Sistem Organ dan Kesehatan Tubuh Manusia
Sistem Organ dan Kesehatan Tubuh Manusia
Keimanan dan
Ketakwaan Penalaran
Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran hari ini, Ibu/Bapak ingin
tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat subuh, berdoa, atau
ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat berolahraga ringan pagi ini?
Misalnya peregangan, lari-lari kecil, atau bantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat membuka buku atau membaca sesuatu? Atau mungkin
sudah mempersiapkan alat tulisnya?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat?"
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan
pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, presentasi, proyek, tanya
jawab, demonstrasi, dan permainan edukasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar, rasakan
detak jantungmu, rasakan napasmu yang keluar masuk. Pernahkah
kalian terpikir, bagaimana semua bagian tubuhmu bekerja sama
setiap saat tanpa perlu kita suruh?"
Meaningful Learning: "Apa jadinya jika salah satu bagian penting di
dalam tubuh kita, misalnya jantung atau paru-paru, tidak bisa
bekerja dengan baik? Mengapa penting sekali bagi kita untuk
menjaga kesehatan organ-organ tersebut?"
Joyful Learning: "Jika tubuh kita adalah sebuah tim sepak bola,
organ mana yang menjadi striker, gelandang, atau kiper?
Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Sistem Pencernaan dan Cara Kerjanya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami sistem pencernaan.
Inti (60 menit)
o Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Siswa diminta menuliskan
makanan favorit dan membayangkan perjalanan makanan
tersebut dalam tubuh. (Aktif)
o Observasi & Eksplorasi: Menayangkan video animasi tentang
sistem pencernaan. Siswa diminta mencatat organ-organ
yang terlibat. Gambar Human Digestive System Gut
Gastrointestinal Tract (Bermakna, Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing
diberikan gambar organ pencernaan dan diminta
mengurutkannya serta menjelaskan fungsinya. (Kolaboratif,
Aktif, Kreatif)
o Demonstrasi Sederhana: Guru mendemonstrasikan proses
pencernaan mekanis dengan menghancurkan biskuit
(makanan) dalam kantong plastik (lambung) dan
menambahkan air (enzim). (Menyenangkan)
o Penyelesaian Masalah: Guru memberikan kasus: "Seseorang
sering sakit perut dan sembelit. Apa kira-kira penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?" Siswa berdiskusi.
(Penalaran Kritis, Bermakna)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
(Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan proses pencernaan dan
pentingnya makanan sehat.
o Guru memberikan tugas mencari informasi tentang
penyakit pada sistem pencernaan.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Sistem Pernapasan dan Peredarah Darah (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengingatkan kembali tentang pentingnya kesehatan dan
mengaitkan dengan sistem pernapasan dan peredaran
darah.
Inti (60 menit)
o Eksperimen "Paru-paru dalam Botol": Siswa membuat
model sederhana paru-paru dari botol bekas, balon, dan
sedotan untuk memahami mekanisme pernapasan.
(Aktif, Kreatif, Bermakna, Menyenangkan)
o Presentasi Informasi: Guru menyajikan informasi tentang
sistem peredaran darah (jantung, pembuluh darah, darah)
melalui gambar dan penjelasan interaktif. (Bermakna)
o Simulasi Gerak Jantung: Siswa diminta menempelkan tangan di
dada dan merasakan detak jantung setelah melakukan
aktivitas ringan. (Mindful Learning)
o Diskusi Kasus: Guru memberikan kasus: "Mengapa orang
yang kurang olahraga cenderung mudah lelah? Apa
hubungannya dengan sistem peredaran darah?" (Penalaran
Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil eksperimen dan pemahaman
mereka.
o Guru merangkum pentingnya udara bersih dan olahraga
bagi sistem pernapasan dan peredaran darah.
o Tugas: Membuat poster sederhana tentang cara menjaga
kesehatan paru-paru atau jantung. (Kreativitas)
Pertemuan 5-6: Keterkaitan Antar Sistem Organ dan Gaya Hidup Sehat (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru mereview materi sebelumnya.
o Guru meminta siswa berbagi pengalaman dalam membuat
poster.
Inti (60 menit)
o Analisis Interkoneksi: Siswa diminta membentuk kelompok dan
menganalisis bagaimana sistem pencernaan, pernapasan,
dan peredaran darah saling berhubungan (misalnya,
bagaimana nutrisi dari pencernaan diangkut oleh peredaran
darah, oksigen dari pernapasan juga diangkut oleh peredaran
darah ke seluruh tubuh). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Gaya Hidup Tidak Sehat": Guru memberikan
beberapa skenario gaya hidup tidak sehat (misalnya, sering
makan junk food, kurang tidur, jarang olahraga). Setiap
kelompok diminta
mengidentifikasi potensi dampak buruknya pada organ
tubuh. (Bermakna)
o Brainstorming Solusi: Setiap kelompok mempresentasikan
skenario dan dampak buruknya, kemudian kelompok lain
memberikan ide-ide solusi gaya hidup sehat. (Komunikasi,
Kreativitas)
o "Kontrak Kesehatan Pribadi": Setiap siswa diminta membuat
"kontrak" pribadi berisi 3-5 komitmen untuk menjaga
kesehatan organ tubuhnya. (Kemandirian, Bermakna)
Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya gaya hidup
sehat secara holistik.
o Guru mengapresiasi "kontrak kesehatan pribadi" siswa.
Pertemuan 7-8: Proyek "Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat dan
motivasi untuk menjadi "duta kesehatan".
Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan
"Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (bisa berupa presentasi
di depan kelas, membuat leaflet edukasi, video pendek, atau
drama singkat). Tema kampanye harus fokus pada cara
menjaga kesehatan organ tubuh. (Kolaborasi, Kreativitas)
o Pelaksanaan Proyek: Siswa bekerja sama menyiapkan materi
kampanye. Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan
bimbingan dan umpan balik. (Aktif, Kolaboratif, Kreatif)
o Latihan Presentasi/Demo: Siswa berlatih
menyampaikan ide kampanye mereka. (Komunikasi)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek
mereka. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
o Pujian untuk usaha keras siswa dan dampak positif dari
kampanye mereka.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami sistem organ tubuh manusia bukan hanya tentang menghafal
nama- nama organ, tetapi juga tentang menyadari betapa luar biasanya
tubuh kita bekerja dan betapa pentingnya menjaga setiap bagiannya.
Pemahaman ini akan menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah
harta yang tak ternilai, yang harus dijaga melalui kebiasaan sehari-hari
yang baik. Dengan memahami cara kerja organ, siswa akan lebih
termotivasi untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan bertanggung jawab
atas kesehatan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Mereka akan
memahami bahwa setiap pilihan yang mereka buat dalam makanan,
aktivitas, dan istirahat memiliki dampak langsung pada fungsi organ dan
kualitas hidup mereka.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Organ Tubuh Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.
Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
P. Glosarium
1. Organ: Bagian tubuh yang memiliki fungsi khusus, seperti jantung,
paru-paru, atau lambung.
2. Sistem Organ: Kumpulan organ yang bekerja sama untuk
melakukan fungsi tertentu dalam tubuh, contohnya sistem
pencernaan.
3. Metabolisme: Proses kimia dalam tubuh yang mengubah makanan
menjadi energi dan zat yang dibutuhkan untuk kehidupan.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Prasetyo, Y. (2018). Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.
Yogyakarta: CV Budi Utama.
Curug,.....,...............20
25
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, simulasi,
proyek, presentasi, dan eksplorasi lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan dirimu sedang berada di sebuah
taman. Apa saja yang kalian lihat dan rasakan? Adakah makhluk
hidup di sana? Apa saja benda tak hidup yang ada? Bisakah mereka
hidup sendiri-sendiri?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya jika semua pohon
di hutan ditebang? Atau jika air di danau tiba-tiba mengering?
Apa dampaknya bagi makhluk hidup yang tinggal di sana?"
Joyful Learning: "Jika kita diminta menciptakan dunia baru, apa saja
yang harus ada agar makhluk hidup bisa tinggal dengan nyaman?
Siapa yang akan menjadi 'penguasa' dan 'penjaga' di dunia itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi komponen ekosistem.
Inti (60 menit)
o Eksplorasi Lingkungan Sekolah: Siswa diajak mengamati
lingkungan sekitar sekolah (taman, halaman). Masing-masing
siswa diminta mencatat 5 contoh makhluk hidup (biotik) dan 5
contoh benda tak hidup (abiotik) yang mereka temukan.
(Aktif, Bermakna)
o Diskusi Kelas: Siswa berbagi temuan mereka. Guru
memfasilitasi diskusi untuk mengkategorikan benda-
benda tersebut ke dalam kelompok biotik dan abiotik.
(Komunikasi, Kolaborasi)
o Permainan "Tebak Aku": Guru menyiapkan kartu berisi
gambar- gambar komponen biotik dan abiotik. Siswa
menebak kategori dan fungsinya. (Menyenangkan)
o Membangun Pemahaman Konsep: Guru menjelaskan
definisi ekosistem, komponen biotik (produsen,
konsumen, pengurai), dan abiotik (cahaya matahari, air,
tanah, udara, suhu). (Bermakna)
Penutup (15 menit)
o Guru meminta siswa membuat peta konsep sederhana
tentang komponen biotik dan abiotik. (Kreatif)
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh ekosistem
lain (misalnya, kolam, hutan, sawah) dan mengidentifikasi
komponennya.
Pertemuan 3-4: Interaksi Antarkomponen Ekosistem (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review materi sebelumnya: komponen biotik dan abiotik.
Inti (60 menit)
o Analisis Rantai Makanan Sederhana: Guru menunjukkan
gambar rantai makanan (misalnya, padi-tikus-ular-elang).
Siswa diminta menganalisis peran masing-masing makhluk
hidup dan bagaimana mereka saling bergantung.
(Penalaran Kritis, Bermakna)
Gambar Diagram showing food web in the rainforest
o Studi Kasus "Perubahan Lingkungan": Guru memberikan
skenario: "Jika musim kemarau sangat panjang, apa yang
akan terjadi pada tumbuhan di sawah? Apa dampaknya bagi
tikus dan ular?" Siswa berdiskusi dalam kelompok.
(Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Simulasi "Jaring-jaring Makanan Manusia": Siswa secara
berkelompok menggambarkan jaring-jaring makanan yang
melibatkan manusia (misalnya, dari sayuran, hewan ternak,
dsb.). (Kreatif, Kolaborasi)
o Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan
hasil analisis dan jaring-jaring makanan mereka.
