materi yang dipelajari murid tidak hanya memahami teori, tetapi
juga mampu menghubungkannya dengan praktik kehidupan
nyata serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan
demikian, pembelajaran IPS mampu mengasah kecerdasan
intelektual yang dapat membentuk individu yang bijaksana
dalam bertindak serta memperkaya wawasan murid .
Secara filosofis, IPS berpijak pada pandangan bahwa manusia
adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dalam sistem
yang dinamis. Interaksi ini terus berkembang akibat berbagai
faktor, seperti kemajuan teknologi, perubahan kebijakan, serta
dinamika ekonomi dan budaya. Oleh karena itu, IPS
menekankan pemahaman hubungan kausal dalam kehidupan
sosial serta peran individu dan kelompok dalam membangun
masyarakat yang berkeadaban.
Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, IPS
juga berkaitan erat dengan perubahan sosial yang sering kali
dipengaruhi oleh inovasi sains dan teknologi, seperti revolusi
industri yang mengubah sistem ekonomi dan ketenagakerjaan,
serta kecerdasan Artifisial dan digitalisasi yang mempengaruhi
pola komunikasi dan interaksi sosial serta mengajarkan
perkembangan teknologi dengan mengkaji dampaknya terhadap
tatanan sosial, kebijakan ekonomi, serta nilai-nilai
kemanusiaan.
Sebagai bidang kajian interdisipliner, IPS memiliki keterkaitan
erat dengan berbagai disiplin ilmu. Geografi memberikan
wawasan tentang hubungan manusia dengan ruang, lingkungan,
serta sumber daya alam. Ekonomi membekali murid dengan
pemahaman tentang keuangan, mekanisme pasar, dan dampak
kebijakan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat, serta
aktivitas ekonomi dari era Revolusi Industri 1.0 sampai dengan
era digital. Sosiologi memahami norma, nilai sosial, perubahan
sosial di masyarakat. Antropologi menekankan pada keragaman
budaya di masyarakat. Sejarah membantu memahami dinamika
peradaban dan perubahan sosial dari waktu ke waktu.
Sementara itu, politik dan hukum memberikan wawasan tentang
peran kebijakan pemerintah dan sistem hukum dalam
membentuk kehidupan sosial. Dengan pendekatan komprehensif
ini, IPS menjadi mata pelajaran yang membekali murid dengan
wawasan luas, keterampilan analitis, serta kesadaran sosial
yang mendalam.
B. Tujuan
Tujuan mata pelajaran IPS adalah agar murid mampu
memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat, serta dapat mengaplikasikan dan merefleksikan
pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, mata pelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan
keterampilan berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif
di tengah perkembangan global, sehingga murid dapat berperan
aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial serta
berkontribusi positif bagi masyarakat. Tujuan mata pelajaran
IPS dengan menambahkan aspek pengalaman belajar mencakup:
1. Memahami dan merefleksikan konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan manusia dalam ruang dan
waktu, meliputi bidang sosial, budaya, dan ekonomi, serta
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis,
berkomunikasi, membangkitkan kreativitas, dan
berkolaborasi dalam masyarakat global melalui pengalaman
belajar yang berbasis eksplorasi dan pemecahan masalah.
3. Menumbuhkan komitmen dan kesadaran terhadap
nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan lingkungan dengan
merefleksikan pengalaman serta mengaplikasikannya dalam
tindakan nyata untuk menumbuhkan kecintaan terhadap
bangsa dan negara.
4. Menunjukkan hasil pemahaman konsep pengetahuan serta
mengasah keterampilan melalui karya atau aksi sosial yang
bermakna sebagai bentuk penerapan dan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah diperoleh.
C. Karakteristik
Karakteristik mata pelajaran IPS pada Fase D dan E
mencerminkan keterpaduan berbagai disiplin ilmu seperti
Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Antropologi dalam
memahami kehidupan manusia dalam konteks sosial, budaya,
dan ekonomi. Pemahaman terhadap konsep-konsep dasar dari
berbagai disiplin ilmu ini menjadi landasan dalam menganalisis
fenomena sosial serta perubahan ruang dan waktu yang
memengaruhi kehidupan masyarakat.
Pada Fase D, pembelajaran IPS dilakukan secara terpadu,
sedangkan pada Fase E, pendekatan dapat bersifat disiplin ilmu
tersendiri melalui mata pelajaran Geografi, Ekonomi, Sosiologi,
Sejarah dan Antropologi atau dapat dilaksanakan terpadu
dengan menggunakan integrasi antardisiplin seperti pada Fase
D.
Dalam proses pembelajaran, konsep-konsep ilmu sosial
diaplikasikan melalui kajian terhadap fenomena nyata di
masyarakat. Pendekatan berbasis proyek dan diskusi tentang
problema menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan
berpikir kritis dan analitis.
Pada Fase E, penerapan pembelajaran mendalam
memungkinkan eksplorasi isu sosial dari berbagai perspektif
ilmu sosial guna menemukan solusi yang tepat. Kegiatan
berbasis aksi sosial juga menjadi bagian dari pembelajaran
untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan
masyarakat.
