SCRIPT PRESENTASI PYTHORIA
ALIFAH
PRODUCT GOAL
Product Goal menggambarkan keadaan produk di masa depan
yang dapat dijadikan sebagai target untuk direncanakan oleh Scrum
Team. Product Goal ada di Product Backlog. Product Backlog ini
muncul digunakan untuk mendefinisikan "apa" yang akan
memenuhi Product Goal. Jadi, Product Goal adalah tujuan jangka
panjang Scrum Team. Untuk dapat menyusun product
backlog, Product Owner harus terlebih dahulu memahami business
needs atau product goal yang ingin dicapai. Untuk itu, Product
Owner harus terlebih dahulu memahami kebutuhan
para stakeholder dengan:
1. Menentukan masalah yang akan diselesaikan oleh product
(problem to be solved).
2. Mengajukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut
(proposed solution).
3. Menentukan kriteria untuk mengukur kesuksesan solusi
yang dibuat (success indicator).
Pythoria dikembangkan untuk membantu pemain, khususnya mahasiswa
Manajemen Informatika yang masih pemula dalam pemrograman, untuk
mempelajari dasar-dasar coding Python dengan cara yang menyenangkan,
interaktif, dan tidak membosankan melalui dunia petualangan fantasi berbasis
quest, puzzle, dan pertarungan algoritma, berbasis problem based-learning. Kita
yakin kita sudah berhasil bila sudah melihat Mahasiswa Manajemen
Informatika dapat memahami konsep dasar Python seperti variabel, loop,
function, dan debugging melalui penyelesaian quest coding dengan presentase
lebih dari 70% mahasiswa mampu menyelesaikan tantangan coding tanpa
menggunakan lebih dari 3 kali bantuan dalam satu permainan serta retensi
penggunaan lebih dari 50% dalam bulan pertama. Selain itu, mahasiswa
Manajemen Informatika berhasil mengumpulkan PythoPoints sebagai bukti
penyelesaian tantangan di dunia Pythoria pada 27 Maret, 2027.
USER STORY
User Story adalah deskripsi singkat dan sederhana mengenai kebutuhan atau
keinginan pengguna terhadap suatu fitur dalam sistem atau produk yang sedang
dikembangkan. User story digunakan dalam pengembangan perangkat lunak berbasis
agile (seperti Scrum) untuk membantu tim pengembang memahami apa yang
diinginkan pengguna dari sudut pandang mereka.
Dalam metodologi Agile, user story atau cerita pengguna merupakan komponen
penting yang digunakan untuk menggambarkan kebutuhan fungsional dari sudut
pandang pengguna. Sebuah user story yang baik idealnya mencakup tiga elemen
utama sebagai berikut.
a. WHO, siapa yang menggunakan atau membutuhkan fitur tersebut (tipe
pengguna),
b. WHAT, tindakan atau fitur apa yang diinginkan oleh pengguna,
c. WHY, alasan atau manfaat yang ingin dicapai dari fitur tersebut.
Format user story biasanya mengikuti pola berikut.
Sebagai [jenis pengguna], saya ingin [tujuan atau keinginan], sehingga [manfaat
yang diharapkan].
Misalnya sebagai berikut.
a. Sebagai pemain Pythoria, saya ingin melihat progress misi saya di peta, sehingga
saya tahu sejauh mana perjalanan saya dalam game.
b. Sebagai admin, saya ingin dapat melihat log aktivitas pemain, sehingga saya bisa
memantau perkembangan mereka.
Lihat kelanjutannya di Trello………
Jadi, tujuan User Story adalah sebagai berikut.
a. Menyampaikan kebutuhan pengguna secara ringkas.
b. Mempermudah komunikasi antara tim pengembang dan stakeholder.
c. Menjadi dasar dalam menyusun product backlog dan prioritas pengembangan.
d. Mendorong tim untuk berfokus pada nilai bisnis dan pengalaman pengguna.