0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Sumber Energi: Terbarukan vs Tak Terbarukan

Dokumen ini membahas pentingnya pemahaman tentang sumber energi, baik terbarukan maupun tidak terbarukan, serta tantangan dan solusi terkait krisis energi global. Energi terbarukan seperti matahari, angin, dan air memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang mencemari lingkungan. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan penggunaan energi dalam berbagai sektor dan pentingnya beralih ke sumber daya terbarukan untuk keberlanjutan kehidupan dan kelestarian alam.

Diunggah oleh

orang.mati790
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Sumber Energi: Terbarukan vs Tak Terbarukan

Dokumen ini membahas pentingnya pemahaman tentang sumber energi, baik terbarukan maupun tidak terbarukan, serta tantangan dan solusi terkait krisis energi global. Energi terbarukan seperti matahari, angin, dan air memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang mencemari lingkungan. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan penggunaan energi dalam berbagai sektor dan pentingnya beralih ke sumber daya terbarukan untuk keberlanjutan kehidupan dan kelestarian alam.

Diunggah oleh

orang.mati790
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi adalah salah satu konsep dasar dalam ilmu fisika yang memiliki peran
penting dalam kehidupan sehari-hari. Semua aktivitas manusia, baik yang bersifat
mekanik, termal, maupun listrik, memerlukan sumber energi sebagai penggeraknya.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai berbagai sumber energi sangat penting dalam
upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, serta untuk menjaga keseimbangan
lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan energi semakin
meningkat. Namun, seiring dengan meningkatnya konsumsi energi, masalah terkait
sumber daya energi yang terbatas dan dampaknya terhadap lingkungan juga menjadi
isu yang mendesak. Penggunaan energi fosil yang dominan selama ini telah
menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran udara dan perubahan
iklim. Hal ini memicu upaya untuk mencari dan mengembangkan sumber energi
alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui.
Oleh karena itu, pemahaman tentang berbagai jenis sumber energi, baik yang
terbarukan maupun yang tidak terbarukan, sangat penting dalam menghadapi
tantangan global di bidang energi. Dalam makalah ini, akan dibahas berbagai sumber
energi yang ada, karakteristik masing-masing, serta potensi dan tantangan yang
dihadapi dalam penggunaannya. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk
memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemilihan
sumber energi yang tepat demi keberlanjutan kehidupan manusia dan kelestarian
alam.
1.2 Rumusan Masalah
[Link] pengertian dan jenis-jenis sumber energi?
[Link] saja contoh energi terbarukan dan energi tak terbarukan?
[Link] saja pembangkit energi listrik terbarukan dan energi listrik tak terbarukan?
[Link] saja penyebab krisis energi?
[Link] saja solusi untuk menghadapi krisis energi?
1.3 Tujuan
[Link] pengertian dan jenis-jenis sumber energi
[Link] contoh energi terbarukan dan tak terbarukan
[Link] pembangkit energi listrik terbarukan dan tak terbarukan
[Link] penyebab krisis energi
[Link] solusi untuk menghadapi krisis energi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sumber energi
Menurut UU RI No. 30 Tahun 2007 Bab I Pasal 1, sumber energi adalah
sesuatu yang dapat menghasilkan energi, baik secara langsung maupun melalui proses
konversi. Adapun sumber daya energi adalah sumber daya alam yang dapat
dimanfaatkan baik sebagai sumber energi maupun sebagai energi.
[Link], sumber energi diklasifikasikan menjadi dua
macam, yaitu energi terbarukan (reneweble energy) dan energi tak terbarukan
(nonreneweble energy). Berikut akan diuraikan pengertian dan perbedaan antara
sumber energi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan.
A. Energi Terbarukan
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung
dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak
terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus. Adapun contoh dari sumber
energi terbarukan sebagai berikut.
1) Energi matahari
Sinar matahari yang mencapai bumi merupakan sumber yang
paling penting di bumi. Matahari melepaskan sumber energi dalam jumlah
yang sangat besar dari hasil reaksi fusi nuklir bahan-bahan penyusunnya.
Matahari menyalurkan energi dalam bentuk panas yang bersih, tanpa
bahan pencemar lingkungan. Energi matahari dapat digunakan untuk
memanaskan rumah dan menghasilkan listrik dalam sel surya. Daerah
cerah menerima banyak sinar matahari untuk menghasilkan listrik.
2) Energi angin
Angin merupakan udara yang bergerak sehingga memiliki energi
mekanik yang dapat melakukan usaha. Kincir angin kuno adalah salah satu
alat yang dapat menggunakan energi angin. Turbin angin adalah cara yang
jauh lebih baru dalam menggunakan energi angin. Mereka mengubah
energi kinetik angin menjadi energi listrik.
3) Energi air
Energi mekanik yang mengalir cepat dari air dapat memutar turbin
dan menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan dengan cara ini disebut
pembangkit listrik tenaga air. Air dapat mengalir di atas air terjun atau
melalui bendungan.
4) Energi ombak
Listrik dapat dihasilkan dari gelombang air laut. Massa air tidak
ikut terhanyut bersama gelombang ombak, melainkan hanya bergerak
naik-turun. Gerak seperti ini dapat dipakai untuk memutar generator.
5) Energi geotermal(panas bumi)
Energi geotermal adalah energi yang memanfaatkan panas dari
dalam bumi. Inti bumi kita sangat panas dengan estimasi saat ini adalah
5.000°C. Energi ini hampir tidak menimbulkan pencemaran ataupun emisi
gas rumah kaca.
6) Energi pasang surut air laut
Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pasang
surut air laut dan menjadikannya energi dalam bentuk lain, terutama listrik.
Energi ini merupakan interaksi gravitasi bulan dan matahari dan rotasi
bumi yang membuatnya menjadi sumber tenaga listrik yang hampir tidak
ada habisnya
7) Energi biomassa
Energi kimia yang tersimpan dalam bahan organik atau limbah
disebut energi biomassa. Bahan organik mungkin pohon atau tanaman lain,
atau mungkin limbah dari rumah dan industri. Ketika biomassa dibakar,
menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk pemanasan
rumah, memasak, atau pembangkit listrik.
8) Energi nuklir
Partikel nuklir seperti proton dan neuron tidak terpecah di dalam
proses reaksi fisi dan fusi, tapi kumpulan dari mereka memiliki massa
lebih rendah daripada jika mereka berada dalam posisi terpisah/sendiri-
sendiri. Adanya perbedaan massa ini dibebaskan dalam bentuk panas dan
radiasi di reaksi nuklir (panas dan radiasinya mempunyai massa yang
hilang, tapi terkadang terlepas ke sistem, di mana tidak intensitasnya

