0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan148 halaman

Sistem Organ dan Kesehatan Tubuh Manusia

Modul ajar ini membahas sistem organ tubuh manusia dan cara menjaga kesehatannya untuk siswa kelas 5. Pembelajaran mencakup pengenalan sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah, serta pentingnya gaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa memahami fungsi organ dan dapat menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Reni susilawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan148 halaman

Sistem Organ dan Kesehatan Tubuh Manusia

Modul ajar ini membahas sistem organ tubuh manusia dan cara menjaga kesehatannya untuk siswa kelas 5. Pembelajaran mencakup pengenalan sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah, serta pentingnya gaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan interaktif. Tujuan akhir adalah agar siswa memahami fungsi organ dan dapat menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Reni susilawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar IPAS

Sistem Organ Tubuh Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya


A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Penalaran

Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Kesehatan

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran hari ini, Ibu/Bapak ingin
tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat subuh, berdoa, atau
ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat berolahraga ringan pagi ini?
Misalnya peregangan, lari-lari kecil, atau bantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat membuka buku atau membaca sesuatu? Atau mungkin
sudah mempersiapkan alat tulisnya?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sistem organ
tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga
kesehatan tubuhnya.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan
fungsi utama setidaknya tiga sistem organ penting dalam
tubuh manusia (misalnya pencernaan, pernapasan, dan
peredaran darah) dengan tepat.
2. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara pola
hidup sehat (makanan, olahraga, istirahat) dengan kesehatan
sistem organ tubuh.
3. Peserta didik mampu merumuskan cara-cara praktis dan
kreatif untuk menjaga kesehatan sistem organ tubuh sehari-
hari.
4. Peserta didik mampu mengomunikasikan informasi tentang
sistem organ tubuh dan cara menjaga kesehatannya
kepada orang lain secara jelas dan sistematis.
5. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk
menyelesaikan masalah terkait kesehatan organ tubuh dan
mencari solusi inovatif.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
4. Model/Poster sistem organ tubuh manusia
5. Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (misal: botol
bekas, balon, sedotan untuk simulasi pernapasan)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan
pendekatan
Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, presentasi, proyek, tanya
jawab, demonstrasi, dan permainan edukasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar, rasakan
detak jantungmu, rasakan napasmu yang keluar masuk. Pernahkah
kalian terpikir, bagaimana semua bagian tubuhmu bekerja sama
setiap saat tanpa perlu kita suruh?"
 Meaningful Learning: "Apa jadinya jika salah satu bagian penting di
dalam tubuh kita, misalnya jantung atau paru-paru, tidak bisa
bekerja dengan baik? Mengapa penting sekali bagi kita untuk
menjaga kesehatan organ-organ tersebut?"
 Joyful Learning: "Jika tubuh kita adalah sebuah tim sepak bola,
organ mana yang menjadi striker, gelandang, atau kiper?
Mengapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Sistem Pencernaan dan Cara Kerjanya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami sistem pencernaan.
 Inti (60 menit)
o Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Siswa diminta menuliskan
makanan favorit dan membayangkan perjalanan makanan
tersebut dalam tubuh. (Aktif)
o Observasi & Eksplorasi: Menayangkan video animasi tentang
sistem pencernaan. Siswa diminta mencatat organ-organ
yang terlibat. Gambar Human Digestive System Gut
Gastrointestinal Tract (Bermakna, Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing
diberikan gambar organ pencernaan dan diminta
mengurutkannya serta menjelaskan fungsinya. (Kolaboratif,
Aktif, Kreatif)
o Demonstrasi Sederhana: Guru mendemonstrasikan proses
pencernaan mekanis dengan menghancurkan biskuit
(makanan) dalam kantong plastik (lambung) dan
menambahkan air (enzim). (Menyenangkan)
o Penyelesaian Masalah: Guru memberikan kasus: "Seseorang
sering sakit perut dan sembelit. Apa kira-kira penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?" Siswa berdiskusi.
(Penalaran Kritis, Bermakna)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
(Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan proses pencernaan dan
pentingnya makanan sehat.
o Guru memberikan tugas mencari informasi tentang
penyakit pada sistem pencernaan.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Sistem Pernapasan dan Peredarah Darah (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengingatkan kembali tentang pentingnya kesehatan dan
mengaitkan dengan sistem pernapasan dan peredaran
darah.
 Inti (60 menit)
o Eksperimen "Paru-paru dalam Botol": Siswa membuat
model sederhana paru-paru dari botol bekas, balon, dan
sedotan untuk memahami mekanisme pernapasan.
(Aktif, Kreatif, Bermakna, Menyenangkan)
o Presentasi Informasi: Guru menyajikan informasi tentang
sistem peredaran darah (jantung, pembuluh darah, darah)
melalui gambar dan penjelasan interaktif. (Bermakna)
o Simulasi Gerak Jantung: Siswa diminta menempelkan tangan di
dada dan merasakan detak jantung setelah melakukan
aktivitas ringan. (Mindful Learning)
o Diskusi Kasus: Guru memberikan kasus: "Mengapa orang
yang kurang olahraga cenderung mudah lelah? Apa
hubungannya dengan sistem peredaran darah?" (Penalaran
Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil eksperimen dan pemahaman
mereka.
o Guru merangkum pentingnya udara bersih dan olahraga
bagi sistem pernapasan dan peredaran darah.
o Tugas: Membuat poster sederhana tentang cara menjaga
kesehatan paru-paru atau jantung. (Kreativitas)
Pertemuan 5-6: Keterkaitan Antar Sistem Organ dan Gaya Hidup Sehat (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru mereview materi sebelumnya.
o Guru meminta siswa berbagi pengalaman dalam membuat
poster.
 Inti (60 menit)
o Analisis Interkoneksi: Siswa diminta membentuk kelompok dan
menganalisis bagaimana sistem pencernaan, pernapasan,
dan peredaran darah saling berhubungan (misalnya,
bagaimana nutrisi dari pencernaan diangkut oleh peredaran
darah, oksigen dari pernapasan juga diangkut oleh peredaran
darah ke seluruh tubuh). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Gaya Hidup Tidak Sehat": Guru memberikan
beberapa skenario gaya hidup tidak sehat (misalnya, sering
makan junk food, kurang tidur, jarang olahraga). Setiap
kelompok diminta
mengidentifikasi potensi dampak buruknya pada organ
tubuh. (Bermakna)
o Brainstorming Solusi: Setiap kelompok mempresentasikan
skenario dan dampak buruknya, kemudian kelompok lain
memberikan ide-ide solusi gaya hidup sehat. (Komunikasi,
Kreativitas)
o "Kontrak Kesehatan Pribadi": Setiap siswa diminta membuat
"kontrak" pribadi berisi 3-5 komitmen untuk menjaga
kesehatan organ tubuhnya. (Kemandirian, Bermakna)
 Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya gaya hidup
sehat secara holistik.
o Guru mengapresiasi "kontrak kesehatan pribadi" siswa.
Pertemuan 7-8: Proyek "Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat dan
motivasi untuk menjadi "duta kesehatan".
 Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan
"Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (bisa berupa presentasi
di depan kelas, membuat leaflet edukasi, video pendek, atau
drama singkat). Tema kampanye harus fokus pada cara
menjaga kesehatan organ tubuh. (Kolaborasi, Kreativitas)
o Pelaksanaan Proyek: Siswa bekerja sama menyiapkan materi
kampanye. Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan
bimbingan dan umpan balik. (Aktif, Kolaboratif, Kreatif)
o Latihan Presentasi/Demo: Siswa berlatih
menyampaikan ide kampanye mereka. (Komunikasi)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek
mereka. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
o Pujian untuk usaha keras siswa dan dampak positif dari
kampanye mereka.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi dan kontribusi dalam
diskusi serta kemampuan menjawab pertanyaan.
o Observasi: Pengamatan guru terhadap keaktifan,
kreativitas, dan kolaborasi siswa selama kegiatan
pembelajaran, termasuk saat membuat model atau
poster.
o Refleksi Diri: Jurnal singkat siswa tentang pemahaman
mereka setelah setiap topik.
o Latihan Soal Singkat: Soal pilihan ganda atau isian singkat
setelah materi per sistem organ.
o Presentasi Singkat: Penilaian kemampuan presentasi hasil
diskusi kelompok.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal uraian atau pilihan ganda yang
mencakup pemahaman sistem organ dan cara
menjaga kesehatannya.
o Proyek "Kampanye Kesehatan Organ Tubuh": Penilaian produk
dan proses pembuatan kampanye, termasuk kreativitas,
kejelasan pesan, dan kerjasama tim. (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Akhir Proyek: Penilaian kemampuan siswa
dalam mempresentasikan hasil proyek.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami sistem organ tubuh manusia bukan hanya tentang menghafal
nama- nama organ, tetapi juga tentang menyadari betapa luar biasanya
tubuh kita bekerja dan betapa pentingnya menjaga setiap bagiannya.
Pemahaman ini akan menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah
harta yang tak ternilai, yang harus dijaga melalui kebiasaan sehari-hari
yang baik. Dengan memahami cara kerja organ, siswa akan lebih
termotivasi untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan bertanggung jawab
atas kesehatan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Mereka akan
memahami bahwa setiap pilihan yang mereka buat dalam makanan,
aktivitas, dan istirahat memiliki dampak langsung pada fungsi organ dan
kualitas hidup mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Tubuh manusia adalah sebuah sistem yang sangat kompleks dan
menakjubkan, terdiri dari berbagai organ yang bekerja sama untuk
menjaga kehidupan. Beberapa sistem organ utama yang penting untuk
dipahami di antaranya adalah sistem pencernaan, pernapasan, dan
peredaran darah. Sistem pencernaan berfungsi mengubah makanan
menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dimulai dari mulut,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Nutrisi
yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Sistem pernapasan bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dari
udara dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Proses ini
melibatkan hidung, tenggorokan, batang tenggorokan (trakea), dan paru-
paru, di mana pertukaran gas terjadi. Sementara itu, sistem peredaran
darah adalah sistem transportasi dalam tubuh yang membawa oksigen,
nutrisi, hormon, dan zat penting lainnya ke seluruh sel, serta mengangkut
limbah untuk dikeluarkan. Jantung, pembuluh darah (arteri, vena,
kapiler), dan darah adalah komponen utama dari sistem peredaran darah
ini. Menjaga kesehatan ketiga sistem organ ini sangatlah penting agar
tubuh dapat berfungsi optimal. Kebiasaan makan sehat, berolahraga
secara teratur, cukup istirahat, minum air yang cukup, dan menghindari
kebiasaan buruk seperti merokok adalah kunci utama dalam menjaga
agar organ-organ tubuh tetap sehat dan bekerja dengan baik. Kesadaran
akan pentingnya menjaga kesehatan organ sejak dini akan membentuk
kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian paling menarik dari pelajaran hari ini? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang tubuhmu
dan bagaimana kamu akan menerapkannya dalam
hidupmu sehari-hari?
3. Apakah ada bagian dari pelajaran yang masih sulit kamu
pahami?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua tujuan pembelajaran tercapai dengan baik?
Jika belum, bagian mana yang perlu diperbaiki?
2. Apakah kegiatan pembelajaran sudah melibatkan siswa
secara aktif, kreatif, dan kolaboratif?
3. Bagaimana cara saya dapat membuat pembelajaran
ini lebih bermakna dan menyenangkan di pertemuan
berikutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jelajah Sistem Organ Tubuhku
Tujuan: Mengidentifikasi organ-organ penting pada sistem pencernaan,
pernapasan, dan peredaran darah serta fungsinya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Amati gambar sistem organ tubuh manusia yang disediakan guru.
Gambar Human organs, the placement of human organs in the
body. Human anatomy.
3. Diskusikan dengan kelompokmu:
o Tuliskan nama-nama organ yang kamu kenal pada sistem
pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah.
o Jelaskan secara singkat fungsi dari setiap organ tersebut.
o Menurut kelompokmu, apa yang akan terjadi jika salah
satu organ tersebut tidak berfungsi dengan baik?
4. Persiapkan hasil diskusi kalian untuk dipresentasikan di depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Organ Tubuh Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami Memahami


A. Memahami
an sedikit beberapa sebagian
Pemahama n semua organ
pemaham organ besar
Konsep dan
an dan organ
fungsinya
tentang fungsinya dan
,
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
organ namun ada fungsinya dengan
dan kekeliruan. dengan sangat
fungsinya benar. akurat.
.
Mampu
menganal
Tidak Mampu
Mampu i sis
mampu menganalisis
menganalis masalah
mengana masalah
is masalah dengan
B. li sis secara
sederhana cukup
Analisis masalah mendalam
namun baik dan
Masalah terkait dan
kurang menemuk
kesehata menunjukkan
mendalam. an
n organ. keterkaitan
beberapa
yang
hubungan
kompleks.
.
Tidak Memberik
Memberika
dapat a n solusi Memberikan
n beberapa
memberi yang solusi yang
C. solusi
ka n relevan sangat
Solusi/Ide namun
solusi dan relevan,
kurang
atau ide cukup inovatif, dan
inovatif/pra
yang kreatif/pr praktis.
kti s.
relevan. ak tis.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.

Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang

 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang


 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang
sistem organ lain (misal: sistem saraf, sistem rangka) atau
penyakit-penyakit yang lebih kompleks pada sistem organ
yang telah dipelajari.
o Membuat mini-book atau infografis tentang "Panduan
Menjaga Kesehatan Organ Tubuh untuk Anak
Seusianku".
o Menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya yang kesulitan.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan soal-soal
latihan yang lebih fokus pada bagian yang belum dikuasai.
o Menggunakan media pembelajaran yang berbeda (misalnya
video edukasi lain, penjelasan ulang dengan analogi yang
lebih sederhana).
o Mengulang kembali bagian materi yang belum dipahami
dengan metode yang berbeda.

P. Glosarium
1. Organ: Bagian tubuh yang memiliki fungsi khusus, seperti jantung,
paru-paru, atau lambung.
2. Sistem Organ: Kumpulan organ yang bekerja sama untuk
melakukan fungsi tertentu dalam tubuh, contohnya sistem
pencernaan.
3. Metabolisme: Proses kimia dalam tubuh yang mengubah makanan
menjadi energi dan zat yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Prasetyo, Y. (2018). Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.
Yogyakarta: CV Budi Utama.

Curug,.....,...............20
25

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Hubungan Antarkomponen Biotik dan Abiotik Serta Pengaruhnya
terhadap Ekosistem
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan belajar hari ini,


Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami hubungan antar
komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap
ekosistem.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen biotik
(makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup) dalam suatu
ekosistem dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan peran masing-masing
komponen biotik dan abiotik dalam menjaga keseimbangan
ekosistem.
3. Peserta didik mampu menganalisis dampak perubahan
pada salah satu komponen (biotik atau abiotik) terhadap
komponen lain dan keseluruhan ekosistem.
4. Peserta didik mampu merancang dan menyajikan model
sederhana ekosistem serta menjelaskan interaksi di
dalamnya.
5. Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide kreatif untuk
menjaga kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Peralatan untuk proyek mini ekosistem (stoples/akuarium kecil,
tanah, air, biji- bijian, batu kecil, pasir, lumut, dll.)
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Kamera/ponsel untuk dokumentasi proyek

