Modul Ajar Pancasila untuk SD Kelas 5
Modul Ajar Pancasila untuk SD Kelas 5
COM
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat, Ibu/Bapak ingin tahu, kegiatan apa saja yang sudah kalian
lakukan hari ini untuk menjadi anak Indonesia yang hebat?"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan kronologi singkat sejarah kelahiran Pancasila dengan runtut
dan akurat.
2. Mengidentifikasi nilai-nilai luhur dan keteladanan dari para perumus
Pancasila.
3. Menganalisis keterkaitan antar sila-sila dalam Pancasila sebagai satu
kesatuan yang utuh.
4. Menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan
ideologi bangsa Indonesia dengan contoh relevan.
5. Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan
sekolah dan masyarakat.
6. Mengembangkan sikap kolaboratif dan kritis dalam berdiskusi mengenai
implementasi Pancasila.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan pemantik ini dirancang untuk memicu mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning.
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, dan rasakan kehadiran
kalian di kelas ini. Apa yang kalian rasakan saat mendengar kata 'Pancasila'?
Bagaimana perasaan itu terhubung dengan diri kalian?"
2. Meaningful Learning: "Mengapa kita sebagai bangsa Indonesia perlu
memahami dan mengamalkan Pancasila? Apa hubungannya dengan
kehidupan kalian sehari-hari, bahkan ketika kalian bermain atau berkumpul
bersama keluarga?"
3. Joyful Learning: "Bayangkan jika sekolah kita ini adalah sebuah orkestra,
dan Pancasila adalah harmoni yang membuat musiknya indah. Suara apa
yang ingin kalian sumbangkan agar harmoni ini semakin luar biasa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2 (4 JP): Sejarah Kelahiran Pancasila dan Keteladanan
Para Tokoh
Pendahuluan (15 menit)
• Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
• Guru mengajak siswa untuk melakukan kegiatan "Tarik Napas Dalam"
sebagai upaya mindful learning, meminta siswa untuk fokus dan
menenangkan diri sebelum memulai pembelajaran.
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Pemahaman bermakna yang diharapkan dari pembelajaran ini adalah bahwa
Pancasila bukanlah sekadar hafalan lima sila, melainkan sebuah jiwa,
pandangan hidup, dan dasar negara yang mempersatukan keberagaman
Indonesia, serta harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan keputusan kita
sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.
Siswa akan memahami bahwa nilai-nilai Pancasila adalah pedoman nyata dalam
berinteraksi dengan sesama, menjaga lingkungan, dan menghargai perbedaan.
[Link]
Kelima sila Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil
dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia, merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat
dipisahkan. Setiap sila saling melengkapi dan menjiwai satu sama lain, membentuk
fondasi yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Memahami
keterkaitan ini akan membantu kita melihat Pancasila sebagai pedoman yang
komprehensif dalam berbagai aspek kehidupan.
Pancasila berfungsi sebagai dasar negara yang mengatur seluruh sendi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai pandangan hidup, Pancasila
memberikan arah dan tujuan bagi setiap warga negara dalam menjalani
kehidupannya. Sementara itu, sebagai ideologi bangsa, Pancasila merupakan
kumpulan nilai-nilai dan cita-cita yang diyakini kebenarannya dan menjadi pedoman
dalam mencapai cita-cita kemerdekaan. Dengan mengamalkan Pancasila, kita turut
serta dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini? Mengapa?
2. Hal baru apa yang kamu pelajari tentang Pancasila dan bagaimana kamu
akan menerapkannya dalam kehidupanmu?
3. Adakah bagian dari pembelajaran hari ini yang masih membuatmu bingung
atau ingin kamu pelajari lebih lanjut?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki?
2. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam meningkatkan
pemahaman dan partisipasi siswa?
3. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi pembelajaran yang aktif, kreatif,
kolaboratif, bermakna, dan menyenangkan di pertemuan selanjutnya?
Nilai Keteladanan
No. Peristiwa Urutan
Tokoh
Di kelas 5, ada dua kelompok yang sedang mengerjakan tugas kelompok. Kelompok
A selalu ingin cepat selesai dan tidak mau mendengarkan masukan dari anggota lain
yang memiliki ide berbeda. Sementara itu, kelompok B selalu bertengkar karena
masing-masing ingin idenya yang paling digunakan.
