0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar

Dokumen ini membahas pentingnya peran guru dalam pendidikan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kualifikasi guru dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini mengidentifikasi masalah di SMA Negeri 1 Banjar Agung, termasuk kurangnya pelatihan guru dan semangat belajar siswa yang rendah. Rumusan masalah mencakup bagaimana guru penggerak dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pengelolaan tujuan, pengembangan diri, kecerdasan emosional, dan manajemen waktu.

Diunggah oleh

parksoob12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar

Dokumen ini membahas pentingnya peran guru dalam pendidikan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kualifikasi guru dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini mengidentifikasi masalah di SMA Negeri 1 Banjar Agung, termasuk kurangnya pelatihan guru dan semangat belajar siswa yang rendah. Rumusan masalah mencakup bagaimana guru penggerak dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pengelolaan tujuan, pengembangan diri, kecerdasan emosional, dan manajemen waktu.

Diunggah oleh

parksoob12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah pilar dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Untuk itu
indonesia melalui komitmen pemerintah dalam mempertahankan 20% Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan dengan harapan
dapat membiayai berbagai program-program pendidikan tingkat nasional. Namun
fakta di lapangan anggaran tersebut belum menunjukan hasil yang maksimal.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) dalam


Neraca Pendidikan Nasional tahun 2019 menunjukkan kualitas guru di Indonesia
kurang memadai. Hal ini dibuktikan pada Laporan Badan Pusat Statistik (BPS)
menunjukkan, ada 2,91 juta seorang guru layak mengajar di Indonesia pada tahun
ajaran 2020/2021. Guru layak mengajar merupakan guru yang telah memenuhi syarat
kualifikasi akademik (guru dengan ijazah D4/S1 atau lebih tinggi).

Guru sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Menurut Gage dan
Berliner (dalam Suyono dan Hariyanto) melihat ada tiga fungsi utama guru dalam
pembelajaran, yaitu sebagai perencana (planner), pelaksana dan pengelola (organizer)
dan penilai (evaluator). Diharapkan fungsi guru di kelas meningkatkan peran guru.
Gary Flewelling dan William Higginson (2003) menggambarkan peran guru sebagai
berikut:
1. Memberikan stimulasi kepada siswa dengan menyedian tugas-tugas pembelajaran
yang kaya (rich learning tasks) dan terancang dengan baik untuk meningkatkan
perkembangan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial;
2. Berinteraksi dengan siswa untuk mendorong keberanian, mengilhami, menantang,
berdiskusi, berbagi, menjelaskan, menegaskan, merefleksi, menilai dan merayakan
perkembangan, pertumbuhan dan keberhasilan;
3. Menunjukkan manfaat yang diperoleh dari mempelajari suatu pokok bahasan;
4. Berperan sebagai seseorang yang membantu, seseorang yang mengerahkan dan
memberi penegasan, seseorang yang memberi jiwa dan mengilhami siswa dengan
cara membangkitkan rasa ingin tahu, rasa antusias, gairah dari seorang pembelajar
yang berani mengambil resiko (risk taking learning), dengan demikian guru berperan
sebagai pemberi informasi (informer), fasilitator, dan seorang artis.
Sebagai pelaksana pendidikan, guru berperan penting untuk meningkatkan motivasi
belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar merupakan syarat
mutlak untuk belajar dan memegang peranan penting dalam memberikan gairah atau
semangat dalam belajar (Andriani & Rasto, 2019). Motivasi ini harus didorong oleh
guru agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan yang ada di dalam
dirinya. Karena motivasi belajar menjadi kunci keberhasilan mencapai tujuan
pembelajaran (Emda, 2017).

Melalui pengamatan SMA Negeri 1 Banjar Agung menunjukkan pengalaman


pelatihan guru dan tenaga kependidikan masih sedikit guru yang mengikuti. Hasil ini
tentunya menjadi kendala bagi guru-guru untuk meningkatkan motivasi belajar
peserta didik karena pengembangan diri guru menentukan kompetensi yang dimiliki
pendidik dalam mengelola kelas. Kondisi ini sejalan dengan fakta-fakta lain yang
ditemukan di SMA Negeri 1 Banjar Agung melalui pengamatan awal menunjukkan
bahwa semangat dan gairah belajar peserta didik yang kurang, mengantuk saat
kegiatan pembelajaran, malas mengerjakan tugas, bahkan beberapa peserta didik
tidak masuk kelas saat proses belajar berlangsung.

Selain itu, pada saat pengamatan awal, penulis juga menemukan permasalahan-
permasalahan lain di SMA Negeri 1 Banjar Agung yang erat kaitannya dengan peran
guru. Permasalahan tersebut diantaranya ada beberapa guru tidak masuk kelas pada
saat pelajaran berlangsung, ada guru yang tidak menjelaskan materi secara substansial
kepada peserta didik, dan ada beberapa guru tidak cakap menggunakan teknologi.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana guru penggerak mengelola tujuan pekerjaan sebagai pendidik untuk


meningkatkan motivasi belajar peserta didik?

2. Bagaimana guru penggerak mengelola pengembangan diri dalam meningkatkan


motivasi belajar peserta didik?

3. Bagaimana guru penggerak mengelola kecerdasan emosional dalam meningkatkan


motivasi belajar peserta didik?

4. Bagaimana guru penggerak mengelola waktu dalam meningkatkan motivasi belajar


peserta didik?
DAFTAR PUSTAKA

Amna Emda. 2017. “Kedudukan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran.”


Lantanida Journal 5(2): 93–196.

Andriani, R., & Rasto, R. (2019). Motivasi Belajar Sebagai Determinan Hasil. Belajar
Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4(1), 80.

Gary Flewelling and William Higginson. 2003. Teaching with Rich Learning Tasks.
Adelaide: The Australian Association of Mathematic Teacher. Page. 189.

Suyono dan Hariyanto. 2014. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal. 187.

Anda mungkin juga menyukai