0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan24 halaman

Program Bimbingan dan Konseling SMA

Dokumen ini menjelaskan program bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah 3 Padang yang berfokus pada pengenalan potensi dan kebutuhan peserta didik untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mencapai kemandirian dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal. Pelaksanaan program ini didasarkan pada berbagai peraturan dan undang-undang yang mengatur sistem pendidikan di Indonesia.

Diunggah oleh

smas.3mhd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan24 halaman

Program Bimbingan dan Konseling SMA

Dokumen ini menjelaskan program bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah 3 Padang yang berfokus pada pengenalan potensi dan kebutuhan peserta didik untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mencapai kemandirian dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal. Pelaksanaan program ini didasarkan pada berbagai peraturan dan undang-undang yang mengatur sistem pendidikan di Indonesia.

Diunggah oleh

smas.3mhd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

OLEH

OLEH

RANY FEBRIANY, [Link].,KONS

SMA MUHAMMADIYAH 3 PADANG

TAHUN PELAJARAN 2023/2024

1
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

A. RASIONAL

Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada

pengenalan potensi, kebutuhan dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan

tugas-tugas perkembangan [Link]-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik

yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah

merupakan fokus [Link] dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi

individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan [Link] dan konseling

saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua dan sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu

peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam

Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD).Dalam

upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan

konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.

Bimbingandan konseling merupakan komponen integral sistem pendidikan, yang

berupaya memfasilitasi perkembangan peserta didik/[Link] dan

Konselingadalah upaya sistematis, objektif, logis dan berkelanjutan serta terprogram

yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memfasilitasi

kemandirian perkembangan peserta didik/konseli yang optimal.

Sebagai komponen integral, wilayah bimbingan dan konseling yang

memandirikan bersinergi dengan wilayah layanan administrasi dan manajemen serta

wilayah kurikulum dan pembelajaran yang [Link] bimbingan dan konseling

dalam sistem pendidikan digambarkan pada gambar 1.

2
Gambar 1 di atas, memperjelas kesejajaran antara posisi layanan bimbingan dan

konseling yang memandirikan, dengan layanan manajemen dan kepemimpinan serta

layanan pembelajaran yang mendidik.

Sebagai komponen yang terpadu dalam sistem pendidikan, bimbingan dan

konseling memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli untuk mencapai

kemandirian dalam wujud kemampuan memahami diri dan lingkungan, menerima diri,

mengarahkan diri dan mengambil keputusan serta merealisasikan diri secara bertanggung

jawab, sehingga bahagia dan sejahtera dalam kehidupannya.

Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMA

Muhammadiyah 3 Padang memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun

[Link] sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik

bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik

di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan

orientasi pilihan karir dan lain-lainnya. Fakta ini sejalan dengan hasil asesmen

permasalahan yang telah dilakukan, yakni sebagian besar peserta didik di kelas XII

belum melakukan penyesuaian kemampuan belajar untuk mencapai target rata-rata Ujian

3
Nasional (UN), budaya kelompok teman sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi

terbentuknya iklim belajar kelompok dan masih terdapat kecenderungan ekstrim dari

beberapa kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi memicu terjadinya perkelahian

dan tawuran.

Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia

perkembangan remaja juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi

dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan masih

seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik

di [Link] contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan

budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi dan problem lainnya.

Layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di SMA

Muhammadiyah 3 Padang berkomitmen untuk membantu penyelesaian berbagai problem

yang dialami oleh peserta didik, termasuk pula memfasilitasi pencapaian optimal dari

bakat dan minat yang dimiliki peserta didik. Rancangan program yang dideskripsikan

secara rinci dalam dokumen ini merupakan bukti dari komitmen untuk memberikan

layanan bimbingan dan konseling yang profesional bagi peserta didik di SMA

Muhammadiyah 3 Padang.

B. DASAR HUKUM

Pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah berlandaskan kepada:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen;

4
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

(LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, TambahanLembaran

Negara Republik IndonesiaNomor 5410);

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008

tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009

tentang Program Pendidikan Profesi Guru prajabatan;

7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk

Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya:

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54

Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64

Tahun Standar Isi 2013 tentang Pendidikan Dasar dan Menengah;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65

Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;

5
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160

tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013;

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun

2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan

Menengah;

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 tahun

2014 tentang Kegiatan pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler

wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;

15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 tahun

2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah;

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111

tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan

Pendidikan Menengah;

17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 tahun

2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional,

dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada

SMP/MTs atau yang Sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang Sederajat;

18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 tahun

2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan pada

pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 tahun

2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Melalui Ujian Nasional, dan

Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan Melalui Ujian

Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang Sederajat dan

SMA/MA/SMK atau yang Sederajat;

6
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 tahun

2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan

Sekolah.

