0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan34 halaman

Analisis Kinerja Keuangan Perumda Pangkep

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Perumda Mappatuwo Kabupaten Pangkep menggunakan pendekatan rasio-rasio keuangan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa kinerja keuangan perusahaan belum stabil, dengan pendapatan meningkat namun laba bersih tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan acuan bagi perusahaan dalam menyusun strategi pengembangan usaha.

Diunggah oleh

aandihalijah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan34 halaman

Analisis Kinerja Keuangan Perumda Pangkep

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Perumda Mappatuwo Kabupaten Pangkep menggunakan pendekatan rasio-rasio keuangan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa kinerja keuangan perusahaan belum stabil, dengan pendapatan meningkat namun laba bersih tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan acuan bagi perusahaan dalam menyusun strategi pengembangan usaha.

Diunggah oleh

aandihalijah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN


PENDEKATAN RASIO-RASIO KEUANGAN PADA
PERUMDA MAPPATUWO KABUPATEN PANGKEP

OLEH :
ANDI HALIJAH APRILIA
NIM. 2161201050

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUSLIM MAROS
2025
PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN


PENDEKATAN RASIO-RASIO KEUANGAN PADA
PERUMDA MAPPATUWO KABUPATEN PANGKEP
Diajukan Kepada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muslim Maros Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna
Melakukan Penelitian

OLEH :
ANDI HALIJAH APRILIA
NIM. 2161201050

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUSLIM MAROS
2025

i
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji Syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah Subhanahu WaTa'ala.

Karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan hasil penelitian dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan

denga pendekatan rasio-rasio keuangan pada perumda mappatuwo

kabupaten pangkep” dan tak lupa pula shalawat dan salam senantiasa

terlimpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu

'alaihiwasallam sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Pertama-tama ucapan terimakasih penulis haturkan secara khusus

kepada kedua orang tua tercinta Bapak Andi Gusman dan Ibu Andi Irmasuryani,

yang senantiasa memberikan Doa, dukungan moral, serta semangat yang tiada

henti dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini dan sahabat saya yang selalu

member dukungan, masukan dan motifasi selama penulis menempuh studi di

program studi Manajemen Universitas Muslim Maros, semoga Allah Subhanahu

WaTa'ala selalu melimpahkan Rahmat, kesehatan, karunia dan keberkahan di

dunia dan di akhirat atas budi baik yang telah diberikan kepada penulis. Hasil

Penelitian ini juga tentunya tidak terlepas dari bantuan dan dorongan berbagai

pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa

terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. H. Muhammad Ikram Idrus, S.E., M.S., selaku Ketua Yayasan

Universitas Muslim Maros.

2. Ibu Prof. Nurul Ilmi Idrus, [Link]., Ph.D., selaku Rektor Universitas Muslim

Maros.

ii
3. Bapak Dr. Mustafa, S.E., [Link]., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan

Bisnis.

4. Ibu Yuni Kartini, S.M., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Maros.

5. Ibu Nurwahidah, M.S.E., [Link]., selaku Dosen Pembimbing I, yang telah

memberikan bimbingan, arahan, dan masukan yang sangat berarti dalam

proses penyusunan proposal ini.

6. Bapak Hajar, S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing II, yang juga telah

memberikan bimbingan, arahan, dan masukan yang sangat berharga

dalam penyusunan proposal ini.

7. Seluruh Bapak/Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah

memberikan ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat selama

masa perkuliahan.

8. Teman-teman seperjuangan di bangku kuliah atas segala dukungan, doa,

dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi siapa pun

yang membacanya. Aamiin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pangkep,

Peneliti

iii
DAFTAR ISI
PROPOSAL PENELITIAN................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN ...........................................................................ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI .....................................................................................................v
DAFTAR TABEL ........................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
1.1. Latar Belakang ....................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah ..............................................................................5
1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................5
1.4. Manfaat Penelitian ..............................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .........................................................................7
2.1 LaporanKeuangan ..............................................................................7
2.1.1 PengertianLaporanKeuangan ..............................................7
2.1.2 Jenis-Jenis LaporanKeuangan .............................................8
2.1.3 Tujuan LaporanKeuangan .................................................. 12
2.2 Kinerja Keuangan ............................................................................. 13
2.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan ............................................ 13
2.2.1 Tujuan Kinerja Keuangan ................................................... 14
2.3 AnalisisRasioKeuangan ..................................................................... 16
2.3.1 PengertianRasioKeuangan ................................................ 16
2.3.2 Jenis-Jenis RasioKeuangan ............................................... 17
2.4 PenelitianTerdahulu ............................................................................ 24
2.5 KerangkaPikir ..................................................................................... 27
BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 29
3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 29
3.2 TempatDan Waktu Penelitian ............................................................ 29
3.3 PopulasiDan Sampel......................................................................... 29
3.4 SumberData ...................................................................................... 30
3.5 Teknik Dan Alat Pengumpulan Data .................................................. 30
3.6 Teknik Analisis Data .......................................................................... 31
3.7 DefinisiOperasionalVariabel .............................................................. 33
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 35

