LAPORAN PRAKTIK STASE
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN PELAYANAN
KONTRASEPSI
Disusun oleh
Jumiati
NIM: 243001080010
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2025
i
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN LENGKAP
STASE KB DAN PELAYANAN KONTRASEPSI PADA Ny. N DENGAN
KONTRASEPSI IMPLAN 2 (DUA) BATANG
DI PUSKESMAS BUKIT INDAH
TAHUN 2025
Jambi, Agustus 2025
Disetujui CI Akademik
Bdn. Gustien Siahaan, [Link]., [Link]
NIDN : 1022078901
ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN LENGKAP
STASE KB DAN PELAYANAN KONTRASEPSI PADA Ny. N DENGAN
KONTRASEPSI IMPLAN 2 (DUA) BATANG
DI PUKESMAS BUKIT INDAH
TAHUN 2025
Dipersiapkan dan disusun oleh
Jumiati
NIM: 243001080010
Disetujui,
CI Akademik
Bdn. Gustien Siahaan, [Link]., [Link]
NIK. 1022078901
Mengetahui,
Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
Bdn. Devi Arista, [Link]., [Link]
NIK. 1010300715008
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada tuhan YME karena atas
rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyajikan laporan stase yang berjudul
“Asuhan Kebidanan KB dan Pelayanan Kontrasepsi pada Ny. N Dengan implant 2
(dua) batang Di Puskesmas Bukit Indah Tahun 2025”
Dalam pembahasan laporan ini, banyak mendapatkan arahan dan
bimbingan serta dukungan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bdn. Gustien Siahaan, [Link]., [Link]
selaku pembimbing dan ibu Dr. Devi Arista, [Link]., Bdn., [Link] ketua Program
Studi Profesi Kebidanan Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Adiwangsa Jambi yang telah banyak memberi arahan, bimbingan, dukungan,
dalam pembuatan laporan stase ini.
Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan
ini, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari
semua pihak.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih semoga laporan stase ini
dapat bermanfaat dan berguna bagi perkembangan ilmu kebidanan dan untuk
semua pihak yang memerlukannya.
Jambi, Juli 2025
(Penulis)
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN....................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Tujuan .................................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Pengertian............................................................................................. 4
B. Etiologi.................................................................................................. 5
C. Patofisiologi.......................................................................................... 8
D. Penatalaksanaan.................................................................................... 9
E. Komplikasi............................................................................................ 10
F. Cara Penanganan efek samping ........................................................... 14
BAB III TINJAUAN KASUS
A. Interpretasi Data.................................................................................... 21
B. Diagnosa Potensial................................................................................ 21
C. Tindakan segera.................................................................................... 21
D. Intervensi............................................................................................... 22
E. Implementasi.........................................................................................
F. Evaluasi.................................................................................................
BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 25
A. Hasil Asuhan Kebidanan Dengan Reading Jurnal................................
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .......................................................................................... 28
B. Saran .................................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA
DOKUMENTASI
LEMBAR BIMBINGAN
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program Keluarga Berencana mempunyai kontribusi yang penting dalam
meningkatkan kualitas penduduk, yaitu dalam hal menangani pertambahan jumlah
penduduk. WHO menyatakan bahwa program keluarga berencana dapat
mengantisipasi dan menentukan jumlah anak yang diinginkan setiap pasangan
serta dapat memperkirakan jarak kelahiran (World Health Organization, 2021).
Pelayanan KB senantiasa dilakukan untuk menurunkan total fertility rate (TFR)
agar mengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat dan
bangsa Indonesia. TFR merupakan rata-rata anak yang dilahirkan oleh wanita usia
subur dengan rentang usia yaitu 15-49 tahun.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang
Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana,
dan Sistem Informasi Keluarga menyatakan Keluarga Berencana adalah upaya
mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan,
melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk
mewujudkan keluarga yang berkualitas. Risiko 4 Terlalu (Terlalu muda
melahirkan di bawah usia 21 tahun, Terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun,
Terlalu dekat jarak melahirkan kurang dari 3 tahun, dan Terlalu banyak jumlah
anak lebih dari 2 menyumbangkan dampak pada peningkatan Angka Kematian
Ibu di Indonesia (Kemenkes RI, 2021).