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, simulasi,
proyek, presentasi, dan eksplorasi lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba bayangkan dirimu sedang berada di sebuah
taman. Apa saja yang kalian lihat dan rasakan? Adakah makhluk
hidup di sana? Apa saja benda tak hidup yang ada? Bisakah mereka
hidup sendiri-sendiri?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya jika semua pohon
di hutan ditebang? Atau jika air di danau tiba-tiba mengering?
Apa dampaknya bagi makhluk hidup yang tinggal di sana?"
 Joyful Learning: "Jika kita diminta menciptakan dunia baru, apa saja
yang harus ada agar makhluk hidup bisa tinggal dengan nyaman?
Siapa yang akan menjadi 'penguasa' dan 'penjaga' di dunia itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi komponen ekosistem.
 Inti (60 menit)
o Eksplorasi Lingkungan Sekolah: Siswa diajak mengamati
lingkungan sekitar sekolah (taman, halaman). Masing-masing
siswa diminta mencatat 5 contoh makhluk hidup (biotik) dan 5
contoh benda tak hidup (abiotik) yang mereka temukan.
(Aktif, Bermakna)
o Diskusi Kelas: Siswa berbagi temuan mereka. Guru
memfasilitasi diskusi untuk mengkategorikan benda-
benda tersebut ke dalam kelompok biotik dan abiotik.
(Komunikasi, Kolaborasi)
o Permainan "Tebak Aku": Guru menyiapkan kartu berisi
gambar- gambar komponen biotik dan abiotik. Siswa
menebak kategori dan fungsinya. (Menyenangkan)
o Membangun Pemahaman Konsep: Guru menjelaskan
definisi ekosistem, komponen biotik (produsen,
konsumen, pengurai), dan abiotik (cahaya matahari, air,
tanah, udara, suhu). (Bermakna)
 Penutup (15 menit)
o Guru meminta siswa membuat peta konsep sederhana
tentang komponen biotik dan abiotik. (Kreatif)
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh ekosistem
lain (misalnya, kolam, hutan, sawah) dan mengidentifikasi
komponennya.
Pertemuan 3-4: Interaksi Antarkomponen Ekosistem (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review materi sebelumnya: komponen biotik dan abiotik.
 Inti (60 menit)
o Analisis Rantai Makanan Sederhana: Guru menunjukkan
gambar rantai makanan (misalnya, padi-tikus-ular-elang).
Siswa diminta menganalisis peran masing-masing makhluk
hidup dan bagaimana mereka saling bergantung.
(Penalaran Kritis, Bermakna)
Gambar Diagram showing food web in the rainforest
o Studi Kasus "Perubahan Lingkungan": Guru memberikan
skenario: "Jika musim kemarau sangat panjang, apa yang
akan terjadi pada tumbuhan di sawah? Apa dampaknya bagi
tikus dan ular?" Siswa berdiskusi dalam kelompok.
(Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Simulasi "Jaring-jaring Makanan Manusia": Siswa secara
berkelompok menggambarkan jaring-jaring makanan yang
melibatkan manusia (misalnya, dari sayuran, hewan ternak,
dsb.). (Kreatif, Kolaborasi)
o Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan
hasil analisis dan jaring-jaring makanan mereka.
(Komunikasi)
 Penutup (15 menit)
o Guru merangkum pentingnya keseimbangan ekosistem dan
interaksi antar komponen.
o Pengumuman proyek: Membuat mini ekosistem sederhana
(misalnya, ekosistem akuatik di stoples). Siswa diminta
membawa alat dan bahan di pertemuan berikutnya.
(Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Ekosistem Mini Buatanku" (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"pencipta ekosistem mini".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
 Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok kecil
merencanakan detail ekosistem mini yang akan mereka
buat (komponen biotik dan abiotik yang akan dimasukkan,
bagaimana interaksinya diharapkan terjadi). Mereka
membuat sketsa atau daftar bahan. (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Ekosistem Mini: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat ekosistem mini mereka di dalam
wadah transparan (stoples/akuarium kecil). Guru
membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
(Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
o Observasi Awal: Siswa mencatat komponen yang
dimasukkan dan membuat hipotesis tentang apa yang
akan terjadi dalam ekosistem mereka selama beberapa
hari ke depan. (Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan ekosistem mini
mereka dan menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang
terjadi pada ekosistem mini mereka setiap hari.
Pertemuan 7-8: Presentasi Proyek dan Refleksi Pelestarian Ekosistem (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati
ekosistem mini.
o Mengingatkan tentang pentingnya presentasi dan
berbagi pengetahuan.
 Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Ekosistem Mini Buatanku": Setiap
kelompok mempresentasikan ekosistem mini mereka,
menjelaskan komponen biotik dan abiotik, interaksi yang
terjadi, dan perubahan yang mereka amati. (Komunikasi,
Kreatif)
o Diskusi "Dampak Manusia pada Ekosistem": Guru memfasilitasi
diskusi tentang bagaimana aktivitas manusia (misalnya,
membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, polusi)
dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem. (Bermakna,
Penalaran Kritis)
o Brainstorming Solusi: Siswa secara berkelompok berdiskusi
tentang cara-cara sederhana yang dapat mereka lakukan
untuk menjaga kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar
mereka. (Kolaborasi, Kreativitas)
 Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga ekosistem.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu
tindakan kecil yang akan mereka lakukan untuk menjaga
lingkungan. (Kemandirian, Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi, eksplorasi, dan
pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan.
o Catatan Lapangan/Jurnal: Penilaian terhadap hasil observasi
siswa di lingkungan sekolah dan ekosistem mini.
o Peta Konsep/Sketsa Proyek: Penilaian pemahaman awal
dan perencanaan siswa.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang komponen ekosistem, interaksi, dan
dampaknya.
o Proyek "Ekosistem Mini Buatanku": Penilaian produk
(kualitas ekosistem mini, kelengkapan komponen,
keberlanjutan) dan proses
(perencanaan, kerjasama, observasi). (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menjelaskan ekosistemnya, interaksi di dalamnya, dan solusi
pelestarian.

K. Pemahaman Bermakna
Ekosistem adalah sebuah kesatuan hidup yang kompleks, di mana setiap
makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) memiliki peran yang
saling terkait.
Memahami interaksi ini berarti menyadari bahwa setiap elemen, sekecil
apa pun, memiliki dampaknya sendiri terhadap keseimbangan alam.
Misalnya, keberadaan cahaya matahari, air, dan tanah sangat vital bagi
pertumbuhan tumbuhan sebagai produsen; sementara hewan sebagai
konsumen bergantung pada tumbuhan atau hewan lain untuk makan.
Perubahan pada satu komponen, seperti polusi air atau penebangan
pohon, dapat memicu efek berantai yang merugikan seluruh ekosistem.
Dengan pemahaman ini, siswa akan lebih sadar akan tanggung jawab
mereka sebagai bagian dari ekosistem dan tergerak untuk menjaga
kelestarian lingkungan demi keberlanjutan hidup semua makhluk.

L. Materi Bahan Ajar


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan benda tak
hidup (komponen abiotik) di suatu tempat. Komponen biotik meliputi
semua makhluk hidup, seperti tumbuhan (sebagai produsen yang
menghasilkan makanan), hewan (sebagai konsumen yang memakan
produsen atau konsumen lain), dan mikroorganisme seperti bakteri dan
jamur (sebagai pengurai yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup).
Hubungan antara makhluk hidup ini membentuk rantai makanan dan
jaring-jaring makanan yang kompleks, menunjukkan bagaimana energi
berpindah dari satu organisme ke organisme lain.
Di sisi lain, komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup yang sangat
memengaruhi kelangsungan hidup komponen biotik. Contohnya adalah
cahaya matahari sebagai sumber energi utama, air yang esensial untuk
semua makhluk hidup, tanah sebagai media tumbuh dan tempat tinggal,
udara yang mengandung oksigen untuk bernapas, serta suhu dan
kelembaban yang menentukan jenis makhluk hidup yang dapat bertahan
di suatu ekosistem. Interaksi antara biotik dan abiotik sangat penting;
misalnya, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari, air, dan tanah
untuk berfotosintesis, dan oksigen yang mereka hasilkan penting bagi
hewan. Keseimbangan ekosistem sangat penting untuk menjaga
kehidupan di Bumi. Setiap perubahan pada salah satu komponen, baik
biotik maupun abiotik, dapat memengaruhi seluruh sistem. Misalnya, jika
hutan ditebang (perubahan abiotik pada tempat tinggal dan biotik pada
tumbuhan), maka hewan-hewan yang tinggal di dalamnya akan
kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan, yang bisa
menyebabkan kepunahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk
memahami interaksi ini dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian
lingkungan agar ekosistem tetap seimbang dan sehat.
M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal paling menarik yang kalian pelajari tentang
hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan?
2. Bagaimana proyek ekosistem mini membantumu memahami
pelajaran ini lebih dalam?
3. Apa satu tindakan kecil yang akan kamu lakukan di
rumah atau sekolah untuk menjaga lingkungan agar
ekosistem tetap lestari?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan proyek mampu memicu kreativitas dan
kolaborasi maksimal dari peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih efektif dalam memfasilitasi
diskusi yang mendalam tentang dampak perubahan
ekosistem?
3. Apakah ada materi atau konsep yang perlu saya jelaskan
ulang atau perkuat di pertemuan berikutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Ekosistem di Sekitarku
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengkategorikan komponen biotik dan
abiotik dalam ekosistem.
Petunjuk:
1. Amati gambar ekosistem berikut (misalnya, gambar sawah,
hutan, atau kolam).
Gambar Lake ecosystem. Zonation in lake water infographic. Pond
or river freshwater zones diagram with text for education.
2. Isi tabel di bawah ini dengan komponen biotik dan abiotik yang
kamu temukan dalam gambar.

Komponen
Komponen
Biotik Peran/Fungsi Peran/Fungsi
No. Abiotik
(Makhluk Singkat Singkat
(Benda Tak
Hidup)
Hidup)
1.

2.

3.

4.

5.
3. Diskusikan dengan teman kelompokmu: Mengapa komponen
biotik dan abiotik ini saling membutuhkan? Berikan
contohnya!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Hubungan Antarkomponen Biotik dan Abiotik serta Pengaruhnya
terhadap Ekosistem
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami
Memahami Memahami
an sedikit sebagian
A. beberapa semua
pemaham besar
Pemahama n konsep, konsep
an konsep
Konsep namun ada dengan
tentang dengan
kekeliruan. sangat
biotik/abi benar.
akurat dan
oti k.
mendalam.
Mampu
Mampu
Tidak menganal
Mampu menganalisis
mampu i sis
menganalis interaksi
menganal interaksi
B. Analisis is interaksi secara
i sis dengan
Interaksi sederhana mendalam
interaksi cukup
namun dan
antar baik dan
kurang menunjukka
kompone memberi
jelas. n keterkaitan
n. ka n
kompleks.
contoh.
Tidak dapat Memberika n
Memberikan Memberikan ide
memberi ide
beberapa pelestarian
ka n ide pelestaria
C. Ide ide namun yang sangat
pelestaria n yang
Pelestaria kurang relevan,
n yang relevan
n inovatif/pra inovatif, dan
relevan. dan
kti s. praktis.
cukup
kreatif.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua anggota
Hanya 1-2 Sebagian besar
aktif dan
D. anggota anggota anggota
memberikan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
kontribusi
Anggota berpartisi si berpartisi
yang berarti.
p asi. , namun ada p asi
yang pasif. dalam
diskusi.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.

Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Tidak
Menggunak Menggun Menggunaka
menggun
a n media a kan n media
I. a kan
namun media yang sangat
Kreativitas media
kurang yang menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe cukup inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. menarik efektif.
yang
dan
menarik.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
membant
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang jenis-jenis
ekosistem lain (misalnya, ekosistem gurun, laut, tundra) atau
dampak perubahan iklim terhadap ekosistem.
o Membuat poster digital atau video pendek tentang
kampanye pelestarian ekosistem di lingkungan
sekitar.
o Menjadi "ahli" yang membantu kelompok lain dalam
mengidentifikasi interaksi pada ekosistem mini.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh
ekosistem yang lebih sederhana untuk dianalisis.
o Menggunakan media visual tambahan (video edukasi,
infografis) untuk memperjelas konsep komponen biotik dan
abiotik serta interaksinya.
o Mendorong siswa untuk mengamati ekosistem kecil
di rumah (misalnya, di pot bunga atau genangan air)
dan mencatat komponennya.

P. Glosarium
1. Biotik: Komponen hidup dalam ekosistem, seperti tumbuhan,
hewan, dan mikroorganisme.
2. Abiotik: Komponen tak hidup dalam ekosistem, seperti cahaya
matahari, air, tanah, dan udara.
3. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan
lingkungannya dalam suatu wilayah.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, P., & Pujiastuti, R. (2019). Ilmu Pengetahuan Alam dan
Lingkungan untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Siklus Air dan Kaitannya dengan Upaya Menjaga Ketersediaan Air
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi petualangan air hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami siklus air dan
kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam
siklus air dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya air bagi
kehidupan dan dampaknya jika ketersediaan air berkurang.
3. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi ketersediaan air bersih di lingkungan sekitar.
4. Peserta didik mampu merancang dan melakukan
percobaan sederhana untuk mensimulasikan salah satu
tahapan siklus air.
5. Peserta didik mampu mengomunikasikan ide-ide kreatif
upaya menjaga ketersediaan air dan hemat air dalam
kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk
mencari solusi masalah ketersediaan air.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Alat dan bahan percobaan siklus air mini (toples/mangkok, plastik
bening, air, tanah/kerikil, tanaman kecil)
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Video edukasi tentang siklus air

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Project-Based
Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok,
presentasi, simulasi, dan proyek.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba rasakan air yang kalian minum setiap
hari. Dari mana air itu berasal? Mengapa air selalu ada,
meskipun kita menggunakannya terus-menerus?"
 Meaningful Learning: "Apa jadinya jika di dunia ini tiba-tiba tidak
ada air bersih lagi? Bisakah kita hidup tanpanya? Mengapa
penting sekali bagi kita untuk menjaga air?"
 Joyful Learning: "Jika air bisa berbicara, apa ya kira-kira pesannya
kepada kita tentang perjalanannya setiap hari?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Perjalanan Air: Siklus Air (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami proses siklus air.
 Inti (60 menit)
o Membayangkan Perjalanan Air: Siswa diminta memejamkan
mata dan membayangkan perjalanan setetes air dari laut
hingga menjadi awan, lalu turun sebagai hujan. (Aktif,
Bermakna)
o Video Animasi Siklus Air: Menayangkan video animasi
edukatif tentang siklus air (evaporasi, kondensasi,
presipitasi, koleksi). Siswa diminta mencatat tahapan-
tahapan penting.
Gambar The water cycle diagram for science education
(Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing
diberikan kartu bergambar tahapan siklus air dan diminta
mengurutkannya serta menjelaskan secara singkat
prosesnya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Sederhana: Guru melakukan simulasi sederhana
penguapan air menggunakan air panas dan tutup panci dingin
untuk menunjukkan kondensasi. (Bermakna, Menyenangkan)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan siklus
air dan penjelasannya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan tahapan siklus air.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh-contoh
pemanfaatan air dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3-4: Pentingnya Air dan Tantangan Ketersediaannya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengingatkan kembali siklus air dan mengaitkannya
dengan keberadaan air di bumi.
 Inti (60 menit)
o Curah Pendapat "Pentingnya Air": Siswa menyebutkan
berbagai fungsi air bagi makhluk hidup dan kehidupan
manusia (minum, mandi, memasak, pertanian, industri).
Guru menuliskan di papan. (Aktif, Bermakna)
o Studi Kasus "Krisis Air": Guru menunjukkan gambar atau
video tentang daerah yang mengalami kekeringan atau
kesulitan air bersih. Siswa berdiskusi dalam kelompok: "Apa
dampaknya bagi masyarakat di sana? Apa penyebabnya?"
(Penalaran Kritis, Bermakna)
o Identifikasi Sumber Air: Siswa mengidentifikasi sumber-
sumber air bersih di lingkungan mereka (sumur, PDAM,
mata air, sungai).
o Diskusi Faktor Pencemaran: Guru memfasilitasi diskusi
tentang faktor-faktor yang menyebabkan air tercemar
dan berkurangnya ketersediaan air bersih (sampah,
limbah, penebangan hutan). (Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum pentingnya air dan ancaman
terhadap ketersediaannya.
o Pengumuman proyek: Membuat "Miniatur Siklus Air" di
pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan
bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Miniatur Siklus Airku" (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"ilmuwan air".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
 Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan
desain "Miniatur Siklus Air" mereka (misalnya, menggunakan
toples, air, tanah, tanaman kecil, plastik bening sebagai
penutup). Mereka membuat sketsa atau daftar bahan.
(Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Miniatur: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat miniatur siklus air mereka. Guru
membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Mereka mengamati proses penguapan dan kondensasi
di dalam toples. (Aktif, Kreatif, Kemandirian,
Menyenangkan)
o Pencatatan Observasi: Siswa mencatat komponen yang
dimasukkan dan membuat hipotesis tentang apa yang akan
terjadi dalam miniatur mereka selama beberapa hari ke
depan. (Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan miniatur siklus air
mereka dan menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada
miniatur mereka setiap hari, terutama terbentuknya tetesan
air di bagian atas plastik.
Pertemuan 7-8: Kampanye Hemat Air dan Pelestarian Sumber Air (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati
miniatur siklus air dan hasil pengamatan mereka.
o Mengingatkan tentang pentingnya tindakan nyata untuk
menjaga air.
 Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Miniatur Siklus Airku": Setiap kelompok
mempresentasikan miniatur siklus air mereka,
menjelaskan proses yang terjadi di dalamnya, dan hasil
observasi mereka. (Komunikasi, Kreatif)
o Brainstorming "Aksi Hemat Air": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang cara-cara sederhana dan kreatif untuk
menghemat air di rumah dan di sekolah. Guru mencatat ide-
ide di papan tulis. (Kolaborasi, Kreatif)
o Merancang Poster/Slogan Kampanye: Setiap kelompok
merancang poster atau slogan kampanye tentang hemat air
dan menjaga ketersediaan air. (Kreatif, Komunikasi)
o Pameran Mini/Presentasi Poster: Poster atau slogan dipamerkan
dan setiap kelompok mempresentasikan pesan kampanye
mereka. (Komunikasi, Menyenangkan)
 Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga
siklus air dan ketersediaan air bersih.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu
tindakan kecil yang akan mereka lakukan untuk
menghemat air. (Kemandirian, Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi, eksperimen, dan
pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan, serta pemahaman tahapan siklus
air.
o Jurnal Observasi Proyek: Penilaian terhadap catatan
observasi perubahan pada miniatur siklus air.
o Peta Konsep/Sketsa Proyek: Penilaian pemahaman awal
dan perencanaan siswa.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang siklus air, pentingnya air, serta upaya
menjaga ketersediaan air.
o Proyek "Miniatur Siklus Airku": Penilaian produk
(keberhasilan miniatur mensimulasikan siklus air,
kelengkapan komponen) dan proses (perencanaan,
kerjasama, observasi). (Menggunakan rubrik penilaian
analitik terlampir).
o Presentasi Proyek dan Kampanye: Penilaian kemampuan
siswa dalam menjelaskan proses di miniatur,
menyampaikan ide hemat air, dan kreativitas kampanye.

