0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan994 halaman

Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur

Dokumen ini merupakan modul pembelajaran tentang Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur untuk siswa kelas XI di SMA Methodist Pematangsiantar. Materi mencakup teori atom mekanika kuantum, bilangan kuantum, dan pengelompokan unsur dalam tabel periodik, dengan penekanan pada pengembangan sikap dan nilai-nilai karakter. Metode pembelajaran meliputi diskusi, demonstrasi, dan asesmen untuk mengevaluasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan994 halaman

Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur

Dokumen ini merupakan modul pembelajaran tentang Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur untuk siswa kelas XI di SMA Methodist Pematangsiantar. Materi mencakup teori atom mekanika kuantum, bilangan kuantum, dan pengelompokan unsur dalam tabel periodik, dengan penekanan pada pengembangan sikap dan nilai-nilai karakter. Metode pembelajaran meliputi diskusi, demonstrasi, dan asesmen untuk mengevaluasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

X

STRUKTUR ATOM DAN TABEL PERIODIK UNSUR

Sekolah : SMA Methodist Pematangsiantar


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang partikel dikembangkan pada
dasar penyusun atom, yaitu proton, Fase F adalah bernalar kritis
elektron, (memproses infor-
dan neutron. Selain itu, peserta didik masi, menganalisis, dan mengevaluasi
juga dapat penalaran);
menjelaskan sejarah penemuan atom kreatif (menghasilkan gagasan yang
dan beberapa orisinal); ber-
teori perkembangan atom sesuai gotong royong (kemampuan bekerja
dengan kemam- sama dengan
puan dan pengetahuan yang orang lain); serta beriman dan
dimilikinya. bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran struktur
atom dan tabel periodik unsur.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

Materi Ajar dan Media


Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang struktur atom dan tabel periodik unsur
seperti berikut.
1) Teori atom mekanika kuantum.

2) Bilangan kuantum.

3) Bentuk orbital.
4) Konfigurasi elektron.

5) Penentuan golongan dan periode dalam tabel periodik unsur.

6) Pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik unsur.

b. Materi Pembelajaran Remidial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint tentang materi struktur atom dan tabel periodik unsur.

b. Gambar yang menunjukkan struktur atom dan tabel periodik unsur.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan struktur atom dan tabel


periodik unsur.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan struktur atom dan tabel periodik unsur.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)

Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. menjelaskan teori atom mekanika kuantum;

2. menjelaskan teori orbital dan bentuk-bentuk orbital;

3. menjelaskan pengertian bilangan kuantum;

4. menentukan empat bilangan kuantum;

5. menggunakan prinsip Aufbau, asas larangan Pauli, dan kaidah Hund untuk
menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital;

6. menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi


elektron;

7. menjelaskan pengelompokan unsur dalam tabel periodik berdasarkan blok


unsur.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang struktur atom dan tabel
periodik unsur, manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran
ini memberikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang kalian ketahui tentang teori atom mekanika kuantum? Tahukah kalian,
teori atom mekanika kuantum berkaitan dengan bilangan kuantum? Menurut
kalian, adakah kaitan bilangan kuantum dengan kedudukan elektron dan
kedudukan suatu unsur dalam tabel periodik unsur?
Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran


antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan struktur atom dan
tabel periodik unsur.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 1

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang partikel dasar
penyusun atom dan beberapa perkembangan teori atom (Dalton, Thomson,
Rutherford, dan Niels Bohr).

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan teori atom mekanika kuantum.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu teori atom
mekanika kuantum.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi teori atom mekanika
kuantum, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
Elektron tidak mungkin mempunyai orbit (kulit) yang pasti dalam mengelilingi inti, yang mungkin dapat
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi teori
ditentukan
atom adalah kebolehjadian
mekanika kuantummenemukan
menggunakan elektron di daerah
tes tertentudan
tertulis dalamkompetensi
atom. Daerah atau ruang
terkait;
tempat elektron dapat ditemukan disebut orbital. Orbital merupakan
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang teori atom mekanikatingkat energi tertentu dalam atom.
kuantum dengan
Besar, bentuk, menekankan
dan kedudukan dalam ruangpada
suatupengembangan nilai-nilai
orbital ditentukan berdasarkan karakter
teori mekanika antara
lain imanatau
gelombang dan takwa
mekanika kepada
kuantum. Tuhan
Lahirnya Yang Maha
teori kuantum Esa
modern ini danoleh
didasari berakhlak mulia,
penemuan Erwin
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta menanamkan
Schrödinger yang merumuskan persamaan mekanika gelombang untuk menggambarkan gerakan elektron nilai
kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
pada atom.
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang teori atom mekanika kuantum, peserta


didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks
pada halaman 3. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang teori atom mekanika kuantum dapat dipelajari melalui


materi berikut.

Jika suatu unsur atau senyawa logam dipanaskan dalam nyala api yang sangat
panas maka akan dihasilkan warna nyala tertentu. Jika nyala itu dilewatkan
melalui prisma maka akan menghasilkan garis-garis warna dengan panjang
gelombang tertentu yang disebut spektrum unsur.

Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron menempati


tingkat energi tertentu dalam atom dan akan memancarkan atau menyerap
energi jika elektron berpindah ke tingkat energi lain. Akan tetapi, model atom
Bohr mempunyai kelemahan, yaitu hanya dapat menerangkan spektrum dari
atom atau ion yang hanya mengandung satu elektron. Dengan demikian,
model atom Bohr tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang
berelektron banyak. Adanya kelemahan dari teori atom Bohr, kemudian
muncul teori atom mekanika kuantum.

Teori atom mekanika kuantum berdasarkan pada pernyataan Planck dan


Einstein bahwa radiasi energi selain bersifat gelombang juga bersifat partikel.
Kemudian pada tahun 1924, Louis de Broglie mengemukakan teorinya bahwa
materi yang bergerak selalu disertai gelombang. Jadi, menurut Broglie,
partikel selain bersifat materi juga dapat bersifat gelombang.

Karena gerakan elektron dalam inti selalu disertai gelombang maka ketika
membicarakan tentang gerakan elektron dalam atom menggunakan teori
mekanika gelombang. Werner Heisenberg (1927) membuktikan bahwa
kedudukan partikel seperti elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti pada
saat yang sama. Konsep Heisenberg itu dikenal sebagai konsep
ketidakpastian Heisenberg.
Refleksi

Pelajari materi tentang teori atom mekanika kuantum. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Keterkaitan teori atom mekanika kuantum dengan perkembangan
teori atom sebelumnya (teori atom Niels Bohr)
Spektrum atom dan gelombang elektromagnetik kaitannya dengan
teori atom mekanika kuantum
Konsep ketidakpastian Heisenberg

Setelah peserta didik mempelajari tentang teori atom mekanika kuantum,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.


3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

No. Pernyataan Ya Tidak

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan teori atom mekanika kuantum dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan keterkaitan teori atom mekanika kuantum dengan perkembangan
teori atom sebelumnya (teori atom Niels Bohr) dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang spektrum atom dan gelombang elektromagnetik kaitannya
dengan teori atom mekanika kuantum dengan tepat.

4. Saya dapat menjelaskan tentang konsep ketidakpastian Heisenberg dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 2

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang teori mekanika
kuantum.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan bilangan kuantum.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu bilangan
kuantum.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi bilangan kuantum, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi bilangan kuantum
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang bilangan kuantum dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta memiliki nilai kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang bilangan kuantum, peserta didik diminta


untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 7. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang bilangan kuantum dapat dipelajari melalui materi berikut.

Untuk menentukan kedudukan atau posisi elektron dalam atom secara


teoretis dilakukan dengan menggunakan bilangan kuantum. Ada empat
bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum
azimut (l), bilangan kuantum magnetik (m), dan bilangan kuantum spin ( s).
Bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik menyatakan posisi suatu
elektron dalam atom, sedangkan bilangan kuantum spin menyatakan arah
putaran elektron.

1) Bilangan Kuantum Utama (n)

Bilangan kuantum utama (n) menyatakan di tingkat energi utama mana


elektron berada. Tingkat energi utama disebut juga dengan kulit. Nilai n dari
bilangan kuantum utama adalah satu sampai dengan tujuh. Boleh jadi
elektron berada di tingkat energi utama (kulit) pertama, kedua, ketiga, dan
seterusnya. Kulit-kulit ini diberi nama K, L, M, N, O, P, dan Q. Kulit K dengan
harga n = 1 paling dekat dengan inti. Elektron-elektron yang berada di kulit K
mempunyai energi paling kecil. Kulit L dengan harga n = 2 jaraknya lebih
jauh dari inti dibanding kulit K. Elektron yang berada di kulit L mempunyai
energi yang lebih besar dibanding elektron-elektron di kulit K. Bilangan
kuantum utama paling banyak ditempati oleh 2n2 elektron.

2) Bilangan Kuantum Azimut (l)

Dari penelitian yang lebih teliti tentang spektrum unsur diketahui bahwa
tingkat energi utama (kulit) masih terdiri atas subkulit dengan energi yang
tidak sama. Bilangan kuantum azimut ( l) menyatakan di subkulit mana
elektron berada. Subkulit berupa orbital yang dinyatakan dengan s, p, d, dan f
mempunyai harga l untuk s= 0, p = 1, d =2, dan f = 3.

3. Bilangan Kuantum Magnetik (m)

Daerah atau ruang tempat elektron bisa ditemukan disebut orbital. Bilangan
kuantum magnetik menggambarkan orientasi orbital. Nilai bilangan kuantum
magnetik (m) bergantung pada harga bilangan kuantum azimut (l), yaitu dari
– l sampai dengan + l . Orbital biasanya digambarkan dalam bentuk segi
empat.
a) Orbital s (l = 0) mempunyai harga m = 0. Artinya, orbital s hanya ada satu.

b) Orbital p (l = 1) mempunyai harga m = –1, 0, +1. Artinya, orbital p ada


tiga. Ketiga orbital tersebut mempunyai tingkat energi yang sama.
c) Orbital d (l = 2) mempunyai harga m = –2, –1, 0, +1, +2. Artinya, orbital d
ada lima. Kelima orbital tersebut mempunyai tingkat energi yang sama.

d) Orbital f (l = 3) mempunyai harga m = –3, –2, –1, 0, +1, +2, +3. Artinya,
orbital f ada tujuh. Ketujuh orbital tersebut memiliki tingkat energi yang
sama.

4) Bilangan Kuantum Spin (s)

Elektron ketika berada di sekitar inti akan berputar pada sumbunya dan
perputaran elektron akan menimbulkan medan magnet. Arah putaran elektron
yang mungkin adalah searah jarum jam atau berlawanan arah dengan jarum jam.
Bilangan kuantum spin menyatakan ke arah mana elektron berputar. Jika arah
putaran berlawanan maka elektron akan berlaku sebagai kutub magnet yang
berlawanan, jadi akan tarik-menarik. Akan tetapi, jika arah putaran searah maka
elektron akan tolak-menolak sehingga

satu orbital maksimal hanya berisi dua elektron. Masing-masing elektron


1
mempunyai harga s = + 2

1
(searah jarum jam) dan s = – 2 (berlawanan arah jarum jam). Elektron di
dalam orbital digambarkan dengan anak panah, yang dikenal dengan diagram
orbital.
Refleksi

Pelajari materi tentang teori atom mekanika kuantum. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Bilangan Kuantum Utama
Bilangan Kuantum Azimut
Bilangan Kuantum Magnetik
Bilangan Kuantum Spin

Setelah peserta didik mempelajari tentang bilangan kuantum, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10. Saya


selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan bilangan kuantum utama dengan tepat.


2. Saya dapat menentukan bilangan kuantum azimut dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan bilangan kuantum magnetik dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan bilangan kuantum spin dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 3

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang orbital.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan bentuk orbital.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu bentuk
orbital.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi bentuk orbital, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi bentuk orbital
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang bentuk orbital dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas)
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang bentuk orbital, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 10. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang bilangan kuantum dapat dipelajari melalui materi berikut.

Orbital s mempunyai satu orbital, yaitu orbital s. Bentuk orbital s seperti bola
karena di mana pun elektron berada akan mempunyai jarak yang sama
terhadap inti.

Orbital 1s Orbital 2s

Orbital p mempunyai tiga bentuk, yaitu orbital px, py, dan pz. Orbital p bentuknya
seperti balon terpilin.

Adapun orbital d mempunyai lima orbital, yaitu orbital dxy, dxz, dyz, dz2, dan dx2–
2
y . Bentuk orbital d seperti roset
Hubungan kulit, yakni K, L, M, dan N dengan jumlah elektron dapat dinyatakan
dengan 2n2.

Refleksi

Pelajari materi tentang bentuk orbital. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses)
dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Bentuk orbital s
Bentuk orbital p
Bentuk orbital d
Hubungan kulit, yakni K, L, M, dan N dengan jumlah elektron

Setelah peserta didik mempelajari tentang bentuk orbital, peserta didik diminta
untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan bentuk orbital s dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan bentuk orbital p dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan bentuk orbital d dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan hubungan kulit, yakni K, L, M, dan N dengan jumlah elektron dengan
benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”
e.. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 4

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila
ada peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta
didik tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kedudukan
elektron dalam atom.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator
ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan konfigurasi elektron.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


konfigurasi elektron.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi konfigurasi elektron,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi konfigurasi
elektron menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang konfigurasi elektron dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap
kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai


berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang konfigurasi elektron, peserta didik


diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 12. Guru juga
dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang konfigurasi elektron dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Konfigurasi elektron kali ini akan membahas bagaimana elektron tersusun


dalam atom berdasarkan teori atom mekanika kuantum. Elektron tersusun
dalam atom mengikuti tiga aturan, yaitu asas Aufbau, asas larangan Pauli,
dan kaidah Hund.

1) Asas Aufbau

Asas Aufbau menyatakan bahwa pengisian elektron pada orbital dimulai


dari tingkat energi terendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Orbital
s mempunyai tingkat energi terendah dan berturut-turut makin tinggi
untuk orbital p, d, dan f. Pengisian elektron pada orbital akan lebih jelas
dengan menggunakan diagram pada gambar berikut.

2) Asas Larangan Pauli

Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak mungkin dalam satu atom
ada dua elektron yang harga keempat bilangan kuantumnya sama.

3) Kaidah Hund

Menurut kaidah Hund, pengisian elektron pada orbital-orbital yang tingkat


energinya sama, elektron tidak berpasangan terlebih dahulu sebelum orbital-
orbital lainnya masing-masing terisi satu elektron.
Unsur-unsur gas mulia merupakan unsur yang stabil, karena orbital atomnya
terisi penuh. Unsur-unsur lain yang stabil adalah unsur-unsur yang orbital atom
terluarnya terisi setengah penuh. Ternyata ada beberapa pengisian elektron pada
orbital yang mengalami ketidakteraturan, yaitu sebagai berikut.
1) Konfigurasi elektron kromium (Z = 24) adalah [Ar] 4s1 3d5, bukan
seperti kita harapkan [Ar] 4s2 3d4.

2) Konfigurasi elektron tembaga (Z = 29) adalah [Ar] 4s1 3d10, bukan


[Ar]4s2 3d9.

Mengapa terjadi demikian? Alasan dibalik ketidakteraturan ini adalah


orbital yang terisi setengah penuh (3d5) atau penuh (3d10) ternyata lebih
stabil.

Penulisan konfigurasi elektron dapat dilakukan dengan cara penyingkatan,


yaitu dengan menggunakan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat.
Konfigurasi elektron gas mulia dapat dilihat pada tabel berikut.

Penulisan konfigurasi elektron gas mulia tersebut adalah berdasarkan


urutan tingkat energi sesuai dengan aturan Aufbau. Cara lain untuk
penulisan konfigurasi elektron adalah berdasarkan pada kulit, di mana
orbital-orbital dari kulit yang sama dikumpulkan, setelah itu baru orbital
dari kulit berikutnya. Penulisan konfigurasi elektron dengan cara
menyingkat, dengan menggunakan konfigurasi gas mulia. Contoh: 12Mg:
[Ne] 3s2.
Refleksi

Pelajari materi tentang konfigurasi elektron. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penulisan konfigurasi elektroin berdasarkan asas Aufbau
Penulisan konfigurasi elektroin berdasarkan asas larangan Pauli
Penulisan konfigurasi elektroin berdasarkan kaidah Hund
Penulisan konfigurasi elektron dengan cara penyingkatan (meng-
gunakan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat)

Setelah peserta didik mempelajari tentang konfigurasi elektron, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.


9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.
Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menuliskan konfigurasi elektroin berdasarkan asas Aufbau dengan tepat.

2. Saya dapat menuliskan konfigurasi elektroin berdasarkan asas larangan Pauli dengan tepat.

3. Saya dapat menuliskan konfigurasi elektroin berdasarkan kaidah Hund dengan tepat.

4. Saya dapat menuliskan konfigurasi elektroin dengan cara penyingkatan (menggunakan


konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat) dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 5

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang tabel periodik unsur.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penentuan golongan dan periode
dalam tabel periodik unsur.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penentuan


golongan dan periode dalam tabel periodik unsur.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penentuan golongan dan


periode dalam tabel periodik unsur, baik kompetensi sikap (profil pelajar
Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal,
yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis;
kompetensi pengetahuan, menganalisis materi penentuan golongan dan periode
dalam tabel periodik unsur menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penentuan golongan dan
periode dalam tabel periodik unsur dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penentuan golongan dan periode dalam


tabel periodik unsur, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku
teks pada halaman 17. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang penentuan golongan dan periode dalam tabel periodik


unsur dapat dipelajari melalui materi berikut.

Dalam tabel periodik unsur, golongan ditentukan oleh jumlah elektron valensi
atomnya, sedangkan periode ditentukan oleh jumlah kulit atom yang sudah
terisi elektron. Elektron valensi adalah elektron yang terletak pada kulit
terluar suatu atom.

1) Golongan Utama (Golongan A)

Unsur yang termasuk golongan utama adalah unsur-unsur yang konfigurasi


elektron terakhir atomnya terdapat pada orbital s atau orbital p. Unsur
golongan utama termasuk ke dalam unsur blok s dan blok p. Pada unsur
golongan utama, elektron valensi adalah jumlah elektron pada tingkat
energi utama (kulit) terluar atomnya.

a) Unsur-unsur blok s, yaitu unsur-unsur yang tersusun atas atom dengan


konfigurasi elektron terakhirnya berada pada orbital s.

b) Unsur-unsur blok p, yaitu unsur-unsur yang tersusun dari atom dengan


konfigurasi elektron terakhirnya berada pada orbital p.

2) Golongan Transisi (Golongan B)

Unsur-unsur yang termasuk golongan transisi adalah unsur yang atomnya


memiliki elektron terakhirnya terdapat pada orbital d dan orbital f. Unsur
golongan transisi termasuk ke dalam unsur blok d dan blok f.

a) Unsur-unsur blok d, yaitu unsur-unsur yang elektron valensi atomnya


adalah elektron pada kulit terluar dan elektron pada orbital d dari kulit
kedua terluar.
b) Unsur-unsur blok f, yaitu unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi
orbital s pada kulit terluar dan elektron pada orbital f. Blok f terdiri
atas dua golongan, yaitu golongan lantanida dan golongan aktinida.

Unsur-unsur lantanida adalah unsur yang mempunyai sifat mirip dengan unsur
lantanum (La) sehingga dimasukkan ke dalam satu golongan. Unsur-unsur
lantanida termasuk periode 6, sama dengan lantanum. Elektron terakhir dari
atom unsur lantanida menempati orbital 4 f. Jumlah elektron di orbital 4f mulai
dari 1 sampai dengan 14 sehingga golongan lantanida terdiri atas 14 unsur.

Adapun nsur-unsur aktinida termasuk golongan IIIB periode 7 sama dengan


aktinium. Elektron terakhir dari atom unsur aktinida menempati orbital 5f.
Jumlah di orbital 5f mulai dari 1 sampai dengan 14 sehingga golongan
aktinida terdiri atas 14 unsur.

Unsur-unsur golongan lantanida dan golongan aktinida dinamakan unsur-unsur


transisi dalam.

Refleksi

Pelajari materi tentang penentuan golongan dan periode dalam tabel periodik unsur. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penentuan golongan dan periode golongan utama unsur-unsur blok s
Penentuan golongan dan periode golongan utama unsur-unsur blok p
Penentuan golongan dan periode golongan transisi unsur-unsur blok d
Penentuan golongan dan periode golongan transisi unsur-unsur blok f
Penentuan golongan lantanida dan aktinida

Setelah peserta didik mempelajari tentang penentuan golongan dan periode


dalam tabel periodik unsur, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

• Isikan identitas kalian!

• Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

• Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

• Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

• Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan golongan dan periode golongan utama unsur-unsur blok s dengan tepat.
2. Saya dapat menentukan golongan dan periode golongan utama unsur-unsur blok p dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan golongan dan periode golongan transisi unsur-unsur blok d dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan golongan dan periode golongan transisi unsur-unsur blok f dengan tepat.

5. Saya dapat menentukan golongan dan periode golongan lantanida dan aktinida dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 5 pernyataan terisi “Ya” Jika 3–4 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 6

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penentuan golongan
dan periode suatu unsur.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pengelompokan unsur-unsur dalam
tabel periodik unsur.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik unsur.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengelompokan unsur-
unsur dalam tabel periodik unsur, baik kompetensi sikap (profil pelajar
Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-
nilai gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan,
menganalisis materi pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik unsur
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang pengelompokan unsur-unsur dalam tabel
periodik unsur dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pengelompokan unsur-unsur dalam tabel


periodik unsur, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks
pada halaman 21. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik unsur
dapat dipelajari melalui materi berikut.

Dari konfigurasi elektron atom-atomnya, unsur-unsur dalam tabel periodik


unsur dapat dikelompokkan ke dalam beberapa blok, yaitu blok s, blok p, blok
d, dan blok f.

Unsur-unsur blok s dan blok p masuk dalam golongan utama (golongan A),
sedangkan unsur-unsur blok d dan blok f masuk dalam golongan transisi
(golongan B).
0
1) Unsur-unsur blok s adalah unsur yang konfigurasi elektron atomnya
diakhiri dengan orbital s. Unsur-unsur yang termasuk blok s adalah unsur-
unsur golongan IA dan IIA.

2) Unsur-unsur blok p adalah unsur yang konfigurasi elektron atomnya


diakhiri dengan orbital p. Unsur yang termasuk golongan p adalah unsur-
unsur golongan IIIA sampai dengan VIIIA.

3) Unsur-unsur blok d adalah unsur yang konfigurasi elektron atomnya


diakhiri dengan orbital d. Unsur yang termasuk blok d adalah unsur-unsur
golongan IB sampai dengan golongan VIIIB.

4) Unsur-unsur blok f adalah unsur yang konfigurasi elektron atomnya


diakhiri dengan orbital f. Unsur yang termasuk blok f adalah unsur-unsur
golongan lantanida dan golongan aktinida.

Skema pembagian blok dalam tabel periodik, dapat dilihat pada gambar
berikut.

Refleksi

Pelajari materi tentang pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik unsur. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 1.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengelompokkan unsur-unsur blok s
Pengelompokkan unsur-unsur blok p
Pengelompokkan unsur-unsur blok d
Pengelompokkan unsur-unsur blok f
Skema pembagian blok dalam tabel periodik unsur

Setelah peserta didik mempelajari tentang pengelompokan unsur-unsur dalam


tabel periodik unsur, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
1
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat mengelompokkan unsur-unsur blok s dengan tepat.


2. Saya dapat mengelompokkan unsur-unsur blok p dengan tepat.

3. Saya dapat mengelompokkan unsur-unsur blok d dengan tepat.

4. Saya dapat mengelompokkan unsur-unsur blok f dengan tepat.

5. Saya dapat menjelaskan skema pembagian blok dalam tabel periodik unsur dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 5 pernyataan terisi “Ya” Jika 3–4 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan
guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses
pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 1.7 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab I

Soal Tantangan yang ada di Bab I

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 1.8 Penilaian Tertulis

Tabel 1.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal Nilai Riil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
Skor Soal AKM : × 5 = 50
10
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
3. Asesmen Keterampilan

a. Penilaian Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 1.9 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 1.10 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian

Tabel 1.11 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 1.12 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang struktur atom dan tabel periodik unsur agar dapat memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.
2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan struktur atom dan tabel periodik
unsur. Selain itu, dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan
peserta didik dalam memahami struktur atom dan tabel periodik unsur. Kegiatan
pengayaan yang diberikan pada peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan
sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Agar memudahkan kalian dalam memberikan informasi mengenai ciri-ciri, sifat, dan
kegunaan suatu unsur dalam tabel periodik kepada teman kalian, sajikan dengan
media yang menarik, misalnya dalam bentuk infografis. Infografis menjadi media
yang paling mudah untuk merangkum semua informasi penting agar lebih singkat,
padat, dan mudah dipahami. Kalian dapat membuat infografis tersebut dengan
mudah, yaitu melalui aplikasi Canva. Coba kalian buat sebuah infografis tentang ciri-
ciri, sifat, dan kegunaan suatu unsur dalam tabel periodik melalui aplikasi Canva.
Selanjutnya, print atau cetak hasil infografis yang sudah kalian buat dengan tinta
berwarna. Kumpulkan kepada guru pembimbing untuk mendapatkan penilaian!
Kalian juga dapat berbagi infografis yang sudah dibuat dengan teman sekelas kalian!

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama
Proyek : Membuat Infografis
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI

Tabel 1.13 Penilaian Proyek

No. Aspek * Skor (1–4)


1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor Maks
Nilai = skor perolehan/skor maks × 4
Komentar Orang Tua:

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]


IKATAN KIMIA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Ikatan Kimia

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 20 JP (10 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang unsur, dikembangkan pada
nomor atom, dan konfigurasi elektron. Fase F adalah bernalar kritis
Selain itu, (memproses infor-
peserta didik juga dapat menjelaskan masi, menganalisis, dan mengevaluasi
elektron penalaran);
valensi suatu unsur dan kreatif (menghasilkan gagasan yang
kecenderungannya untuk orisinal); ber-
melepas atau menangkap elektron gotong royong (kemampuan bekerja
sesuai dengan sama dengan
kemampuan dan pengetahuan yang orang lain); serta beriman dan
dimilikinya. bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran ikatan
kimia.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (aktivitas sains).

Aktivitas Sains: buret dan statif, Erlenmeyer, penggaris plastik, kain flannel, air,
serta aseton.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang ikatan kimia seperti berikut.

1) Lambang Lewis

2) Ikatan ion.

3) Ikatan kovalen.

4) Bentuk molekul.

5) Ikatan logam

6) Interaksi antarpartikel.

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat dimodifikasi
dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan
bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi kelemahan peserta didik, guru
dapat mengubah strategi pembelajaran dengan memasangkan peserta didik dan
belajar dalam kelompok agar bisa saling membantu, serta berbagai strategi
pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi ikatan kimia.

b. Gambar yang menunjukkan ikatan kimia.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan ikatan kimia.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan ikatan kimia.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
• Klasikal • Resproka
l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menggambar struktur Lewis suatu unsur;

2. menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya;

3. menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan ikatan kovalen serta contoh
senyawanya;

4. menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan


keelektronegatifan;

5. menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi dan contoh senyawa


sederhana;

6. meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron;

7. memprediksi bentuk molekul terhadap kepolaran molekul;

8. menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan


sifat fisis logam;

9. menjelaskan perbedaan gaya antarmolekul (gaya Van der Waals dan ikatan
hidrogen).

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang ikatan kimia, manfaat apa
yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan nilai-nilai yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Tahukah kalian, garam dapur atau natrium klorida ini merupakan senyawa ion
yang terbentuk dari ikatan ion? Ikatan ion merupakan salah satu ikatan kimia.
Apa yang dimaksud dengan ikatan kimia? Jenis ikatan kimia apa saja yang telah
kalian ketahui?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.
a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan ikatan kimia.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

2. Kegiatan Pengajaran
Pertemuan 7

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang elektron valensi
suatu unsur dan kecenderungannya untuk melepas atau menangkap elektron.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan lambang Lewis.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu lambang
Lewis.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi lambang Lewis, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi lambang Lewis
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang lambang Lewis dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang lambang Lewis, peserta didik diminta


untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada
halaman 33. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi
yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang lambang Lewis dapat dipelajari melalui materi berikut.

Teori Lewis menyatakan beberapa teori, yaitu sebagai berikut.

1) Elektron pada kulit terluar mempunyai peran yang besar dalam


pembentukan ikatan kimia.

2) Ikatan yang terbentuk dapat disebabkan oleh perpindahan satu atau lebih
elektron dari suatu atom ke atom lain.

3) Ikatan yang terbentuk dapat juga disebabkan pemakaian bersama


pasangan elektron di antara atom-atom yang berikatan.

4) Perpindahan dan pemakaian bersama elektron berlangsung sedemikian


rupa sehingga setiap atom yang terlibat mempunyai konfigurasi elektron
serupa atom gas mulia.
Untuk menggambarkan elektron pada kulit terluar dari atom-atom yang
berikatan, Gilbert N. Lewis (1875–1946) menggunakan lambang yang dikenal
dengan lambang Lewis. Pada saat itu ada anggapan bahwa hanya elektron pada
kulit terluar yang berperan dalam pembentukan ikatan sehingga hanya elektron
terluar yang diungkapkan dalam lambang Lewis. Lambang Lewis digambarkan
dengan titik (dot) untuk elektron terluar. Satu sampai empat titik pertama
ditampilkan satu per satu di sisi lambang atom unsur. Jika terdapat lebih dari
empat elektron pada kulit terluar maka titik dipasangkan dengan titik yang sudah
ada. Contoh penulisan lambang Lewis dapat dilihat pada tabel berikut.
Adapun langkah-langkah atau tahapan penulisan struktur Lewis untuk suatu
molekul sebagai berikut.

1) Buatlah kerangka molekul yang akan digambarkan.

2) Jumlahkan elektron valensi dari atom-atom penyusun molekulnya.

3) Letakkan elektron valensi di antara atom-atom dengan cara menuliskan


lambang titik (dot) pada kerangka molekulnya.

4) Periksa jumlah pasangan elektron valensi pada masing-masing atom


sehingga memenuhi aturan duplet atau oktet, apabila belum memenuhi
aturan tersebut maka geserlah pasangan elektron bebas sehingga
membentuk ikatan.

Refleksi

Pelajari materi tentang ikatan ion. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan
kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Teori Lewis
Lambang Lewis suatu atom unsur
lambang Lewis suatu molekul

Setelah peserta didik mempelajari tentang lambang Lewis, peserta didik diminta
untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini dengan tetap menanamkan nilai kejujuran sebagai bentuk dari
nilai keutamaan Santo Thomas Aquinas. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan gagasan atau teori Lewis dengan benar.


2. Saya dapat menuliskan lambang Lewis suatu atom unsur dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang langkah-langkah menuliskan lambang Lewis untuk suatu
molekul dan menuliskannya dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 8

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penulisan lambang
Lewis.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan ikatan ion.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu ikatan ion.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi ikatan ion, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi ikatan ion
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang ikatan ion dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang ikatan ion, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 36. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang ikatan ion dapat dipelajari melalui materi berikut.

Ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negatif disebut ikatan ion,
membentuk senyawa ion, misalnya LiF, CaCl 2, NaCl, dan AlF3. Ikatan ion ini
sangat kuat sehingga titik didih dan titik leleh senyawa ion relatif tinggi.
Ikatan ion terbentuk dari atom unsur logam dan atom unsur nonlogam. Hal itu
terjadi karena antara atom unsur logam dan nonlogam terdapat perbedaan
daya tarik elektron yang cukup besar sehingga terjadi serah terima elektron.

Tidak semua atom unsur logam dan nonlogam membentuk ikatan ion.
Senyawa ion apabila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion-ionnya,
oleh karena itu larutannya dapat menghantarkan listrik. Berikut contoh
pembentukan senyawa ion.
3
Jadi, pembentukan senyawa ion dapat digambarkan dengan perubahan
konfigurasi elektron yang terlibat pada reaksi, yaitu dengan melibatkan lambang
Lewis. Gabungan lambang Lewis dari kation dan anion senyawa ion membentuk
struktur Lewis untuk senyawa ion. Perhatikan contoh berikut.

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh senyawa ion yang sering ditemukan


adalah garam dapur (NaCl) dan kapur (CaO). Contoh lain senyawa ion, yaitu
NaBr, KCl, KI, CaCl2, BaI2, dan MgO.

Refleksi

Pelajari materi tentang ikatan ion. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan
kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Ikatan ion
Pembentukan senyawa ion dengan lambang Lewis.
Contoh senyawa ion dalam kehidupan sehari-hari

Setelah peserta didik mempelajari tentang lambang Lewis, peserta didik diminta
untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini dengan tetap menanamkan nilai kejujuran dan kerendah hatian
sebagai nilai keutamaan Santo Thomas Aquinas. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan ion dengan benar.


2. Saya dapat menggambarkan pembentukan senyawa ion dengan menggunakan lambang

Lewis dengan tepat.

3. Saya dapat menyebutkan contoh senyawa ion dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 9

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang ikatan yang terjadi
antaratom-atom nonlogam.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan ikatan kovalen.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu ikatan
kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap
tiga.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi ikatan kovalen, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi ikatan kovalen
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang ikatan kovalen dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang ikatan kovalen, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 40. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen


rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap tiga) dapat dipelajari melalui materi
berikut.

Umumnya, ikatan kovalen terjadi antaratom-atom nonlogam. Lewis


mengusulkan bahwa susunan elektron atom gas mulia dapat pula dicapai
dengan pembentukan pasangan elektron yang digunakan secara bersama.
Ikatan demikian disebut ikatan kovalen. Dalam hal ini, atom-atom nonlogam
bergabung dan saling menggunakan sepasang elektron. Elektron tersebut
dapat digambarkan dengan lambang tertentu, misalnya tanda titik untuk
membentuk senyawa kovalen. Elektron pada senyawa kovalen tidak
dipindahkan dari satu atom ke atom lainnya, tetapi atom-atom tersebut
berbagi elektron untuk membentuk ikatan kovalen.
Ada beberapa jenis ikatan kovalen, yaitu ikatan kovalen tunggal, ikatan
kovalen rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap tiga.
1) Ikatan kovalen tunggal, yaitu ikatan kovalen yang terbentuk dengan
menggunakan sepasang elektron bersama disebut ikatan kovalen tunggal.
Perhatikan contoh berikut.

2) Ikatan kovalen rangkap dua, yaitu ikatan kovalen yang terbentuk dengan
menggunakan dua pasang elektron bersama. Perhatikan contoh berikut.

3) Ikatan kovalen rangkap tiga, yaitu ikatan kovalen yang terbentuk dengan
menggunakan tiga pasang elektron bersama. Perhatikan contoh berikut.

Senyawa kovalen yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari


adalah air (H2O), etuna (C2H2) atau yang lebih dikenal dengan asetilena yang
digunakan untuk pengelasan, dan karbontetraklorida (CCl 4) yang digunakan
sebagai pelarut organik.

Refleksi

Pelajari materi tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen rangkap satu, ikatan kovalen rangkap dua, dan ikatan kovalen
rangkap tiga). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan

mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen rangkap dua
Ikatan kovalen rangkap tiga

Setelah peserta didik mempelajari tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen


rangkap satu, ikatan kovalen rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap tiga),
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembang-kan dari pembelajaran ini dengan tetap menanamkan nilai kejujuran
dan sopan santun sebagai nilai keutamaan Santo Thomas Aquinas. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen tunggal dengan benar.


2. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen tunggal dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen tunggal dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 10

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang ikatan kovalen
tunggal dan ikatan kovalen rangkap dua dan tiga.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan ikatan kovalen (ikatan kovalen
nonpolar dan polar serta ikatan kovalen koordinasi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu ikatan


kovalen nonpolar, ikatan kovalen polar, dan ikatan kovalen koordinasi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi ikatan kovalen (ikatan
kovalen nonpolar dan polar serta ikatan kovalen koordinasi), baik kompetensi
sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi ikatan kovalen (ikatan
kovalen nonpolar dan polar serta ikatan kovalen koordinasi) menggunakan
tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen nonpolar dan polar
serta ikatan kovalen koordinasi) dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen nonpolar dan
polar serta ikatan kova-len koordinasi), peserta didik diminta untuk mengamati
gambar dalam buku teks pada halaman 44. Guru juga dapat mengarahkan peserta
didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melaku-kan
Aktivitas Sains pada halaman 45 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen nonpolar dan polar serta
ikatan kovalen koordinasi) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Ikatan Kovalen Nonpolar dan Polar

Senyawa kovalen ada yang bersifat nonpolar dan ada pula yang bersifat polar.
Hal tersebut berdasarkan pada perbedaan keelektronegatifan antara atom-
atom yang membentuk senyawa kovalen serta memperhatikan bentuk molekul
senyawa kovalen yang terjadi.
1) Molekul Nonpolar

Pada molekul nonpolar, elektron-elektron tersebar merata sehingga tidak


terjadi pergeseran kerapatan elektron.

2) Molekul Polar

Pada molekul polar elektron-elektron terkumpul di salah satu unsur


pembentuknya atau terjadi pergeseran kerapatan elektron.

Dalam molekul HCl terjadi 2 kutub atau dipol. Molekul HCl ini bersifat polar.
Dengan cara yang sama dapat dijelaskan bahwa molekul diatomik yang terdiri atas 2
atom unsur yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar bersifat
polar. Contoh lainnya adalah molekul HF, H2O, dan NH3.

Dapat dikatakan bahwa molekul diatomik yang terdiri atas dua atom unsur
yang berbeda dan mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang cukup
besar serta sebaran elektronnya tidak simetris akan membentuk senyawa
polar. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom mole-
kul diatomik maka semakin polar molekul itu.

Ikatan Kovalen Koordinasi

Tidak semua molekul memenuhi aturan oktet, contohnya BF3 (boron


trifluorida). Atom B (boron) pada BF3 hanya mempunyai 6 elektron valensi
sehingga masih dapat berikatan dengan molekul lain yang mempunyai
pasangan elektron bebas. Sebagai contoh molekul BF 3, dapat berikatan
dengan molekul NH3 (amonia) membentuk senyawa NH3BF3. Ikatan yang
terbentuk dinamakan ikatan kovelen koordinasi.