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Memahami Memahami
Memahami
Memahami sebagian secara
sebagian
sedikit besar mendalam
A. konsep
konsep konsep konsep
Pemahaman Pancasila
Pancasila Pancasila Pancasila
Materi dan
dan dan dan
relevansiny
relevansinya. relevansiny relevansiny
a.
a. a.
Mampu
mengidentif
Mampu Mampu
ikasi
mengidentif mengidentif
masalah
Sulit ikasi ikasi
secara
mengidentifik masalah masalah
komprehen
asi masalah namun dan
B. Analisis sif dan
dan kurang menghubun
Masalah menghubun
hubungannya tepat gkan
gkan
dengan menghubun dengan
dengan
Pancasila. gkan Pancasila
Pancasila
dengan secara
secara
Pancasila. cukup jelas.
tepat dan
mendalam.
Solusi
Solusi
Solusi cukup
sangat
Solusi tidak kurang relevan dan
C. relevan,
relevan atau relevan sesuai
Pemecahan konkret,
tidak sesuai atau kurang Pancasila,
Masalah dan sesuai
Pancasila. sesuai namun
nilai
Pancasila. kurang
Pancasila.
konkret.
Sangat
Berpartisip Berpartisip
Hanya aktif,
asi namun asi aktif,
bekerja memimpin,
D. Kolaborasi kurang aktif menunjukk
sendiri atau dan
Kelompok atau masih an kerja
mendominasi mendorong
ada sama yang
/pasif. kolaborasi
dominasi. baik.
efektif.
[Link]
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Ide sangat
Ide cukup orisinal,
Ide orisinal
orisinal inovatif,
Ide kurang dan
namun dan
F. Kreativitas orisinal atau dikembang
kurang dikembang
meniru. kan dengan
dikembang kan dengan
cukup baik.
kan. sangat
baik.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal, serta kemampuan
menghubungkan dan menerapkan pengetahuan.
2. Mindful Learning: Proses belajar yang melibatkan kesadaran penuh dan
perhatian terhadap momen kini, membantu siswa fokus dan memahami diri
serta lingkungannya.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang mengorganisir
pembelajaran di sekitar proyek yang kompleks, menantang, dan mendorong
siswa untuk memecahkan masalah atau mengeksplorasi isu secara mandiri
atau berkelompok.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
2. Tim Penyusun. (2022). Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
3. Sugiharto, E. (2018). Pengantar Pendidikan Pancasila. Bandung: Pustaka
Setia.
[Link]
"Selamat pagi, anak-anak hebat! 🚀 Mari kita mulai hari ini dengan semangat.
Ibu/Bapak penasaran, kegiatan hebat apa saja yang sudah kalian lakukan dari 7
kebiasaan baik ini?"
3. Berolahraga: "Agar badan kita sehat dan kuat seperti pahlawan super,
olahraga apa yang sudah kalian lakukan kemarin sore atau pagi ini?
Misalnya, lari pagi atau lompat tali."
4. Gemar Belajar: "Apakah kalian sudah meluangkan waktu untuk membaca
buku cerita, mencari informasi baru, atau mengerjakan tugas kemarin malam?
Apa yang paling seru kalian pelajari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Coba ceritakan menu sarapan kalian tadi pagi!
Apakah ada sayuran hijau atau buah-buahan segar yang bikin badan jadi
semangat?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah membantu orang tua di rumah, atau
mungkin membantu teman di sekolah hari ini? Bentuk bantuan apa yang
kalian berikan?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Ingat, istirahat cukup itu
penting agar besok pagi kita bisa belajar dengan fokus dan ceria! 😴"
Peserta didik menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban
dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara;
mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari; melaksanakan praktik musyawarah
untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam
lingkungan keluarga dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai bentuk norma, hak, dan kewajiban di lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan tepat.
2. Menganalisis keterkaitan antara norma, hak, dan kewajiban dalam
menciptakan ketertiban dan keharmonisan.
3. Mempraktikkan pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga,
warga sekolah, dan warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
4. Melaksanakan praktik musyawarah untuk mencapai kesepakatan dan
aturan bersama di lingkungan keluarga dan sekolah dengan baik.
5. Menyajikan hasil identifikasi dan praktik tentang norma, hak, dan kewajiban
melalui berbagai media secara kreatif.