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1LaporanKeuangan………………………………………………………….4

Table 2.1PenelitianTerdahulu……………………………………………………….24

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir……………………………………………………….28

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kinerja keuangan adalah salah satu indikator penting untuk menilai

keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan operasional dan

finansialnya. Kinerja merupakan suatu kondisi yang menggambarkan keuangan

suatu perusahaan yang melakukan analisis dengan alat analisis keuangan,

sehingga mampu mengetahui tentang yang baik dan buruknya keadaan

keuangan suatu perusahaan yang merupakan cerminan perestasi kerja (Widya,

2021).

Kinerja perusahaan yang baik maka akan memberikan tingkat

pengembalian yang tinggi kepada para pemegang sahamnya. Tingkat return on

asset yang diperoleh para pemegang saham akan mendorong naiknya harga

saham perusahaan tersebut (Widya, 2021) (asmirantho,2015). Bentuk paling

umum informasi suatu perusahaan adalah seperangkat laporan keuangan yang

dibuat berdasarkan pedoman. Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan

pedoman yang berlaku, mencerminkan keputusan yang dibuat manajemen pada

masa lalu maupun sekarang. Perusahaan secara periodik selalu mengeluarkan

laporan keuangan yang dibuat oleh bagian akunting dan diberikan kepada pihak-

pihak yang berkepentingan, misalnya pemerintah, kreditor, pemilik perusahaan

dan pihak manajemen sendiri. Selanjutnya, pihak-pihak tersebut akan melakukan

pengolahan data dengan melakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui

apakah perusahaan telah mencapai standar kinerja yang dipersyaratkan atau

belum.

1
Salah satu metode yang paling umum dan efektif digunakan untuk

menganalisis kinerja keuangan adalah pendekatan rasio-rasio keuangan, rasio

keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam

laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka yang lainya

kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu

periode maupun beberapa periode. Hasil dari rasio keuangan inilah yang

digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode apakah

mencapai target seperti yang telah ditetapkan atau sebaliknya, disamping itu juga

untuk menilai kemampuan manajemen dalam memberdayakan sumber daya

perusahaan secara efektif dan efisien.

Masalah keuangan merupakan salah satu masalah yang sangat fatal, yang

dapat menyebabkan perusahaan bangkrut. Suatu perusahaan tidak hanya dapat

dinilai dari fisiknya saja, misalnya dilihat dari gedung, pembangunan dan

ekspansinya. (Agnes Renostini harefa, 2022) Herawati dan supriyanto

menyatakan perkembangan posisi keuanganlah yang dijadikan dasar untuk

mengevaluasi apakah kondisi keuangan perusahaan tersebut sehat atau tidak

sehat.

Berdasarkan pra penelitian kinerja keuangan pada Perusahaan Umum

Daerah Mappatuwo Pangkep belum sepenuhnya stabil. Hal ini dapat dilihat dari

beberapa indikator seperti pendapatan usaha yang belum menunjukkan

peningkatan signifikan, beban usaha yang relatif tinggi, serta laba bersih yang

masih terbatas. Jika perusahaan mengalami kesulitan dalam menghasilkan laba

bersih yang memadai atau menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun,

maka hal tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah dalam operasional atau

strategi bisnis.

2
Tahun Pendapatan (Rp) Beban Usaha (Rp) Laba (Rugi) Bersih
2020 [Link] [Link] 861.491.693
2021 [Link] [Link] 92.368.501
2022 [Link] [Link] 45.003.016
2023 [Link] [Link] 47.610.650
Sumber data :

Dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan, pendekatan rasio

keuangan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efisiensi dan

efektifitas pengelolaan keuangan. Berdasarkan data laporan keuangan tahun

2020-2023, diketahui bahwa pendapatan perusahaan mengalami peningkatan

secara konsisten. Namun peningkatan pendapatan ini tidak diikuti oleh

peningkatan laba bersih. Hal tersebut dapat dianalisis melalui rasio Profitabilitas,

khususnya Net Profit Margin yang mengukur kemampuan perusahaan

menghasilkan laba bersih dari total pendapatan. Kinerja keuangan perusahaan

mengalami penurunan yang menjadi indicator bahwa perusahaan belum mampu

mengelola operasional secara efisien.