C. VISI DAN MISI

Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMA Muhammadiyah 3 Padang adalah:

a. Visi

Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan

yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam

pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta

didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

b. Misi

1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui

pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan

masa depan.

2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan

kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah, keluarga

dan masyarakat.

3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta

didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

D. DESKRIPSI KEBUTUHAN

Kebutuhan peserta didik/ konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoritik dan

hasil asesmen kebutuhan yang [Link] melaksanakan tugasnya, guru bimbingan

dan konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment).Tujuan

penyusunan instrument tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan konseli.

7
Ada beberapa contoh aplikasi instrument yang dapat digunakan untuk mengetahui

kebutuhan konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas

Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisi Tugas Perkembangan

(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu

pengalaman konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan

program pelayanan konseling dan masukan dalam melaksanakan program pelayanan

konseling dan masukan dari berbagai pihak terkait, juga dapat digunakan sebagai dasar

penyusunan daftar kebutuhan peserta didik/ konseli.

Angket masalah konseli atau peserta didik di SMA Muhammadiyah 3 Padang dibuat

dan disusun sendiri oleh guru bimbingan dan konseling sesuai dengan lingkungan dan

masalah/ kebutuhan peserta didik di [Link] Kebutuhan Peserta Didik dioleh

dengan Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD).

E. KOMPONEN PROGRAM

1. Layanan Dasar

Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta

didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan, pengetahuan dan

sikap dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir yang diperlukan dalam

pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan tersebut merupakan inti

pendekatan perkembangan yang diorganisasikan sekitar perencanaan dan eksplorasi

karir, pengetahuan tentang diri dan orang lain dan perkembangan belajar.

Identifikasi kebutuhan-kebutuhan peserta didik/konseli (yang dikumpulkan

melalui asesmen kebutuhan dan melalui asumsi teoretik), harapan-harapan sekolah,

harapan orang tua dan harapan [Link] identifikasi tersebut,

deskripsikan kebutuhan-kebutuhan, kemudian tuangkan kebutuhan-kebutuhan dalam

topik-topik layanan yang dibutuhkan oleh seluruh peserta didik/konseli.

8
2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik

Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian

bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan

mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar dan karir. Tujuan utama

layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami

pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif

terhadap informasi [Link] peminatan mulai dari penciptaan untuk

menyenangi terhadap mata pelajaran kelompok peminatan dan bidang keahlian/

kejuruan, memiliki cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan, sinkronisasi antara cita-

cita pendidikan dan jenis pekerjaan dengan mata pelajaran yang cenderung disenangi

dan pada awal semester dan mampu menetapkan peminatannya.

Identifikasi peminatan dan perencanaan individual dapat memfasilitasi peserta

didik/konseli memahami potensi dan keadaan diri, merencanakan masa depan serta

secara individual mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat dalam

mengembangkan potensi mereka. Hasil identifikasi tersebut dituangkan ke dalam

jabaran mata program.

Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan individual yang langsung

diberikan kepada peserta didik/konseli dapat berupa kegiatan bimbingan klasikal,

konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau lintas kelas,

bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Guru bimbingan dan konseling atau

konselor memimpin kolaborasi dengan pendidik pada satuan pendidikan dan

berperan mengkoordinasikan layanan peminatan, memberikan informasi yang luas

dan mendalam tentang kelanjutan studi dan dunia kerja, sampai penetapan dan

pemilihan studi lanjut.

3. Layanan Responsif

9
Layanan responsif adalah pemberian bantuan terhadap peserta didik/konseli

yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.

Tujuan layanan ini ialah memberikan (1) layanan intervensi terhadap peserta didik

yang mengalami krisis, peserta didik/konseli yang telah membuat pilihan yang tidak

bijaksana atau peserta didik/konseli yang membutuhkan bantuan penanganan dalam

bidang kelemahan yang spesifik dan (2) layanan pencegahan bagi peserta

didik/konseli yang berada di ambang pembuatan pilihan yang tidak bijaksana.