(Komunikasi)
Penutup (15 menit)
o Guru merangkum pentingnya keseimbangan ekosistem dan
interaksi antar komponen.
o Pengumuman proyek: Membuat mini ekosistem sederhana
(misalnya, ekosistem akuatik di stoples). Siswa diminta
membawa alat dan bahan di pertemuan berikutnya.
(Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Ekosistem Mini Buatanku" (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"pencipta ekosistem mini".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok kecil
merencanakan detail ekosistem mini yang akan mereka
buat (komponen biotik dan abiotik yang akan dimasukkan,
bagaimana interaksinya diharapkan terjadi). Mereka
membuat sketsa atau daftar bahan. (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Ekosistem Mini: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat ekosistem mini mereka di dalam
wadah transparan (stoples/akuarium kecil). Guru
membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
(Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
o Observasi Awal: Siswa mencatat komponen yang
dimasukkan dan membuat hipotesis tentang apa yang
akan terjadi dalam ekosistem mereka selama beberapa
hari ke depan. (Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan ekosistem mini
mereka dan menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang
terjadi pada ekosistem mini mereka setiap hari.
Pertemuan 7-8: Presentasi Proyek dan Refleksi Pelestarian Ekosistem (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati
ekosistem mini.
o Mengingatkan tentang pentingnya presentasi dan
berbagi pengetahuan.
Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Ekosistem Mini Buatanku": Setiap
kelompok mempresentasikan ekosistem mini mereka,
menjelaskan komponen biotik dan abiotik, interaksi yang
terjadi, dan perubahan yang mereka amati. (Komunikasi,
Kreatif)
o Diskusi "Dampak Manusia pada Ekosistem": Guru memfasilitasi
diskusi tentang bagaimana aktivitas manusia (misalnya,
membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, polusi)
dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem. (Bermakna,
Penalaran Kritis)
o Brainstorming Solusi: Siswa secara berkelompok berdiskusi
tentang cara-cara sederhana yang dapat mereka lakukan
untuk menjaga kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar
mereka. (Kolaborasi, Kreativitas)
Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga ekosistem.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu
tindakan kecil yang akan mereka lakukan untuk menjaga
lingkungan. (Kemandirian, Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Ekosistem adalah sebuah kesatuan hidup yang kompleks, di mana setiap
makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) memiliki peran yang
saling terkait.
Memahami interaksi ini berarti menyadari bahwa setiap elemen, sekecil
apa pun, memiliki dampaknya sendiri terhadap keseimbangan alam.
Misalnya, keberadaan cahaya matahari, air, dan tanah sangat vital bagi
pertumbuhan tumbuhan sebagai produsen; sementara hewan sebagai
konsumen bergantung pada tumbuhan atau hewan lain untuk makan.
Perubahan pada satu komponen, seperti polusi air atau penebangan
pohon, dapat memicu efek berantai yang merugikan seluruh ekosistem.
Dengan pemahaman ini, siswa akan lebih sadar akan tanggung jawab
mereka sebagai bagian dari ekosistem dan tergerak untuk menjaga
kelestarian lingkungan demi keberlanjutan hidup semua makhluk.
Komponen
Komponen
Biotik Peran/Fungsi Peran/Fungsi
No. Abiotik
(Makhluk Singkat Singkat
(Benda Tak
Hidup)
Hidup)
1.
2.
3.
4.
5.
3. Diskusikan dengan teman kelompokmu: Mengapa komponen
biotik dan abiotik ini saling membutuhkan? Berikan
contohnya!
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Hubungan Antarkomponen Biotik dan Abiotik serta Pengaruhnya
terhadap Ekosistem
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Menunjukk Memahami
Memahami Memahami
an sedikit sebagian
A. beberapa semua
pemaham besar
Pemahama n konsep, konsep
an konsep
Konsep namun ada dengan
tentang dengan
kekeliruan. sangat
biotik/abi benar.
akurat dan
oti k.
mendalam.
Mampu
Mampu
Tidak menganal
Mampu menganalisis
mampu i sis
menganalis interaksi
menganal interaksi
B. Analisis is interaksi secara
i sis dengan
Interaksi sederhana mendalam
interaksi cukup
namun dan
antar baik dan
kurang menunjukka
kompone memberi
jelas. n keterkaitan
n. ka n
kompleks.
contoh.
Tidak dapat Memberika n
Memberikan Memberikan ide
memberi ide
beberapa pelestarian
ka n ide pelestaria
C. Ide ide namun yang sangat
pelestaria n yang
Pelestaria kurang relevan,
n yang relevan
n inovatif/pra inovatif, dan
relevan. dan
kti s. praktis.
cukup
kreatif.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Sebagian
Semua anggota
Hanya 1-2 Sebagian besar
aktif dan
D. anggota anggota anggota
memberikan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
kontribusi
Anggota berpartisi si berpartisi
yang berarti.
p asi. , namun ada p asi
yang pasif. dalam
diskusi.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.
Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Tidak
Menggunak Menggun Menggunaka
menggun
a n media a kan n media
I. a kan
namun media yang sangat
Kreativitas media
kurang yang menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe cukup inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. menarik efektif.
yang
dan
menarik.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
membant
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
Skala 3 = Netral / Cukup
Skala 4 = Setuju / Baik
Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik
P. Glosarium
1. Biotik: Komponen hidup dalam ekosistem, seperti tumbuhan,
hewan, dan mikroorganisme.
2. Abiotik: Komponen tak hidup dalam ekosistem, seperti cahaya
matahari, air, tanah, dan udara.
3. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan
lingkungannya dalam suatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, P., & Pujiastuti, R. (2019). Ilmu Pengetahuan Alam dan
Lingkungan untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi petualangan air hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Project-Based
Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok,
presentasi, simulasi, dan proyek.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan air yang kalian minum setiap
hari. Dari mana air itu berasal? Mengapa air selalu ada,
meskipun kita menggunakannya terus-menerus?"
Meaningful Learning: "Apa jadinya jika di dunia ini tiba-tiba tidak
ada air bersih lagi? Bisakah kita hidup tanpanya? Mengapa
penting sekali bagi kita untuk menjaga air?"
Joyful Learning: "Jika air bisa berbicara, apa ya kira-kira pesannya
kepada kita tentang perjalanannya setiap hari?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Perjalanan Air: Siklus Air (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami proses siklus air.
Inti (60 menit)
o Membayangkan Perjalanan Air: Siswa diminta memejamkan
mata dan membayangkan perjalanan setetes air dari laut
hingga menjadi awan, lalu turun sebagai hujan. (Aktif,
Bermakna)
o Video Animasi Siklus Air: Menayangkan video animasi
edukatif tentang siklus air (evaporasi, kondensasi,
presipitasi, koleksi). Siswa diminta mencatat tahapan-
tahapan penting.
Gambar The water cycle diagram for science education
(Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing
diberikan kartu bergambar tahapan siklus air dan diminta
mengurutkannya serta menjelaskan secara singkat
prosesnya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Sederhana: Guru melakukan simulasi sederhana
penguapan air menggunakan air panas dan tutup panci dingin
untuk menunjukkan kondensasi. (Bermakna, Menyenangkan)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan siklus
air dan penjelasannya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan tahapan siklus air.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh-contoh
pemanfaatan air dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3-4: Pentingnya Air dan Tantangan Ketersediaannya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengingatkan kembali siklus air dan mengaitkannya
dengan keberadaan air di bumi.
Inti (60 menit)
o Curah Pendapat "Pentingnya Air": Siswa menyebutkan
berbagai fungsi air bagi makhluk hidup dan kehidupan
manusia (minum, mandi, memasak, pertanian, industri).
Guru menuliskan di papan. (Aktif, Bermakna)
o Studi Kasus "Krisis Air": Guru menunjukkan gambar atau
video tentang daerah yang mengalami kekeringan atau
kesulitan air bersih. Siswa berdiskusi dalam kelompok: "Apa
dampaknya bagi masyarakat di sana? Apa penyebabnya?"
(Penalaran Kritis, Bermakna)
o Identifikasi Sumber Air: Siswa mengidentifikasi sumber-
sumber air bersih di lingkungan mereka (sumur, PDAM,
mata air, sungai).
o Diskusi Faktor Pencemaran: Guru memfasilitasi diskusi
tentang faktor-faktor yang menyebabkan air tercemar
dan berkurangnya ketersediaan air bersih (sampah,
limbah, penebangan hutan). (Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum pentingnya air dan ancaman
terhadap ketersediaannya.
o Pengumuman proyek: Membuat "Miniatur Siklus Air" di
pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan
bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Miniatur Siklus Airku" (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"ilmuwan air".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan
desain "Miniatur Siklus Air" mereka (misalnya, menggunakan
toples, air, tanah, tanaman kecil, plastik bening sebagai
penutup). Mereka membuat sketsa atau daftar bahan.
(Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Miniatur: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat miniatur siklus air mereka. Guru
membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Mereka mengamati proses penguapan dan kondensasi
di dalam toples. (Aktif, Kreatif, Kemandirian,
Menyenangkan)
o Pencatatan Observasi: Siswa mencatat komponen yang
dimasukkan dan membuat hipotesis tentang apa yang akan
terjadi dalam miniatur mereka selama beberapa hari ke
depan. (Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan miniatur siklus air
mereka dan menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada
miniatur mereka setiap hari, terutama terbentuknya tetesan
air di bagian atas plastik.
Pertemuan 7-8: Kampanye Hemat Air dan Pelestarian Sumber Air (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati
miniatur siklus air dan hasil pengamatan mereka.
o Mengingatkan tentang pentingnya tindakan nyata untuk
menjaga air.
Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Miniatur Siklus Airku": Setiap kelompok
mempresentasikan miniatur siklus air mereka,
menjelaskan proses yang terjadi di dalamnya, dan hasil
observasi mereka. (Komunikasi, Kreatif)
o Brainstorming "Aksi Hemat Air": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang cara-cara sederhana dan kreatif untuk
menghemat air di rumah dan di sekolah. Guru mencatat ide-
ide di papan tulis. (Kolaborasi, Kreatif)
o Merancang Poster/Slogan Kampanye: Setiap kelompok
merancang poster atau slogan kampanye tentang hemat air
dan menjaga ketersediaan air. (Kreatif, Komunikasi)
o Pameran Mini/Presentasi Poster: Poster atau slogan dipamerkan
dan setiap kelompok mempresentasikan pesan kampanye
mereka. (Komunikasi, Menyenangkan)
Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga
siklus air dan ketersediaan air bersih.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu
tindakan kecil yang akan mereka lakukan untuk
menghemat air. (Kemandirian, Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Air adalah sumber daya yang tak terpisahkan dari kehidupan di Bumi.