Tahun 2020 presentase ibu meninggal di Indonesia yang melahirkan
berusia di bawah 20 tahun dan diatas 35 tahun sebesar 33% dari seluruh kematian
ibu, sehingga apabila program Keluarga Berencana dapat dilaksanakan dengan
baik, kemungkinan 33% kematian ibu dapat dicegah melalui penggunaan
kontrasepsi (Kemenkes RI, 2021). BKKBN melaporkan, cakupan peserta KB aktif
di Indonesia tahun 2020 sebesar 67,6%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun
2019 sebesar 63,31%.
1
2
Menurut BKKBN 2020, cakupan peserta KB aktif pada tahun 2020 yang
memakai metode kontrasepsi implan sebesar 8,5%. Angka ini jauh lebih rendah
apabila dibandingkan dengan metode kontrasepsi suntik 72,9%, metode pil
19,4%, dan metode IUD sebesar 8,5%. Jika dilihat dari efektivitas, suntik dan pil
termasuk metode kontrasepsi jangka pendek yang memiliki tingkat efektivitas
lebih rendah dibadingkan dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
seperti Implan, IUD, MOW dan MOP. Pola ini terjadi setiap tahun, yang dapat
menunjukkan bahwa peserta lebih banyak yang menggunakan metode kontrasepsi
jangka pendek (Kemenkes RI, 2021).
Implan merupakan salah satu jenis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
(MKJP) yang berbentuk batang kecil yang dipasang di bawah lapisan kulit lengan
atas bagian dalam. Implan berisi hormon progesteron yang dapat efektif selama
tiga tahun dan dapat kembali subur setelah proses pencabutan (BKKBN, 2020).
Menurut BKKBN, implan merupakan salah satu strategi pelayanan KB untuk
percepatan penurunan angka Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia. Berdasarkan
pemakaiannya, implan lebih efisien karena dipakai dalam waktu yang lama serta
lebih aman dan efektif. Angka kegagalan MKJP dilaporkan sebesar 0,2 per 1000
pengguna, sedangkan metode non MKJP dilaporkan terjadi 10 per 1000
pengguna. Dari hal tersebut terlihat bahwa metode MKJP lebih efektif untuk dapat
mencegah kehamilan pada penggunanya (Biran Affandi, 2014).
Berdasarkan uraian di atas, peran petugas kesehatan sangat diperlukan
untuk meningkatkan metode MKJP bagi wanita usia subur. Hal tersebut bertujuan
untuk percepatan penurunan angka Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia implan
lebih efisien karena dipakai dalam waktu yang lama serta lebih aman dan efektif.
Atas dasar pemikiran itulah, penulis tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan
KB dan Pelayanan Kontrasepsi Implan 2 (dua) batang di Puskesmas Bukit Indah
untuk dijadikan sebagai kasus Laporan asuhan kebidanan KB dan Pelayanan
Kontrasepsi.
3
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Melaksanakan asuhan kebidanan KB dan pelayanan kontrasepsi
pada Ny. N dengan implan 2 (dua) batang menggunakan pendekatan
manejemen kebidanan dengan 7 langkah varney.
2. Tujuan Khusus
1) Melakukan pengkajian KB dan pelayanan kontrasepsi pada ibu
dengan Implan 2 (dua) batang;
2) Menganalisa masalah, diagnosa kebidanan pada ibu dengan KB dan
pelayanan kontrasepsi;
3) Menarik diagnosa potensial yang ada dalam pengkajian asuhan
kebidanan KB dan pelayanan kontrasepsi ;
4) Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan ibu dengan kontrasepsi
Implan 2 (dua) batang;
5) Merencanakan asuhan kebidanan ibu dengan dengan kontrasepsi
Implan 2 (dua) batang;
6) Melaksanakan perencanaan pada asuhan ibu dengan kontrasepsi
Implan 2 (dua) batang;
7) Melakukan Evaluasi pada asuhan kebidanan ibu dengan kontrasepsi
Implan 2 (dua) batang.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian
1. Pengertian KB (Keluarga Berencana)
Keluarga Berencana menurut WHO adalah tindakan yang
membantu pasangan suami isteri untuk menghindari kelahiran yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur
interval di antara kelahiran, mengontrol waktu kelahiran dan menentukan
jumlah anak dalam keluarga (Suharsih et al., 2022).