Isi dari layanan responsif ini antara lain berkaitan dengan penanganan

masalah-masalah belajar, pribadi, sosial dan karir. Berkaitan dengan tujuan program

bimbingan dan konseling di atas, isi layanan responsif yaitu sepertimasalah-masalah

yang berkaitan dengan belajar, kebiasaan belajar yang salah dan kesulitan

penyusunan rencana [Link] masalah yang berkaitan dengan karir, misalnya

kecemasan perencanaan karir, kesulitan penentuan kegiatan penunjang karir dan

kesulitan penentuan kelanjutan studi. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan

sosial antara lain konflik dengan teman sebaya dan keterampilan interaksi sosial yang

rendah. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan pribadi antara lain konflik

antara keinginan dan kemampuan yang dimiliki dan memiliki pemahaman yang tidak

jelas tentang potensi diri.

4. Dukungan Sistem

Dukungan sistem merupakan semua aktivitas yang dimaksudkan untuk

mendukung dan meningkatkan (1) staf bimbingan dan konseling dalam

melaksanakan layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan

responsif dan (2) staf personalia sekolah yang lain dalam melaksanakan program-

program pendidikan di sekolah. Komponen dukungan sistem terdiri atas aktivitas

10
manajemen yang menetapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan

dan konseling secara keseluruhan.

Berkaitan dengan pelayanan terhadap program bimbingan dan konseling,

komponen dukungan sistem menangani pengembangan program bimbingan dan

konseling yang meliputi pengelolaan sumberdaya dana, materi dan fasilitas,

pengembangan staf, pendidikan orang tua, konsultasi dengan guru dan personalia

sekolah yang lain, pemanfaatan sumberdaya masyarakat, hubungan masyarakat,

pengembangan profesional konselor dan penelitian dan pengembangan.

Berkaitan dengan program pendidikan yang lain, komponen dukungan sistem

menangani perencanaan perbaikan kualitas sekolah, aktivitas administratif terkait

layanan bimbingan, kerjasama dengan program pendidikan khusus dan pendidikan

kejuruan. Secara keseluruhan, peran guru bimbingan dan konseling atau konselor

dalam komponen dukungan sistem terutama terdiri atas pengelolaan dan konsultasi

program (Muro & Kottman, 1995).

Tabel 4. Alokasi Waktu untuk Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor

dalam Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA

Persentase Perhitungan
Program
Waktu Waktu/Jam
Layanan Dasar 35 – 45 % 35% X 24 = 8,4

Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual 15 – 25 % 25% X 24 = 6,0

Layanan Responsif 25 – 35% 25% X 24 = 6,0

Dukungan Sistem 10 – 15% 15% X 24 = 3,6

Jumlah Jam 24,0

11
F. BIDANG LAYANAN

1. Bidang Pribadi

Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau

konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,

mengambil keputusan dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab

tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan

pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan

dalam kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang

dikembangkan meliputi (1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan

kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk

mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan

mengatasinya secara baik, (4) mencapai keselarasan perkembangan antara cipta-rasa-

karsa, (5) mencapai kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa secara tepat dalam

kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur dan (6) mengakualisasikan dirinya sesuai dengan

potensi diri secara optimal berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.

2. Bidang Sosial

Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli

untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif,

terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang

dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan

lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam

kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan

meliputi (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar

sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan

dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6)

12
bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab dan (8) mengatasi konflik

dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.

3. Bidang Belajar

Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor

kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki

sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki

kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil

belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan

kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan

meliputi: (1) menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai

hambatan belajar, (2) memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, (3) memiliki

motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat, (4) memiliki keterampilan belajar

yang efektif, (5) memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan

selanjutnya dan (6) memiliki kesiapan menghadapi ujian.

4. Bidang Karir

Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor

kepada peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan,

eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya

secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang

tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.

Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi: (1) memiliki pemahaman diri

(kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan, (2) memiliki

pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan

kompetensi karir, (3) memiliki sikap positif terhadap dunia kerja, (4) memahami

relevansi kemampuan menguasai pelajaran dengan persyaratan keahlian atau

13
keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan, (5)

memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi karir, dengan cara mengenali ciri-ciri

pekerjaan, persyaratan kemampuan yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis

pekerjaan, prospek kerja dan kesejahteraan kerja, memiliki kemampuan

merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk

memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan dan kondisi

kehidupan sosial ekonomi, membentuk pola-pola karir, mengenal keterampilan,

kemampuan dan minat, memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil

keputusan karir.