Memahami siklus air berarti kita menyadari bahwa air tidak pernah habis,
melainkan terus bergerak dan berubah bentuk. Namun, ketersediaan air
bersih sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga lingkungan.
Polusi, penggundulan hutan, dan pemborosan air dapat mengganggu
siklus alami ini dan mengurangi jumlah air bersih yang dapat kita
gunakan. Dengan memahami perjalanan air dan faktor-faktor yang
memengaruhinya, siswa akan mengembangkan kesadaran bahwa setiap
tetes air itu berharga dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga
ketersediaannya demi masa depan. Pemahaman ini akan mendorong
mereka untuk mengadopsi perilaku hemat air dan peduli terhadap
lingkungan.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Siklus Air dan Upaya Menjaga Ketersediaan Air
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.
Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
P. Glosarium
1. Evaporasi: Proses penguapan air menjadi uap air.
2. Kondensasi: Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air atau
awan.
3. Presipitasi: Proses jatuhnya air dari atmosfer ke Bumi (contoh: hujan).
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suratmo, M. (2017). Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah
Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Penalaran
Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar. Suara
apa saja yang bisa kalian dengar di sekitar sini? Dan jika kita
melihat sekeliling, dari mana datangnya cahaya yang membuat
kita bisa melihat benda-benda ini?"
Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau di dunia ini tiba-tiba tidak
ada bunyi sama sekali? Atau kalau tidak ada cahaya sama sekali?
Bagaimana kita bisa berinteraksi atau melihat?"
Joyful Learning: "Menurutmu, bagaimana bunyi musik bisa sampai
ke telinga kita? Dan mengapa pelangi bisa muncul setelah hujan?
Apa rahasia di baliknya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Bunyi: Sumber dan Perambatannya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami sumber dan sifat bunyi.
Inti (60 menit)
o Eksplorasi Suara: Siswa diminta membuat berbagai bunyi
menggunakan benda-benda di sekitar mereka (meja, pensil,
tangan). Guru bertanya: "Bagaimana bunyi itu bisa
muncul?" (Aktif, Menyenangkan)
o Percobaan "Gelas Bergetar": Guru mendemonstrasikan garpu
tala yang dimasukkan ke air atau mengikat benang pada
kaleng, lalu berbicara melalui kaleng. Siswa mengamati
getaran. (Bermakna, Aktif)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok. Setiap kelompok
melakukan percobaan sederhana tentang perambatan bunyi
melalui medium padat (meja), cair (air dalam ember), dan
gas (udara). Mereka mencatat hasil pengamatan. (Kolaborasi,
Penalaran Kritis)
o Presentasi Hasil: Setiap kelompok mempresentasikan
hasil percobaan dan kesimpulan mereka tentang
sumber bunyi dan bagaimana bunyi merambat.
(Komunikasi)
Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan bahwa bunyi berasal
dari benda bergetar dan merambat melalui medium.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh alat
musik yang menghasilkan bunyi dari getaran.
Pertemuan 3-4: Sifat Bunyi: Pemantulan, Penyerapan, dan Pemanfaatan (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengulang kembali bahwa bunyi adalah getaran yang
merambat.
Inti (60 menit)
o Percobaan "Pantulan Bunyi": Siswa melakukan percobaan
memantulkan bunyi (misalnya, berteriak di depan dinding
atau tumpukan buku dan di ruangan kosong) untuk
merasakan gema. (Aktif, Bermakna)
o Identifikasi Bahan Penyerap Bunyi: Guru menunjukkan berbagai
jenis bahan (busa, kain, karton, keramik). Siswa berdiskusi,
mana yang kira-kira menyerap bunyi dan mana yang
memantulkan. (Penalaran Kritis)
o Video Aplikasi Bunyi: Menayangkan video tentang
pemanfaatan bunyi (sonar kapal, USG medis, konser musik)
dan bahaya kebisingan. (Bermakna)
o Diskusi Kasus: Siswa berdiskusi: "Mengapa dinding studio
rekaman dibuat dari bahan khusus? Mengapa mendengar
musik terlalu keras bisa merusak telinga?" (Penalaran Kritis,
Kolaborasi)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum sifat-sifat bunyi (pemantulan,
penyerapan) dan pentingnya menjaga kesehatan
telinga.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang berfungsi
sebagai pemantul atau penyerap bunyi.
Pertemuan 5-6: Menjelajahi Cahaya: Sumber dan Sifatnya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan memadamkan lampu
sejenak, lalu menyalakannya kembali. "Apa yang terjadi?
Mengapa kita bisa melihat?"
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami
sumber dan sifat cahaya.
Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Cahaya: Siswa mengidentifikasi berbagai
sumber cahaya (matahari, lampu, api) dan membedakan
cahaya alami dan buatan. (Aktif)
o Percobaan "Cahaya Merambat Lurus": Siswa menggunakan
senter dan beberapa karton berlubang untuk membuktikan
cahaya merambat lurus. (Bermakna, Aktif, Kreatif)
o Percobaan "Cahaya Dipantulkan": Siswa melakukan
percobaan dengan senter dan cermin datar untuk
mengamati pantulan cahaya. Guru menjelaskan hukum
pemantulan. (Bermakna)
o Percobaan "Cahaya Dibiaskan": Siswa mengamati pensil yang
terlihat patah di dalam gelas berisi air, atau melihat benda di
dasar kolam terlihat lebih dangkal. Guru menjelaskan
pembiasan. (Penalaran Kritis, Menyenangkan)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan
kesimpulan tentang sifat-sifat cahaya.
o Guru dan siswa menyimpulkan sifat cahaya.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang
memanfaatkan sifat pantulan atau pembiasan cahaya.
Pertemuan 7-8: Fenomena Cahaya dan Pemanfaatannya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mencoba
percobaan cahaya.
o Mengingatkan kembali sifat-sifat cahaya.
Inti (60 menit)
o Demonstrasi "Pembentukan Bayangan": Guru menggunakan
senter dan benda padat untuk menunjukkan bagaimana
bayangan terbentuk. Siswa diajak berkreasi dengan
bayangan. (Menyenangkan, Kreatif)
o Percobaan "Penguraian Cahaya" (Pelangi): Jika
memungkinkan, siswa menggunakan prisma atau CD/DVD
untuk melihat penguraian cahaya putih menjadi spektrum
warna (pelangi). (Bermakna, Menyenangkan)
Gambar
o Diskusi Kelompok "Manfaat Cahaya": Siswa berdiskusi
tentang manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari
(penerangan, komunikasi, kamera, optik) dan pentingnya
melindungi mata. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Proyek Mini "Kreasi Bunyi/Cahaya": Setiap kelompok memilih
untuk membuat proyek sederhana yang memanfaatkan salah
satu sifat bunyi atau cahaya (misal: telepon mainan dari
benang, periskop sederhana, alat musik sederhana, atau
senter dari botol bekas). (Kreatif, Kolaborasi, Kemandirian)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mini mereka.
(Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya memahami
bunyi dan cahaya dalam kehidupan.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Bunyi dan cahaya adalah dua fenomena gelombang yang sangat
fundamental dan ada di sekeliling kita setiap saat. Memahami sifat-
sifatnya berarti kita menyadari bahwa dunia ini penuh dengan keajaiban
yang bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Dari suara burung yang merdu
hingga warna-warni pelangi yang indah, semuanya bekerja berdasarkan
prinsip-prinsip fisika. Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu
yang mendalam tentang bagaimana alam semesta bekerja dan
mendorong siswa untuk mengamati serta menganalisis fenomena di
sekitar mereka. Mereka akan menyadari bahwa indra pendengaran dan
penglihatan mereka bekerja karena adanya interaksi dengan gelombang
bunyi dan cahaya, serta pentingnya menjaga kedua indra ini dari potensi
bahaya.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Percobaan mana yang paling membuatmu takjub hari ini?
Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang bunyi atau
cahaya yang belum pernah kalian tahu sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran hari ini membuatmu lebih
menghargai indra pendengaran dan penglihatanmu?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua konsep tentang bunyi dan cahaya dapat
dipahami dengan baik oleh peserta didik? Bagian mana
yang masih menjadi tantangan?
2. Apakah kegiatan percobaan berhasil memicu rasa ingin
tahu dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan teknologi
atau contoh nyata yang lebih relevan dengan kehidupan
siswa untuk materi ini?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Fenomena Gelombang Bunyi dan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-
hari
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t Baik)
) )
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Memahami
Menunjukka n Memahami
Memahami semua
sedikit sebagian
A. beberapa konsep
pemahama besar
Pemahaman konsep, dengan
n tentang konsep
Konsep namun sangat
bunyi/caha dengan
ada akurat dan
y a. benar.
kekeliruan mendalam.
.
Mampu Mampu
Tidak mampu Mampu
menganali menganalisi
menganali menganal
si s hasil s hasil
B. Analisis si s hasil is is hasil
dengan secara
Hasil percobaan sederhan
cukup baik mendalam
Percobaa dengan a namun
dan dan
n benar. kurang
mengaitka menjelaska
mendala
n konsep. n
m.
keterkaitan
n ya.
Memberikan
Memberikan
Tidak dapat Memberika n ide
ide
memberika beberapa pemanfaata
C. Ide pemanfaat
n ide ide n
Pemanfaatan a n/solusi
pemanfaat namun /solusi yang
/Solusi yang
a n/solusi kurang sangat
relevan
relevan. inovatif/pr relevan,
dan cukup
a ktis. inovatif,
kreatif.
dan
praktis.
Skala
Aspek Skala 1 Skala Skala
4
Penilaian (Kurang 2 3
(Sanga
) (Cukup (Baik)
t Baik)
)
II.
Kolaborasi
Kelompok
Cukup
jelas
Sulit Jelas dan Sangat
G. namun
dipahami, terstruktur, jelas,
Kejelasan kadang
tidak mudah terstruktur,
Penyampai masih
terstruktur. dipahami. dan mudah
an membing
diikuti.
u ngkan.
P. Glosarium
1. Gelombang: Getaran yang merambat dan membawa energi.
2. Medium: Zat perantara tempat gelombang merambat (misalnya,
udara, air, padat).