2. Pengertian Kontrasepsi Implan/ AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah
Kulit)
Implan merupakan batang plastik berukuran kecil yang lentur,
seukuran batang korek api, yang melepaskan progestin. Dengan
pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah
kehamilan jangka panjang antara 3-5 tahun. Implan 2 batang
(mengandung hormon Levonorgestrel 75 mg/batang)..
B. Etiologi Implan 2 (dua) Batang
Adapun faktor – faktor yang bisa mempengaruhi peserta KB dalam
menggunakan implan adalah :
1. Faktor Pasangan
a) Umur
1) Fase menunda kehamilan, kisaran umur <20 tahun
2) Fase menjarangkan kehamilan, yaitu telah memiliki 1 atau 2 orang
anak
3) Fase mengakhiri kehamilan, kisaran umur >35 tahun
b) Jumlah Anak
c) Pengalaman Sebelumnya
d) Dukungan Pasangan
4
5
2. Faktor Kesehatan
a) Status Kesehatan
b) Pemeriksaan Fisik
3. Faktor Metode Kontrasepsi
a) Efektifitas
b) Pendapatan
c) Pendidikan
C. Patofisiologi Implan 2 (dua) Batang
Menurut BKKBN (2014), cara kerja implan adalah implan yang
dipasang di bawah kulit akan mulai mengeluarkan progesteron. Hormon
progesteron dilepas untuk mencegah proses ovulasi (pelepasan sel telur ke
ovarium) sehingga wanita yang tidak mengalami ovulasi maka tidak akan
mengalami kehamilan. Selain itu, progesteron yang dikeluarkan akan
mengentalkan lendir disekitar serviks sehingga sperma akan sulit masuk ke
dalam rahim. Hormon progesteron akan menipiskan dinding rahim sehingga
apabila ada sel telur yang berhasil dibuahi tidak akan bisa menempel di
dinding rahim
D. Penatalaksanaan
1. Persiapan Petugas
a) Informed consent
b) Cuci tangan
c) Pakai handscoon
2. Persiapan pasien
a) Pasien menandatanagi informed consent
b) Pasien berbaring di tempat tidur
3. Cara pemasangan dengan mematahkan dan memutar pendorong trokar
a) Berikan lidokain pada tempat yang akan dilakukan insisi
b) Tusukkan trocar pada titik pertama yang terdekat dengan siku
6
c) Posisikan trocar menghadap ke atas kearah jam 12 dan perhatikan
tanda batasnya yang bewarna hitam
d) Tusukkan trocar, jungkitkan, kemudian dorong secara perlahan
e) Sesudah inserter masuk arahkan kesatu titik menelusuri bawah kulit
untuk menjaga agar pemasangan implant benar-benar tepat dibawah
kulit, datar dan dangkal
f) Masukkan pendorong yang ada sayap ditengahnya posisikan sayap
berada dibawah (arah jam 6)
g) Tarik trocar secara perlaran sementara itu tahan pendorong sampai
sayap pada pendorong masuk tepat pada belahan dipangkal trocar
h) Tarik trocar sambil menahan implant yang sudah dibawah kulit, tahan
dengan jari tengah atau salah satu jari
i) Tarik trocar sampai tanda batas (lingkaran warna hitam) dekat ujung
trocar, sampai implant pertama keluar dan berada pada posisi yang
benar dibawah kulit
j) Bersihkan luka menggunakan betadin, lalu bungkus luka dengan kasa
steril.
E. Komplikasi
Menurut Farianti (2019), efek samping dari implan yaitu :
1. Gangguan Haid
Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan haid. Gangguan haid
yang dialami adalah amenore (tidak haid), bercak-bercak haid, menoragia
(siklus haid yang berkepanjangan). Ini umumnya terjadi dalam 3- 6 bulan
setelah pemasangan dan secara bertahap akan hilang.
2. Gangguan Berat Badan
Pengguna implan sering mengalami gangguan kenaikan berat badan
karena hormon yang terkandung dalam jenis kontrasepsi implan bisa
meningkatkan nafsu makan dan penumpukan cairan tubuh yang
menyebabkan kenaikan berat badan.