14
Tabel 6. Jadwal Kegiatan

JADWAL KEGIATAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA MUHAMMADIYAH 3 PADANG

TAHUN PELAJARAN 2022 - 2023


Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni

Komponen & Kegiatan layanan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

A. PERSIAPAN

Melakukan asesmen kebutuhan X X X X

Mendapatkan dukungan kepala X X X X

sekolah dan komite sekolah

1. Konsulltasi

2. Rapat koordinasi

3. Sosialisasi

Menetapkan dasar perencanaan X X X X

layanan

B. PELAKSANAAN

1. LAYANAN DASAR

a. Bimbingan Klasikal X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

b. Bimbingan kelompok Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

c. Bimbingan kelas Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

besar/lintas kelas

d. Pengembangan media Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

bimbingan dan

15
konseling P P P P

e e e e
2. PEMINATAN DAN
n ni ni ni
PERENCANAAN
i la la la
INDIVIDUAL
l ia ia ia

a. Tahap pengungkapan a n n n

i S T A

a e e k

n m n hi

es g r

T te a T

e r h a

n I S h

g e u

a m n

h es

te

S r

e
b. Tahap pemahaman
m
c. Tahap penentuan e
pilihan s

t
d. Tahap tindak lanjut
e
dan penyaluran
r
3. LAYANAN RESPONSIF

a. Konseling individual Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

dan kelompok

b. Referal (Rujukan atau Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

alih tangan)

c. Konsultasi Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

16
d. Konferensi kasus Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

e. Advokasi Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

4. DUKUNGAN SISTEM

a. Pengembangan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

jejaring

b. Kegiatan Manajemen Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

c. PKB (Pengembangan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

Keprofesionalan

Berkelanjutan)

Tabel [Link] Semesteran

PROGRAM SEMESTERAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA MUHAMMADIYAH 3 PADANG

TAHUN PELAJARAN 2022 - 2023

17
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r

A. PERSIAPAN

1. Pembagian tugas guru bimbingan dan konseling


Tercapainya efektivitas layanan Bimbingan dan Konseling Juli
atau konselor

Juli -
2. Assesmen Kebutuhan Terungkapnya kebutuhan peserta didik/konseli X
Agustus

Layanan Bimbingan dan Konseling lebih terarah dan tepat Juli -


3. Menyusun Program Bimbingan dan Konseling X
sasaran Agustus

Juli -
4. Konsultasi Program Bimbingan dan Konseling Tercapainya keberhasilan layanan Bimbingan dan Konseling X
Agustus

5. Pengadaan Sarana/ Prasarana Bimbingan dan Terpenuhinya kebutuhan sarana yang menunjang keberhasilan Juli -
X
Konseling layanan Bimbingan dan Konseling Agustus

B. LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Peserta didik/konseli terbantu dalam mencapai tugas-tugas

1. Layanan Dasar perkembangannya

1) Pemahaman Tatap muka dan pemberikan informasi kepada peserta


a. Bimbingan klasikal     X
2) Pengembangan didik/konseli sesuai dengan program bimbingan

b. Bimbingan kelas besar/lintas kelas    1) Pencegahan Tercapainya kemandirian peserta didik/konseli secara optimal

18
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r

2) Pemahaman sesuai dengan tugas perkembangannya

Pemahaman dan
c. Bimbingan kelompok    Terlayaninya kebutuhan melalui bimbingan kelompok X
pengembangan

d. Pengembangan media bimbingan Pemahaman dan Peserta didik/konseli memperoleh informasi yang
  X
konseling pengembangan bermanfaat bagi dirinya

Peserta didik/konseli memperoleh informasi melalui media


e. Papan bimbingan    X
tulis

Peserta didik/konseli memperoleh informasi melalui media


f. Leaflet    X
cetak

2. Peminatan dan Perencanaan Individual

3. Layanan Responsif

Terbantunya peserta didik / konseli dalam mengatasi hambatan


a. Konseling individual     Pengentasan X
/ memecahkan masalah yang dialaminya.

Terbantunya memecahkan masalah peserta didik melalui


b. Konseling kelompok     Pengentasan X
kelompok

Pemahaman & Terbantunya memberikan informasi yang dibutuhkan oleh


c. Konsultasi     X
pengembangan peserta didik.