B. Energi Tak Terbarukan


1) Baru bara
Batu bara dihasilkan dari sisa tumbuhan dan pohon purba yang telah
terpendam dan sudah melalui berbagai proses alamiah sehingga terbentuk
padatan. Dari semua negara, Tiongkok memproduksi batu bara paling banyak.
Menurut International Energy Agency (IEA) sepanjang 2022 Tiongkok
memproduksi 4,2 miliar ton batu bara, terdiri dari 3,6 miliar ton batu bara
termal/lignit, ditambah 676 juta ton batu bara metalurgi. Negara penghasil
batubara terbesar berikutnya adalah India, Indonesia, Amerika Serikat,
Australia, Rusia, dan Uni Eropa. Batu bara paling banyak digunakan dalam
pemanasan rumah dan menjalankan pembangkit listrik.
2) Bahan bakar fosil
Bahan bakar fosil berasal dari bahan organik yang telah terperangkap
antara lapisan sedimen dalam bumi selama jutaan tahun. Bahan organik,
biasanya tanaman yang telah membusuk dan dikompresi dari waktu ke waktu,
meninggalkan apa yang dikenal sebagai timbunan bahan bakar fosil.
Timbunan dan bahan yang dihasilkan tersebut cenderung sangat mudah
terbakar, membuat bahan bakar fosil sumber energi yang ideal. Bahan bakar
fosil sulit untuk didapatkan, karena bahan bakar fosil biasanya diambil melalui
pengeboran atau pertambangan, namun jumlah bahan bakar fosil yang
dihasilkan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan dan juga energi yang
mereka hasilkan.
3) Gas alam
Gas alam berkumpul di bawah kerak bumi dan seperti minyak mentah,
harus dibor dan dipompa keluar. Metana dan etana adalah jenis yang paling
umum dari gas yang diperoleh melalui proses ini. Gas ini yang paling sering
digunakan dalam pemanasan rumah serta oven gas dan pemanggang. Rusia,
Iran, dan Qatar adalah negara-negara yang memiliki cadangan gas alam
terbesar.

2.2 Penggunaan Sumber Energi


Penggunaan sumber energi secara umum baik itu energi terbarukan ataupun
non-terbarukan sebagai berikut.
a. Penggunaan Energi untuk Keperluan Industri
Penggunaan sumber energi dalam sektor industri digunakan untuk proses
produksi seperti menggerakkan peralatan atau mesin, memindahkan barang,
memanaskan dan mengeringkan bahan, serta mengatur suhu ruangan penyimpanan.
Sumber energi yang digunakan adalah batu bara, produk minyak, gas, dan biomassa.
Kebutuhan listrik dipenuhi dari PLN atau pembangkit sendiri menggunakan bahan
bakar minyak, gas, atau batu bara. Sebagian industri seperti industri pengolahan
kelapa sawit menggunakan limbah biomassa untuk pembangkit tenaga listrik.
b. Penggunaan Energi untuk Keperluan Rumah Tangga
Skala rumah tangga juga memerlukan bahan bakar dalam kegiatan sehari-hari.
Untuk sekarang ini pemanfaatan energi dalam rumah tangga antara lain energi listrik
dan gas untuk memasak.
c. Penggunaan Energi untuk Keperluan Transportasi
Sektor transportasi juga salah satu sektor yang memanfaatkan banyak energi
tak terbarukan. Hal ini karena bahan bakar untuk kendaraan di Indonesia masih
didominasi oleh bahan bakar minyak (BBM). Penggunaan untuk sektor transportasi
juga menimbulkan beberapa masalah, yaitu menimbulkan pencemaran udara.
d. Penggunaan Energi untuk Keperluan Komersial
Penggunaan energi untuk komersial seperti sektor perhotelan, rumah sakit,
ataupun rumah makan antara lain listrik, elpiji, BBM, dan gas bumi.
2.3 Pembangkit Tenaga Listrik
Pembangkit tenaga listrik adalah suatu alat yang bisa memproduksi atau
menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut dihasilkan dengan cara mengubah
suatu energi tertentu menjadi energi listrik.
a. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga panas yang dihasilkan oleh reaktor nuklir untuk memutarkan
turbin uap. Dari turbin inilah energi mekanis diubah menjadi energi listrik.
b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang
mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan listrik. PLTA
digunakan untuk memutar generator, putaran tersebut mengubah energi mekanis
menjadi energi listrik.
c. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) adalah hembusan angin digunakan untuk
memutar baling-baling. Kemudian putaran tersebut untuk memutarkan generator yang
merubahnya menjadi energi listrik.
d. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) menggunakan sumur dengan
kedalaman 1,5 km atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat
panas. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air panas dari tanah untuk
memanaskan cairan lain yang dipanaskan pada temperatur yang lebih rendah dari air.
Ketika cairan tersebut menguap dan mengembang, maka akan menggerakkan turbin.
e. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah uap yang terjadi dari hasil
pemanasan boiler/ketel uap pada pusat listrik tenaga uap digunakan untuk memutar
turbin yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Energi yang digunakan dapat
berwujud padat, cair, dan gas.
2.4 Krisis Energi
Krisis energi dapat melanda seluruh belahan dunia, baik negara maju maupun
negara berkembang. Tingginya konsumsi energi ditambah dengan sumber daya yang
semakin berkurang menyumbang pengaruh besar dalam krisis energi di dunia. Krisis
energi adalah kekurangan atau gangguan pada penyediaan pasokan energi. Krisis
energi juga dapat diartikan sebagai kurangnya persediaan sumber daya energi atau
peningkatan terhadap harga sumber daya, seperti minyak bumi. Berikut beberapa hal
yang menyebabkan krisis energi.
a. Konsumsi Energi Berlebihan
Krisis energi adalah akibat dari berbagai tekanan pada berbagai sumber daya
alam. Ada tekanan pada bahan bakar fosil seperti minyak, gas, dan batu bara karena
konsumsi berlebihan yang kemudian dapat membebani sumber daya air dan oksigen
kita dengan menyebabkan polusi. Model konsumsi saat ini sebagian besar bergantung