K. Pemahaman Bermakna
Air adalah sumber daya yang tak terpisahkan dari kehidupan di Bumi.
Memahami siklus air berarti kita menyadari bahwa air tidak pernah habis,
melainkan terus bergerak dan berubah bentuk. Namun, ketersediaan air
bersih sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga lingkungan.
Polusi, penggundulan hutan, dan pemborosan air dapat mengganggu
siklus alami ini dan mengurangi jumlah air bersih yang dapat kita
gunakan. Dengan memahami perjalanan air dan faktor-faktor yang
memengaruhinya, siswa akan mengembangkan kesadaran bahwa setiap
tetes air itu berharga dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga
ketersediaannya demi masa depan. Pemahaman ini akan mendorong
mereka untuk mengadopsi perilaku hemat air dan peduli terhadap
lingkungan.

L. Materi Bahan Ajar


Siklus air, atau siklus hidrologi, adalah pergerakan air di Bumi secara
terus-menerus melalui berbagai tahapan. Proses ini dimulai dengan
evaporasi (penguapan), di mana air dari lautan, danau, sungai, dan tanah
berubah menjadi uap air karena panas matahari. Tumbuhan juga ikut
berkontribusi melalui transpirasi. Uap air ini kemudian naik ke atmosfer
dan mengalami kondensasi, yaitu perubahan uap air menjadi titik-titik air
kecil atau kristal es yang membentuk awan. Ketika awan jenuh, titik-titik
air atau kristal es akan jatuh kembali ke Bumi dalam bentuk presipitasi
(curah hujan), bisa berupa hujan, salju, atau es.
Air yang jatuh sebagai presipitasi kemudian akan mengalami koleksi.
Sebagian air akan meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, sebagian
mengalir di permukaan sebagai aliran permukaan (runoff) menuju sungai
dan danau, dan sebagian lagi langsung kembali ke lautan. Air yang
terkumpul di sungai, danau, dan lautan ini kemudian akan menguap
kembali, memulai siklus baru. Siklus ini sangat penting karena
memastikan ketersediaan air di berbagai tempat di Bumi, meskipun
jumlah air secara keseluruhan tetap konstan.
Meskipun air terus bersirkulasi, ketersediaan air bersih yang siap
digunakan seringkali menjadi masalah. Kegiatan manusia seperti
pencemaran air oleh limbah industri dan rumah tangga, pembuangan
sampah sembarangan, serta penggundulan hutan yang mengurangi daya
serap air tanah, dapat mengganggu siklus air dan mengurangi jumlah air
bersih yang layak konsumsi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk
berupaya menjaga kualitas air, menghemat penggunaan air, dan
melestarikan lingkungan agar siklus air dapat berjalan dengan baik dan
ketersediaan air bersih untuk kehidupan tetap terjamin.
M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian paling menarik saat membuat miniatur
siklus air? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang air dan
bagaimana kalian akan menghemat air mulai sekarang?
3. Apakah ada bagian dari pelajaran ini yang masih
membuatmu bingung?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua tahapan siklus air dapat dipahami dengan
baik oleh peserta didik? Bagian mana yang perlu
penekanan lebih?
2. Apakah proyek miniatur siklus air mampu meningkatkan
pemahaman dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mendorong siswa untuk
mengambil tindakan nyata dalam menjaga ketersediaan
air?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Perjalanan Setetes Air
Tujuan: Mengidentifikasi tahapan-tahapan siklus air dan menjelaskan
prosesnya.
Petunjuk:
1. Amati gambar siklus air berikut.
Gambar Water cycle diagram with simple rain circulation
explanation outline concept
2. Tuliskan nama tahapan siklus air pada kotak yang tersedia di
gambar.
3. Jelaskan secara singkat apa yang terjadi pada setiap tahapan
siklus air tersebut.
4. Mengapa siklus air sangat penting bagi kehidupan di Bumi?
Diskusikan dengan kelompokmu!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Siklus Air dan Upaya Menjaga Ketersediaan Air
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami Memahami Memahami


A.
an sedikit beberapa sebagian semua
Pemahama
pemaham tahapan, besar tahapan
a siklus air
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
n n tentang namun ada tahapa dengan
Konsep tahapan kekeliruan. n sangat
Siklus siklus air. denga akurat.
Air n
benar.
Mampu
menganal
Tidak Mampu i sis Mampu
mampu menganalis masalah menganalisis
mengana is masalah dengan masalah
B. Analisis
li sis sederhana cukup secara
Masalah
masalah namun baik dan mendalam
Air
ketersedi kurang menemuk dan
a an air. mendalam. an menunjukkan
beberapa berbagai
penyebab faktor.
.
Tidak Memberik Memberika
Memberika
dapat a n ide n ide
n beberapa
C. Ide memberik solusi/upa solusi/upay
ide namun
Solusi/Upa a n ide y a yang a yang
kurang
ya solusi/upa relevan sangat
inovatif/pra
y a yang dan relevan,
kti s.
relevan. cukup inovatif,
kreatif. dan praktis.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.

Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang

 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang


 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang teknologi
pengolahan air bersih atau cara-cara inovatif untuk
menghemat air di daerah kering.
o Membuat video pendek atau drama tentang pentingnya
menghemat air dan dampaknya jika air bersih langka.
o Menjadi "duta air" di sekolah, memberikan informasi dan
ajakan hemat air kepada warga sekolah.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan diagram siklus
air yang lebih sederhana untuk dilengkapi.
o Menggunakan media visual interaktif (aplikasi/game
edukasi) untuk memperkuat pemahaman tahapan siklus
air.
o Mengulang kembali percobaan miniatur siklus air
dengan pendampingan lebih intensif.

P. Glosarium
1. Evaporasi: Proses penguapan air menjadi uap air.
2. Kondensasi: Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air atau
awan.
3. Presipitasi: Proses jatuhnya air dari atmosfer ke Bumi (contoh: hujan).

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suratmo, M. (2017). Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah
Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.

Modul Ajar IPAS


Fenomena Gelombang Bunyi dan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-
hari
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Penalaran

Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian
Kesehatan

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan mengamati bunyi dan


cahaya hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah
melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami fenomena
gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber bunyi dan
sifat-sifat bunyi (merambat melalui medium, dipantulkan,
diserap) dengan percobaan sederhana.
2. Peserta didik mampu menjelaskan manfaat dan bahaya bunyi
dalam kehidupan sehari-hari.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber cahaya dan
sifat-sifat cahaya (merambat lurus, dapat dipantulkan,
dibiaskan, diuraikan) melalui percobaan.
4. Peserta didik mampu menjelaskan fenomena terkait cahaya
(bayangan, pelangi, cermin, lensa) dan manfaatnya dalam
kehidupan.
5. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan
sederhana terkait bunyi atau cahaya dengan alat yang tersedia.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil
pengamatan dan kesimpulan percobaan secara lisan
maupun tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Alat dan bahan percobaan bunyi (garpu tala, benang, kaleng,
karet gelang, drum/gendang kecil, gelas berisi air)
4. Alat dan bahan percobaan cahaya (senter, cermin datar, prisma,
gelas berisi air, pensil, kertas karton)
5. Ruangan gelap atau tirai gelap untuk percobaan cahaya

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning
dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok,
presentasi, simulasi, dan demonstrasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar. Suara
apa saja yang bisa kalian dengar di sekitar sini? Dan jika kita
melihat sekeliling, dari mana datangnya cahaya yang membuat
kita bisa melihat benda-benda ini?"
 Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau di dunia ini tiba-tiba tidak
ada bunyi sama sekali? Atau kalau tidak ada cahaya sama sekali?
Bagaimana kita bisa berinteraksi atau melihat?"
 Joyful Learning: "Menurutmu, bagaimana bunyi musik bisa sampai
ke telinga kita? Dan mengapa pelangi bisa muncul setelah hujan?
Apa rahasia di baliknya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Bunyi: Sumber dan Perambatannya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami sumber dan sifat bunyi.
 Inti (60 menit)
o Eksplorasi Suara: Siswa diminta membuat berbagai bunyi
menggunakan benda-benda di sekitar mereka (meja, pensil,
tangan). Guru bertanya: "Bagaimana bunyi itu bisa
muncul?" (Aktif, Menyenangkan)
o Percobaan "Gelas Bergetar": Guru mendemonstrasikan garpu
tala yang dimasukkan ke air atau mengikat benang pada
kaleng, lalu berbicara melalui kaleng. Siswa mengamati
getaran. (Bermakna, Aktif)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok. Setiap kelompok
melakukan percobaan sederhana tentang perambatan bunyi
melalui medium padat (meja), cair (air dalam ember), dan
gas (udara). Mereka mencatat hasil pengamatan. (Kolaborasi,
Penalaran Kritis)
o Presentasi Hasil: Setiap kelompok mempresentasikan
hasil percobaan dan kesimpulan mereka tentang
sumber bunyi dan bagaimana bunyi merambat.
(Komunikasi)
 Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan bahwa bunyi berasal
dari benda bergetar dan merambat melalui medium.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh alat
musik yang menghasilkan bunyi dari getaran.
Pertemuan 3-4: Sifat Bunyi: Pemantulan, Penyerapan, dan Pemanfaatan (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengulang kembali bahwa bunyi adalah getaran yang
merambat.
 Inti (60 menit)
o Percobaan "Pantulan Bunyi": Siswa melakukan percobaan
memantulkan bunyi (misalnya, berteriak di depan dinding
atau tumpukan buku dan di ruangan kosong) untuk
merasakan gema. (Aktif, Bermakna)
o Identifikasi Bahan Penyerap Bunyi: Guru menunjukkan berbagai
jenis bahan (busa, kain, karton, keramik). Siswa berdiskusi,
mana yang kira-kira menyerap bunyi dan mana yang
memantulkan. (Penalaran Kritis)
o Video Aplikasi Bunyi: Menayangkan video tentang
pemanfaatan bunyi (sonar kapal, USG medis, konser musik)
dan bahaya kebisingan. (Bermakna)
o Diskusi Kasus: Siswa berdiskusi: "Mengapa dinding studio
rekaman dibuat dari bahan khusus? Mengapa mendengar
musik terlalu keras bisa merusak telinga?" (Penalaran Kritis,
Kolaborasi)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum sifat-sifat bunyi (pemantulan,
penyerapan) dan pentingnya menjaga kesehatan
telinga.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang berfungsi
sebagai pemantul atau penyerap bunyi.
Pertemuan 5-6: Menjelajahi Cahaya: Sumber dan Sifatnya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan memadamkan lampu
sejenak, lalu menyalakannya kembali. "Apa yang terjadi?
Mengapa kita bisa melihat?"
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami
sumber dan sifat cahaya.
 Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Cahaya: Siswa mengidentifikasi berbagai
sumber cahaya (matahari, lampu, api) dan membedakan
cahaya alami dan buatan. (Aktif)
o Percobaan "Cahaya Merambat Lurus": Siswa menggunakan
senter dan beberapa karton berlubang untuk membuktikan
cahaya merambat lurus. (Bermakna, Aktif, Kreatif)
o Percobaan "Cahaya Dipantulkan": Siswa melakukan
percobaan dengan senter dan cermin datar untuk
mengamati pantulan cahaya. Guru menjelaskan hukum
pemantulan. (Bermakna)
o Percobaan "Cahaya Dibiaskan": Siswa mengamati pensil yang
terlihat patah di dalam gelas berisi air, atau melihat benda di
dasar kolam terlihat lebih dangkal. Guru menjelaskan
pembiasan. (Penalaran Kritis, Menyenangkan)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan
kesimpulan tentang sifat-sifat cahaya.
o Guru dan siswa menyimpulkan sifat cahaya.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang
memanfaatkan sifat pantulan atau pembiasan cahaya.
Pertemuan 7-8: Fenomena Cahaya dan Pemanfaatannya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mencoba
percobaan cahaya.
o Mengingatkan kembali sifat-sifat cahaya.
 Inti (60 menit)
o Demonstrasi "Pembentukan Bayangan": Guru menggunakan
senter dan benda padat untuk menunjukkan bagaimana
bayangan terbentuk. Siswa diajak berkreasi dengan
bayangan. (Menyenangkan, Kreatif)
o Percobaan "Penguraian Cahaya" (Pelangi): Jika
memungkinkan, siswa menggunakan prisma atau CD/DVD
untuk melihat penguraian cahaya putih menjadi spektrum
warna (pelangi). (Bermakna, Menyenangkan)
Gambar
o Diskusi Kelompok "Manfaat Cahaya": Siswa berdiskusi
tentang manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari
(penerangan, komunikasi, kamera, optik) dan pentingnya
melindungi mata. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Proyek Mini "Kreasi Bunyi/Cahaya": Setiap kelompok memilih
untuk membuat proyek sederhana yang memanfaatkan salah
satu sifat bunyi atau cahaya (misal: telepon mainan dari
benang, periskop sederhana, alat musik sederhana, atau
senter dari botol bekas). (Kreatif, Kolaborasi, Kemandirian)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mini mereka.
(Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya memahami
bunyi dan cahaya dalam kehidupan.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi dan percobaan.
o Jurnal Pengamatan Percobaan: Penilaian terhadap catatan
hasil percobaan siswa.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
o Presentasi Singkat: Penilaian kemampuan presentasi
hasil percobaan.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang sumber, sifat, manfaat, dan bahaya
bunyi serta cahaya.
o Proyek Mini "Kreasi Bunyi/Cahaya": Penilaian produk
(kreativitas, fungsi alat) dan proses (perencanaan,
kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menjelaskan proyek mereka dan mengaitkannya dengan
konsep bunyi/cahaya.

K. Pemahaman Bermakna
Bunyi dan cahaya adalah dua fenomena gelombang yang sangat
fundamental dan ada di sekeliling kita setiap saat. Memahami sifat-
sifatnya berarti kita menyadari bahwa dunia ini penuh dengan keajaiban
yang bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Dari suara burung yang merdu
hingga warna-warni pelangi yang indah, semuanya bekerja berdasarkan
prinsip-prinsip fisika. Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu
yang mendalam tentang bagaimana alam semesta bekerja dan
mendorong siswa untuk mengamati serta menganalisis fenomena di
sekitar mereka. Mereka akan menyadari bahwa indra pendengaran dan
penglihatan mereka bekerja karena adanya interaksi dengan gelombang
bunyi dan cahaya, serta pentingnya menjaga kedua indra ini dari potensi
bahaya.

L. Materi Bahan Ajar


Bunyi adalah gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar.
Getaran ini merambat melalui medium perantara, seperti udara, air, atau
benda padat, sebelum akhirnya sampai ke telinga kita dan
diinterpretasikan sebagai suara. Bunyi tidak dapat merambat di ruang
hampa. Sifat-sifat bunyi antara lain dapat dipantulkan (menghasilkan
gema atau gaung saat mengenai permukaan keras) dan dapat diserap
(saat mengenai permukaan yang lunak, seperti busa atau kain).
Pemantulan dan penyerapan bunyi ini banyak dimanfaatkan dalam
kehidupan, misalnya pada studio musik agar suara tidak memantul terlalu
banyak, atau pada alat sonar untuk mendeteksi keberadaan benda di
bawah laut.
Di sisi lain, cahaya adalah bentuk energi yang bergerak dalam bentuk
gelombang elektromagnetik dan dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya
merambat lurus dari sumbernya ke segala arah. Matahari adalah sumber
cahaya alami terbesar, sedangkan lampu dan api adalah sumber cahaya
buatan. Cahaya memiliki beberapa sifat penting, di antaranya dapat
dipantulkan (seperti saat kita melihat bayangan di cermin), dapat dibiaskan
(saat cahaya melewati dua medium yang berbeda kerapatannya, seperti
pensil yang terlihat bengkok di air), dan dapat diuraikan
(cahaya putih dapat terurai menjadi warna-warna pelangi saat melewati
prisma atau tetesan air).
Pemahaman tentang bunyi dan cahaya sangat relevan dalam kehidupan
sehari-hari. Kita menggunakan bunyi untuk berkomunikasi,
mendengarkan musik, dan sebagai peringatan (misalnya klakson
kendaraan). Cahaya memungkinkan kita untuk melihat, membaca, dan
melakukan berbagai aktivitas. Berbagai teknologi seperti kamera,
kacamata, teleskop, hingga teknologi serat optik yang digunakan untuk
internet, semuanya bekerja berdasarkan prinsip-prinsip cahaya. Oleh
karena itu, mempelajari bunyi dan cahaya membantu kita memahami
dunia di sekitar kita dengan lebih baik dan memanfaatkan fenomena
alam untuk kemajuan teknologi.