Dalam menggambarkan struktur molekul, ikatan koordinasi dinyatakan


dengan garis → dari atom donor menuju ke atom akseptor. Jadi, ikatan kovalen
koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang digunakan
bersama berasal dari satu atom saja. Perhatikan contoh berikut.
Refleksi

Pelajari materi tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen nonpolar dan polar serta ikatan kovalen koordinasi). Unsur-
unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).
Tabel 2.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Ikatan kovalen nonpolar
Ikatan kovalen polar
Ikatan kovalen koordinasi

Setelah peserta didik mempelajari tentang ikatan kovalen (ikatan kovalen nonpolar
dan polar serta ikatan kovalen koordinasi), peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini dengan
menanamkan nilai kejujuran dan semangat sebagai nilai keutamaan Santo Thomas
Aquinas. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku
tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
1
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen nonpolar dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen polar dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan kovalen koordinasi dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 11

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang bentuk molekul
senyawa kovalen.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan bentuk molekul.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu bentuk
molekul (teori domain elek-tron).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi bentuk molekul (teori


domain elektron), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi bentuk molekul (teori domain elektron)menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
bentuk molekul (teori domain elektron)dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global,
mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian,
sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan
santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang bentuk molekul (teori domain elektron), peserta
didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 49. Guru juga
dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang bentuk molekul (teori domain elektron) dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Bentuk molekul senyawa-senyawa kovalen bergantung pada susunan ruang


pasangan-pasangan elek-tron yang membentuk ikatan di dalam molekul-
molekul tersebut. Perhatikan beberapa bentuk mole-kul senyawa berikut.

Gambar tersebut merupakan bentuk molekul suatu senyawa. Bentuk


molekul dikenal juga dengan geometri molekul. Bagaimanakah cara
menentukan bentuk molekul suatu senyawa? Bentuk molekul adalah bentuk di
sekitar atom pusat apabila pasangan elektron diganti oleh ikatan atom-atom
atau susunan atom. Senyawa kovalen mempunyai bentuk molekul tertentu
yang berbentuk tiga dimensi. Bentuk molekul dapat ditentukan di antaranya
dengan teori domain elektron. Domain elektron adalah daerah gerak elektron
di sekitar atom dalam molekul. Setiap molekul (tunggal/rangkap) ekuivalen
dengan satu domain elektron.

Bentuk molekul berdasarkan domain elektron atomnya dapat dilihat pada


tabel berikut.
43

Refleksi

Pelajari materi tentang bentuk molekul (teori domain elektron). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Teori domain elektron
Bentuk molekul suatu senyawa dengan menggunakan teori domain
elektron
Contoh senyawa kimia dan bentuk molekulnya menurut domain
elektron
Setelah peserta didik mempelajari tentang bentuk molekul (teori domain
elektron), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang teori domain elektron dengan benar.

2. Saya dapat menentukan bentuk molekul suatu senyawa dengan menggunakan teori domain
elektron dengan benar.

3. Saya dapat menyebutkan beberapa contoh senyawa kimia dan bentuk molekulnya berdasar-
kan domain elektronnya.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 12

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang bentuk molekul
berdasarkan teori domain elektron.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan bentuk molekul dengan hibridisasi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu bentuk


molekul (teori hibridisasi).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi bentuk molekul (teori
hibridisasi), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
bentuk molekul (teori hibridisasi) menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang bentuk molekul
(teori hibridisasi) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang bentuk molekul (teori hibridisasi), peserta


didik diminta untuk membaca penjelasan materi dalam buku teks pada halaman
55. Guru juga dapat mengarahkan peserta
didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku
teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang bentuk molekul (teori hibridisasi) dapat dipelajari melalui


materi berikut.

Pada pembentukan ikatan kovalen, terjadi penyamaan tingkat energi orbital-


orbital yang disebut hibridisasi. Pencampuran orbital-orbital yang berbeda
dari atom yang sama membentuk orbital-orbital baru yang tingkat energinya
hampir sama dan bentuknya sama. Orbital-orbital baru yang terbentuk dari
proses hibridisasi disebut orbital hibrida. Dalam hibridisasi yang bercampur
adalah jumlah orbital bukan jumlah [Link] hibrida yang terbentuk
menentukan bentuk molekul.

Proses hibridisasi berlangsung dalam tahap-tahap berikut.

1) Elektron mengalami promosi (perpindahan) ke orbital yang tingkat


energinya lebih tinggi, kecuali molekul yang mempunyai pasangan
elektron bebas, misal H2O dan NH3.

2) Orbital-orbital bercampur atau berhibridisasi membentuk orbital hibrida


yang ekuivalen.

Misalnya, proses hibridisasi pembentukan molekul BeCl 2 (berilium klorida).


Konfigurasi elektron atom Be dengan nomor atom 4 adalah 1s2, 2s2. Konfigurasi
elektron terluar atom Be sebagai berikut.

Dalam molekul BeCl2, atom Be mengikat 2 atom Cl. Pengikatan ini dapat
berlangsung jika satu elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2px .

Orbital 2s dan orbital 2px masing-masing berisi satu elektron dan dapat
menerima 2 elektron dari 2 atom Cl. Pada saat orbital 2s dan orbital 2px
menerima elektron dari atom Cl kedua orbital itu berubah bentuk menjadi
orbital hibrida sp yang ekuivalen berbentuk garis lurus atau linear.

Bentuk molekul dari orbital hibrida dapat dilihat pada tabel berikut.
Refleksi

Pelajari materi tentang bentuk molekul (teori hibridisasi). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
7
Tabel 2.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Teori hibridisasi
Bentuk molekul suatu senyawa dengan menggunakan teori
hibridisasi
Contoh senyawa kimia dan bentuk molekulnya berdasarkan orbital
hibridanya.

Setelah peserta didik mempelajari tentang bentuk molekul (teori hibridisasi),


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang teori hibridisasi dengan benar.

2. Saya dapat menentukan bentuk molekul suatu senyawa dengan menggunakan teori hibridisasi
dengan benar.

3. Saya dapat menyebutkan beberapa contoh senyawa kimia dan bentuk molekulnya
berdasarkan orbital hibridanya.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 13

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang bentuk molekul
berdasarkan teori hibridisasi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pengaruh bentuk molekul terhadap
kepolaran molekul.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


bentuk molekul terhadap kepolaran molekul (molekul BeCl 2, molekul BCl3,
molekul CCl4, molekul NH3, dan molekul H2O).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi b pengaruh bentuk molekul


terhadap kepolaran molekul, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
49
Pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis;
kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pengaruh bentuk molekul
terhadap kepolaran molekul menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pengaruh bentuk
molekul terhadap kepolaran molekul dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pengaruh bentuk molekul terhadap


kepolaran molekul, peserta didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku
teks pada halaman 61. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul


dapat dipelajari melalui materi berikut.

Molekul diatomik yang terdiri atas dua atom yang sama seperti H 2, Cl2, dan
O2 bersifat nonpolar. Molekul nonpolar adalah molekul yang tidak
memperlihatkan adanya kutub positif dan kutub negatif dalam molekulnya.
Adapun molekul diatomik yang terdiri atas dua atom berbeda
keelektronegatifan seperti NH3, H2O, dan HBr bersifat polar. Molekul polar
adalah molekul yang memperlihatkan adanya kutub positif dan kutub negatif
dalam molekulnya. Kepolaran dari molekul tersebut dapat diperkirakan dari
bentuk molekulnya.

1) Meramalkan Kepolaran BeCl2 (Berilium Klorida)

Bentuk molekul BeCl2 adalah linear dengan arah momen dipol = 0. Harga
vektor kedua ikatan Be–Cl adalah sama, tetapi arahnya berlawanan. Hal
tersebut menghasilkan jumlah harga momen dipol sama dengan nol. Jadi,
molekul BeCl2 bersifat nonpolar.

2) Meramalkan Kepolaran BCl3 (Berilium Triklorida)

Bentuk molekul BCl3 adalah segitiga datar dengan arah momen dipol = 0.
Ketiga ikatan B–Cl yang bersifat polar membentuk vektor momen ikatan
sama kuat sehingga menghasilkan momen dipol sama dengan nol. Jadi,
molekul BCl3 bersifat nonpolar.

3) Meramalkan Kepolaran CCl4 (Karbon Tetraklorida)

Bentuk molekul CCl4 adalah tertrahedral dengan arah momen dipol = 0.


Keempat ikatan C–Cl yang bersifat polar tersusun dalam bentuk
tetrahedral akan menghasilkan momen dipol sama dengan nol. Jadi,
molekul CCl4 bersifat nonpolar.

4) Meramalkan Kepolaran NH3 (Amonia)

Bentuk molekul NH3 adalah piramida segitiga dengan arah momen dipol > 0.
Keelektronegatifan atom N lebih besar daripada keelektronegatifan atom H
sehingga ikatan antara N–H adalah polar. Karena bentuk NH 3 piramida
segitiga dan ikatan N–H yang bersifat polar mengarah ke atom pusat N maka
momen dipolnya tidak sama dengan nol sehingga molekul NH3 bersifat polar.

5) Meramalkan Kepolaran H2O (Air)

Bentuk molekul H2O adalah bentuk V dengan arah momen dipol > 0.
Keelektronegatifan atom O lebih besar daripada keelektronegatifan atom
H sehingga ikatan antara O–H bersifat polar. Karena kedua ikatan O–H
yang bersifat polar berbentuk V mengarah ke pusat O maka menghasilkan
momen dipol yang lebih besar dari nol sehingga molekul H 2O bersifat
polar.

Refleksi

Pelajari materi tentang pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 2.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul
Kepolaran berilium klorida
Kepolaran berilium triklorida
Kepolaran karbon tetraklorida
Kepolaran amonia
Kepolaran air

Setelah peserta didik mempelajari tentang pengaruh bentuk molekul terhadap


kepolaran molekul, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
51
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan hubungan keelektronegatifan terhadap kepolaran molekul dengan


benar.

3. Saya dapat meramalkan bentuk molekul BeCl 2, molekul BCl3, molekul CCl4, molekul NH3, dan
molekul H2O dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 14

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang unsur logam dan
ikatannya.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan ikatan logam.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu ikatan logam.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi ikatan logam, baik


kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi ikatan
logam menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang ikatan logam dengan menekankan
pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang ikatan logam, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 63. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang ikatan logam dapat dipelajari melalui materi berikut.

Unsur-unsur logam seperti besi, tembaga, dan emas merupakan zat padat
pada suhu kamar, kecuali raksa yang berwujud cair. Hal itu memperlihatkan
betapa kuatnya gaya-gaya yang mempersatukan atom-atom dalam logam.
Unsur logam mempunyai sifat yang khas.

Telah diketahui bahwa unsur-unsur logam memiliki sedikit elektron


valensi. Oleh karena itu, banyak ruang yang kosong pada kulit terluarnya. Hal
itu memungkinkan elektron valensi unsur-unsur logam dapat bergerak bebas
dan dapat berpindah dari satu ruang ke ruang lainnya dalam atom yang
berlainan. Perpindahan elektron-elektron tersebut juga disebabkan karena
logam-logam cenderung mempunyai energi pengionan yang lebih kecil
daripada unsur golongan lain. Dapat dikatakan bahwa elektron valensi selalu
berpindah-pindah dari satu atom ke atom lainnya. Hal ini menyebabkan atom
logam bermuatan positif.

Atom-atom logam dapat dibayangkan sebagai sekumpulan ion-ion positif


dalam suatu lautan elektron valensi yang terdelokalisasi (tersebar). Di dalam
logam tersebut, partikel yang bermuatan positif tertarik ke awan elektron
yang bermuatan negatif, begitu juga sebaliknya. Tarikan elektrostatis ini
mengikat seluruh kristal sebagai satu kesatuan. Apabila diberikan energi,
elektron akan dapat dipindahkan dari satu atom ke atom lainnya.

Sistem ikatan khas logam itu yang kemudian dikenal sebagai ikatan logam.
Ikatan ini sangat kuat dan sukar untuk diputuskan sehingga titik leleh dan titik
didihnya sangat tinggi. Akibatnya daya hantar panas dan kelistrikannya juga
sangat tinggi, karena elektron-elektron terluarnya bebas bergerak.

Unsur-unsur logam merupakan penghantar listrik yang baik. Jika sebatang


logam diberi beda potensial, akan terjadi arus listrik tetapi atom-atom tidak
berpindah. Namun, tidak demikian halnya dengan elektron-elektron di kulit
terluar yang terus berpindah.

Refleksi

Pelajari materi tentang pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Ikatan logam dan sifatnya
Proses terbentuknya ikatan logam
Contoh ikatan logam
Hubungan ikatan logam dengan daya hantar listrik
Setelah peserta didik mempelajari tentang ikatan logam, peserta didik diminta
untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan logam dan sifatnya dengan benar.

2. Saya dapat memaparkan proses terbentuknya ikatan logam dengan benar.

3. Saya dapat menyebutkan beberapa contoh ikatan logam dengan tepat.

4. Saya dapat menjelaskan hubungan ikatan logam dengan daya hantar listrik dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 15

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pembentukan
molekul menjadi senyawa.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan interaksi antar-partikel.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu interaksi


antarpartikel yakni gaya Van der Waals meliputi gaya London dan gaya dipol-
dipol.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi interaksi antarpartikel
(gaya Van der Waals), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi interaksi antarpartikel (gaya Van der Waals)menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
interaksi antarpartikel (gaya Van der Waals) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas,
dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang interaksi antarpartikel (gaya Van der


Waals), peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar
dalam buku teks pada halaman 65. Guru juga dapat
5mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang interaksi antarpartikel (gaya Van der Waals) dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Molekul-molekul dari berbagai unsur dapat membentuk suatu senyawa karena


adanya interaksi antarpartikel yang menyusun senyawa tersebut. Dalam
kehidupan sehari-hari, banyak kita temukan berbagai jenis interaksi
antarpartikel berupa molekul. Misalnya, udara yang mengandung molekul
karbon dioksida (CO2) atau air yang terbentuk dari kumpulan molekul H2O.

Sifat kepolaran suatu molekul atau senyawa sangat bergantung pada


interaksi antarmolekul penyusun senyawa tersebut. Interaksi antarmolekul ini
dapat disebut dengan istilah gaya elektrostatis atau gaya antarmolekul. Gaya
antarmolekul berkaitan erat dengan ikatan kimia. Ikatan kimia yang telah
dipelajari sebelumnya merupakan ikatan kimia antaratom, sedangkan gaya
antarmolekul ialah ikatan antarmolekul.

Salah satu gaya antarmolekul adalah gaya Van der Waals. Gaya
antarmolekul yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang sangat
kecil terdapat gaya tarik-menarik walaupun sangat lemah. Gaya tarik-menarik
itu dinamakan gaya Van der Waals. Gaya Van der Waals ditemukan oleh
seorang ahli fisika dari Belanda yang bernama J.D. Van der Waals. Gaya Van
der Waals bersifat sangat lemah sehingga zat yang mempunyai ikatan Van der
Waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah. Dalam gaya Van der
Waals terdapat dua gaya, yaitu gaya London dan gaya dipol-dipol.

1) Gaya London (Gaya Dispersi)

Gaya London ialah gaya yang ditimbulkan oleh ikatan dipol sesaat disebut
dengan gaya London. Gaya London atau gaya dispersi adalah gaya
antarmolekul yang terjadi akibat adanya gaya tarik-menarik antara molekul-
molekul nonpolar atau adanya gerakan elektronik yang menimbulkan dipol
sesaat. Ikatan dipol sesaat bersifat sangat lemah, tetapi ikatannya akan
semakin kuat dengan bertambahnya elektron sehingga titik didih makin
tinggi.

2) Gaya Dipol-Dipol

Molekul-molekul polar yang saling berdekatan tersebut menghasilkan gaya


tarik-menarik yang disebut gaya tarik dipol-dipol.
Gaya Van der Waals (gaya London dan dipol-dipol) berpengaruh pada sifat-
sifat fisik zat, seperti titik didih dan titik cair. Gaya tarik dipol-dipol lebih kuat
dibanding gaya London sehingga zat-zat polar titik didih dan titik cairnya
cenderung lebih tinggi dibanding zat-zat nonpolar. Sebagai contoh aseton
yang bersifat polar mempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi dibanding
n-butana yang bersifat nonpolar.

Refleksi

Pelajari materi tentang interaksi antarpartikel (gaya Van der Waals). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.9 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Interaksi antarpartikel
Pengertian gaya Van der Waals dan sifatnya
Perbedaan gaya London dan gaya dipol-dipol
Pengaruh gaya Van der Waals dengan titik didih dan titik leleh
Setelah peserta didik mempelajari tentang interaksi antarpartikel (gaya Van der
Waals), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang interaksi antarpartikel dengan benar.

2. Saya dapat memaparkan pengertian gaya Van der Waals dan sifatnya dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan perbedaan gaya London dan gaya dipol-dipol dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan pengaruh gaya Van der Waals dengan titik didih dan titik leleh dengan
benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 16

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang gaya Van der Waals.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan interaksi antarpartikel (ikatan
hidrogen).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu interaksi


antarpartikel (ikatan hidrogen) serta sifatnya.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi interaksi antarpartikel
(ikatan hidrogen), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter
gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan,
menganalisis materi interaksi antarpartikel (ikatan hidrogen) menggunakan
tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang interaksi antarpartikel (ikatan hidrogen) dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.


Sebelum mempelajari materi tentang interaksi antarpartikel (ikatan hidrogen),
peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam
buku teks pada halaman 67. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang interaksi antarpartikel (ikatan hidrogen) dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Ketika kebanyakan zat cair lain membeku, wujud padat menjadi lebih padat
dan lebih berat daripada wujud cair masing-masing untuk volume yang sama.
Karena dalam wujud padat molekul-molekul berkumpul lebih rapat
dibandingkan dengan molekul-molekul dalam wujud cair yang saling selip
dengan mudah. Air memiliki perilaku yang berbeda dengan zat cair lainnya,
terletak pada cara molekul-molekul air ketika saling berhubungan dengan
sesama molekul air dalam sebongkah es. Antarmolekul air terbentuk suatu
ikatan yang dinamakan ikatan hidrogen.

Mengapa pada golongan VIA, senyawa H 2O mempunyai titik didih yang


paling tinggi, padahal H2O mempunyai Mr yang paling kecil? Berdasarkan
besarnya Mr, seharusnya titik didih H 2O adalah paling rendah dengan urutan
titik didih H 2Te > H2Se > H2S > H2O. Akan tetapi, pada kenyataannya titik
didih H2O > H2Te > H2Se > H2S. Hal tersebut juga terjadi pada senyawa
hidrogen dengan golongan VIIA. Mengapa pada golongan VIIA, senyawa HF
mempunyai titik didih paling tinggi, padahal HF mempunyai Mr paling kecil?
Berdasarkan besarnya Mr, seharusnya titik didih HF adalah paling rendah
dengan urutan titik didih HI > HBr > HCl > HF. Akan tetapi, pada
kenyataannya titik didih HF > HI > HBr > HCl. Mengapa demikian? Hal itu
disebabkan adanya ikatan hidrogen dalam senyawa H2O dan senyawa HF.

Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terbentuk antara atom hidrogen


dengan atom lain yang memiliki kelektronegatifan tinggi. Kutub positif pada
kedudukan H berikatan dengan kutub negatif pada kedudukan atom yang
keelektronegatifannya besar, seperti atom fluor (F), oksigen (O), dan nitrogen
(N).

Refleksi

Pelajari materi tentang interaksi antarpartikel (ikatan hidrogen). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 2.10 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Ikatan hidrogen dan sifatnya
Proses terjadinya ikatan hidrogen
Pengaruh ikatan hidrogen dengan titik didih dan titik leleh suatu
Senyawa
Setelah peserta didik mempelajari tentang interaksi antarpartikel (ikatan
hidrogen), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang ikatan hidrogen dan sifatnya dengan benar.

2. Saya dapat memaparkan proses terjadinya ikatan hidrogen dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen dengan titik didih dan titik leleh suatu
senyawa dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 2.11 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab II

Soal Tantangan yang ada di Bab II

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.
Tabel 2.12 Penilaian Tertulis

Tabel 2.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
Tabel 2.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM
Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 2.13 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 2.14 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
No. Indikator Rubrik
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian

Tabel 2.15 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 2.16 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
No. Indikator Rubrik
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 2.17 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganal
isisDatam
enyimpul
Nama

kan
angk
Mer

I ai

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 2.18 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal
Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang ikatan kimia agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan ikatan kimia. Selain itu, dengan
diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
memahami ikatan kimia. Kegiatan pengayaan yang diberikan pada peserta didik
dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Setiap senyawa memiliki bentuk molekul yang berbeda-beda. Misalnya,
senyawa metana (CH4), amonia (NH3), air (H2O), karbon dioksida (CO2), boron
trifluorida (BF3), dan sulfur heksafluorida (SF6). Sekarang, coba kalian buat
bentuk-bentuk molekul senyawa-senyawa tersebut menggunakan molymod,
dengan alat dan bahan seperti plastisin atau bola mainan (warna-warni),
batang lidi, kawat, kabel, atau magnet, lem, selotip, dan tang. Prediksikan
bentuk molekul senyawa metana (CH 4), amonia (NH3), air (H2O), karbon
dioksida (CO2), boron trifluorida (BF3), dan sulfur heksafluorida (SF6).
Bedakan warna dan ukuran atom bebas dan ikatan, bedakan juga panjang
ikatan dan besar sudut ikatannya. Selanjutnya, rancang dan buatlah bentuk
molekulnya sekreatif mungkin dengan molymod. Kumpulkan hasilnya kepada
guru pembimbing untuk mendapatkan penilaian! Hasil molymod yang paling
bagus dan menarik akan di pajang di laboratorium.

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata : Kimia
Pelajaran
Nama Membuat Bentuk
Proyek : Molekul
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI
Tabel 2.19 Penilaian Proyek

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran jawaban
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Penggunaan strategi benar dan tepat
7. Kerapian atau keindahan
Jumlah

Indikator Rubrik Penilaian Proyek

Tabel 2.20 Indikator Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria

4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban sangat
lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama kelompok sangat baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar sangat akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan baik di depan kelas.

3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar cukup akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan cukup baik di kelas.

2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar kurang akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik,
tersedia laporan kerja tetapi tidak disajikan di kelas.

1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban tidak
lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik, interpretasi jawaban masalah/
gambar tidak akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia
laporan kerja dan tidak disajikan di depan kelas.

0 Tidak melakukan tugas proyek

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]


LARUTAN ELEKTROLIT, REAKSI REDUKSI OKSIDASI,

DAN TATA NAMA SENYAWA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Larutan Elektrolit, Reaksi Reduksi Oksidasi, dan Tata Nama


Senyawa

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 16 JP (8 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui tentang Profil pelajar Pancasila yang
larutan (cam- dikembangkan pada
puran homogen antara zat terlarut dan Fase F adalah bernalar kritis
zat pelarut). (memproses infor-
Selain itu, peserta didik juga dapat masi, menganalisis, dan mengevaluasi
menjelaskan sifat penalaran);
hantaran listrik (elektrolit dan kreatif (menghasilkan gagasan yang
nonelektrolit) dengan orisinal); ber-
kemampuan dan pengetahuan yang gotong royong (kemampuan bekerja
dimilikinya. sama dengan
orang lain); serta beriman dan
bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran larutan
elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan
tata nama
senyawa.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas)

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 3.1: elektrode, bola lampu, gelas kimia, papan, botol
semprot, tisu, baterai (catu daya 6 watt), kabel, dan beberapa jenis
larutan.
b. Aktivitas Sains 3.2: kertas, korek api, botol dan tutpnya.

c. Aktivitas Sains 3.3: serbuk atau lempeng magnesium, padatan NaOH,


larutan HCl encer, erlenmeyer, balon, dan pinset.
67
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang larutan elektrolit, reaksi reduksi oksidasi,
dan tata nama senyawa seperti berikut.

1) Larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.

2) Reaksi reduksi dan oksidasi.

3) Tata nama senyawa kimia.

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit, reaksi


reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa.
b. Gambar yang menunjukkan larutan elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan
tata nama senyawa.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan larutan elektrolit, reaksi


reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan larutan elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan tata nama
senyawa.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menyimpulkan gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan;

2. mengelompokkan larutan ke dalam larutan nonelektrolit dan elektrolit


berdasarkan sifat hantaran listriknya;

3. menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus


listrik;

4. menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa
kovalen polar;

5. membedakan konsep reduksi oksidasi ditinjau dari penggabungan dan


pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan
dan penurunan bilangan oksidasi;

6. menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion;

7. menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks;

8. memberi nama senyawa menurut IUPAC.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang larutan elektrolit, reaksi


reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa, manfaat apa yang didapat? Dapatkah
pengalaman pembelajaran ini memberikan nilai-nilai yang dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang kalian ketahui tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit?
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? Bagaimana cara
kalian mengetahui suatu larutan bersifat elektrolit atau nonelektrolit? Sebutkan
contoh larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit dalam kehidupan sehari-hari!
Apa yang kalian ketahui tentang reaksi reduksi dan reaksi oksidasi? Tahukah
kalian, bagaimana menuliskan tata nama senyawa kimia?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran


antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan larutan


elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.


69
2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 17

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang ikatan kimia (ikatan
ion dan ikatan kovalen).

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit (pengujian adanya daya hantaran listrik).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu larutan


elektrolit, larutan nonelektrolit, pengujian adanya daya hantaran listrik, dan
derajat pengionan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit (pengujian adanya daya hantaran listrik), baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi larutan
elektrolit dan larutan nonelektrolit (pengujian adanya daya hantaran listrik)
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
(pengujian adanya daya hantaran listrik) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit


(pengujian adanya daya hantaran listrik), peserta didik diminta untuk mengamati
gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada halaman 79. Guru juga
dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning dan melakukan Aktivitas Sains 3.1 pada halaman 80–81 yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit (pengujian


adanya daya hantaran listrik) dapat dipelajari melalui materi berikut.
Berdasarkan sifat hantaran listriknya, larutan dapat dibedakan menjadi larutan
yang dapat menghan-tarkan listrik dan larutan yang tidak dapat menghantarkan
listrik. Larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit.
Salah satu contoh larutan yang bersifat elektrolit adalah larutan garam dapur
atau natrium klorida (NaCl). Larutan NaCl ini dapat terurai menjadi ion Na + dan
ion Cl–. Adapun larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik dinamakan
larutan nonelektrolit. Contohnya larutan gula (C 12H22O11). Larutan gula ini tidak
dapat terurai menjadi ion-ion.
Elektrolit berarti zat yang mempunyai kemampuan menghantarkan arus
listrik. Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Jadi, larutan
elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik.

Suatu larutan dapat menghantarkan listrik karena adanya senyawa dari


zat terlarut yang dapat terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas.
Penguraian zat elektrolit dalam larutan menjadi ion-ion yang bergerak bebas
tersebut dinamakan pengionan.

Larutan elektrolit kuat menghasilkan banyak ion dalam larutan. Dalam


percobaan, hal tersebut ditandai dengan banyaknya gelembung gas sehingga
dapat menyebabkan lampu menyala. Larutan elektrolit lemah menghasilkan
sedikit ion dalam larutan. Dalam percobaan, hal tersebut ditandai dengan
sedikitnya gelembung gas sehingga nyala lampu yang ditimbulkan hanya
redup, bahkan kadang-kadang tidak menyala.

Dapat juga disimpulkan, bahwa reaksi pengionan merupakan penguraian


zat elektrolit menjadi ion positif dan ion negatif. Karena muatan ion-ion
tersebut berlawanan maka antarion tersebut akan terjadi gaya tarik-menarik
sehingga terjadi reaksi balik dari arah kanan ke kiri. Oleh karena itu, reaksi
pengionan merupakan reaksi bolak-balik atau reaksi kesetimbangan.

Untuk menyatakan banyak sedikitnya zat-zat yang terurai atau terion


dinyatakan dengan derajat pengionan, dengan simbol α. Derajat pengionan
menyatakan perbandingan jumlah mol zat yang terurai menjadi ion dengan
jumlah mol zat mula-mula.

1) Semakin banyak zat yang terurai semakin besar derajat pengionan, artinya sifat
elektrolit semakin kuat.

2) Semakin sedikit zat yang terurai semakin kecil derajat pengionan, artinya sifat
elektrolit semakin lemah.

Reaksi pengionan elektrolit kuat mempunyai harga α mendekati satu,


artinya reaksi dari arah kanan sangat kecil sehingga dapat diabaikan.
Sebaliknya, reaksi pengionan elektrolit lemah mempunyai harga α mendekati
nol (0). Jadi, harga α berada di antara 0 dan 1.

Refleksi

Pelajari materi tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit (pengujian adanya daya hantaran listrik). Unsur-
unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).

Tabel 3.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit beserta sifatnya
Pengujian adanya daya hantaran listrik dalam suatu larutan
Derajat pengionan dan hubungannya dengan sifat elektrolit

Setelah peserta didik mempelajari tentang larutan elektrolit dan larutan


nonelektrolit (pengujian adanya daya hantaran listrik), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1) Isikan identitas kalian!

2) Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit beserta sifatnya dengan
benar.

2. Saya dapat menjelaskan pengujian adanya daya hantaran listrik dalam suatu larutan dengan
tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang derajat pengionan dan hubungannya dengan sifat elektrolit
dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 18

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan larutan elektrolit dan ikatan kimia.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu larutan


elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit
pada senyawa kovalen).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi larutan elektrolit ikatan


kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa
kovalen), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
larutan elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat
elektrolit pada senyawa kovalen) menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang larutan elektrolit
ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa
kovalen) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat


elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen), peserta
didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks
pada halaman 85. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada


senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen) dapat dipelajari melalui
materi berikut.

1) Sifat Elektrolit pada Senyawa Ion

Senyawa yang atom-atomnya digabungkan oleh ikatan ion disebut senyawa


ion. Dalam senyawa ion terdapat partikel-partikel yang bermuatan listrik
positif atau ion positif yang disebut kation dan partikel-partikel yang
bermuatan listrik negatif atau ion negatif yang disebut anion.
73
Jika senyawa ion tersebut dilarutkan ke dalam air maka ion-ion tersebut akan
bergerak bebas. Ion-ion yang bergerak bebas itulah yang dapat
menghantarkan arus listrik. Oleh karena itu, kita dapat memahami mengapa
senyawa elektrolit yang berwujud padat tidak dapat menghantarkan arus
listrik. Contoh reaksi pengionan senyawa ion, mislanya: KBr(aq) → K+(aq) +
Br–(aq)

2) Sifat Elektrolit pada Senyawa Kovalen

Senyawa yang atom-atomnya digabungkan oleh ikatan kovalen disebut


senyawa kovalen. Mengapa senyawa kovalen dapat bersifat elektrolit? Pada
bab ikatan kimia, kalian telah mempelajari bahwa ada senyawa kovalen yang
bersifat polar. Hal itu disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan yang
cukup besar antara dua atom yang membentuk molekul dwikutub yang
terpolarisasi sehingga menimbulkan molekul polar. Molekul dwikutub adalah
molekul yang mempunyai kutub positif dan kutub negatif.

Senyawa kovalen yang bersifat polar disebut senyawa kovalen polar. Contohnya
adalah HCl, HBr, dan NH3. Senyawa kovalen polar secara keseluruhan
merupakan partikel yang netral. Senyawa itu dalam bentuk murni merupakan
penghantar listrik yang lemah, tetapi jika senyawa tersebut dilarutkan dalam air
maka akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan
baik. Hal itu disebabkan pelarut air merupakan molekul dwikutub yang juga
merupakan senyawa kovalen polar yang membantu menguraikan senyawa
kovalen polar menjadi ion positif dan ion negatif. Contoh:

HCl(l) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl–(aq) atau HCl(l) → H+(aq) + Cl–(aq)

Senyawa kovalen yang daya hantar listriknya lemah, misalnya larutan amonia
dan larutan asam cuka merupakan elektrolit lemah. Zat itu dapat bereaksi
dengan air membentuk ion. Akan tetapi, hanya sebagian yang terurai menjadi
ion sehingga jumlah ion di dalam larutannya juga sedikit.

Refleksi

Pelajari materi tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada
senyawa kovalen). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan
mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hubungan antara sifat elektrolit suatu zat dengan ikatan kimia
Sifat elektrolit pada senyawa ion
Sifat elektrolit pada senyawa kovalen

Setelah peserta didik mempelajari tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat
elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen), peserta
didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembang-kan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan hubungan antara sifat elektrolit suatu zat dengan ikatan kimia
dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan tentang sifat elektrolit pada senyawa ion dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang sifat elektrolit pada senyawa kovalen dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
75
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 19

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang sifat elektrolit pada
senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan peranan larutan elektrolit bagi tubuh.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu peranan larutan
elektrolit bagi tubuh.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi peranan larutan elektrolit


bagi tubuh, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
peranan larutan elektrolit bagi tubuh menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang peranan larutan
elektrolit bagi tubuh dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh,


peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam
buku teks pada halaman 87. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Dalam tubuh manusia, larutan elektrolit terdapat dalam bentuk ion bebas.
Elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar dalam tubuh antara lain adalah
natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+), klorida (Cl–),
bikarbonat (HCO3–), dan monohidrofosfat ((HPO42–). Di dalam tubuh manusia,
kesetimbangan antara air (H2O) dan elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel
dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Misalnya, dalam proses
ekskresi air keringat kesetimbangan air (H 2O) dan elektrolit. Mengapa air
keringat terasa asin?
Air keringat yang keluar dari tubuh kita mengandung tiga mineral utama,
yaitu zat elektrolit berupa ion natrium, ion kalium, dan ion klorida dalam
jumlah besar. Semakin besar laju pengeluaran keringat maka laju kehilangan
Na+, K+, dan Cl– juga semakin besar. Di antara ketiga mineral ini, Na + dan Cl–
merupakan mineral dalam jumlah besar (konsentrasi tinggi) yang terbawa
keluar tubuh melalui kelenjar keringat. Hal ini yang menyebabkan air
keringat terasa asin.

Dalam tubuh manusia, elektrolit-elektrolit memiliki beberapa fungsi antara


lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh, mengatur pendistribusian cairan
ke dalam kompartemen badan, menjaga pH tubuh, dan juga akan terlibat
dalam setiap reaksi oksidasi dan reduksi, serta ikut berperan dalam setiap
proses metabolisme. Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan terganggunya
metabolisme tubuh. Untuk mengganti kekurangan dan kehilangan elektrolit
yang akut dalam tubuh, dapat ditambahkan elektrolit murni ke dalam tubuh.

Refleksi

Pelajari materi tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Larutan elektrolit dalam tubuh manusia
Beberapa ion (elektrolit) yang terdapat dalam tubuh
Peranan atau fungsi larutan elektrolit bagi tubuh

Setelah peserta didik mempelajari tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pan-casila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diper-oleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
77
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan larutan elektrolit dalam tubuh manusia dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan beberapa ion (elektrolit) yang terdapat dalam tubuh dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang peranan atau fungsi larutan elektrolit bagi tubuh dengan
tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 20

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang peranan larutan
elektrolit bagi tubuh.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan
oksidasi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi


reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi reduksi dan


oksidasi (bilangan oksi-dasi), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengeta-
huan, menganalisis materi reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi)
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi)
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi),
peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku
teks pada halaman 88. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 3.2 pada
halaman 88–89 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) dapat


dipelajari melalui materi berikut.

Jika suatu zat bergabung dengan oksigen akan terjadi reaksi oksidasi, seperti
yang terjadi pada potongan apel dan kentang yang dibiarkan terbuka di
udara. Oksigen di udara menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi. Reaksi
oksidasi dapat terjadi dengan cepat seperti pada reaksi pembakaran atau
secara lambat seperti pada reaksi perkaratan (besi berkarat). Pelepasan
oksigen dari suatu reaktan yang mengandung oksigen dinamakan reduksi.
Jika dalam suatu reaksi ada zat yang mengalami oksidasi dan ada zat yang
mengalami reduksi maka reaksi ini disebut reaksi redoks.

Konsep reaksi oksidasi dan reduksi mengalami penyempurnaan seiring


dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Urutan perkembangan konsep
reduksi oksidasi, yaitu reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen, kemudian
reaksi penerimaan dan pelepasan elektron, serta perubahan bilangan
oksidasi.
79
Bilangan oksidasi (biloks) adalah bilangan yang menunjukkan jumlah
elektron suatu atom unsur yang dilepaskan atau diterima suatu unsur atau
senyawa. Harga bilangan oksidasi menunjukkan banyaknya elektron yang
dilepaskan atau diterima. Harga bilangan oksidasi dapat positif atau negatif.
Jika berharga positif, berarti atom melepaskan elektron dan jika berharga
negatif, artinya atom menerima elektron. Bagaimana menentukan bilangan
oksidasi unsur dalam senyawa atau ion? Bilangan oksidasi unsur-unsur dalam
senyawa atau ion dapat ditentukan dengan menggunakan aturan sebagai
berikut.

1) Bilangan oksidasi atom unsur bebas = 0.

2) Bilangan oksidasi atom logam dalam senyawa selalu bertanda positif.

3) Bilangan oksidasi atom H dalam senyawanya = +1, sedangkan bilangan


oksidasi atom H dalam senyawa hidrida = –1.

4) Bilangan oksidasi atom O dalam senyawanya = –2, bilangan oksidasi atom O


dalam senyawa

peroksida = –1, dan bilangan oksidasi atom O dalam senyawa


1
superoksida = – . 5) Bilangan oksidasi atom O dalam senyawa F2O,
2
adalah +2.

6) Bilangan oksidasi atom fluor (F) dalam senyawanya = –1. Fluor adalah
atom unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan 1 elektron untuk
mencapai konfigurasi elektron stabil.

7) Bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu ion monoatom =


muatan ionnya. 8) Jumlah bilangan oksidasi atom unsur dalam
suatu senyawa = 0.
9) Jumlah bilangan oksidasi atom unsur dalam suatu ion poliatom =
muatannya.

Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi
Bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu senyawa

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan
oksidasi), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan tentang bilangan oksidasi dengan tepat.

3. Saya dapat menuliskan bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu senyawa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
81
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 21

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang bilangan oksidasi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perkembangan konsep reduksi dan
oksidasi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


perkembangan konsep reduksi dan oksidasi (reaksi penerimaan dan
pelepasan oksigen, reaksi penerimaan dan pelepasan elektron, serta kenaikan
dan penurunan bilangan oksidasi.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perkembangan konsep


reduksi dan oksidasi, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi perkembangan konsep reduksi dan oksidasi menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
perkembangan konsep reduksi dan oksidasi dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas,
dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang perkembangan konsep reduksi dan


oksidasi, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada
halaman 91. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 3.3 pada halaman
93 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) dapat


dipelajari melalui materi berikut.

Berikut konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi berdasarkan penerimaan


dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan elektron, serta perubahan
bilangan oksidasi.

1) Reaksi Penerimaan dan Pelepasan Oksigen

Oksidasi: awalnya, oksidasi didefinisikan sebagai reaksi suatu


zat dengan oksigen. Contoh: 4 Na(s) + O2(g) → 2 Na2O(g)
Reaksi reduksi adalah kebalikan dari reaksi oksidasi. Dalam reaksi reduksi
terjadi pelepasan oksigen. Contoh: Ag2O(s) + H2(g) → 2 Ag(s) + H2O(g)
2) Reaksi Penerimaan dan Pelepasan Elektron

Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata banyak reaksi reduksi dan


oksidasi yang tidak melibatkan oksigen sehingga konsep reduksi oksidasi
dikembangkan lagi. Pengertian reaksi reduksi dan oksidasi tidak hanya
menyangkut penerimaan dan pelepasan oksigen, tetapi diterapkan untuk
semua reaksi yang menyangkut pelepasan dan penerimaan elektron.

Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron


oleh suatu zat. Contoh: Na(s) → Na+(aq) + e–

Reduksi adalah reaksi penerimaan elektron


oleh suatu zat. Contoh: Br2(l) + 2 e– → 2 Br–
(aq)
3) Kenaikan dan Penurunan Bilangan Oksidasi

Perkembangan konsep reaksi reduksi oksidasi dengan penerimaan dan


pelepasan elektron dapat dikembangkan lagi. Hal ini disebabkan zat yang
melepaskan elektron mengalami kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan zat
yang menerima elektron mengalami penurunan bilangan oksidasi. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan
bilangan oksidasi. Adapun reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami
penurunan bilangan oksidasi.

Refleksi

Pelajari materi tentang perkembangan konsep reduksi dan oksidasi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen
Reaksi penerimaan dan pelepasan elektron
Reaksi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi

Setelah peserta didik mempelajari tentang perkembangan konsep reduksi dan


oksidasi, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan tentang reaksi penerimaan dan pelepasan elektron dengan benar

3. Saya dapat menjelaskan reaksi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 22

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang konsep reaksi
reduksi dan oksidasi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi reduksi dan oksidasi (redoks).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi reduksi
dan oksidasi (redoks) serta mengenal istilah oksidator (pengoksidasi), reduktor
(pereduksi), hasil oksidasi, dan hasil reduksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi reduksi dan oksidasi
(redoks), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi reaksi reduksi
dan oksidasi (redoks) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang reaksi reduksi dan
oksidasi (redoks) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (redoks),


peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam
buku teks pada halaman 94–95. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Berdasarkan pengertian konsep reaksi reduksi oksidasi yang didasarkan pada


penerimaan dan pelepasan elektron maka dapat disimpulkan bahwa tidak
mungkin ada reaksi reduksi saja atau reaksi oksidasi saja. Artinya, tidak
mungkin terjadi pelepasan elektron tanpa ada yang menerima, juga tidak
mungkin terjadi penerimaan elektron tanpa ada yang melepaskan. Reaksi
reduksi dan oksidasi selalu berlangsung bersamaan dan disebut reaksi
reduksi oksidasi, disingkat reaksi redoks. Zat-zat yang menerima elektron
atau mengalami reduksi dinamakan oksidator atau pengoksidasi. Adapun zat-
zat yang melepaskan elektron atau mengalami oksidasi dinamakan reduktor
atau pereduksi.
85
Berdasarkan reaksi di atas, Mg adalah reduktor karena mengalami oksidasi
atau melepaskan elektron, sedangkan Br2 adalah oksidator karena mengalami
reduksi atau menerima elektron.

Mg mengalami oksidasi, sebab bilangan oksidasinya bertambah, yaitu dari 0


menjadi +2. Mg disebut reduktor atau pereduksi. Ion Cu 2+ mengalami reduksi
sebab bilangan oksidasinya berkurang dari +2 menjadi 0. CuSO 4 disebut
oksidator atau pengoksidasi.

Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Konsep reaksi reduksi oksidasi (redoks) yang didasarkan pada
penerimaan dan pelepasan elektron
Penentukan suatu reaksi termasuk reaksi redoks atau bukan
Penentuan oksidator (pengoksidasi), reduktor (pereduksi), hasil
oksidasi, dan hasil reduksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi reduksi dan oksidasi (redoks),
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang konsep reaksi reduksi oksidasi (redoks) yang didasarkan
pada penerimaan dan pelepasan elektron dengan benar.
2. Saya dapat menentukan suatu reaksi termasuk reaksi redoks atau bukan dengan benar

3. Saya dapat menentukan oksidator (pengoksidasi), reduktor (pereduksi), hasil oksidasi, dan
hasil reduksi dari reaksi redoks dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
87
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 23

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penerapan konsep
bilangan oksidasi dalam pemberian nama senyawa.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan tata nama senyawa kimia.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu tata nama
senyawa kimia yakni tata nama oksida asam dan oksida basa.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi tata nama senyawa kimia
yakni tata nama oksida asam dan oksida basa, baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan
nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi tata nama senyawa kimia yakni tata nama
oksida asam dan oksida basa menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang tata nama senyawa kimia
yakni tata nama oksida asam dan oksida basa dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas,
dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama
oksida asam dan oksida basa, peserta didik diminta untuk membaca materi dan
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 97. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama oksida asam
dan oksida basa dapat dipe-lajari melalui materi berikut.

Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan nama-nama senyawa yang telah


dikenal secara umum, seperti air untuk H 2O, garam dapur atau garam meja
untuk NaCl, cuka untuk CH3COOH, amonia untuk NH3, dan glukosa untuk
C6H12O6. Nama-nama seperti cuka, amonia, dan glukosa merupakan nama
dagang. Namun, karena begitu banyaknya senyawa maka agar tidak
membingungkan, para ahli membuat nama senyawa secara sistematis, sesuai
dengan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), tahun
1990.
1) Tata Nama Oksida Asam

Oksida asam adalah oksida nonlogam. Umumnya, unsur nonlogam mempunyai


bilangan oksidasi lebih dari satu macam. Pemberian namanya adalah
didasarkan pada sistem awalan (nama Latin), yaitu mono (1), di (2), tri (3),
tetra (4), penta (5), heksa (6), hepta (7), okta (8), nona (9), dan deka (10).

2) Tata Nama Oksida Basa

Oksida basa adalah oksida logam, yaitu hasil reaksi logam dengan oksigen.
Apabila logamnya mempunyai bilangan oksidasi satu macam maka cara
pemberian namanya, yaitu dengan menyebutkan nama logamnya, kemudian
ditambah kata oksida.

Apabila logamnya mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu macam maka
cara pemberian namanya dapat memakai nama sistematik (sistem Stock) atau
memakai nama lama.

a) Nama Sistematik (Sistem Stock)

Nama logamnya disebutkan, kemudian disebutkan tingkat bilangan


oksidasinya yang pada penulisannya memakai angka Romawi dalam kurung.

b) Nama Lama (Nama Latin)

Nama logam yang bilangan oksidasinya rendah diberi akhiran o sedangkan


logam yang bilangan oksidasinya tinggi diberi akhiran i.

Refleksi

Pelajari materi tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama oksida asam dan oksida basa. Unsur-unsur yang dinilai
adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Tata nama senyawa kimia
Tata nama senyawa oksida asam
Tata nama senyawa oksida basa
89
Setelah peserta didik mempelajari tentang tata nama senyawa kimia yakni tata
nama oksida asam dan oksida basa, peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil
pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tata nama senyawa kimia dengan benar.

2. Saya dapat menentukan tata nama senyawa oksida asam dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tata nama senyawa oksida basa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 24

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang tata nama senyawa
oksida asam dan oksida basa.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan tata nama senyawa kimia (asam,
basa, dan garam) serta tata nama senyawa organik.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu tata nama
senyawa kimia yakni tata nama asam, basa, garam, serta senyawa organik.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi tata nama senyawa


kimia yakni tata nama asam, basa, garam, serta senyawa organik, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi tata nama
senyawa kimia yakni tata nama asam, basa, garam, serta senyawa organik
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama asam,
basa, garam, serta senyawa organik dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).
91
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama
asam, basa, garam, serta senyawa organik, peserta didik diminta untuk
membaca materi dalam buku teks pada halaman 99–102. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama asam, basa,
garam, serta senyawa organik dapat dipelajari melalui materi berikut.

1) Tata Nama Asam

Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang larutannya dalam air


melepaskan ion H+ dan ion sisa asam yang bermuatan negatif (anion).
Banyaknya ion H+ dalam suatu asam disebut valensi asam. Senyawa asam
ada yang mengandung oksigen dan ada pula yang tidak mengandung oksigen.

1) Asam yang Tidak Mengandung Oksigen

Pemberian nama asam yang tidak mengandung oksigen


diberi akhiran ida. Contohnya HF(aq) namanya asam
fluorida.

2) Asam yang Mengandung Oksigen

Asam yang mengandung jumlah oksigen lebih sedikit diberi akhiran it,
pada asam yang mengandung jumlah oksigen lebih banyak diberi akhiran
at. Contohnya HNO2(aq) namanya asam nitrit. Awalan per diberikan
kepada asam yang mengandung oksigen lebih dari asam umumnya.
Adapun awalan hipo diberikan pada asam yang mengandung oksigen
kurang dari asam umumnya. Contohnya HClO4 namanya asam perklorat.

2) Tata Nama Basa

Basa adalah senyawa yang mengandung ion logam yang bermuatan positif
(kation) dan ion OH– (ion hidroksida) yang bermuatan negatif (anion).
Banyaknya ion OH– dalam suatu basa disebut valensi basa. Valensi basa sama
dengan bilangan oksidasi logam dalam basa itu.

a) Apabila logamnya mempunyai bilangan oksidasi satu macam maka tata


namanya menyebutkan nama logamnya, kemudian ditambah kata hidroksida.
Contohnya AgOH namanya perak hidroksida.
b) Apabila logamnya mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu macam maka
tata namanya seperti pada tata nama oksida logam atau oksida basa, tetapi
kata oksida diganti dengan hidroksida. Contoh nama sistematik beberapa
senyawa basa, misalnya Cu(OH) namanya tembaga(I) hidroksida.

3) Tata Nama Garam

Garam adalah senyawa yang mengandung ion logam yang bermuatan positif
dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Ion sisa asam adalah asam yang
telah melepaskan ion H+ nya. Garam merupakan senyawa yang terbentuk
melalui reaksi asam dengan basa yang dikenal dengan reaksi netralisasi.
Penamaan garam adalah dengan nama ion logam disebutkan terlebih dahulu
kemudian nama sisa asamnya. Contohnya (NH 4)3PO4 namanya amonium
fosfat.

4) Tata Nama Senyawa Organik


Senyawa organik disebut juga senyawa karbon. Berbagai deret homolog
senyawa organik atau senyawa karbon seperti senyawa-senyawa hidrokarbon
alkana, alkena, dan alkuna, alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat,
ester, dan amina. Contohnya CH4 namanya metana.

Refleksi

Pelajari materi tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama asam, basa, garam, serta senyawa organik.
Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).
Tabel 3.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Tata nama senyawa asam, basa, garam, dan senyawa organik
Tata nama senyawa asam
Tata nama senyawa basa
Tata nama senyawa garam
Tata nama senyawa organik

Setelah peserta didik mempelajari tentang tata nama senyawa kimia yakni tata nama
asam, basa, garam, serta senyawa organik, peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
93
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tata nama senyawa asam, basa, garam, dan senyawa organik dengan
benar.

2. Saya dapat menentukan tata nama senyawa asam dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tata nama senyawa basa dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan tata nama senyawa garam dengan tepat.

5. Saya dapat menentukan tata nama senyawa organik dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 5 pernyataan terisi “Ya” Jika 3–4 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.
Tabel 3.9 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab III

Soal Tantangan yang ada di Bab III


b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 3.10 Penilaian Tertulis

Tabel 3.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 3.11 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 3.12 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok


No. Indikator Rubrik
1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
95
No. Indikator Rubrik
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian

Tabel 3.13 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 3.14 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
No. Indikator Rubrik
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 3.15 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganali

nyimpulka
sisDatame
Nama

n
angk
Mer

ai
I

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 3.16 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12


97
Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang larutan elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa agar
dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan larutan elektrolit, reaksi reduksi
oksidasi, dan tata nama senyawa. Selain itu, dengan diberi pengayaan, akan
dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami larutan
elektrolit, reaksi reduksi oksidasi, dan tata nama senyawa. Kegiatan pengayaan
yang diberikan pada peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut.
a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Pemahaman kalian mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit semakin
bertambah, bukan? Contoh larutan elektrolit di lingkungan sekitar kita sangat
banyak, misalnya buah-buahan. Pernahkah kalian berpikir bahwa di antara buah-
buahan tersebut ada yang bersifat elektrolit. Coba kalian lakukan penyelidiki
melalui percobaan sederhana, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai
berikut.

1. Rancang dan lakukan percobaan dengan melaksanakan sikap-sikap ilmiah


bersama teman-teman sekelompok.

2. Selidikilah, apakah buah-buahan berikut bersifat elektrolit atau


nonelektrolit? Jenis buah yang akan diselidiki, misalnya pisang, pir, manga,
jeruk lemon, semangka, pepaya, nanas, tomat, melon, apel, anggur, dan
stroberi.

3. Pilihlah buah-buahan yang sudah masak. Buatlah larutan dari masing-


masing buah tersebut. Kalian dapat menambahkannya dengan buah-
buahan yang lain.

4. Lakukan uji daya hantar listrik dari masing-masing larutan buah yang sudah
kalian siapkan.

5. Tuliskan hasil pengujian kalian dalam bentuk tabel dan buatlah kesimpulan.

Selanjutnya, buatlah laporan hasil percobaan yang sudah kalian lakukan.


Tuliskan dalam bentuk makalah. Kumpulkan hasilnya kepada guru
pembimbing untuk mendapatkan penilaian!
Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama Melakukan Percobaan
Proyek : Sederhana
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI

Tabel 3.17 Penilaian Proyek

No. Aspek * Skor (1–4)


1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor Maks
Nilai = skor perolehan/skor maks × 4
Komentar Orang Tua:

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]


PERHITUNGAN KIMIA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Perhitungan Kimia

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang reaksi kimia dikembangkan pada
dan persamaan kimia. Selain itu, Fase F adalah bernalar kritis
peserta didik juga (memproses infor-
dapat menjelaskan perbandingan mol masi, menganalisis, dan mengevaluasi
zat-zat yang penalaran);
terlibat dalam reaksi sesuai dengan kreatif (menghasilkan gagasan yang
kemampuan orisinal); ber-
gotong royong (kemampuan bekerja
dan pengetahuan yang dimilikinya. sama dengan
orang lain); serta beriman dan
bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran perhi-
tungan kimia.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

Materi Ajar dan Media


Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang perhitungan kimia seperti berikut.

1) Hitungan kimia dalam persamaan kimia.

2) Pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih.


3) Reaksi dalam larutan elektrolit.

4) Hitungan kimia dalam larutan.

5) Reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari.

6) Rumus empiris dan rumus molekul

7) Kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat.

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint tentang materi perhitungan kimia.

b. Gambar yang menunjukkan perhitungan kimia.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan perhitungan kimia.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan perhitungan kimia.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)
Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan tentang perhitungan kimia dalam persamaan kimia;

2. menjelaskan hubungan antara jumlah mol, partikel, massa, dan volume gas
dalam perhitungan kimia pada suatu persamaan kimia;

3. menghitung jumlah suatu zat dalam satuan massa atau volume yang
diperlukan atau dihasilkan dalam suatu reaksi;

4. menjelaskan perbedaan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih;

5. menentukan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih dari suatu reaksi;

6. menjelaskan reaksi-reaksi yang terjadi dalam larutan elektrolit;

7. menggunakan konsep mol, konsentrasi, dan volume larutan untuk


perhitungan kimia pada reaksi dalam larutan;

8. menentukan rumus empiris dan rumus molekul suatu senyawa;

9. menentukan air kristal yang ada pada senyawa hidrat.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang perhitungan kimia ,


manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan
nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang kalian ketahui tentang persamaan kimia? Adakah hubungan persamaan
kimia dengan hitungan kimia? Tahukah kalian, manfaat perhitungan kimia dalam
kehidupan sehari-hari?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran


antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan perhitungan


kimia.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

2. Kegiatan Pengajaran
Pertemuan 25

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang persamaan kimia dan
perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan hitungan kimia dalam persamaan
kimia.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu hitungan


kimia dalam persamaan kimia.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi hitungan kimia dalam


persamaan kimia, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter
gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan,
menganalisis materi hitungan kimia dalam persamaan kimia menggunakan
tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang hitungan kimia dalam persamaan kimia dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang hitungan kimia dalam persamaan kimia,


peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam
buku teks pada halaman 115. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang hitungan kimia dalam persamaan kimia dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Cara untuk menyatakan suatu reaksi kimia adalah dengan menulis suatu
persamaan kimia. Dalam persamaan kimia yang sudah setara, perbandingan
koefisien reaksi dapat menyatakan perbandingan jumlah partikel-partikel zat
atau menyatakan perbandingan jumlah mol zat.

Terdapat hubungan antara jumlah mol, partikel, massa, dan volume gas dalam
perhitungan kimia pada suatu persamaan kimia. Dari suatu persamaan kimia
dapat diketahui hubungan kualitatif dan kuantitatif dengan pereaksi dan hasil
reaksi zat yang terlibat. Untuk mempermudah dalam menyelesaikan soal-soal
hitungan kimia, ada empat langkah penyelesaian, yaitu sebagai berikut.

1. Menuliskan persamaan kimia dan menyetarakan koefisiennya.


2. Mengubah satuan zat yang diketahui dalam soal menjadi mol.

3. Mencari mol zat yang ditanyakan. Caranya dengan membandingkan


koefisien zat yang ditanya (dicari) dengan koefisien zat yang diketahui.

4. Mengubah satuan mol menjadi satuan lain yang diinginkan (yang


ditanyakan).

Perhatikan contoh soal berikut.


Refleksi

Pelajari materi tentang hitungan kimia dalam persamaan kimia. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 4.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hitungan kimia dalam persamaan kimia
Hubungan antara jumlah mol, partikel, massa, dan volume gas
dalam perhitungan kimia pada suatu persamaan kimia
Penyelesaian soal-soal hitungan kimia

Setelah peserta didik mempelajari tentang hitungan kimia dalam persamaan


kimia, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

1. Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

2. Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan hitungan kimia dalam persamaan kimia dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan hubungan antara jumlah mol, partikel, massa, dan volume gas dalam
perhitungan kimia pada suatu persamaan kimia dengan tepat.

3. Saya dapat menyelesaikan soal-soal perhitungan kimia dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika sama dengan 3 pernyataan Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
terisi “Ya” “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

3) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


4) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

5) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 26

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang perhitungan kimia
dalam persamaan kimia.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pereaksi pembatas dan pereaksi
berlebih.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pereaksi


pembatas dan pereaksi berlebih.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pereaksi pembatas dan


pereaksi berlebih, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih,


peserta didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman
119. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Pereaksi yang lebih dahulu habis atau pereaksi yang terdapat dalam jumlah
yang relatif terkecil dalam hubungan stoikiometrinya disebut pereaksi
pembatas (limiting reagent). Adapun pereaksi berlebih (excess reagent)
adalah pereaksi yang terdapat dalam jumlah lebih besar daripada yang
diperlukan untuk bereaksi dengan sejumlah tertentu pereaksi pembatas.

Perhatikan contoh berikut.

Berdasarkan tabel, HCl disebut sebagai pereaksi pembatas karena habis


bereaksi lebih dahulu dan Mg disebut sebagai pereaksi berlebih karena
jumlah Mg masih tersisa setelah reaksi berlangsung.
107
Refleksi

Pelajari materi tentang pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 4.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih
Penentuan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih
Penyelesaian soal terkait pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih

Setelah peserta didik mempelajari tentang pereaksi pembatas dan pereaksi


berlebih, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pan-casila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diper-oleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih dengan tepat.

3. Saya dapat menyelesaikan soal hitungan kimia terkait pereaksi pembatas dan pereaksi
berlebih dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 27

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pereaksi pembatas
dan pereaksi berlebih.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi dalam larutan elektrolit.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi dalam
larutan elektrolit (reaksi antara basa dengan asam, reaksi antara oksida basa
dengan asam, reaksi antara basa dengan oksida asam, reaksi antara gas amonia
dengan asam, reaksi yang menghasilkan gas karbon dioksida, reaksi yang
menghasilkan gas hidrogen, reaksi yang menghasilkan gas amonia, dan reaksi
pengendapan).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi dalam larutan
elektrolit, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi reaksi
dalam larutan elektrolit menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang reaksi dalam larutan
elektrolit dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu
memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati
(Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi dalam larutan elektrolit, peserta didik
diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 121–127. Guru juga
dapat mengarahkan peserta didik untuk mem-baca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang reaksi dalam larutan elektrolit dapat dipelajari melalui


materi berikut.

1) Reaksi antara Basa dengan Asam

Larutan basa dan larutan asam apabila dicampurkan akan bereaksi menjadi
garam dan air. Jika yang dicampurkan adalah basa kuat dan asam kuat
dengan perbandingan yang tepat maka sifat asam dan sifat basa kedua
larutan itu akan saling meniadakan. Reaksi seperti itu disebut reaksi
penetralan. Contoh reaksi ini terjadi pada pencampuran larutan NaOH dan
larutan HCl.

NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

2) Reaksi antara Oksida Basa dengan Asam

Oksida basa adalah oksida dari logam. Reaksi antara oksida basa dengan asam
akan menghasilkan garam dan air. Jika air diuapkan maka akan dihasilkan garam
yang mempunyai sifat yang berbeda dari zat reaktan. Contoh reaksi ini natrium
oksida ditambah asam nitrat akan dihasilkan natrium nitrat dan air.
Contoh: Na2O(s) + 2 HNO3(aq) → 2 NaNO3(aq) + H2O(l )

3) Reaksi antara Basa dengan Oksida Asam

Oksida asam adalah oksida dari nonlogam. Jika oksida asam direaksikan
dengan larutan basa akan dihasilkan senyawa garam dan air. Mengapa hal
tersebut dapat terjadi? Oksida asam adalah senyawa pembentuk asam bila
bereaksi dengan air. Contoh reaksi ini kalium hidroksida ditambah gas sulfur
trioksida akan dihasilkan kalium sulfat dan air.

Contoh: 2 KOH(aq) + SO3(g) → K2SO4(aq) + H2O(l )

4) Reaksi Gas NH3 dengan Asam

Reaksi antara gas NH3 dengan asam akan menghasilkan garam dari ion
amonium dengan ion sisa asam. Contoh: NH3(g) + HCl(aq) → NH4Cl(aq)

5) Reaksi yang Menghasilkan Gas CO2


Garam karbonat jika direaksikan dengan asam kuat encer akan meng-
hasilkan garam lain, air, dan gas karbon dioksida (CO2).

Contoh: Na2CO3(aq) + 2 HCl(aq) → 2 NaCl(aq) + H2O(l) + CO2(g)

6) Reaksi yang Menghasilkan Gas H2

Logam-logam aktif, yaitu logam selain logam mulia, jika direaksikan dengan
asam kuat encer (misalnya HCl atau H 2SO4) akan menghasilkan garam dan
gas hidrogen. Logam mulia adalah Cu, Hg, Ag, Pt, dan Au..

Contoh: Mg(s) + H2SO4(aq) → MgSO4(aq) + H2(g)


7) Reaksi yang Menghasilkan Gas NH3

Jika garam amonium dipanaskan dengan basa kuat akan


menghasilkan gas amonia. Contoh: NH4NO3(aq) + NaOH(aq) →
NaNO3(aq) + H2O(l) + NH3(g)

8) Reaksi Pengendapan

Beberapa reaksi larutan elektrolit dapat menghasilkan endapan. Endapan


tersebut merupakan senyawa elektrolit garam atau elektrolit basa yang sukar
larut dalam air. Reaksi pengendapan ini dapat berupa reaksi antara larutan
garam dengan larutan garam, reaksi antara larutan garam dengan larutan
asam, dan reaksi larutan garam dengan larutan basa.

Contoh:

AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)

PbNO3(aq) + 2 HCl(aq) → PbCl2(s) + 2 HNO3(aq)

SrCl2(aq) + 2 NaOH(aq) → Sr(OH)2(s) + 2 NaCl(aq)

Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi dalam larutan elektrolit. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 4.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Reaksi antara basa dengan asam
Reaksi antara oksida basa dengan asam
Reaksi antara basa dengan oksida asam
Reaksi antara gas amonia dengan asam
Reaksi yang menghasilkan gas karbon dioksida
Reaksi yang menghasilkan gas hidrogen
Reaksi yang menghasilkan gas amonia
Reaksi pengendapan

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi dalam larutan elektrolit,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan reaksi antara basa dengan asam dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan reaksi antara oksida basa dengan asam dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan reaksi antara basa dengan oksida asam dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan reaksi antara gas amonia dengan asam dengan benar.

5. Saya dapat menjelaskan reaksi yang menghasilkan gas karbon dioksida dengan benar.

6. Saya dapat menjelaskan reaksi yang menghasilkan gas hidrogen dengan benar.
No. Pernyataan Ya Tidak

7. Saya dapat menjelaskan reaksi yang menghasilkan gas amonia dengan benar.

8. Saya dapat menjelaskan reaksi pengendapan dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 7–8 pernyataan terisi “Ya” Jika 5–6 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
4 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 28

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang reaksi dalam larutan
elektrolit.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan hitungan kimia dalam larutan serta
reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu hitungan


kimia dalam larutan serta reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi hitungan kimia dalam


larutan serta reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari, baik kompetensi
sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis;
kompetensi pengetahuan, menganalisis materi hitungan kimia dalam larutan
serta reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang hitungan kimia dalam larutan serta reaksi penetralan
dalam kehidupan sehari-hari dengan menekankan pada pengembangan nilai-
nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang hitungan kimia dalam larutan serta reaksi
penetralan dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik diminta untuk membaca
materi dalam buku teks pada halaman 128–130. Guru juga dapat mengarahkan
peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang hitungan kimia dalam larutan serta reaksi penetralan


dalam kehidupan sehari-hari dapat dipelajari melalui materi berikut.

1) Hitungan Kimia dalam Larutan

Umumnya, reaksi kimia berlangsung dalam bentuk larutan.


Perhatikan contoh berikut. Contoh:

Reaksi antara larutan natrium klorida (NaCl) dengan larutan garam perak
nitrat (AgNO3). Mula-mula kedua larutan tersebut tidak berwarna (bening).
Setelah dicampur berubah menjadi berwarna putih dan terbentuk endapan.
Inilah yang menunjukkan pada kedua zat tersebut telah terjadi reaksi kimia
dengan persamaan kimia sebagai berikut.

NaCl(aq) + AgNO3(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)

2) Reaksi Penetralan dalam Kehidupan Sehari-hari

Ada beberapa penerapan reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu


sebagai berikut.

a) Sengatan serangga dinetralkan dengan senyawa bersifat basa.

b) Tanah yang bersifat asam dinetralkan dengan senyawa kalsium.

Refleksi

Pelajari materi tentang hitungan kimia dalam larutan serta reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-
unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).

Tabel 4.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hitungan kimia dalam larutan
Reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari

Setelah peserta didik mempelajari tentang hitungan kimia dalam larutan serta
reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menyelesaikan hitungan kimia dalam larutan dengan tepat.


2. Saya dapat menjelaskan reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika 0 pernyataan terisi “Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 29

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang hitungan kimia
dalam larutan serta reaksi penetralan dalam kehidupan sehari-hari.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan rumus empiris dan rumus molekul.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu rumus


empiris dan rumus molekul.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi rumus empiris dan rumus
molekul, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi rumus empiris dan
rumus molekul menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang rumus empiris dan rumus molekul
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang rumus empiris dan rumus molekul, peserta
didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 130–132.
Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau
fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.
Pembelajaran tentang rumus empiris dan rumus molekul dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Rumus kimia dibedakan menjadi dua, yaitu rumus empiris dan rumus molekul.
Rumus empiris dan rumus molekul suatu senyawa dapat ditentukan dari data
persentase komposisi unsur-unsur penyu-sunnya. Rumus empiris dan rumus
molekul suatu senyawa hanya terdapat perbedaan jumlah atom, sedangkan
atom unsur penyusun senyawa tetap. Akan tetapi, ada beberapa senyawa yang
memiliki rumus empiris dan rumus molekul sama. Misalnya, H 2O (air) dan
NH3 (amonia).
1) Rumus Empiris

Rumus empiris merupakan rumus perbandingan paling sederhana dari atom-


atom berbagai unsur dalam senyawa. Rumus empiris dapat ditentukan dari
data:

a) macam unsur dalam senyawa (analisis kualitatif);

b) persentase komposisi unsur (analisis kuantitatif); dan

c) massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan.

Cara menentukan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan sesuai tahap
berikut.

a) Tentukan massa setiap unsur dalam sejumlah massa tertentu senyawa.

b) Bagilah massa setiap unsur dengan massa atom relatifnya sehingga


diperoleh perbandingan mol setiap unsur.

c) Ubahlah perbandingan mol yang diperoleh menjadi bilangan sederhana.

2) Rumus Molekul

Rumus molekul menggambarkan jumlah atom tiap unsur yang membentuk


molekul senyawa. Rumus molekul dapat ditentukan dari rumus empiris.
Rumus molekul merupakan kelipatan bilangan bulat (kelipatan 1, 2, 3, 4, dan
seterusnya) dari rumus empirisnya. Kelipatan bilangan bulat tersebut biasa
dinyatakan dengan n. Apabila rumus empiris serta massa molekul relatif
diketahui maka rumus molekul suatu senyawa dapat ditentukan.

Refleksi

Pelajari materi tentang rumus empiris dan rumus molekul. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 4.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian rumus empiris dan rumus molekul
Penentuan rumus empiris suatu senyawa
Penentuan rumus molekul suatu senyawa

Setelah peserta didik mempelajari tentang rumus empiris dan rumus molekul,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
7
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan rumus empiris dan rumus molekul dengan benar.
2. Saya dapat menentukan rumus empiris suatu senyawa dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan rumus molekul suatu senyawa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 30

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang rumus empiris dan
rumus molekul.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kadar dan perhitungan kimia untuk
senyawa hidrat.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu kadar dan
perhitungan kimia untuk senyawa hidrat.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kadar dan perhitungan


kimia untuk senyawa hidrat, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kadar dan perhitungan kimia untuk


senyawa hidrat r, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks
pada halaman 21. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat dapat
dipelajari melalui materi berikut.

Banyak senyawa anorganik merupakan hidrat dan berbentuk kristal. Hidrat


adalah zat yang dibentuk oleh ikatan kimia suatu senyawa dengan molekul air.
Jumlah molekul air ini khas untuk tiap-tiap hidrat. Jika garam berbentuk kristal
dikeringkan maka air akan keluar dari garam tersebut, akibatnya bangunan
kristal yang tadinya stabil akan runtuh menjadi serbuk halus. Jika seluruh airnya
meninggalkan kristal maka hidrat berubah menjadi anhidrat (bebas air). Senyawa
berair dalam bentuk kristal disebut juga senyawa hidrat. Salah satu contoh
senyawa berair dalam bentuk kristal adalah sebagai berikut.
9
Contoh senyawa hidrat yang lain, yaitu BaCl 2.2H2O, CuSO4.5H2O, dan
Na2SO4.5H2O. Dapatkah kalian menunjukkan jumlah air kristal masing-masing
senyawa tersebut? Jika dalam senyawa berkristal jumlah air kristalnya tidak
diketahui maka dapat dituliskan dengan x atau n.

CoCl2.xH2O atau CoCl2.nH2O

Untuk menentukan harga x atau n dapat digunakan perbandingan mol antara


senyawa kristal dengan air kristal. Air kristal dalam senyawanya dapat
dihilangkan dengan pemanasan sehingga senyawa berkristal akan mengalami
penguraian.

Refleksi

Pelajari materi tentang kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 4.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian senyawa hidrat dan anhidrat
Contoh senyawa hidrat dalam kehidupan sehari-hari
Kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat

Setelah peserta didik mempelajari tentang kadar dan perhitungan kimia untuk
senyawa hidrat, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian senyawa hidrat dan anhidrat dengan benar.
2. Saya dapat menyebutkan contoh senyawa hidrat dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan kadar dan perhitungan kimia untuk senyawa hidrat dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 4.7 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab IV

Soal Tantangan yang ada di Bab IV

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 4.8 Penilaian Tertulis

Tabel 4.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
Skor Soal AKM : × 5 = 50
10
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
3. Asesmen Keterampilan

a. Penilaian Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 4.9 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 4.10 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian

Tabel 4.11 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 4.12 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang perhitungan kimia agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.
2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan perhitungan kimia. Selain itu,
dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam memahami perhitungan kimia. Kegiatan pengayaan yang diberikan pada
peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Pemahaman kalian mengenai pengelompokan perhitungan kimia semakin
bertambah, bukan? Kalian sudah dapat menentukan pereaksi pembatas dan
pereaksi berlebih dalam suatu reaksi. Cobalah kalian rancang sebuah
percobaan secara berkelompok untuk menentukan pereaksi pembatas dan
pereaksi berlebih serta menentukan hasil reaksi. Lakukan percobaan tersebut
dengan bimbingan guru. Misalnya dengan menggunakan alat dan bahan
sebagai berikut.

Alat:

1. Gelas ukur 250 mL 4. Statif dan klem

2. Corong 5. Termometer

3. Wadah (baskom)

Bahan:

1. Aquades

2. Pita magnesium

3. HCl pekat

Langkah Kerja:

1. Disusun peralatan dalam keadaan sudah terisi air.

2. Ditimbang 0,2 gram pita magnesium dan diletakkan di bawah corong yang
terbalik.

3. Diambil 3 ml asam klorida pekat (37% dengan massa jenis 1,19 Kg/L) dan
dituangkan ke dalam baskom, amati timbulnya gas yang mendesak larutan
dalam gelas ukur.

4. Catat suhu gas dan volume gas setelah reaksi berhenti.


5. Hitunglah mol Hg, mol HCL, mol pereaksi berlebih, massa H 2, dan massa
MgCl2 yang terbentuk.

Tuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan sederhana, kemudian


presentasikan di depan kelas secara bergantian!

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama Melakukan Percobaan
Proyek : Sederhana
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI
Tabel 4.13 Penilaian Proyek

No. Aspek * Skor (1–4)


1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor Maks
Nilai = skor perolehan/skor maks × 4
Komentar Orang Tua:

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]

HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Hidrokarbon dan Minyak Bumi


Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 20 JP (10 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang elektron dikembangkan pada
valensi dan ikatan kimia. Selain itu, Fase F adalah bernalar kritis
peserta didik juga (memproses infor-
dapat menjelaskan ikatan kovalen masi, menganalisis, dan mengevaluasi
sesuai dengan penalaran);
kemampuan dan pengetahuan yang kreatif (menghasilkan gagasan yang
dimilikinya. orisinal); ber-
gotong royong (kemampuan bekerja
sama dengan
orang lain); serta beriman dan
bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran hidro-
karbon dan minyak bumi.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

Aktivitas Sains: tabung reaksi, penjepit, pemanas, kapas, gula, dan kertas kobalt
klorida anhidrat.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang hidrokarbon dan minyak bumi seperti
berikut.

1) Senyawa karbon

2) Senyawa hidrokarbon

3) Minyak bumi

4) Dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

5) Senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari

6) Bahan bakar alternatif

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi hidrokarbon dan minyak


bumi.

b. Gambar yang menunjukkan hidrokarbon dan minyak bumi.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan hidrokarbon dan minyak


bumi.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan hidrokarbon dan minyak bumi.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan keberadaan unsur-unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon;

2. menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon;

3. membedakan atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner;

4. mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan dan


tata namanya;

5. menjelaskan konsep keisomeran dan penerapannya pada sifat senyawa


hidrokarbon;

6. menuliskan reaksi sederhana (reaksi okisdasi, reaksi adisi, reaksi substitusi,


dan reaksi eliminasi) pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna;

7. menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam serta


komponen-komponen utama penyusun minyak bumi;

8. menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan


teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi;

9. menjelaskan penggunaan residu minyak bumi dalam industri petrokimia;

[Link] senyawa hidrokarbon yang digunakan dalam kehidupan sehari-


hari.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang hidrokarbon dan minyak


bumi, manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini
memberikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Tahukah kalian, bahan bakar minyak bensin mengandung senyawa hidrokarbon?


Apa yang kalian ketahui tentang senyawa hidrokarbon? Apa saja manfaat
senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana dampak
pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran


1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku yang berkaitan dengan hidrokarbon dan minyak


bumi.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.


2. Kegiatan Pengajaran

Untuk menguasai materi pada Bab V ini, memerlukan 10 kali pertemuan, yaitu
pertemuan minggu ke-31 sampai dengan ke-40.

Pertemuan 31

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang unsur karbon dan
sifatnya.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan senyawa karbon.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu senyawa
karbon (identifikasi senyawa karbon dan kekhasan atom karbon).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi senyawa karbon, baik


kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi senyawa
karbon menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang senyawa karbon dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang senyawa karbon, peserta didik diminta


untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada
halaman 145. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains pada halaman
146 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang senyawa karbon dapat dipelajari melalui materi berikut.

Kita sering menjumpai senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari. Salah


satu senyawa karbon yang mudah dikenal adalah arang. Arang merupakan
residu hitam yang sebagian besar komponennya berupa karbon. Karbon
berasal dari bahasa Latin, yaitu carbo, yang berarti zat arang. Jadi, senyawa
karbon adalah senyawa yang komponen utamanya tersusun atas atom karbon
(C).

Awal mulanya, senyawa karbon disebut senyawa organik karena senyawa


tersebut berasal dari makhluk hidup. Namun, setelah diketahui bahwa
senyawa organik juga dapat dibuat oleh manusia maka nama senyawa organik
berubah menjadi senyawa karbon. Selain senyawa organik, dikenal juga
senyawa anorganik. Senyawa anorganik adalah senyawa yang bukan berasal
dari makhluk hidup.
Cara mengidentifikasi senyawa karbon, yaitu melalui percobaan pemanasan
gula. Beberapa saat setelah pemanasan, gula dalam tabung mencair. Lama-lama
gula yang mencair tersebut berubah men-jadi zat padat yang berwarna hitam.
Pada dinding tabung dan di bawah kapas terdapat zat cair yang tidak berwarna.
Ketika kertas kobalt klorida yang berwarna biru dimasukkan ke dalam tabung,
ternyata zat cair itu mengubah warna kertas menjadi merah jambu. Jadi, dapat
disimpulkan sebagai berikut.

a. Zat padat berwarna hitam adalah karbon, berarti gula mengandung karbon.

b. Zat cair yang dapat mengubah warna kertas kobalt klorida dari biru
menjadi merah jambu adalah air. Hal itu membuktikan bahwa gula juga
mengandung hidrogen dan oksigen.

c. Dalam gula terdapat unsur C, H, dan O.

Atom karbon dapat berikatan kovalen dengan empat atom hidrogen


membentuk molekul CH4. Molekul ini mempunyai struktur ruang tetrahedral
dengan atom C sebagai pusatnya. Setiap atom H pada CH 4 dapat diganti
dengan atom lainnya. Ada beberapa kekhasan dari atom karbon, yaitu sebagai
berikut.

a. Dapat berikatan dengan atom karbon lainnya.

b. Dapat membentuk rantai karbon.

c. Memiliki kedudukan yang berbeda dalam rantai karbon.

Refleksi

Pelajari materi tentang senyawa karbon. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian senyawa karbon dan sifatnya
Identifikasi senyawa karbon
Kekhasan atom karbon

Setelah peserta didik mempelajari tentang senyawa karbon, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian senyawa karbon dan sifatnya dengan benar.

