2.
Cerpen Persahabatan “Berbagi Kasih
dengan Sahabat”
Namaku Riko, seorang siswa SMP kelas IX asal Bogor. Aku memiliki
sahabat bernama Andre, yang merupakan teman setia dan sekelas
sejak di bangku sekolah dasar.
Hari ini adalah hari Sabtu, di mana mata pelajaran hanya tiga
mapel. Pada mapel terakhir, yakni Bahasa Inggris, semua berjalan
seperti biasa. Hari telah menunjukkan pukul 13.20, tandanya
sebentar lagi akan pulang.
Tiba-tiba pintu kelas diketok oleh seseorang. Ketika Bu Guru
membukanya, ternyata yang datang adalah Pak Imron, pamannya
Andre, adek kandung dari ibunya.
"Tok..tok..tok.." suara ketukan pintu berbunyi.
"Iya, silakan masuk..." sambut Bu Guru.
"Permisi bu, saya izin menjemput Andre untuk membawanya
pulang..." ucap Pak Imron.
"Ada persoalan apa ya Pak…?" Tanya Bu guru.
"Begini bu, keluarga Andre baru saja mengalami musibah,
rumahnya kebakaran dan semuanya habis dimakan api. Untungnya
tidak ada korban jiwa sedikit pun..." sambung Pak Imron.
Tiba-tiba seisi kelas panik bercampur sedih, dan aku melihat wajah
Andre tampak kesedihan yang begitu mendalam. Kemudian Bu Guru
mengizinkan Andre untuk pulang.
Ketika bel pulang berbunyi, aku mengimbau seluruh teman sekelas
untuk jangan pulang dulu. Aku mengajak mereka semua untuk
melakukan penggalangan dana kepada seluruh lapisan guru dan
siswa/i di sekolah mulai besok.
Sepulang dari sekolah besok, aku juga mengajak mereka untuk
melakukan penggalangan di tepi jalan raya. Tanpa pikir panjang,
semua teman sekelas setuju.
Setelah penggalangan di sekolah dan tepi jalan raya selesai, aku
dan teman-teman sangat bersyukur karena dana yang terkumpul
cukup banyak, yakni 16 juta rupiah. Aku dan teman-teman langsung
menuju kediaman Andre dan keluarganya.
Sesampainya di sana, aku melihat kesedihan Andre dan
keluarganya begitu mengiris hati, mengingat semua isi rumah habis
dilalap api.
"Assalamualaikum Bu, Pak, Ndre, aku dan teman-teman
mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas
musibah yang kalian hadapi. Ini, ada sedikit bantuan dari teman-
teman dan saudara, semoga bisa meringankan beban kamu dan
keluarga ya, Ndre..." ucapku.
Andre tampak sedikit senang dan kemudian langsung memeluk
kami semua, seraya berkata…
"Terima kasih banyak teman-teman atas bantuannya. Terima kasih
juga atas kehadiran dan ucapan belasungkawanya. Semoga Allah
Swt. membalas semua kebaikan kalian dan para penyumbang..."
tuntas Andre.
Kami pun berkumpul dan mencoba menghibur Andre dan
keluarganya hingga menjelang sore.