Sehubungan dengan latar belakang permasalahan tersebut maka penulis

merasa tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Analisis Kinerja

Keuangan Dengan Pendekatan Rasio-Rasio Keuangan Pada Perumda

Mappatuwo Pangkep “.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah

dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana Kinerja Keuangan Perumda Mappatuwo

Kabupaten Pangkep Berdasarkan Analisis Rasio-rasio Keuangan?”.

3
1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dari

penelitian ini adalah “ Untuk mengetahui kinerja Keuangan Perumda Mappatuwo

Kabupaten Pangkep.

1.4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan dalam pembelajaran bagi

para Mahasiswa mengenai Analisis Kinerja Keuangan dengan pendekatan rasio-

rasio keuangan pada Perumda Mappatuwo Kabupaten Pangkep.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan

pengetahuan mengenai kinerja keuangan perusahaan Perumda

Mappatuwo yang diperoleh dari hasil penelitian ini.

b. Bagi Perumda Mappatuwo

Penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun strategi

pengembangan usaha dan mengatur dengan baik keuangan perusahaan.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Laporan Keuangan

2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha

suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Laporan

keuangan merupakan hasil akhir dari suatu pencatatan akuntansi dan juga

merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu

periode akuntansi. Laporan keuangan adalah hasil dari pencatatan seluruh

transaksi keuangan diperusahaan prihadi (2020:7).

putri Hardika. D, (2022) Menurut munawir (2010:5) laporan keuangan

adalah dua factor disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu

perusahaan. Kedua factor itu adalah daftar neraca dan daftar posisi keuangan

dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah

sudah menjadi kebiasaan bagi perusahaan untuk menambahkan daftar yaitu

daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (laba ditahan).

wulandari, A., dan Yuliati, A, (2023), mulia, (2019) Laporan keuangan

adalah catatan informasi suatu entitas pada suatu periode akuntansi yang dapat

digunakan untuk menggambarkan kinerja entitas tersebut. Laporan keuangan

pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai

alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada

pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan kata lain, laporan keuangan ini

berfungsi sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan

pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan

keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan (Sari dan Alfian, 2023).

5
Berdasarkan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa laporan keuangan

pada umumnya meliputi Neraca, Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan

Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan

keuangan tersebut merupakan suatu bentuk laporan yang menggambarkan

kondisi keuangan, perkembangan perusahaan, dan hasil usaha suatu

perusahaan pada jangka waktu tertentu.

2.1.2 Jenis Jenis Laporan Keuangan\

Jenis laporan keuangan menurut Syaharman (2021),yaitu sebagai berikut:

a. Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu

perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, dan ekuitas pada suatu saat

tertentu

b. Laporan laba rugi adalah laporan yang disusun secara sistematis, isinya

penghasilan yang diperoleh perusahaan dikurangi beban-beban yang

terjadi dalam perusahaan selama periode tertentu. Prinsip-prinsip yang

umumnya diterapkan dalam penyusunan laporan laba rugi adalah:

1. Bagian pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha

pokok perusahaan atau lembaga yang diikuti dengan harga pokok dari

barang atau jasa yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.

2. Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari

biaya penjualan dan biaya umum.

3. Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh dari operasi pokok

perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi di luar usaha

pokok perusahaan.

4. Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil sehingga

akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

6
c. Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang berisi seberapa banyak

modal awal telah bertambah ataupun berkurang selama periode tertentu.

Perubahan modal ini dapat terjadi karena adanya laba atau rugi usaha,

pengambilan pribadi dari pemilik, maupun penambahan modal oleh

pemilik.

d. Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan penerimaan dan

pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan arus kas memberi

gambaran penggunaan kas pada tiga aktivitas perusahaan yang

berhubungan dengan pemasukan dan pengeluaran kas. Laporan arus

kas diklasifikasikan menurut:

1. Aktivitas operasi menimbulkan pendapatan dan beban dari operasi utama

suatu perusahaan, yang memengaruhi laporan laba rugi. Arus masuk kas

berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, bunga atas pinjaman, dan

dividen atas investasi saham. Arus keluar kas mencakup pembayaran

kepada pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

2. Investasi Aktivitas ini meliputi pembelian dan penjualan aktiva tetap

seperti tanah, gedung, dan peralatan, serta investasi dalam bentuk

saham atau obligasi perusahaan lain. Termasuk juga pemberian pinjaman

kepada pihak lain.

3. Aktivitas pendanaan berkaitan dengan memperoleh kas dari investor dan

kreditor. Termasuk di dalamnya pengeluaran saham, peminjaman uang,

penjualan saham perbendaharaan, serta pembayaran dividen dan

pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran kepada kreditor hanya

mencakup pokok pinjaman.

7
e. Catatan atas laporan keuangan adalah informasi atau penjelasan

tambahan untuk membantu pembaca memahami isi laporan keuangan.

Catatan ini menjelaskan metode akuntansi yang digunakan serta

informasi penting lainnya yang tidak disajikan langsung dalam laporan

keuangan utama.

Berdasarkan PSAK No. 1/2015 Paragraf 3, terdapat enam komponen

laporan keuangan, yaitu:

1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode Menunjukkan posisi

keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi. Aset dan liabilitas

diklasifikasikan ke dalam kategori lancar dan tidak lancar, serta jangka

pendek dan jangka panjang.

2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Selama Periode

Menggambarkan hasil usaha dalam satu periode tertentu. Penghasilan

komprehensif lain mencerminkan perubahan aset atau liabilitas yang tidak

memengaruhi laba saat ini.

3. Laporan Perubahan Ekuitas Selama Periode Berisi informasi mengenai

total laba rugi, alokasi kepada pemilik induk dan non-pengendali,

pengaruh penerapan retrospektif, serta dividen dan perubahan pada

modal.

4. Laporan Arus Kas Selama Periode Menjelaskan perubahan historis dalam

kas dan setara kas. Diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi,

investasi, dan pendanaan. Laporan ini merupakan bagian integral dari

laporan keuangan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan Memuat kebijakan akuntansi signifikan,

penjelasan tambahan, serta informasi komparatif dari periode

8
sebelumnya untuk pemahaman yang lebih baik terhadap laporan

keuangan.

6. Laporan Posisi Keuangan pada Awal Periode Disajikan jika perusahaan

menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau melakukan

penyajian kembali. Laporan ini membantu pembaca memahami dampak

perubahan tersebut terhadap posisi keuangan awal.

2.1.3 Tujuan Laporan Keuangan

Seperti diketahui bahwa setiap laporan keuangan yang dibuat sudah pasti

memiliki tujuan tertentu. Dalam praktiknya, terdapat beberapa tujuan yang

hendak dicapai, terutama bagi pemilik perusahaan dan manajemen perusahaan.

Secara rinci, Syaharman (2021) mengungkapkan bahwa laporan keuangan

bertujuan untuk:

1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki

perusahaan pada saat ini.

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal

yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang

diperoleh pada suatu periode tertentu.

4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang

dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi

terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam

suatu periode.

7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

9
Tujuan umum laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi

tentang hasil operasi, posisi keuangan, dan arus kas organisasi. Menurut

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (2015:3), tujuan laporan

keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja

keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan

pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Jadi, dengan

memperoleh laporan keuangan suatu perusahaan, akan dapat diketahui kondisi

keuangan perusahaan secara menyeluruh. Hal ini sangat berguna bagi pihak

internal maupun pihak eksternal karena laporan tersebut akan memberikan

informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan suatu perusahaan.

2.2 Kinerja Keuangan

2.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan dapat dianggap sebagai suatu hal yang dijadikan acuan

ketika suatu perusahaan ingin mewujudkan nilai bisnis guna memberikan

deskripsi keseluruhan mengenai profit di masa depan. Pengukuran kinerja

keuangan mencakup ROA, rasio lancar, common size, dan rasio hutang.

Keempat pengukuran ini telah mencakup seluruh aspek laporan keuangan, baik

berupa laporan neraca maupun laporan laba/rugi. Perusahaan yang terus

bersikap fleksibel, beradaptasi, dan memodifikasi produksi serta penjualan

mereka lebih mungkin berkembang dalam realitas normal berikutnya (Novera

Intan Setia, 2024).

Kinerja keuangan merupakan suatu kondisi yang menggambarkan

keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat analisis keuangan,

sehingga mampu mengetahui baik atau buruknya keadaan keuangan

perusahaan yang merupakan cerminan prestasi kerja (Widya, 2021).

10
Kinerja keuangan suatu perusahaan juga merupakan gambaran kegiatan

yang dilakukan guna mencapai tujuan bisnis pada kurun waktu tertentu, serta

sebagai bahan acuan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut

mencapai target prestasi agar dapat mempertahankan stabilitasnya (Sari, dkk,

2023).

Menurut Darmawan (2020), kinerja keuangan merupakan gambaran setiap

hasil ekonomi yang mampu diraih oleh suatu entitas pada periode tertentu

melalui aktivitas yang dijalani. Sedangkan Latif, dkk (2023) berpendapat bahwa

kinerja keuangan ialah gambaran kinerja perusahaan pada berbagai macam

aktivitas yang telah berlalu dan menghasilkan output berupa kinerja keuangan

perusahaan.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa

kinerja keuangan adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola dan

menunjukkan seberapa sehat, efisie, dan menguntungkan suatu perusahaan

untuk mencapai tujuan usahanya.