7
3. Nyeri Payudara
Efek samping dari penggunaan implan adalah nyeri payudara. Hal ini
disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon, namun kondisi ini
akan hilang setelah 6 bulan pemasangan.
4. Gangguan Jerawat
Gangguan jerawat dapat terjadi pada akseptor KB yang menggunakan
implan karena pengaruh hormon progesteron sehingga mempengaruhi
kepercayaan diri dari akseptor KB.
F. Cara Penanganan Dari Efek Samping
Penanganan dari efek samping dari kontrasepsi implan adalah
konsultasi pada tenaga kesehatan, melakukan diet sehat dan melakukan
perawatan kulit (Kristianti, 2020)
8
BAB III
TINJAUAN KASUS
Asuhan Kebidanan Aseptor KB Implan 2 (dua) Batang
Pada Ny. N Umur 25 Tahun P1A0 H1
Di Puskesmas Bukit Indah Tahun 2025
Tempat Praktek : Puskesmas Bukit Indah
Tanggal : 20 Mei 2025
Pembimbing CI : Bdn. Gustien Siahaan, [Link]., [Link]
A. PENGKAJIAN
1. DATA SUBYEKTIF
a. Identitas
Identitas Ibu Identitas Suami
Nama : Ny. N Tn. F
NIK :
Umur : 25 tahun 26 tahun
Gol darah :
Pendidikan : SMA SMA
Pekerjaan : IRT Tani
Agama : Islam Islam
Alamat : RT.06 Sei Papauh RT.06 Sei Papauh
[Link] :
Jenis dan No : Umum
Jaminan
b. Keluhan Utama : Ingin menggunakan KB
c. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Kesehatan yang Lalu : P1A0 H1
9
2) Riwayat Kesehatan Saat Ini : Baik
3) Riwayat Kesehatan Keluarga : Baik
d. Riwayat Menstruasi
1) Menarche : Umur 13 Tahun
2) Siklus : 30 Hari
3) Lamanya : 6 hari
4) Dismenorea : tidak ada
e. Riwayat Kehamilan, persalianan dan nifas yang lalu
Anak terakhir umur 1,5 tahun, P1A0 H1
f. Riwayat KB : KB suntik 3 bulan
g. Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari
h. Data Psikologi, Spiritual dan Pengetahuan tentang KB
2. Data Objektif
1) Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan umum : baik
b) Kesadaran : CM
c) Berat Badan : 62Kg
d) Tinggi Badan : 158cm
e) Tanda Vital :
Tensi : 120/80mmHg
Nadi : 84x/i
Suhu : 36,4◦c
Rr : 20x/i
f) Kepala
Bentuk : Simetris
Rambut : Bersih
g) Muka
Mata : Normal
Hidung : Normal
Mulut/gigi : Bersih
10
Telinga : Bersih
h) Leher : Normal
i) Dada
Bentuk : Normal
Payudara : Normal
j) Abdomen
Bekas operasi : Tidak ada
Bentuk : normal
Benjolan : Tidak ada
k) Ekstremitas atas : Normal
l) Ekstremitas Bawah : Normal
m) Genetalia
Kebersihan : Bersih
Pengeluaran pervagina : Normal
Tanda infeksi vagina : Tidak ada
n) Anus
Hemoroid : Tidak ada
Kebersihan : bersih
B. INTERPRESTASI DATA tanggal: 20 mei 2025 jam: 09.25 wib
1. Diagnosa Kebidanan :
Ny. N umur 25 tahun P1A0 H1 Aseptor KB Implan baru
Data Dasar :
Ds : ibu ingin menggunakan KB implan
Do : K/U baik, TD: 120/80mmhg, N:84x/I, Rr: 20x/i, S: 36,4◦c,
Masalah : Ibu merasa cemas dan takut saat pemasangan implan
2. Kebutuhan : Berikan konseling KB dan pemasangan KB Implan
C. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
11
D. TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
E. INTERVENSI tanggal: 20 mei 2025 jam: 09.25wib
1. Lakukan informed consent
2. Beritahu ibu tentang KB implant
3. Beritahu ibu tentang efek samping KB implan
4. Beritahu ibu cara pemasangan KB implan
5. Lakukan pemasangan KB implan
6. Lakukan pencatatan dang pendokumentasian
F. IMPLEMENTASI tanggal: 20 mei 2025 jam: 09.30 wib
1. Melakukan informed consent
2. Memberitahu ibu tentang KB implant
Implan merupakan batang plastik berukuran kecil yang lentur, seukuran
batang korek api, yang melepaskan progestin. KB susuk ini sudah dapat
mencegah kehamilan jangka panjang antara 3-5 tahun.
