BAB 1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Politeknik Negeri Jember merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi
dalam melaksanakan program pendidikan, dimana program pendidikan vokasi
merupakan salah satu program pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan
sebuah lulusan yang akan memiliki bekal dalam suatu keahlian yang sudah
diterapkan dalam program pengajaran yang dilakukan. Mahasiswa nantinya juga
diharapkan mampu menerapkan serta mengembangkan sebuah standarisasi
keahlian yang nantinya akan dibutuhkan dalam dunia industri. Selain dapat
menerapkan standarisasi yang sudah dimiliki mahasiswa juga diharapkan mampu
bersaing dalam dunia industri atau mahasiswa dapat melakukan pelaksanaan
kewirausahaan mandiri
Perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab besar dalam
merealisasikan pendidikan akademik dengan kebutuhan sarana dan prasarana
dalam proses pelaksanaanya, selain juga membutuhkan perencanaan atau
rancangan sebuah sistem manajemen yang baik untuk mewujudkan sebuah kinerja
yang efektif dan efisiensi yang baik. Begitupun perguruan tinggi vokasi yang
dijalani oleh Politeknik Negeri Jember untuk mewujudkan tersebut melaksanakan
kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) untuk salah satu dalam rancangan kegiatan
pendidikan akademiknya, dimana Praktek Kerja Lapang (PKL) dilakukan oleh
mahasiswa dengan akumulasi waktu sejumlah 768 jam atau kurang lebih 4 bulan
dalam melaksanakan kegiatanya. Dengan adanya kegiatan Praktek Kerja Lapang
(PKL) merupakan salah satu rancangan dari kegiatan pendidikan akademik
mahasiswa yang menjadi persyaratan kelulusan dengan mahasiswa mendapat
bekal sebuah pengalaman serta keterampilan khusus yang didapat dalam dunia
industri perkebunan yang sesuai dengan bidang keahlianya masing-masing.
Dalam proses pelaksanaan PKL mahasiswa dapat mengkorelasikan ilmu yang
diperoleh di perkuliahan dan ilmu yang diperoleh dari lapang dengan
mengimplementasikan pada kegiatan PKL yang dilaksanakan. Dimana perusahaan
yang menjadi tempat
1
2
untuk melaksanakan PKL yaitu di PT. HARTA MULIA Kebun Kopi
Karanganyar, Nglegok, Kabupaten Blitar.
Kopi Robusta adalah salah satu dari varietas tanaman kopi yang memiliki
nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara berbagai nilai ekonomis dari
komoditas tanaman perkebunan lainya dan berperan penting sebagai sumber
devisa negara. Salah satu kegiatan yang berpengaruh terhadap perkembangan dan
peningkatan produksi tanaman kopi salah satunya yaitu pada teknis budidaya
yang sedang dilaksanakan yang nantinya dapat meningkatkan produksi tanaman
kopi.
Pada kegiatan teknis budidaya tanaman kopi yang sangat perlu diperhatikan
untuk meningkatkan produksi tanaman kopi yaitu dengan teknik pemangkasan
pada proses pemeliharaan tanaman kopi. Karena pengaruh dalam peningkatan
produksi tanaman kopi kurang lebih 50% dari pemangkasan yang baik dan benar.
Pada teknis budidaya tanaman kopi robusta memerlukan manajemen
pemangkasan yang baik untuk meningkatkan produksi yang maksimal. Dengan
teknis pengelolaan pemangkasan yang baik akan menjadikan bentuk tanaman
yang ideal, karena dengan adanya pemangkasan akan menghasilkan bentuk pohon
tanaman kopi yang dapat disesuaikan dengan standar dari kebun yang akan
memudahkan pelaksanaan pemanenan atau proses pemeliharaan pada tanaman
kopi, selain itu juga dapat membentuk cabang-cabang produksi yang baru serta
menghindari serangan hama penyakit karena kelembaban yang terlalu tinggi.
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan Umum PKL
a. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengerjakan kegiatan di
lapang serta dan dapat meningkatkan keterampilan mahaiswa sesuai degan
bidangnya masing-masing di lapang
b. Menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dalam meningkatkan
kepercayaan,kematangan serta menambah keterampilan dan pengetahuan
mahasiswa di bidang perkebunan
3
c. melatih mahasiswa untuk memahami sikap karyawan dalam dalam
melaksanakan dan pengembangan teknik keterampilan di lapang serta menyerap
menerapkannya teknik teknik yang telah diberikan
d. memantik daya kritis mahasiswa dan meningkatkan nalar mahasiswa
dengan memberikan komentar yang logis terhadap kegiatan yang sudah
dilaksakan.