2. Saya dapat mengidentifikasi senyawa karbon melalui percobaan dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang kekhasan atom karbon dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 32

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta
didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa karbon.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pengelompokan senyawa
hidrokarbon.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


pengelompokan senyawa hidrokarbon (alkana) meliputi sifat alkana, rumus
struktur alkana, dan tata nama senyawa alkana.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengelompokan senyawa


hidrokarbon (alkana), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi ikatan ion menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pengelompokan senyawa
hidrokarbon (alkana) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pengelompokan senyawa hidrokarbon


(alkana), peserta didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada
halaman 151. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi
yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pengelompokan senyawa hidrokarbon (alkana) dapat


dipelajari melalui materi berikut.

Senyawa karbon adalah senyawa yang mengandung unsur karbon dengan


unsur-unsur lainnya, seperti hidrogen, nitrogen, sulfur, dan fosfor. Di antara
senyawa-senyawa karbon, ada senyawa yang hanya mengandung unsur
karbon dan hidrogen. Senyawa seperti itu dikenal sebagai senyawa
hidrokarbon.
Senyawa hidrokarbon banyak ditemukan di alam karena salah satu unsur
penyusunnya adalah unsur karbon yang sangat banyak ditemukan pada
benda-benda yang ada di alam. Pengelompokan senyawa hidrokarbon dapat
didasarkan pada bentuk rantainya dan jenis ikatannya. Berdasarkan bentuk
rantainya, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan ke dalam tiga kelompok,
yaitu hidrokarbon alifatik, alisiklik, dan aromatik.

Berdasarkan jenis ikatan antara atom-atom karbon maka senyawa


hidrokarbon dapat dikelompokkan menjadi senyawa hidrokarbon jenuh dan
senyawa hidrokarbon tidak jenuh. Hidrokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang
ikatan antara atom karbonnya tunggal (alkana). Hidrokarbon tidak jenuh,
yaitu hidrokarbon yang ikatan antara atom karbonnya rangkap dua (alkena)
atau ikatan rangkap tiga (alkuna). Jadi, senyawa hidrokarbon terdiri atas
alkana, alkena, dan alkuna. Pada pertemuan kali ini akan dibahas tentang
alkana.
Pada temperatur kamar (25 oC) dan tekanan 1 atmosfer, senyawa alkana
mempunyai wujud yang berbeda-beda. Senyawa alkana dapat berwujud padat,
cair, dan gas karena senyawa alkana memiliki titik didih dan titik leleh yang
berbeda-beda. Untuk alkana rantai lurus (n-alkana) mempunyai wujud sebagai
berikut.

1) Alkana dengan C1 – C4 berwujud gas.

2) Alkana dengan C5 – C17 berwujud cair.

3) Alkana mulai dengan C18 berwujud padat.

Titik didih alkana bertambah sesuai dengan kenaikan Mr (massa molekul


relatif) senyawanya. Untuk alkana bercabang, titik didihnya lebih rendah
daripada alkana rantai lurus.
Para ahli kimia telah merumuskan aturan penamaan senyawa kimia yang dikenal
dengan nama sistematis atau tata nama IUPAC. Selain tata nama IUPAC,
digunakan juga nama yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari atau digunakan
dalam perdagangan yang disebut nama lazim atau nama trivial.

Refleksi

Pelajari materi tentang pengelompokan senyawa hidrokarbon (alkana). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian senyawa alkana dan sifat-sifatnya
Rumus struktur senyawa alkana
Tata nama senyawa alkana

Setelah peserta didik mempelajari tentang pengelompokan senyawa hidrokarbon


(alkana), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pe-lajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian senyawa alkana dan sifat-sifatnya dengan benar.
2. Saya dapat menuliskan rumus struktur senyawa alkana dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tata nama senyawa alkana dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 33

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa alkana.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan senyawa alkena.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu senyawa
alkena meliputi sifat alkena, rumus struktur alkena, dan tata nama senyawa
alkena.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi senyawa alkena, baik


kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi senyawa
alkena menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang senyawa alkena dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang senyawa alkena, peserta didik diminta


untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada halaman
157. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang senyawa alkena dapat dipelajari melalui materi berikut.


Alkena memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana. Senyawa alkena dapat
berwujud padat, cair, dan gas, pada suhu kamar karena senyawa alkena
memiliki titik didih dan titik leleh yang berbeda-beda. Pada suhu kamar, tiga
suku yang pertama (C1–C3) pada senyawa alkena adalah berwujud gas, suku-
suku berikutnya adalah cair, dan suku-suku tinggi berbentuk padat. Titik didih
alkena bertambah sesuai dengan kenaikan Mr (massa molekul relatif)
senyawanya. Massa jenis senyawa alkena juga lebih kecil daripada 1,00
gram/mL (massa jenis air pada temperatur 4 °C). Senyawa alkena sedikit larut
dalam air. Hal tersebut disebabkan karena pada alkena terdapat ikatan
rangkap π, yang akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif
sebagian.
Pada sistem IUPAC, nama alkena diambil dari nama alkana dengan
akhiran ana diganti dengan ena, misalnya etana menjadi etena, propana
menjadi propena.
Untuk senyawa alkena yang memiliki keisomeran, pemberian namanya sebagai
berikut.

1) Pemilihan rantai utama (rantai pokok).

Rantai utama merupakan rantai terpanjang yang mengandung ikatan


rangkap, diberi nama alkena.

2) Penomoran atom C pada rantai utama.

Atom C pada rantai utama diberi nomor untuk menyatakan letak ikatan
rangkap atau cabang-cabang pada senyawa alkena tersebut. Penomoran
dimulai dari atom C ujung yang terdekat dengan letak ikatan rangkap
sehingga atom C yang mengandung ikatan rangkap mendapat nomor
terkecil.

3) Penetapkan nama senyawa alkena.

Pemberian nama alkena sama dengan alkana. Cabang-cabang disebut lebih


dahulu, disusun menu-rut abjad, dan diberi awalan yang menyatakan jumlah
cabang tersebut, kemudian rantai utama.

Refleksi

Pelajari materi tentang senyawa alkena. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian senyawa alkena dan sifat-sifatnya
Rumus struktur senyawa alkena
Tata nama senyawa alkena

Setelah peserta didik mempelajari tentang senyawa alkena, peserta didik diminta
untuk menuliskan ma-teri yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian senyawa alkena dan sifat-sifatnya dengan benar.
2. Saya dapat menuliskan rumus struktur senyawa alkena dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tata nama senyawa alkena dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 34

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa alkena.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan senyawa alkuna.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu senyawa
alkuna meliputi sifat alkuna, rumus struktur alkuna, dan tata nama senyawa
alkuna.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi senyawa alkuna, baik


kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi senyawa
alkuna menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang senyawa alkuna dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang senyawa alkuna, peserta didik diminta


untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada halaman
160. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang senyawa alkuna dapat dipelajari melalui materi berikut.


Alkuna memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana maupun alkena. Senyawa
alkuna dapat berwujud padat, cair, dan gas karena senyawa alkuna memiliki titik
didih dan titik leleh yang berbeda-beda.

Pada suhu kamar, tiga suku yang pertama (C 1 – C3) pada senyawa alkuna adalah
berwujud gas, suku-suku berikutnya adalah cair, dan suku-suku tinggi berbentuk
padat. Titik didih alkuna bertambah sesuai dengan kenaikan Mr (massa molekul
relatif) senyawanya. Massa jenis senyawa alkuna juga lebih kecil daripada 1,00
gram/mL (massa jenis air pada temperatur 4 °C). Alkuna sangat sukar larut dalam
air, tetapi larut dalam pelarut organik (pelarut nonpolar), seperti karbon tetraklorida,
kloroform, dan benzena.
139
Ada beberapa aturan dalam tata nama alkuna, yaitu sebagai berikut.

1) Menurut tata nama IUPAC, nama alkuna diambil dari nama alkana dengan
akhiran ana diganti dengan una.

Contoh:

Etuna : H – C ≡ C – H
Propuna : H – C ≡ C –
CH3

2) Pemberian nama senyawa alkuna yang memiliki keisomeran ialah sama


seperti pemberian nama pada alkena.

Refleksi

Pelajari materi tentang senyawa alkuna. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian senyawa alkuna dan sifat-sifatnya
Rumus struktur senyawa alkuna
tata nama senyawa alkuna

Setelah peserta didik mempelajari tentang senyawa alkuna, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!


4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian senyawa alkuna dan sifat-sifatnya dengan benar.

2. Saya dapat menuliskan rumus struktur senyawa alkuna dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tata nama senyawa alkuna dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 35

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa alkana,
alkena, dan alkuna.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan keisomeran senyawa hidrokarbon.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu keisomeran


senyawa hidrokarbon (alkana, alkena, dan alkuna) meliputi keisomeran
struktur (kerangka, posisi, dan gugus fungsi) serta keisomeran ruang.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi keisomeran senyawa


hidrokarbon, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
keisomeran senyawa hidrokarbon menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang keisomeran
senyawa hidrokarbon dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang keisomeran senyawa hidrokarbon, peserta


didik diminta untuk membaca materi dan mengerjakan tugas dalam buku teks
pada halaman 162–168. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang keisomeran senyawa hidrokarbon dapat dipelajari melalui


materi berikut.

Dalam senyawa hidrokarbon banyak dijumpai senyawa-senyawa yang


mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus struktur berbeda. Peristiwa
semacam itu disebut keisomeran atau isomer. Kata isomer berasal dari bahasa
Yunani, yaitu iso yang berarti sama dan meros yang berarti bagian. Jadi,
keisomeran adalah senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
strukturnya berbeda. Keisomeran senyawa hidrokarbon terdiri atas
keisomeran struktur dan keisomeran ruang.

1) Keisomeran Struktur

Keisomeran struktur, yaitu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus


molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda. Keisomeran struktur
dibedakan menjadi tiga, yaitu keisomeran kerangka, keisomeran posisi, dan
keisomeran gugus fungsi.

a) Keisomeran Kerangka

Keisomeran kerangka adalah dua senyawa hidrokarbon atau lebih yang


mempunyai rumus molekul sama, tetapi kerangkanya berbeda.
b) Keisomeran Posisi

Keisomeran posisi adalah dua senyawa hidrokarbon atau lebih yang


mempunyai rumus molekul sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.

c) Keisomeran Gugus Fungsi

Keisomeran gugus fungsi adalah dua senyawa hidrokarbon atau lebih yang
mempunyai rumus molekul sama, tetapi gugus fungsinya berbeda.

2) Keisomeran Ruang

Keisomeran ruang, yaitu senyawa hidrokarbon yang mempunyai rumus


molekul sama, gugus sama, dan susunan gugus dalam ruang berbeda.
Keisomeran ruang dibedakan menjadi dua, yaitu keisomeran geometris dan
keisomeran optik. Keisomeran geometris, yaitu senyawa-senyawa hidrokarbon
yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi struktur ruangnya berbeda.

Senyawa alkana mempunyai satu keisomeran, yaitu keisomeran kerangka.


Senyawa alkena mempunyai tiga keisomeran, yaitu keisomeran kerangka,
keisomeran posisi, dan keisomeran geometris. Adapun senyawa alkuna
mempunyai tiga keisomeran, yaitu keisomeran kerangka, keisomeran posisi,
dan keisomeran gugus fungsi dengan senyawa alkadiena.

Refleksi

Pelajari materi tentang keisomeran senyawa hidrokarbon. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 5.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Keisomeran senyawa hidrokarbon (keisomeran struktur dan
kesiomeran ruang)
Keisomeran senyawa alkana
Keisomeran senyawa alkena
Keisomeran senyawa alkuna

Setelah peserta didik mempelajari tentang keisomeran senyawa hidrokarbon,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang keisomeran senyawa hidrokarbon (keisomeran struktur, yaitu
kerangka, posisi, dan gugus fungsi serta keisomeran ruang) dengan benar.

2. Saya dapat menentukan keisomeran senyawa alkana dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan keisomeran senyawa alkena dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan keisomeran senyawa alkuna dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 36

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang keisomeran senyawa
hidrokarbon.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi-reaksi


senyawa hidrokarbon meliputi reaksi oksidasi, reaksi substitusi, reaksi adisi,
dan reaksi eliminasi.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi-reaksi senyawa


hidrokarbon, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon,


peserta didik diminta untuk mem-baca penjelasan materi dalam buku teks pada
halaman169–170. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Pada reaksi senyawa hidrokarbon akan terjadi pemutusan ikatan rantai


karbon atau ikatan-ikatan atom lain membentuk rantai karbon baru. Reaksi
senyawa hidrokarbon dapat digolongkan ke dalam reaksi oksidasi (reaksi
pembakaran), substitusi, adisi, dan eliminasi.

1) Reaksi Oksidasi (Reaksi Pembakaran)

Reaksi oksidasi atau reaksi pembakaran pada senyawa hidrokarbon adalah


reaksi senyawa hidrokarbon dengan oksigen. Pada reaksi pembakaran
sempurna hidrokarbon terbentuk gas CO2 dan H2O, sedangkan pada reaksi
pembakaran tidak sempurna yang terbentuk adalah gas CO dan H 2O. Contoh
reaksi pembakaran sebagai berikut.

2 C4H10(g) + 13 O2(g) → 8 CO2(g) + 10 H2O(l)

2) Reaksi Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian atom-atom atau gugus atom oleh
atom atau gugus atom yang lain. Contoh: CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl

3) Reaksi Adisi

Reaksi adisi adalah reaksi di mana molekul senyawa yang berikatan rangkap
menerima atom atau gugus atom sehingga ikatan rangkap berubah menjadi
ikatan tunggal. Jadi, pada reaksi adisi terjadi perubahan ikatan tidak jenuh
menjadi ikatan jenuh.

4) Reaksi Eliminasi

Reaksi eliminasi adalah reaksi yang terjadi pada molekul senyawa yang berikatan
tunggal melepas molekul kecil sehingga ikatan tunggal berubah menjadi ikatan
rangkap. Jadi, reaksi eliminasi merupakan kebalikan dari reaksi adisi, karena
pada reaksi eliminasi terjadi perubahan ikatan jenuh menjadi ikatan tidak jenuh,
reaksi eliminasi hidrogen dari alkana dinamakan dehidrogenasi. Misalnya, jika
alkana dipanaskan dengan menggunakan katalisator maka alkana dapat
mengalami dehidrogenasi.
Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon
Reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon
Reaksi adisi pada senyawa hidrokarbon
Reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan reaksi substitusi senyawa hidrokarbon dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan reaksi adisi senyawa hidrokarbon dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 37

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa hidrokarbon
dan reaksi-reaksinya.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan minyak bumi.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu minyak bumi
meliputi proses terbentuknya minyak bumi, proses pengolahan minyak bumi,
dan mutu bensin.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi minyak bumi, baik


kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi minyak bumi
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan
tentang minyak bumi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang minyak bumi, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 171. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang minyak bumi dapat dipelajari melalui materi berikut.

Minyak bumi (crude oil) adalah campuran secara alami dari berbagai unsur
hidrokarbon yang terdapat dalam fase cair di reservoir di bawah permukaan
tanah dan tetap cair pada tekanan atmosfer di atas permukaan, meskipun telah
melalui fasilitas pemisahan di atas permukaan. Secara kimia, minyak bumi adalah
suatu senyawa yang pada umumnya terdiri atas 80–85% unsur karbon (C) dan
15–20% unsur hidrogen (H). Unsur-unsur lainnya adalah oksigen, nitrogen, dan
sulfur dalam jumlah sampai 5%.

Selain minyak bumi, ada juga gas alam. Gas alam adalah semua jenis
hidrokarbon berupa gas yang dihasilkan dari sumur dan tambang. Dalam
kehidupan sehari-hari dikenal istilah LPG dan LNG. LPG (liquid peroleum gas)
merupakan campuran gas propana (C3H 8) dan butana (C4H10) yang digunakan
untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak. Di dalam tabung
penyimpanan, LPG berbentuk cair dan setelah dikeluarkan dari tabung akan
berbentuk gas yang lebih berat dari udara.

1) Proses Terbentuknya Minyak Bumi

Minyak bumi berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan
tertimbun di bawah endapan lumpur. Proses pembentukan minyak bumi
memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu selama ribuan tahun, bahkan
jutaan tahun. Oleh karena itu, minyak bumi dikelompokkan sebagai sumber
daya alam yang tidak dapat diperbarui sehingga harus digunakan secara
tepat dan hemat.

2) Proses Pengolahan Minyak Bumi

Pengolahan minyak bumi dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama penyulingan
minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya. Fraksi terakhir yang dihasilkan pada
proses pertama berupa molekul hidrokarbon besar. Adapun tahap kedua
merupakan pengolahan dari tahap pertama, yaitu pengolahan fraksi
hidrokarbon besar. Fraksi-fraksi yang dihasilkan pada tahap kedua, seperti
bensin, nafta, kerosin, avtur, solar, dan minyak pelumas.

3) Mutu Bensin

Agar mutu bensin yang dihasilkan dari proses distilasi lebih baik, biasanya
bensin masih ditambah zat-zat lain untuk mendapatkan campuran yang
mempunyai efisiensi pembakaran tinggi. Efisiensi atau mutu bensin dapat
diukur dengan suatu besaran yang dikenal dengan bilangan oktan. Bilangan
oktan (octane number) merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar
untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. Semakin besar
bilangan oktan, semakin baik proses pembakaran di dalam mesin kendaraan.
Nilai bilangan oktan = 0 ditetapkan untuk n-heptana yang mudah terbakar
dan nilai bilangan oktan = 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar.
Bilangan oktana dapat ditingkatkan dengan dengan menambahkan zat aditif
ke dalam mesin. Zat aditif yang sering ditambahkan antara lain TEL, MTBE,
dan etanol.

Refleksi

Pelajari materi tentang minyak bumi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses)
dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 5.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Proses terbentuknya minyak bumi
Proses pengolahan minyak bumi
Mutu bensin

Setelah peserta didik mempelajari tentang minyak bumi, peserta didik diminta
untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan proses terbentuknya minyak bumi dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan proses pengolhan minyak bumi dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan mutu bensin dan bilangan oktan dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 38

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang minyak bumi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan dampak pembakaran bahan bakar
terhadap lingkungan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu dampak


pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan meliputi zat-zat pencemar
hasil pembakaran bahan bakar serta cara mengatasi dampak pembakaran
bahan bakar.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi dampak pembakaran
bahan bakar terhadap lingkungan, baik kompetensi sikap (profil pelajar
Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-
nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi dampak pembakaran bahan bakar
terhadap lingkungan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang dampak pembakaran
bahan bakar terhadap lingkungan dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang dampak pembakaran bahan bakar


terhadap lingkungan, peserta didik diminta untuk mengamati gambar dalam
buku teks pada halaman 174. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan


dapat dipelajari melalui materi berikut.

Pembakaran bahan bakar dapat berdampak pada pencemaran lingkungan atau


pencemaran udara.

1) Zat-Zat Pencemar Hasil Pembakaran Bahan Bakar

Pembakaran bahan bakar merupakan penyumbang terbesar pencemaran


udara. Pembakaran bahan bakar tersebut berasal dari bahan bakar kendaraan
bermotor dan bahan bakar industri. Di antara zat-zat tersebut adalah karbon
monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), belerang oksida (SOX), nitrogen
oksida (NOX), dan timbal (Pb).

1) Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang tidak berwarna
dan tidak berbau. Gas CO dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak
bumi yang tidak sempurna. Selain berdampak pada pencemaran udara,
gas CO juga berdampak pada kesehatan manusia.

2) Gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak
berbau. Gas CO2 dihasilkan dari pembakaran minyak bumi, batu bara, dan
gas alam. Jika kadar gas CO2 di bumi sangat tinggi maka akan
mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca (green house effect).

3) Gas oksida belerang, misalnya gas sulfur dioksida (SO 2). Gas SO2
merupakan gas yang tidak berwarna dan berbau sangat menyengat serta
menyesakkan napas dalam kadar rendah. Gas SO 2 dihasilkan dari
pembakaran belerang yang terlarut dalam bahan bakar minyak bumi serta
belerang yang terkandung dalam bijih logam yang diproses dalam industri
pertambangan.

4) Gas oksida nitrogen, misalnya gas nitrogen monoksida (NO). Gas NO


merupakan gas yang tidak berwarna dan pada konsentrasi tinggi dapat
menimbulkan keracunan. Gas NO juga dapat menyebabkan hujan asam.

5) Timbal (Pb) merupakan logam yang sangat toksik. Timbal sering


digunakan sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin dalam upaya
meningkatkan bilangan oktan secara ekonomi. Timbal menyebabkan
berbagai dampak pada kesehatan manusia, seperti kerusakan sistem saraf,
menganggu kecerdasan, dan menghambat pertumbuhan.

2) Cara Mengatasi Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Ada beberapa cara mengatasi dampak pembakaran bahan bakar, yaitu sebagai
berikut.

a) Melarang dan mengurangi penggunaan bensin yang mengandung timbal


(Pb).

b) Pemeliharaan alat pembakar, seperti knalpot kendaraan dan kompor


rumah tangga sehingga proses pembakaran lebih sempurna.
c) Memperhatikan kualitas bahan bakar dengan menurunkan kadar belerang
sehingga pada saat pembakaran mengeluarkan belerang oksida lebih
sedikit.

d) Mengganti bahan bakar dengan bahan bakar alternatif nonpetroleum,


seperti metanol, etanol, atau gas alam.

Refleksi

Pelajari materi tentang dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Zat-zat pencemar hasil pembakaran bahan bakar
Cara mengatasi dampak pembakaran bahan bakar

Setelah peserta didik mempelajari tentang dampak pembakaran bahan bakar


terhadap lingkungan, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.


6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.


No. Pernyataan Ya Tidak
9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan.
10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang zat-zat pencemar hasil pembakaran bahan bakar dengan benar.

2. Saya dapat memaparkan cara mengatasi dampak pembakaran bahan bakar dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika 1 pernyataan terisi “Ya” Jika 0 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 39

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang dampak pembakaran
bahan bakar terhadap lingkungan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan senyawa hidrokarbon dalam
kehidupan sehari-hari.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu senyawa


hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi senyawa hidrokarbon


dalam kehidupan sehari-hari, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan
sehari-hari menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang senyawa hidrokarbon dalam
kehidupan sehari-hari dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang senyawa hidrokarbon dalam kehidupan


sehari-hari, peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengerjakan
dalam buku teks pada halaman 176. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dapat


dipelajari melalui materi berikut.

Fraksi kelima dari distilasi bertingkat minyak bumi merupakan molekul-


molekul hidrokarbon yang besar. Molekul-molekul hidrokarbon yang besar
tersebut dapat ini dijadikan produk-produk yang dinamakan produk
Petrokimia.

Petrokimia merupakan segala produk yang dibuat secara sintesis dari minyak
bumi dan gas bumi. Produk petrokimia yang dihasilkan Pertamina terdiri atas
beberapa macam antara lain aspal, lilin, polipropilena, metanol, dan solvent
(pelarut).

1) Aspal

Kegunaan utama aspal adalah untuk melapisi jalan. Selain itu, aspal juga
digunakan untuk melapisi tanggul, pelapis tahan air, sebagai bahan isolasi,
pelapis antikorosi pada logam, dan juga sebagai bahan campuran pada
pembuatan briket batu bara.

Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik
dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-
atom selain hidrogen dan karbon yang menyusun aspal antara lain nitrogen,
oksigen, belerang, dan beberapa atom lainnya.

Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hidrogen,
6% belerang, serta sisanya oksigen dan nitrogen. Senyawa-senyawa ini
dikelompokkan menjadi aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan molten
(yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5–25% aspalten
dan sebagian besar senyawa aspal adalah senyawa nonpolar. Aspal
merupakan turunan dari minyak bumi yang dihasilkan pada saat penyulingan
minyak bumi menjadi gasolin dan produk lain.

2) Lilin

Selain untuk penerangan, lilin dapat digunakan sebagai kertas lilin


pembungkus, bahan baku semir, serta pengilap lantai dan mebel. Lilin juga
dapat dibuat untuk kerajinan, yang dibentuk menjadi berbagai macam bentuk
benda. Lilin lunak yang dapat diubah-ubah bentuknya (fleksibel) dinamakan
plastisin. Lilin dibuat dari paraffin wax, suatu campuran dari hidrokarbon
jenuh dengan massa molekul yang besar. Paraffin wax dihasilkan selama
proses penyulingan minyak bumi.
55
3) Plastik

Plastik dibuat melalui reaksi penggabungan beberapa senyawa etena atau


propena membentuk molekul yang besar. Plastik dikenal dengan polietena
(polietilena) atau polipropena (polipropilena). Plastik banyak dibuat untuk
alat-alat rumah tangga, seperti ember, gayung, pembungkus makanan, untuk
pembuatan botol plastik, tali, dan kabel (insulator). Masih banyak lagi
penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

4) Metanol

Metanol dapat digunakan sebagai lem untuk industri plywood, bahan bakar
kendaraan bermotor, bahan bakar pesawat, dan sebagai bahan bakar untuk
industri protein sintetis dengan fermentasi berkesinambungan. Metanol dapat
dibuat langsung dari metana, yaitu dengan mereaksikan metana dengan asam
sulfat (H2SO4) yang mengandung 65% sulfur trioksida.

5) Solvent/Pelarut

Solvent berguna sebagai pengencer cat, vernis, warna cetakan industri tekstil
(printing), bahan pembersih, dan bahan baku pestisida. Bahan pelarut atau
tiner cat umumnya digunakan terpentin yang merupakan campuran dari
hidrokarbon lingkar yang terdiri atas sepuluh atom karbon. Selain itu, tiner
merupakan campuran dari berbagai hidrokarbon hasil distilasi minyak.
Pelarut untuk zat sintetis yang sering digunakan adalah alkohol, keton, dan
ester.

Refleksi

Pelajari materi tentang senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 3.9 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Contoh senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari
Kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari

Setelah peserta didik mempelajari tentang senyawa hidrokarbon dalam


kehidupan sehari-hari, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menyebutkan contoh senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dengan
benar.

2. Saya dapat menjelaskan kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dengan
benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika 1 pernyataan terisi “Ya” Jika 0 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.
Pertemuan 40

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa hidrokarbon
dalam kehidupan sehari-hari.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan bahan bakar alternatif.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu bahan bakar
alternatif.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi bahan bakar alternatif,


baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
bahan bakar alternatif menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang bahan bakar
alternatif dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu
memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati
(Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang bahan bakar alternatif, peserta didik


diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada
halaman 178–179. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang bahan bakar alternatif dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Minyak bumi dan gas alam merupakan salah satu sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui (nonrenewable) sehingga perlu dihemat
pemanfaatannya. Adakah bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan
sebagai pengganti minyak bumi dan gas alam?

Minyak bumi dan gas alam dapat diganti dengan bahan bakar alternatif lain,
misalnya energi biomassa. Energi biomassa adalah sumber energi yang
dihasilkan oleh bahan bakar organik melalui proses fotosintetik, baik berupa
produk maupun sisa hasil pengolahan. Bahan pembuatan biomassa antara lain
rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja, kotoran hewan, dan
tumbuhan. Bagian tumbuhan yang banyak menghasilkan sumber biomassa antara
lain dahan, ranting, daun kering, atau cabang mati.

Selain dari tumbuh-tumbuhan atau kotoran hewan, terdapat pula beberapa


tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif untuk
kebutuhan manusia yang ramah lingkungan. Misalnya, tanaman jarak
memiliki buah yang dapat dibuat menjadi sumber energi pengganti minyak
bumi. Selain tanaman jarak bahan bakar alternatif dapat juga dihasilkan dari
beberapa tanaman lain, seperti jagung, gandum, atau kedelai. Beberapa
tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang
menghasilkan produk berupa biodiesel, metanol, etanol, dan butanol. Bahan-
bahan pembuat bahan bakar alternatif tersebut diolah dengan bantuan
mikroorganisme yang menghasilkan zat metana dan karbondioksida. Hasil
dari pengolahan bahan-bahan tersebut digunakan sebagai gas untuk kompor
atau pembangkit tenaga listrik.
Refleksi

Pelajari materi tentang bahan bakar alternatif. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen

proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 5.10 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pentingnya bahan bakar alternatif
Contoh bahan bakar alternatif

Setelah peserta didik mempelajari tentang bahan bakar alternatif, peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

3. Saya dapat menjelaskan tentang pentingnya bahan bakar alternatif dengan benar.

4. Saya dapat memaparkan contoh bahan bakar alternatif dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika 1 pernyataan terisi “Ya” Jika tidak ada pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 5.11 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab V

Soal Tantangan yang ada di Bab V


b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.
Tabel 5.12 Penilaian Tertulis

Tabel 5.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 5.13 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 5.14 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
No. Indikator Rubrik
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 5.15 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 5.16 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
No. Indikator Rubrik
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 5.17 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganal
isisDatam
enyimpul
Nama

kan
angk
Mer

ai
I

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 5.18 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal
Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang hidrokarbon dan minyak bumi agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyele-saikan soal yang berkaitan hidrokarbon dan minyak bumi.
Selain itu, dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta
didik dalam memahami hidrokarbon dan minyak bumi. Kegiatan pengayaan yang
diberikan pada peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Senyawa hidrokarbon banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu
contoh senyawa hdirokarbon tersebut adalah lilin. Lilin dibuat dari paraffin wax,
suatu campuran dari hidrokarbon jenuh dengan massa molekul yang besar.
Pernahkan kalian melihat lilin dengan berbagai bentuk? Lilin tersebut biasanya
digunakan untuk hiasan dan souvernir. Ternyata, membuat lilin hiasan itu sangat
mudah. Kalian dapat membuatnya sendiri atau bersama teman kelompok kalian.
Adapun alat dan bahan yang perlu disiapkan, yaitu wadah, cetakan, kuas,
kompor, pewarna lilin, hiasan, parafin elastis, white oil, dan parfum.

Berikut langkah-langkah atau cara membuat lilin hias.

1. Parafin elastis ditambahkan dengan white oil di dalam wadah.

2. Panaskan parafin tersebut sampai meleleh dan sambil diaduk rata di atas
kompor, kemudian tambahkan pewarna lilin dan pengharum (parfum).
3. Tuang campuran ke dalam cetakan yang sudah disiapkan.

Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam membuat lilin hias, yaitu
sebagai berikut.

1. Pilih cetakan yang menarik, yang terbuat dari stainless steel atau silikon.

2. Jika cetakan dari bahan plastik, setelah agak dingin masukkan ke dalam
lemari es terlebih dahulu sebelum dibuka.
3. Agar sumbu tidak banyak asap ketika dibakar, rendamlah sumbu terlebih
dahulu ke dalam air garam selama 3 jam, sebelum digunakan. Setelah
dikeringkan, baru bisa digunakan sebagai sumbu lilin dengan hasil yang
baik.

Hitunglah biaya yang kalian gunakan untuk membuat lilin hias tersebut!
Apakah lilin yang kalian buat dapat dikomersilkan? Cobalah analisis!
Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama
Proyek : Membuat Lilin Hias
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI

Tabel 5.19 Penilaian Proyek

No. Aspek * Skor (1–4)


1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor Maks
Nilai = skor perolehan/skor maks × 4
Komentar Orang Tua:

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]


TERMOKIMIA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Termokimia

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 10 JP (5 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang energi. Se- dikembangkan pada
lain itu, peserta didik juga dapat Fase F adalah bernalar kritis
menjelaskan ben- (memproses infor-
tuk energi dan perubahan energi masi, menganalisis, dan mengevaluasi
sesuai dengan ke- penalaran);
mampuan dan pengetahuan yang kreatif (menghasilkan gagasan yang
dimilikinya. orisinal); ber-
gotong royong (kemampuan bekerja
sama dengan
orang lain); serta beriman dan
bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran termo-
kimia.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 6.1: termometer, gelas kimia, air, dan kalsium oksida.

b. Aktivitas Sains 6.2: termometer, gelas kimia, air, larutan NH 4Cl, dan
larutan Ba(OH)2.

c. Aktivitas Sains 6.3: kalorimeter yang sudah diketahui kapasitasnya dan


berbagai jenis larutan.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang termokimia seperti berikut.

1) Kalor

2) Sistem dan lingkungan

3) Reaksi Eksoterm dan Endoterm

4) Entalpi dan Perubahan Entalpi

5) Perubahan Entalpi Standar

6) Menentukan Harga Perubahan Entalpi

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi termokimia.

b. Gambar yang menunjukkan termokimia.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan termokimia.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan termokimia.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan tentang pengertian energi dan kalor;

2. menjelaskan pengertian entalpi suatu zat dan perubahannya;

3. membedakan antara sistem dengan lingkungan;

4. membedakan antara reaksi yang melepaskan kalor dengan reaksi yang


membutuhkan kalor;

5. menuliskan persamaan termokimia suatu reaksi kimia;

6. menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi;

7. menghitung ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess;

8. menghitung ΔH reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan


standar;

9. menghitung ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan;

[Link] kalor pembakaran berbagai bahan bakar;

[Link] dampak pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dan


banyaknya kalor yang dihasilkan.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang termokimia, manfaat apa


yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan nilai-nilai yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang dimaksud dengan kalor? Adakah hubungan antara kalor dengan
temperatur? Bagaimana cara menentukan perubahan kalor suatu reaksi?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.
a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku yang berkaitan dengan termokimia.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.


2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 41

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang senyawa hidrokarbon
dan minyak bumi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kalor serta sistem dan lingkungan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu kalor, sistem,
dan lingkungan.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kalor serta sistem dan
lingkungan, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi kalor
serta sistem dan lingkungan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang kalor serta sistem dan
lingkungan dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kalor serta sistem dan lingkungan, peserta
didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks
pada halaman 197. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang kalor serta sistem dan lingkungan dapat dipelajari melalui
materi berikut.

A. Kalor

Umumnya, energi yang menyertai reaksi kimia berbentuk energi kalor. Ilmu
kimia yang mempelajari perubahan kalor yang menyertai suatu reaksi kimia
disebut termokimia.
Energi yang diberikan atau berpindah karena perbedaan temperatur itu
dinamakan kalor. Jadi, kalor merupakan energi yang berpindah dari suatu
benda ke benda lain karena adanya perbedaan temperatur. Satuan kalor sama
dengan satuan energi, yaitu joule. Adakalanya satuan yang dipakai adalah
kalori atau kilokalori.

Jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan oleh suatu zat dapat ditentukan
melalui percobaan, yaitu dengan mengukur perubahan temperatur yang
terjadi pada zat tersebut. Apabila massa zat dan kalor jenis zat atau kapasitas
kalor diketahui maka jumlah kalor dapat dihitung dengan rumus berikut.
Jumlah kalor yang menyertai suatu perubahan wujud dapat ditentukan jika
kalor latennya (kalor pelelehan atau kalor penguapan) diketahui.

B. Sistem dan Lingkungan

Sistem adalah sesuatu yang diamati atau reaksi kimia yang sedang diamati.
Adapun lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Sistem
dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1. Sistem terisolasi, yaitu sistem dengan batas yang mengisolasi sistem dari
lingkungan sehingga tidak terjadi pertukaran energi dan materi antara
sistem dengan lingkungan.

2. Sistem tertutup, yaitu sistem yang memungkinkan terjadinya pertukaran


energi antara sistem dengan lingkungannya, tetapi tidak memungkinkan
terjadinya pertukaran materi.

3. Sistem terbuka, yaitu sistem yang memungkinkan pertukaran energi dan


materi antara sistem dengan lingkungan.

Refleksi

Pelajari materi tentang kalor serta sistem dan lingkungan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Kalor
Sistem
Lingkungan

Setelah peserta didik mempelajari tentang kalor serta sistem dan lingkungan,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian kalor dengan benar.


2. Saya dapat menentukan jumlah kalor dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan perbedaan sistem dan lingkungan dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 42

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kalor, sistem, dan
lingkungan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi eksoterm
dan reaksi endoterm.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
reaksi eksoterm dan reaksi endoterm menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang reaksi eksoterm
dan reaksi endoterm dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm,


peserta didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman
201. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning serta melakukan Aktivitas Sains 6.1 pada halaman
201–201 dan Aktivitas Sains 6.2 pada halaman 203 yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke


lingkungan sehingga kalor dari sistem akan berkurang. Reaksi endoterm
adalah reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem sehingga kalor
dari sistem akan bertambah.
Diagram tingkat energi pada reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dapat dilhat
seperti berikut.

Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari
Diagram tingkat energi pada reaksi eksoterm dan reaksi endoterm

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pan-casila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diper-oleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dengan
benar.
2. Saya dapat menuliskan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari
dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan diagram tingkat energi pada reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 43

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang reaksi eksoterm dan
reaksi endoterm.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan entalpi dan perubahan entalpi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu entalpi dan
perubahan entalpi.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi entalpi dan perubahan


entalpi, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi entalpi dan
perubahan entalpi menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang entalpi dan perubahan entalpi
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang entalpi dan perubahan entalpi, peserta


didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks
pada halaman 205. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang entalpi dan perubahan entalpi dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Dalam reaksi kimia, biasanya terjadi penyerapan atau pelepasan panas


(kalor). Jumlah dari semua kalor dalam suatu zat disebut entalpi atau isi kalor,
yang dilambangkan dengan H. Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada
kalor yang masuk atau keluar dari zat. Besarnya entalpi tidak dapat
ditentukan, yang dapat ditentukan adalah perubahan entalpi (ΔH).

Perubahan entalpi (ΔH) adalah perubahan kalor yang terjadi pada suatu
reaksi kimia. H merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi
reaktan. Jadi, rumus perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan dengan
persamaan berikut.
Jika H produk lebih kecil daripada H reaktan maka akan terjadi H
pembebasan kalor. Harga negatif
atau lebih kecil daripada nol.
Contoh:
2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g) + kalor, atau
2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g) ΔH = –
Jika H produk lebih besar daripada H reaktan maka akan terjadi H
penyerapan kalor. Harga positif
atau lebih besar daripada nol.
Contoh:
2 H2O(l) →2 H2(g) + O2(g) – kalor, atau
2 H2O(l) → 2 H2(g) + O2(g) ΔH = +

Refleksi

Pelajari materi tentang entalpi dan perubahan entalpi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian entalpi dan perubahan entalpi
Menghitung harga perubahan entalpi
Menentukan jenis reaksi berdasarkan harga perubahan entalpi

Setelah peserta didik mempelajari tentang entalpi dan perubahan entalpi,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian entalpi dan perubahan entalpi dengan benar.

2. Saya dapat menghitung harga perubahan entalpi dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan jenis reaksi berdasarkan harga perubahan entalpi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 44

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang entalpi dan
perubahan entalpi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perubahan entalpi standar.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu persamaan


termokimia dan jenis-jenis perubahan entalpi standar.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perubahan entalpi


standar, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
perubahan entalpi standar menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang perubahan entalpi
standar dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu
memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati
(Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang perubahan entalpi standar, peserta didik diminta
untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 207–209. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang
ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang perubahan entalpi standar dapat dipelajari melalui materi
berikut.

Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada temperatur 298 K (25 °C) dan
tekanan 1 atmosfer disepakati sebagai perubahan entalpi standar. Perubahan
entalpi standar dinyatakan dengan simbol H°.

1. Persamaan Termokimia

Persamaan termokimia adalah persamaan kimia yang dilengkapi dengan


harga perubahan entalpi (ΔH). Pada persamaan termokimia, selain
menyatakan jumlah mol reaktan dan jumlah mol produk juga menyatakan
jumlah kalor yang dibebaskan atau yang diserap pada reaksi tersebut. Untuk
menyatakan besarnya perubahan entalpi yang terjadi pada reaksi kimia,
digunakan satuan kJ. Perubahan entalpi dalam molar digunakan satuan kJ/mol
(kJ mol–1).

Contoh: CH4(g) + 2 O2(g) → CO2(g) + 2 H2O(g) Ho = –802,3 kJ

2. Jenis-Jenis Perubahan Entalpi Standar

Perubahan entalpi reaksi dikenal juga dengan entalpi reaksi. Jenis-jenis entalpi
reaksi yang akan dibahas adalah entalpi pembentukan standar, entalpi
penguraian standar, dan entalpi pembakaran standar.

a. Entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi pada


pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar.
Pada kondisi standar (temperatur 298 K dan tekanan 1 atm), unsur-unsur
harus dalam bentuk yang paling stabil. Hal yang perlu diperhatikan pada
perubahan entalpi pembentukan standar adalah sebagai berikut.

1) Persamaan boleh menggunakan koefisien pecahan.

2) Entalpi pembentukan semua unsur pada keadaan standar adalah nol.

b. Entalpi penguraian standar adalah perubahan entalpi pada penguraian 1


mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan standar.
c. Entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi pada pembakaran
sempurna 1 mol unsur atau senyawa dalam keadaan standar.

Refleksi

Pelajari materi tentang perubahan entalpi standar. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian perubahan entalpi standar
Persamaan termokimia
Jenis-jenis perubahan entalpi standar

Setelah peserta didik mempelajari tentang perubahan entalpi standar, peserta


didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian perubahan entalpi standar dengan benar.
2. Saya dapat menuliskan persamaan termokimia dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi standar dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
1
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 45

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang perubahan entalpi
standar.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan menentukan harga perubahan
entalpi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penentuan


harga perubahan entalpi dengan kalorimeter, penentuan harga perubahan
entalpi dengan menggunakan Hukum Hess, penentuan harga perubahan
entalpi dengan menggunakan data entalpi pembentukan, dan penentuan
harga perubahan entalpi dengan menggunakan data energi ikatan.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi menentukan harga


perubahan entalpi, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi menentukan harga perubahan entalpi menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
menentukan harga perubahan entalpi dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang menentukan harga perubahan entalpi, peserta


didik diminta untuk membaca materi dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada
halaman 210–217. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 6.3 pada
halaman 210–211 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang menentukan harga perubahan entalpi dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Harga perubahan entalpi (ΔH) suatu reaksi dapat ditentukan dengan


beberapa cara, antara lain dengan kalorimeter, hukum Hess, menggunakan
data perubahan entalpi pembentukan standar, dan menggunakan data energi
ikatan.
1. Penentuan Harga Perubahan Entalpi dengan Kalorimeter

Kalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau
dibebaskan sistem.

Data ΔH reaksi yang terdapat pada tabel-tabel pada umumnya ditentukan


secara kalorimetris. Data yang diperlukan untuk menghitung kalor yang
diserap atau yang dikeluarkan oleh sistem reaksi adalah sebagai berikut.

a. Perubahan temperatur sebelum dan sesudah reaksi (ΔT


= Ta – Tm), dengan Ta = temperatur akhir dan Tm =
temperatur mula-mula

b. Massa total larutan (m)

c. Kalor jenis larutan (c)

Jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dirumuskan sebagai berikut.

Kalor reaksi merupakan kalor penggabungan dari kalor yang diserap atau
dilepaskan dengan kalo-rimeter.

2. Penentuan Harga Entalpi dengan Menggunakan Hukum Hess

Tidak semua perubahan entalpi dapat diukur secara langsung dengan


kalorimeter. Perubahan entalpi pembentukan misalnya, tidak dapat diukur
dengan kalorimeter sehingga perlu digunakan cara lain untuk menghitung
perubahan entalpi tersebut. Pada tahun 1840, Henri Germain Hess
menyatakan sebagai berikut.

Perubahan entalpi reaksi hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan
akhir, tidak tergantung pada jalannya reaksi.
Pernyataan tersebut dikenal dengan hukum Hess. Kegunaan hukum Hess
adalah untuk menghitung harga H yang sukar diperoleh melalui percobaan.
Jika suatu reaksi dapat berlangsung menurut dua tahap atau lebih maka kalor
reaksi totalnya sama dengan jumlah aljabar kalor tahap-tahap reaksinya.
Oleh kerena itu, hukum Hess dapat disebut juga hukum penjumlahan kalor.

3. Penentuan Harga Perubahan Entalpi Reaksi dengan Menggunakan


Data Entalpi Pembentukan
Apabila dalam suatu reaksi diketahui entalpi pembentukan standar senyawa-
senyawa yang ikut bereaksi maka perubahan entalpi reaksi tersebut dapat
dihitung. Secara umum Hreaksi dapat ditentukan dengan rumus berikut.
4. Penentuan Harga Perubahan Entalpi Reaksi dengan Menggunakan
Data Energi Ikatan

harga perubahan entalpi (ΔH) juga dapat dihitung dengan menggunakan data
energi ikatan zat-zat yang bereaksi. Banyaknya energi yang berkaitan dengan
satu ikatan dalam senyawa kimia disebut energi ikatan. Besarnya energi
ikatan diperoleh dari kalor pengatoman. Energi ikatan dapat dihitung dari
entalpi pembentukan standar untuk senyawa itu dan dari entalpi pengatoman
unsur-unsurnya. Energi yang dihitung dengan cara ini disebut dengan energi
ikatan rata-rata. Reaksi kimia terjadi karena adanya pemutusan ikatan dan
pembentukan ikatan yang baru. Ikatan-ikatan pada reaktan akan putus dan
terjadi ikatan yang baru pada produk. Oleh karena itu, perubahan entalpi
dapat dicari dari selisih antara E pemutusan ikatan dengan E pembentukan
ikatan.

Refleksi

Pelajari materi tentang menentukan harga perubahan entalpi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penentuan harga perubahan entalpi dengan kalorimeter
Penentuan harga perubahan entalpi dengan menggunakan Hukum
Hess
Penentuan harga perubahan entalpi dengan menggunakan data
entalpi pembentukan
Penentuan harga perubahan entalpi dengan menggunakan data
energi ikatan

Setelah peserta didik mempelajari tentang menentukan harga perubahan


entalpi, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan harga perubahan entalpi dengan kalorimeter dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan Hukum Hess dengan
tepat.

3. Saya dapat menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan data entalpi
pembentukan dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan data energi ikatan
dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)


1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 6.6 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab VI

Soal Tantangan yang ada di Bab VI

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 6.7 Penilaian Tertulis

Tabel 6.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
3. Asesmen Keterampilan

a. Penilaian Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 6.8 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 6.9 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 6.10 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 6.11 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

6.12 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian
dan
Kelompok/

dan
Menganal
isisDatam
enyimpul
Nama

kan
angk
Mer

ai

A
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganali

nyimpulka
sisDatame
Nama

n
ngkai
Mera
B

II

...

*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

6.13 Penilaian Proyek


Jumlah
Nilai Keterangan
skor
Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang termokimia agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.
9
2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan termokimia. Selain itu, dengan
diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
memahami termokimia. Kegiatan pengayaan yang diberikan pada peserta didik
dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Cara kerja
termometer zat cair melibat-kan proses termokimia, yaitu ketika suhu naik maka
cairan dibola tabung mengembang lebih banyak daripada gelas yang
menutupinya. Akibatnya, cairan yang tipis dipaksa naik ke atas secara kapiler. Se-
baliknya, jika suhu turun maka cairan dibola tabung akan mengerut dan cairan
yang tipis akan kembali turun. Tahukah, kalian dapat membuat thermometer
sederhana? Adapun alat dan bahan yang perlu disiapkan, yaitu botol kecil,
sedotan bening, lilin mainan/plastisin/ tanah liat, kain hangat, spidol per-manen,
air, dan pewarna makanan. Berikut langkah-langkah atau cara membuat
termometer sederhana.

1. Tuang sedikit air yang telah diberi beberapa tetes pewarna makanan ke
dalam botol.

2. Tandai batas atas permukan air dalam botol dengan menggunakan spidol.

3. Masukkan sedotan sehingga menyentuh permukaan air dalam botol.

4. Tutup dengan rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan plastisin
atau tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam botol.

5. Tempelkan kain hangat pada botol dan perhatikan baik-baik.

6. Tandai dengan spidol batas permukaan air di dalam botol setelah botol
ditempel kain hangat.

Berdasarkan kegiatan di atas, cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan


berikut!

1. Mengapa air di dalam botol dapat naik? Jelaskan!

2. Adakah peristiwa perpindahan panas pada percobaan tersebut? Jelaskan!

3. Kesimpulan apakah yang kamu dapatkan dari kegiatan di atas?

Kumpulkan termometer sederhana yang sudah kalian buat dan tuliskan


jawaban kalian dalam buku tugas, kemudian kumpulkan kepada guru
pembimbing untuk diberikan penilaian!
Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata Pelajaran : Kimia

Nama Proyek : Membuat Termometer Sederhana

Alokasi Waktu : Satu Minggu

Nama :

Kelas : XI

Tabel 6.14 Penilaian Proyek

No. Aspek * Skor (1–4)


1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
No. Aspek * Skor (1–4)
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor Maks
Nilai = skor perolehan/skor maks × 4
Komentar Orang Tua:

Medan, Agustus 2024


Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]


1
LAJU REAKSI

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Laju Reaksi

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 24 JP (12 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang reaksi kimia. dikembangkan pada
Selain itu, peserta didik juga dapat Fase F adalah bernalar kritis
menjelaskan be- (memproses infor-
berapa contoh reaksi kimia dalam masi, menganalisis, dan mengevaluasi
kehidupan sehari- penalaran);
hari yang berlangsung lambat dan kreatif (menghasilkan gagasan yang
berlangsung cepat orisinal); ber-
sesuai dengan kemampuan dan gotong royong (kemampuan bekerja
pengetahuan yang sama dengan
orang lain); serta beriman dan
dimilikinya. bertakwa kepada Tu-
han Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan me-
mahami keterhubungan ekosistem
bumi yang di-
tunjukkan melalui proses
pembelajaran laju reaksi.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 7.1: tabung reaksi, pita magnesium 5 cm, serta larutan HCl
1 M, 2 M, dan 3 M.

b. Aktivitas Sains 7.2: tabung reaksi, batu pualam (dalam bentuk serbuk,
butiran, dan kepingan), serta larutan HCl 2 M.

c. Aktivitas Sains 7.3: pemanas listrik, termometer, gelas kimia, kertas yang
diberi tanda X, larutan natrium tiosulfat, dan larutan HCl 2 M.

d. Aktivitas Sains 7.4: gelas kimia, larutan hidrogen peroksida, larutan NaCl,
larutan besi klorida, dan pipet tetes.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang laju reaksi seperti berikut.

1) Pengertian laju reaksi

2) Teori tumbukan dan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

3) Persamaan laju reaksi dan orde reaksi

4) Penerapan laju reaksi dalam kehidupan

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi laju reaksi.

b. Gambar yang menunjukkan laju reaksi.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan laju reaksi.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan laju reaksi.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan pengertian laju reaksi;

2. menjelaskan tentang teori tumbukan dan faktor-faktor yang memengaruhi


laju reaksi;

3. menjelaskan pengaruh konsentrasi, temperatur, luas permukaan bidang


sentuh, dan katalis terhadap laju reaksi;

4. menjelaskan pengertian dan peranan katalisator serta energi pengaktifan;

5. membuat dan menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-fakor


yang memengaruhi laju reaksi;

6. menjelaskan persamaan laju reaksi dan orde reaksi;

7. menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan;

8. menafsirkan grafik kecenderungan orde reaksi;

9. menjelaskan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang laju reaksi , manfaat apa
yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan nilai-nilai yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Menurut pendapat kalian, adakah reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari yang
berlangsung lambat atau cepat? Bagaimana kalian mengetahui bahwa suatu
reaksi dapat berlangsung cepat atau lambat?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.


b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan laju reaksi.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.


2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 46

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang perubahan entalpi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pengertian laju reaksi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengertian


laju reaksi, grafik laju reaksi, dan rumus laju reaksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengertian laju reaksi,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
pengertian laju reaksi menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pengertian laju reaksi
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pengertian laju reaksi, peserta didik


diminta untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada
halaman 232. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi
yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pengertian laju reaksi dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam


satuan waktu dinamakan laju reaksi (reaction rate). Laju reaksi dapat
dituliskan dengan simbol r.
Satuan dari jumlah zat bermacam-macam, misalnya gram, mol, atau
kemolaran. Sebagai contoh, apabila kita akan mengamati laju reaksi dari
pembakaran kertas, kita dapat menghitung berapa gram kertas yang terbakar
dalam satuan waktu.

Dalam perhitungan kimia banyak digunakan zat kimia berupa larutan atau gas
dalam ruang tertutup. Oleh karena itu, digunakan satuan khusus, yaitu
konsentrasi.
Perhatikan reaksi berikut!

R→P
Pada awal reaksi, yang ada hanya reaktan (R) karena zat produk (P) belum
terbentuk. Setelah reaksi berjalan, zat P mulai terbentuk. Semakin lama konsentrasi
zat P semakin bertambah, sedangkan konsentrasi zat R semakin berkurang. Laju
reaksi tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik seperti gambar berikut.

Berdasarkan grafik, dapat dilihat bahwa jumlah konsentrasi reaktan semakin


berkurang dan konsentrasi produk semakin bertambah. Jadi, besarnya laju
reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut.

Refleksi

Pelajari materi tentang pengertian laju reaksi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen

proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian laju reaksi
Grafik laju reaksi
Rumus laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang pengertian laju reaksi, peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian laju reaksi dengan benar.


2. Saya dapat menggambarkan grafik laju reaksi dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan rumus laju reaksi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 47

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengertian laju
reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan teori tumbukan.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu teori
tumbukan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi teori tumbukan, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi teori tumbukan
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang teori tumbukan dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang teori tumbukan, peserta didik diminta


untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada halaman
234. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang teori tumbukan dapat dipelajari melalui materi berikut.


Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat
yang bereaksi. Oleh karena itu, sebelum partikel-partikel saling bertumbukan
maka reaksi tidak akan terjadi. Namun demikian, tidak semua tumbukan akan
menghasilkan reaksi, karena tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi
yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi.
Tumbukan antarmolekul dapat dilihat seperti gambar berikut.
9
Tumbukan yang dapat menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif. Sebelum
tumbukan terjadi, partikel-partikel memerlukan suatu energi minimal yang
dikenal sebagai energi pengaktifan atau energi aktivasi (Ea). Jadi, energi
pengaktifan adalah energi minimal yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu
reaksi.

Perhatikan gambar berikut.

Gambar tersebut memperlihatkan reaksi antara hidrogen (H 2) dengan oksigen


(O2) menghasilkan air (H2O). Ketika reaksi sedang berlangsung akan
terbentuk zat kompleks teraktivasi. Zat kompleks teraktivasi berada pada
puncak energi. Jika reaksi berhasil maka zat kompleks teraktivasi akan terurai
menjadi zat hasil reaksi.

Hubungan antara energi pengaktifan dengan energi yang diserap atau


dilepaskan selama reaksi ber-langsung dapat dilihat pada gambar berikut.
Refleksi

Pelajari materi tentang teori tumbukan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses)

dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Tumbukan efektif
Energi pengaktifan
Hubungan energi pengaktifan deng-an pelepasan dan penyerapan
energi

Setelah peserta didik mempelajari tentang teori tumbukan, peserta didik diminta
untuk menuliskan ma-teri yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.


9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.
Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
1
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang teori tumbukan dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tumbukan efektif dan energy pengaktifan dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan hubungan energi pengaktifan dengan pelepasan dan penyerapan
energi dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 48

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang teori tumbukan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi (pengaruh konsentrasi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


konsentrasi terhadap laju reaksi.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi faktor-faktor yang


memengaruhi laju reaksi (pengaruh konsentrasi), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan
nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
(pengaruh konsentrasi) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
(pengaruh konsentrasi) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi


(pengaruh konsentrasi), peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas dalam buku
teks pada halaman 236–238. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 7.1
pada halaman 236–237 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh


konsentrasi) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih


banyak sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang
konsentrasi rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat akan lebih sering
bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang sehingga
kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

Refleksi

Pelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh konsentrasi). Unsur-unsur yang dinilai
adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 6.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Percobaan tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Data percobaan tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju


reaksi (pengaruh konsen-trasi), peserta didik diminta untuk menuliskan materi
yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi dengan
benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)


1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 49

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
(pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi (pengaruh luas permukaan bidang sentuh), baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi faktor-faktor
yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh luas permukaan bidang sentuh)
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
(pengaruh luas permukaan bidang sentuh) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi


(pengaruh luas permukaan bidang sentuh), peserta didik diminta untuk
mengerjakan tugas dalam buku teks pada halaman 238–240. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning dan melakukan Aktivitas Sains 7.2 pada halaman 239 yang ada di buku
teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh


luas permukaan bidang sentuh) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Reaksi dapat terjadi antara reaktan-reaktan yang fasenya sama, misalnya zat
cair dengan zat cair. Reaksi juga dapat terjadi dengan fase yang berbeda,
misalnya zat cair dan zat padat. Pencampuran reaktan yang terdiri atas dua
fase atau lebih tumbukan terjadi pada permukaan bidang sentuh zat.

Untuk massa suatu senyawa yang sama, tetapi bentuknya berbeda (serbuk,
butiran, kepingan) maka laju atau waktu reaksi yang diperlukan akan berbeda.
Semakin halus bentuk suatu senyawa maka semakin luas permukaan bidang
sentuh, semakin singkat waktu reaksi, berarti semakin cepat reaksinya.
5
Refleksi

Pelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh luas permukaan bidang sentuh). Unsur-
unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).

Tabel 7.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi
Percobaan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh
terhadap laju reaksi
Data percobaan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh
terhadap laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju


reaksi (pengaruh luas permukaan bidang sentuh), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembe-lajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.


8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan.


No. Pernyataan Ya Tidak
10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi
dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap
laju reaksi dengan benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh
terhadap laju reaksi dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 50

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.


2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh luas
permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi (pengaruh temperatur terhadap laju reaksi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


temperatur terhadap laju reaksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi (pengaruh temperatur), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan
nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
(pengaruh temperatur) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi (pengaruh temperatur) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas,
dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun,
keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas
Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi


(pengaruh temperatur), peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas dalam buku
teks pada halaman 240–243. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 7.3
pada halaman 240–241 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh


temperatur) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak


atau energi kinetik molekul akan bertambah sehingga tumbukan lebih sering
terjadi. Itu sebabnya reaksi kimia berlangsung lebih cepat pada temperatur
yang lebih tinggi.

Selain itu, temperatur juga dapat memperbesar energi potensial dari suatu
zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil jika bertumbukan sukar
menghasilkan reaksi karena sukar melampaui energi pengaktifan. Dengan
naiknya temperatur, energi potensial zat akan menjadi lebih besar sehingga
jika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.

Refleksi

Pelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh temperatur). Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi
Percobaan tentang temperatur terhadap laju reaksi
Data percobaan tentang pengaruh temperatur terhadap laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju


reaksi (pengaruh temperatur), peserta didik diminta untuk menuliskan materi
yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh temperatur terhadap laju reaksi dengan benar.
No. Pernyataan Ya Tidak

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh temperatur terhadap laju reaksi dengan
benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh temperatur terhadap laju reaksi
dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 51

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh
temperatur terhadap laju reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi (pengaruh katalis terhadap laju reaksi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh katalis
terhadap laju reaksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi (pengaruh katalis), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi (pengaruh katalis) menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh katalis) dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi


(pengaruh katalis), peserta didik diminta untuk melakukan Aktivitas Sains 7.4 dalam
buku teks pada halaman 243–244. Guru
juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh


katalis) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak
mengalami perubahan kimia secara permanen (kekal) sehingga pada akhir
reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.
Laju reaksi akan semakin cepat jika pada reaktan ditambahkan katalis. Katalis
akan menurunkan energi pengaktifan. Jika energi pengaktifan kecil maka akan
banyak tumbukan yang berhasil sehingga reaksi lebih cepat terjadi. Jika energi
pengaktifan tinggi maka banyak tumbukan yang tidak berhasil, karena tidak
mempunyai energi yang cukup untuk terjadinya reaksi sehingga reaksi
berlangsung lambat.

Katalis menimbulkan efek yang nyata pada laju reaksi, meskipun dalam
jumlah yang sangat sedikit. Dalam industri kimia, banyak dilakukan upaya
untuk menemukan katalis yang akan mempercepat reaksi tertentu tanpa
meningkatkan timbulnya produk yang tidak diinginkan.

Refleksi

Pelajari materi tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi (pengaruh katalis). Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh katalis terhadap laju reaksi
Percobaan tentang katalis terhadap laju reaksi
Data percobaan tentang pengaruh katalis terhadap laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju


reaksi (pengaruh katalis), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menulis-kan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, lapor-kan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
11
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh katalis terhadap laju reaksi dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh katalis terhadap laju reaksi dengan benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh katalis terhadap laju reaksi dengan
benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 52

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh katalis
terhadap laju reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan peranan katalis dalam industri kimia.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu peranan


katalis dalam industri kimia (hubungan antara katalis dan energi pengaktifan
dan jenis-jenis katalis).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi peranan katalis dalam industri
kimia (hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis), baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal,
yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis;
kompetensi pengetahuan, menganalisis materi peranan katalis dalam industri kimia
(hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis)
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang peranan katalis dalam industri kimia (hubungan antara
katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan
bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang peranan katalis dalam industri kimia


(hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis), peserta
didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 245–247.
Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau
fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang peranan katalis dalam industri kimia (hubungan antara


katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis) dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Hubungan antara Katalis dan Energi Pengaktifan

Dalam suatu reaksi, katalis berfungsi menurunkan energi pengaktifan dengan


cara mengubah mekanisme reaksi, yaitu menambah tahap-tahap reaksi.
Katalis ikut serta dalam suatu tahap reaksi dan terbentuk kembali dalam
salah satu tahap reaksi berikutnya.

Energi pengaktifan suatu reaksi menjadi lebih rendah jika menggunakan katalis
sehingga persentase partikel yang mempunyai energi lebih besar daripada energi
pengaktifan lebih banyak. Tumbukan yang menghasilkan reaksi atau tumbukan
efektif menjadi lebih sering terjadi sehingga reaksi lebih cepat.

Jenis-Jenis Katalis

Berdasarkan wujudnya, katalis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu


katalis homogen dan katalis heterogen.
1. Katalis homogen

Katalis homogen adalah katalis yang dapat bercampur secara homogen


dengan zat pereaksinya karena mempunyai wujud yang sama.

2. Katalis heterogen

Katalis heterogen adalah katalis yang tidak dapat bercampur secara


homogen dengan pereaksinya karena wujudnya berbeda.

Refleksi

Pelajari materi tentang peranan katalis dalam industri kimia (hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dan
jenis-jenis katalis). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan
mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hubungan antara katalis dan energi pengaktifan
Katalis homogen
Katalis heterogen

Setelah peserta didik mempelajari tentang peranan katalis dalam industri kimia
(hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dan jenis-jenis katalis), peserta
didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.


3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.


No. Pernyataan Ya Tidak

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang hubungan antara katalis dan energi pengaktifan dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang katalis homogen dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan tentang katalis heterogen dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 53

Proses Kegiatan Pembelajaran


Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.


2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang hubungan antara
katalis dan energi pengaktifan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan biokatalis dan autokatalis serta
inhibitor dan racun katalis.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu biokatalis


dan autokatalis serta inhibitor dan racun katalis.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi biokatalis dan
autokatalis serta inhibitor dan racun katalis, baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi biokatalis dan
autokatalis serta inhibitor dan racun katalis menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
biokatalis dan autokatalis serta inhibitor dan racun katalis dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang biokatalis dan autokatalis serta inhibitor


dan racun katalis, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks
pada halaman 247–249. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang biokatalis dan autokatalis serta inhibitor dan racun katalis
dapat dipelajari melalui materi berikut.

Biokatalis

Enzim dikenal sebagai biokatalis karena bertindak sebagai katalis pada proses
metabolisme. Enzim adalah molekul protein besar (biasanya dengan massa
molar 20.000 gram mol–1 atau lebih) yang dengan strukturnya mampu
melakukan reaksi spesifik. Satu atau lebih molekul reaktan (yang disebut
substrat) melekat pada daerah aktif enzim. Daerah aktif merupakan daerah
pada permukaan enzim yang struktur dan sifat kimianya menyebabkan subrat
tertentu dapat melekat padanya, kemudian transformasi kimia dapat terjadi.

Autokatalis

Autokatalis adalah zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis.

Selain ada zat yang dapat bertindak sebagai katalis, terdapat juga zat yang
sifatnya berlawanan dengan katalis, yang disebut dengan antikatalis karena
memperlambat suatu reaksi, yaitu inhibitor dan racun katalis.

Inhibitor

Inhibitor adalah zat yang dapat memperlambat reaksi atau menghentikan


reaksi.

Racun katalis

Racun katalis merupakan inhibitor yang dalam jumlah sangat sedikit, dapat
mengurangi atau meng-hambat kerja katalis.
Refleksi

Pelajari materi tentang biokatalis dan autokatalis serta inhibitor dan racun katalis. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Biokatalis
Autokatalis
Inhibitor
Racun katalis

Setelah peserta didik mempelajari tentang biokatalis dan autokatalis serta


inhibitor dan racun katalis, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
17
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang biokatalis dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang autokatalis dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan tentang inhibitor dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan tentang racun katalis dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 54

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang biokatalis dan
autokatalis serta inhibitor dan racun katalis.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan persamaan laju reaksi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu persamaan


laju reaksi.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi persamaan laju reaksi,


baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi persamaan laju reaksi menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang persamaan laju reaksi dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang persamaan laju reaksi, peserta didik diminta
untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 250–251. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning
yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang persamaan laju reaksi dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Amati persamaan kimia berikut!

2H2(g) + SO2(g) → 2H2O(l) + S(s)

Persamaan laju reaksi tersebut dapat ditulis: r = k [H2]2 [SO2].

Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan antara konsentrasi reaktan pada


suatu reaksi dan laju reaksinya. Coba kalian amati reaksi berikut.
aA+bB→cC+dD

Persamaan laju reaksinya secara umum dapat dituliskan sebagai berikut.

Jumlah pangkat konsentrasi dari zat yang bereaksi (reaktan) disebut orde
reaksi. Orde reaksi tidak dapat ditentukan dari harga koefisien reaksi, tetapi
ditentukan berdasarkan percobaan.

Refleksi

Pelajari materi tentang persamaan laju reaksi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.9 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Persamaan laju reaksi
Hubungan antara konsentrasi reaktan pada suatu reaksi dan laju
reaksinya
Orde reaksi
Setelah peserta didik mempelajari tentang persamaan laju reaksi, peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan tentang persamaan laju reaksi dengan benar.


No. Pernyataan Ya Tidak

2. Saya dapat menentukan hubungan antara konsentrasi reaktan pada suatu reaksi dan laju
reaksinya dengan tepat.

3. Saya dapat menunjukkan orde reaksi dalam persamaan laju reaksi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 55

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang persamaan laju
reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penentuan orde reaksi.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penentuan


orde reaksi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penentuan orde reaksi,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
penentuan orde reaksi menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penentuan orde
reaksi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu
memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati
(Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penentuan orde reaksi, peserta didik diminta
untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 250–251. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning
yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang penentuan orde reaksi dapat dipelajari melalui materi


berikut.
21
Penentuan orde reaksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara komparatif
dan cara grafik.

Cara Komparatif

Cara komparatif dilakukan dengan langsung membandingkan laju reaksi


suatu zat pada saat zat yang lain konstan. Penentuan orde reaksi secara
komparatif juga dapat dilakukan dengan cara melihat perubahan konsentrasi
dan laju reaksi suatu zat pada saat konsentrasi zat lain konstan.

Cara Grafik

Cara grafik dilakukan dengan membuat grafik antara perubahan konsentrasi dan laju
reaksi suatu zat pada saat konsentrasi zat lain [Link] menggambarkan grafik
laju reaksi, kita gunakan sistem koordinat. Sumbu x sebagai konsentrasi zat reaktan,
sedangkan sumbu y sebagai laju reaksi. Grafik dapat berbentuk:

1) garis lurus (linier), merupakan reaksi orde 1; dan

2) garis lengkung (parabola), merupakan reaksi orde 2.

Cara membuat grafik, yaitu diawali dengan membuat tabel, cukup dengan
menentukan koordinat 3 titik sembarang. Dalam sistem koordinat, absis
sebagai konsentrasi dan ordinat sebagai laju reaksi. Apabila ketiga titik itu
dihubungkan, tampak bahwa grafiknya berupa garis lurus atau garis
lengkung.

Refleksi

Pelajari materi tentang penentuan orde reaksi. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.10 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penentuan orde reaksi dengan cara komparatif
Penentuan orde reaksi dengan cara grafik
Menulis orde reaksi dalam persamaan laju reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang penentuan orde reaksi, peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan orde reaksi dengan cara komparatif dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan orde reaksi dengan cara grafik dengan tepat.

3. Saya dapat menuliskan orde reaksi dalam persamaan laju reaksi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 56

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penentuan orde
reaksi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penerapan laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penerapan


laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh konsentrasi, pengaruh luas
permukaan bidang sentuh, dan pengaruh temperatur).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penerapan laju reaksi
dalam kehidupan sehari-hari, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi penerapan laju reaksi dalam kehidupan
sehari-hari menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penerapan laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penerapan laju reaksi dalam kehidupan


sehari-hari, peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati
gambar dalam buku teks pada halaman 257. Guru juga dapat mengarahkan
peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dapat


dipelajari melalui materi berikut.

Banyak aktivitas sehari-hari yang sebenarnya berkaitan dengan laju reaksi.


Terutama, berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Berikut beberapa contoh penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Konsentrasi

Kaporit digunakan untuk menghilangkan kuman-kuman yang ada dalam


kolam renang. Konsentrasi larutan kaporit yang digunakan sangat
menentukan kebersihan kolam renang tersebut. Apabila konsentrasinya
terlalu rendah maka larutan kaporit tersebut tidak cukup kuat untuk
mematikan kuman-kuman dalam kolam tersebut.
Pengaruh Luas Permukaan Bidang Sentuh

Untuk membuat steak (daging bakar), daging harus dipotong pipih. Hal
tersebut bertujuan agar daging lebih cepat matang. Sate dipotong tipis untuk
mendapatkan luas permukaan yang lebih luas dibanding sate yang
potongannya besar agar sate tersebut cepat matangnya, dengan kata lain
reaksi pematangan pada sate cepat terjadi. Contoh lain, seorang penjual es
yang sedang membuat sistem pendingin pada gerobaknya akan
menghancurkan terlebih dahulu bongkahan-bongkahan es menjadi bentuk
yang lebih kecil. Hal ini dilakukan agar pendinginan akan lebih cepat
tercapai.

Pengaruh Temperatur

Ikan-ikan yang dijual selalu disimpan dalam wadah yang berisi es agar tahan
lama dan tidak cepat busuk. Temperatur yang sangat rendah akan
memperlambat proses pembusukan ikan atau memperlambat reaksi
pembusukan yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tertentu.

Selain ikan, ada berbagai jenis bahan makanan yang harus diatur
penyimpanannya agar tidak cepat busuk atau untuk memperlambat reaksi
pembusukan. Adapun tata cara penyimpanan bahan makanan yang baik
antara lain bergantung pada temperatur.

Secara umum, temperatur penyimpanan bahan makanan yang baik dapat


dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
1) Makanan jenis daging, ikan, udang, dan olahannya.

a) Penyimpanan sampai 3 hari: –5° sampai 0° C.

b) Penyimpanan paling lama untuk 1 minggu: –19o sampai –5° C.

c) Penyimpanan lebih dari 1minggu: di bawah –10° C.

2) Makanan jenis telur, susu, dan olahannya.

a) Penyimpanan sampai 3 hari: –5° sampai 7 °C.

b) Penyimpanan paling lama untuk 1 minggu: di bawah –5 °C.

3) Makanan jenis sayuran dan minuman dengan waktu penyimpanan paling


lama 1 minggu, yaitu 7° sampai 10 °C.
4) Tepung, biji-bijian, dan umbi kering pada temperatur kamar (25 °C).

Refleksi

Pelajari materi tentang penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.11 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh
konsentrasi)
Penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh luas
permukaan bidang sentuh)
Penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh
temperatur)

Setelah peserta didik mempelajari tentang penerapan laju reaksi dalam


kehidupan sehari-hari, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari
(pengaruh konsentrasi) dengan benar.
No. Pernyataan Ya Tidak

2. Saya dapat menjelaskan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh luas
permukaan bidang sentuh) dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari (pengaruh
temperatur) dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 57

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penerapan laju
reaksi dalam kehidupan sehari-hari.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penggunaan katalis dalam industri.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penggunaan


katalis dalam industri.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penggunaan katalis dalam
industri, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi penggunaan
katalis dalam industri menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penggunaan katalis
dalam industri dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penggunaan katalis dalam industri, peserta


didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 259. Guru
juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.
Pembelajaran tentang penggunaan katalis dalam industri dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Katalis menimbulkan efek yang nyata pada laju reaksi meskipun dalam jumlah
yang sedikit. Katalis dalam industri sangat dibutuhkan untuk mengatur laju
reaksi sehingga produknya dapat diperkirakan. Beberapa contoh katalis yang
digunakan dalam industri antara lain sebagai berikut.
a. Padatan vanadium oksida (V2O5) pada produksi asam sulfat.

b. Besi pada pembuatan amonia (proses Haber-Bosch) yang dapat


mempercepat kesetimbangan.

c. Platinum pada industri konversi amonium ke asam nitrat atau pada


industri pembuangan mesin mobil untuk mengurangi mesin pencemar.
Sebagai contoh adalah platinum. Dalam industri, platinum berfungsi sebagai
permukaan sehingga gas-gas teradsorpsi, akibatnya tumbukan lebih banyak
terjadi dan produk yang dihasilkan juga lebih banyak.

Meskipun dengan katalis memerlukan dua tahap reaksi, namun total energi
yang diperlukan lebih sedikit dibanding dengan tanpa katalis. Pada reaksi ion,
hal ini karena reaksi tanpa katalis terjadi antara dua ion dengan muatan
sama, sedangkan jika ditambah katalis maka muatannya menjadi berlawanan.
Misalnya, logam transisi dan senyawanya memiliki bilangan oksidasi yang
bervariasi sehingga mudah untuk memberi dan menerima elektron.

Refleksi

Pelajari materi tentang penggunaan katalis dalam industri. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.12 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Contoh katalis dalam industri
Cara kerja katalis dalam industri
Penggunaan katalis dalam reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang penggunaan katalis dalam industri,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!


4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan contoh katalis dalam industri dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan cara kerja katalis dalam industri dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan penggunaan katalis dalam reaksi dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan
guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses
pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.
9
2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 7.13 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab VII

Soal Tantangan yang ada di Bab VII

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 7.14 Penilaian Tertulis

Tabel 7.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
: × 100
Nilai Riil Skor Total Maksimal
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok
Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi
kelompok.
Rubrik Penilaian
Tabel 7.15 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok
Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi

a. Aktif memberi masukan pemikiran

b. Mendengarkan pendapat orang lain


Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 7.16 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 7.17 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 7.18 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 7.19 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganal
isisDatam
enyimpul
Nama

kan
angk
Mer

ai
I

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh
guru/asisten lab
Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 7.20 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang laju reaksi agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan laju reaksi . Selain itu, dengan
diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
memahami laju reaksi . Kegiatan pengayaan yang diberikan pada peserta didik
dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.
d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.
33
Proyek
Pemahaman kalian mengenai laju reaksi semakin bertambah, bukan? Dalam
kehidupan sehari-hari kalian sering menerapkan prinsip laju reaksi dan faktor-
faktor yang mempengaruhinya. Salah satu contohnya ketika kalian ingin
memasak daging (daging sapi atau daging kambing) agar lebih cepat lunak
(empuk) maka perlu ditambahkan suatu katalis. Beberapa katalis yang dapat
digunakan untuk melunakkan daging antara lain pepaya dan nanas.

Pepaya dapat digunakan sebagai pengempuk daging. Bagian dari pepaya yang
dapat dimanfaatkan sebagai pengempuk daging sebelum dimasak adalah daun
pepaya atau direbus terlebih dahulu dengan buah pepaya muda. Coba kalian
praktikkan bersama teman kelompok kalian mengenai penggunaan katalis pepaya
untuk pengolahan daging. Lakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu kompor, panci, wadah,
sendok, pisau, daging (sapi atau kambing) yang sudah dipotong-potong, daun
pepaya atau buah pepaya muda, dan stopwatch.
2. Campurkan potongan daging secara langsung dengan daun pepaya yang
sudah dicuci bersih, kemudian diremas-remas hingga lumat dan didiamkan
sekitar 1 jam.

3. Jika kalian menggunakan buah pepaya muda, cukup cuci bersih pepaya muda
kemudian dipotong-potong. Selanjutnya, campurkan potongan buah pepaya
bersama daging dan diamkan sekitar 1 jam.
4. Selanjutnya, rebus daging yang sudah dicampur dengan daun pepaya atau
potongan buah pepaya. Amati dan catat waktu yang diperlukan agar
daging masak dan diperoleh tekstur daging yang lunak atau empuk.
Bandingkan jika daging tersebut tidak dicampur dengan daun atau buah
pepaya. Manakah yang akan lebih lunak atau empuk terlebih dahulu?

5. Tuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan sederhana! Selanjutnya,


kumpulkan hasilnya kepada guru pembimbing untuk diberikan penilaian!

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama : Percobaan Sederhana (Penerapan Laju Reaksi dalam
Proyek Kehidupan Sehari-hari)
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI

Tabel 7.21 Penilaian Proyek

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran jawaban
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Penggunaan strategi benar dan tepat
7. Kerapian atau keindahan
Jumlah
Indikator Rubrik Penilaian Proyek

Tabel 7.22 Indikator Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria

4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban sangat
lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama kelompok sangat baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar sangat akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan baik di depan kelas.

3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar cukup akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan cukup baik di kelas.