2.2.2 Tujuan kinerja keuangan

Tujuan dari kinerja keuangan menurut Putridesty Hardyka,dkk (2022)

adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau profitabilitas

2. Untuk mengathui tingkat Likuiditas

3. Mengetahui tingkat solvabilitas

4. Mengetahui tingkat stabilitas usaha

Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk

memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau

kemampuan perusahaan untuk memenuhi keuangannya pada saat ditagih; untuk

11
mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban

keuangan jangka pendek maupun jangka panjang; untuk mengetahui tingkat

rentabilitas atau profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk

menghasilkan laba selama periode tertentu; untuk mengetahui tingkat aktivitas

usaha, yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil,

yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk

membayar beban. bunga atau hutanghutangnya termasuk membayar kembali

pokok dan hutangnya tepat pada waktunya serta kemampuan membayar

deviden secara teratur kepada para pemegang saham.

Secara umum tujuan penilaian kinerja ada dua, yaitu untuk meningkatkan

prestasi kerja karyawan dengan membantu mereka menyadari dan

menggunakan potensi mereka secara penuh dalam melaksanakan misi

perusahaan untuk memberikan informasi kepada karyawan dan manajer untuk

digunakan dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan.

Setiap perusahaan harus mengukur kinerja keuangan perusahaanya. Adapun

kinerja keuangan perusahaan salah satunya adalah untuk melihat perkembangan

kinerja keuangan perusahaan dan faktor yang menyebabkan kinerja keuangan

perusahaan meningkat atau menurun.

2.3 Analisis Rasio Keuangan

2.3.1 Pengertian Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah metode yang dirancang untuk mengukur posisi

keuangan dan kinerja perusahaan melalui perhitungan rasio dari laporan

keuangan. Menurut Setiyani, dkk (2022), rasio keuangan merupakan nilai dari

12
hasil perbandingan antara pos laporan keuangan satu dengan lainnya yang

substansial.

Analisis rasio keuangan menurut Samryn (2015) merupakan cara

membandingkan data keuangan perusahaan menjadi lebih bermanfaat. Rasio

keuangan menjadi dasar untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan, yang

meliputi likuiditas perusahaan, kemampuan manajemen memperoleh laba,

mendanai investasi, dan hasil yang diterima oleh pemegang saham dari

investasi.

Menurut Erica (2016), hasil dari analisis rasio keuangan ini dapat

digunakan oleh pihak manajemen perusahaan untuk menilai kinerjanya dalam

suatu periode, apakah pihak manajemen telah mencapai target yang telah

ditetapkan atau sebaliknya. Selain itu, hasil dari rasio keuangan ini juga dapat

dijadikan sebagai suatu penilaian terhadap kemampuan manajemen dalam

memberdayakan semua sumber daya perusahaan yang dimiliki secara lebih

efektif.

Berdasarkan definisi tersebut, diketahui bahwa untuk menganalisis

laporan keuangan perusahaan, baik untuk jangka pendek maupun jangka

panjang, dapat menggunakan rasio keuangan yang dihitung dalam beberapa

periode. Tujuannya adalah agar dapat melihat perbedaan isi laporan keuangan

suatu perusahaan pada setiap tahun, apakah kinerja keuangannya mengalami

peningkatan atau malah mengalami penurunan.

2.3.2 Jenis Jenis Rasio Keuangan

Jenis-jenis rasio menurut Kasmir (2015) rasio-rasio dikelompokkan menjadi:

a. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan

kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka

13
pendek. Artinya, apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu

untuk memenuhi utang tersebut, terutama utang yang sudah jatuh tempo.

Jenis-jenis rasio likuiditas yang dapat digunakan perusahaan untuk

mengukur kemampuannya, yaitu:

1. Rasio Lancar (Current Ratio) Merupakan rasio untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau

utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Aktiva lancar merupakan harta perusahaan yang dapat dijadikan uang

dalam waktu singkat maksimal satu tahun, sedangkan utang lancar

merupakan kewajiban atau utang perusahaan pada pihak lain yang harus

segera dibayar.

𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

2. Rasio Cepat (QuickRatio) merupakan rasio yang menunjukkan

kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau

utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancer tanpa

memperhitungkan nilai sediaan. Artinya nilai sediaan ini kita abaikan,

dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar.