Refleksi terhadap proses pembelajaran dilakukan untuk
mengevaluasi pemahaman dan efektivitas penerapan konsep
ilmu sosial dalam kehidupan nyata. Evaluasi terhadap solusi
yang dikembangkan dalam proyek menjadi bagian dari
pembelajaran yang berkelanjutan. Kesadaran terhadap peran
dalam masyarakat serta nilai-nilai sosial yang diperoleh melalui
pembelajaran IPS membantu membentuk sikap tanggung jawab
sosial dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Terdapat dua elemen utama dalam IPS, yaitu pemahaman
konsep dan keterampilan proses. Dalam melaksanakan
pembelajaran, keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh
dan tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPS adalah sebagai
berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Konsep Mata pelajaran IPS diawali dengan
pemahaman mendalam terhadap
materi meliputi definisi dan konsep
yang dikaitkan dengan peristiwa dan
fenomena manusia pada bidang sosial,
ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Pemahaman konsep mata pelajaran
IPS difokuskan pada materi yang akan
digunakan untuk menjawab
pertanyaan kunci sehingga perlu
direkomendasikan materi ajar yang
relevan. Elemen pemahaman konsep
mengarahkan murid untuk dapat
mendefinisikan, menafsirkan, dan
merumuskan konsep atau teori dengan
bahasa mereka sendiri. Pada elemen
ini, murid tidak hanya hafal secara
verbal, tetapi juga memahami konsep
dan konteks dari masalah atau fakta
yang ditanyakan.
Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses
adalah pendekatan yang fokus pada
proses belajar, aktivitas, dan
kreativitas murid dalam memperoleh
pengetahuan, nilai, dan sikap, serta
mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Keterampilan proses
dalam mata pelajaran IPS meliputi
kegiatan mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan, menarik
kesimpulan, mengomunikasikan,
mengevaluasi, merefleksi, dan
Elemen Deskripsi
merencanakan projek lanjutan untuk
memahami lebih dalam peristiwa dan
fenomena yang terjadi pada kehidupan
manusia. Hal ini untuk
mempersiapkan murid menjadi warga
negara yang berpartisipasi secara
cerdas dalam masyarakat yang
berkebinekaan global.
D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk kelas VII, VIII, IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1.1. Pemahaman Konsep
Menjelaskan keberagaman kondisi geografis
Indonesia, konektivitas antarruang terhadap
upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi
sumber daya alam, faktor aktivitas manusia
terhadap perubahan iklim dan potensi bencana
alam; memprediksi dampak perubahan iklim
terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya
masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi
terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi
bencana untuk menunjang sustainable
development goals (SDGs) dalam konteks lokal,
regional, dan global; mengidentifikasi upaya
masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya
melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga
keuangan, perdagangan internasional; menelaah
peran masyarakat dan negara dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi di era digital, serta
potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga
sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem
sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk
untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan
prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar
ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu,
kronologi, perubahan; menganalisis
keterhubungan antara masa lampau, masa kini,
dan masa yang akan datang ketika mempelajari
sejarah lokal dan toponimi wilayah serta
berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam
lingkup lokal, nasional dan global terkait
asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan
jalur rempah nusantara.
1.2. Keterampilan Proses
Menerapkan pemahaman konsep melalui
pendekatan keterampilan proses dengan cara
mengamati fenomena dan peristiwa secara
sistematis dengan menggunakan pancaindra
serta menemukan persamaan dan
perbedaannya; menanya dengan panduan
pendidik, mengajukan pertanyaan untuk
menggali dan klarifikasi informasi, serta mencari
tahu penyebab dan memprediksinya;
mengumpulkan informasi secara berkolaborasi,
merencanakan dan melakukan penyelidikan,
mengumpulkan informasi dengan sumber
primer, dan mendokumentasikannya;
berkolaborasi, mengolah informasi yang relevan
serta memprioritaskan beberapa gagasan
tertentu; menguji dan menerapkan konsep
melalui eksperimen, simulasi, studi kasus, atau
situasi nyata untuk memperkuat pemahaman
dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi
serta melakukan perbaikan untuk menarik
simpulan hasil penyelidikan dengan tepat;
mengomunikasikan dan menyajikan hasil
penyelidikan dengan menggunakan media
informasi yang tepat; dan menyusun rencana
tidak lanjut dari hasil penyelidikan yang telah
dihasilkan secara kolaboratif.
2. Fase E (Umumnya untuk kelas X SMA/MA)
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
2.1. Pemahaman Konsep
Menjelaskan konsep dasar geografi, fenomena
geografi fisik melalui litosfer, atmosfer, dan
hidrosfer sebagai ruang hidup, serta
mengimplementasikan teknologi geospasial
berupa peta, penginderaan jauh dan Sistem
Informasi Geografis (SIG); menelaah hakikat ilmu
ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari upaya
manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya;
membedakan produk keuangan bank dan
nonbank sebagai dasar dalam menggunakan
produk dan layanan, risiko keuangan dan
menyusun laporan keuangan pribadi;
menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang
secara kritis, analitis, kreatif, dan solutif
mengkaji masyarakat; menelaah status dan
peran individu dalam kelompok sosial dan
memberikan contoh berbagai ragam gejala sosial
yang ada di dalam masyarakat; menganalisis
keragaman manusia dan budayanya sebagai
bagian dari masyarakat multikultural; dan
menelaah konsep dasar ilmu sejarah dan
mengimplementasikan penelitian sejarah untuk
merefleksikan keterhubungan antara masa
lampau, masa kini, dan masa yang akan datang
melalui berbagai peristiwa atau kejadian penting
dalam lingkup lokal, nasional dan global mulai
dari masa kerajaan Hindu-Buddha hingga masa
kerajaan Islam.
2.2. Keterampilan Proses
Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam