CHAPTER 1
MANAGERIAL ACCOUNTING OVERVIEW
1. Users: manager akuntansi yang membuat plan dan mengontrol organisasi
2. Time focus: memanage untuk kebutuhan di masa yang akan datang
3. Verifiability: lebih menekankan relevansinya, karena menekankan future perspektif jadi tidak
bisa objective dan verifiability (hanya forecast). Maksud relevansi adalah prediksi diusahakan
sesuai dengan keadaan masa depan (harga produk di pasaran, kemungkinan cost produksi)
4. Timeliness: tepat tersedia saat dibutuhkan dan informasinya sesuai
5. Subject: focus subject adalah semua bagian membuat laporan atau menginformasikan
keadaan setiap departemen kepada management untuk kemudian dibuat model perencanaan
keseluruhan perusahaan
6. Rules: standar sak ifrs (untuk yang sudah melantai di bursa efek), tetapi akuntansi managerial
tidak ada standar baku seperti ifrs. Tidak ada ketentuan khusus seperti jadwal pembuatan report
yang harus dibuat setiap 3 bulan, 1 tahun sekali, tetapi disesuaikan dengan masing2 pembuat
7. tidak wajib membuat report yang dapat dibaca oleh pihak eksternal karena memang
peruntukannya adalah pihak internal.
WORK OF MANAGEMENT
1. Planning: membuat plan apa yang akan menjadi target untuk periode yang akan datang.
Misalnya HR merencakan adanya kegiatan training dengan jumlah karyawan tertentu,
dimana, kapan dan apakah tujuannya (intinya sih bikin rab setiap departemen atau
berkoordinasi dengan bagian purchasing sehingga tidak semua departemen membuat rab).
2. Controlling: bagaimana caranya agar pada saat pelaksanaan sesuai dengan budget dan tidak
melenceng dari plan yang telah dibuat. Kemudian harus ada feedback dari setiap kegiatan
agar ketika melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang bisa di improve.
3. Decision making: menentukan plan mana yang akan dijalankan dan apa saja yang
dibutuhkan.
KUALIFIKASI TERTENTU
1. Strategic management skills: misalnya strategi apa yang digunakan untuk menarik
konsumen dan berbeda dari competitor. The focal point of a company’s strategy should be
its target customers.
2. Enterprise Risk Management: a process used by a company to proactively identify and
manage risk.
3. Process Management: tahap desain produk, produksi, distribusi hingga sampai ke konsumen
4. Lean production: just in time production, setelah diproduksi langsung digunakan oleh
konsumen dengan jumlah yang sesuai dan tidak berlebihan.
5. Therory of constraints: segala sesuatu yang dapat menghambat suatu organisasi untuk
mencapai sesuatu. Misalnya uang, produktivitas karyawan.
MEASUREMENT SKILLS
Dari data-data rencana anggaran biaya dan kebutuhannya manager akunting akan membuat
strategi, menentukan risiko dan bisnis proses dengan data-driven analysis melalui tahapan
planning, controlling dan decision making
CHAPTER 2
MANAGERIAL ACCOUNTING AND COST CONCEPT
Cost: pembebanan terhadap sejumlah sumber daya
COST CLASSIFICATIONS
1. CC for Assigning Costs to Cost Objects
Object yang menyebabkan cos terjadi (job, produk, unit organisasi (divisi pemasaran,
purchasing), customer).
Direct cost: Roti->tepung terigu (tepung terigu bisa diukur jumlahnya untuk membuat
sekian roti)
Indirect cost: listrik yang digunakan untuk membuat 1 loaf roti tidak dapat diukur secara
langsung (yang sulit dihitung)
2. CC for Manufacturing Companies
a. Manufacturing costs
Direct materials: raw material (part of the product and that can be conveniently traced
directly to it)
Direct Labor: labor costs that can be easily traced to individual units of product. Eg. Wages
paid to automobile assembly workers.
Manufacturing Overhead: segala hal yang indirect atau manufacturing costs that cannot be
easily traced directly to specific units produced. Eg. Materials used to support the
production process (lubricants and cleaning supplies tidak bisa dihitung berapa banyak yang
digunakan untuk 1 pc produk)dan wages paid to employees who are not directly involved in
production work such as maintenance, workers, janitors and security guards.
3. CC for Predicting Cost Behavior (ditentukan berdasarkan triggernya)
4. CC for Decision Making
COST CLASSIFICATIONS FOR PREPARING FINANCIAL STATEMENTS
Product Cost: include direct materials, direct labor and manufacturing overhead. Ketika barang
jadi belum dijual product cost masih tercatat sebagai inventory (balance sheet in financial
position). Setelah dijual baru direcognise sebagai expenses dan masuk menjadi cost of goods
sold
Period Cost: langsung di recognize menjadi expense karena tidak berkaitan dengan produksi dan
akan tercatat di income statement. Contohnya selling costs () dan administrative
costs/expenses.
Variable Cost: Cost akan berubah mengikuti cost drivernya jika cost driver naik maka variable
cost naik. Misalnya total texting bill based on how many text you send. Bbm yang dibeli jika jarak
tempuh makin jauh maka bbm yang digunakan semakin banyak dan harga lebih mahal.
Variable Cost per Unit:
Fixed Cost: cost driver berubah tapi harganya tidak, seperti monthly cell phone contract fee.