1.2.2 Tujuan Khusus PKL
a. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengerjakan
kegiatan di lapangan serta dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa sesuai
dengan bidangnya masing-masing di lapang.
b. Menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dalam meningkatkan
kepercayaan, kematangan serta menambah keterampilan dan pengetahuan
mahasiswa di bidang perkebunan.
c. Melatih mahasiswa untuk memahami sikap karyawan dalam
melaksanakan dan mengembangkan teknik keterampilan di lapangan serta dapat
menyerap dan menerapkan teknik-teknik yang diberikan oleh karyawan
perusahaan dikebun.
d. Memantik daya kritis mahasiswa dan meningkatkan nalar
mahasiswa dengan memberikan komentar yang logis terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan dengan diimplementasikan dalam bentuk laporan.
1.2.3 Manfaat PKL
a. Mahasiswa akan terampil dalam melaksanakan kegiatan di
lapangan dengan kesesuaian bidang keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa.
b. Mahasiswa mendapatkan kepercayaan diri, keterampilan dan
pengetahuan sesuai dengan bidang keahlianya.
c. Mahasiswa dapat menumbuhkan etos kerja yang berkarakter.
d. Mahasiswa akan terbiasa untuk berpikir kritis dengan
menggunakan daya nalar untuk mengomentari kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara logis pada tulisan yang sudah diimplementasikan pada bentuk laporan yang
dibukukan.
1.3 Lokasi dan Jadwal Kerja
4
Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di PT. Harta Mulia, Kebun Kopi
Karanganjar, Nglegok, Kabupaten Blitar. Yang merupakan salah satu perusahaan
perkebunan swasta yang mengelola komoditas kopi. PKL yang dilaksanakan
mahasiswa mulai tanggal 1 September - 31 Desember 2021, dengan jam kerja
yang mulai pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB. Berikut lokasi PT. Harta Mulia dapat
dilihat pada Gambar 1.1
Gambar 1.1 Peta Lokasi PT Harta Mulia
1.4 Metode Pelaksanaan
1.4.1 Observasi Lapang
Pada metode pelaksanaan PKL dengan cara observasi lapang bertujuan
untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan mahasiswa dalam pelaksanaan
pembuatan laporan, dimana pengumpulan data yang dilakukan diperoleh dari
pengamatan yang dilakukan mahasiswa atau dilakukannya identifikasi langsung
di lapangan. Maka dari itu dengan adanya metode Observasi lapang mahasiswa
dapat mengetahui kondisi atau keadaan yang dilaksanakan di perkebunan kopi
Karanganyar yang terletak di desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten
Blitar.
5
1.4.2 Metode Kerja
Kegiatan mahasiswa diawali dengan kegiatan absensi yang harus dilakukan
mahasiswa sebelum berangkat ke kebun, dimana absensi dilaksanakan di kantor
induk perkebunan. Setelah itu mahasiswa dapat mengikuti kegiatan yang ada di
lapangan bersama kepala kebun dan pekerjanya. Selain itu mahasiswa dapat
mendengarkan atau mengamati kegiatan yang sedang dilakukan oleh kepala
kebun dan pekerja di lapangan, serta mahasiswa dapat mengimplementasikan
langsung di lapangan dari pengetahuan yang diperoleh di lapang.
1.4.3 Metode Diskusi
Pelaksanaan dengan metode diskusi mahasiswa dapat lebih leluasa untuk
mengajukan pertanyaan dan evaluasi terhadap suatu kegiatan yang sudah
dilaksanakan oleh mahasiswa di lapang, hal tersebut dapat langsung dilaksanakan
kepada mandor maupun pembimbing lapang, sehingga mahasiswa dapat
mengetahui sejauh mana pengetahuan mahasiswa dalam menyerap ilmu atau
keterampilan mahasiswa yang dilaksanakan selama kegiatan di lapangan.
1.4.4 Metode Studi Pustaka
Metode studi pustaka yang dilakukan yaitu dengan membandingkan antara
teori (literatur) atau pedoman yang diberikan oleh pembimbing lapang dengan
kondisi real di lapang sebagai bahan pelaksanaan Praktek Kerja Lapang dan
Pembuatan Laporan.