6. Mengembangkan sikap kritis, kolaboratif, dan bertanggung jawab dalam
memahami serta menerapkan UUD NRI Tahun 1945.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Curah Pendapat, Studi Kasus, Bermain Peran, Simulasi
Musyawarah.
H. Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan pemantik ini dirancang untuk memicu mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning.
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, dan bayangkan dirimu
sedang bermain bersama teman-teman. Apa yang membuat permainan itu
jadi seru dan tertib? Adakah 'aturan tak tertulis' yang kalian ikuti?"
2. Meaningful Learning: "Jika kita semua memiliki hak, mengapa kita juga
punya kewajiban? Apa yang terjadi kalau setiap orang hanya menuntut
haknya tanpa menjalankan kewajibannya?"
3. Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang 'penyusun aturan' di
sekolah. Aturan paling seru dan adil apa yang akan kalian buat agar semua
teman bisa belajar dan bermain dengan gembira, tanpa ada yang merasa
dirugikan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengidentifikasi Norma, Hak, dan Kewajiban
Pendahuluan (20 menit)
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Pemahaman bermakna yang diharapkan adalah bahwa Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) adalah landasan
utama yang mengatur kehidupan kita sebagai bangsa, memastikan setiap
individu memiliki hak dan kewajiban yang seimbang. Siswa akan memahami
bahwa norma dan aturan ada untuk menciptakan ketertiban dan keadilan, serta
bahwa musyawarah adalah cara terbaik untuk mencapai kesepakatan bersama
demi kepentingan seluruh anggota masyarakat, baik di rumah, sekolah, maupun di
lingkungan yang lebih luas. Ini bukan hanya tentang aturan, tetapi tentang
membangun kehidupan bersama yang harmonis dan bertanggung jawab.
Norma adalah aturan atau kaidah yang berfungsi untuk menertibkan perilaku
manusia. Ada berbagai jenis norma, seperti norma agama, norma kesusilaan, norma
kesopanan, dan norma hukum. Di sisi lain, hak adalah sesuatu yang harus kita
terima atau dapatkan, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita
lakukan. Hak dan kewajiban selalu beriringan; kita tidak bisa hanya menuntut hak
tanpa menjalankan kewajiban, demikian pula sebaliknya. Keseimbangan antara hak
dan kewajiban adalah kunci terciptanya kehidupan yang harmonis di keluarga,
sekolah, maupun masyarakat.
[Link]
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapatkan tentang norma, hak, dan
kewajiban hari ini?
2. Bagian mana dari pembelajaran yang membuat saya merasa paling aktif dan
terlibat? Apa alasannya?
3. Saya ingin tahu lebih banyak tentang... / Saya masih bingung tentang...
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan pembelajaran sudah efektif dalam memfasilitasi
pemahaman mendalam siswa tentang norma, hak, dan kewajiban?
2. Bagian mana dari rencana pembelajaran yang perlu disesuaikan agar lebih
menarik dan relevan bagi siswa?
3. Bagaimana saya bisa mendorong siswa untuk lebih mandiri dan berpikir kritis
dalam memecahkan masalah terkait UUD NRI Tahun 1945?
Keluarga 1. 1.
2. 2.
Sekolah 1. 1.
2. 2.
[Link]
Masyarakat 1. 1.
2. 2.
Beberapa fasilitas di sekolah seperti lapangan, kantin, dan toilet seringkali kotor atau
rusak karena kurangnya kepedulian. Kita perlu membuat aturan bersama agar
fasilitas ini bisa digunakan dengan nyaman oleh semua warga sekolah.
Tugas Kelompok:
1. Diskusi Masalah: Diskusikan dalam kelompok, mengapa fasilitas sekolah
bisa kotor atau rusak. Apa saja penyebabnya?
2. Identifikasi Hak & Kewajiban: Hak apa yang kita miliki terkait fasilitas
sekolah? Kewajiban apa yang harus kita lakukan?
3. Rumuskan Aturan: Berdasarkan musyawarah kelompok, buatlah minimal 3
aturan yang jelas dan disepakati bersama untuk menjaga kebersihan dan
fasilitas sekolah. Tuliskan juga konsekuensi jika aturan dilanggar.
4. Siapkan Presentasi: Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil
musyawarah kelompokmu di depan kelas.