2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar kurang akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik,
tersedia laporan kerja tetapi tidak disajikan di kelas.

1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban tidak
lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik, interpretasi jawaban masalah/
gambar tidak akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia
laporan kerja dan tidak disajikan di depan kelas.

0 Tidak melakukan tugas proyek


Medan, Agustus 2024

Guru Bidang Studi Kepala Sekolah SMA St. Thomas 2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link] Oratna Sembiring, [Link]

235
KESETIMBANGAN KIMIA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Kesetimbangan Kimia

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 16 JP (8 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang persamaan dikembangkan pada
kimia. Selain itu, peserta didik juga Fase F adalah bernalar kritis
dapat menjelas- (memproses informasi,
kan perbandingan koefisien dalam menganalisis, dan mengevaluasi
persamaan kimia penalaran); kreatif
merupakan perbandingan mol zat-zat (menghasilkan gagasan yang orisinal);
yang terlibat bergotong
dalam suatu reaksi sesuai dengan royong (kemampuan bekerja sama
kemampuan dan dengan orang
lain); serta beriman dan bertakwa
pengetahuan yang dimilikinya. kepada Tuhan
Yang Maha Esa (menjaga lingkungan
dan mema-
hami keterhubungan ekosistem bumi
yang ditun-
jukkan melalui proses pembelajaran
kesetimbangan
kimia.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 8.1: tabung reaksi, gelas kimia, larutan FeCl 3, larutan
KSCN, air, dan Kristal Na2HPO4.

b. Aktivitas Sains 8.2: gas N2O4 dan alat suntik untuk larutan.

c. Aktivitas Sains 8.3: gelas kimia, tabung reaksi tertutup, gas NO 2, air, dan
es batu.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang kesetimbangan kimia seperti berikut.

1) Reaksi satu arah dan dan reaksi bolak-balik

2) Keadaan kesetimbangan

3) Pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan

4) Hukum kesetimbangan

5) Kesetimbangan dalam industri

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi kesetimbangan kimia.

b. Gambar yang menunjukkan kesetimbangan kimia.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan kesetimbangan kimia.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan kesetimbangan kimia.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan perbedaan reaksi satu arah (irreversible) dan reaksi bolak-balik


(reversible);

2. menjelaskan perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen serta


kesetimbangan dinamis;

3. meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le


Chatelier;

4. menyimpulkan pengaruh perubahan temperatur, konsentrasi, tekanan, dan


volume pada pergeseran kesetimbangan;

5. menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen serta tetapan


kesetimbangan;

6. menghitung harga KC berdasarkan konsentrasi kesetimbangan dan


sebaliknya;

7. menghitung harga KP berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi
pada keadaan setimbang;

8. menghitung harga KP berdasarkan KC atau sebaliknya;

9. menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di


industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang kesetimbangan kimia,


manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan
nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika mendengar kata kesetimbangan?
Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan kesetimbangan kimia? Dapatkah
kalian menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran


1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan kesetimbangan


kimia.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.


39
2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 58

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penerapan laju
reaksi dalam industri.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi satu arah dan reaksi bolak-
balik.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi satu arah
dan reaksi bolak-balik.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi satu arah dan reaksi
bolak-balik, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang reaksi satu arah
dan reaksi bolak-balik dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik,
peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam
buku teks pada halaman 275–277. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Reaksi Satu Arah

Pada peristiwa reaksi satu arah, zat-zat hasil reaksi tidak dapat bereaksi
kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah adalah sebagai
berikut.
a. Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.

b. Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.

c. Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.

d. Reaksi ditulis dengan satu anak panah (→).


Contoh:

2 Al(s) + 6 HCl(aq)→2 AlCl3(aq) + 3 H2(g)

Pada reaksi tersebut Al habis bereaksi dengan HCl membentuk AlCl3 dan gas
H2. AlCl3 dan H2 tidak dapat bereaksi kembali membentuk Al dan HCl.

Reaksi Satu Arah

Ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut.

a. Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke
kiri.

b. Zat hasil reaksi dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.

c. Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.

d. Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan (↔).

Contoh:

PbSO4(aq) + 2 KI(aq) ↔ PbI2(s) + K2SO4(aq)

Refleksi

Pelajari materi tentang reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 8.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik
Ciri-ciri reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik
Contoh reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik

Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi satu arah dan reaksi bolak-
balik, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!


4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan ciri-ciri reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik dengan tepat.

3. Saya dapat menuliskan contoh reaksi satu arah dan reaksi bolak-balik dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 59

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang perbedaan reaksi
satu arah dan reaksi bolak-balik.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan keadaan kesetimbangan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu keadaan


kesetimbangan (jenis kesetimbangan berdasarkan wujudnya: kesetimbangan
homogen dan kesetimbangan heterogen serta kesetimbangan dinamis).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi keadaan kesetimbangan
(jenis kesetimbangan berdasarkan wujudnya dan kesetimbangan dinamis),
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
keadaan kesetimbangan (jenis kesetimbangan berdasarkan wujudnya dan
kesetimbangan dinamis) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang keadaan
kesetimbangan (jenis kesetimbangan berdasarkan wujudnya dan
kesetimbangan dinamis) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang keadaan kesetimbangan (jenis kesetimbangan


berdasarkan wujudnya dan kesetimbangan dinamis), peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada halaman 277–280.
Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang keadaan kesetimbangan (jenis kesetimbangan


berdasarkan wujudnya dan kesetimbangan dinamis) dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Berbagai reaksi yang dapat balik tidak semuanya dapat mencapai


kesetimbangan. Untuk mencapai kesetimbangan perlu beberapa syarat
khusus, yaitu reaksinya bolak-balik, sistemnya tertutup, dan bersifat dinamis.
Jenis Kesetimbangan Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujud zat yang ada dalam keadaan kesetimbangan, reaksi


kesetimbangan terdiri atas dua jenis, yaitu kesetimbangan homogen dan
kesetimbangan heterogen.

a. Kesetimbangan Homogen

Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan yang di dalamnya terdapat


zat-zat dengan wujud yang sama. Reaktan maupun produk reaksinya dapat
berupa sistem larutan atau gas.
1) Kesetimbangan antara larutan dengan larutan

2) Kesetimbangan antara gas dengan gas

b. Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan yang di dalamnya terdapat


zat-zat dengan wujud yang berbeda.

1) Kesetimbangan antara zat padat dengan gas

2) Kesetimbangan antara gas dengan zat cair

3) Kesetimbangan antara zat padat dengan larutan

4) Kesetimbangan antara gas, zat cair, dan zat padat

Kesetimbangan Dinamis

Suatu reaksi berjalan terus-menerus, secara bolak-balik, tetapi proses yang


terjadi tidak bersamaan antara arah reaksi ke kanan dan ke kiri. Lama-
kelamaan reaksi tersebut terlihat berhenti karena tidak terjadi lagi perubahan
makrokopis, warna zat terlihat cokelat muda dan tidak berubah lagi.
Sebenarnya reaksi berlangsung secara terus-menerus sampai kondisi laju
reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri sehingga perubahan
mikroskopis terus terjadi, namun tidak terjadi perubahan konsentrasi.
Keadaan seperti ini yang dinamakan sebagai kesetimbangan.

Refleksi

Pelajari materi tentang keadaan kesetimbangan (jenis kesetimbangan berdasarkan wujudnya dan kesetimbangan
dinamis). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan
mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 8.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Kesetimbangan homogen
Kesetimbangan heterogen
Kesetimbangan dinamis

Setelah peserta didik mempelajari tentang keadaan kesetimbangan (jenis


kesetimbangan berdasarkan wujudnya dan kesetimbangan dinamis), peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau
buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang kesetimbangan homogen dengan benar.


2. Saya dapat menjelaskan kesetimbangan heterogen dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan kesetimbangan dinamis dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 60

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kesetimbangan
dinamis.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan konsentrasi).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pergeseran dan faktor-
faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan konsentrasi), baik kompetensi
sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pergeseran dan faktor-
faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan konsentrasi) menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan
(pengaruh perubahan konsentrasi) dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan


(pengaruh perubahan konsentrasi), peserta didik diminta untuk membaca materi dalam
buku teks pada halaman 281–284. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 8.1 pada
halaman 282–283 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh
perubahan konsentrasi) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Zat Seorang ahli kimia Prancis, Henry Louis Le Chatelier (1850–1936)


berpendapat sebagai berikut.

Jika pada sistem kesetimbangan diberikan suatu aksi maka sistem akan
mengadakan reaksi sehingga pengaruh aksi tersebut menjadi sekecil-kecilnya.

Pendapat tersebut dikenal dengan asas Le Chatelier.


Dalam keadaan setimbang, laju reaksi dari kiri ke kanan sama dengan laju
reaksi dari kanan ke kiri. Jika ada aksi dari luar maka kesetimbangan akan
mengadakan reaksi dengan cara mengubah laju reaksinya. Perubahan itu
dinamakan pergeseran kesetimbangan. Jika kesetimbangan bergeser ke
kanan, artinya laju reaksi ke kanan yang besar sehingga zat-zat sebelah kanan
terbentuk lebih banyak. Akan tetapi, jika kesetimbangan bergeser ke kiri,
artinya laju reaksi ke kiri yang besar hingga zat-zat sebelah kiri terbentuk
lebih banyak.

Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan, yaitu sebagai


berikut.

a. Jika konsentrasi salah satu zat ditambah maka kesetimbangan akan


bergeser dari arah zat yang ditambah.

b. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi maka kesetimbangan akan


bergeser ke arah zat yang dikurangi.

Refleksi

Pelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan konsentrasi). Unsur-unsur
yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen
produk).

Tabel 8.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran
kesetimbangan
Percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi terhadap
pergeseran kesetimbangan
Data percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi
terhadap pergeseran kesetimbangan

Setelah peserta didik mempelajari tentang pergeseran dan faktor-faktor


kesetimbangan (pengaruh pe-rubahan konsentrasi), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran


kesetimbangan dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi terhadap


pergeseran kesetimbangan dengan benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi terhadap
pergeseran kesetimbangan dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 61

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh perubahan
konsentrasi.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan volume).
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh
perubahan volume terhadap pergeseran kesetimbangan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pergeseran dan faktor-
faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan volume), baik kompetensi sikap
(profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis;
kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan volume) menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan volume)
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor


kesetimbangan (pengaruh perubahan volume), peserta didik diminta untuk
membaca materi dalam buku teks pada halaman 284–285. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh


perubahan volume) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Sistem kesetimbangan, jika volume diperbesar maka konsentrasi setiap zat


dalam sistem itu akan berkurang. Dengan demikian, sistem akan mengadakan
reaksi dengan menggeser kesetimbangan ke arah zat yang jumlah
koefisiennya lebih besar.

Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan, yaitu sebagai


berikut.

a. Jika volume diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat


yang jumlah koefisiennya lebih besar.

b. Jika volume diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat


yang jumlah koefisiennya lebih kecil.

Refleksi

Pelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan volume). Unsur-unsur yang
dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
9
Tabel 8.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh perubahan volume terhadap pergeseran kesetimbangan
Percobaan tentang pengaruh perubahan volume terhadap
pergeseran kesetimbangan
Data percobaan tentang pengaruh perubahan volume terhadap
pergeseran kesetimbangan

Setelah peserta didik mempelajari tentang pergeseran dan faktor-faktor


kesetimbangan (pengaruh pe-rubahan volume), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran
ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku
tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh perubahan volume terhadap pergeseran


kesetimbangan dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh perubahan volume terhadap pergeseran
kesetimbangan dengan benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh perubahan volume terhadap
pergeseran kesetimbangan dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 62

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh perubahan
volume.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan tekanan).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


perubahan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pergeseran dan
faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan tekanan), baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan
tekanan) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan tekanan) dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global,
mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan


(pengaruh perubahan tekanan), peserta didik diminta untuk membaca materi dalam
buku teks pada halaman 285–287. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan Aktivitas Sains 8.2 pada
halaman 285–286 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh


perubahan tekanan) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh data bahwa pada saat
gas N2O4 dimasukkan ke dalam alat suntik terjadi kesetimbangan dengan
reaksi sebagai berikut.

N2O4(g) ↔ 2 NO2(g)

Tidak berwarna Merah cokelat

Ketika tekanan diperbesar, gas NO2 menjadi berkurang. Hal ini dapat dilihat
dari warna cokelat merah yang makin memudar. Hal itu disebabkan karena
koefisien gas NO2 lebih besar sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri atau
ke arah zat yang jumlah koefisiennya lebih kecil.

Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan, yaitu sebagai


berikut.

a. Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat


yang jumlah koefisien molarnya lebih kecil.

b. Jika tekanan diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat


yang jumlah koefisiennya lebih besar.

Refleksi

Pelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan tekanan). Unsur-unsur yang

dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 7.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh perubahan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan
Percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan terhadap
pergeseran kesetimbangan
Data percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan terhadap
pergeseran kesetimbangan

Setelah peserta didik mempelajari tentang pergeseran dan faktor-faktor


kesetimbangan (pengaruh pe-rubahan tekanan), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran
ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku
tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh perubahan tekanan terhadap pergeseran


kesetimbangan dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan terhadap


pergeseran kesetimbangan dengan benar.
No. Pernyataan Ya Tidak

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan terhadap
pergeseran kesetimbangan dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 63

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh perubahan
tekanan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan temperatur dan katalis).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh


perubahan temperatur dan katalis terhadap pergeseran kesetimbangan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pergeseran dan faktor-
faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan temperatur dan katalis), baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pergeseran
dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan temperatur dan
katalis) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pergeseran dan faktor-faktor
kesetimbangan (pengaruh perubahan tekanan temperatur dan katalis)
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan


(pengaruh perubahan temperatur dan katalis), peserta didik diminta untuk
membaca materi dan mengerjakan tugas dalam buku
teks pada halaman 287–289. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan Aktivitas Sains 8.3 pada
halaman 287–288 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh


perubahan temperatur dan katalis) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Pengaruh Perubahan Temperatur

Setiap perubahan temperatur akan mengakibatkan perubahan kalor. Pada


reaksi kesetimbangan, apabila temperatur diubah, terjadi perubahan
kesetimbangan. Untuk itu, selalu ditetapkan ΔH agar diketahui apakah reaksi
eksoterm atau endoterm. Pada suatu emper kesetimbangan, jika temperatur
dinaikkan maka emper akan mengadakan reaksi dengan cara menyerap kalor
sehingga kesetimbangan bergeser empera reaksi endoterm. Sebaliknya, jika
temperatur diturunkan maka emper akan melepaskan kalor dan
kesetimbangan bergeser empera reaksi eksoterm.

Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan, yaitu sebagai


berikut.

a. Jika temperatur dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser empera


reaksi endoterm.

b. Jika temperatur dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser empera


reaksi eksoterm.

Pengaruh Katalis

Katalis tidak menyebabkan kesetimbangan bergeser, melainkan hanya


mempercepat tercapainya kesetimbangan. Hal itu karena katalis
mempercepat laju reaksi, baik ke kiri maupun ke kanan dengan pengaruh
yang sama.

Refleksi

Pelajari materi tentang pergeseran dan faktor-faktor kesetimbangan (pengaruh perubahan temperatur). Unsur-unsur
yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen
produk).

Tabel 7.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengaruh perubahan temperatur terhadap pergeseran
kesetimbangan
Percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan temperatur
terhadap pergeseran kesetimbangan
Data percobaan tentang pengaruh perubahan tekanan temperatur
terhadap pergeseran kesetimbangan
Pengaruh katalis terhadap pergeseran kesetimbangan

Setelah peserta didik mempelajari tentang pergeseran dan faktor-faktor


kesetimbangan (pengaruh pe-rubahan temperatur dan katalis), peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh perubahan temperatur terhadap pergeseran


kesetimbangan dengan benar.
2. Saya dapat melakukan percobaan tentang pengaruh perubahan temperatur terhadap
pergeseran kesetimbangan dengan benar.

3. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pengaruh perubahan temperatur terhadap
pergeseran kesetimbangan dengan tepat.

4. Saya dapat menjelaskan tentang pengaruh katalis terhadap pergeseran kesetimbangan


dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 64

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh temperatur
dan katalis terhadap pergeseran kesetimbangan.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan hukum kesetimbangan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu hukum


kesetimbangan (tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi, tetapan
kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial, hubungan tetapan
kesetimbangan berdasarkan konsentrasi dengan tekanan parsial, serta
disosiasi).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi hukum kesetimbangan,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
hukum kesetimbangan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang hukum
kesetimbangan dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang hukum kesetimbangan, peserta didik


diminta untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada
halaman 290–296. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang hukum kesetimbangan dapat dipelajari melalui materi
berikut.

Pada sistem kesetimbangan, tidak terjadi perubahan makroskopis dan


konsentrasi komponen-kom-ponen zat dalam sistem tersebut tetap. Jadi,
konsentrasi komponen dapat berubah jika salah satu zat dalam sistem diubah.

Dalam keadaan setimbang, pada suatu reaksi terdapat hubungan yang erat
antara konsentrasi reaktan dengan konsentrasi produk. Keadaan tersebut
telah diselidiki oleh para ahli kimia melalui percobaan yang menampilkan data
berbagai konsentrasi yang berbeda, pada suatu reaksi setimbang.
7
Hubungan antara rumus yang memberikan harga tetap pada temperatur
tetap dan persamaan kimia adalah sebagai berikut.

Pada temperatur tetap, hasil kali konsentrasi zat-zat produk dibagi dengan
hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang masing-masing dipangkatkan
dengan harga koefisien reaksinya adalah tetap. Pernyataaan ini disebut
hukum kesetimbangan.

Untuk menyatakan hubungan antara konsentrasi zat-zat pada keadaan


kesetimbangan, pada tahun 1866 dua orang ahli kimia Norwegia, Cato
Maximilian Guldberg dan Peter Waage mengemukakan besaran yang disebut
tetapan kesetimbangan yang diberi simbol K.

Tetapan kesetimbangan adalah hasil perkalian konsentrasi pereaksi yang


masing-masing dipangkatkan koefisiennya. Tetapan kesetimbangan secara
umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tetapan kesetimbangan
berdasarkan konsentrasi (KC) dan tetapan kesetimbagan berdasarkan tekanan
parsial (KP).

Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi (KC)

Untuk kesetimbangan homogen, hukum kesetimbangan secara umum dapat


ditulis sebagai berikut. m A + n B ↔ p C + q D

Harga tetapan kesetimbangan konsentrasi (KC) adalah sebagai berikut.

Untuk menuliskan tetapan kesetimbagan dari sistem kesetimbangan


heterogen, konsentrasi zat yang berwujud padat (s) dan zat cair murni (l)
tidak dituliskan. Hal itu disebabkan karena zat yang berwujud padat dan zat
cair murni tidak mempunyai konsentrasi.

Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Parsial (KP)

Tetapan kesetimbangan untuk sistem kesetimbangan gas juga dapat


dinyatakan dengan tekanan parsial gas. Tetapan kesetimbangan berdasarkan
tekanan parsial disebut tetapan kesetimbangan tekanan parsial dan
dinyatakan dengan KP.

Rumus persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial


dapat kalian pahami melalui persamaan kimia berikut.

m A(g) + n B(g) ↔ p C(g) + q D(g)

Berdasarkan persamaan kimia tersebut dapat diperoleh rumus tetapan


kesetimbangan tekanan parsial sebagai berikut.

Pada saat kesetimbangan, gas-gas A, B, C, dan D bercampur dalam suatu


ruangan tertentu dan menimbulkan tekanan tertentu. Tekanan ini adalah
tekanan total yang ditimbulkan oleh campuran gas-gas tersebut. Setiap gas
mempunyai tekanan parsial (tekanan bagian), yaitu tekanan yang ditimbulkan
apabila gas itu sendiri berada dalam ruangan. Jika tekanan total adalah P total
dan tekanan parsial gas adalah PA, PB, PC, dan PD, maka:
Berdasarkan persamaan gas ideal, yaitu PV = nRT dapat diartikan bahwa
pada volume dan temperatur tetap, tekanan parsial berbanding lurus dengan
jumlah mol. Apabila mempunyai jumlah mol yang besar, gas tersebut akan
mempunyai tekanan parsial yang besar.

Jika m, n, p, dan q merupakan mol zat A, B, C, dan D pada keadaan


setimbang maka dapat dicari tekanan parsial dari masing-masing zat, yaitu
dengan persamaan sebagai berikut.

Hubungan Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi (KC) dengan


Tekanan Parsial (KP)

Hubungan tekanan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (KC) dengan


tekanan parsial (KP) dapat kalian pahami melalui persamaan gas ideal.

Berdasarkan persamaan tersebut dapat diketahui bahwa besarnya tetapan


kesetimbangan tekanan parsial akan berbanding lurus dengan harga tetapan
kesetimbangan konsentrasi.

Disosiasi

Disosiasi merupakan reaksi penguraian suatu zat menjadi zat-zat lain yang
lebih sederhana. Reaksi disosiasi adalah suatu reaksi setimbang dalam suatu
sistem yang tertutup, yakni sebuah zat terurai menjadi beberapa zat.

Untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi digunakan derajat


disosiasi (α). Rumus persamaan derajat disosiasi dapat dilihat sebagai berikut.

Jumlah mol zat terurai = α × Jumlah mol zat mula-mula

Jika α = 0, semua zat mula-mula tidak terurai, artinya tidak


terjadi disosiasi. Jika α = 1, seluruh zat mula-mula terurai,
artinya terjadi disosiasi sempurna. Jika 0 < α < 1, terjadi
kesetimbangan disosiasi.
Refleksi

Pelajari materi tentang hukum kesetimbangan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 8.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi
Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial
Hubungan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi
dengan tekanan parsial
Disosiasi

Setelah peserta didik mempelajari tentang hukum kesetimbangan, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

[Link] identitas kalian!

[Link] tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

[Link] pernyataan tersebut dengan jujur!

[Link] jumlah jawaban “Ya”!

[Link] kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.


9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.
Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan hubungan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi dengan


tekanan parsial dengan benar.

4. Saya dapat menentukan derajat disosiasi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

4) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

5) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

6) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 65

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang hukum
kesetimbangan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kesetimbangan dalam industri.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


kesetimbangan dalam industry (pembuatan amonia dan pembuatan asam
sulfat).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kesetimbangan dalam


industri, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi kesetimbangan dalam industri menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
kesetimbangan dalam industri dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kesetimbangan dalam industri, peserta


didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 298–300.
Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau
fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang kesetimbangan dalam industri dapat dipelajari melalui


materi berikut.

Reaksi kesetimbangan banyak ditemukan pada proses kimia dalam industri.


Permasalahan yang dihadapi oleh suatu industri adalah bagaimana
memperoleh hasil yang berkualitas tinggi dalam jumlah yang banyak dengan
menggunakan proses yang efisien dan efektif. Untuk memecahkan masalah
tersebut, pengetahuan tentang kesetimbangan kimia sangat dibutuhkan oleh
beberapa industri kimia, misalnya industri pembuatan amonia dan asam
sulfat.

Pembuatan Amonia

Proses pembuatan amonia ditemukan pertama kali oleh Fritz Haber (1868–1934)
yang berkebangsaan Jerman, kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Carl
Bosch (1874– 1940) dari Jerman. Oleh sebab itu, pembuatan amonia melalui
reaksi antara gas N2 dan gas H2 dikenal dengan proses Haber-Bosch.

Berdasarkan asas Le Chatelier, untuk mendapatkan hasil NH 3 yang


banyak, pada reaksi itu harus digunakan temperatur yang rendah dan tekanan
yang tinggi. Dengan demikian, kesetimbangan akan bergeser ke arah NH 3.
Akan tetapi, pada kenyataannya reaksi berjalan lambat pada temperatur
biasa, meskipun telah digunakan katalis oksida besi (FeO). Hal ini disebabkan
energi ikatan N≡N sangat besar. Oleh sebab itu, setelah dilakukan
penghitungan yang teliti, digunakan temperatur reaksi antara 400 °C–500 °C
dan tekanan 100 MPa (megapascal = 1 juta pascal) agar reaksi berjalan lebih
cepat, meskipun jumlah NH3 yang dihasilkan agak berkurang.

Produksi amonia umumnya digunakan untuk pembuatan pupuk sintesis.


Misalnya pupuk amonium sulfat, pupuk urea, pupuk asam nitrat, dan
senyawa-senyawa nitrogen lainnya.

Pembuatan Asam Sulfat

Produksi asam sulfat secara besar-besaran dapat dihasilkan melalui proses


kontak. Pada pembuatan asam sulfat menurut proses kontak, bahan yang
digunakan adalah belerang murni yang dibakar di udara.

Berdasarkan asas Le Chatelier, untuk mendapatkan hasil SO 3 dalam


jumlah besar maka pem-buatannya harus dilakukan pada temperatur rendah
dan tekanan tinggi agar kesetimbangan bergeser ke arah SO 3. Akan tetapi,
reaksi tidak dapat berlangsung pada temperatur rendah. Reaksi baru dapat
berlangsung pada temperatur 400 °C.

Penggunaan katalis vanadium pentaoksida (V2O5) sangat cocok dalam


reaksi pembuatan asam sulfat karena reaksi dapat berlangsung dengan baik,
yaitu 98% sempurna dan tidak memerlukan tekanan tinggi. Sebelumnya,
katalis platina (Pt) pernah digunakan. Akan tetapi, katalis platina tersebut
ternyata teracuni dan menjadi tidak aktif.

Refleksi

Pelajari materi tentang kesetimbangan dalam industri. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 8.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Kesetimbangan dalam industri
Pembuatan amonia
Pembuatan asam sulfat

Setelah peserta didik mempelajari tentang kesetimbangan dalam industri,


peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang kesetimbangan dalam industri dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang pembuatan amonia dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan tentang pembuatan asam sulfat dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 8.9 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab VIII


Soal Tantangan yang ada di Bab VIII
b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 8.10 Penilaian Tertulis

Tabel 8.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 8.11 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi
Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 8.12 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 8.13 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 8.14 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
No. Indikator Rubrik
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 8.15 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganal
isisDatam
enyimpul
Nama

kan
angk
Mer

ai
I

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 8.16 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
Interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang kesetimbangan kimia agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan kesetimbangan kimia. Selain itu,
dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam memahami kesetimbangan kimia. Kegiatan pengayaan yang diberikan
pada peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Pemahaman kalian mengenai laju reaksi semakin bertambah, bukan? Dalam
kehidupan sehari-hari kalian sering menerapkan prinsip laju reaksi dan faktor-
faktor yang mempengaruhinya. Salah satu contohnya ketika kalian ingin
memasak daging (daging sapi atau daging kambing) agar lebih cepat lunak
(empuk) maka perlu ditambahkan suatu katalis. Beberapa katalis yang dapat
digunakan untuk melunakkan daging antara lain pepaya dan nanas.
Pepaya dapat digunakan sebagai pengempuk daging. Bagian dari pepaya yang
dapat dimanfaatkan sebagai pengempuk daging sebelum dimasak adalah daun
pepaya atau direbus terlebih dahulu dengan buah pepaya muda. Coba kalian
praktikkan bersama teman kelompok kalian mengenai penggunaan katalis pepaya
untuk pengolahan daging. Lakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu kompor, panci, wadah,
sendok, pisau, daging (sapi atau kambing) yang sudah dipotong-potong,
daun pepaya atau buah pepaya muda, dan stopwatch.

2. Campurkan potongan daging secara langsung dengan daun pepaya yang


sudah dicuci bersih, kemudian diremas-remas hingga lumat dan didiamkan
sekitar 1 jam.

3. Jika kalian menggunakan buah pepaya muda, cukup cuci bersih pepaya
muda kemudian dipotong-potong. Selanjutnya, campurkan potongan buah
pepaya bersama daging dan diamkan sekitar 1 jam.

4. Selanjutnya, rebus daging yang sudah dicampur dengan daun pepaya atau
potongan buah pepaya. Amati dan catat waktu yang diperlukan agar
daging masak dan diperoleh tekstur daging yang lunak atau empuk.
Bandingkan jika daging tersebut tidak dicampur dengan daun atau buah
pepaya. Manakah yang akan lebih lunak atau empuk terlebih dahulu?

5. Tuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan sederhana! Selanjutnya,


kumpulkan hasilnya kepada guru pembimbing untuk diberikan penilaian!
Kesetimbangan terdapat di industri, yaitu pada pembuatan amonia dan
pembuatan asam sulfat. Lakukanlah dengan teman kelompok kalian! Pilihlah
salah satu tema, pembuatan amonia atau pembuatan asam sulfat? Apakah di
daerah kalian ada industri tersebut? Jika ada, lakukanlah survei ke industri
tersebut! Jika tidak ada, carilah literatur sebanyak-banyaknya mengenai
industri amonia atau asam sulfat!
1. Apakah bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembuatan amonia
atau asam sulfat? Apakah kegunaan bahan-bahan tersebut?

2. Buatlah tahap-tahap proses permbuatan amonia atau asam sulfat tersebut!


Bahan-bahan apa yang digunakan pada tahapan tersebut!

3. Bagaimana parameter temperatur dan tekanan pada pembuatan amonia


atau asam sulfat tersebut? Pada tahapan apa parameter tersebut
digunakan? Seandainya parameter tersebut diganti (temperatur dan
tekanan diganti), bagaimana hasil yang didapatkan?

Buatlah hasil survei tersebut ke dalam suatu makalah sederhana! Lampirkan


foto-foto yang mendukung hasil survei kelompok kalian tersebut!

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata Pelajaran : Kimia

Nama Proyek : Percobaan Sederhana (Penerapan Kesetimbangan kimia dalam


Kehidupan Sehari-hari) Alokasi Waktu : Satu Minggu

Nama : Kelas : XI

Tabel 8.17 Penilaian Proyek

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran jawaban
Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Penggunaan strategi benar dan tepat
7. Kerapian atau keindahan
Jumlah

Indikator Rubrik Penilaian Proyek

Tabel 8.18 Indikator Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria

4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban sangat
lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama kelompok sangat baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar sangat akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan baik di depan kelas.

3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar cukup akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan cukup baik di kelas.

2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar kurang akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik,
tersedia laporan kerja tetapi tidak disajikan di kelas.

1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban tidak
lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik, interpretasi jawaban masalah/
gambar tidak akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia
laporan kerja dan tidak disajikan di depan kelas.

0 Tidak melakukan tugas proyek


Medan, Agustus 2024

Guru Bidang Studi

Kepala Sekolah SMA St. Thomas


2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link]

Oratna Sembiring, [Link]


LARUTAN ASAM BASA

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Larutan Asam Basa

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 18 JP (9 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang reaksi kimia. dikembangkan pada
Selain itu, peserta didik juga dapat Fase F adalah bernalar kritis
menuliskan nama (memproses infor-
suatu senyawa kimia dan reaksi masi, menganalisis, dan mengevaluasi
pengionannya sesuai penalaran);
dengan kemampuan dan pengetahuan kreatif (menghasilkan gagasan yang
yang dimi- orisinal); ber-
gotong royong (kemampuan bekerja
likinya. sama dengan
orang lain); serta beriman dan
bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa (menjaga
lingkungan dan
memahami keterhubungan ekosistem
bumi yang
ditunjukkan melalui proses
pembelajaran larutan
asam basa.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 9.1: cawan porselen dan mortal, corong, kertas saring,
pengaduk, tabung reaksi, pipet tetes, erlenmeyer, air suling, larutan cuka, air
kapur, serta bunga sepatu atau bunga hydrangea.

b. Aktivitas Sains 9.2: tabung reaksi dan rak, pita indikatoruniversal, larutan
HCl 0,1 M, larutan CH3COOH 0,1 M, air suling, larutan NaOH 0,1 M, dan
larutan NH3 0,1 M.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang larutan asam basa seperti berikut.

1) Perkembangan konsep asam basa

2) Indikator asam basa

3) pH larutan asam dan basa

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi larutan asam basa.

b. Gambar yang menunjukkan larutan asam basa.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan larutan asam basa.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan larutan asam basa.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.

Pengaturan Pembelajaran
Pengaturan Peserta Didik Metode
• Individu • Diskusi
Demonstr
• Berpasangan • asi
• Berkelompok • Simulasi
Resproka
• Klasikal • l
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. menjelaskan teori asam basa menurut Arrhenius, Bronsted-Lowry, serta


Lewis;

2. mendeskripsikan asam kuat dan basa kuat yang terdisosiasi sempurna dalam
air;

3. mendeskripsikan asam lemah dan basa lemah yang terdisosiasi sebagian


dalam air;

4. mengukur pH larutan dengan menggunakan indikator;

5. menghitung pH larutan asam atau basa dari data konsentrasinya;

6. mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa;

7. memperkirakan pH suatu larutan yang tidak dikenal.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang larutan asam basa,


manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini memberikan
nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika mendengar kata asam dan basa?
Tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan larutan asam basa? Dapatkah kalian
menyebutkan contoh larutan asam dan basa yang ada dalam kehidupan hari-
hari?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.

a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan larutan asam


basa .
c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

2. Kegiatan Pengajaran
Pertemuan 66

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penerapan
kesetimbangan dalam industri.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perkembangan konsep asam basa.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Arrhenius).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Arrhenius), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Arrhenius) menggunakan tes tertulis
dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan
tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut
Arrhenius) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori


asam basa menurut Arrhenius), peserta didik diminta untuk mengamati gambar
dan membaca materi dalam buku teks pada halaman 315–318. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa


menurut Arrhenius) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Teori Asam Basa Menurut Arrhenius

Pada tahun 1887, Svante August Arrhenius, seorang ahli kimia dari Swedia
mengemukakan tentang konsep asam dan basa. Arrhenius menjelaskan
bagaimana kekuatan asam dalam air tergantung pada konsentrasi ion-ion
hidrogen di dalamnya.

Asam

Menurut Arrhenius, asam didefinisikan sebagai zat-zat yang dapat


melepaskan ion hidrogen (H+) jika dilarutkan dalam air atau zat yang dapat
memperbesar konsentrasi ion H+ jika dilarutkan dalam air.
Asam terdiri atas asam kuat dan asam lemah. Asam yang dalam larutan
banyak menghasilkan ion H+ disebut asam kuat, sedangkan asam yang
sedikit menghasilkan ion H+ disebut asam lemah. Dalam penulisan reaksi,
asam kuat ditulis dengan satu anak panah. Hal ini menunjukkan bahwa asam
kuat terion sempurna sehingga reaksi terjadi dari kiri ke kanan. Adapun
penulisan pengionan asam lemah dinyatakan dengan anak panah bolak-balik,
karena hanya terion sangat sedikit sehingga reaksi berlangsung ke arah
kanan dan ke arah kiri.

Ciri khas asam ialah dalam pelarut air mengion menjadi ion hidrogen yang
bermuatan positif (H+) dan ion lain yang bermuatan negatif, disebut ion sisa
asam. Ion H+ inilah yang sebenarnya pembawa sifat asam.

Contoh: HCl(aq) → H+(aq) + Cl−(aq)

Basa

Menurut Arrhenius, basa didefinisikan sebagai zat-zat yang dalam air


menghasilkan ion hidroksida (OH−) atau zat yang dapat memperbesar
konsentrasi ion OH− dalam air.

Contoh: NaOH(aq) → Na+(aq) + OH−(aq)

Basa juga terdiri atas basa kuat dan basa lemah. Basa yang dalam larutan
banyak menghasilkan ion OH− disebut basa kuat, sedangkan yang sedikit
menghasilkan ion OH− disebut basa lemah. Basa kuat terion hampir
sempurna, sedangkan basa lemah terion tidak sempurna. Penulisan reaksi
pengionan untuk basa kuat sama dengan penulisan pengionan asam kuat dan
penulisan pengionan basa lemah sama dengan penulisan pengionan asam
lemah.

Senyawa basa dalam air akan terion menghasilkan ion OH −. Dengan


demikian, sifat basa disebabkan adanya ion OH −. Ion OH− inilah sebagai
pembawa sifat basa. Jumlah ion OH − yang dilepaskan oleh basa disebut
valensi basa.

Teori asam basa Arrhenius merupakan teori asam basa yang pertama kali
dapat diterima. Akan tetapi, teori ini memiliki beberapa kekurangan, antara
lain sebagai berikut.

a. Hanya dapat menjelaskan sifat asam basa apabila suatu zat dilarutkan
dalam air.

b. Tidak dapat menjelaskan sifat basa amonia dan natrium karbonat yang
tidak mengandung ion OH–, namun dapat menghasilkan ion OH – ketika
dilarutkan dalam air.

Refleksi

Pelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Arrhenius). Unsur-unsur yang dinilai
adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
Contoh dan nama senyawa asam dan basa
Reaksi pengionan asam dan basa
Valensi asam dan basa
Setelah peserta didik mempelajari tentang perkembangan konsep asam basa
(teori asam basa menurut Arrhenius), peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil
pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!


5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan contoh dan nama senyawa asam dan basa dengan tepat.
No. Pernyataan Ya Tidak

3. Saya dapat menuliskan reaksi pengionan asam dan basa dengan tepat.

4. Saya dapat menunjukkan valensi asam dan basa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 67

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang teori asam basa
menurut Arrhenius.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perkembangan konsep asam basa.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Brønsted-Lowry).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Brønsted-Lowry), baik kompetensi sikap
(profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Brønsted-Lowry) menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa
menurut Brønsted-Lowry) dengan menekankan pada pengembangan nilai-
nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori


asam basa menurut Brønsted-Lowry), peserta didik diminta untuk membaca
materi dalam buku teks pada halaman 319–320. Guru juga dapat mengarahkan
peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa
menurut Brønsted-Lowry) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Teori Asam Basa Menurut Brønsted-Lowry

Pada tahun 1923, Johannes N. Brønsted dan Thomas Lowry mengemukakan


model atau teori asam dan basa. Menurut Brønsted dan Lowry, asam adalah
senyawa yang dapat memberikan proton (H +) kepada senyawa lain dan
disebut dengan donor proton, sedangkan basa adalah senyawa yang menerima
proton (H+) dari senyawa lain dan disebut dengan akseptor proton.

Konsep asam dan basa menurut Brønsted-Lowry ialah suatu zat bersifat
asam atau bersifat basa dapat ditentukan dengan melihat kemampuan zat
tersebut dalam serah terima proton dalam larutan. Dalam hal ini pelarut tidak
terbatas oleh pelarut air saja, tetapi dapat berupa pelarut lain yang sering
dijumpai di laboratorium, seperti alkohol, amonia cair, dan eter.

Contoh:

HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) +


Cl–(aq) Asam Basa Asam Basa

Air dapat bersifat asam dan basa. Zat yang dapat bersifat sebagai asam
dan basa disebut amfiprotik. Persamaan kimianya adalah sebagai berikut.

Secara umum, teori asam basa Brønsted dan Lowry berlaku hal berikut.

Teori asam basa Bronsted-Lowry memiliki kelebihan dan kekurangan.