3. Refraksi: Pembiasan cahaya saat melewati dua medium yang
berbeda kerapatannya.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suprihono, A. (2018). Sains untuk Anak-Anak: Bunyi dan Cahaya.
Bandung: Elex Media Komputindo.
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan sekelilingmu. Benda apa saja di
kelas ini yang membutuhkan energi untuk bisa menyala atau
bergerak? Dari mana energi itu berasal?"
Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau listrik di rumah kita tiba-
tiba padam berjam-jam? Atau kalau kendaraan tidak bisa bergerak
karena kehabisan bahan bakar? Mengapa penting sekali bagi kita
untuk menggunakan energi dengan bijak?"
Joyful Learning: "Jika kita bisa menciptakan sumber energi baru
yang tidak pernah habis dan tidak merusak Bumi, seperti apa ya
bentuknya? Dan bagaimana kita bisa membuatnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Berbagai Sumber Energi dan Dampaknya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi jenis dan dampak penggunaan energi.
Inti (60 menit)
o Inventarisasi Energi di Sekitar: Siswa diminta mencatat 5-7
alat di rumah atau sekolah yang menggunakan energi
(misalnya, lampu, kipas, TV, motor, kompor). Mereka diminta
menebak jenis energi yang digunakan. (Aktif, Bermakna)
o Diskusi "Energi Kita dan Asalnya": Guru memfasilitasi diskusi
tentang sumber energi yang umum digunakan (listrik dari
PLN, bensin untuk kendaraan, gas untuk kompor). Guru
menjelaskan bahwa sebagian besar berasal dari bahan bakar
fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam). (Komunikasi,
Penalaran Kritis)
o Video Dampak Penggunaan Energi: Menayangkan video
singkat tentang dampak pembakaran bahan bakar fosil
terhadap lingkungan (polusi udara, pemanasan global,
perubahan iklim). (Bermakna)
o Studi Kasus "Perubahan Iklim": Guru bertanya, "Pernahkah
kalian merasa cuaca semakin panas, atau hujan jadi tidak
menentu? Itu salah satu tanda perubahan iklim. Apa
hubungannya dengan energi yang kita pakai?" (Penalaran
Kritis, Kolaborasi)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan dan kesimpulan awal
tentang dampak energi.
o Guru merangkum jenis-jenis energi dan dampak
penggunaannya.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu cara
orang tuanya menghemat listrik di rumah.
Pertemuan 3-4: Upaya Penghematan Energi (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review dampak penggunaan energi dan mengaitkannya
dengan perlunya penghematan.
Inti (60 menit)
o Brainstorming "Aksi Hemat Energi": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang tindakan-tindakan sederhana yang bisa
dilakukan di rumah dan sekolah untuk menghemat energi
(mematikan lampu/kipas jika tidak digunakan, mencabut
charger, jalan kaki/naik sepeda). (Kolaborasi, Kreatif)
o Analisis Tagihan Listrik (Opsional): Jika memungkinkan,
guru menunjukkan contoh tagihan listrik dan mengajak
siswa mengidentifikasi konsumsi energi. (Bermakna,
Penalaran Kritis)
o Permainan "Detektif Energi": Siswa diajak berkeliling sekolah
dan mencari tahu adakah perilaku pemborosan energi yang
terjadi. Mereka mencatat dan merumuskan saran. (Aktif,
Menyenangkan)
o Membuat Poster Hemat Energi: Setiap kelompok merancang
poster berisi tips hemat energi yang mudah dipahami
teman-teman. (Kreatif, Komunikasi)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan poster dan ide hemat
energinya.
o Guru merangkum berbagai cara penghematan
energi dan mengapresiasi ide siswa.
o Pengumuman proyek: Membuat model sederhana energi
alternatif. Siswa diminta membawa alat dan bahan.
(Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Pemanfaatan Sumber Energi Alternatif (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan cerita tentang masa
depan tanpa polusi dan dengan energi bersih.
o Mengingatkan kembali dampak energi fosil dan mengapa
kita butuh alternatif.
Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Energi Alternatif: Guru memperkenalkan
berbagai sumber energi alternatif (surya, angin, air,
biomassa) melalui gambar/video. Guru bertanya: "Manakah
yang paling mungkin kita manfaatkan di sekitar kita?"
(Bermakna)
Gambar
o Proyek "Model Energi Alternatifku": Siswa dalam kelompok
merencanakan dan membuat model sederhana
pemanfaatan energi alternatif (misalnya, kincir angin dari
botol bekas, mobil tenaga surya mainan sederhana, atau
kompor tenaga surya dari kardus). Guru membimbing.
(Aktif, Kreatif, Kolaborasi, Menyenangkan)
o Uji Coba Model: Siswa mencoba menguji model yang
mereka buat dan mengamati prinsip kerjanya. (Penalaran
Kritis)
o Diskusi "Manfaat Energi Alternatif": Siswa berdiskusi
tentang manfaat energi alternatif bagi lingkungan dan
masa depan. (Kolaborasi)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan model mereka dan
menjelaskan prinsip kerjanya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya
pengembangan energi alternatif.
o Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha
siswa dalam proyek.
K. Pemahaman Bermakna
Energi adalah penggerak utama kehidupan modern kita, namun sebagian
besar energi yang kita gunakan berasal dari sumber daya yang terbatas
dan menghasilkan polusi yang mempercepat perubahan iklim. Memahami
energi berarti menyadari bahwa setiap tindakan kecil dalam menggunakan
energi memiliki dampak besar bagi Bumi dan masa depan kita. Dari
mematikan lampu yang tidak terpakai hingga memanfaatkan energi
matahari, setiap upaya penghematan dan peralihan ke energi bersih
adalah langkah nyata dalam menjaga planet ini. Pemahaman ini akan
menumbuhkan kesadaran bahwa kita semua memiliki peran dalam
menjaga
keberlanjutan energi dan mitigasi perubahan iklim, serta mendorong
tanggung jawab kolektif untuk masa depan yang lebih hijau.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa satu ide paling menarik yang kalian dapatkan
tentang cara menghemat energi atau memanfaatkan
energi alternatif?
2. Apa tantangan terbesar saat membuat model energi
alternatifmu, dan bagaimana kalian mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu merasa lebih
bertanggung jawab terhadap lingkungan dan penggunaan
energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang hubungan antara penggunaan energi, perubahan
iklim, dan solusi yang ada?
2. Apakah proyek model energi alternatif berhasil memicu
kreativitas dan pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih memperkuat kesadaran dan
tindakan nyata siswa dalam penghematan energi dan energi
alternatif di luar kelas?
Listri k
2Televisi Hiburan
Pendingi n Listri k
3Kulkas
Sepeda
Transport asiBens in
4 Motor/M
o bil
Kompor
5 Memasak Gas
Gas
4. Berdasarkan tabel di atas, diskusikan dengan kelompokmu:
Mengapa kita harus menghemat energi? Apa dampaknya jika
kita boros energi?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Upaya Penghematan Energi dan Pemanfaatan Sumber Energi
Alternatif
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Menunjuk Memaha
Memahami Memahami
A. k an mi
beberapa semua
Pemaham sedikit sebagian
konsep, konsep
an pemaham besar
namun ada dengan
Konsep an konsep
kekeliruan. sangat
Energi tentang dengan
akurat dan
jenis/dam benar.
mendalam.
p ak
energi.
Tidak Mampu
mampu Mampu mengana Mampu
mengana menganalis li sis menganalisis
B. Analisis li sis is dampak dampak dampak
Masalah dampak sederhana dengan secara
Lingkungan energi namun cukup mendalam
terhadap kurang baik dan dan
lingkunga mendalam. mengaitk menjelaskan
n an keterkaitan
. konsep. kompleks.
Tidak Memberik Memberika
Memberika
dapat a n ide n ide
C. Ide n beberapa
memberik solusi/upa solusi/upay
Solusi ide namun
a n ide y a yang a yang
(Hemat & kurang
solusi/upa relevan sangat
Alternatif) inovatif/pra
y a yang dan relevan,
kti s.
relevan. cukup inovatif,
kreatif. dan praktis.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Sering Kerjasam Anggot
E. Anggota
terjadi a kurang a
Kerjasam bekerja
konflik/tid optimal, bekerja
a Tim sama
a k ada masih sama
dengan
ada dengan
sangat
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
pembagia tumpang cukup efektif,
n tugas tindih baik dan saling
jelas. tugas. berbagi mendukung
tugas. .
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.
Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
P. Glosarium
1. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja, seperti listrik, panas,
atau gerak.
2. Bahan Bakar Fosil: Sumber energi dari sisa organisme purba
(minyak bumi, batu bara, gas alam).
3. Energi Alternatif: Sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan
(surya, angin, air).
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Adiputra, I. G. S. (2019). Energi dan Perubahan Iklim: Pemahaman
Dasar untuk Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Curug,.....,...............20
25
Keimanan dan
Ketakwaan Penalaran
Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi luar angkasa hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning dan Project-
Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi, simulasi, eksperimen sederhana,
diskusi kelompok, presentasi, dan proyek.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba lihat ke langit saat siang dan malam.
Apa yang kalian lihat? Apakah benda-benda di langit selalu
berada di tempat yang sama? Mengapa Matahari muncul dan
terbenam?"
Meaningful Learning: "Jika Bumi tidak berputar, apa yang akan
terjadi? Bisakah kita hidup jika selamanya siang atau selamanya
malam? Mengapa penting bagi kita untuk memahami bagaimana
Bumi bergerak?"
Joyful Learning: "Jika kita bisa bepergian ke luar angkasa dan
mengunjungi setiap planet, planet mana yang paling ingin kalian
kunjungi dan mengapa? Apa yang akan kalian lakukan di sana?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Tata Surya dan Rotasi Bumi (4
JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi komponen tata surya dan memahami
rotasi Bumi.
Inti (60 menit)
o Video Jelajah Tata Surya: Menayangkan video animasi tentang
sistem tata surya, memperkenalkan Matahari dan planet-
planet. Siswa diminta mencatat nama-nama planet dan
urutannya.
Gambar Solar system planets in order from the sun, vector
infographic (Menyenangkan, Bermakna)
o Diskusi "Siapa di Tata Surya Kita?": Siswa dibagi kelompok.