3. Memberitahu ibu tentang efek samping KB implant antara lain, gangguan
haid, nyeri haid, jerawat serta gangguan berat badan.
4. Memberitahu ibu cara pemasangan KB implant yaitu, implant 2 batang
akan dimasukan ke bawah kulit lengan ibu bagian dalam. Tapi
sebelumnya akan dibersihkan dan dilakukan insisi luka untuk
memasukkan implan
5. Melakukan pemasangan KB implan
6. Melakukan pencatatan dang pendokumentasian
G. EVALUASI tanggal: 20 mei 2025 jam: 09.40 wib
1. Telah dilakukan informed consent
2. Ibu sudah tau tentang KB implant
3. Ibu sudah tau tentang efek samping KB implan
4. Ibu sudah tau cara pemasangan KB implan
12
5. Telah dilakukan pemasangan KB implan
6. Telah dilakukan pencatatan dang pendokumentasian
CI Akademik Peserta Didik
Bdn. Gustien Siahaan , [Link]., [Link] Jumiati
NIDN. 1022078901
BAB IV
PEMBAHASAN
[Link]
Keluarga Berencana (KB) adalah upaya untuk mewujudkan keluarga yang
berkualitas melalui promosi, perlindungan dan bantuan dalam mewujudkan hak-
hak reproduksi serta penyelenggaraan pelayanan, pengaturan dan dukungan yang
diperlukan untuk membentuk keluarga dengan usia kawin yang ideal, mengatur
jumlah, jarak dan usia ideal melahirkan anak, mengatur kehamilan dan membina
ketahanan serta kesejahteraan anak (BKKBN, 2022).
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu upaya mengatur
kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui
promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk
mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Salah satu program KB yaitu penggunakan alat kontrasepsi yang
diharapkan dapat menurunkan angka kelahiran. Kebijakan pemerintah tentang KB
menurut BKKBN saat ini mengarah pada pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP). Salah satu metode kontrasepsi yang dapat digunakan adalah
implan satu batang (etonogestrel 68mg) dengan jenis implanon.
Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan kepada Ny. N di Puskesmas
Bukit Indah pada tanggal 20 Mei 2025, maka penulis akan membahas
permasalahan yang akan timbul pada kasus Ibu dengan metode KB dan
pemasangan kontrasepsi implan dengan membandingkan kesenjangan antara teori
ataupun artikel dengan kasus yang ada. Adapun pembahasan dalam bentuk
narasinya adalah sebagai berikut:
A. Hasil Asuhan Kebidanan Dengan Reading Jurnal
Pada Pasangan usia subur, untuk mecegah kehamilan harus
menggunakan kontrasepsi, kontrasepsi yang dianjurkan yaitu MKJP (Metode
Kontrasepsi Jangka Panjang), implant merupakan salah satu jenis kontrasepsi
jangka panjang. Pada hal ini Ny. N ingin menunda kehamilan dan ingin
13
14
menggunakan metode kontrasepsi implant namum merasa takut dan cemas
saat akan dilakukan pemasanagan KB implan. Penulis memberikan
penyuluhan MKJP kepada ibu, dan ibu memilih implan sebagai metode
kontrasepsi yang diinginkan.
Asuhan kebidanan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Retnani, Ika 2021 dengan Judul Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap
Tingkat Kecemasan Calon Akseptor KB Implant Di Klinik Ramdani Husada .
Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperiment dengan rancangan one
grup pretestposttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini
berjumlah 16 responden yang diambil dengan metode Purposive Sampling .
Sebelum dilakukan komunikasi terapeutik responden memiliki tingkat
kecemasan ringan 4(25%), sedang 9(56,25%) dan berat 3(18,75%). Sesudah
dilakukan komunikasi terapeutik responden dengan tingkat kecemasan tidak
ada kecemasan 13(81,25%), ringan 2(12,5%) dan sedang 1(6,25%).