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Percobaan mana yang paling membuatmu takjub hari ini?
Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang bunyi atau
cahaya yang belum pernah kalian tahu sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran hari ini membuatmu lebih
menghargai indra pendengaran dan penglihatanmu?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua konsep tentang bunyi dan cahaya dapat
dipahami dengan baik oleh peserta didik? Bagian mana
yang masih menjadi tantangan?
2. Apakah kegiatan percobaan berhasil memicu rasa ingin
tahu dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan teknologi
atau contoh nyata yang lebih relevan dengan kehidupan
siswa untuk materi ini?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksperimen Bunyi dan Cahaya
Tujuan: Melakukan percobaan sederhana dan mengamati sifat-sifat bunyi
dan cahaya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Lakukan salah satu percobaan di bawah ini (pilih salah satu
atau sesuai arahan guru):
o Percobaan Bunyi (Telepon Kaleng): Siapkan 2 kaleng bekas dan
benang panjang. Buat lubang kecil di dasar kaleng. Masukkan
benang melalui lubang dan ikat agar tidak lepas. Regangkan
benang kuat-kuat. Salah satu berbicara, yang lain
mendengarkan.
o Percobaan Cahaya (Periskop Sederhana): Siapkan karton tebal
dan 2 cermin kecil. Buat bentuk periskop sederhana dengan
menempelkan cermin pada sudut 45 derajat di kedua ujung
karton sehingga bisa melihat di balik penghalang.
3. Tuliskan hasil pengamatan kalian:
o Apa yang terjadi pada percobaanmu? (Jelaskan dengan detail)
o Sifat bunyi/cahaya apa yang terbukti dari percobaan ini?
o Bagaimana prinsip percobaan ini dapat dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari?
4. Persiapkan hasil pengamatan dan kesimpulan
kelompokmu untuk dipresentasikan di depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Fenomena Gelombang Bunyi dan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-
hari
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t Baik)
) )
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Memahami
Menunjukka n Memahami
Memahami semua
sedikit sebagian
A. beberapa konsep
pemahama besar
Pemahaman konsep, dengan
n tentang konsep
Konsep namun sangat
bunyi/caha dengan
ada akurat dan
y a. benar.
kekeliruan mendalam.
.
Mampu Mampu
Tidak mampu Mampu
menganali menganalisi
menganali menganal
si s hasil s hasil
B. Analisis si s hasil is is hasil
dengan secara
Hasil percobaan sederhan
cukup baik mendalam
Percobaa dengan a namun
dan dan
n benar. kurang
mengaitka menjelaska
mendala
n konsep. n
m.
keterkaitan
n ya.
Memberikan
Memberikan
Tidak dapat Memberika n ide
ide
memberika beberapa pemanfaata
C. Ide pemanfaat
n ide ide n
Pemanfaatan a n/solusi
pemanfaat namun /solusi yang
/Solusi yang
a n/solusi kurang sangat
relevan
relevan. inovatif/pr relevan,
dan cukup
a ktis. inovatif,
kreatif.
dan
praktis.
Skala
Aspek Skala 1 Skala Skala
4
Penilaian (Kurang 2 3
(Sanga
) (Cukup (Baik)
t Baik)
)
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian Sebagian Semua


Hanya 1-2
anggota besar anggota
anggota
D. berpartisi anggota aktif dan
yang aktif
Partisipasi p asi, aktif memberika
berpartisip
Anggota namun berpartisip n kontribusi
as i.
ada yang as i dalam yang
pasif. diskusi. berarti.
Kerjasam Anggota Anggota
Sering
a kurang bekerja bekerja
terjadi
E. optimal, sama sama
konflik/tida
Kerjasama masih dengan dengan
k ada
Tim ada cukup baik sangat
pembagia
tumpang dan efektif,
n tugas
tindih berbagi saling
jelas.
tugas. tugas. mendukun
g.
Sangat
Cukup
mengharg
Menolak Kurang mengharga
ai,
atau mengharg i pendapat
F. mendenga
mengabaik ai yang
Toleransi rk an, dan
an pendapat berbeda
Pendapat memperti
pendapat yang dan
mb angkan
anggota berbeda. mencoba
semua
lain. memahami
pendapat.
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup
jelas
Sulit Jelas dan Sangat
G. namun
dipahami, terstruktur, jelas,
Kejelasan kadang
tidak mudah terstruktur,
Penyampai masih
terstruktur. dipahami. dan mudah
an membing
diikuti.
u ngkan.

Menggunak Menggun Menggunak Menggunak


H.
a n bahasa a kan a n bahasa a n bahasa
Penggunaan
yang bahasa yang baik yang
Bahasa
kurang yang dan lugas. sangat baik,
tepat/baku. cukup
Skala
Aspek Skala 1 Skala Skala
4
Penilaian (Kurang 2 3
(Sanga
) (Cukup (Baik)
t Baik)
)
baik, persuasif
namun , dan
ada lugas.
kesalahan
.
Tidak Menggun Menggunak Menggunak
mengguna a kan a n media a n media
I.
ka n media media yang cukup yang
Kreativitas
atau namun menarik sangat
Media/Tam
tampilan kurang dan menarik,
pi lan
yang menarik/ membantu inovatif,
menarik. ef ektif. presentasi. dan efektif.
Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
J. menguasa
menguas dengan materi,
Penguasaan i
ai materi baik dan percaya
Materi , namun
saat menjawab diri, dan
sering
presentas pertanyaan argumentati
ragu-
i. . f.
ragu.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang jenis-jenis
gelombang lain (misalnya, gelombang radio, gelombang
mikro) atau teknologi canggih yang memanfaatkan bunyi dan
cahaya (misalnya, laser, fiber optik).
o Membuat komik atau infografis tentang "Petualangan
Gelombang Bunyi dan Cahaya".
o Menjadi "ahli" yang membantu teman-temannya dalam
memahami konsep atau melakukan percobaan.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-
gambar yang lebih jelas dan pertanyaan yang lebih
terfokus.
o Menggunakan video edukasi interaktif atau simulasi online
yang lebih sederhana untuk menjelaskan konsep.
o Mengulang kembali percobaan sederhana dengan
pendampingan langsung dari guru atau teman sebaya.

P. Glosarium
1. Gelombang: Getaran yang merambat dan membawa energi.
2. Medium: Zat perantara tempat gelombang merambat (misalnya,
udara, air, padat).
3. Refraksi: Pembiasan cahaya saat melewati dua medium yang
berbeda kerapatannya.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suprihono, A. (2018). Sains untuk Anak-Anak: Bunyi dan Cahaya.
Bandung: Elex Media Komputindo.

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Upaya Penghematan Energi dan Pemanfaatan Sumber Energi
Alternatif sebagai Mitigasi Perubahan Iklim
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan menghemat


energi hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah
melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami upaya penghematan
energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber
daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan
iklim.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis energi
yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari (listrik, bahan
bakar fosil, dll.) dan dampaknya.
2. Peserta didik mampu menganalisis pentingnya penghematan
energi sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi sumber energi
alternatif yang ada di lingkungan sekitar (surya, angin, air,
biomassa) dengan benar.
4. Peserta didik mampu merancang dan membuat model sederhana
pemanfaatan energi alternatif dari bahan yang mudah didapat.
5. Peserta didik mampu mengomunikasikan ide dan tindakan
konkret dalam menghemat energi serta memanfaatkan
energi alternatif di lingkungan sekolah dan rumah.
6. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok
untuk menyelesaikan masalah terkait krisis energi dan
perubahan iklim.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Berbagai contoh alat rumah tangga yang
menggunakan energi (gambar/demonstrasi)
4. Alat dan bahan untuk proyek model energi alternatif (botol bekas,
kincir angin mainan, panel surya mini/mainana, dll.)
5. Poster/Infografis tentang perubahan iklim dan energi alternatif

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-
Based Learning dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, proyek,
demonstrasi, studi kasus, dan presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan sekelilingmu. Benda apa saja di
kelas ini yang membutuhkan energi untuk bisa menyala atau
bergerak? Dari mana energi itu berasal?"
 Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau listrik di rumah kita tiba-
tiba padam berjam-jam? Atau kalau kendaraan tidak bisa bergerak
karena kehabisan bahan bakar? Mengapa penting sekali bagi kita
untuk menggunakan energi dengan bijak?"
 Joyful Learning: "Jika kita bisa menciptakan sumber energi baru
yang tidak pernah habis dan tidak merusak Bumi, seperti apa ya
bentuknya? Dan bagaimana kita bisa membuatnya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Berbagai Sumber Energi dan Dampaknya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi jenis dan dampak penggunaan energi.
 Inti (60 menit)
o Inventarisasi Energi di Sekitar: Siswa diminta mencatat 5-7
alat di rumah atau sekolah yang menggunakan energi
(misalnya, lampu, kipas, TV, motor, kompor). Mereka diminta
menebak jenis energi yang digunakan. (Aktif, Bermakna)
o Diskusi "Energi Kita dan Asalnya": Guru memfasilitasi diskusi
tentang sumber energi yang umum digunakan (listrik dari
PLN, bensin untuk kendaraan, gas untuk kompor). Guru
menjelaskan bahwa sebagian besar berasal dari bahan bakar
fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam). (Komunikasi,
Penalaran Kritis)
o Video Dampak Penggunaan Energi: Menayangkan video
singkat tentang dampak pembakaran bahan bakar fosil
terhadap lingkungan (polusi udara, pemanasan global,
perubahan iklim). (Bermakna)
o Studi Kasus "Perubahan Iklim": Guru bertanya, "Pernahkah
kalian merasa cuaca semakin panas, atau hujan jadi tidak
menentu? Itu salah satu tanda perubahan iklim. Apa
hubungannya dengan energi yang kita pakai?" (Penalaran
Kritis, Kolaborasi)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan dan kesimpulan awal
tentang dampak energi.
o Guru merangkum jenis-jenis energi dan dampak
penggunaannya.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu cara
orang tuanya menghemat listrik di rumah.
Pertemuan 3-4: Upaya Penghematan Energi (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review dampak penggunaan energi dan mengaitkannya
dengan perlunya penghematan.
 Inti (60 menit)
o Brainstorming "Aksi Hemat Energi": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang tindakan-tindakan sederhana yang bisa
dilakukan di rumah dan sekolah untuk menghemat energi
(mematikan lampu/kipas jika tidak digunakan, mencabut
charger, jalan kaki/naik sepeda). (Kolaborasi, Kreatif)
o Analisis Tagihan Listrik (Opsional): Jika memungkinkan,
guru menunjukkan contoh tagihan listrik dan mengajak
siswa mengidentifikasi konsumsi energi. (Bermakna,
Penalaran Kritis)
o Permainan "Detektif Energi": Siswa diajak berkeliling sekolah
dan mencari tahu adakah perilaku pemborosan energi yang
terjadi. Mereka mencatat dan merumuskan saran. (Aktif,
Menyenangkan)
o Membuat Poster Hemat Energi: Setiap kelompok merancang
poster berisi tips hemat energi yang mudah dipahami
teman-teman. (Kreatif, Komunikasi)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan poster dan ide hemat
energinya.
o Guru merangkum berbagai cara penghematan
energi dan mengapresiasi ide siswa.
o Pengumuman proyek: Membuat model sederhana energi
alternatif. Siswa diminta membawa alat dan bahan.
(Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Pemanfaatan Sumber Energi Alternatif (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan cerita tentang masa
depan tanpa polusi dan dengan energi bersih.
o Mengingatkan kembali dampak energi fosil dan mengapa
kita butuh alternatif.
 Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Energi Alternatif: Guru memperkenalkan
berbagai sumber energi alternatif (surya, angin, air,
biomassa) melalui gambar/video. Guru bertanya: "Manakah
yang paling mungkin kita manfaatkan di sekitar kita?"
(Bermakna)
Gambar
o Proyek "Model Energi Alternatifku": Siswa dalam kelompok
merencanakan dan membuat model sederhana
pemanfaatan energi alternatif (misalnya, kincir angin dari
botol bekas, mobil tenaga surya mainan sederhana, atau
kompor tenaga surya dari kardus). Guru membimbing.
(Aktif, Kreatif, Kolaborasi, Menyenangkan)
o Uji Coba Model: Siswa mencoba menguji model yang
mereka buat dan mengamati prinsip kerjanya. (Penalaran
Kritis)
o Diskusi "Manfaat Energi Alternatif": Siswa berdiskusi
tentang manfaat energi alternatif bagi lingkungan dan
masa depan. (Kolaborasi)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan model mereka dan
menjelaskan prinsip kerjanya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya
pengembangan energi alternatif.
o Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha
siswa dalam proyek.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi, eksplorasi, dan
pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan.
o Poster Hemat Energi: Penilaian kreativitas, kejelasan
pesan, dan pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang jenis energi, dampak, upaya
penghematan, dan energi alternatif.
o Proyek "Model Energi Alternatifku": Penilaian produk
(fungsi, kreativitas, keterkaitan dengan prinsip energi)
dan proses (perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep).
(Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menjelaskan model dan pemahamannya tentang energi
alternatif.

K. Pemahaman Bermakna
Energi adalah penggerak utama kehidupan modern kita, namun sebagian
besar energi yang kita gunakan berasal dari sumber daya yang terbatas
dan menghasilkan polusi yang mempercepat perubahan iklim. Memahami
energi berarti menyadari bahwa setiap tindakan kecil dalam menggunakan
energi memiliki dampak besar bagi Bumi dan masa depan kita. Dari
mematikan lampu yang tidak terpakai hingga memanfaatkan energi
matahari, setiap upaya penghematan dan peralihan ke energi bersih
adalah langkah nyata dalam menjaga planet ini. Pemahaman ini akan
menumbuhkan kesadaran bahwa kita semua memiliki peran dalam
menjaga
keberlanjutan energi dan mitigasi perubahan iklim, serta mendorong
tanggung jawab kolektif untuk masa depan yang lebih hijau.

L. Materi Bahan Ajar


Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja, dan
sangat vital bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita
banyak menggunakan berbagai jenis energi, mulai dari energi listrik untuk
menyalakan lampu dan peralatan elektronik, energi kimia dari bahan
bakar fosil seperti bensin untuk kendaraan, hingga energi panas dari gas
untuk memasak. Sebagian besar energi yang kita gunakan saat ini
berasal dari bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam) yang
terbentuk dari sisa-sisa organisme purba. Namun, pembakaran bahan
bakar fosil menghasilkan gas rumah kaca yang memerangkap panas di
atmosfer, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, yang
berdampak pada cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan
masalah lingkungan lainnya.
Melihat dampak negatif dan sifat sumber energi fosil yang terbatas,
penghematan energi menjadi sangat penting. Penghematan energi berarti
menggunakan energi secara efisien dan mengurangi pemborosan.
Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah mematikan
lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan, memilih peralatan listrik
yang hemat energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
dengan berjalan kaki atau bersepeda, serta menggunakan air panas
secukupnya. Upaya penghematan ini bukan hanya mengurangi biaya,
tetapi juga secara signifikan membantu mengurangi emisi gas rumah
kaca dan memperlambat laju perubahan iklim.
Selain penghematan, pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif
atau energi terbarukan juga menjadi solusi penting. Energi alternatif
adalah sumber energi yang tidak akan habis dan lebih ramah lingkungan.
Contohnya adalah energi surya (dari matahari menggunakan panel surya),
energi angin (menggunakan turbin angin), energi air (dari aliran air seperti
PLTA), dan biomassa (dari bahan organik). Indonesia memiliki potensi
besar dalam pengembangan energi alternatif karena letaknya di garis
khatulistiwa yang kaya sinar matahari, serta memiliki banyak sungai dan
potensi angin. Memanfaatkan energi alternatif merupakan langkah
strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan
mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Apa satu ide paling menarik yang kalian dapatkan
tentang cara menghemat energi atau memanfaatkan
energi alternatif?
2. Apa tantangan terbesar saat membuat model energi
alternatifmu, dan bagaimana kalian mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu merasa lebih
bertanggung jawab terhadap lingkungan dan penggunaan
energi?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang hubungan antara penggunaan energi, perubahan
iklim, dan solusi yang ada?
2. Apakah proyek model energi alternatif berhasil memicu
kreativitas dan pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih memperkuat kesadaran dan
tindakan nyata siswa dalam penghematan energi dan energi
alternatif di luar kelas?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Energi di Rumahku
Tujuan: Mengidentifikasi penggunaan energi di rumah dan merumuskan
upaya penghematan.
Petunjuk:
1. Amati kegiatan sehari-hari di rumahmu selama satu hari penuh.
2. Isi tabel berikut dengan jenis alat, fungsinya, dan jenis
energi yang digunakan.
3. Berikan tanda centang (✓) pada kolom "Hemat" jika keluarga
Anda sudah melakukan upaya penghematan, atau tanda silang
(×) jika belum.
Upaya
Penghem Hem at Ide
Nama Jenis
N a tan (✓/ Penghem
Alat/KegiaFungsi Ener
o. yang ×) a tan
tan gi
Sudah (Jika
Dilakukan Belum)
(Jika Ada)
Mematikan
Penerang Listri k
1Lampu jika tidak
an
dipakai

Listri k
2Televisi Hiburan

Pendingi n Listri k
3Kulkas

Sepeda
Transport asiBens in
4 Motor/M
o bil

Kompor
5 Memasak Gas
Gas
4. Berdasarkan tabel di atas, diskusikan dengan kelompokmu:
Mengapa kita harus menghemat energi? Apa dampaknya jika
kita boros energi?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Upaya Penghematan Energi dan Pemanfaatan Sumber Energi
Alternatif
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjuk Memaha
Memahami Memahami
A. k an mi
beberapa semua
Pemaham sedikit sebagian
konsep, konsep
an pemaham besar
namun ada dengan
Konsep an konsep
kekeliruan. sangat
Energi tentang dengan
akurat dan
jenis/dam benar.
mendalam.
p ak
energi.
Tidak Mampu
mampu Mampu mengana Mampu
mengana menganalis li sis menganalisis
B. Analisis li sis is dampak dampak dampak
Masalah dampak sederhana dengan secara
Lingkungan energi namun cukup mendalam
terhadap kurang baik dan dan
lingkunga mendalam. mengaitk menjelaskan
n an keterkaitan
. konsep. kompleks.
Tidak Memberik Memberika
Memberika
dapat a n ide n ide
C. Ide n beberapa
memberik solusi/upa solusi/upay
Solusi ide namun
a n ide y a yang a yang
(Hemat & kurang
solusi/upa relevan sangat
Alternatif) inovatif/pra
y a yang dan relevan,
kti s.
relevan. cukup inovatif,
kreatif. dan praktis.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
D. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si berpartisi
kontribusi
p asi. , namun p asi
yang berarti.
ada yang dalam
pasif. diskusi.
Sering Kerjasam Anggot
E. Anggota
terjadi a kurang a
Kerjasam bekerja
konflik/tid optimal, bekerja
a Tim sama
a k ada masih sama
dengan
ada dengan
sangat
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
pembagia tumpang cukup efektif,
n tugas tindih baik dan saling
jelas. tugas. berbagi mendukung
tugas. .

Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
F. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.

Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
H. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Menggun
Tidak
Menggunak a kan Menggunaka
menggun
a n media media n media
I. a kan
namun yang yang sangat
Kreativitas media
kurang cukup menarik,
Media/Tam atau
menarik/efe menarik inovatif, dan
p ilan tampilan
kt if. dan efektif.
yang
membant
menarik.
u
presentas
i.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
J. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang

 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang


 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang energi nuklir
atau teknologi energi terbarukan yang lebih kompleks
(misalnya, panas bumi, gelombang laut).
o Membuat video pendek atau kampanye media sosial tentang
"Gerakan Hemat Energi Sekolahku".
o Merancang simulasi sederhana kota masa depan yang
menggunakan 100% energi terbarukan.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh
yang lebih konkret dan pertanyaan yang lebih terstruktur.
o Menggunakan video edukasi atau infografis sederhana
tentang jenis- jenis energi dan cara penghematannya.
o Mengulang kembali pembuatan model energi alternatif
dengan pendampingan langsung dari guru.

P. Glosarium
1. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja, seperti listrik, panas,
atau gerak.
2. Bahan Bakar Fosil: Sumber energi dari sisa organisme purba
(minyak bumi, batu bara, gas alam).
3. Energi Alternatif: Sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan
(surya, angin, air).

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Adiputra, I. G. S. (2019). Energi dan Perubahan Iklim: Pemahaman
Dasar untuk Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Curug,.....,...............20
25

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Sistem Tata Surya dan Kaitannya dengan Rotasi dan Revolusi Bumi
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/1
 Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Penalaran

Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi luar angkasa hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sistem tata
surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen
utama sistem tata surya (Matahari, planet, benda langit
lainnya) dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan konsep rotasi Bumi dan
dampaknya (terjadinya siang dan malam) melalui simulasi
sederhana.
3. Peserta didik mampu menjelaskan konsep revolusi Bumi
dan dampaknya (perubahan musim, perbedaan lama siang
dan malam) melalui simulasi sederhana.
4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara
pergerakan Bumi dan Bulan dengan fenomena alam
(gerhana Matahari, gerhana Bulan).
5. Peserta didik mampu merancang dan membuat model sederhana
sistem tata surya atau simulasi gerak Bumi.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan informasi
tentang tata surya dan pergerakan Bumi secara lisan
maupun tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Video atau animasi tentang tata surya, rotasi, dan revolusi Bumi
4. Bola dunia (globe), senter, bola kecil (sebagai Bulan)
5. Kertas karton, spidol, gunting, benang untuk membuat model tata
surya

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning dan Project-
Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, simulasi, eksperimen sederhana,
diskusi kelompok, presentasi, dan proyek.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba lihat ke langit saat siang dan malam.
Apa yang kalian lihat? Apakah benda-benda di langit selalu
berada di tempat yang sama? Mengapa Matahari muncul dan
terbenam?"
 Meaningful Learning: "Jika Bumi tidak berputar, apa yang akan
terjadi? Bisakah kita hidup jika selamanya siang atau selamanya
malam? Mengapa penting bagi kita untuk memahami bagaimana
Bumi bergerak?"
 Joyful Learning: "Jika kita bisa bepergian ke luar angkasa dan
mengunjungi setiap planet, planet mana yang paling ingin kalian
kunjungi dan mengapa? Apa yang akan kalian lakukan di sana?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Tata Surya dan Rotasi Bumi (4
JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi komponen tata surya dan memahami
rotasi Bumi.
 Inti (60 menit)
o Video Jelajah Tata Surya: Menayangkan video animasi tentang
sistem tata surya, memperkenalkan Matahari dan planet-
planet. Siswa diminta mencatat nama-nama planet dan
urutannya.
Gambar Solar system planets in order from the sun, vector
infographic (Menyenangkan, Bermakna)
o Diskusi "Siapa di Tata Surya Kita?": Siswa dibagi kelompok.
Masing-masing kelompok mendapatkan kartu berisi gambar
benda- benda langit. Mereka diminta mengelompokkan
mana yang planet, bintang, atau benda langit lainnya dan
berdiskusi singkat tentang ciri- cirinya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Rotasi Bumi: Guru menggunakan globe dan senter
untuk mendemonstrasikan rotasi Bumi (putaran pada
porosnya) dan menjelaskan bagaimana rotasi ini
menyebabkan terjadinya siang dan malam. Siswa secara
bergantian melakukan simulasi ini. (Aktif, Bermakna)
o Pencatatan Hasil Simulasi: Siswa mencatat hasil pengamatan
mereka dari simulasi dan menyimpulkan hubungan antara
rotasi Bumi dengan siang dan malam. (Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan planet dan
pemahaman mereka tentang rotasi Bumi. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan konsep rotasi Bumi.
o Guru memberikan tugas rumah: mengamati waktu
terbit dan terbenamnya Matahari selama beberapa
hari.
Pertemuan 3-4: Revolusi Bumi dan Dampaknya (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review materi rotasi Bumi dan mengaitkannya dengan
pergerakan Bumi yang lain.
 Inti (60 menit)
o Simulasi Revolusi Bumi: Guru kembali menggunakan globe
dan senter. Kali ini, guru atau satu siswa memegang senter
(sebagai Matahari), dan siswa lain membawa globe untuk
mengelilingi senter. Guru menjelaskan bahwa ini adalah
revolusi Bumi (gerak Bumi mengelilingi Matahari). (Aktif,
Bermakna)
o Diskusi Dampak Revolusi: Melalui simulasi, guru menjelaskan
bagaimana kemiringan poros Bumi saat berevolusi
menyebabkan perubahan musim dan perbedaan lama siang
dan malam di berbagai belahan Bumi. Siswa berdiskusi
dalam kelompok. (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Video Fenomena Musiman: Menayangkan video singkat
tentang perubahan musim di berbagai negara atau
perbedaan lama siang/malam. (Menyenangkan)
o Studi Kasus "Perubahan Cuaca di Indonesia": Guru bertanya,
"Indonesia tidak punya 4 musim, tapi kenapa kadang ada
musim hujan sangat panjang atau kemarau sangat kering?
Apa hubungannya dengan pergerakan Bumi dan Matahari?"
(Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum konsep revolusi Bumi dan dampaknya.
o Pengumuman proyek: Membuat model tata surya
sederhana atau simulasi gerak Bumi-Bulan-Matahari di
pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan
bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Interaksi Bumi, Bulan, Matahari dan Proyek Model (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"ilmuwan tata surya".
o Mengingatkan kembali pergerakan Bumi (rotasi dan revolusi).
 Inti (60 menit)
o Simulasi Gerhana: Guru menggunakan senter (Matahari),
globe (Bumi), dan bola kecil (Bulan) untuk
mendemonstrasikan bagaimana gerhana Matahari dan
gerhana Bulan terjadi akibat posisi ketiganya. (Aktif,
Bermakna)
o Diskusi "Mengapa Gerhana Tidak Setiap Bulan?": Siswa
berdiskusi mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan
meskipun Bulan mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi
Matahari. (Penalaran Kritis)
o Perencanaan Proyek "Model Tata Surya/Simulasi Gerak":
Siswa dalam kelompok merencanakan desain model tata
surya sederhana atau alat simulasi gerak Bumi-Bulan-
Matahari. Mereka membuat sketsa atau daftar bahan.
(Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat model/alat simulasi mereka.
Guru membimbing dan memberikan bantuan jika
diperlukan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan model/alat simulasi mereka.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
o Tugas: Mempersiapkan presentasi proyek di pertemuan
berikutnya.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi dan simulasi.
o Catatan Hasil Simulasi: Penilaian terhadap pemahaman
siswa tentang rotasi dan revolusi.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
o Sketsa Proyek: Penilaian perencanaan dan pemahaman konsep
awal.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang komponen tata surya, rotasi dan revolusi
Bumi, serta fenomena gerhana.
o Proyek "Model Tata Surya/Simulasi Gerak": Penilaian produk
(kreativitas, akurasi model, fungsi simulasi) dan proses
(perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan
rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menjelaskan model mereka dan konsep yang terkait.

K. Pemahaman Bermakna
Sistem tata surya kita adalah bagian dari alam semesta yang sangat luas,
dan Bumi adalah salah satu planet yang bergerak di dalamnya.
Memahami rotasi dan revolusi Bumi berarti kita menyadari bahwa
peristiwa sehari-hari seperti siang dan malam, serta perubahan musim, adalah
hasil dari gerakan teratur dan menakjubkan di alam semesta. Ini
menunjukkan betapa teraturnya ciptaan Tuhan dan bagaimana setiap
gerakan memiliki dampaknya sendiri. Pemahaman ini akan
menumbuhkan rasa kagum akan alam semesta, memicu rasa ingin tahu
ilmiah, dan membantu siswa memahami pentingnya waktu serta
penanggalan yang terkait dengan pergerakan benda-benda langit.
Mereka akan menyadari betapa kecilnya kita di alam semesta namun
memiliki peran besar dalam menjaga Bumi.
L. Materi Bahan Ajar
Sistem tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari
Matahari sebagai pusatnya, planet-planet, satelit alami (seperti Bulan),
asteroid, komet, dan benda- benda kecil lainnya yang bergerak
mengelilingi Matahari. Matahari adalah bintang pusat yang sangat besar
dan panas, menjadi sumber energi utama bagi seluruh planet. Planet-
planet di tata surya kita, dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari,
adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Setiap planet memiliki ciri khasnya masing-masing, dan
mereka semua bergerak dalam orbitnya mengelilingi Matahari.
Bumi, tempat kita tinggal, melakukan dua gerakan utama secara
bersamaan, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerakan Bumi
berputar pada porosnya sendiri. Bumi berotasi sekali dalam waktu sekitar
24 jam, dan gerakan inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan
malam. Bagian Bumi yang menghadap Matahari akan mengalami siang,
sedangkan bagian yang membelakangi Matahari akan mengalami malam.
Gerakan rotasi ini juga menyebabkan terjadinya perbedaan waktu di
berbagai belahan dunia, gerak semu harian Matahari, dan perubahan
arah angin.
Selain rotasi, Bumi juga melakukan revolusi, yaitu bergerak mengelilingi
Matahari dalam lintasan elips yang disebut orbit. Bumi membutuhkan
waktu sekitar 365¼ hari (satu tahun) untuk menyelesaikan satu kali
revolusi. Gerakan revolusi Bumi, yang diiringi dengan kemiringan sumbu
Bumi, menyebabkan terjadinya perubahan musim di berbagai belahan
dunia (musim panas, musim gugur, musim dingin, musim semi) dan
perbedaan lama siang dan malam sepanjang tahun. Interaksi antara
pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari juga bisa menyebabkan fenomena
alam seperti gerhana Matahari (saat Bulan berada di antara Matahari dan
Bumi) dan gerhana Bulan (saat Bumi berada di antara Matahari dan
Bulan).

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pelajaran tata surya ini yang paling
membuatmu takjub? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang Bumi
dan pergerakannya yang belum pernah kalian tahu
sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih memahami
pentingnya waktu dan mengapa ada siang dan malam?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah konsep rotasi dan revolusi Bumi dapat dipahami
dengan baik oleh peserta didik melalui simulasi? Bagian
mana yang perlu diperjelas?
2. Apakah proyek model tata surya/simulasi gerak berhasil
memicu kreativitas dan pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan
pengamatan langit malam (jika memungkinkan) atau
kunjungan ke planetarium (virtual/nyata) untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD 1: Eksperimen Gerak Bumi dan Bulan
Tujuan: Mensimulasikan gerak rotasi Bumi, revolusi Bumi, dan gerhana.
Alat dan Bahan:
 1 buah senter (sebagai Matahari)

 1 buah bola dunia/globe (sebagai Bumi)


 1 buah bola kecil (sebagai Bulan)
Petunjuk:
1. Percobaan 1: Rotasi Bumi
o Pegang globe. Putar globe pada porosnya (dari barat ke timur).
o Arahkan senter ke salah satu sisi globe.
o Amati: Bagian globe mana yang terang dan mana yang
gelap? Bagaimana ini menjelaskan terjadinya siang
dan malam?
2. Percobaan 2: Revolusi Bumi
o Satu teman memegang senter tetap di tengah.
o Satu teman memegang globe dan mengelilingi senter.
o Amati: Apakah ada perubahan pencahayaan pada
globe saat mengelilingi senter? Apa kaitannya dengan
musim?
3. Percobaan 3: Gerhana (Opsional/Demonstrasi Guru)
o Atur posisi senter (Matahari), globe (Bumi), dan bola kecil
(Bulan) sehingga:
Gerhana Matahari: Bola kecil berada di antara

senter dan globe.
 Gerhana Bulan: Globe berada di antara senter dan bola
kecil.
o Amati: Apa yang terjadi pada cahaya senter yang
mengenai globe/bola kecil saat gerhana?
4. Diskusikan dengan kelompokmu dan jawablah pertanyaan berikut:
o Jelaskan perbedaan antara rotasi dan revolusi Bumi!
o Apa dampak utama dari rotasi Bumi?
o Apa dampak utama dari revolusi Bumi?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Tata Surya dan Kaitannya dengan Rotasi dan Revolusi Bumi
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

A. Menunjukk Memahami Memahami Memahami


Pemahama n an sedikit beberapa sebagian semua
pemaham kompone besar kompone
a n, n
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Kompone n namun ada kompone dengan
n Tata tentang kekeliruan. n dengan sangat
Surya kompone benar. akurat dan
n tata mendalam.
surya.
Tidak Memahami
mampu Memahami Memaha konsep
B. menjelask konsep mi rotasi secara
Pemaham an rotasi konsep mendalam
a n Rotasi konsep namun rotasi dan
Bumi rotasi penjelasann dan menjelaskan
Bumi dan y a kurang dampakn dampaknya
dampakn jelas. ya secara
y a. dengan komprehensi
baik. f.
Tidak Memahami
Memahami Memaha
mampu konsep
konsep mi
C. menjelas revolusi
revolusi konsep
Pemaham k an secara
namun revolusi
an konsep mendalam
penjelasan dan
Revolusi revolusi dan
ny a kurang dampakn
Bumi Bumi menjelaskan
jelas. ya
dan dampaknya
dengan
dampakn secara
baik.
y a. komprehensif
.
Mampu
mengana
Mampu
li sis
Tidak Mampu menganalisis
gerhana
mampu menganalis gerhana
dengan
D. menganal is gerhana secara
cukup
Analisis i sis sederhana mendalam
baik dan
Gerhana penyebab namun dan
mengaitk
gerhana. kurang menjelaskan
a n posisi
jelas. posisi benda
benda
langit dengan
langit.
akurat.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
E. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi si
berpartisi
p asi. , namun kontribusi
p asi
ada yang yang berarti.
dalam
pasif.
diskusi.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
F. konflik/tid bekerja
optimal, dengan
Kerjasam a k ada sama
masih ada cukup
a Tim pembagia dengan
tumpang baik dan
n tugas sangat
tindih berbagi
jelas. efektif,
tugas. tugas.
saling
mendukung.
Cukup
menghar
Menolak Sangat
g ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabai mengharg mendengarka
G. yang
k an ai n, dan
Toleransi berbeda
pendapat pendapat mempertimb
Pendapat dan
anggota yang an gkan
mencoba
lain. berbeda. semua
memaha
pendapat.
mi
.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktu
terstruktur,
Penyampai tidak masih r, mudah
dan mudah
an terstruktu membingu dipahami.
diikuti.
r. ng kan.