Aktiva Lancar – Persediaan


𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
Utang Lancar
3. Rasio kas (Cash Ratio) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur

berapa besar uang kas yang tersedia Untuk membayar [Link]

utang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara

kas seperti rekening giro atau tabungan bank (yang dapat ditarik setiap

saat). Dapat dikatakan rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya

bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya.

14
Kas dan setara kas
Cash Ratio =
Utang Lancar
4. Rasio Perputaran Kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal

kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan

membiayai penjualan. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat

ketersediaan kas untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang

berkaitan dengan penjualan.

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rasio perputaran kas =
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

b. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratios) merupakan suatu rasio yang

digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi semua

kewajibanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan jaminan

aktiva atau kekayaan yang dimiliki perusahaan sehingga perusahaan

tersebut diikuidasi atauditutup, berikut ini yang termasuk ke dalam rasio

solvabilitas yaitu :

1. Debt to Asset Ratio (DAR) yaitu perbandingan antara jumlah kewajiban

belum dibayar dan total asset perusahaan saat ini. Aset yang dihitung di

sini termasuk asset tak lancer seperti mesin atau bangunan dan asetl ancar

seperti kas atau uang tunai, tabungan bank non-deposito.

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

2. Debt to Equity Ratio (DER) yakni perbandingan jumlah kewajiban dengan

total modal operasional bisnis, atau yang disebut juga sebagai ekuitas. Jika

rasio hutang perusahaan lebih besar dari modal operasionalnya, maka ini

salah satu tanda solvabilitas perusahaan tersebut bermasalah.

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

15
c. Rasio Aktivitas merupakan rasio untuk mengukur seberapa efektif

perusahaan dalam memanfaatkan semua sumbe rdaya yang ada. Berikut

ini beberapa jeni-jenis rasio aktivitas yaitu :

1. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) yaitu rasio yang

digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam

persediaan ini berputar dalam suatu periode. Perputaran persediaan

merupakan rasio yang menunjukkan berapa kali jumlahn barang

persediaan diganti dalam satu tahun. Semakin kecil rasio ini, maka

semakin jelek demikian pula sebaliknya.

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛


𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑡𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛

2. Perputaran Piutang (Receivable Turnover) Rasio Perputaran Piutang

memberikan memberikan informasi mengenai kualitas piutang perusahaan

(piutangdagang) dan kesuksesan perusahaan dalam mengumpulkan

piutang dagang. Piutang yang dimiliki perusahaan mempunyai hubungan

erat dengan volume penjualan kredit.

𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡

3. Perputaran Modal Kerja merupakan Rasio yang mengukur atau menilai

keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya

seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam

suatu periode.

𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 =
𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎

d. Rasio Profitabilitas merupakan rasio penilaian atau pembandingan

kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari pendapatan yang

16
terkait dengan penjualan, asset, dan ekuitas atas dasar pengukuran

tertentu. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa perusahaan dalam

rentang waktu tertentu, baik penurunan maupun kenaikkan dan juga

penyebab perubahan tersebut, Jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat

digunakan perusahaan yaitu :

1. Net Profit Margin Rasio ini digunakan untuk mengukur margin laba atas

penjualan dengan cara membandingkan laba bersih setelah pajak dengan

penjualan.

Laba Bersih
𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

2. Return On Asset (ROA) Rasio ini menunjukkan return atas jumlah aktiva

yang digunakan dalam perusahaan. ROI mengukur tentang efektivitas

manajemen dalam mengelola investasi, selain itu juga menunjukkan

produktivitas dari seluruh dana perusahaan akan hasil pengembalian

investasi baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

Laba Bersih
Return on Asset =
Total Aset
3. Return On Equity (ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur laba bersih

setelah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi

penggunaan modal sendiri, semakin tinggi rasio ini maka akan semakin

baik.

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

2.4 Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian tentang kinerja keuangan dengan pendekatan rasio-

rasio keuangan yang menjadi acuan dalam melakukan penelitian guna

17
memperkaya teori terhadap penelitian yang akan dilakukan. Berikut beberapa

hasil penelitian terdahulu sebagai berikut.