Masing-masing kelompok mendapatkan kartu berisi gambar
benda- benda langit. Mereka diminta mengelompokkan
mana yang planet, bintang, atau benda langit lainnya dan
berdiskusi singkat tentang ciri- cirinya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Rotasi Bumi: Guru menggunakan globe dan senter
untuk mendemonstrasikan rotasi Bumi (putaran pada
porosnya) dan menjelaskan bagaimana rotasi ini
menyebabkan terjadinya siang dan malam. Siswa secara
bergantian melakukan simulasi ini. (Aktif, Bermakna)
o Pencatatan Hasil Simulasi: Siswa mencatat hasil pengamatan
mereka dari simulasi dan menyimpulkan hubungan antara
rotasi Bumi dengan siang dan malam. (Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan planet dan
pemahaman mereka tentang rotasi Bumi. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan konsep rotasi Bumi.
o Guru memberikan tugas rumah: mengamati waktu
terbit dan terbenamnya Matahari selama beberapa
hari.
Pertemuan 3-4: Revolusi Bumi dan Dampaknya (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review materi rotasi Bumi dan mengaitkannya dengan
pergerakan Bumi yang lain.
Inti (60 menit)
o Simulasi Revolusi Bumi: Guru kembali menggunakan globe
dan senter. Kali ini, guru atau satu siswa memegang senter
(sebagai Matahari), dan siswa lain membawa globe untuk
mengelilingi senter. Guru menjelaskan bahwa ini adalah
revolusi Bumi (gerak Bumi mengelilingi Matahari). (Aktif,
Bermakna)
o Diskusi Dampak Revolusi: Melalui simulasi, guru menjelaskan
bagaimana kemiringan poros Bumi saat berevolusi
menyebabkan perubahan musim dan perbedaan lama siang
dan malam di berbagai belahan Bumi. Siswa berdiskusi
dalam kelompok. (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Video Fenomena Musiman: Menayangkan video singkat
tentang perubahan musim di berbagai negara atau
perbedaan lama siang/malam. (Menyenangkan)
o Studi Kasus "Perubahan Cuaca di Indonesia": Guru bertanya,
"Indonesia tidak punya 4 musim, tapi kenapa kadang ada
musim hujan sangat panjang atau kemarau sangat kering?
Apa hubungannya dengan pergerakan Bumi dan Matahari?"
(Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum konsep revolusi Bumi dan dampaknya.
o Pengumuman proyek: Membuat model tata surya
sederhana atau simulasi gerak Bumi-Bulan-Matahari di
pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan
bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Interaksi Bumi, Bulan, Matahari dan Proyek Model (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"ilmuwan tata surya".
o Mengingatkan kembali pergerakan Bumi (rotasi dan revolusi).
Inti (60 menit)
o Simulasi Gerhana: Guru menggunakan senter (Matahari),
globe (Bumi), dan bola kecil (Bulan) untuk
mendemonstrasikan bagaimana gerhana Matahari dan
gerhana Bulan terjadi akibat posisi ketiganya. (Aktif,
Bermakna)
o Diskusi "Mengapa Gerhana Tidak Setiap Bulan?": Siswa
berdiskusi mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan
meskipun Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi
Matahari. (Penalaran Kritis)
o Perencanaan Proyek "Model Tata Surya/Simulasi Gerak":
Siswa dalam kelompok merencanakan desain model tata
surya sederhana atau alat simulasi gerak Bumi-Bulan-
Matahari. Mereka membuat sketsa atau daftar bahan.
(Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat model/alat simulasi mereka.
Guru membimbing dan memberikan bantuan jika
diperlukan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan model/alat simulasi mereka.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mempersiapkan presentasi proyek di pertemuan
berikutnya.
K. Pemahaman Bermakna
Sistem tata surya kita adalah bagian dari alam semesta yang sangat luas,
dan Bumi adalah salah satu planet yang bergerak di dalamnya.
Memahami rotasi dan revolusi Bumi berarti kita menyadari bahwa
peristiwa sehari-hari seperti siang dan malam, serta perubahan musim, adalah
hasil dari gerakan teratur dan menakjubkan di alam semesta. Ini
menunjukkan betapa teraturnya ciptaan Tuhan dan bagaimana setiap
gerakan memiliki dampaknya sendiri. Pemahaman ini akan
menumbuhkan rasa kagum akan alam semesta, memicu rasa ingin tahu
ilmiah, dan membantu siswa memahami pentingnya waktu serta
penanggalan yang terkait dengan pergerakan benda-benda langit.
Mereka akan menyadari betapa kecilnya kita di alam semesta namun
memiliki peran besar dalam menjaga Bumi.
L. Materi Bahan Ajar
Sistem tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari
Matahari sebagai pusatnya, planet-planet, satelit alami (seperti Bulan),
asteroid, komet, dan benda- benda kecil lainnya yang bergerak
mengelilingi Matahari. Matahari adalah bintang pusat yang sangat besar
dan panas, menjadi sumber energi utama bagi seluruh planet. Planet-
planet di tata surya kita, dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari,
adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Setiap planet memiliki ciri khasnya masing-masing, dan
mereka semua bergerak dalam orbitnya mengelilingi Matahari.
Bumi, tempat kita tinggal, melakukan dua gerakan utama secara
bersamaan, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerakan Bumi
berputar pada porosnya sendiri. Bumi berotasi sekali dalam waktu sekitar
24 jam, dan gerakan inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan
malam. Bagian Bumi yang menghadap Matahari akan mengalami siang,
sedangkan bagian yang membelakangi Matahari akan mengalami malam.
Gerakan rotasi ini juga menyebabkan terjadinya perbedaan waktu di
berbagai belahan dunia, gerak semu harian Matahari, dan perubahan
arah angin.
Selain rotasi, Bumi juga melakukan revolusi, yaitu bergerak mengelilingi
Matahari dalam lintasan elips yang disebut orbit. Bumi membutuhkan
waktu sekitar 365¼ hari (satu tahun) untuk menyelesaikan satu kali
revolusi. Gerakan revolusi Bumi, yang diiringi dengan kemiringan sumbu
Bumi, menyebabkan terjadinya perubahan musim di berbagai belahan
dunia (musim panas, musim gugur, musim dingin, musim semi) dan
perbedaan lama siang dan malam sepanjang tahun. Interaksi antara
pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari juga bisa menyebabkan fenomena
alam seperti gerhana Matahari (saat Bulan berada di antara Matahari dan
Bumi) dan gerhana Bulan (saat Bumi berada di antara Matahari dan
Bulan).
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pelajaran tata surya ini yang paling
membuatmu takjub? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang Bumi
dan pergerakannya yang belum pernah kalian tahu
sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih memahami
pentingnya waktu dan mengapa ada siang dan malam?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah konsep rotasi dan revolusi Bumi dapat dipahami
dengan baik oleh peserta didik melalui simulasi? Bagian
mana yang perlu diperjelas?
2. Apakah proyek model tata surya/simulasi gerak berhasil
memicu kreativitas dan pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan
pengamatan langit malam (jika memungkinkan) atau
kunjungan ke planetarium (virtual/nyata) untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD 1: Eksperimen Gerak Bumi dan Bulan
Tujuan: Mensimulasikan gerak rotasi Bumi, revolusi Bumi, dan gerhana.
Alat dan Bahan:
1 buah senter (sebagai Matahari)
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Tata Surya dan Kaitannya dengan Rotasi dan Revolusi Bumi
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
E. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si
berpartisi
p asi. , namun kontribusi
p asi
ada yang yang berarti.
dalam
pasif.
diskusi.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
F. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
G. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.
Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
I. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Tidak
Menggunak Menggun Menggunaka
menggun
J. a n media a kan n media
a kan
Kreativitas namun media yang sangat
media
Media/Tamp kurang yang menarik,
atau
ilan menarik/efe cukup inovatif, dan
tampilan
kt if. menarik efektif.
yang
dan
menarik.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
membant
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
K. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
Skala 3 = Netral / Cukup
Skala 4 = Setuju / Baik
Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Sulistyowati, I. (2020). Pengantar Ilmu Pengetahuan Bumi dan
Antariksa. Yogyakarta: Deepublish.
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi peta Indonesia hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi peta, eksplorasi digital, diskusi
kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek sederhana.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan kamu sedang terbang tinggi di
atas Indonesia. Pulau-pulau apa saja yang kamu lihat? Bentuknya
seperti apa ya?"
Meaningful Learning: "Mengapa Indonesia disebut negara
kepulauan? Apa untungnya punya banyak pulau? Apa
tantangannya?"
Joyful Learning: "Jika kamu adalah penjelajah yang akan
menjelajahi Indonesia, pulau mana yang paling ingin kamu
kunjungi pertama kali dan mengapa? Apa saja yang akan kamu
cari di sana?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Peta dan Letak Geografis Indonesia (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami
peta dan letak geografis Indonesia.
Inti (60 menit)
o Eksplorasi Peta Fisik: Guru menunjukkan peta dinding
Indonesia. Siswa diminta mengidentifikasi komponen-
komponen peta (judul, skala, legenda, arah mata angin).
Guru menjelaskan fungsi masing- masing. (Aktif,
Bermakna)
o Menemukan Letak Indonesia: Siswa secara berkelompok
diminta mencari letak geografis Indonesia (lintang dan bujur)
pada peta, serta menyebutkan batas-batas wilayahnya
(samudra dan benua). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Perkenalan Peta Digital: Guru menunjukkan contoh
penggunaan peta digital (misalnya Google Maps) di
laptop/proyektor. Guru menjelaskan perbedaan dan
persamaan dengan peta konvensional. (Menyenangkan)
o Latihan Peta Digital: Jika memungkinkan, siswa menggunakan
gawai atau komputer untuk mencari lokasi sekolah, rumah,
atau tempat wisata terdekat menggunakan peta digital.
(Aktif, Kreatif, Kemandirian)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan mereka tentang letak
Indonesia dan pengalaman menggunakan peta digital.
(Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya peta dan
bagaimana peta membantu kita memahami lokasi.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu nama 5 pulau
besar di Indonesia.
Pertemuan 3-4: Kondisi Geografis: Kepulauan, Maritim, dan Agraris (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review letak geografis Indonesia dan mengaitkannya
dengan kondisi fisiknya.
Inti (60 menit)
o Diskusi "Negara Kepulauan": Siswa mengamati peta lagi. Guru
bertanya: "Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan?
Berapa banyak pulaunya?" Diskusikan manfaat dan
tantangan sebagai negara kepulauan (keragaman budaya,
transportasi laut, dll.). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Negara Maritim": Guru menunjukkan
gambar/video tentang aktivitas di laut Indonesia (nelayan,
pelabuhan, pariwisata bahari). Siswa berdiskusi:
"Mengapa Indonesia disebut negara maritim? Apa saja
kekayaan laut kita?" (Bermakna)
o Studi Kasus "Negara Agraris": Guru menunjukkan
gambar/video tentang lahan pertanian, perkebunan, dan
peternakan di Indonesia. Siswa berdiskusi: "Mengapa
Indonesia disebut negara agraris? Hasil pertanian apa saja
yang terkenal?" (Bermakna)
o Identifikasi Potensi Daerah: Siswa dalam kelompok
mengidentifikasi potensi sumber daya alam (pertanian,
perikanan, tambang) dari salah satu pulau besar di Indonesia
melalui buku atau sumber digital. (Kemandirian, Penalaran
Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum kondisi geografis Indonesia sebagai
negara kepulauan, maritim, dan agraris.
o Pengumuman proyek: Membuat poster/presentasi mini
tentang potensi daerah berdasarkan kondisi geografis. Siswa
diminta membawa alat dan bahan.
Pertemuan 5-6: Dampak Kondisi Geografis dan Presentasi Proyek (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"peneliti potensi daerah".
o Mengingatkan kembali kondisi geografis Indonesia.
Inti (60 menit)
o Diskusi "Dampak Geografis": Guru memfasilitasi diskusi
tentang dampak letak dan kondisi geografis Indonesia
terhadap:
Ekonomi: perdagangan, pariwisata, pertanian, perikanan.
Sosial Budaya: keragaman suku, bahasa, adat istiadat.
Iklim: dua musim (hujan dan kemarau).
Potensi Bencana: gempa, tsunami (jika ada waktu).
(Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Perencanaan Proyek "Potensi Daerahku": Siswa dalam
kelompok merancang poster atau presentasi mini tentang
potensi alam dan budaya di daerah tertentu di Indonesia,
berdasarkan letak geografisnya. (Kreatif, Kolaborasi)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat poster atau slide presentasi
mereka. Guru membimbing. (Aktif, Kreatif, Kemandirian)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih presentasi dalam kelompok
kecil.
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka di
depan kelas. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan betapa kayanya
Indonesia berkat kondisi geografisnya.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di posisi
strategis. Memahami letak dan kondisi geografis Indonesia berarti kita
menyadari bahwa kekayaan alam dan keragaman budaya yang kita miliki
adalah anugerah yang tak ternilai dari Tuhan dan juga hasil dari posisi unik
negara kita di dunia. Dari pegunungan yang subur hingga lautan yang
kaya, setiap aspek geografis membentuk identitas dan potensi bangsa.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga menjadi
bagian dari Indonesia, serta mendorong kesadaran akan tanggung jawab
untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak demi
keberlanjutan. Ini juga akan membuka wawasan tentang pentingnya
peran Indonesia dalam konteks global.
L. Materi Bahan Ajar
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Asia
Tenggara, di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia,
serta di antara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak ini disebut sebagai letak geografis. Secara astronomis, Indonesia
terletak antara 6∘ LU - 11∘ LS dan 95∘ BT
- 141∘ BT. Posisi strategis ini menjadikan Indonesia sebagai jalur
perdagangan dan pelayaran internasional yang penting, sekaligus
memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi karena dilalui oleh garis
khatulistiwa. Kondisi geografis ini memberikan Indonesia kekayaan
sumber daya alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut. Sebagai
negara kepulauan, Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil,
dengan pulau-pulau utama seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua. Jumlah pulau yang sangat banyak ini membentuk karakteristik
Indonesia yang unik, yaitu memiliki keanekaragaman suku, bahasa, adat
istiadat, dan budaya yang sangat tinggi. Selain itu, dengan garis pantai
terpanjang kedua di dunia, Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim.
Wilayah perairan Indonesia yang luas menyimpan potensi kelautan yang
luar biasa, mulai dari hasil perikanan yang melimpah, keindahan bawah
laut untuk pariwisata, hingga sumber daya mineral di dasar laut. Hal ini
juga berarti transportasi laut menjadi sangat vital untuk menghubungkan
antar pulau.
Di sisi lain, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian
besar penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian dan memiliki
lahan subur yang luas. Kesuburan tanah ini didukung oleh iklim tropis dan
keberadaan gunung berapi yang menghasilkan tanah vulkanik yang kaya
mineral. Berbagai jenis tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan
tumbuh subur di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu
produsen komoditas pertanian penting di dunia. Kondisi geografis yang
beragam ini membawa dampak positif dan juga tantangan, seperti potensi
bencana alam geologis (gempa bumi, gunung meletus) yang harus
diwaspadai, namun juga kekayaan sumber daya yang tak terbatas untuk
kesejahteraan bangsa.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling membuatmu bangga menjadi warga negara
Indonesia setelah mempelajari letak dan kondisi
geografisnya?
2. Apa satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia
karena kondisi geografisnya, dan bagaimana kita bisa
membantu mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini mengubah caramu melihat
peta atau aplikasi peta di ponselmu?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan
letak serta kondisi geografis Indonesia dengan baik?
Konsep mana yang perlu diperdalam?
2. Apakah penggunaan peta digital dan proyek mini berhasil
memicu minat dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan informasi
tentang kearifan lokal atau isu-isu lingkungan terkait
geografi Indonesia dalam pembelajaran selanjutnya?
Alat tulis
Petunjuk:
1. Amati peta fisik Indonesia yang disediakan guru.
2. Identifikasi komponen peta:
o Tuliskan Judul Peta: .............................................
o Sebutkan Skala Peta: .............................................
o Sebutkan 3 simbol yang ada di Legenda Peta dan artinya:
1.............................................. (Artinya:
. )
2.............................................. (Artinya:
. )
3.............................................. (Artinya:
. )
o Gambarkan Arah Mata Angin yang ada di peta:
Gambar Creative vector illustration of wind rose magnetic
compass isolated on transparent background. Art design for
global travel, tourism, exploration. Concept graphic element
for navigation, orientation
3. Tentukan Letak Geografis Indonesia:
o Tuliskan Batas Utara Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Selatan Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Barat Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Timur Indonesia: .............................................
4. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa penting bagi
kita untuk memahami cara membaca peta?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Memahami
Menunjukk Memaha
A. Memaham semua
a n sedikit mi
Pemaham i beberapa komponen
pemaham sebagian
an komponen peta
an besar
Kompone , namun dengan
tentang kompone
n Peta ada sangat
komponen n dengan
kekeliruan. akurat dan
peta. benar.
mendalam.
Tidak Mampu Mampu
Mampu
B. mampu mengident mengident
mengidentifi
Identifikas mengident ifi kasi ifi kasi
ka si
i Letak ifi kasi sebagian letak/bata
letak/batas
Geografis letak/bata namun s dengan
dengan
s ada cukup
sangat
Indonesia. kekeliruan. baik.
akurat.
Menjelask
Tidak Menjelaska an Menjelaska
C. mampu n beberapa kondisi n kondisi
Pemaham menjelask kondisi geografis geografis
an a n kondisi namun (kepulaua secara
Kondisi geografis kurang n, komprehen
Geografis Indonesia. mendalam. maritim, sif dan
agraris) detail.
dengan
baik.
Mampu
Mampu Mampu
Tidak menganali
menganalis menganalisis
D. mampu si s
i s dampak dampak
Analisis menganali dampak
sederhana secara
Dampak si s dengan
namun mendalam
Geografi dampak cukup
kurang dan
s geografis. baik dan
jelas. beragam.
relevan.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota
E. anggota anggota anggota
aktif dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberika
Anggota berpartisip s i, namun berpartisi
n
a si. ada yang pa si
kontribusi
pasif. dalam
yang
diskusi.
berarti.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja
konflik/tida optimal,
Kerjasam dengan sama
k ada masih ada
a Tim cukup dengan
pembagia tumpang
baik dan sangat
n tugas tindih
berbagi efektif,
jelas. tugas.
tugas. saling
mendukung.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
G. mengabai mengharg mendengark
pendapat
Tolerans k an ai a n, dan
yang
i pendapat pendapat mempertimb
berbeda
Pendapa anggota yang an gkan
dan
t lain. berbeda. semua
mencoba
pendapat.
memaham
i.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur jelas,
Penyamp tidak masih , mudah terstruktur,
ai an terstruktur membingu dipahami. dan mudah
. ng kan. diikuti.
Menggunak
Mengguna Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. k an n bahasa
yang cukup k an
Pengguna bahasa yang sangat
baik, bahasa
an yang baik,
namun ada yang baik
Bahasa kurang persuasif,
kesalahan. dan lugas.
tepat/bak dan lugas.
u.
Tidak Mengguna
Menggunak Menggunaka
mengguna k an
J. a n media n media
k an media
Kreativita namun yang sangat
media yang
s kurang menarik,
atau cukup
Media/Ta menarik/efe inovatif, dan
tampilan menarik
m pilan k tif. efektif.
yang dan
menarik. membant
u
presentasi
.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai
menguas dengan materi,
Penguasa , namun
ai materi baik dan percaya
a n Materi sering
saat menjawab diri, dan
ragu-
presentas pertanyaa argumentat
ragu.
i. n. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
Skala 3 = Netral / Cukup
Skala 4 = Setuju / Baik
Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik
P. Glosarium
1. Geografis: Berkaitan dengan ciri-ciri permukaan bumi, iklim, dan
populasi suatu daerah.
2. Kepulauan: Gugusan pulau-pulau yang membentuk suatu negara.
3. Maritim: Berhubungan dengan laut, pelayaran, atau perniagaan di
laut.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, B. (2019). Geografi Indonesia untuk Sekolah Dasar.
Surakarta: Mediatama.
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-
Based Learning dengan pendekatan Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi, wawancara (simulasi/nyata),
diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek kreatif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar dan
bayangkan. Pernahkah kalian melihat nama jalan atau monumen
di sekitar sekolah atau rumahmu yang namanya diambil dari
nama pahlawan? Siapa ya kira-kira mereka?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa para pahlawan
itu rela berjuang bahkan mengorbankan nyawa mereka?
Apa yang mereka perjuangkan?"
Joyful Learning: "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan bertemu
dengan salah satu pahlawan di daerah kita, siapa yang ingin kamu
temui dan pertanyaan apa yang akan kamu ajukan kepadanya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Konsep Pahlawan dan Perjuangan di Lingkungan
Sekitar (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful
Learning" dan "Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami makna pahlawan dan perjuangan.
Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Siapa Itu Pahlawan?": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang arti pahlawan. "Apakah pahlawan itu
harus mengangkat senjata? Adakah pahlawan di sekitar kita
saat ini?" Guru mengarahkan pada pahlawan kemerdekaan.
(Komunikasi, Penalaran Kritis)
o Eksplorasi Nama Jalan/Monumen: Guru meminta siswa
menyebutkan nama jalan atau monumen pahlawan yang ada
di sekitar sekolah atau rumah mereka (khususnya di Jember
dan sekitarnya). Guru menunjukkan lokasinya di peta Jember.
(Aktif, Bermakna)
o Video Singkat Sejarah Lokal (jika ada): Menayangkan video
pendek atau beberapa gambar tentang perjuangan di Jember
atau Jawa Timur bagian timur pada masa penjajahan.
(Menyenangkan, Bermakna)
o Pencarian Informasi Awal: Siswa secara berkelompok diminta
mencari informasi awal (dari buku atau internet jika
tersedia) tentang salah satu tokoh pahlawan lokal di Jember
(misalnya: Letkol Moch. Sroedji, Kolonel Singosari, atau
tokoh pejuang lain yang dikenal di
Jember). Mereka mencari tahu siapa dia dan bagaimana
perjuangannya secara umum. (Kolaborasi, Kemandirian)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan awal mereka. (Komunikasi)
o Guru merangkum pentingnya mengenal pahlawan lokal
dan peran mereka.
o Guru memberikan tugas rumah: bertanya kepada orang
tua/kakek- nenek tentang kisah perjuangan di daerah
mereka.
Pertemuan 3-4: Menggali Kisah Perjuangan Pahlawan Lokal (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah dan kaitannya dengan materi hari ini.
Inti (60 menit)
o Sesi Narasumber (opsional/simulasi): Jika memungkinkan,
mengundang sesepuh/veteran/sejarawan lokal untuk berbagi
kisah perjuangan di Jember. Jika tidak, guru bisa
membacakan kisah perjuangan pahlawan lokal yang relevan.
Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. (Bermakna,
Aktif)
o Studi Kasus Perjuangan Pahlawan Lokal: Guru menyajikan
beberapa studi kasus (berbentuk teks singkat atau
gambar) tentang bentuk-bentuk perjuangan para pahlawan
di Jember atau daerah sekitar (misalnya, pertempuran,
strategi gerilya, peran dalam organisasi). (Penalaran Kritis)
o Diskusi Kelompok "Bentuk Perjuangan Pahlawan": Siswa
dalam kelompok menganalisis bentuk perjuangan dari studi
kasus yang diberikan (misalnya, pertempuran di Tanggul,
perjuangan gerilya di Kalibaru, atau peran tokoh di masa
revolusi fisik di Jember). Mereka mendiskusikan mengapa
bentuk perjuangan itu penting dan bagaimana dampaknya.
(Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Menuliskan Jejak Perjuangan: Setiap kelompok membuat poin-
poin penting tentang kisah dan bentuk perjuangan dari
pahlawan lokal yang mereka telusuri, termasuk tempat-
tempat bersejarah terkait perjuangan tersebut di Jember.
(Kreatif)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum berbagai bentuk perjuangan dan
mengaitkannya dengan nilai-nilai kepahlawanan.
o Pengumuman proyek: Membuat proyek kreatif tentang
perjuangan pahlawan lokal. Siswa diminta
mempersiapkan ide dan bahan.
Pertemuan 5-6: Proyek Kreatif dan Presentasi (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"seniman sejarah".
o Mengingatkan kembali pentingnya meneladani perjuangan
pahlawan.
Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek Kreatif: Siswa dalam kelompok memilih
salah satu bentuk proyek (peta pahlawan, komik sejarah,
diorama pertempuran, drama singkat) tentang perjuangan
pahlawan di Jember. Mereka membuat rencana detail (sketsa,
dialog, daftar bahan). (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat proyek mereka. Guru membimbing dan
memberikan bantuan jika diperlukan, memastikan proyek
relevan dengan data yang sudah dikumpulkan. (Aktif, Kreatif,
Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi/Pementasan: Siswa berlatih presentasi
atau pementasan proyek mereka dalam kelompok kecil.
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan atau menampilkan
proyek mereka di depan kelas. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan nilai-nilai perjuangan
pahlawan dan bagaimana mereka bisa diterapkan di
masa kini.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar kita bukanlah sekadar
cerita usang di masa lalu, melainkan cerminan dari semangat,
pengorbanan, dan nilai-nilai luhur yang membentuk bangsa ini.
Memahami kisah mereka berarti kita menyadari
bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan dan
kegigihan para leluhur, bahkan di daerah tempat kita tinggal. Ini
menumbuhkan rasa syukur, bangga akan identitas lokal dan nasional,
serta memupuk semangat patriotisme. Peserta didik akan belajar tentang
keberanian, persatuan, dan ketulusan hati yang dapat diteladani dalam
kehidupan sehari-hari, serta memahami bahwa menjadi pahlawan di masa
kini adalah dengan berkontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Siapa pahlawan lokal dari Jember yang kisahnya
paling menginspirasimu? Mengapa?
2. Apa satu nilai perjuangan yang paling ingin kamu
terapkan dalam kehidupan sehari-harimu sebagai bentuk
penghargaan kepada pahlawan?
3. Bagaimana pembelajaran tentang pahlawan lokal ini
membuatmu merasa lebih mencintai daerah tempat
tinggalmu?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang perjuangan pahlawan lokal dan relevansinya
dengan kehidupan saat ini?
2. Apakah proyek kreatif berhasil memicu minat siswa untuk
menggali dan menyajikan sejarah lokal?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih melibatkan komunitas lokal
(misalnya, museum mini, kunjungan ke situs sejarah) untuk
memperkaya pengalaman belajar siswa?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sejarah Perjuangan Pahlawan di Lingkungan Sekitar
Aspek Skala 1 Skala Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang 2 (Baik) (Sangat
) (Cukup Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Mengident
Hanya ifi kasi Mengidentifi
A. Mengidentif
menyebut nama dan ka si nama
Identifikas ik asi nama
k an informasi dan
i Tokoh dan sedikit
nama, penting informasi
Pahlawan informasi.
kurang dengan lengkap
detail. baik. serta
relevan.
Tidak Menjelaska
Menjelask Menjelaska
B. mampu n sebagian
a n bentuk n bentuk
Pemaham menjelask bentuk
perjuanga perjuangan
an an bentuk perjuangan
n dengan secara rinci
Bentuk perjuanga namun
cukup dan akurat.
Perjuanga n. kurang
jelas.
n jelas.
Tidak
Menganalisi
mampu Menganalis Menganalisis
s dampak
C. Analisis mengana i s dampak dampak
sederhana
Dampak li sis dengan secara
namun
Perjuanga dampak cukup baik mendalam
kurang
n perjuang dan dan
mendalam.
a n. relevan. komprehensi
f.
Aspek Skala 1 Skala Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang 2 (Baik) (Sangat
) (Cukup Baik)
)
Mengumpul Mengump Mengumpulk
Informasi
D. k an ul kan a n informasi
tidak
Pengump sebagian informasi yang sangat
lengkap
ul an informasi, yang lengkap,
atau tidak
Informasi ada yang cukup akurat, dan
relevan.
kurang lengkap beragam.
akurat. dan
relevan.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
E. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi s i, namun berpartisi
kontribusi
p asi. ada yang pa si
yang berarti.
pasif. dalam
diskusi.
Sering Anggota
Kerjasama
terjadi bekerja Anggota
kurang
F. konflik/ti sama bekerja sama
optimal,
Kerjasama da k ada dengan dengan
masih ada
Tim pembagi cukup baik sangat
tumpang
a n tugas dan efektif, saling
tindih
jelas. berbagi mendukung.
tugas.
tugas.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
mengabai menghargai mendengarka
G. pendapat
k an pendapat n
Toleransi yang
pendapat yang , dan
Pendapat berbeda
anggota berbeda. mempertimb
dan
lain. an gkan
mencoba
semua
memaham
pendapat.
i.
III.
Presentasi
Siswa
Menggun
Menggunak
a kan Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. bahasa n bahasa
yang cukup k an
Pengguna yang yang sangat
baik, bahasa
an kurang baik,
namun ada yang baik
Bahasa tepat/bak persuasif,
kesalahan. dan lugas.
u dan lugas.
.
Tidak
Menggunak Mengguna Menggunaka
menggun
J. a n media k an media n media
a kan
Kreativita namun yang yang sangat
media
s kurang cukup menarik,
atau
Media/Ta menarik/efe menarik inovatif, dan
tampilan
m pilan k tif. dan efektif.
yang
membantu
menarik.
presentasi.
Menguasai Sangat
Tidak Cukup
materi menguasai
K. menguas menguasai
dengan materi,
Penguasa ai materi , namun
baik dan percaya
a n Materi saat sering
menjawab diri, dan
presentas ragu-
pertanyaan argumentat
i. ragu.
. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
P. Glosarium
1. Pahlawan: Orang yang berjuang dengan berani untuk kebaikan
negara atau masyarakat.
2. Gerilya: Strategi perang dengan serangan mendadak dan sembunyi.
3. Patriotisme: Sikap cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Tim Penulis. (2017). Sejarah Perjuangan Jember di Era Kemerdekaan.
Jember: Dinas Pendidikan Kabupaten Jember (atau referensi lokal
terkait).
Curug,.....,...............2025
Keimanan dan
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Komunikasi
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan
Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode Pembelajaran: Observasi lingkungan, wawancara
(simulasi/nyata), diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, dan
proyek pembuatan prototipe/ide produk.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan, siapa saja orang dewasa di
sekitarmu yang pergi bekerja setiap hari? Mereka melakukan
pekerjaan apa ya? Mengapa mereka bekerja?"
Meaningful Learning: "Mengapa kita membutuhkan berbagai jenis
pekerjaan dan kegiatan ekonomi? Apa yang akan terjadi jika tidak
ada orang yang berjualan atau memproduksi barang?"
Joyful Learning: "Jika kamu sudah besar nanti, pekerjaan apa yang
paling ingin kamu lakukan? Atau, kalau kamu bisa menciptakan
sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk orang lain, apa itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Kegiatan Ekonomi Masyarakat (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan
"Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi.
Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Pekerjaan di Sekitarku": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang berbagai jenis pekerjaan yang mereka
lihat di lingkungan sekitar sekolah atau rumah. (Contoh:
petani, pedagang, guru, dokter, tukang ojek, dll.).
(Komunikasi, Bermakna)
o Video Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi: Menayangkan video
singkat tentang kegiatan produksi (pembuatan barang),
distribusi (penyaluran barang), dan konsumsi (penggunaan
barang/jasa). Guru menjelaskan pengertian masing-masing
dengan contoh konkret. (Menyenangkan, Bermakna)
o Simulasi Peran Ekonomi: Siswa dibagi kelompok dan
diberikan skenario sederhana (misal: membuat keripik
singkong, menjualnya, dan memakannya). Setiap anggota
kelompok memainkan peran sebagai produsen, distributor,
atau konsumen. (Aktif, Kolaborasi)
o Observasi Lingkungan (Gambar/Video): Guru menunjukkan
gambar atau video kegiatan ekonomi di Jember (misal:
perkebunan kopi, pabrik cerutu, pasar tradisional, toko
UMKM). Siswa diminta mengidentifikasi jenis kegiatan
ekonomi yang terlihat. (Penalaran Kritis)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasi dan
observasi mereka. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan jenis-jenis kegiatan
ekonomi dan pentingnya saling ketergantungan.
o Guru memberikan tugas rumah: mewawancarai satu orang
dewasa di rumah tentang pekerjaannya dan apa yang
diproduksi/dijual/dilayani.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Ekonomi Kreatif (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah tentang pekerjaan dan
mengaitkannya dengan ide-ide kreatif.
Inti (60 menit)
o Brainstorming "Ide Kreatif": Guru memulai dengan
pertanyaan: "Menurut kalian, bagaimana caranya menjual
sesuatu yang unik dan berbeda dari yang lain? Apa itu ide
kreatif?" (Kreativitas)
o Video Ekonomi Kreatif: Menayangkan video tentang contoh-
contoh ekonomi kreatif yang sukses (misal: seniman yang
membuat kerajinan dari barang bekas, YouTuber kuliner,
desainer baju batik modern, dll.). Fokus pada ide baru, nilai
tambah, dan kekhasan. (Menyenangkan, Bermakna)
o Diskusi "Ekonomi Kreatif di Jember": Siswa dibagi kelompok.
Mereka berdiskusi tentang potensi ekonomi kreatif di
Jember, misalnya: kerajinan batik, kopi Jember dengan
kemasan unik, fashion (Jember Fashion Carnaval), kuliner
khas, atau seni pertunjukan. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Analisis Potensi Lingkungan: Setiap kelompok memilih satu
jenis potensi di lingkungan sekitar mereka (misal: hasil
pertanian, limbah, keahlian masyarakat) dan
mendiskusikan bagaimana itu bisa diolah menjadi produk
atau jasa ekonomi kreatif. (Penalaran Kritis, Kemandirian)
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi ide-ide potensi ekonomi kreatif
yang mereka diskusikan.
o Guru merangkum konsep ekonomi kreatif dan mendorong
siswa untuk berpikir "out of the box".
o Pengumuman proyek: Merancang ide produk/jasa ekonomi
kreatif di pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa
alat dan bahan yang mendukung idenya (gambar, bahan
daur ulang, dll.).
Pertemuan 5-6: Merancang Ide Ekonomi Kreatif dan Presentasi (4 JP)
Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat menjadi "inovator
muda".
o Mengingatkan kembali konsep ekonomi kreatif.
Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek "Ide Kreatifku": Siswa dalam kelompok
merancang ide produk atau jasa ekonomi kreatif. Mereka
membuat sketsa, deskripsi produk, target pasar
sederhana, dan nama
produk/jasa. Mereka bisa membuat prototipe sederhana dari
bahan daur ulang. (Kolaborasi, Kreatif, Kemandirian)
o Pembuatan Produk/Presentasi Ide: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat produk prototipe atau poster/slide
presentasi tentang ide ekonomi kreatif mereka. Guru
membimbing dan memberikan masukan. (Aktif, Kreatif,
Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih mempresentasikan ide
mereka dalam kelompok kecil, menjelaskan mengapa ide
tersebut unik dan bermanfaat.
Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan ide produk/jasa
ekonomi kreatif mereka di depan kelas. Mereka boleh
memamerkan prototipe yang dibuat. (Komunikasi,
Menyenangkan)
o Guru dan siswa memberikan apresiasi dan masukan positif.
o Guru memberikan penguatan tentang potensi diri dalam
menciptakan nilai ekonomi dan pentingnya kolaborasi.
K. Pemahaman Bermakna
Kegiatan ekonomi adalah roda penggerak kehidupan masyarakat yang
saling terkait satu sama lain, dan di era modern ini, ekonomi kreatif
menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah dari ide-ide unik dan potensi
lokal. Memahami kegiatan ekonomi berarti kita menyadari bahwa setiap
individu, termasuk kita, memiliki peran dalam sistem ekonomi, baik
sebagai produsen, distributor, maupun konsumen. Ini menumbuhkan
kesadaran akan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan kolaborasi dalam
menciptakan peluang dan memajukan
kesejahteraan. Siswa akan belajar bahwa dengan ide-ide baru dan
memanfaatkan sumber daya di sekitar, mereka bisa menjadi bagian dari
solusi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, bahkan dari hal-hal
yang sederhana. Ini akan mendorong mereka untuk melihat lingkungan
sekitar dengan sudut pandang yang lebih inovatif.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Dari semua jenis pekerjaan yang kita bahas, pekerjaan apa
yang paling membuatmu penasaran atau ingin kamu
pelajari lebih dalam? Mengapa?
2. Apa satu ide ekonomi kreatif yang paling ingin kamu
wujudkan jika kamu punya kesempatan? Bagaimana
kamu akan memulainya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih
memahami bahwa setiap orang memiliki peran penting
dalam kehidupan ekonomi di sekitar kita?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi jenis kegiatan
ekonomi dan memahami konsep ekonomi kreatif dengan
baik? Bagian mana yang perlu diperkuat?
2. Apakah proyek ide kreatif berhasil memicu pemikiran
inovatif dan kolaborasi siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan
kunjungan lapangan (virtual/nyata) ke UMKM lokal atau sesi
berbagi dari pelaku ekonomi kreatif untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa?
1. Produksi
2. Distribusi
3. Konsumsi
4. Sekarang, diskusikan potensi apa saja yang ada di lingkungan
Jember (misalnya hasil pertanian, kerajinan, kebudayaan) yang
bisa dikembangkan menjadi ide ekonomi kreatif.
5. Pilihlah satu ide ekonomi kreatif terbaik dari kelompokmu dan
jelaskan di bawah ini:
o Nama Ide Produk/Jasa Kreatif:
..............................................................
o Dari Potensi Apa: ............................................................................
o Bagaimana Cara Membuatnya/Melakukannya:
..........................................
o Mengapa Ide Ini Unik dan Bermanfaat:
....................................................
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Kegiatan Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Kreatif
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Mengidentifi
Mengident
ka si jenis
Tidak Mengident ifi kasi
A. kegiatan
mampu ifi kasi jenis
Pemaham ekonomi
mengident sebagian kegiatan
a n Jenis secara
ifi kasi jenis ekonomi
Kegiatan akurat dan
jenis namun dengan
Ekonomi memberikan
kegiatan kurang contoh
contoh
ekonomi. contoh. yang
beragam.
relevan.
Memahami
Memaham Memaha konsep
Tidak
i konsep mi ekonomi
B. mampu
dasar konsep kreatif
Pemaham menjelask
namun ekonomi secara
an a n konsep
penjelasan kreatif mendalam
Ekonomi ekonomi
n ya dan ciri- dan mampu
Kreatif kreatif.
kurang cirinya memberikan
jelas. dengan contoh
baik. relevan.
Ide cukup
Ide tidak Ide sangat
relevan, Ide
C. Ide relevan relevan,
namun relevan,
Ekono dengan orisinal,
kurang cukup
mi potensi inovatif,
unik atau orisinal,
Kreatif lokal/kura dan
deskripsi dan
Lokal ng orisinal. deskripsi
kurang. deskripsi
sangat
cukup
jelas.
jelas.
Tidak Mampu Mampu
Mampu
D. mampu mengaitka menganalisis
menganali
Analisis mengaitka n hubungan
si s
Hubungan n ekonomi sederhana secara
hubungan
Ekonomi dengan , namun mendalam
dengan
& lingkunga kurang dan
cukup
Lingkunga n. mendalam komprehensi
baik.
n . f.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota
E. anggota anggota anggota
aktif dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberika
Anggota berpartisip s i, namun berpartisi
n
a si. ada yang pa si
kontribusi
pasif. dalam
yang
diskusi.
berarti.
Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja
konflik/tida optimal,
Kerjasam dengan sama
k ada masih ada
a Tim cukup dengan
pembagia tumpang
baik dan sangat
n tugas tindih
berbagi efektif,
jelas. tugas.
tugas. saling
mendukung.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
G. mengabai mengharg mendengark
pendapat
Tolerans k an ai a n, dan
yang
i pendapat pendapat mempertimb
berbeda
Pendapa anggota yang an gkan
dan
t lain. berbeda. semua
mencoba
pendapat.
memaham
i.
III.
Presentasi
Siswa
Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur jelas,
Penyamp tidak masih , mudah terstruktur,
ai an terstruktur membingu dipahami. dan mudah
. ng kan. diikuti.
Menggunak
Mengguna Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. k an n bahasa
yang cukup k an
Pengguna bahasa yang sangat
baik, bahasa
an yang baik,
namun ada yang baik
Bahasa kurang persuasif,
kesalahan. dan lugas.
tepat/bak dan lugas.
u.
J. Tidak Menggunak Mengguna Menggunaka
Kreativitas mengguna a n media k an n media
k media yang
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Media/ an namun yang sangat
Tam pilan media kurang cukup menarik,
atau menarik/efe menarik inovatif,
tampila k tif. dan dan
n yang membant efektif.
menarik u
. presentasi
.
Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai
menguas dengan materi,
Penguasa , namun
ai materi baik dan percaya
a n Materi sering
saat menjawab diri, dan
ragu-
presentas pertanyaa argumentat
ragu.
i. n. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
Skala 3 = Netral / Cukup
Skala 4 = Setuju / Baik
Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukusan.
4. Rifai, M. A., & Hartanto, D. (2018). Ekonomi Kreatif:
Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Andi
Offset.
Curug,.....,...............2025