Menggun Menggunak
Menggun Menggunaka
a kan a n bahasa
I. a kan n bahasa
bahasa yang cukup
Pengguna bahasa yang sangat
yang baik,
an yang baik,
kurang namun ada
Bahasa baik dan persuasif,
tepat/bak kesalahan.
lugas. dan lugas.
u.
Tidak
Menggunak Menggun Menggunaka
menggun
J. a n media a kan n media
a kan
Kreativitas namun media yang sangat
media
Media/Tamp kurang yang menarik,
atau
ilan menarik/efe cukup inovatif, dan
tampilan
kt if. menarik efektif.
yang
dan
menarik.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
membant
u
presentas
i.
Menguasa
Cukup i materi Sangat
Tidak
K. menguasa dengan menguasai
menguas
Penguasaan i, namun baik dan materi,
ai materi
Materi sering menjawa percaya diri,
saat
ragu- b dan
presentas
ragu. pertanyaa argumentatif.
i.
n
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang planet-planet
lain di tata surya (ciri- ciri, satelitnya), atau fenomena langit
lainnya seperti komet, asteroid, atau galaksi.
o Membuat poster infografis yang lebih detail tentang salah satu
planet.
o Menjadi "pemandu wisata luar angkasa" bagi teman-
teman yang membutuhkan bantuan.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-
gambar yang lebih jelas dan pertanyaan yang lebih
sederhana untuk diisi.
o Menggunakan video edukasi atau simulasi online yang lebih
interaktif dan sederhana tentang rotasi dan revolusi Bumi.
o Mengulang kembali simulasi gerak Bumi dengan
pendampingan langsung dari guru.
P. Glosarium
1. Rotasi: Gerakan benda berputar pada porosnya sendiri
(misalnya, Bumi berputar pada porosnya).
2. Revolusi: Gerakan benda mengelilingi benda lain dalam lintasan
tertentu (misalnya, Bumi mengelilingi Matahari).
3. Orbit: Lintasan elips yang dilalui benda langit saat mengelilingi benda
lain.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Sulistyowati, I. (2020). Pengantar Ilmu Pengetahuan Bumi dan
Antariksa. Yogyakarta: Deepublish.

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia melalui Peta
Konvensional/Digital
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/2
 Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi peta Indonesia hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami letak dan kondisi
geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-
komponen peta (judul, skala, legenda, arah mata angin)
dengan benar.
2. Peserta didik mampu menunjukkan letak geografis
Indonesia (letak lintang dan bujur) pada peta
konvensional/digital.
3. Peserta didik mampu menjelaskan kondisi geografis
Indonesia sebagai negara kepulauan, maritim, dan
agraris.
4. Peserta didik mampu menganalisis dampak letak dan kondisi
geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat
(ekonomi, sosial, budaya, potensi sumber daya alam).
5. Peserta didik mampu menggunakan peta digital (misalnya
Google Maps) untuk mencari informasi lokasi dan rute.
6. Peserta didik mampu menyajikan informasi tentang potensi
daerah berdasarkan letak geografisnya dalam bentuk
sederhana (poster/presentasi).

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Peta fisik Indonesia (peta dinding) dan globe
4. Gawai/smartphone (jika memungkinkan) untuk akses peta digital
5. Kertas karton, spidol warna, alat tulis

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning
dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi peta, eksplorasi digital, diskusi
kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek sederhana.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba bayangkan kamu sedang terbang tinggi di
atas Indonesia. Pulau-pulau apa saja yang kamu lihat? Bentuknya
seperti apa ya?"
 Meaningful Learning: "Mengapa Indonesia disebut negara
kepulauan? Apa untungnya punya banyak pulau? Apa
tantangannya?"
 Joyful Learning: "Jika kamu adalah penjelajah yang akan
menjelajahi Indonesia, pulau mana yang paling ingin kamu
kunjungi pertama kali dan mengapa? Apa saja yang akan kamu
cari di sana?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Peta dan Letak Geografis Indonesia (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning"
dan "Joyful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami
peta dan letak geografis Indonesia.
 Inti (60 menit)
o Eksplorasi Peta Fisik: Guru menunjukkan peta dinding
Indonesia. Siswa diminta mengidentifikasi komponen-
komponen peta (judul, skala, legenda, arah mata angin).
Guru menjelaskan fungsi masing- masing. (Aktif,
Bermakna)
o Menemukan Letak Indonesia: Siswa secara berkelompok
diminta mencari letak geografis Indonesia (lintang dan bujur)
pada peta, serta menyebutkan batas-batas wilayahnya
(samudra dan benua). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Perkenalan Peta Digital: Guru menunjukkan contoh
penggunaan peta digital (misalnya Google Maps) di
laptop/proyektor. Guru menjelaskan perbedaan dan
persamaan dengan peta konvensional. (Menyenangkan)
o Latihan Peta Digital: Jika memungkinkan, siswa menggunakan
gawai atau komputer untuk mencari lokasi sekolah, rumah,
atau tempat wisata terdekat menggunakan peta digital.
(Aktif, Kreatif, Kemandirian)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan mereka tentang letak
Indonesia dan pengalaman menggunakan peta digital.
(Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya peta dan
bagaimana peta membantu kita memahami lokasi.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu nama 5 pulau
besar di Indonesia.
Pertemuan 3-4: Kondisi Geografis: Kepulauan, Maritim, dan Agraris (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review letak geografis Indonesia dan mengaitkannya
dengan kondisi fisiknya.
 Inti (60 menit)
o Diskusi "Negara Kepulauan": Siswa mengamati peta lagi. Guru
bertanya: "Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan?
Berapa banyak pulaunya?" Diskusikan manfaat dan
tantangan sebagai negara kepulauan (keragaman budaya,
transportasi laut, dll.). (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Negara Maritim": Guru menunjukkan
gambar/video tentang aktivitas di laut Indonesia (nelayan,
pelabuhan, pariwisata bahari). Siswa berdiskusi:
"Mengapa Indonesia disebut negara maritim? Apa saja
kekayaan laut kita?" (Bermakna)
o Studi Kasus "Negara Agraris": Guru menunjukkan
gambar/video tentang lahan pertanian, perkebunan, dan
peternakan di Indonesia. Siswa berdiskusi: "Mengapa
Indonesia disebut negara agraris? Hasil pertanian apa saja
yang terkenal?" (Bermakna)
o Identifikasi Potensi Daerah: Siswa dalam kelompok
mengidentifikasi potensi sumber daya alam (pertanian,
perikanan, tambang) dari salah satu pulau besar di Indonesia
melalui buku atau sumber digital. (Kemandirian, Penalaran
Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum kondisi geografis Indonesia sebagai
negara kepulauan, maritim, dan agraris.
o Pengumuman proyek: Membuat poster/presentasi mini
tentang potensi daerah berdasarkan kondisi geografis. Siswa
diminta membawa alat dan bahan.
Pertemuan 5-6: Dampak Kondisi Geografis dan Presentasi Proyek (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"peneliti potensi daerah".
o Mengingatkan kembali kondisi geografis Indonesia.
 Inti (60 menit)
o Diskusi "Dampak Geografis": Guru memfasilitasi diskusi
tentang dampak letak dan kondisi geografis Indonesia
terhadap:
 Ekonomi: perdagangan, pariwisata, pertanian, perikanan.
 Sosial Budaya: keragaman suku, bahasa, adat istiadat.
 Iklim: dua musim (hujan dan kemarau).
 Potensi Bencana: gempa, tsunami (jika ada waktu).
(Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Perencanaan Proyek "Potensi Daerahku": Siswa dalam
kelompok merancang poster atau presentasi mini tentang
potensi alam dan budaya di daerah tertentu di Indonesia,
berdasarkan letak geografisnya. (Kreatif, Kolaborasi)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat poster atau slide presentasi
mereka. Guru membimbing. (Aktif, Kreatif, Kemandirian)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih presentasi dalam kelompok
kecil.
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka di
depan kelas. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan betapa kayanya
Indonesia berkat kondisi geografisnya.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi dan eksplorasi peta.
o Latihan Peta Digital: Penilaian kemampuan siswa
menggunakan aplikasi peta digital.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang komponen peta, letak geografis, kondisi
geografis, dan dampaknya.
o Proyek "Potensi Daerahku" (Poster/Presentasi): Penilaian produk
(kreativitas, kelengkapan informasi, relevansi dengan tema)
dan proses (perencanaan, kerjasama, penyampaian).
(Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa
dalam menyampaikan informasi secara jelas dan
menarik.

K. Pemahaman Bermakna
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di posisi
strategis. Memahami letak dan kondisi geografis Indonesia berarti kita
menyadari bahwa kekayaan alam dan keragaman budaya yang kita miliki
adalah anugerah yang tak ternilai dari Tuhan dan juga hasil dari posisi unik
negara kita di dunia. Dari pegunungan yang subur hingga lautan yang
kaya, setiap aspek geografis membentuk identitas dan potensi bangsa.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga menjadi
bagian dari Indonesia, serta mendorong kesadaran akan tanggung jawab
untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak demi
keberlanjutan. Ini juga akan membuka wawasan tentang pentingnya
peran Indonesia dalam konteks global.
L. Materi Bahan Ajar
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Asia
Tenggara, di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia,
serta di antara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak ini disebut sebagai letak geografis. Secara astronomis, Indonesia
terletak antara 6∘ LU - 11∘ LS dan 95∘ BT
- 141∘ BT. Posisi strategis ini menjadikan Indonesia sebagai jalur
perdagangan dan pelayaran internasional yang penting, sekaligus
memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi karena dilalui oleh garis
khatulistiwa. Kondisi geografis ini memberikan Indonesia kekayaan
sumber daya alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut. Sebagai
negara kepulauan, Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil,
dengan pulau-pulau utama seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua. Jumlah pulau yang sangat banyak ini membentuk karakteristik
Indonesia yang unik, yaitu memiliki keanekaragaman suku, bahasa, adat
istiadat, dan budaya yang sangat tinggi. Selain itu, dengan garis pantai
terpanjang kedua di dunia, Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim.
Wilayah perairan Indonesia yang luas menyimpan potensi kelautan yang
luar biasa, mulai dari hasil perikanan yang melimpah, keindahan bawah
laut untuk pariwisata, hingga sumber daya mineral di dasar laut. Hal ini
juga berarti transportasi laut menjadi sangat vital untuk menghubungkan
antar pulau.
Di sisi lain, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian
besar penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian dan memiliki
lahan subur yang luas. Kesuburan tanah ini didukung oleh iklim tropis dan
keberadaan gunung berapi yang menghasilkan tanah vulkanik yang kaya
mineral. Berbagai jenis tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan
tumbuh subur di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu
produsen komoditas pertanian penting di dunia. Kondisi geografis yang
beragam ini membawa dampak positif dan juga tantangan, seperti potensi
bencana alam geologis (gempa bumi, gunung meletus) yang harus
diwaspadai, namun juga kekayaan sumber daya yang tak terbatas untuk
kesejahteraan bangsa.

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling membuatmu bangga menjadi warga negara
Indonesia setelah mempelajari letak dan kondisi
geografisnya?
2. Apa satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia
karena kondisi geografisnya, dan bagaimana kita bisa
membantu mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini mengubah caramu melihat
peta atau aplikasi peta di ponselmu?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan
letak serta kondisi geografis Indonesia dengan baik?
Konsep mana yang perlu diperdalam?
2. Apakah penggunaan peta digital dan proyek mini berhasil
memicu minat dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan informasi
tentang kearifan lokal atau isu-isu lingkungan terkait
geografi Indonesia dalam pembelajaran selanjutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksplorasi Peta Indonesia
Tujuan: Mengidentifikasi komponen peta dan menentukan letak geografis
Indonesia.
Alat dan Bahan:
 Peta fisik Indonesia

 Alat tulis
Petunjuk:
1. Amati peta fisik Indonesia yang disediakan guru.
2. Identifikasi komponen peta:
o Tuliskan Judul Peta: .............................................
o Sebutkan Skala Peta: .............................................
o Sebutkan 3 simbol yang ada di Legenda Peta dan artinya:
1.............................................. (Artinya:
. )
2.............................................. (Artinya:
. )
3.............................................. (Artinya:
. )
o Gambarkan Arah Mata Angin yang ada di peta:
Gambar Creative vector illustration of wind rose magnetic
compass isolated on transparent background. Art design for
global travel, tourism, exploration. Concept graphic element
for navigation, orientation
3. Tentukan Letak Geografis Indonesia:
o Tuliskan Batas Utara Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Selatan Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Barat Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Timur Indonesia: .............................................
4. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa penting bagi
kita untuk memahami cara membaca peta?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik) (Sangat
) ) Baik)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Memahami
Menunjukk Memaha
A. Memaham semua
a n sedikit mi
Pemaham i beberapa komponen
pemaham sebagian
an komponen peta
an besar
Kompone , namun dengan
tentang kompone
n Peta ada sangat
komponen n dengan
kekeliruan. akurat dan
peta. benar.
mendalam.
Tidak Mampu Mampu
Mampu
B. mampu mengident mengident
mengidentifi
Identifikas mengident ifi kasi ifi kasi
ka si
i Letak ifi kasi sebagian letak/bata
letak/batas
Geografis letak/bata namun s dengan
dengan
s ada cukup
sangat
Indonesia. kekeliruan. baik.
akurat.
Menjelask
Tidak Menjelaska an Menjelaska
C. mampu n beberapa kondisi n kondisi
Pemaham menjelask kondisi geografis geografis
an a n kondisi namun (kepulaua secara
Kondisi geografis kurang n, komprehen
Geografis Indonesia. mendalam. maritim, sif dan
agraris) detail.
dengan
baik.
Mampu
Mampu Mampu
Tidak menganali
menganalis menganalisis
D. mampu si s
i s dampak dampak
Analisis menganali dampak
sederhana secara
Dampak si s dengan
namun mendalam
Geografi dampak cukup
kurang dan
s geografis. baik dan
jelas. beragam.
relevan.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota
E. anggota anggota anggota
aktif dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberika
Anggota berpartisip s i, namun berpartisi
n
a si. ada yang pa si
kontribusi
pasif. dalam
yang
diskusi.
berarti.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja
konflik/tida optimal,
Kerjasam dengan sama
k ada masih ada
a Tim cukup dengan
pembagia tumpang
baik dan sangat
n tugas tindih
berbagi efektif,
jelas. tugas.
tugas. saling
mendukung.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
G. mengabai mengharg mendengark
pendapat
Tolerans k an ai a n, dan
yang
i pendapat pendapat mempertimb
berbeda
Pendapa anggota yang an gkan
dan
t lain. berbeda. semua
mencoba
pendapat.
memaham
i.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur jelas,
Penyamp tidak masih , mudah terstruktur,
ai an terstruktur membingu dipahami. dan mudah
. ng kan. diikuti.

Menggunak
Mengguna Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. k an n bahasa
yang cukup k an
Pengguna bahasa yang sangat
baik, bahasa
an yang baik,
namun ada yang baik
Bahasa kurang persuasif,
kesalahan. dan lugas.
tepat/bak dan lugas.
u.
Tidak Mengguna
Menggunak Menggunaka
mengguna k an
J. a n media n media
k an media
Kreativita namun yang sangat
media yang
s kurang menarik,
atau cukup
Media/Ta menarik/efe inovatif, dan
tampilan menarik
m pilan k tif. efektif.
yang dan
menarik. membant
u
presentasi
.
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai
menguas dengan materi,
Penguasa , namun
ai materi baik dan percaya
a n Materi sering
saat menjawab diri, dan
ragu-
presentas pertanyaa argumentat
ragu.
i. n. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang provinsi-
provinsi di Indonesia, ikon- ikon khas daerah (makanan,
tarian, pakaian adat), atau potensi pariwisata yang belum
dieksplorasi.
o Membuat presentasi digital lebih rinci menggunakan aplikasi
presentasi (misalnya Google Slides) tentang satu provinsi
pilihan.
o Menjadi "pemandu peta" bagi teman-teman yang
membutuhkan bantuan.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-
gambar peta yang lebih sederhana dan pertanyaan yang
lebih terfokus.
o Menggunakan video edukasi sederhana tentang komponen
peta dan letak geografis.
o Mengulang kembali latihan penggunaan peta digital
dengan pendampingan langsung dari guru.

P. Glosarium
1. Geografis: Berkaitan dengan ciri-ciri permukaan bumi, iklim, dan
populasi suatu daerah.
2. Kepulauan: Gugusan pulau-pulau yang membentuk suatu negara.
3. Maritim: Berhubungan dengan laut, pelayaran, atau perniagaan di
laut.
Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, B. (2019). Geografi Indonesia untuk Sekolah Dasar.
Surakarta: Mediatama.