Tabel 2.1 PenelitianTerdahulu

Penulis Judul Metode Hasil


NO /Tahun Penelitian Analisis Penelitian
Ahmad Analisis kinerja Penelitian ini Adapun hasil
1. mukhlis, keuangan menggunakan penelitiannya
novanda dengan metode adalah nilai ROA
puspha menggunakan kualitatif tertinggi terdapat
zahra rasio-rasio dan deskriptif pada tahun 2013
economic karena berada
value (EVA) di atas standar,
pada PT. Bank nilai ROE bank
Muamalat cenderung
Indonesia Tbk. menurun dari
tahun ke tahun,
nilai NPM bank
berfluktuasi
setiap tahunnya,
nilai CAR bank
dapat
dikategorikan
baik karena
selalu di atas
standar, DER
dan DAR
berfluktuasi
setiap tahunnya,
sedangkan nilai
EVA yang positif
hanya terdapat
pada tahun
2015.
2 Anjelia Analisis Penelitian ini Hasil analisis
ariesta laporan menggunakan menunjukkan
wibowo, keuaangan metode bahwa PT
ersi dalam Deskriptif Hanjaya
sisdianto mengukur kualitatif. Mandala
kinerja Sampoerna Tbk
keuangan berada dalam
perusahaan posisi yang baik
melalui dalam hal
analisis rasio likuiditas, yang
menunjukkan
bahwa
perusahaan
dapat memenuhi

18
kewajiban
jangka
pendeknya.
Namun, rasio
solvabilitas
menunjukkan
ketergantungan
yang relatif
tinggi pada
utang, yang
dapat
meningkatkan
risiko keuangan
di masa
mendatang.
Rasio aktivitas
menunjukkan
efisiensi yang
baik dalam
pemanfaatan
aset, sementara
rasio
profitabilitas
menunjukkan
pertumbuhan
laba yang stabil
dari tahun ke
tahun.

3 Lidia Analisis kineja Jenis penelitian Hasil analisis


putrid keuangan yang digunakan menunjukan
Diana dengan adalah deskriptif bahwa dari
lase, dkk pendekatan kualitatif. rasio Net Profit
rasio Margin dan
profitabilitas Return On
Equity kinerja
keuangan
perusahaan
kurang baik
karena tingkat
rata-rata
rasionya di
bawah rata-rata
rasio industri,
sedangkan dari
analisis Return
On Assets
kinerja
keuangan
perusahaan baik

19
karena tingkat
rata-rata
rasionya di atas
rata-rata rasio
industri.
4 Yayan ade Analisis rasio Penelitian Penelitian
budinata, solvabilitas menggunak menunjukkan
dkk terhadap an metode bahwa rasio
kinerja penelitian solvabilitas
keuangan PT deskriptif untuk menilai
Pembangunan dengan kinerja
perumahan pendekatan keuangan pada
TBK pada kualitatif. PT
Tahun 2017- Pembangunan
2021 Perumahan Tbk
dengan
menggunakan 3
nilai selama
tahun 2017-
2021 ada
beberapa
keadaan kinerja
keuangan yang
baik dalam
pelunasan
hutang namun
ada juga yang
dalam keadaan
kurang baik.

5 Hari Analisis rasio Metode Hasil penelitian


prananda keuangan penelitian ini menunjukkan
aditiya dalam menilai menggunakan bahwa kinerja
kinerja pendekatan keuangan kota
keuangan (studi kualitatif tebing masih
pada dengan rendah
Pemerintah metode berdasarkan hasil
Kota Tebing deskriptif. perhitungan rasio
Tnggi) Privinsi efektivitas
Sumatera Utara pengelolaan
Tahun 2017- pendapatan asli
2021). daerah sebesar
88,36%(kurang
efektif), rasio
kemandirian
keuangan daerah
sebesar17,12% (
sangat rendah),
rasio derajat
desentralisasifiska

20
l sebesar 14,46%
(kurang), dan
rasio
ketergantungan
sebesar 84%
(sangat tinggi).

2.5 Kerangka Pikir

Mengetahui bagaimana kondisi keuangan Perumda Mappatuwo diperlukan

sebuah laporan keuangan yang disusun setiap akhir periode tertentu. Laporan

keuangan tersebut dibuat oleh manajemen keuangan suatu perusahaan dengan

tujuan mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang diberikan kepada manajer.

Laporan keuangan yang dimaksud berupa neraca dan laporan laba rugi. Neraca

menunjukkan posisi keuangan (aktiva, kewajiban, dan equitas) perusahaan pada

saat tertentu, sedangkan laporan laba rugi menunjukkan kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan laba yang didapatkan dalam suatu periode

tertentu, kemudian laporan keuangan tersebut dianalisis untuk mengetahui

secara jelas posisi keuangan dengan menggunakan analisis rasio.

Rasio keuangan pada perusahaan merupakan teknik untuk mengukur

kinerja perusahaan. Analisis rasio ini diharapkan dapat mengungkap hubungan

antara pos-pos tertentu, kemudian dapat diambil kesimpulan. Mengingat peranan

penting analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja suatu perusahaan dan

untuk melihat perkembangan usaha suatu perusahaan sangat besar, maka

dalam hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai acuan dalam

mengambil keputusan yang terkait tentang kebijakan perusahaan untuk

memajukan dan mengembangkan usahanya agar dapat menghasilkan laba

sebanyak-banyaknya.