pada sumber daya yang dapat dikonsumsi dan terbatas seperti batu bara, minyak, dan
gas alam yang semakin lama akan habis. Menurut proyeksi saat ini, cadangan minyak
cukup untuk 40-60 tahun, minyak konvensional sekitar 60 tahun, dan cadangan batu
bara sekitar 1 abad.
b. Over Populasi
Penyebab lain dari krisis adalah peningkatan yang stabil dalam populasi dunia
dan permintaannya akan energi. Permintaan energi akan diperkuat oleh ledakan
demografis dan ekonomi di daerah-daerah yang sedang berkembang. Diperkirakan
bahwa populasi dunia akan mencapai hampir 10 miliar orang pada tahun 2050.
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), permintaan energi global dapat meningkat
lebih dari 50% pada tahun 2030 tanpa adanya kebijakan publik di bidang ini.
c. Pemborosan Energi
Pentingnya menghemat energi cukup sering diremehkan. Pemborosan energi
menggambarkan pemborosan sumber energi, khususnya bahan bakar dan listrik.
Akibatnya, pengurangan limbah menjadi sumber penghematan energi yang sangat
besar, yang membutuhkan tindakan baik pada tingkat individu maupun kolektif.
d. Energi Terbarukan yang Kurang Dimanfaatkan
Energi terbarukan masih tetap tidak digunakan atau kurang dimanfaatkan di
sebagian besar negara. Sebagian besar energi berasal dari sumber yang tidak
terbarukan seperti batu bara. Ini berarti ada cukup banyak ruang untuk perbaikan di
area ini. Jika kita tidak fokus serius pada energi terbarukan, masalah krisis energi
dunia tidak dapat diselesaikan. Sumber energi terbarukan dapat mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil dan juga membantu mengurangi emisi gas
rumah kaca.
e. Insfrastruktur yang Buruk
Penuaan infrastruktur peralatan pembangkit listrik dapat menjadi alasan lain
akan krisis energi global. Beberapa negara menggunakan peralatan usang yang
membatasi produksi energi yang efisien dan efektif. Meskipun pembaruan
infrastruktur membutuhkan banyak biaya dan menggunakan sejumlah besar sumber
daya tambahan, namun hal tersebut dapat menciptakan standar kinerja tinggi dan
membantu mencegah krisis energi.
2.5 Solusi Krisis Energi
Krisis energi dan berbagai pencemaran berdampak sangat negatif bagi
lingkungan dan kehidupan manusia. Dari permasalahan tersebut, mengharuskan kita
untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Secara umum, solusi
untuk mengatasi permasalahan akibat energi sebagai berikut.
a. Berpindah ke Sumber Daya Terbarukan
Solusi terbaik yang memungkinkan adalah mengurangi ketergantungan dunia
pada sumber daya tak terbarukan dan meningkatkan upaya konservasi secara
keseluruhan. Sebagian besar zaman industri diciptakan dengan menggunakan bahan
bakar fosil, tetapi ada juga teknologi yang dikenal dan teruji dengan baik yang
menggunakan energi terbarukan seperti energi air, energi matahari, dan energi angin.
Salah satu kekhawatiran dunia adalah akan kehabisan gas atau minyak.
Namun, kekhawatiran yang lebih besar sebenarnya adalah penggunaan batu bara akan
terus mencemari atmosfer dan menghancurkan sumber daya alam lainnya dalam
proses penambangan batu bara. Jadi, penting untuk berpindah pada energi terbarukan
sebagai sumber energi pengganti batu bara.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi energi
terbarukan yang sangat melimpah. Namun, pada kenyataannya potensi sumber energi
terbarukan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena
saat ini Indonesia masih bergantung pada sumber energi fosil yang sudah jelas
menyajikan masalah besar. Sumber energi fosil yang ketersediaannya di alam sangat
terbatas juga dapat menyebabkan polusi udara, air dan tanah, serta menghasilkan gas
rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah juga masih kurang mendukung terhadap
pemanfaatan energi alternatif atau terbarukan untuk tahun 2025 yang hanya sekitar
15%. Hal ini dapat dilihat dalam bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah bahwa target
konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 sebagai berikut.