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Sejarah Perjuangan Para Pahlawan di Lingkungan Sekitar Tempat
Tinggal
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Reni Susilawati [Link]
 Satuan Pendidikan: MIS Al-Madani Darussalam
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/2
 Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi kisah-kisah pahlawan


di sekitar kita, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah
melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sejarah
perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat
tinggalnya.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan
lokal (di daerah Jember dan sekitarnya) yang berjuang
melawan penjajah dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan bentuk-bentuk
perjuangan yang dilakukan para pahlawan lokal tersebut.
3. Peserta didik mampu menganalisis dampak perjuangan
pahlawan lokal terhadap kondisi masyarakat saat itu dan
kemerdekaan Indonesia.
4. Peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber (wawancara, buku, internet) tentang sejarah
perjuangan di lingkungan sekitarnya.
5. Peserta didik mampu menyajikan hasil penelusuran sejarah
perjuangan pahlawan lokal dalam bentuk kreatif (peta
pahlawan, komik sejarah, drama singkat).
6. Peserta didik mampu menunjukkan sikap nasionalisme dan
patriotisme dengan meneladani nilai-nilai perjuangan
pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Peta wilayah Jember atau Jawa Timur
4. Alat dan bahan untuk proyek (kertas karton, spidol warna, alat
tulis, bahan daur ulang untuk diorama)
5. Narasumber lokal (sesepuh/sejarawan lokal/veteran, jika
memungkinkan)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-
Based Learning dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, wawancara (simulasi/nyata),
diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek kreatif.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar dan
bayangkan. Pernahkah kalian melihat nama jalan atau monumen
di sekitar sekolah atau rumahmu yang namanya diambil dari
nama pahlawan? Siapa ya kira-kira mereka?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa para pahlawan
itu rela berjuang bahkan mengorbankan nyawa mereka?
Apa yang mereka perjuangkan?"
 Joyful Learning: "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan bertemu
dengan salah satu pahlawan di daerah kita, siapa yang ingin kamu
temui dan pertanyaan apa yang akan kamu ajukan kepadanya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Konsep Pahlawan dan Perjuangan di Lingkungan
Sekitar (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful
Learning" dan "Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
memahami makna pahlawan dan perjuangan.
 Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Siapa Itu Pahlawan?": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang arti pahlawan. "Apakah pahlawan itu
harus mengangkat senjata? Adakah pahlawan di sekitar kita
saat ini?" Guru mengarahkan pada pahlawan kemerdekaan.
(Komunikasi, Penalaran Kritis)
o Eksplorasi Nama Jalan/Monumen: Guru meminta siswa
menyebutkan nama jalan atau monumen pahlawan yang ada
di sekitar sekolah atau rumah mereka (khususnya di Jember
dan sekitarnya). Guru menunjukkan lokasinya di peta Jember.
(Aktif, Bermakna)
o Video Singkat Sejarah Lokal (jika ada): Menayangkan video
pendek atau beberapa gambar tentang perjuangan di Jember
atau Jawa Timur bagian timur pada masa penjajahan.
(Menyenangkan, Bermakna)
o Pencarian Informasi Awal: Siswa secara berkelompok diminta
mencari informasi awal (dari buku atau internet jika
tersedia) tentang salah satu tokoh pahlawan lokal di Jember
(misalnya: Letkol Moch. Sroedji, Kolonel Singosari, atau
tokoh pejuang lain yang dikenal di
Jember). Mereka mencari tahu siapa dia dan bagaimana
perjuangannya secara umum. (Kolaborasi, Kemandirian)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan awal mereka. (Komunikasi)
o Guru merangkum pentingnya mengenal pahlawan lokal
dan peran mereka.
o Guru memberikan tugas rumah: bertanya kepada orang
tua/kakek- nenek tentang kisah perjuangan di daerah
mereka.
Pertemuan 3-4: Menggali Kisah Perjuangan Pahlawan Lokal (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah dan kaitannya dengan materi hari ini.
 Inti (60 menit)
o Sesi Narasumber (opsional/simulasi): Jika memungkinkan,
mengundang sesepuh/veteran/sejarawan lokal untuk berbagi
kisah perjuangan di Jember. Jika tidak, guru bisa
membacakan kisah perjuangan pahlawan lokal yang relevan.
Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. (Bermakna,
Aktif)
o Studi Kasus Perjuangan Pahlawan Lokal: Guru menyajikan
beberapa studi kasus (berbentuk teks singkat atau
gambar) tentang bentuk-bentuk perjuangan para pahlawan
di Jember atau daerah sekitar (misalnya, pertempuran,
strategi gerilya, peran dalam organisasi). (Penalaran Kritis)
o Diskusi Kelompok "Bentuk Perjuangan Pahlawan": Siswa
dalam kelompok menganalisis bentuk perjuangan dari studi
kasus yang diberikan (misalnya, pertempuran di Tanggul,
perjuangan gerilya di Kalibaru, atau peran tokoh di masa
revolusi fisik di Jember). Mereka mendiskusikan mengapa
bentuk perjuangan itu penting dan bagaimana dampaknya.
(Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Menuliskan Jejak Perjuangan: Setiap kelompok membuat poin-
poin penting tentang kisah dan bentuk perjuangan dari
pahlawan lokal yang mereka telusuri, termasuk tempat-
tempat bersejarah terkait perjuangan tersebut di Jember.
(Kreatif)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum berbagai bentuk perjuangan dan
mengaitkannya dengan nilai-nilai kepahlawanan.
o Pengumuman proyek: Membuat proyek kreatif tentang
perjuangan pahlawan lokal. Siswa diminta
mempersiapkan ide dan bahan.
Pertemuan 5-6: Proyek Kreatif dan Presentasi (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi
"seniman sejarah".
o Mengingatkan kembali pentingnya meneladani perjuangan
pahlawan.
 Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek Kreatif: Siswa dalam kelompok memilih
salah satu bentuk proyek (peta pahlawan, komik sejarah,
diorama pertempuran, drama singkat) tentang perjuangan
pahlawan di Jember. Mereka membuat rencana detail (sketsa,
dialog, daftar bahan). (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat proyek mereka. Guru membimbing dan
memberikan bantuan jika diperlukan, memastikan proyek
relevan dengan data yang sudah dikumpulkan. (Aktif, Kreatif,
Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi/Pementasan: Siswa berlatih presentasi
atau pementasan proyek mereka dalam kelompok kecil.
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan atau menampilkan
proyek mereka di depan kelas. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan nilai-nilai perjuangan
pahlawan dan bagaimana mereka bisa diterapkan di
masa kini.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses
pembelajaran dan hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi dan pencarian informasi.
o Catatan Hasil Wawancara/Pencarian Informasi: Penilaian
terhadap kelengkapan dan relevansi informasi yang
dikumpulkan siswa.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan
argumen yang disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep
dasar dan tokoh pahlawan lokal.
o Sketsa/Rancangan Proyek: Penilaian perencanaan dan
pemahaman konsep awal.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang tokoh pahlawan lokal, bentuk
perjuangan, dan dampaknya.
o Proyek Kreatif "Kisah Pahlawan Lokal": Penilaian produk
(kreativitas, akurasi informasi, estetika) dan proses
(perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan
rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi/Penampilan Proyek: Penilaian kemampuan siswa
dalam menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan
menjiwai semangat kepahlawanan.

K. Pemahaman Bermakna
Sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar kita bukanlah sekadar
cerita usang di masa lalu, melainkan cerminan dari semangat,
pengorbanan, dan nilai-nilai luhur yang membentuk bangsa ini.
Memahami kisah mereka berarti kita menyadari
bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan dan
kegigihan para leluhur, bahkan di daerah tempat kita tinggal. Ini
menumbuhkan rasa syukur, bangga akan identitas lokal dan nasional,
serta memupuk semangat patriotisme. Peserta didik akan belajar tentang
keberanian, persatuan, dan ketulusan hati yang dapat diteladani dalam
kehidupan sehari-hari, serta memahami bahwa menjadi pahlawan di masa
kini adalah dengan berkontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.

L. Materi Bahan Ajar


Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan
tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di setiap pelosok
negeri, termasuk di lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Perjuangan
melawan penjajah dilakukan oleh banyak tokoh lokal yang mungkin
namanya tidak sepopuler pahlawan nasional, namun peran dan
pengorbanan mereka sangatlah besar dalam mempertahankan
daerahnya. Di wilayah Jember, Jawa Timur, misalnya, terdapat beberapa
tokoh pejuang yang gigih melawan penjajahan, seperti Letkol Moch.
Sroedji yang merupakan komandan sektor pertahanan dan memimpin
pasukan dalam berbagai pertempuran sengit melawan Belanda, serta
tokoh-tokoh lain yang bergerilya di daerah tapal kuda Jawa Timur. Mereka
berjuang dengan berbagai cara, mulai dari pertempuran fisik, perlawanan
diplomasi, hingga pergerakan bawah tanah.
Bentuk-bentuk perjuangan para pahlawan lokal ini sangat beragam,
disesuaikan dengan kondisi dan strategi yang memungkinkan. Ada yang
memimpin perlawanan bersenjata dengan taktik gerilya di hutan atau
perkebunan, ada yang mengorganisir rakyat untuk melakukan perlawanan
non-fisik, dan ada pula yang berperan dalam mengumpulkan informasi
atau logistik untuk mendukung perjuangan. Mereka menggunakan segala
sumber daya yang ada di sekitar mereka untuk melawan kekuatan
penjajah yang lebih modern dan lengkap. Misalnya, pasukan gerilya sering
memanfaatkan medan alam yang sulit untuk melakukan serangan
mendadak dan kemudian bersembunyi. Perjuangan ini sering kali
melibatkan seluruh lapisan masyarakat, menunjukkan semangat
persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi musuh.

Perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar memiliki dampak yang


sangat besar, baik bagi daerah tersebut maupun bagi kemerdekaan
Indonesia secara keseluruhan. Mereka berhasil mempertahankan wilayah
dari serangan musuh, mengganggu logistik dan strategi penjajah, serta
menjaga semangat perlawanan rakyat agar tidak padam. Meskipun
beberapa pertempuran mungkin tidak selalu berakhir dengan
kemenangan militer, namun semangat juang dan pengorbanan mereka
menjadi inspirasi bagi perjuangan di daerah lain. Kisah-kisah ini
menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan
kolektif yang melibatkan seluruh rakyat, dari Sabang sampai Merauke,
termasuk pahlawan- pahlawan di lingkungan sekitar kita yang telah
berjuang dengan gigih demi tanah air.

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Siapa pahlawan lokal dari Jember yang kisahnya
paling menginspirasimu? Mengapa?
2. Apa satu nilai perjuangan yang paling ingin kamu
terapkan dalam kehidupan sehari-harimu sebagai bentuk
penghargaan kepada pahlawan?
3. Bagaimana pembelajaran tentang pahlawan lokal ini
membuatmu merasa lebih mencintai daerah tempat
tinggalmu?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang perjuangan pahlawan lokal dan relevansinya
dengan kehidupan saat ini?
2. Apakah proyek kreatif berhasil memicu minat siswa untuk
menggali dan menyajikan sejarah lokal?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih melibatkan komunitas lokal
(misalnya, museum mini, kunjungan ke situs sejarah) untuk
memperkaya pengalaman belajar siswa?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Pahlawan di Daerahku
Tujuan: Mengumpulkan informasi tentang pahlawan lokal dan bentuk
perjuangannya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Pilih satu tokoh pahlawan lokal dari Jember atau daerah
sekitarnya (sesuai arahan guru atau hasil diskusi).
3. Carilah informasi tentang pahlawan tersebut dari buku, internet,
atau dengan bertanya kepada orang tua/narasumber (jika
memungkinkan).
4. Isi tabel berikut dengan informasi yang kalian temukan:

Keterangan (Isikan hasil


No. Informasi yang Dicari
pencarianmu)

1. Nama Lengkap Pahlawan

Asal Daerah (tempat


2.
tinggal/basis perjuangan)

Tahun berapa (perkiraan) dia


3. Masa Perjuangan
berjuang?

(Contoh: pertempuran, gerilya,


4. Bentuk Perjuangan diplomasi, mengumpulkan
rakyat, dll.)

Dampak/Hasil Perjuangan (bagi Apa yang berhasil dicapai dari


5.
daerah/kemerdekaan) perjuangannya?
Keterangan (Isikan hasil
No. Informasi yang Dicari
pencarianmu)

(Contoh: keberanian, pantang


6. Nilai-nilai Keteladanan menyerah, persatuan, cinta
tanah air)

(Contoh: monumen, makam,


Tempat Bersejarah terkait
7. tempat pertempuran yang
Pahlawan (jika ada)
dikenal di Jember)
5. Berdasarkan informasi di atas, diskusikan dengan kelompokmu:
Mengapa penting bagi kita untuk mengenang dan meneladani
para pahlawan ini?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sejarah Perjuangan Pahlawan di Lingkungan Sekitar
Aspek Skala 1 Skala Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang 2 (Baik) (Sangat
) (Cukup Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Mengident
Hanya ifi kasi Mengidentifi
A. Mengidentif
menyebut nama dan ka si nama
Identifikas ik asi nama
k an informasi dan
i Tokoh dan sedikit
nama, penting informasi
Pahlawan informasi.
kurang dengan lengkap
detail. baik. serta
relevan.
Tidak Menjelaska
Menjelask Menjelaska
B. mampu n sebagian
a n bentuk n bentuk
Pemaham menjelask bentuk
perjuanga perjuangan
an an bentuk perjuangan
n dengan secara rinci
Bentuk perjuanga namun
cukup dan akurat.
Perjuanga n. kurang
jelas.
n jelas.
Tidak
Menganalisi
mampu Menganalis Menganalisis
s dampak
C. Analisis mengana i s dampak dampak
sederhana
Dampak li sis dengan secara
namun
Perjuanga dampak cukup baik mendalam
kurang
n perjuang dan dan
mendalam.
a n. relevan. komprehensi
f.
Aspek Skala 1 Skala Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang 2 (Baik) (Sangat
) (Cukup Baik)
)
Mengumpul Mengump Mengumpulk
Informasi
D. k an ul kan a n informasi
tidak
Pengump sebagian informasi yang sangat
lengkap
ul an informasi, yang lengkap,
atau tidak
Informasi ada yang cukup akurat, dan
relevan.
kurang lengkap beragam.
akurat. dan
relevan.
II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1- Sebagian besar
anggota aktif
E. 2 anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberikan
Anggota berpartisi s i, namun berpartisi
kontribusi
p asi. ada yang pa si
yang berarti.
pasif. dalam
diskusi.
Sering Anggota
Kerjasama
terjadi bekerja Anggota
kurang
F. konflik/ti sama bekerja sama
optimal,
Kerjasama da k ada dengan dengan
masih ada
Tim pembagi cukup baik sangat
tumpang
a n tugas dan efektif, saling
tindih
jelas. berbagi mendukung.
tugas.
tugas.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
mengabai menghargai mendengarka
G. pendapat
k an pendapat n
Toleransi yang
pendapat yang , dan
Pendapat berbeda
anggota berbeda. mempertimb
dan
lain. an gkan
mencoba
semua
memaham
pendapat.
i.
III.
Presentasi
Siswa

H. Sulit Cukup Jelas dan


Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, jelas terstruktur
terstruktur,
Penyamp tidak namun , mudah
dan mudah
ai an terstruktu kadang dipahami.
diikuti.
r. masih
Aspek Skala 1 Skala Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang 2 (Baik) (Sangat
) (Cukup Baik)
)
membingun
g kan.

Menggun
Menggunak
a kan Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. bahasa n bahasa
yang cukup k an
Pengguna yang yang sangat
baik, bahasa
an kurang baik,
namun ada yang baik
Bahasa tepat/bak persuasif,
kesalahan. dan lugas.
u dan lugas.
.
Tidak
Menggunak Mengguna Menggunaka
menggun
J. a n media k an media n media
a kan
Kreativita namun yang yang sangat
media
s kurang cukup menarik,
atau
Media/Ta menarik/efe menarik inovatif, dan
tampilan
m pilan k tif. dan efektif.
yang
membantu
menarik.
presentasi.
Menguasai Sangat
Tidak Cukup
materi menguasai
K. menguas menguasai
dengan materi,
Penguasa ai materi , namun
baik dan percaya
a n Materi saat sering
menjawab diri, dan
presentas ragu-
pertanyaan argumentat
i. ragu.
. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang

 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang


 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang situs-situs
bersejarah di Jember terkait perjuangan pahlawan dan
membuat brosur informatif tentang situs tersebut.
o Membuat silsilah keluarga dan bertanya apakah ada anggota
keluarga yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan.
o Menulis surat imajiner kepada seorang pahlawan lokal,
mengucapkan terima kasih dan berjanji akan meneruskan
nilai-nilai perjuangannya.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan teks bacaan yang lebih sederhana atau video
animasi singkat tentang perjuangan pahlawan.
o Membuat mind map sederhana tentang tokoh pahlawan dan
bentuk perjuangannya dengan bantuan guru.
o Mengulang kembali kegiatan wawancara (simulasi) dengan
panduan pertanyaan yang lebih spesifik.

P. Glosarium
1. Pahlawan: Orang yang berjuang dengan berani untuk kebaikan
negara atau masyarakat.
2. Gerilya: Strategi perang dengan serangan mendadak dan sembunyi.
3. Patriotisme: Sikap cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
4. Tim Penulis. (2017). Sejarah Perjuangan Jember di Era Kemerdekaan.
Jember: Dinas Pendidikan Kabupaten Jember (atau referensi lokal
terkait).