Wages fixed per bulan
Fixed Cost per unit: menurun seiring bertambahnya cost driver
TYPES OF FIXED COSTS
Committed: long term
Discretionary: may be altered in the short-term by current managerial decision. Eg. advertising
cost, rnd cost
COST CLASSIFICATIONS FOR DECISION MAKING
• Differential Cost and Revenue: jika ada dua alternative maka termasuk differential cost.
Misalnya perusahaan mengirim barang bisa dengan menyewa (2 juta) atau menggunakan milik
sendiri (1,5 juta).
• Opportunity Cost: benefit yang tidak diperoleh karena kita memiih satu alternative tertentu.
Contohnya gedung dapat disewakan atau digunakan untuk menjual produk
• Sunk Cost: cost telah terjadi. Missal biaya membangun gedung sudah terjadi sebelum akan
memilih untuk disewakan atau digunakan sendiri.
CHAPTER 3
JOB-ORDER COSTING
Job order costing, sistem untuk menentukan harga pokok dari job tertentu?
Direct material dan direct labor dialokasikan ke masing-masing job, sementara manufacturing
overhead tidak dapat ditentukan atau dialokasikan secara langsung sehingga harus
menggunakan cara khusus dan biasanya dihitung pada akhir periode (listrik, pekerja borongan)
POHR
Untuk menghitung manufacturing overhead pada setiap job. Caranya dengan
Level activity=cost driver=allocation base
Kalau menggunakan mesin pake machine hour?
POHR besar = manufacturing overhead lebih besar = harga jual lebih mahal
CHAPTER 4
PROCESS COSTING
Tidak dipengaruhi oleh pesanan, melakukan mass production (misalnya perusahaan garam, kertas,
semen, dll). Kedua system (job-order dan process costing) menggunakan jenis akun yang sama (wip, dl,
mo, cogs, finished goods, dll). Model arus sama. Tetapi memiliki perbedaan yaitu job order diakumulasi
tiap job kalua pc setiap departemen.
Pc
Pengolahan produk dari bahan baku menjadi bahan jadi. Proses produksi homogen dan menghasilkan
output tertentu yang unik. Misalnya industry semen ada proses berantai, dari proses departemen
penggilingan dilanjutkan ke pengayakan. Contoh lain perusahaan tahu , dimulai dari proses departemen
pencetakan (masuk rm hingga dicetak), masuk ke departemen penggorengan, dan seterusnya.
Arus Dokumen
Equivalent Units of Product: Berapa unit yang akan jadi
Minuman cup masih WIP belum siap dijual karena rm nya belum full dan menghitung berapa
produk yang sudah jadi dan berapa yang belum jadi
Operation costing
Perusahaan sepatu yang memproduksi 2 jenis sepatu, kualitas tinggi dan rendah
Pak Erman Sumirat
Cost behavior
1. Fixed cost: depresiasi, tax, insurance (grafiknya sejajar)
2. Variabel cost: jarak-fuel (grafiknya diagonal ke kanan)
3. Mixed cost: stagnan dulu
Direct cost: langsung berhubungan dengan core business
Indirect cost: tidak langsung berhubungan
Direct cost Indirect cost
Variable cost
I II
Fixed cost
III IV
Yang paling mudah di kuadran 1 karena DC dan VC karena direct cost sesuai linear dengan jumlah
produk (bisnis yang agile). Kemudian 2, 3 dan 4. Yang paling sulit 4. Paling banyak fixed cost dan indirect
artinya uang yang digunakan ga sesuai dengan bisnis core.
1. Operating cash flow yang digunakan
2. Laba nya naik earnings naik
3. Asset meningkat
4. Retained earnings meningkat
Accounting for Decision Making
1. Menambah karyawan atau tidak
2. Memperluas plant atau tidak
3. Outsourcing atau karyawan tetap
4. Membeli dari luar atau membuat sendiri
5. Menerima orderan atau tidak
6. Contribution margin (sales-variable cost (relevant cost)) untuk menentukan apakah order
diambil atau tidak. Untuk menghitung relevansi.
Contribution margin: 50-15
Differential Accounting (membandingkan 2 atau lebih pilihan)
1. Mobil: sewa atau beli
2. Mesin: beli atau outsource
Kalau labor ada shift dan lembur maka labor cost juga masuk sebagai relevant cost (variable cost).
Kenapa yang fixed cost tidak dihitung karena ada orderan ataupun ngga, fixed cost pasti ada, jadi
disebut tidak relevant.
Sunk Cost
Barang off solid yang bisa digunakan kembali dengan cara dijual langsung atau dibenerin tapi ada
transformation cost
BEP = Fixed Cost/ (Sales-Variable Cost)
BEP = FC/Contribution Margin
1. Contribution margin
2. EBITDA margin baru berkurang 10%, artinya masih ada problem di fixed cost dan perlu dioper ke
variable cost agar ebitda berkurang lebih banyak
Ebitda (total cost
Amortisasi seperti pajak untuk tangible asset
Revenue: pendapatan yang langsung masuk ke perusahaan
GTV (gross transaksi bruto): transaksi yang terjadi di dalam aplikasi tersebut (antara user dan merchant
dana tau dengan mitra kalua casenya goto)
Pendapatan bruto: adalah pendapatan yang didapatkan oleh goto dari adanya transaksi yang terjadi
dalam aplikasi.
Indirect di outsource, ubah salary menjadi semi variable cost (sesuaikan dengan cm, kalua cm meningkat
akan dapat bonus), mengingkatkan fee (persenan pendapatan bruto) (perbaiki dulu merchant
produknya, kemasannya, kemudian feenya naikin kemudian gunakan untuk biaya promosi), buat goto
express.