Memahami
Memahami
Memaha sebagian
Memahami secara
mi sedikit besar
sebagian mendalam
tentang konsep
A. Pemahaman konsep konsep
norma, norma,
Konsep norma, norma, hak,
hak, atau hak, dan
hak, dan dan kewajiban
kewajiban kewajiban
kewajiban. serta
. dengan
hubungannya.
baik.
Kerja sama
Kerja sama
kelompok Kerja sama
Kerja kelompok
terjalin kelompok
sama cukup baik
D. Kolaborasi baik, sangat solid
kelompok namun
Kelompok semua dan efektif,
kurang masih ada
anggota saling
terjalin. kekuranga
berkontribu mendukung.
n.
si.
Penyamp Penyampai
Penyampai Penyampaian
aian tidak an cukup
E. an jelas, sangat jelas,
jelas atau jelas
Keterampilan sistematis, sistematis,
tidak namun
Presentasi dan cukup percaya diri,
sistematis kurang
menarik. dan menarik.
. menarik.
P. Glosarium
1. UUD NRI Tahun 1945: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, hukum dasar tertulis tertinggi di Indonesia.
2. Norma: Aturan atau kaidah yang menjadi pedoman perilaku manusia di
masyarakat untuk mencapai ketertiban.
3. Musyawarah: Proses berunding bersama untuk mencapai kesepakatan atau
mufakat demi kepentingan bersama.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
2. Tim Penyusun. (2022). Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
3. Bahar, S. (2018). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi
Aksara.
[Link]
"Halo anak-anak hebat! Selamat pagi! ✨ Sebelum kita memulai petualangan belajar
hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, kegiatan apa saja dari 7 kebiasaan anak Indonesia
hebat yang sudah kalian lakukan atau rencanakan hari ini?"
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang sudah kalian baca atau pelajari hari ini,
baik dari buku cerita, pelajaran, atau bahkan dari televisi? Ceritakan yang
paling seru!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Coba sebutkan menu sarapan kalian tadi pagi!
Apakah ada sayur atau buahnya yang bikin badan jadi semangat dan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Apakah ada hal baik yang sudah kalian lakukan untuk
orang lain hari ini? Mungkin membantu orang tua di rumah, atau berbagi
dengan teman di sekolah?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Ingat, tidur cukup itu
penting supaya pagi ini kita bisa fokus dan bersemangat untuk belajar!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman budaya (suku, agama,
bahasa, adat istiadat) di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Menganalisis pentingnya sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan
keberagaman sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika.
3. Mempraktikkan perilaku toleran dan menghargai perbedaan dalam interaksi
sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
4. Menyajikan hasil identifikasi dan pemahaman tentang Bhinneka Tunggal
Ika melalui proyek kolaboratif yang kreatif.
5. Mengembangkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia
dan komitmen untuk menjaga persatuan.
6. Mengambil peran aktif dalam mempromosikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal
Ika di lingkungannya.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Project-Based Learning (PBL) dengan
pendekatan Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan pemantik ini dirancang untuk memicu mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning.
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, dan bayangkan teman-
temanmu di kelas ini. Adakah yang rambutnya keriting, kulitnya sawo matang,
atau suka makanan pedas? Apa yang membuat kalian semua itu unik dan
istimewa?"
2. Meaningful Learning: "Jika Indonesia punya banyak sekali suku, bahasa,
dan budaya, mengapa kita tetap harus bersatu? Apa yang akan terjadi jika
kita hanya mau berteman dengan yang sama dengan kita saja?"
3. Joyful Learning: "Bayangkan sekolah kita akan mengadakan Festival
Budaya Indonesia! Kamu ingin menampilkan kebudayaan dari daerah mana?
Apa yang paling seru dari kebudayaan itu yang ingin kamu tunjukkan ke
teman-teman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengidentifikasi Keberagaman dan Pentingnya
Menghormati
Pendahuluan (20 menit)
• Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa melakukan "Tarik Napas
Kebersamaan" (menarik napas sambil membayangkan energi persatuan,
[Link]
o Pesan yang Jelas dan Efektif: Sejauh mana pesan tentang persatuan
dalam keberagaman dapat tersampaikan dengan baik.
o Kerja Sama Kelompok: Kontribusi dan koordinasi setiap anggota
dalam pembuatan proyek.
• Tes Tertulis (Esai/Studi Kasus): Berisi pertanyaan yang menguji
pemahaman siswa tentang konsep keberagaman, pentingnya Bhinneka
Tunggal Ika, dan kemampuan memberikan contoh sikap
menghormati/melestarikan keberagaman.