Diperolehnya kesepakatan bersama mengenai masalah peserta


d. Konferensi kasus     Pengentasan X
didik/konseli

19
Bidang Bimbingan
Fungsi Bimbingan dan Sasara
No. Jenis Kegiatan/Layanan Kari Tujuan Waktu
Pribadi Sosial Belajar Konseling n
r

Terentaskannya masalah konseli yang terkait dengann pihak


e. Advokasi  Pengentasan X
lain agar hak-hak konseli tetap terlindungi

Terselenggaranya layanan bimbingan dan konseling yang


f. Konseling melalui elektronik     X
lebih efektif

g. Kotak masalah (kotak kebutuhan Peserta


Tertampungnya masalah peserta didik/konseli yang
didik/konseli)     X
introvert

4. Dukungan Sistem

a. Melaksanakan dan menindaklanjuti


    Pengumpulan data dan kebutuhan pesertaa didik X
asesmen (termasuk kunjungan rumah)

Mengetahui langsung kondisi peserta didik di lingkungan


b. Kunjungan rumah  X
rumah

c. Menyusun dan melaporkan program


Pertanggungjawaban kinerja kepada kepala sekolah X
bimbingan dan konseling

Penilaian ketercapaian program layanan bimbingan dan


d. Membuat evaluasi X
konseling

e. Melaksanakan administrasi dan mekanisme


Bukti fisik pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling X
bimbingan dan konseling

f. Pengembangan keprofesian konselor Pengembangan diri/profesi

20
Program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun

semester genap dapat dilihat di lampiran (Lampiran 2: Program Semester Ganjil dan

Lampiran 3: Program Semester Genap).

G. RENCANA EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT

1. Evaluasi

Evaluasi/ penilaian dalam bimbingan dan konseling merupakan proses

pembuatan pertimbangan secara sistematis mengenai keefektifan dalam mencapai

tujuan program bimbingan dan konseling berdasar pada ukuran (standar) tertentu.

Dengan demikian, evaluasi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan dan

menganalisis informasi tentang efisiensi, keefektifan dan dampak dari program dan

layanan bimbingan dan konseling terhadap perkembangan pribadi, sosial, belajar

dan karir peserta didik/ konseli. Evaluasi berkaitan dengan akuntabilitas sebagai

ukuran seberapa besar tujuan bimbingan dan konseling telah dicapai. Penilaian

dilakukan seorang Konselor/ Guru BK pada dua hal: pelaksanaan layanan dan

pelaksanaan program.

Ada dua macam kegiatan pada penilaian dalam pelayanan bimbingan dan

konseling, yaitu :

a. Penilaian/ evaluasi proses

Adapun evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui

analisa hasil penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan

konseling berlangsung.

b. Penilaian / evaluasi hasil

21
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk

memperoleh informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling

dilihat dari hasilnya.

2. Pelaporan

Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah [Link] dalam pelaporan

lebih bersifat mendeskripsikan dan member uraian analisis terhadap hasil-hasil yang

telah dicapai dalam kegiatann evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya

merupakan kegiatann menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah

dicapai dalam evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat

memberikan informasi kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan

kekurangan dari program bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.

Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan,

yaitu:

a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami

b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan

dan kebahasan yang telah dilakukan

c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan

secara akurat dan tepat waktu.

Langkah-langkah dalam peyusunan laporan:

a. Tahap persiapan

b. Pengumpulan dan penyajian data

c. Penulisan laporan

d. Sistematika laporan

3. Tindak Lanjut

22
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan

untuk menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau

konselor dapat memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan

dengan cara membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa

bagian dari program yang dianggap belum begitu efektif.

Langkah-langkah tindak lanjut:

a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan

b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan

konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan

c. Melaksaakan kegiatann tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan

diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.

d.

H. SARANA DAN PRASARANA

Infrastruktur yang Infrastruktur yang


Kebutuhan Tujuan kegiatan
tersedia dibutuhkan

Prasarana - - Ruangan bimbingan Adanya sekat permanen

dan konseling untuk konseling

memiliki sekat individual dan adanya

permanen untuk komputeruntuk

konseling. menunjang administrasi.

- Ruangan bimbingan

dan konseling

membutuhkan

komputer untuk

menunjang

administrasi.

23
Sarana - - -

24

Anda mungkin juga menyukai