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.
Modul Ajar IPAS
Kegiatan Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Kreatif di Lingkungan
Sekitar
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Umar Tholib
 Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: C
 Kelas/Semester: 5/2
 Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini
dengan memberi tanda centang:

Keimanan dan

Ketakwaan Kewargaan

Penalaran Kritis

Kreativitas

Kolaborasi

Kemandirian

Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi berbagai kegiatan


ekonomi di sekitar kita, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah
melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
langsung siap- siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan
ibadah sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya
peregangan, jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di
rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi
sempat melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu
yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian
makan? Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang
sarapan dengan makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua
atau saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat
sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami kegiatan
ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan
sekitar.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan
ekonomi yang ada di lingkungan sekitar (produksi, distribusi,
konsumsi) dengan contoh yang tepat.
2. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan ciri-ciri
ekonomi kreatif.
3. Peserta didik mampu memberi contoh berbagai bentuk
ekonomi kreatif yang ada atau dapat dikembangkan di
lingkungan sekitar.
4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara
kondisi geografis/sumber daya lokal dengan jenis
kegiatan ekonomi yang berkembang di suatu daerah.
5. Peserta didik mampu merancang ide sederhana produk
atau jasa ekonomi kreatif yang sesuai dengan potensi
lingkungan sekitar.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil observasi
dan ide ekonomi kreatif mereka secara lisan maupun
tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Contoh produk lokal atau hasil kerajinan masyarakat Jember
4. Kertas karton, spidol warna, alat tulis, bahan daur ulang (untuk
prototipe produk kreatif)
5. Video/gambar tentang berbagai jenis pekerjaan dan ekonomi kreatif.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan
Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi lingkungan, wawancara
(simulasi/nyata), diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, dan
proyek pembuatan prototipe/ide produk.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan, siapa saja orang dewasa di
sekitarmu yang pergi bekerja setiap hari? Mereka melakukan
pekerjaan apa ya? Mengapa mereka bekerja?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita membutuhkan berbagai jenis
pekerjaan dan kegiatan ekonomi? Apa yang akan terjadi jika tidak
ada orang yang berjualan atau memproduksi barang?"
 Joyful Learning: "Jika kamu sudah besar nanti, pekerjaan apa yang
paling ingin kamu lakukan? Atau, kalau kamu bisa menciptakan
sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk orang lain, apa itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Kegiatan Ekonomi Masyarakat (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan
"Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini:
mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi.
 Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Pekerjaan di Sekitarku": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang berbagai jenis pekerjaan yang mereka
lihat di lingkungan sekitar sekolah atau rumah. (Contoh:
petani, pedagang, guru, dokter, tukang ojek, dll.).
(Komunikasi, Bermakna)
o Video Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi: Menayangkan video
singkat tentang kegiatan produksi (pembuatan barang),
distribusi (penyaluran barang), dan konsumsi (penggunaan
barang/jasa). Guru menjelaskan pengertian masing-masing
dengan contoh konkret. (Menyenangkan, Bermakna)
o Simulasi Peran Ekonomi: Siswa dibagi kelompok dan
diberikan skenario sederhana (misal: membuat keripik
singkong, menjualnya, dan memakannya). Setiap anggota
kelompok memainkan peran sebagai produsen, distributor,
atau konsumen. (Aktif, Kolaborasi)
o Observasi Lingkungan (Gambar/Video): Guru menunjukkan
gambar atau video kegiatan ekonomi di Jember (misal:
perkebunan kopi, pabrik cerutu, pasar tradisional, toko
UMKM). Siswa diminta mengidentifikasi jenis kegiatan
ekonomi yang terlihat. (Penalaran Kritis)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasi dan
observasi mereka. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan jenis-jenis kegiatan
ekonomi dan pentingnya saling ketergantungan.
o Guru memberikan tugas rumah: mewawancarai satu orang
dewasa di rumah tentang pekerjaannya dan apa yang
diproduksi/dijual/dilayani.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Ekonomi Kreatif (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah tentang pekerjaan dan
mengaitkannya dengan ide-ide kreatif.
 Inti (60 menit)
o Brainstorming "Ide Kreatif": Guru memulai dengan
pertanyaan: "Menurut kalian, bagaimana caranya menjual
sesuatu yang unik dan berbeda dari yang lain? Apa itu ide
kreatif?" (Kreativitas)
o Video Ekonomi Kreatif: Menayangkan video tentang contoh-
contoh ekonomi kreatif yang sukses (misal: seniman yang
membuat kerajinan dari barang bekas, YouTuber kuliner,
desainer baju batik modern, dll.). Fokus pada ide baru, nilai
tambah, dan kekhasan. (Menyenangkan, Bermakna)
o Diskusi "Ekonomi Kreatif di Jember": Siswa dibagi kelompok.
Mereka berdiskusi tentang potensi ekonomi kreatif di
Jember, misalnya: kerajinan batik, kopi Jember dengan
kemasan unik, fashion (Jember Fashion Carnaval), kuliner
khas, atau seni pertunjukan. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Analisis Potensi Lingkungan: Setiap kelompok memilih satu
jenis potensi di lingkungan sekitar mereka (misal: hasil
pertanian, limbah, keahlian masyarakat) dan
mendiskusikan bagaimana itu bisa diolah menjadi produk
atau jasa ekonomi kreatif. (Penalaran Kritis, Kemandirian)
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi ide-ide potensi ekonomi kreatif
yang mereka diskusikan.
o Guru merangkum konsep ekonomi kreatif dan mendorong
siswa untuk berpikir "out of the box".
o Pengumuman proyek: Merancang ide produk/jasa ekonomi
kreatif di pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa
alat dan bahan yang mendukung idenya (gambar, bahan
daur ulang, dll.).
Pertemuan 5-6: Merancang Ide Ekonomi Kreatif dan Presentasi (4 JP)
 Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat menjadi "inovator
muda".
o Mengingatkan kembali konsep ekonomi kreatif.
 Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek "Ide Kreatifku": Siswa dalam kelompok
merancang ide produk atau jasa ekonomi kreatif. Mereka
membuat sketsa, deskripsi produk, target pasar
sederhana, dan nama
produk/jasa. Mereka bisa membuat prototipe sederhana dari
bahan daur ulang. (Kolaborasi, Kreatif, Kemandirian)
o Pembuatan Produk/Presentasi Ide: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat produk prototipe atau poster/slide
presentasi tentang ide ekonomi kreatif mereka. Guru
membimbing dan memberikan masukan. (Aktif, Kreatif,
Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih mempresentasikan ide
mereka dalam kelompok kecil, menjelaskan mengapa ide
tersebut unik dan bermanfaat.
 Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan ide produk/jasa
ekonomi kreatif mereka di depan kelas. Mereka boleh
memamerkan prototipe yang dibuat. (Komunikasi,
Menyenangkan)
o Guru dan siswa memberikan apresiasi dan masukan positif.
o Guru memberikan penguatan tentang potensi diri dalam
menciptakan nilai ekonomi dan pentingnya kolaborasi.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


 Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan
kolaborasi siswa selama diskusi, simulasi, dan observasi.
o Catatan Hasil Wawancara/Diskusi Kelompok: Penilaian
terhadap pemahaman siswa tentang jenis kegiatan
ekonomi.
o Laporan Observasi Lingkungan (Sederhana): Penilaian
terhadap kemampuan siswa mengidentifikasi kegiatan
ekonomi di lingkungan.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep
ekonomi kreatif.
o Sketsa/Rancangan Ide Produk: Penilaian perencanaan ide kreatif.
 Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji
pemahaman tentang jenis kegiatan ekonomi, ekonomi kreatif,
dan contoh penerapannya.
o Proyek "Ide Kreatifku" (Prototipe/Poster Ide): Penilaian
produk/ide (kreativitas, orisinalitas, relevansi dengan potensi
lokal, deskripsi yang jelas) dan proses (perencanaan,
kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan rubrik penilaian
analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menjelaskan ide mereka secara jelas, menarik, dan percaya
diri.

K. Pemahaman Bermakna
Kegiatan ekonomi adalah roda penggerak kehidupan masyarakat yang
saling terkait satu sama lain, dan di era modern ini, ekonomi kreatif
menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah dari ide-ide unik dan potensi
lokal. Memahami kegiatan ekonomi berarti kita menyadari bahwa setiap
individu, termasuk kita, memiliki peran dalam sistem ekonomi, baik
sebagai produsen, distributor, maupun konsumen. Ini menumbuhkan
kesadaran akan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan kolaborasi dalam
menciptakan peluang dan memajukan
kesejahteraan. Siswa akan belajar bahwa dengan ide-ide baru dan
memanfaatkan sumber daya di sekitar, mereka bisa menjadi bagian dari
solusi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, bahkan dari hal-hal
yang sederhana. Ini akan mendorong mereka untuk melihat lingkungan
sekitar dengan sudut pandang yang lebih inovatif.

L. Materi Bahan Ajar


Kegiatan ekonomi adalah segala aktivitas yang dilakukan manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara umum, kegiatan ekonomi dibagi
menjadi tiga jenis utama: produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi
adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa, seperti petani yang
menanam padi atau pengrajin yang membuat batik. Distribusi adalah
kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen,
contohnya pedagang di pasar atau jasa pengiriman barang. Sedangkan
konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan, misalnya saat kita makan nasi atau
menggunakan jasa tukang cukur. Di lingkungan sekitar kita, seperti di
Jember, kita bisa melihat berbagai kegiatan ekonomi ini, mulai dari
pertanian kopi, perkebunan tembakau, industri cerutu, hingga pasar
tradisional dan toko-toko kelontong.
Selain kegiatan ekonomi konvensional, saat ini berkembang pesat pula
yang disebut ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi baru
yang mengandalkan ide, kreativitas, dan bakat individu sebagai aset
utamanya untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi. Ini berarti
menciptakan sesuatu yang baru, unik, dan memiliki nilai jual dari ide-ide
orisinal, bukan hanya mengandalkan sumber daya alam semata.
Contoh ekonomi kreatif di Jember sangat beragam, seperti
pengembangan produk kopi Jember dengan branding dan kemasan yang
unik, industri fesyen yang mengolah batik lokal menjadi busana modern,
hingga kuliner khas yang dikemas secara menarik.
Ekonomi kreatif memiliki ciri khas seperti berorientasi pada ide dan
inovasi, memiliki nilai tambah yang tinggi, bersifat berkelanjutan, dan
seringkali memanfaatkan teknologi digital. Keberadaan ekonomi kreatif ini
sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka
lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing daerah. Dengan
memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah dan kekayaan
budaya yang beragam, masyarakat dapat mengembangkan ide-ide unik
menjadi produk atau jasa yang memiliki daya tarik tinggi. Ini
menunjukkan bahwa ekonomi tidak hanya tentang pekerjaan yang sudah
ada, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menciptakan peluang baru
dari kreativitas dan inovasi untuk mencapai kemajuan bersama.

M. Refleksi
 Refleksi Peserta Didik:
1. Dari semua jenis pekerjaan yang kita bahas, pekerjaan apa
yang paling membuatmu penasaran atau ingin kamu
pelajari lebih dalam? Mengapa?
2. Apa satu ide ekonomi kreatif yang paling ingin kamu
wujudkan jika kamu punya kesempatan? Bagaimana
kamu akan memulainya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih
memahami bahwa setiap orang memiliki peran penting
dalam kehidupan ekonomi di sekitar kita?
 Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi jenis kegiatan
ekonomi dan memahami konsep ekonomi kreatif dengan
baik? Bagian mana yang perlu diperkuat?
2. Apakah proyek ide kreatif berhasil memicu pemikiran
inovatif dan kolaborasi siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan
kunjungan lapangan (virtual/nyata) ke UMKM lokal atau sesi
berbagi dari pelaku ekonomi kreatif untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Peta Pekerjaan dan Potensi Kreatif di Lingkunganku
Tujuan: Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan ide ekonomi kreatif di
lingkungan sekitar.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Amati lingkungan sekitar sekolah atau rumahmu (bisa melalui
observasi langsung jika memungkinkan, atau melalui diskusi
kelompok berdasarkan pengalaman).
3. Isi tabel berikut dengan jenis pekerjaan/kegiatan ekonomi
yang kalian temukan atau ketahui di lingkungan Jember, dan
berikan contohnya.

Jenis Kegiatan Contoh Pekerjaan/Usaha (di Deskripsi


No.
Ekonomi Jember/Sekitar) Singkat

1. Produksi

2. Distribusi

3. Konsumsi
4. Sekarang, diskusikan potensi apa saja yang ada di lingkungan
Jember (misalnya hasil pertanian, kerajinan, kebudayaan) yang
bisa dikembangkan menjadi ide ekonomi kreatif.
5. Pilihlah satu ide ekonomi kreatif terbaik dari kelompokmu dan
jelaskan di bawah ini:
o Nama Ide Produk/Jasa Kreatif:
..............................................................
o Dari Potensi Apa: ............................................................................
o Bagaimana Cara Membuatnya/Melakukannya:
..........................................
o Mengapa Ide Ini Unik dan Bermanfaat:
....................................................

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Kegiatan Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Kreatif
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Mengidentifi
Mengident
ka si jenis
Tidak Mengident ifi kasi
A. kegiatan
mampu ifi kasi jenis
Pemaham ekonomi
mengident sebagian kegiatan
a n Jenis secara
ifi kasi jenis ekonomi
Kegiatan akurat dan
jenis namun dengan
Ekonomi memberikan
kegiatan kurang contoh
contoh
ekonomi. contoh. yang
beragam.
relevan.
Memahami
Memaham Memaha konsep
Tidak
i konsep mi ekonomi
B. mampu
dasar konsep kreatif
Pemaham menjelask
namun ekonomi secara
an a n konsep
penjelasan kreatif mendalam
Ekonomi ekonomi
n ya dan ciri- dan mampu
Kreatif kreatif.
kurang cirinya memberikan
jelas. dengan contoh
baik. relevan.
Ide cukup
Ide tidak Ide sangat
relevan, Ide
C. Ide relevan relevan,
namun relevan,
Ekono dengan orisinal,
kurang cukup
mi potensi inovatif,
unik atau orisinal,
Kreatif lokal/kura dan
deskripsi dan
Lokal ng orisinal. deskripsi
kurang. deskripsi
sangat
cukup
jelas.
jelas.
Tidak Mampu Mampu
Mampu
D. mampu mengaitka menganalisis
menganali
Analisis mengaitka n hubungan
si s
Hubungan n ekonomi sederhana secara
hubungan
Ekonomi dengan , namun mendalam
dengan
& lingkunga kurang dan
cukup
Lingkunga n. mendalam komprehensi
baik.
n . f.
II.
Kolaborasi
Kelompok
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota
E. anggota anggota anggota
aktif dan
Partisipasi yang aktif berpartisipa aktif
memberika
Anggota berpartisip s i, namun berpartisi
n
a si. ada yang pa si
kontribusi
pasif. dalam
yang
diskusi.
berarti.
Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja
konflik/tida optimal,
Kerjasam dengan sama
k ada masih ada
a Tim cukup dengan
pembagia tumpang
baik dan sangat
n tugas tindih
berbagi efektif,
jelas. tugas.
tugas. saling
mendukung.
Cukup
Menolak Sangat
mengharg
atau Kurang menghargai,
ai
G. mengabai mengharg mendengark
pendapat
Tolerans k an ai a n, dan
yang
i pendapat pendapat mempertimb
berbeda
Pendapa anggota yang an gkan
dan
t lain. berbeda. semua
mencoba
pendapat.
memaham
i.
III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur jelas,
Penyamp tidak masih , mudah terstruktur,
ai an terstruktur membingu dipahami. dan mudah
. ng kan. diikuti.

Menggunak
Mengguna Menggunaka
a n bahasa Mengguna
I. k an n bahasa
yang cukup k an
Pengguna bahasa yang sangat
baik, bahasa
an yang baik,
namun ada yang baik
Bahasa kurang persuasif,
kesalahan. dan lugas.
tepat/bak dan lugas.
u.
J. Tidak Menggunak Mengguna Menggunaka
Kreativitas mengguna a n media k an n media
k media yang
Aspek Skala 1 Skala Skala Skala 4
Penilaian (Kurang 2 3 (Sangat
) (Cukup (Baik) Baik)
)
Media/ an namun yang sangat
Tam pilan media kurang cukup menarik,
atau menarik/efe menarik inovatif,
tampila k tif. dan dan
n yang membant efektif.
menarik u
. presentasi
.
Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai
menguas dengan materi,
Penguasa , namun
ai materi baik dan percaya
a n Materi sering
saat menjawab diri, dan
ragu-
presentas pertanyaa argumentat
ragu.
i. n. if.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
 Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
 Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
 Skala 3 = Netral / Cukup
 Skala 4 = Setuju / Baik
 Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


 Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang "rantai pasok"
dari suatu produk di Jember (misal: dari biji kopi hingga
secangkir kopi).
o Membuat mini-business plan sederhana untuk ide
ekonomi kreatif mereka.
o Mengidentifikasi dan menuliskan profil singkat tentang 3-
5 pelaku ekonomi kreatif lokal di Jember.
 Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan,
guru dapat memberikan bimbingan individual atau
kelompok kecil.
o Menyediakan teks bacaan yang lebih sederhana atau video
animasi singkat tentang jenis-jenis kegiatan ekonomi.
o Membuat mind map sederhana tentang produksi,
distribusi, dan konsumsi dengan contoh yang mudah
dipahami.
o Mengulang kembali kegiatan observasi (gambar/video)
dengan fokus pada identifikasi kegiatan ekonomi yang lebih
jelas.
P. Glosarium
1. Ekonomi: Ilmu tentang cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Produksi: Kegiatan menghasilkan barang atau jasa.
3. Ekonomi Kreatif: Kegiatan ekonomi yang mengandalkan ide dan
kreativitas sebagai aset utama.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukusan.
4. Rifai, M. A., & Hartanto, D. (2018). Ekonomi Kreatif:
Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Andi
Offset.

Curug,.....,...............2025

Kepala Madrasah Wali Kelas

RENI SUSILAWATI [Link] RENI SUSILAWATI [Link]


NIP. NIP.

Anda mungkin juga menyukai