a. Minyak bumi kurang dari 20%.


b. Gas bumi lebih dari 33%.
c. Batu bara lebih dari 5%.
d. Biofuel lebih dari 5%.
e. Panas bumi lebih dari 5%.
f. Energi baru terbarukan lainnya, khususnya biomassa, nuklir, tenaga air skala
kecil, tenaga surya dan angin lebih dari 5%.
g. Bahan bakar lain yang berasal dari pencarian batu bara lebih dari 2%.
b. Tingkatkan Fokus pada Teknologi Penyimpanan
Bekerja secara paralel dalam gerakan menuju penggunaan sumber terbarukan
yang lebih luas perlu adanya upaya kolektif dalam meningkatkan teknologi
penyimpanan. Seperti baterai atau penyimpanan energi hidro yang dipompa dan lebih
mudah diakses serta hemat biaya. Meningkatkan ketersediaan, keefektifan, dan
biayanya akan mendukung langkah menuju sumber terbarukan dan membuatnya lebih
mudah diakses, lebih andal, dan pada akhirnya lebih efektif.

c. Meningkatkan Inisiatif Efisiensi Energi


Kesadaran untuk menggunakan energi secara efisien perlu ditingkatkan.
Beberapa hal sederhana yang dapat membantu untuk menghemat energi antara lain
mematikan kipas dan lampu saat tidak digunakan, berhati-hati saat menggunakan
peralatan, membatasi penggunaan pemanas dan pendingin, berjalan kaki, dan kegiatan
kecil tapi berdampak besar lainnya.

d. Lakukan Audit Energi


Audit energi adalah proses yang membantu untuk mengidentifikasi area di
mana rumah atau kantor kehilangan energi dan langkah apa yang bisa dapat diambil
untuk meningkatkan efisiensi energi. Audit energi secara umum lebih memperhatikan
penggunaan energi dapat membantu mengurangi jejak karbon, menghemat energi, dan
membantu mencegah dampak lebih lanjut pada krisis energi.

e. Bersama Peduli terhadap Perubahan Iklim


Baik negara maju maupun negara berkembang harus memiliki kepedulian
yang sama tentang perubahan iklim. Mereka harus fokus pada pengurangan emisi gas
rumah kaca melalui mekanisme lintas batas yang efektif. Dengan pertumbuhan
populasi saat ini dan konsumsi sumber daya yang berlebihan, konsekuensi dari
pemanasan global dan perubahan iklim tidak dapat dikesampingkan. Baik negara
maju maupun berkembang harus fokus pada pengurangan separuh emisi gas rumah
kaca dari tingkat saat ini pada tahun 2050.

Anda mungkin juga menyukai