K. Pemahaman Bermakna
Pemahaman bermakna yang diharapkan adalah bahwa keberagaman budaya di
Indonesia, meskipun berbeda-beda, adalah kekuatan dan kekayaan yang luar
biasa, bukan pemecah belah. Siswa akan memahami bahwa Bhinneka Tunggal
Ika bukan hanya semboyan, tetapi sebuah cara hidup yang menuntun kita untuk
saling menghormati, menjaga toleransi, dan melestarikan setiap warisan budaya
sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia yang satu dan utuh.
Ini adalah tentang merayakan perbedaan dan menemukan keindahan dalam
persatuan.
Meskipun kita beragam, kita disatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang
berarti "Berbeda-beda tetapi Tetap Satu Jua". Semboyan ini mengingatkan kita
bahwa di tengah banyaknya perbedaan, kita tetap adalah satu bangsa Indonesia.
Untuk menjaga persatuan ini, kita harus memiliki sikap menghormati dan toleransi
terhadap perbedaan yang ada. Menghormati berarti menerima dan menghargai
keberadaan orang lain dengan segala perbedaannya, tidak mengejek, atau
merendahkan kebudayaan lain. Toleransi berarti bersedia menerima dan
membiarkan orang lain memiliki pendapat atau kepercayaan yang berbeda dengan
kita.
Selain menghormati, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan
melestarikan keberagaman budaya Indonesia. Caranya bisa bermacam-macam,
misalnya dengan mempelajari tarian tradisional, menyanyikan lagu daerah,
menggunakan pakaian adat pada acara tertentu, atau bahkan hanya dengan tidak
membuang sampah sembarangan di tempat wisata budaya. Melestarikan budaya
berarti ikut serta merawatnya agar tidak hilang ditelan zaman dan dapat terus
dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan demikian, Bhinneka Tunggal Ika akan
terus hidup dan menjadi kekuatan bagi bangsa kita.
[Link]
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang Bhinneka Tunggal Ika hari
ini?
2. Bagaimana perasaan saya setelah berdiskusi/bekerja sama dengan teman
yang mungkin berbeda pendapat atau latar belakang?
3. Saya berjanji akan... (tulis satu hal konkret yang akan dilakukan untuk
menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika).
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan pembelajaran telah berhasil membuat siswa aktif dan
berpikir kritis tentang keberagaman?
2. Bagian mana dari proyek atau aktivitas yang paling berhasil memicu
kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Bagaimana saya dapat lebih memperkaya pengalaman belajar siswa tentang
Bhinneka Tunggal Ika agar lebih bermakna di pertemuan berikutnya?
Pakaian Adat 1.
2.
Makanan Khas 1.
2.
Alat Musik
1.
Tradisional
2.
1. (contoh kata
Bahasa Daerah
sapaan/terima kasih)
[Link]
2. (contoh kata
sapaan/terima kasih)
Di sekolahmu akan ada perayaan Hari Kartini. Guru meminta setiap kelas
menampilkan tarian daerah. Kelasmu memiliki teman-teman yang berasal dari
berbagai suku (Jawa, Sunda, Batak, Minang). Ada usulan untuk menampilkan tarian
Jawa saja, tetapi beberapa teman dari suku lain merasa sedih dan ingin tarian dari
daerahnya juga ditampilkan.
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Memaha
mi secara
Memahami Memahami Memahami mendala
sedikit sebagian sebagian m konsep
A.
tentang konsep besar konsep keberaga
Pemahama
keberagaman keberagaman keberagaman man dan
n Konsep
/Bhinneka /Bhinneka /Bhinneka relevansi
Tunggal Ika. Tunggal Ika. Tunggal Ika. Bhinneka
Tunggal
Ika.
[Link]
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Mampu
mengide
ntifikasi
masalah
Mampu
Mampu secara
Sulit mengidentifik
mengidentifik kompreh
mengidentifik asi masalah
asi masalah ensif dan
asi masalah dan
B. Analisis namun menghub
dan menghubung
Studi kurang tepat ungkan
hubungannya kan dengan
Kasus menghubung dengan
dengan Bhinneka
kan dengan Bhinneka
Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal
Tunggal Ika. secara cukup
Tunggal Ika. Ika
jelas.
secara
tepat dan
mendala
m.