21
PERUMDA MAPPATUWO KABUPATEN PANGKEP

LAPORAN KEUANGAN

RASIO KEUANGANN

RASIO RASIO RASIO RASIO


LIKUIDITAS SOLVABILITAS AKTIVITAS PROFITABILITAS

KINERJA KEUANGAN

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

22
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan

Deskriptif.

3.2 Tempat dan Waktu penelitian

Tempat dilakukannya penelitian ini dengan memilih objek pada Perumda

Mappatuwo yang beralamat di Kecamatan Bungoro kabupaten Pangkep.

Sementara waktu penelitian dilakukan selama enam bulan, mulai bulan Januari

sampai Juni 2025.

3.3 Sumber Data

Sumber data menurut Sugiyono (2023),terdiri atas:


1. Data primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada

pengumpul data. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari

sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan, orang yang

merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis

maupun lisan.

2. Data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data

kepada pengumpul data, tetapi melalui orang lain atau dengan dokumen.

Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah Sesuai

dengan Undang-Undang, buku, jurnal, thesis, artikel yang berkaitan

dengan topik penelitian.

3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dimaksudkan untuk

memperoleh data yang akurat dengan masalah yang dibahas, baik melalui

23
sumber primermaupun sekunder. Adapun metode pengumpulan data yang

digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

1. Dokumentasi

Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data tertulis yang berkaitan

dengan kinerja keuangan Perumda Mappatuwo. Data yang dikumpulkan meliputi

laporan keuangan lengkap periode 2020-2024 seperti Neraca, Laporan Laba

Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Arus Kas yang telah diaudit.

3.5 Teknik Analisis Data

1. Analisis deskriptif

Rina (2021), berpendapat bahwa analisis deskriptif merupakan ilmu

mendeskripsikan data dan dapat di lihat dari mean rata-rata, median, modus,

simpangan baku, maksimum dan minimum. Penelitian ini menggunakan

teknologi digital sebagai variabel independent dan pengelolaan keuangan

sebagai variabel dependen.

2. Analisis Rasio Keuangan

a. Rasio Likuiditas, mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi

kewajiban jangka pendek dengan menghitung :

1. Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan

dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh

tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

2. Quick Ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancer (utang

24
jangka pendek) dengan aktiva lancer tanpa memperhitungkan nilai

sediaan.

Aktiva Lancar − Persediaan


𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
Utang Lancar

3. Cash Ratio merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa

besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

Kas dan setara kas


𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
Utang Lancar

b. Rasio Solvabilitas, menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi

seluruh kewajibannya dengan menghitung :

1. Debt to Asset perbandingan antara jumlah kewajiban belum dibayar dan

total asset perusahaan saat ini.

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

2. Debt to Equity Ratio yakni perbandingan jumlah kewajiban dengan total

modal operasional bisnis, atau yang disebut juga sebagai ekuitas.

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

c. Rasio Profitabilitas, mengukur kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan laba melalui perhitungan :

1. Return on Asset (ROA) Rasio ini menunjukkan return atas jumlah aktiva

yang digunakan dalam perusahaan.

Laba Bersih
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 =
Total Aset

2. Return On Equity (ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur laba

bersih setelah pajak dengan modal sendiri.

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

25
3. Net Profit Margin Rasio ini digunakan untuk mengukur margin laba

atas penjualan dengan cara membandingkan laba bersih setelah pajak

dengan penjualan.

Laba Bersih
Net Profit Margin =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

2.7 Definisi Operasional Variabel

Menurut (Sugiyono, 2023) defenisi operasional variable penelitian adalah

elemen atau nilai yang berasal dari objek atau kegiatan yang memiliki ragam

variasi tertentu yang kemudian akan ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan

ditarik kesimpulannya.

1. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan dapat dianggap sebagai suatu hal yang dijadikan acuan

ketika suatu perusahaan ingin mewujudkan nilai bisnis guna memberikan

deskripsi keseluruhan mengenai profit dimasa depan. Pengukuran kinerja

keuangan menggunakan indicator rasio keuangan sepertiNet profit margin,

ROA, ROE, Current ratio, Quick ratio, Cash ratio,DAR Dan DER.

26
DAFTAR PUSTAKA

Rosi Aidila Safitri, S. M. W. S. S. L. S. P. Z. (2022). Analisis Laporan Keuangan


untuk Mengukur Kinerja Kuangan PT Astra Internasional TBK. Jurnal
Studi Ekonomi Syariah, 6(2), 137–145.

27

Anda mungkin juga menyukai