0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan2 halaman

Persahabatan Abadi yang Hilang

Cerpen ini menceritakan tentang persahabatan empat remaja, Nindi, Aris, Andri, dan Ana, yang telah bersahabat sejak kecil dan merayakan kelulusan mereka. Namun, kebahagiaan mereka berakhir tragis saat kecelakaan mobil merenggut nyawa Aris dan Andri, meninggalkan Nindi yang berduka. Nindi berjanji untuk selalu mengenang sahabat-sahabatnya meskipun mereka telah pergi.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan2 halaman

Persahabatan Abadi yang Hilang

Cerpen ini menceritakan tentang persahabatan empat remaja, Nindi, Aris, Andri, dan Ana, yang telah bersahabat sejak kecil dan merayakan kelulusan mereka. Namun, kebahagiaan mereka berakhir tragis saat kecelakaan mobil merenggut nyawa Aris dan Andri, meninggalkan Nindi yang berduka. Nindi berjanji untuk selalu mengenang sahabat-sahabatnya meskipun mereka telah pergi.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.

Cerpen Persahabatan “Persahabatan


Abadi”
Saat ini aku berada di kelas 9 SMP, setiap hari kujalani bersama
dengan ketiga sahabatku, Aris, Andri, dan Ana. Kami berempat
sudah bersahabat sejak kecil.

Suatu saat kami menulis surat perjanjian persahabatan di sobekan


kertas yang dimasukkan ke dalam sebuah botol, kemudian botol
tersebut dikubur di bawah pohon yang nantinya surat tersebut akan
kami buka saat kami menerima hasil ujian kelulusan.

Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kami pun menerima
hasil ujian dan hasilnya kita berempat lulus semua.

Kami serentak langsung pergi berlari ke bawah pohon yang pernah


kami datangi dan menggali tepat di mana botol yang dahulu dikubur
berada.

Kemudian, kami berempat membuka botol tersebut dan membaca


tulisan yang dulu pernah kami tulis. Kertas tersebut bertuliskan
"Kami berjanji akan selalu bersama untuk selamanya".

Keesokan hari, Aris berencana untuk merayakan kelulusan kami


berempat. Malamnya kami berempat pergi bersama ke suatu
tempat dan di situlah saat-saat yang tidak bisa aku lupakan karena
Aris berencana untuk menyatakan perasaannya kepadaku. Akhirnya
aku dan Aris berpacaran.

Begitu juga dengan Andri, dia pun berpacaran dengan Ana. Malam
itu sungguh malam yang istimewa untuk kami berempat. Kami pun
bergegas untuk pulang.

Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaanku tidak enak.

"Perasaanku enggak enak banget ya?", ucapku penuh cemas.

“Udahlah, Ndi, santai aja, kita enggak bakalan kenapa-kenapa,"


jawab Andri dengan santai.

Tidak lama setelah itu, hal yang dikhawatirkan Nindi terjadi.

"Arissss awasss! di depan ada jurang!," teriak Nindi.

"Aaaaaaaaaa!!!"

Bruuukkk. Mobil yang kami kendarai masuk ke dalam jurang. Aku


tak kuasa menahan air mata yang terus mengalir sampai aku tidak
sadarkan diri.

Perlahan aku buka mataku sedikit demi sedikit dan aku melihat ibu
berada di sampingku.
"Nindi... kamu sudah sadar, Nak?" tanya Ibuku.

"Ibu.. aku di mana? Di mana Ana, Andri, dan Aris?" tanyaku.

"Kamu di rumah sakit, Nak. Kamu yang sabar ya, Andri dan Aris
tidak tertolong di lokasi kecelakaan," jawab ibu sambil menitikkan
air mata.

Aku terdiam mendengar ucapan ibu dan air mataku menetes,


tangisku tiada henti mendengar pernyataan ibu.

"Aris, mengapa kamu tinggalkan aku, padahal aku sayang banget ke


kamu, aku cinta kamu, tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, semua
pergi ninggalin aku," batinku berkata.

Lantas, dua hari berlalu dan aku berkunjung ke makam mereka, aku
berharap kami bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua.
Namun, sekarang semua itu hanya angan-angan. Aku berjanji akan
selalu mengenang kalian.

Anda mungkin juga menyukai