Solusi
sangat
relevan,
konkret,
Solusi
inovatif,
Solusi tidak Solusi cukup relevan,
dan
relevan atau relevan konkret, dan
C. Solusi mencerm
tidak namun cukup
dan inkan
mencerminka kurang mencerminka
Gagasan nilai
n Bhinneka konkret/komp n nilai
Bhinneka
Tunggal Ika. rehensif. Bhinneka
Tunggal
Tunggal Ika.
Ika
secara
mendala
m.
Sangat
Berpartisipasi aktif,
Hanya Berpartisipasi
namun memimpi
D. bekerja aktif,
kurang aktif n, dan
Kolaborasi sendiri atau menunjukkan
atau masih mendoro
Kelompok mendominasi kerja sama
ada ng
/pasif. yang baik.
dominasi. kolaboras
i efektif.
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Ide karya
sangat
Ide karya orisinal,
Ide karya
Ide karya cukup orisinal inovatif,
F. orisinal dan
kurang namun dan
Kreativitas dikembangka
orisinal atau kurang dikemban
Karya n dengan
meniru. dikembangka gkan
cukup baik.
n. dengan
sangat
baik.
P. Glosarium
1. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan bangsa Indonesia yang berarti "Berbeda-
beda tetapi Tetap Satu Jua".
2. Keberagaman Budaya: Kekayaan bangsa yang meliputi perbedaan suku,
bahasa, adat istiadat, agama, dan seni di berbagai daerah.
3. Toleransi: Sikap menghargai dan menerima perbedaan pendapat,
kepercayaan, atau kebiasaan orang lain.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
2. Tim Penyusun. (2022). Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
3. Kaelan, M. S. (2016). Pendidikan Pancasila: Paradigma dan Aktualisasi
dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Yogyakarta: Paradigma.
[Link]
"Selamat pagi, calon-calon pemimpin Indonesia! 💪 Ibu/Bapak mau tahu nih, dari 7
kegiatan anak Indonesia hebat ini, mana yang sudah kalian lakukan pagi ini atau
kemarin? Cerita dong!"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam atau pagi ini, pelajaran apa yang paling seru
kalian pelajari? Atau buku apa yang sedang kalian baca?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Menu sarapan apa yang sudah kalian nikmati
pagi ini? Apakah ada sayur atau buahnya untuk energi penuh?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah membantu orang tua di rumah, atau
mungkin melihat ada teman yang kesulitan dan kalian bantu? Apa yang kalian
lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Ingat ya, istirahat cukup itu
penting agar kita punya energi maksimal untuk belajar dan bermain!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi letak dan ciri-ciri wilayah kabupaten/kota dan provinsi
sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan
NKRI.
3. Menganalisis berbagai bentuk perilaku gotong royong di lingkungan
sekolah dan sekitar sebagai perwujudan persatuan dan bela negara.
4. Mempraktikkan sikap gotong royong dalam berbagai kegiatan di
lingkungan sekolah dan masyarakat.
5. Menyajikan hasil identifikasi dan praktik tentang menjaga persatuan serta
gotong royong sebagai wujud bela negara secara kreatif.
6. Mengembangkan rasa cinta tanah air dan komitmen untuk menjaga
keutuhan NKRI.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dan Community-Based
Learning dengan pendekatan Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan pemantik ini dirancang untuk memicu mindful learning, meaningful
learning, dan joyful learning.
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, dan rasakan kehadiran
kalian di kelas ini, di sekolah ini, di kota ini, dan di negara Indonesia. Apa
yang membuat kalian merasa 'milik' tempat ini? Bagaimana perasaanmu
tentang itu?"
2. Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk mengenal wilayah
tempat tinggal kita (kabupaten/kota, provinsi) dan juga seluruh Indonesia?
Apa hubungannya dengan menjaga persatuan bangsa?"
3. Joyful Learning: "Bayangkan jika kita semua adalah anggota tim superhero
'Penjaga Persatuan Indonesia'. Kekuatan super apa yang akan kalian punya
untuk menjaga agar Indonesia tetap utuh dan harmonis? Siapa yang ingin jadi
pemimpin tim?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengenal Wilayah NKRI dan Pentingnya
Persatuan
Pendahuluan (20 menit)
• Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa melakukan "Jeda Kreatif"
(melihat sekeliling kelas, menarik napas dalam, dan fokus pada satu benda
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Pemahaman bermakna yang diharapkan adalah bahwa Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) adalah rumah kita bersama yang luas dan beragam,
membentang dari Sabang sampai Merauke. Siswa akan memahami bahwa
gotong royong bukan hanya sekadar membantu, tetapi adalah jiwa yang
menyatukan kita sebagai bangsa, dan setiap tindakan positif untuk menjaga
kebersihan, ketertiban, dan keharmonisan di lingkungan sekitar, sekecil apa pun,
adalah bentuk nyata dari cinta tanah air dan upaya kita dalam membela negara.