Kecemasan adalah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam
dan merupakan hal normal yang terjadi yang disertai perkembangan,
perubahan, pengalaman baru serta dalam menemukan identitas diri dan hidup.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan disebabkan oleh beberapa
faktor, antara lain : usia, pendidikan dan pekerjaan.
Komunikasi merupakan suatu pertukaran pikiran atau keterangan
dalam rangka menciptakan rasa saling mengerti serta saling percaya demi
terwujudnya hubungan yang baik antar seseorang dengan orang lainnya, yang
dapat disampaikan melalui simbol, tanda, atau perilaku yang umum dan
biasanya terjadi dua arah. Komunikasi juga dapat digunakan sebagai media
pertukaran fakta, gagasan, opini atau emosi antar dua orang atau lebih dengan
tujuan agar setiap manusia yang terlibat dalam proses komunikasi dapat
saling menukar arti dan pengertin terhadap sesuatu (Taufik & Juliane, 2010)
Hal ini membuktikan bahwa pentingnya pemberian Komunikasi
terapeutik untuk mengatasi kecemasan pada ibu agar pemasangan implant
berjalan dengan lancar dan ibu merasa tenang.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Mampu melakukan pengkajian ibu dengan KB dan pelayanan kontasepsi
implan;
2. Mampu menganalisa masalah, diagnosa kebidanan pada ibu dengan KB
dan pelayanan kontasepsi implan;
3. Mampu menarik diagnosa potensial yang ada dalam pengkajian asuhan
kebidanan ibu dengan KB dan pelayanan kontasepsi implan;
4. Mampu mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan ibu dengan KB dan
pelayanan kontasepsi implan;
5. Mampu merencanakan asuhan kebidanan ibu dengan KB dan pelayanan
kontasepsi implan;
6. Mampu melaksanakan perencanaan pada asuhan ibu dengan KB dan
pelayanan kontasepsi implan;
7. Mampu melakukan Evaluasi pada asuhan kebidanan ibu dengan KB dan
pelayanan kontasepsi implan.
B. Saran
1. Bagi Puskesmas Bukit Indah
Bagi Puskesmas Bukit Indah diharapkan dapat memberikan asuhan
kebidanan ibu dengan KB dan Pelayanan Kontrasepsi Implan.
2. Bagi Institusi Pendidikian
Disarankan untuk dapat menjadi wadah sebagai pengembangan informasi
yang berkompetensi, sehingga mahasiswa dapat menerapkan pada
masyarakat.
15
16
3. Bagi Mahasiswa
Bagi Mahasiswa Profesi Bidan Diharapkan asuhan kebidanan ini dapat
dijadikan Bahan Referensi Bagi Mahasiswa Untuk Menambah Wawasan
Dan Pengetahuan Mengenai asuhan KB dan Pelayanan Kontrasepsi
dengan metode implan.
17
DAFTAR PUSTAKA
Farianti,A.,Husna.2019. Analisis Efek Samping Penggunaan Metode Kontrasepsi
Implan Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya
Pekanbaru Tahun [Link] Medika Usada.2(2):6-15.
Herawati,Rika.2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemakaian
KB Implan Didesa Margamulya Wilayah Kerja Puskesmas
Rambah Samo I tahun [Link] and
[Link](3):196-209
Kelana, R. I., dkk. 2018. Rendahnya WUS Memilih Implan Sebagai Alat
[Link] buana. 3(3):451–465
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia
WHO. (2021). World Health Organization Result Repot
18
DOKUMENTASI
19
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2025
Nama : Jumiati
NIM : 243001080010
Stase : KB dan Pelayanan Kontrasepsi
CI Akademik : Bdn. Gustien Siahaan, [Link]., [Link]
NO TANGGAL URAIAN / MATERI BIMBINGAN TTD
1. Selasa/ 20 Mei 2025 Ujian BST
2.
3.
4.
Mengetahui,
Kaprodi Prrofesi Kebidanan
Dr. Devi Arista, [Link]., Bdn., [Link]
NIK. 1010300715008
20