasi kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan,
yaitu:
a. Tahap persiapan
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. Tindak Lanjut
22
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan
Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau
dengan cara membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
d.
- Ruangan bimbingan
dan konseling
membutuhkan
komputer untuk
menunjang
administrasi.
23
Sarana - - -
24