NKRI adalah tanggung jawab kita bersama.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
[Link]
1. Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang NKRI dan gotong royong
hari ini?
2. Bagaimana perasaan saya setelah berkolaborasi dalam proyek kelompok?
Apa yang saya pelajari dari teman-teman saya?
3. Satu hal yang akan saya lakukan untuk menunjukkan rasa cinta tanah air dan
menjaga persatuan adalah...
Refleksi Pendidik
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep NKRI,
persatuan, dan gotong royong melalui kegiatan yang dilakukan?
2. Bagaimana saya bisa lebih mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dalam
kegiatan gotong royong di luar kelas?
3. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam meningkatkan rasa
kebanggaan siswa terhadap Indonesia?
Kelas kita ingin menjadi "Agen Gotong Royong Cilik" di sekolah. Kita akan
merencanakan sebuah kegiatan gotong royong kecil di lingkungan sekolah atau di
sekitar rumah teman (dengan izin orang tua) yang bisa menunjukkan semangat
persatuan dan kepedulian.
Tugas Kelompok:
1. Pilih Area & Masalah: Diskusikan area mana di sekolah atau sekitar rumah
yang membutuhkan gotong royong (misalnya, membersihkan taman,
merapikan perpustakaan kelas, membantu teman yang kesulitan).
2. Rencanakan Aksi:
o Apa tujuan kegiatan gotong royong ini?
o Siapa saja yang akan terlibat?
[Link]
Skala 4
Skala 1 Skala 2 Skala 3
Aspek Penilaian (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
Memahami Memahami
Memahami
Memahami sebagian secara
sebagian
sedikit besar mendalam
konsep
tentang konsep konsep
A. Pemahaman NKRI,
NKRI, NKRI, NKRI,
Konsep persatuan,
persatuan, persatuan, persatuan,
dan
atau gotong dan dan
gotong
royong. gotong gotong
royong.
royong. royong.
Mampu
mengidenti
Mampu Mampu fikasi
Sulit
mengidenti mengidenti masalah
mengidentifik
fikasi fikasi secara
asi masalah
masalah masalah komprehe
B. Analisis dan
namun dan nsif dan
Masalah/Situasi relevansinya
kurang relevansin relevansin
dengan
tepat ya secara ya dengan
gotong
relevansin cukup gotong
royong.
ya. jelas. royong
secara
tepat.
Rencana
Rencana Rencana
Rencana cukup
jelas, sangat
C. Rencana tidak jelas jelas
detail, dan jelas,
Aksi/Solusi atau tidak namun
cukup detail,
realistis. kurang
realistis. realistis,
detail.
[Link]
Skala 4
Skala 1 Skala 2 Skala 3
Aspek Penilaian (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)
dan
inovatif.
Sangat
Berpartisip Berpartisip aktif,
Hanya
asi namun asi aktif, memimpin,
bekerja
D. Kolaborasi kurang menunjukk dan
sendiri atau
Kelompok aktif atau an kerja mendoron
mendominasi
masih ada sama yang g
/pasif.
dominasi. baik. kolaborasi
efektif.
Mampu
Mampu Mampu mengaitka
mengaitka mengaitka n aksi
Tidak n aksi n aksi dengan
mampu dengan dengan bela
F. Wujud Bela
mengaitkan bela bela negara
Negara
aksi dengan negara negara secara
bela negara. secara secara mendalam
sederhana cukup dan
. jelas. meyakinka
n.
P. Glosarium
1. NKRI: Singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, merujuk pada
bentuk negara Indonesia yang bersatu.
2. Gotong Royong: Budaya bekerja sama secara sukarela untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan atau mencapai tujuan bersama.
3. Bela Negara: Sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh
kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
2. Tim Penyusun. (2022). Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
3. Hasmi, A. (2019). Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas V.
Jakarta: Yudhistira.