UAS Ekonomi dan Pengembangan Wilayah
Proposal Pemanfaatan Drone Mapping untuk Survei Penempatan Komposter Komunal
Kompos untuk Kompos untuk Pakan
Aspek Sumber Referensi
Pupuk Maggot BSF
Material - Daun kering, - Ampas tahu, tempe Sutanto (2002);
Sampah jerami, rumput - Nasi basi, kulit buah Ridwan et al.
kering lunak (2021); Warintek
- Kulit buah & sayur - Sisa makanan tanpa BSF Indonesia
- Serbuk gergaji minyak/ garam tinggi
- Kertas/kardus - Ampas kelapa
tanpa tinta - Daging busuk yang
berbahaya sudah direbus
Tekstur Cenderung kering Lembap, lunak, cepat Composting
Bahan atau seimbang antara membusuk Handbook (EPA,
bahan “hijau” (N) 2016); FAO, 2021
dan “cokelat” (C)
Perlu Disarankan untuk Tidak wajib, tapi FAO (2021);
Pencacahan? mempercepat disarankan untuk Nugroho (2020);
dekomposisi mempercepat konsumsi Zulkifli et al.
oleh maggot (2022)
Proses Dekomposisi Fermentasi ringan 1–2 EPA (2016); BSF
Pengolahan mikroorganisme (1– hari, lalu langsung Indonesia
3 bulan), bisa aerob diberikan ke maggot Guidebook (2021)
atau anaerob
Durasi Proses 1–3 bulan hingga 5–15 hari untuk panen Kompos by KLHK
matang sempurna larva (tergantung suhu (2015); BSF
dan bahan) Academy
Indonesia
Mikroorganis Bakteri, jamur, Larva BSF (Black Nugroho (2020);
me Terlibat cacing tanah Soldier Fly) sebagai Warintek BSF
pengurai utama
Pengadukan Ya, 1–2 kali Tidak wajib, cukup EPA (2016); BSF
(aerasi) seminggu untuk menambah bahan segar Training Module
sirkulasi udara secara berkala
Bau Harum tanah, tidak Bau fermentasi/busuk FAO (2021);
menyengat jika dari bahan lembap Sutanto (2002)
seimbang
Hasil Akhir Kompos remah, Maggot (untuk pakan KLHK (2015);
hitam, siap pakai ternak) + sisa media BSF Indonesia
untuk media tanam (kasgot) sebagai pupuk
Manfaat Memperbaiki Mengurangi limbah Zulkifli et al.
Tambahan struktur dan organik + menghasilkan (2022); FAO
kesuburan tanah protein pakan alternatif (2021)