Kelebihan teori asam basa Bronsted-Lowry antara lain sebagai berikut.

a. Dapat menjelaskan sifat asam basa zat pada pelarut dan larutan selain air,
bahkan tanpa pelarut.

b. Dapat menjelaskan sifat asam basa kation dan anion.

c. Dapat menjelaskan zat yang dapat bersifat amfiprotik atau amfoter, yaitu
dapat berupa asam atau basa.
Adapun kekurangan teori asam basa Bronsted-Lowry, yaitu teori ini tidak
dapat menjelaskan sifat asam basa yang tidak melibatkan transfer proton.

Refleksi

Pelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Brønsted-Lowry). Unsur-unsur yang

dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian asam dan basa menurut Brønsted-Lowry
Pasangan asam basa konjugasi
Contoh dan nama senyawa asam dan basa Brønsted-Lowry
Setelah peserta didik mempelajari tentang perkembangan konsep asam basa
(teori asam basa menurut Brønsted-Lowry), peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran
ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku
tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
279
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Brønsted-Lowry dengan benar.

2. Saya dapat menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasi dengan tepat.

3. Saya dapat menuliskan contoh dan nama senyawa asam dan basa Brønsted-Lowry dengan
tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 68

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang teori asam basa
menurut Brønsted-Lowry.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perkembangan konsep asam basa
(teori asam basa menurut Lewis).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Lewis).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Lewis), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi perkembangan konsep
asam basa (teori asam basa menurut Lewis) menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Lewis) dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.


Sebelum mempelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori
asam basa menurut Lewis), peserta didik diminta untuk membaca materi dalam
buku teks pada halaman 321–322. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa


menurut Lewis) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Teori Asam basa Lewis merupakan penyempurnaan dari teori asam basa
Bronsted-Lowry. Hal ini dikarenakan teori asam basa Bronsted-Lowry tidak
dapat menjelaskan sifat asam basa yang tidak melibatkan transfer proton.
Pada tahun 1923, Gillbert Newton Lewis mengemukakan konsep tentang
asam dan basa. Asam adalah senyawa yang dapat menerima pasangan elektron
dari senyawa lain sehingga membentuk ikatan kovalen koordinasi. Contohnya
BF3, FeCl3, dan AlCl3 yang menunjukkan sifat asam dalam reaksi. Basa adalah
senyawa yang dapat memberi pasangan elektron. Contohnya NH 3, H2O, dan CN–
yang menunjukkan sifat basa dalam reaksi. Reaksi asam basa menurut Lewis
sebagai berikut.

Teori asam basa Lewis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan


teori asam basa Lewis antara lain sebagai berikut.

a. Dapat menjelaskan sifat asam basa yang tidak melibatkan transfer proton.

b. Dapat menjelaskan sifat asam basa, oksida asam, dan oksida basa.

c. Dapat menjelaskan sifat asam basa molekul senyawa yang memiliki


pasangan elektron bebas.

d. Dapat menjelaskan sifat asam basa zat organik, seperti protein dan DNA.

Adapun kekurangan teori asam basa Lewis, yaitu teori ini hanya dapat
menjelaskan sifat asam basa zat atau ion yang mencapai kaidah oktet atau
kestabilan saja.

Refleksi

Pelajari materi tentang perkembangan konsep asam basa (teori asam basa menurut Lewis). Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian asam dan basa menurut teori Lewis
Contoh nama senyawa asam dan basa menurut teori Lewis
Kelebihan dan kekurangan teori Lewis
1
Setelah peserta didik mempelajari tentang perkembangan konsep asam basa
(teori asam basa menurut Lewis), peserta didik diminta untuk menuliskan materi
yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian asam dan basa menurut teori Lewis dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan contoh nama senyawa asam dan basa menurut teori Lewis dengan
benar.

3. Saya dapat menjelaskan kelebihan dan kekurangan teori Lewis dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 69

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang teori asam basa
menurut Lewis.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan indikator asam basa.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu indikator asam
basa (indikator alami).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi indikator asam basa
(indikator alami), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan
observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong
royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis
materi indikator asam basa (indikator alami) menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
indikator asam basa (indikator alami) dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang indikator asam basa (indikator alami), peserta
didik diminta untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada
halaman 323–326. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 9.1 pada
halaman 323–325 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.
Pembelajaran tentang indikator asam basa (indikator alami) dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Untuk mengenali suatu zat apakah bersifat asam atau basa kita tidak boleh
memegang atau mencicipinya, karena akan sangat berbahaya. Contohnya asam
sulfat (H2SO4), yang dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai accu zuur
(air aki). Jika tangan atau kulit terkena asam sulfat akan melepuh seperti luka
bakar dan bila mata yang terkena akan buta. Contoh lain, misalnya natrium
hidroksida (NaOH) merupakan basa yang banyak digunakan untuk membersihkan
saluran air bak cuci. Jika tangan atau kulit terkena natrium hidroksida akan
terasa gatal-gatal dan tangan mudah terluka atau iritasi.

Cara yang tepat untuk menentukan sifat asam dan sifat basa adalah dengan
menggunakan zat penunjuk yang disebut indikator. Apa yang kalian ketahui
tentang indikator asam basa? Indikator asam basa adalah zat yang dapat berbeda
warna jika berada dalam lingkungan asam atau lingkungan basa. Ada beberapa
jenis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan antara larutan yang
bersifat asam dengan larutan yang bersifat basa, yaitu indikator alami, kertas
lakmus, dan larutan indikator.

Indikator asam basa dapat dibuat secara sintesis (buatan) maupun secara
alami. Di alam, banyak ditemukan tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan
indikator asam basa. Mahkota bunga-bunga berwarna, daun, kubis, kunyit,
wortel, dan bit dapat digunakan sebagai indikator alami untuk membedakan
antara larutan yang bersifat asam dengan larutan yang bersifat basa.

Ekstrak bunga dapat bertindak sebagai indikator karena dapat berubah warna
sesuai dengan ling-kungannya. Untuk melihat perubahan warna indikator dari
ekstrak kol merah, amati gambar berikut.
Refleksi

Pelajari materi tentang indikator asam basa (indikator alami). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian indikator asam basa
Indikator alami dan contohnya
Percobaan tentang pembuatan indikator alami
Data tentang pembuatan indikator alami

Setelah peserta didik mempelajari tentang indikator asam basa (indikator alami),
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pan-casila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diper-oleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian indikator asam basa dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang indikator alami dan contohnya dengan benar.

3. Saya dapat melakukan percobaan tentang pembuatan indikator alami dengan benar.

4. Saya dapat menganalisis data percobaan tentang pembuatan indikator alami dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 70

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang indikator asam basa
(indikator alami).

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan indikator asam basa (kertas lakmus
dan larutan indikator).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu indikator


asam basa (kertas lakmus dan larutan indikator).

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi indikator asam basa (kertas
lakmus dan larutan indikator), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter
gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi indikator asam basa (kertas lakmus dan
larutan indikator) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang indikator asam basa (kertas lakmus
dan larutan indikator) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang indikator asam basa (kertas lakmus dan
larutan indikator), peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan membaca
materi dalam buku teks pada halaman 326–327. Guru juga dapat mengarahkan
peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang indikator asam basa (kertas lakmus dan larutan indikator)
dapat dipelajari melalui materi berikut.

Kertas Lakmus

Kertas lakmus merupakan salah satu jenis indikator buatan (sintesis) yang
sering digunakan di laboratorium kimia. Kertas lakmus yang umum digunakan
sebagai indikator asam basa ialah kertas lakmus merah dan kertas lakmus
biru.

Tabel berikut menyajikan hasil pengujian perubahan warna kertas lakmus


dalam larutan zat-zat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Larutan yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah bersifat
asam dan larutan yang mengubah warna lakmus merah menjadi biru bersifat
basa, sedangkan yang tidak mengubah warna lakmus bersifat netral. Sifat
larutan terhadap kertas lakmus sebagai berikut.

a. Larutan asam memerahkan lakmus biru.

b. Larutan basa membirukan lakmus merah.


c. Larutan netral tidak mengubah warna lakmus.

Larutan Indikator

Larutan indikator merupakan salah satu jenis indikator buatan (sintesis) selain
kertas lakmus. Larutan indikator yang sering digunakan di laboratorium kimia
adalah fenolftalein, metil merah, metil jingga, dan bromtimol biru. Tabel
berikut merupakan hasil pengujian perubahan warna beberapa larutan
indikator dalam larutan asam dan larutan basa.
Refleksi

Pelajari materi tentang indikator asam basa (kertas lakmus dan larutan indikator). Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian kertas lakmus
Perubahan warna kertas lakmus dalam larutan asam dan basa
Perbedaan sifat larutan terhadap kertas lakmus
Pengertian larutan indikator
Larutan indikator dan perubahan warnanya dalam larutan asam
dan larutan basa

Setelah peserta didik mempelajari tentang indikator asam basa (kertas lakmus
dan larutan indikator), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menulis-kan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, lapor-kan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian kertas lakmus dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan perubahan warna kertas lakmus dalam larutan asam dan basa dengan
benar.

3. Saya dapat menjelaskan perbedaan sifat larutan terhadap kertas lakmus dengan benar.

4. Saya dapat menjelaskan pengertian larutan indikator dengan benar.

5. Saya dapat menjelaskan larutan indikator dan perubahan warnanya dalam larutan asam dan
larutan basa dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 5 pernyataan terisi “Ya” Jika 3–4 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


9
Pertemuan 71

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang indikator asam basa
(kertas lakmus dan larutan indikator).

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pH larutan asam dan basa (kekuatan
larutan asam dan larutan basa).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pH larutan


asam dan basa (kekuatan larutan asam dan larutan basa).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pH larutan asam dan
basa (kekuatan larutan asam dan larutan basa), baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pH larutan asam dan
basa (kekuatan larutan asam dan larutan basa) menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
pH larutan asam dan basa (kekuatan larutan asam dan larutan basa) dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pH larutan asam dan basa (kekuatan


larutan asam dan larutan basa), peserta didik diminta untuk mengamati gambar
dan membaca materi dalam buku teks pada halaman 328– 333. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pH larutan asam dan basa (kekuatan larutan asam dan
larutan basa) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Kekuatan Larutan Asam dan Larutan Basa

Kekuatan asam dan kekuatan basa dapat dilihat dari derajat pengionannya.
Derajat pengionan dilambangkan dengan α. Derajat pengionan (α) adalah
perbandingan antara jumlah molekul zat yang terion dengan jumlah molekul
zat mula-mula. Diketahui bahwa perbandingan molekul sama dengan
perbandingan mol sehingga derajat pengionan (α) dapat dinyatakan sebagai
berikut.
Larutan elektrolit kuat mengalami pengionan hampir sempurna karena hanya
sedikit molekul yang tidak terion sehingga harga α mendekati 1 (satu) atau
dianggap = 1. Adapun larutan elektrolit lemah hanya mengalami pengionan
sebagian sehingga harga α sangat kecil.

Tetapan Kesetimbangan Pengionan Asam Lemah

Tetapan kesetimbangan pengionan asam lemah diberi simbol Ka.

Apabila persamaan di atas diselesaikan dengan mensubstitusikan α pada [H +]


maka akan diperoleh nilai α seperti berikut.

Tetapan Kesetimbangan Pengionan Basa Lemah

Konstanta kesetimbangan pengionan basa lemah diberi simbol Kb.

Dengan cara yang sama seperti pada asam lemah akan diperoleh:

Refleksi

Pelajari materi tentang pH larutan asam dan basa (kekuatan larutan asam dan larutan basa). Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Kekuatan larutan asam dan larutan basa
Derajat pengionan
Tetapan kesetimbangan pengionan asam lemah
Tetapan kesetimbangan pengionan basa lemah
Derajat pengionan asam lemah
Derajat pengionan basa lemah

Setelah peserta didik mempelajari tentang pH larutan asam dan basa (kekuatan
larutan asam dan larutan basa), peserta didik diminta untuk menuliskan materi
yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar
Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian,
laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang kekuatan larutan asam dan larutan basa dengan benar.

2. Saya dapat menjelaskan tentang derajat pengionan larutan asam dan basa dengan benar.

3. Saya dapat menghitung tetapan kesetimbangan pengionan asam lemah dengan tepat.
No. Pernyataan Ya Tidak

4. Saya dapat menghitung tetapan kesetimbangan pengionan basa lemah dengan tepat.

5. Saya dapat menghitung derajat pengionan asam lemah dengan tepat.

6. Saya dapat menghitung derajat pengionan basa lemah dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 5–6 pernyataan terisi “Ya” Jika 3–4 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 72

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kekuatan larutan
asam dan larutan basa.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan tetapan kesetimbangan pengionan air
dan eksponen ion hidrogen.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu tetapan


kesetimbangan pengionan air dan eksponen ion hidrogen.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi tetapan kesetimbangan
pengionan air dan eksponen ion hidrogen, baik kompetensi sikap (profil
pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi tetapan kesetimbangan
pengionan air dan eksponen ion hidrogen menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
tetapan kesetimbangan pengionan air dan eksponen ion hidrogen dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang tetapan kesetimbangan pengionan air dan


eksponen ion hidrogen, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku
teks pada halaman 334–335. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang tetapan kesetimbangan pengionan air dan eksponen ion
hidrogen dapat dipelajari melalui materi berikut.

Tetapan Kesetimbangan Pengionan Air

Air murni bila diuji dengan menggunakan alat uji yang sangat peka, ternyata
air memperlihatkan daya hantar listrik meskipun sangat lemah. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa air dapat terion menjadi ion H + dan ion OH– meskipun
sedikit.

Tetapan kesetimbangan air disebut hasil kali dari air dan dinyatakan sebagai
Kw. Persamaan kesetimbangan pengionan air tersebut dapat dituliskan
sebagai berikut.

Eksponen Ion Hidrogen

Perhitungan-perhitungan mengenai konsentrasi H+ atau OH– dalam suatu


larutan selalu menyangkut bilangan-bilangan yang sangat kecil. Bilangan-
bilangan itu dinyatakan dalam harga logaritma negatifnya. Penyederhanaan
bilangan yang sangat kecil dengan harga logaritma negatifnya dikemukakan
oleh ahli kimia Denmark, S.P.L Sorensen pada tahun 1909 dengan
mengajukan konsep pH (p berasal dari kata potenz yang berarti pangkat dan
H adalah tanda atom hidrogen).

Air bersifat netral karena [H+] = [OH–] = 10–7 sehingga pH = pOH = 7.


Seperti tetapan kesetimbangan lainnya hasil kali ion dan air terion dengan
berbagai temperatur.

Untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan digunakan


standar eksponen ion hidrogen atau pH yang dinyatakan dengan angka 0
sampai 14. Derajat keasaman atau pH dapat dituliskan dengan diagram
seperti gambar berikut.
Berdasarkan gambar di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.

a. Larutan yang bersifat asam akan menunjukkan pH < 7. Makin kuat sifat
asam suatu larutan, makin banyak ion H+ dan makin kecil pH larutan.

b. Larutan yang bersifat basa mempunyai pH > 7. Makin kuat sifat basa,
makin banyak ion OH– dalam larutan dan makin besar pH-nya.

c. Larutan yang bersifat netral, yaitu larutan yang tidak bersifat asam atau
bersifat basa dan mempunyai pH = 7.

Refleksi

Pelajari materi tentang tetapan kesetimbangan pengionan air dan eksponen ion hidrogen. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Tetapan kesetimbangan pengionan air
Eksponen ion hidrogen

Setelah peserta didik mempelajari tentang tetapan kesetimbangan pengionan air


dan eksponen ion hidrogen, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang
belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila
apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan
hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.


5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.


No. Pernyataan Ya Tidak

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tetapan kesetimbangan pengionan air dengan benar.

2. Saya dapat menentukan eksponen ion hidrogen dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan perbedaan larutan bersifat asam, basa, dan netral dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 73

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang tetapan
kesetimbangan pengionan air dan eksponen ion hidrogen.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penentuan pH larutan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penentuan


pH larutan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penentuan pH larutan,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
penentuan pH larutan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penentuan pH larutan
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penentuan pH larutan, peserta didik


diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 335–338. Guru
juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning serta melakukan Aktivitas Sains 9.2 pada halaman 337–338 yang
ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang penentuan pH larutan dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Penentuan pH

Ada beberapa cara untuk mengetahui pH larutan, yaitu dengan menggunakan


larutan indikator, indikator universal, dan pH meter.

a. Penentuan pH Menggunakan Larutan Indikator

Biasanya, di laboratorium tersedia beberapa jenis larutan indikator. Beberapa


jenis indikator dapat dilihat pada gambar berikut.
Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna disebut trayek
pH atau trayek perubahan warna indikator. Dengan mengenali warna trayek
pH dari beberapa jenis indikator, kita dapat dengan mudah memperkirakan
pH suatu larutan.

b. Penentuan pH Menggunakan Indikator Universal

Indikator universal dapat digunakan untuk mengetahui besar pH larutan.


Penggunaan indikator uni-versal ini sangat sederhana, yaitu dengan cara
dicelupkan pada larutan atau ditetesi dengan larutan yang akan diukur pH-nya,
kemudian bandingkan perubahan warna yang terjadi pada peta warna yang
tersedia.
c. Penentuan pH Menggunakan pH Meter

pH meter adalah alat pengukur pH dengan ketelitian yang sangat tinggi. pH


meter dapat menyatakan pH larutan sampai dua angka desimal pada
temperatur [Link] menggunakan pH meter sangat sederhana, yaitu
dengan mencelupkan pH meter ke dalam larutan yang akan diperiksa.
Kemudian, baca skala yang ditunjukkan oleh jarum atau angka pada pH meter
tersebut.

Pada konsentrasi yang sama, pH larutan asam kuat lebih kecil daripada pH
larutan asam lemah, sedangkan pH larutan basa kuat lebih besar daripada pH
larutan basa lemah.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan berbagai benda dengan nilai
pH tertentu. Misalnya, beberapa larutan seperti air murni, air hujan, susu, jus
jeruk, cuka, darah, serta zat sisa rumah tangga, seperti amonia, memiliki nilai
pH yang berbeda-beda.

Refleksi

Pelajari materi penentuan pH larutan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses)
dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 9.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Penentuan pH larutan dengan menggunakan larutan indikator
Penentuan pH larutan dengan menggunakan indikator universal
Penentuan pH larutan dengan menggunakan pH meter melalui
percobaan

Setelah peserta didik mempelajari tentang penentuan pH larutan, peserta didik


diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.


No. Pernyataan Ya Tidak

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan pH larutan dengan menggunakan larutan indikator dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan pH larutan dengan menggunakan indikator universal dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan pH larutan dengan menggunakan pH meter melalui percobaan


dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

6) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

7) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

8) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 74

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penentuan pH
larutan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pH larutan asam kuat dan basa kuat
serta pH larutan asam lemah dan basa lemah.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pH larutan


asam kuat dan basa kuat serta pH larutan asam lemah dan basa lemah.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pH larutan asam kuat
dan basa kuat serta pH larutan asam lemah dan basa lemah, baik kompetensi
sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pH larutan asam kuat
dan basa kuat serta pH larutan asam lemah dan basa lemah menggunakan tes
tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang pH larutan asam kuat dan basa kuat serta pH larutan
asam lemah dan basa lemah dengan menekankan pada pengembangan nilai-
nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pH larutan asam kuat dan basa kuat serta
pH larutan asam lemah dan basa lemah, peserta didik diminta untuk membaca
materi dalam buku teks pada halaman 338–341. Guru juga dapat mengarahkan
peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pH larutan asam kuat dan basa kuat serta pH larutan
asam lemah dan basa lemah dapat dipelajari melalui materi berikut.

pH Larutan Asam Kuat dan Basa Kuat

Secara teoretis, untuk menghitung konsentrasi ion H+ pada asam kuat dan ion
OH– pada basa kuat, tergantung pada banyaknya ion H+ atau ion OH– pada
asam kuat dan basa kuat tersebut.
Asam Kuat

Basa Kuat
Jadi, diperoleh persamaan sebagai berikut.
pH Larutan Asam Lemah dan Basa Lemah

Dalam asam lemah dan basa lemah, hanya sebagian kecil saja molekulmolekul
asam lemah atau basa lemah yang dapat terion dalam air. Banyaknya asam
atau basa yang terurai ditentukan oleh derajat pengionan (α) sehingga dapat
diketahui banyaknya ion H+ atau ion OH – dalam larutan. Konsentrasi ion H +
dan ion OH– dapat juga diperoleh dari harga tetapan kesetimbangan
pengionan asam lemah (Ka) atau basa lemah (Kb). Adapun besarnya
konsentrasi ion H+ pada asam lemah dan ion OH– pada basa lemah sebagai
berikut.

Refleksi

Pelajari materi tentang pH larutan asam kuat dan basa kuat serta pH larutan asam lemah dan basa lemah. Unsur-
unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).

Tabel 9.9 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
pH larutan asam kuat
pH larutan basa kuat
pH larutan asam lemah
pH larutan basa lemah

Setelah peserta didik mempelajari tentang pH larutan asam kuat dan basa kuat
serta pH larutan asam lemah dan basa lemah, peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
1
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan tentang pH larutan asam kuat dengan tepat.


2. Saya dapat menentukan tentang pH larutan basa kuat dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan tentang pH larutan asam lemah dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan tentang pH larutan basa lemah dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan
guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses
pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 9.10 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab IX

Soal Tantangan yang ada di Bab IX

b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 9.11 Penilaian Tertulis

Tabel 9.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
3. Asesmen Keterampilan

a. Penilaian Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 9.12 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 9.13 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

No. Indikator Rubrik


1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 9.14 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 9.15 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 9.16 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
mpulkan
alisisDat
Mengan

amenyi
Nama

n
e

k
g
r
I
A
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
Penilaian

dan
Kelompok/

dan
enyimpulk
Menganal
isisDatam
Nama

an
angk
Mer

ai
B

II

...

*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 9.17 Penilaian Proyek


Jumlah
Nilai Keterangan
skor
Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang larutan asam basa agar dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.
2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan larutan asam basa. Selain itu,
dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam memahami larutan asam basa. Kegiatan pengayaan yang diberikan pada
peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Indikator asam basa merupakan salah satu bahan penting yang digunakan dalam
praktikum kimia di laboratorium. Dalam laboratorium kimia, indikator asam basa
yang biasa digunakan adalah indikator buatan dan indikator alami. Indikator
buatan ialah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau pabrik
kimia. Adapun indikator alami, yaitu bahan-bahan alam yang dapat berubah
warnanya dalam larutan asam, basa, dan netral. Indikator alami yang umum
digunakan adalah tumbuhan yang berwarna mencolok berupa bunga-bungaan,
umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan.

Tahukah kalian, indikator alami dapat dibuat secara sederhana. Kalian dapat
melakukan percobaan untuk membuat indikator asam basa dari ekstrak bahan
alami serta menentukan sifat larutan dengan indikator alami yang akan kalian
buat. Alat dan bahan yang perlu kalian siapkan antara lain lumpang dan alu (alat
penumbuk), tabung reaksi, pipet tetes, bunga kamboja merah dan kulit manggis,
cuka, air kapur, air sabun, air jeruk, dan air biasa. Adapun langkah kerjanya,
yaitu sebagai berikut.

1. Menggerus beberapa helai mahkota bunga kamboja merah dengan


menggunakan lumpang dan alu sampai halus, kemudian tambahkan air
sekitar 6 mL. Ulangi langkah ini untuk kulit manggis.

2. Menuangkan 1 mL setiap ekstrak (bunga kamboja merah dan kulit manggis) ke


dalam tabung reaksi.

3. Menambahkan cuka pada setiap tabung reaksi yang berisi ekstrak bunga
kamboja merah dan kulit manggis dengan menggunakan pipet tetes.

4. Menggoyangkan tabung dan mengamati perubahan warna yang terjadi,


kemudian catat hasilnya.

5. Ulangi langkah 2 sampai 4 dengan menggunakan air kapur, air sabun, air
jeruk, dan air biasa.

Tuliskan hasil percobaan dalam bentuk laporan sederhana! Buatlah


laporan tersebut semaksimal mungkin dan lengkapi dengan gambar-gambar
hasil praktikum agar lebih menarik! Kumpulkan hasil laporan yang kalian buat
kepada guru pembimbing untuk diberikan penilaian!
Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata Pelajaran : Kimia

Nama Proyek : Percobaan Sederhana (Pembuatan indicator alami)

Alokasi Waktu : Satu Minggu

Nama :

Kelas : XI
Tabel 9.18 Penilaian Proyek

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran jawaban
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Penggunaan strategi benar dan tepat
7. Kerapian atau keindahan
Jumlah

Indikator Rubrik Penilaian Proyek

Tabel 9.19 Indikator Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria

4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban sangat
lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama kelompok sangat baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar sangat akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan baik di depan kelas.

3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar cukup akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan cukup baik di kelas.

2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar kurang akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik,
tersedia laporan kerja tetapi tidak disajikan di kelas.

1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban tidak
lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik, interpretasi jawaban masalah/
gambar tidak akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia
laporan kerja dan tidak disajikan di depan kelas.

0 Tidak melakukan tugas proyek


Medan, Agustus 2024

Guru Bidang Studi

Kepala Sekolah SMA St. Thomas


2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link]

Oratna Sembiring, [Link]


KESETIMBANGAN ION DALAM LARUTAN

Sekolah : SMA Santo Thomas 2 Medan


Mata Pelajaran : Kimia

Materi : Kesetimbangan Ion dalam Larutan

Fase/Kelas : F/XI

Alokasi Waktu : 32 JP (16 kali pertemuan)

Kompetensi Awal: Profil Pelajar Pancasila:


Peserta didik telah mengetahui Profil pelajar Pancasila yang
tentang stoikiometri dikembangkan pada
dalam larutan dalam reaksi asam dan Fase F adalah bernalar kritis
basa. Selain (memproses informasi,
itu, peserta didik juga dapat menganalisis, dan mengevaluasi
menjelaskan reaksi penalaran); kreatif
asam dan basa (asam kuat dengan (menghasilkan gagasan yang orisinal);
basa kuat, bergotong
asam lemah dengan basa kuat, asam royong (kemampuan bekerja sama
kuat dengan dengan orang
basa lemah, dan asam lemah dengan lain); serta beriman dan bertakwa
basa lemah kepada Tuhan
sesuai dengan kemampuan dan Yang Maha Esa (menjaga lingkungan
pengetahuan yang dan mema-
hami keterhubungan ekosistem bumi
dimilikinya. yang ditun-
jukkan melalui proses pembelajaran
kesetimbangan
ion dalam larutan.

Peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan,
kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

Sarana Prasarana

1. LCD proyektor.

2. Perangkat digital seperti internet, smartphone, laptop, dan komputer.

3. Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

4. Perangkat nondigital seperti papan tulis, spidol, dan penghapus.

5. Alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum (Aktivitas Sains).

a. Aktivitas Sains 10.1: plat tetes atau kaca arloji, pipet tetes, kertas lakmus
merah dan biru, larutan NaCl 0,1 M, larutan NH4Cl 0,1 M, larutan
CH3COONa 0,1 M, larutan Na2CO3 0,1 M, larutan Al2(SO4)3 0,1 M, larutan
CH3COONH4 0,1 M, serta larutan NH4CN 0,1 M.
b. Aktivitas Sains 10.2: tabung reaksi, pipet tetes, rak tabung reaksi, larutan
CH3COOH 0,1 M, larutan CH3COONa 0,1 M, larutan NaOH 0,1 M, larutan
HCl 0,1 M, akuades (air murni), dan indikator universal atau larutan
indikator universal.
c. Aktivitas Sains 10.3: gelas ukur 10 mL, gelas ukur 100 mL, pipet tetes,
Erlenmeyer, gelas kimia, seperangkat peralatan buret, cuka dapur dengan
berbagai macam merk (yang dipakai dengan persentase asam asetat 25%),
larutan NaOH 0,1 M (sudah distandarisasi), air distilasi, dan indikator
fenolftalein.

d. Aktivitas Sains 10.4: tabung reaksi dan rak, gelas ukur, pipet tetes, batang
pengaduk, larutan kalsium klorida 0,05 M, larutan strontium klorida 0,05
M, larutan barium klorida 0,05 M, larutan natrium karbonat 0,05 M,
larutan natrium sulfat 0,05 M, larutan natrium oksalat 0,05 M, dan larutan
kalium kromat 0,05 M.
Materi Ajar dan Media
Pembelajaran 1. Materi Pokok
Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler

Memahami fakta dan konsep tentang kesetimbangan ion dalam larutan seperti
berikut.

1) Kesetimbangan ion dalam larutan garam

2) Kesetimbangan ion dalam larutan penyangga (buffer)

3) Titrasi asam basa

4) Kelarutan dan hasil kelarutan

b. Materi Pembelajaran Remedial

Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi,
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai (berdasarkan
identifikasi) yang akan dipelajari peserta didik kembali. Materi dapat
dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/
frekuensi melakukan bagi peserta didik. Setelah dilakukan identifikasi
kelemahan peserta didik, guru dapat mengubah strategi pembelajaran dengan
memasangkan peserta didik dan belajar dalam kelompok agar bisa saling
membantu, serta berbagai strategi pembelajaran lain sesuai kebutuhan peserta
didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi pembelajaran untuk pengayaan sama dengan reguler. Materi dapat


dikembangkan dengan menambah sumber belajar lainnya, seperti buku
referensi, surat kabar, majalah, dan dari internet.

2. Media Pembelajaran

a. Slide PowerPoint yang berhubungan dengan materi kesetimbangan ion dalam


larutan.

b. Gambar yang menunjukkan kesetimbangan ion dalam larutan.

c. Video pembelajaran yang berhubungan dengan kesetimbangan ion dalam


larutan.

d. Buku teks pendukung materi, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang
berkaitan dengan kesetimbangan ion dalam larutan.

Model Pembelajaran

Guru memilih model pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan


dan lingkungan belajar yang ada, seperti model daring, luring, atau paduan
antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pada modul ini menggunakan
model luring.
Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta Didik

• Individu

• Berpasangan

• Berkelompok

• Klasikal

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap kelasnya
serta formasi yang diinginkan)
Metode

• Diskusi

• Demonstrasi

• Simulasi

• Resprokal

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang
diinginkan)
Asesmen Pembelajaran
Menilai Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran Jenis Asesmen
• Pengetahuan (lisan atau
• Asesmen individu tertulis)
Keterampilan (praktik dan
• Asesmen berpasangan • kinerja)
Sikap (mandiri dan gotong
• royong)

• Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau


menggabungkan beberapa asesmen
yang sesuai)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, kalian diharapkan mampu:

1. mengidentifikasi ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis;

2. mengukur dan menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis;

3. menjelaskan tentang larutan penyangga dan sifat-sifatnya;

4. menghitung pH atau pOH larutan penyangga dengan menggunakan prinsip


kesetimbangan;

5. menghitung pH larutan penyangga pada penambahan sedikit asam, basa,


atau pengenceran;

6. menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan


kehidupan sehari-hari;

7. menjelaskan titrasi asam basa;

8. melakukan percobaan yang berkaitan dengan ritrasi asam basa;

9. menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang


sukar larut;

[Link] tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau


pengendapan-nya.

Pemahaman Bermakna

Setelah peserta didik melakukan pembelajaran tentang kesetimbangan ion dalam


larutan, manfaat apa yang didapat? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini
memberikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan Pemantik

Tahukah kalian, beberapa jenis makanan seperti burger mengandung senyawa


garam? Apa fungsi senyawa garam tersebut? Adakah hubungannya dengan
kesetimbangan ion dalam larutan? Sampo juga mengandung larutan penyangga
untuk menjaga pH kulit kepala dan rambut? Apa yang dimaksud dengan larutan
penyangga?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran


1. Persiapan Mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan


pembelajaran antara lain sebagai berikut.
a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.

b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan kesetimbangan


ion dalam larutan.

c. Menyiapkan sarana dan prasarana serta media pembelajaran seperti berikut.

1) LCD proyektor, komputer dan tayangan slide PowerPoint, video


pembelajaran (jika ada) dan media lain yang telah disiapkan.
2) Perangkat digital (internet, telepon pintar, laptop, komputer, LCD).

3) Perangkat nondigital (buku teks, papan tulis, spidol).

4) Lingkungan alam dan sosial sekitar sekolah.

2. Kegiatan Pengajaran

Pertemuan 75

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pH larutan asam dan
basa.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kesetimbangan ion dalam larutan
garam (garam yang bersifat netral).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat netral).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kesetimbangan ion dalam
larutan garam (garam yang bersifat netral), baik kompetensi sikap (profil pelajar
Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan,
menganalisis materi kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang
bersifat netral)menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang kesetimbangan ion dalam larutan
garam (garam yang bersifat netral) dengan menekankan pada pengembangan
nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam


(garam yang bersifat netral), peserta didik diminta untuk mengamati gambar
dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada halaman 353–356. Guru juga
dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning dan melakukan Aktivitas Sains 10.1 pada halaman 354–355 yang ada di
buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang
bersifat netral) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Bahasan mengenai stoikiometri dalam larutan telah kalian pelajari dalam


reaksi antara asam dengan basa. Reaksi asam dan basa dapat berupa asam
kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan
basa lemah, ataupun asam lemah dengan basa lemah. Reaksi asam lemah
dengan basa kuat atau basa lemah dengan asam kuat akan menghasilkan
terjadinya kesetimbangan ion dalam larutan garam. Jadi, garam terbentuk
dari reaksi asam dengan basa.

Larutan garam ada yang bersifat netral, bersifat basa, dan bersifat asam.
Sifat garam tersebut dipengaruhi oleh basa pembentuk dan asam
pembentuknya atau harga Ka dan Kb jika terbentuk dari asam lemah dan basa
lemah. Reaksi antara ion positif dan/atau ion negatif dari garam dengan air,
yang dikenal dengan hidrolisis. Hidrolisis menyebabkan perubahan pH dari
larutan.

Garam Bersifat Netral

Contoh garam yang bersifat netral adalah NaCl. Dalam air, NaCl terion sebagai
berikut.

Oleh karena ion Na+ dan ion Cl– tidak bereaksi dengan air maka konsentrasi
ion H+ dan ion OH– tidak mengalami perubahan. Akibatnya konsentrasi ion H +
tetap, yaitu 10–7 M, konsentrasi ion OH – tetap, yaitu 10–7 M, pH larutan sama
dengan 7, dan larutan bersifat netral. Garam yang bersifat netral ini dapat
dikatakan tidak terhidrolisis. Jadi, garam yang bersifat netral tidak bereaksi
dengan air dan dikatakan tidak terhidrolisis.

Refleksi

Pelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat netral). Unsur-unsur yang dinilai
adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.1 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Sifat larutan garam
Contoh larutan garam
Garam yang bersifat netral

Setelah peserta didik mempelajari tentang kesetimbangan ion dalam larutan


garam (garam yang bersifat netral), peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil
pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan sifat larutan garam dengan benar.


2. Saya dapat menuliskan beberapa contoh larutan garam dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan tentang garam yang bersifat netral dan nilai pH-nya dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 76

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang garam bersifat netral
dan nilai pH-nya.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kesetimbangan ion dalam larutan
garam (garam yang bersifat asam).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat asam).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat asam), baik kompetensi sikap
(profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat asam) menggunakan tes tertulis
dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan
tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat asam)
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam


(garam yang bersifat asam), peserta didik diminta untuk mengamati gambar
dalam buku teks pada halaman 357–359. Guru juga dapat mengarahkan peserta
didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku
teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang


bersifat asam) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Contoh garam yang bersifat asam adalah NH4Cl. Dalam air, garam NH4Cl
terion sebagai berikut.

Dalam larutan, ion Cl– tidak bereaksi dengan air, sedangkan ion NH4+ dapat
bereaksi dengan air karena ion NH4+ bersifat asam, merupakan asam
konjugasi dari NH3, dengan reaksi sebagai berikut.
315
Reaksi tersebut menghasilkan H3O+ atau H+ sehingga meningkatkan
konsentrasi H+ dalam larutan. Akibatnya:

a. [OH–] berkurang (lebih kecil daripada 10–7 M), karena bereaksi dengan ion
NH4+;

b. [H+] bertambah (lebih besar daripada 10–7 M), karena kesetimbangan


bergeser ke kanan (bergeser ke arah yang berkurang);

c. pH larutan lebih kecil dari 7; dan

d. larutan bersifat asam.

Garam yang bersifat asam ini dapat dikatakan terhidrolisis sebagian atau
terhidrolisis parsial.

Penentuan Tetapan Kesetimbangan Hidrolisis (Kh)

Penentuan [H+]

Refleksi

Pelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat asam). Unsur-unsur yang dinilai

adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.2 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Garam yang bersifat asam
Tetapan kesetimbangan hidrolisis garam bersifat asam
Penentuan nilai [H+] dari garam bersifat asam

Setelah peserta didik mempelajari tentang kesetimbangan ion dalam larutan


garam (garam yang bersifat asam), peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil
pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.
Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang garam bersifat asam dengan benar.


2. Saya dapat menentukan tetapan kesetimbangan hidrolisis garam bersifat asam dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan nilai [H+] dari garam bersifat asam dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 77

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat asam).
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kesetimbangan ion dalam larutan
garam (garam yang bersifat basa).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu


kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat basa).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat basa), baik kompetensi sikap
(profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat basa)menggunakan tes tertulis dan
kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang
kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat basa) dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam


(garam yang bersifat basa), peserta didik diminta untuk membaca materi dalam
buku teks pada halaman 359–361. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang
bersifat basa) dapat dipelajari melalui materi berikut.

Contoh garam yang bersifat basa adalah CH3COONa. Dalam air, garam
CH3COONa terion sebagai berikut.
Dalam larutan ion CH3COO– bereaksi dengan air karena ion CH3COO– bersifat
basa, merupakan basa konjugasi dari CH3COOH.

Reaksi tersebut menghasilkan OH– sehingga meningkatkan konsentrasi OH– dalam


larutan. Akibatnya:

a. [H+] berkurang (lebih kecil daripada 10–7 M), karena diikat oleh ion
CH3COO–;

b. [OH–] bertambah (lebih besar daripada 10–7 M), karena kesetimbangan


bergeser ke kanan (bergeser ke arah yang berkurang);

c. pH larutan lebih besar dari 7; dan

d. larutan bersifat basa.

Adapun NaOH adalah basa kuat sehingga ion Na+ tidak bereaksi dengan ion
OH–. Berarti, garam CH3COONa hanya mengalami hidrolisis sebagian dan
disebut mengalami hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsial.

Penentuan Tetapan Hidrolisis (Kh)

Penentuan [OH–]

Refleksi

Pelajari materi tentang kesetimbangan ion dalam larutan garam (garam yang bersifat basa). Unsur-unsur yang dinilai

adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.3 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Garam yang bersifat basa
Tetapan kesetimbangan hidrolisis garam bersifat basa
Penentuan nilai [OH–] dari garam bersifat basa

Setelah peserta didik mempelajari tentang kesetimbangan ion dalam larutan


garam (garam yang bersifat basa), peserta didik diminta untuk menuliskan
materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil
pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini.
Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas
kepada guru.

Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang garam bersifat basa dengan benar.


2. Saya dapat menentukan tetapan kesetimbangan hidrolisis garam bersifat basa dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan nilai [OH–] dari garam bersifat basa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 78

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kesetimbangan ion
dalam larutan garam (garam yang bersifat basa).

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
serta beberapa jenis garam dalam kehidupan sehari-hari.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu garam yang
berasal dari asam lemah dan basa lemah serta beberapa jenis garam dalam
kehidupan sehari-hari.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi garam yang berasal dari
asam lemah dan basa lemah serta beberapa jenis garam dalam kehidupan
sehari-hari, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah serta beberapa jenis
garam dalam kehidupan sehari-hari menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang garam yang
berasal dari asam lemah dan basa lemah serta beberapa jenis garam dalam
kehidupan sehari-hari dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang garam yang berasal dari asam lemah dan
basa lemah serta beberapa jenis garam dalam kehidupan sehari-hari, peserta
didik diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 362–365.
Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau
fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah serta
beberapa jenis garam dalam kehidupan sehari-hari dapat dipelajari melalui
materi berikut.
1
Garam yang Berasal dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Contoh garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah adalah amonium
asetat (CH3COONH4). Dalam air, garam CH3COONH4 terion sebagai berikut.

Dalam larutan, ion CH3COO– dari garam CH3COONH4 mengikat ion H+ dari
air dan ion NH4+ dari garam CH3COONH 4 mengikat ion OH– dari air. Ion
CH3COO– bersifat basa (basa konjugasi dari CH3COOH) dan ion NH4+ bersifat
asam. Kedua ion tersebut bereaksi dengan air, yaitu sebagai berikut.

Berarti, garam CH3COONH4 mengalami hidrolisis total atau terhidrolisis


sempurna.

Penentuan Tetapan Kesetimbangan Hidrolisis (Kh)

Penentuan [H+] atau [OH–]

Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa harga [H +] tidak bergantung


pada konsentrasi garam, tetapi hanya bergantung pada harga Ka atau Kb,
yaitu sebagai berikut.

a. Jika Ka = Kb, larutan bersifat netral maka [H+] = 10–7 ⇒ pH


= –log 10–7 = 7 b. Jika Ka > Kb, larutan bersifat asam maka
[H+] > 10–7 ⇒ pH < 7

c. Jika Ka < Kb, larutan bersifat basa maka [H+] < 10–7 ⇒ pH > 7

Beberapa jenis garam yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,


yaitu sebagai berikut.

1. Natrium klorida (NaCl), digunakan sebagai penambah rasa asin dan


pengawet alami. Makanan olahan, daging asap, saus dan bumbu instan,
makanan ringan, serta makanan kaleng cenderung mengandung natrium
klorida tinggi.
2. Natrium bikarbonat (NaHCO3) atau dikenal dengan soda kue (baking
soda), digunakan sebagai pengembang pada pembuatan roti dan obat
antasid (penyakit maag atau tukak lambung)

3. Natrium nitrit (NaNO2), digunakan sebagai pengawet makanan olahan


daging, misalnya sosis, kornet, dan burger.

4. Natrium benzoat (C6H5COONa), digunakan sebagai pengawet makanan


dan minuman, seperti jus buah, kecap, margarin, mentega, selai, dan sirop
buah. Natrium benzoat juga digunakan dalam pem buatan minuman
bersoda.
5. Kalsium sulfat (CaSO4.2H2O) setelah diubah menjadi gips (CaSO 4.12H2O)
atau gips bakar sebagai bahan untuk menyangga tulang yang patah.
Kalsium sulfat juga digunakan sebagai kapur tulis, serta dalam bentuk
hemihidrat lebih dikenal sebagai gipsum.

6. Kalium nitrat (KNO3), natrium nitrat (NaNO3), amonium sulfat


((NH4)2.SO4), amonium nitrat (NH4NO3), dan amonium fosfat ((NH4)3PO4)
digunakan untuk pupuk pertanian.
Refleksi

Pelajari materi tentang garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah serta beberapa jenis garam dalam
kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan
kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.4 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
Tetapan kesetimbangan hidrolisis dari asam lemah dan basa lemah
Penentuan nilai [H+] dan [OH–] dari asam lemah dan basa lemah
Jenis-jenis garam dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya

Setelah peserta didik mempelajari tentang garam yang berasal dari asam lemah dan
basa lemah serta beberapa jenis garam dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik
diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau
buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.


9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.
Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dengan
benar.

2. Saya dapat menentukan tetapan kesetimbangan hidrolisis dari asam lemah dan basa lemah
dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan nilai [H+] dan [OH–] dari asam lemah dan basa lemah dengan tepat.

4. Saya dapat menjelaskan tentang jenis-jenis garam dalam kehidupan sehari-hari dan
kegunaannya dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari atau sama dengan
2 pernyataan terisi “Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 79

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang jenis-jenis garam dan
kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan kesetimbangan ion dalam larutan
penyangga (buffer).

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu sifat larutan
penyangga.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi sifat larutan penyangga,
baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
sifat larutan penyangga menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang sifat larutan
penyangga dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang sifat larutan penyangga, peserta didik


diminta untuk mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 366–368. Guru
juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur
Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 10.2 pada halaman 366–367 yang
ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang sifat larutan penyangga dapat dipelajari melalui materi


berikut.

Dalam tubuh manusia terdapat larutan-larutan dengan pH sekitar 7,42 dan


jika ditambah sedikit asam atau basa, pH-nya hampir tidak berubah. Larutan
tersebut misalnya air mata dan darah. Jika pH banyak berubah akan berakibat
fatal bagi kesehatan. Selain itu, dalam tubuh manusia terdapat banyak proses
kimia dan biologi yang sangat peka terhadap perubahan pH. Oleh sebab itu,
sangat penting menjaga pH tubuh agar tetap konstan. Larutan yang
mempunyai pH tetap dan mampu menahan perubahan pH jika ditambahkan
sedikit asam atau basa disebut larutan penyangga atau larutan dapar atau
larutan buffer.

Secara umum, larutan penyangga dapat diperoleh dengan mencampurkan


asam lemah dengan garamnya dari basa kuat (basa konjugasinya) atau basa
lemah dengan garamnya dari asam kuat (asam konjugasinya). Sifat larutan
yang terbentuk berbeda dari komponen-komponen pembentuknya. Contoh:

1. Campuran CH3COOH(aq) dan CH3COONa(aq)

2. Campuran NH3(aq) dan NH4Cl(aq)

3. Campuran HCN(aq) dan NaCN(aq)

Sifat Larutan Penyangga

Sifat larutan penyangga (buffer) adalah memiliki kemampuan untuk


mempertahankan perubahan pH larutan. Artinya, apabila pada larutan
ditambah sedikit asam atau sedikit basa maka pH larutan tersebut tidak akan
berubah. Jadi, penambahan sedikit asam atau basa pada larutan penyangga
tidak memengaruhi harga pH karena harga pH mengalami sedikit perubahan
sehingga dapat diabaikan.

Refleksi

Pelajari materi tentang sifat larutan penyangga. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 10.5 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian larutan penyangga (buffer)
Contoh larutan penyangga (buffer)
Sifat larutan penyangga (buffer)
Setelah peserta didik mempelajari tentang sifat larutan penyangga, peserta didik
diminta untuk menulis-kan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian larutan penyangga (buffer) dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan contoh larutan penyangga (buffer) dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan sifat larutan penyangga (buffer) dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 80

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang sifat larutan
penyangga.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan penentuan [H +] dan [OH–] larutan
penyangga.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu penentuan


[H+] dan [OH–] larutan penyangga (dari asam lemah dan konjugasinya serta
dari basa lemah dan konjugasinya).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi penentuan [H +] dan
[OH–] larutan penyangga, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila)
dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai
karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi penentuan [H+] dan [OH–] larutan
penyangga menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang penentuan [H +] dan [OH–] larutan
penyangga dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).
27
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang penentuan [H +] dan [OH–] larutan


penyangga, peserta didik diminta untuk membaca penjelasan materi dalam buku
teks pada halaman 368–371. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang penentuan [H+] dan [OH–] larutan penyangga dapat dipelajari
melalui materi berikut.

Dalam larutan penyangga, dapat ditentukan konsentrasi ion H + dan ion OH–,
berdasarkan pada asam lemah dan basa lemah pembentuknya. Untuk
mempelajari larutan penyangga, dapat dilakukan dengan mereaksikan
pembentuknya, yaitu asam lemah dengan basa kuat dan basa lemah dengan asam
kuat.

Larutan Penyangga dari Asam Lemah dan Basa Konjugasinya

Larutan Penyangga dari Basa Lemah dan Basa Konjugasinya

Refleksi

Pelajari materi tentang penentuan [H+] dan [OH–] larutan penyangga. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.6 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Larutan penyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya
Larutan penyangga dari basa lemah dan asam konjugasinya
Penentuan [H+] dan [OH–] larutan penyangga

Setelah peserta didik mempelajari tentang penentuan [H +] dan [OH–] larutan


penyangga, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pe-lajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang larutan penyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya
dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan larutan penyangga dari basa lemah dan asam konjugasinya dengan benar.

3. Saya dapat menentukan nilai [H+] dan [OH–] larutan penyangga dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 81

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang penentuan [H +] dan
[OH–] larutan penyangga.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan fungsi larutan penyangga.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu fungsi
larutan penyangga (fungsi larutan penyangga dalam darah dan larutan
penyangga dalam industri).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi fungsi larutan
penyangga, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
fungsi larutan penyangga menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang fungsi larutan
penyangga dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter
antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta
mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan
teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang fungsi larutan penyangga, peserta didik


diminta untuk mengamati gambar dan membaca materi dalam buku teks pada
halaman 372–373. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan
materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang fungsi larutan penyangga dapat dipelajari melalui materi
berikut.

Larutan penyangga memiliki peranan atau fungsi dalam kehidupan. Beberapa


fungsi larutan penyangga antara lain sebagai berikut.

Larutan Penyangga dalam Darah

Darah juga mengandung sistem penyangga karena beberapa alasan berikut.

a. pH darah umumnya sekitar 7,4.

b. Jika pH darah selisih 0,5 saja, akan menyebabkan ketidaksadaran atau


kondisi koma.
c. Karbon dioksida dihasilkan melalui pernapasan dapat meningkatkan
keasaman darah dengan membentuk ion H+.

d. Kehadiran ion hidrogen karbonat akan menghilangkan ion H + yang


berlebihan.

Dalam darah terdapat sistem penyangga, antara lain asam bikarbonat,


hemoglobin (HHb), dan oksihemoglobin (HHbO2). Karbon dioksida terbentuk
secara metabolik dalam jaringan kemudian diangkut oleh darah sebagai ion
bikarbonat.

Dalam sel darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut.

Selain dalam darah, larutan penyangga ditemukan pada air liur, usus, dan
enzim.

Larutan Penyangga dalam Industri

Larutan penyangga digunakan dalam berbagai bidang industri, seperti


industri farmasi, industri fotografi, dan zat warna. Dalam industri farmasi,
larutan penyangga digunakan untuk pembuatan obat-obatan, agar obat
tersebut mempunyai pH tertentu dan tidak mengalami perubahan pH.

Beberapa peralatan rumah tangga menggunakan cara kerja larutan


penyangga, di antaranya sebagai berikut.

a. Pada sampo, larutan penyangga digunakan untuk menjaga kebasaan agar


tidak mencederai mata.

b. Pada lotion bayi, larutan penyangga menjaga pH supaya tetap 6 untuk


mencegah perkembangbiakan bakteri.

c. Sistem penyangga juga ditemukan pada tetes mata dan serbuk pencuci.

Larutan penyangga juga ditemukan dalam biokimia, bakteriologi, dan kimia


analisis.

Refleksi

Pelajari materi tentang fungsi larutan penyangga. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.7 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Fungsi larutan penyangga dalam darah
Fungsi larutan penyangga dalam industri

Setelah peserta didik mempelajari tentang fungsi larutan penyangga, peserta


didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga
diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan
dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku
catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam darah dengan benar.
2. Saya dapat menentukan pH darah dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam industri dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 82

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang fungsi larutan
penyangga.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan titrasi asam basa.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu titrasi asam
basa (titik ekuivalen dan titik akhir titrasi serta langkah-langkah melakukan
titrasi asam basa).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi titik ekuivalen dan titik
akhir titrasi serta langkah-langkah melakukan titrasi asam basa, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi titik ekuivalen
dan titik akhir titrasi serta langkah-langkah melakukan titrasi asam basa
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang titik ekuivalen dan titik akhir titrasi serta
langkah-langkah melakukan titrasi asam basa dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang titik ekuivalen dan titik akhir titrasi serta
langkah-langkah melakukan titrasi asam basa, peserta didik diminta untuk
mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 373– 375. Guru juga dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart
Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang titik ekuivalen dan titik akhir titrasi serta langkah-langkah
melakukan titrasi asam basa dapat dipelajari melalui materi berikut.

Titrasi merupakan cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang


dibutuhkan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan
lain. Jika salah satu larutan diketahui konsentrasinya maka konsentrasi larutan
lain dapat dihitung. Larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dinamakan
larutan standar. Analisis yang berkaitan dengan volume larutan pereaksi disebut
analisis volumetri.
333
Titrasi asam basa adalah suatu cara menentukan konsentrasi larutan asam
jika konsentrasi larutan basa diketahui atau menentukan konsentrasi larutan
basa jika konsentrasi larutan asam diketahui.

Titik Ekuivalen dan Titik Akhir Titrasi

Titik ekuivalen adalah kondisi pada saat perbandingan jumlah mol asam dan
jumlah mol basa sama dengan perbandingan koefisien asam dan koefisien
basa menurut persamaan kimia. Artinya, pada saat titik ekuivalen tercapai
maka larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa. Titik akhir titrasi
adalah suatu kondisi pada saat indikator menunjukkan perubahan warna.
Artinya, pada saat tejadi perubahan warna indikator maka pelaksanaan titrasi
diakhiri.

Melaksanakan Titrasi Asam Basa

Dalam titrasi ini akan dilakukan pengukuran volume larutan yang dibutuhkan
untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain.
Sebagai contoh, kita akan mengukur konsentrasi larutan asam klorida (HCl)
yang akan dititrasi dengan larutan NaOH yang telah diketahui
konsentrasinya. Dalam titrasi asam basa, larutan yang konsentrasinya
diketahui (larutan standar) dimasukkan ke dalam buret, sedangkan larutan
yang akan diselidiki konsentrasinya dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer.
Untuk melaksanakan titrasi dilakukan hal-hal berikut.

a. Mempersiapkan larutan (larutan standard an larutan yang belum diketahui


konsentrasinya serta larutan indikator yang sesuai)

b. Melakukan titrasi dengan cara klep dibuka perlaham-lahan (tetes demi


tetes) hingga mencapai titik ekuivalen.

c. Menuliskan hasil pengamatan dan melakukan perhitungan dengan tepat.

Refleksi

Pelajari materi tentang titik ekuivalen dan titik akhir titrasi serta langkah-langkah melakukan titrasi asam basa.
Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas
(asesmen produk).

Tabel 10.8 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian titrasi asam basa
Titik ekuivalen dan titik akhir titrasi
Langkah-langkah melakukan titrasi asam basa

Setelah peserta didik mempelajari tentang titik ekuivalen dan titik akhir titrasi
serta langkah-langkah melakukan titrasi asam basa, peserta didik diminta untuk
menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan
profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran
ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku
tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang pengertian titrasi asam basa dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan perbedaan titik ekuivalen dengan titik akhir titrasi dengan benar.

3. Saya dapat menjelaskan Langkah-langkah melakukan titrasi asam basa dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
335
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 83

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.


2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang langkah-langkah
melakukan titrasi asam basa.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,
dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan titrasi asam kuat oleh basa kuat.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu titrasi asam
kuat oleh basa kuat.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi titrasi asam kuat oleh basa
kuat, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi titrasi asam
kuat oleh basa kuat menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang titrasi asam kuat oleh
basa kuat dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara
lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki
sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai
Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang titrasi asam kuat oleh basa kuat, peserta
didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks
pada halaman 375–376. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang titrasi asam kuat oleh basa kuat dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Ketika titrasi dilakukan maka akan terjadi perubahan pH pada larutan yang
diselidiki konsentrasinya atau pada larutan yang terdapat dalam labu
erlenmeyer. Bagaimana perubahan pH-nya? Jika larutan standar atau larutan
dalam buret merupakan basa maka pH akan naik, tetapi jika larutan standar
merupakan asam maka pH larutan akan turun. Banyaknya larutan standar
yang diteteskan dikaitkan dengan perubahan pH dalam satu diagram apabila
dihubungkan akan diperoleh suatu kurva. Kurva inilah yang dinamakan kurva
titrasi.
Contoh titrasi asam kuatoleh basa kuat adalah larutan HCl termasuk
larutan asam kuat dan larutan NaOH termasuk larutan basa kuat. Adapun
persamaan kimianya sebagai berikut.

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

Titik ekuivalen berada pada pH = 7. Semua larutan HCl habis bereaksi


dengan larutan NaOH dan larutan menjadi netral. Volume NaOH 0,1 M yang
diteteskan dari buret pada saat titik ekuivalen tercapai adalah volume 25 mL.
Jenis indikator yang sesuai digunakan pada reaksi asam kuat dengan basa kuat
adalah indikator yang mempunyai trayek pH antara 3 sampai 11, yaitu saat
terjadi loncatan pH sehingga titik akhir titrasi berada pada loncatan pH tersebut
dan akan berada di sekitar titik ekuivalen. Indikator yang dapat dipakai adalah
fenolftalein, bromtimol biru, metil merah, dan metil jingga. Akan tetapi, indikator
yang sering digunakan pada titrasi ini adalah fenolftalein (PP) karena perubahan
warnanya mudah diamati, yaitu dari bening menjadi merah. Memang terdapat
perbedaan antara titik akhir titrasi dengan titik ekuivalen, sebab fenolftalein
mempunyai trayek pH 8,2–10,0 sedangkan titik ekuivalen berada pada pH = 7,
tetapi perbedaannya sangat sedikit sehingga diperbolehkan.

Refleksi

Pelajari materi tentang titrasi asam kuat oleh basa kuat. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi

(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.9 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Titrasi asam kuat oleh basa kuat
Kurva titrasi asam kuat oleh basa kuat

Setelah peserta didik mempelajari tentang titrasi asam kuat oleh basa kuat,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang titrasi asam kuat oleh basa kuat dengan benar.

2. Saya dapat menentukan titik ekuivalen dan titik akhir titrasi asam kuat oleh basa kuat dengan
tepat.

3. Saya dapat menggambarkan kurva titrasi asam kuat oleh basa kuat dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.


2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.


Pertemuan 84

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang titrasi asam kuat
oleh basa kuat.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan titrasi asam lemah oleh basa kuat.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu titrasi asam
lemah oleh basa kuat.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi titrasi asam lemah oleh
basa kuat, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
titrasi asam lemah oleh basa kuat menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang titrasi asam
lemah oleh basa kuat dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat
dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang titrasi asam lemah oleh basa kuat, peserta
didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks
pada halaman 376–379. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang titrasi asam lemah oleh basa kuat dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Apabila kita melakukan titrasi larutan CH 3COOH dengan larutan NaOH maka
kita mereaksikan asam lemah dengan basa kuat. Adapun persamaan kimianya
sebagai berikut.

CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O(l)

Dalam titrasi ini, pH larutan akan naik karena larutan standar merupakan
basa. Berdasarkan percobaab pH larutan pada saat penambahan 25 mL NaOH
0,1 M adalah 8,72. Daerah kurva titrasi dengan pH 8,72 (titik ekuivalen)
merupakan daerah hidrolisis. Dengan memperhatikan perubahan pH yang
terjadi maka terlihat lonjakan pH dari penambahan volume NaOH 0,1 M 24
mL (pH 6,12) ke volume NaOH 0,1 M 25 mL, yaitu titik ekuivalen (pH 8,72).
Berdasarkan hal tersebut maka indikator yang paling sesuai digunakan adalah
fenolftalein dengan jangkauan pH 8,3–10.

Refleksi

Pelajari materi tentang titrasi asam lemah oleh basa kuat. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 10.10 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Titrasi asam lemah oleh basa kuat
Kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat

Setelah peserta didik mempelajari tentang titrasi asam lemah oleh basa kuat,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang titrasi asam lemah oleh basa kuat dengan benar.

2. Saya dapat menentukan titik ekuivalen dan titik akhir titrasi asam lemah oleh basa kuat
dengan tepat.

3. Saya dapat menggambarkan kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 85

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang titrasi asam lemah
oleh basa kuat.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan titrasi basa lemah oleh asam kuat.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu titrasi basa
lemah oleh asam kuat.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi titrasi basa lemah oleh
asam kuat, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi
dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong,
mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi
titrasi basa lemah oleh asam kuat menggunakan tes tertulis dan kompetensi
terkait; kompetensi
1
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat, peserta
didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks
pada halaman 379–382. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk
membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai
dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat dapat dipelajari melalui
materi berikut.

Titrasi basa lemah oleh asam kuat misalnya mereaksikan NH 3 dengan HCl.
Adapun persamaan kimianya sebagai berikut.

NH3(aq) + HCl(aq) → NH4Cl (aq)

Dalam titrasi ini, pH larutan akan turun karena larutan standar merupakan
asam.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan pH larutan pada saat


penambahan 25 mL HCl 0,1 M adalah 5,28. Daerah kurva titrasi dengan pH
5,28 (titik ekuivalen) merupakan daerah hidrolisis.
Dengan memperhatikan perubahan pH yang terjadi maka terlihat penurunan
tajam pH dari penambahan volume HCl 0,1 M sebanyak 24 mL (pH 7,88) ke
volume NH3 0,1 M sebanyak 25 mL, yaitu titik ekuivalen (pH 5,28).
Berdasarkan hal tersebut maka indikator yang paling sesuai digunakan adalah
metil merah dengan jangkauan pH 4,2–6,3.

Refleksi

Pelajari materi tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang
materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.11 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Titrasi basa lemah oleh asam kuat
Kurva titrasi basa lemah oleh asam kuat

Setelah peserta didik mempelajari tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah
“Ya” yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan tentang titrasi basa lemah oleh asam kuat dengan benar.
2. Saya dapat menentukan titik ekuivalen dan titik akhir titrasi basa lemah oleh asam kuat
dengan tepat.

3. Saya dapat menggambarkan kurva titrasi basa lemah oleh asam kuat dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 86

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang titrasi basa lemah
oleh asam kuat.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan perhitungan titrasi asam basa.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu perhitungan


titrasi asam basa.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perhitungan titrasi asam
basa, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam
bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri,
dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi perhitungan
titrasi asam basa menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang perhitungan titrasi asam basa
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang perhitungan titrasi asam basa, peserta didik
diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada
halaman 382–386. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca
Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 10.3 pada
halaman 384–385 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang
diajarkan.

Pembelajaran tentang perhitungan titrasi asam basa dapat dipelajari melalui


materi berikut.

Telah diketahui bahwa pada akhir titrasi akan tercapai titik ekuivalen. Hal ini
berarti pada saat akhir titrasi, perbandingan mol asam dengan mol basa sama
dengan perbandingan koefisien asam dengan koefisien basa.
Berdasarkan titrasi asam dan basa, penambahan larutan asam atau larutan
basa ke dalam suatu larutan akan mengubah pH larutan tersebut. Untuk
mengetahui titik ekuivalen reaksi penetralan asam dengan basa digunakan
indikator asam basa. Penentuan jenis indikator yang akan digunakan pada
reaksi tersebut sangat penting untuk menampilkan data yang jelas pada saat
terjadi titik ekuivalen pada reaksi penetralan asam dan basa.

Refleksi

Pelajari materi tentang perhitungan titrasi asam basa. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi
(asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.12 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi satu dengan basa
bervalensi satu)
Perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi dua dengan basa
bervalensi dua)
Perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi satu dengan basa
bervalensi dua)
Perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi dua dengan basa
bervalensi satu)
Setelah peserta didik mempelajari tentang perhitungan titrasi asam basa,
peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta
didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka
kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh
dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menentukan perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi satu dengan basa
bervalensi satu) dengan tepat.

2. Saya dapat menentukan perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi dua dengan basa
bervalensi dua) dengan tepat.

3. Saya dapat menentukan perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi satu dengan basa
bervalensi dua) dengan tepat.

4. Saya dapat menentukan perhitungan titrasi asam basa (asam bervalensi dua dengan basa
bervalensi satu) dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 4 pernyataan terisi “Ya” Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 87

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang perhitungan titrasi
asam basa.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses
pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi)
disertai dengan penjelasan kelarutan.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu kelarutan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi kelarutan, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi kelarutan
menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan,
yaitu mendiskusikan tentang kelarutan dengan menekankan pada
pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri,
integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan
santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo
Thomas Aquinas).
b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang kelarutan, peserta didik diminta untuk


membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada halaman 386–
388. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains
atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang kelarutan dapat dipelajari melalui materi berikut.

Larutan elektrolit terdiri atas beberapa macam garam dan basa yang
mempunyai bentuk padat dan sukar larut dalam pelarut air. Meskipun
demikian, apabila zat tersebut dilarutkan dalam air maka sebagian kecil dapat
larut. Bagian zat yang terlarut tersebut mengalami pengionan.

Berdasarkan daya larut zat terlarut, larutan dapat dikelompokkan dalam tiga
kategori, yaitu sebagai berikut.

a. Larutan tidak jenuh, yaitu larutan yang masih dapat melarutkan zat terlarut.

b. Larutan tepat jenuh, yaitu larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat
terlarut.

c. Larutan lewat jenuh, yaitu larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut
dan terdapat endapan.

Kelarutan suatu zat terlarut adalah banyaknya zat yang dapat larut dalam 1
liter pelarut sehingga terbentuk larutan tepat jenuh. Senyawa yang mudah
larut misalnya natrium, ammonium, dan kalium. Adapun senyawa yang sukar
larut seperti barium sulfat, perak klorida, dan tembaga klorida.

Refleksi

Pelajari materi tentang kelarutan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan
kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.13 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian kelarutan
Perbedaan larutan tidak jenuh, larutan tepat jenuh, dan larutan
lewat jenuh
Senyawa dan kelarutannya

Setelah peserta didik mempelajari tentang kelarutan, peserta didik diminta


untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian kelarutan dengan benar.


2. Saya dapat menjelaskan perbedaan larutan tidak jenuh, larutan tepat jenuh, dan larutan lewat
jenuh dengan tepat.

3. Saya dapat menyebutkan beberapa contoh senyawa dan kelarutannya dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 88

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang kelarutan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan hasil kali kelarutan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu hasil kali
kelarutan.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi hasil kali kelarutan, baik
kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk
jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan
bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi hasil kali
kelarutan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi
keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang hasil kali kelarutan dengan
menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran,
kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St.
Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang hasil kali kelarutan, peserta didik diminta
untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam buku teks pada halaman
388–390. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta
Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi
yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang hasil kali kelarutan dapat dipelajari melalui materi


berikut.
Terdapat perbedaan yang mendasar antara kelarutan dengan hasil kali
kelarutan. Perbedaanya terletak pada zat terlarut dan pelarut yang
digunakan. Pada kelarutan, zat terlarutnya bisa berupa zat elektrolit atau zat
nonelektrolit dan pelarutnya dapat berupa zat cair elektrolit maupun
nonelektrolit.

Adapun pada hasil kali kelarutan, zat terlarut merupakan zat elektrolit yang
sukar larut dalam air dan pelarutnya air. Zat-zat yang sukar larut dalam air
berada dalam kesetimbangan dan mempunyai harga tetapan kesetimbangan (K)
sangat kecil. Untuk menyatakan jumlah ion yang berbeda dalam kesetimbangan
pada zat yang sukar larut dalam larutan tepat jenuh digunakan istilah hasil kali
kelarutan.
Hasil kali kelarutan adalah hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan
tepat jenuh dipangkatkan koefisien reaksi.

Hasil kali kelarutan ditulis dengan notasi Ksp (sp = solubility product).
Kelarutan zat elektrolit yang sukar larut dalam air ditulis dengan notasi s
(kelarutan molar), satuannya mol/liter. Hasil kali kelarutan suatu larutan
elektrolit (yang sukar larut dalam air) pada temperatur tertentu adalah hasil kali
konsentrasi ion-ion dalam larutan jenuhnya di mana masing-masing konsentrasi
dipangkatkan dengan bilangan koefisien persamaan kimia pengionannya. Apabila
zat elektrolit yang sukar larut dalam air dinyatakan dengan A xBy maka untuk
bagian yang dapat larut terjadi pengionan sebagai berikut.

Makin besar harga Ksp suatu zat maka makin besar kelarutan zat itu dalam
air. Sebaliknya, makin kecil harga Ksp suatu zat maka makin kecil kelarutan
zat itu dalam air.

Refleksi

Pelajari materi tentang hasil kali kelarutan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen
proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.14 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hasil kali kelarutan
Penentuan hasil kali kelarutan
Hubungan hasil kali kelarutan dengan temperatur

Setelah peserta didik mempelajari tentang kelarutan, peserta didik diminta


untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta
menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari
pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan
atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.
Nama: ........................... Kelas: .................
.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”

Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian hasil kali kelarutan dengan benar.

2. Saya dapat menentukan hasil kali kelarutan suatu reaksi dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan hubungan hasil kali kelarutan dengan temperatur dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 89

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang hasil kali kelarutan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.

5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan pengaruh ion senama terhadap
kelarutan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu pengaruh ion
senama terhadap kelarutan. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk
kompetensi pengaruh ion senama terhadap kelarutan, baik kompetensi sikap
(profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar
kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi pengaruh ion senama
terhadap kelarutan menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang pengaruh ion senama
terhadap kelarutan dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai
karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar
kritis. Serta mampu memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan,
semangat dan teguh hati (Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang pengaruh ion senama terhadap kelarutan,


peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar dalam
buku teks pada halaman 390–391. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik
untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang pengaruh ion senama terhadap kelarutan dapat dipelajari


melalui materi berikut.

Beberapa garam yang terdiri atas ion logam yang sama, seperti AgCl, AgNO 3,
Ag2CrO4, dan Ag3PO4 mempunyai ion senama, yaitu ion perak (Ag+). Ada juga
beberapa garam yang terdiri atas ion sisa asam yang sama, seperti AgCl, NaCl,
CaCl2, dan AlCl3 mempunyai ion senama, yaitu ion klorida (Cl–).

Jika ke dalam larutan elektrolit yang sukar larut ditambahkan suatu


larutan yang mempunyai ion senama maka kesetimbangan reaksi akan
bergeser ke arah zat yang mengendap (dari arah yang ditambah). Oleh karena
itu, kelarutan zat berkurang.
Contoh:

Apabila ke dalam larutan perak klorida (AgCl) ditambahkan larutan natrium


klorida (NaCl), dalam larutan garam-garam tersebut akan terion sebagai
berikut.
Penambahan ion Cl– dari NaCl akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke
kiri sehingga AgCl yang larut menjadi semakin kecil.

Kelarutan zat elektrolit yang sukar larut dalam ion senama lebih kecil
dibandingkan dengan kelarutan zat elektrolit dalam air. Makin besar
konsentrasi ion senama maka makin kecil kelarutannya.
3
Refleksi

Pelajari materi tentang pengaruh ion senama terhadap kelarutan. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman
tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel10.15 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Pengertian ion senama
Contoh ion senama
Pengaruh ion senama terhadap kelarutan

Setelah peserta didik mempelajari tentang pengaruh ion senama terhadap


kelarutan, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami.
Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat
mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang
diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan pengertian ion senama dengan benar.

2. Saya dapat menyebutkan beberapa contoh ion senama dengan tepat.

3. Saya dapat menjelaskan pengaruh ion senama terhadap kelarutan dengan benar.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Pertemuan 90

Proses Kegiatan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan


pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1) Guru memberi salam.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada
peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik
tersebut untuk berisitirahat di UKS.

3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang


menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang pengaruh ion
senama terhadap kelarutan.

4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya,


dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah
proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai dengan penjelasan hubungan antara kelarutan dan hasil
kali kelarutan.

6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu hubungan


antara kelarutan dan hasil kali kelarutan.

7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi hubungan antara


kelarutan dan hasil kali kelarutan, baik kompetensi sikap (profil pelajar
Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-
nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi
pengetahuan, menganalisis materi hubungan antara kelarutan dan hasil kali
kelarutan menggunakan
tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu
mendiskusikan tentang hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan
dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain
iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis. Serta mampu
memiliki sikap kejujuran, kerendahatian, sopan santun, keramahan, kelembutan, semangat dan teguh hati
(Nilai Keutamaan St. Yohannes Bosco dan santo Thomas Aquinas).

b. Kegiatan Inti (70 menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.

Sebelum mempelajari materi tentang hubungan antara kelarutan dan hasil kali
kelarutan, peserta didik diminta untuk membaca materi dan mengamati gambar
dalam buku teks pada halaman 391–394. Guru juga dapat mengarahkan peserta
didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan
Aktivitas Sains 10.4 pada halaman 392 yang ada di buku teks sesuai dengan materi
yang sedang diajarkan.

Pembelajaran tentang hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan dapat
dipelajari melalui materi berikut.

Pencampuran dua jenis larutan elektrolit ada yang dapat membentuk


endapan, tetapi ada juga yang tidak membentuk endapan. Semua itu
tergantung pada jumlah ion-ion yang dicampurkan dibandingkan dengan
harga Ksp-nya.

Dalam proses pencampuran tersebut, ada tiga kemungkinan yang akan terjadi,
yaitu sebagai berikut.

a. Jika [Ay+]x[Bx–]y < Ksp AxBy maka larutan tidak jenuh dan tidak terjadi
endapan.

b. Jika [Ay+]x[Bx–]y = Ksp AxBy maka larutan tepat jenuh dan larutan mulai
mengendap.

c. Jika [Ay+]x[Bx–]y > Ksp AxBy maka larutan lewat jenuh dan terdapat endapan.

Misalnya, jika konsentrasi ion logam dan konsentrasi ion pereaksi sama dengan
konsentrasi ion Ca2+ dan konsentrasi ion CO32– maka ramalan terjadinya
pengendapan dapat dilihat pada tabel berikut.
Refleksi

Pelajari materi tentang hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan. Unsur-unsur yang dinilai adalah
pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).

Tabel 10.16 Refleksi Diri

Tidak Kurang
Materi Menguasai
Menguasai Menguasai
Hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan
Percobaan reaksi pengendapan
Prediksi terbentuknya endapan pada suatu reaksi

Setelah peserta didik mempelajari tentang hubungan antara kelarutan dan hasil
kali kelarutan, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum
dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa
yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil
yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

Catatan:

• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru
maka minta remedial.

• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh
guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.

Lembar Refleksi Diri (Sikap)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.

4. Saya berperan aktif dalam kelompok.

5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.

6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.

7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.

8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.

9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan. 10.


Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8 Jika kurang dari 8 pernyataan terisi Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
pernyataan terisi “Ya” “Ya” “Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan)

1. Isikan identitas kalian!

2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan
sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!

3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!

4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!

5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya”
yang terisi.

Nama: ........................... Kelas: .................


.. ............
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya dapat menjelaskan hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan benar.

2. Saya dapat melakukan percobaan tentang reaksi pengendapan dengan tepat.

3. Saya dapat memprediksikan terbentuknya endapan pada suatu reaksi dengan tepat.

Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan


Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan
mempersiapkan materi selanjutnya.

3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.

Asesmen

1. Asesmen Sikap

Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan guru
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran
di setiap aktivitas pembelajaran.

2. Asesmen Pengetahuan

Asesmen pengetahuan dalam pembelajaran Kimia SMA/MA kelas XI dibagi


menjadi dua, yaitu penilaian tugas serta penilaian uji kompetensi dan penilaian
semester.

a. Penilaian Tugas

Pada buku peserta didik terdapat tugas pendukung untuk meningkatkan


pengetahuan peserta didik berikut format penilaian tugas yang dapat digunakan.

Tabel 10.17 Penilaian Tugas

Tugas Diselesaikan Tidak Diselesaikan Nilai

Tugas yang ada di Bab X


Soal Tantangan yang ada di Bab X
b. Penilaian Uji Kompetensi dan Penilaian Semester

Penilaian tertulis dapat dilakukan setiap akhir bab pelajaran. Bahan untuk
mengambil nilai tertulis dapat menggunakan latihan uji kompetensi ataupun soal
lain yang relevan, baik dibuat oleh guru sendiri ataupun mencari dari sumber
lain. Guru juga dapat menggunakan fitur Smart Quiz dan Smart Test untuk
melakukan penilaian. Nilai yang didapat dikonversikan ke nilai KKM sekolah
masing-masing. Misalnya, soal pilihan ganda berbobot 1, soal uraian berbobot 5,
dan soal AKM berbobot 5.

Tabel 10.18 Penilaian Tertulis

Tabel 10.1 Pilihan Ganda Essay Soal AKM


Refleksi Jumlah Jumlah Jumlah SkorTotal NilaiRiil
Bobot Skor Bobot Skor Bobot Skor
Diri Benar Benar Benar
A
B
C
D
...

Skor Maksimal Pilihan :


Ganda 25 × 1 = 25
Skor Maksimal Uraian : 5 × 5 = 25
:
Skor Soal AKM 10 × 5 = 50
:
Skor Soal Maksimal 25 + 25 + 50 = 100
Skor Peserta Didik
:
Skor Total Maksimal
× 100
Nilai Riil
Asesmen
3. Keterampilan
Penilaian
a. Berkelompok

Penilaian berkelompok berupa penilaian diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian

Tabel 10.19 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Keaktifan diskusi
a. Aktif memberi masukan pemikiran
b. Mendengarkan pendapat orang lain
2. Kreatifitas diskusi
a. Kreatif dan inovasi dalam diskusi
b. Ide/gagasan adalah original
3. Kualitas hasil diskusi
a. Hasil runtut dan logis
b. Pengumpulan hasil diskusi

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 10.20 Indikator Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok


No. Indikator Rubrik
1. Aktif memberi masukan pemikiran 2 = Aktif berpendapat
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
9
No. Indikator Rubrik
2. Mendengarkan pendapat orang lain 1 = Mendengarkan pendapat
0 = Tidak mendengar pendapat
3. Kreativitas dalam diskusi 3 = Sangat kreatif
2 = Kreatif
1 = Kurang kreatif
0 = Tidak kreatif
4. Origionalitas gagasan 3 = Gagasan sangat orisionil
2 = Gagasan orisionil
1 = Gagasan kurang orisionil
0 = Gagasan tidak orisionil
5. Hasil diskusi runtut dan logis 2 = Sangat runtut dan logis
1 = Runtut dan logis
0 = Tidak runtut dan tidak logis
6. Pengumpulan hasil diskusi tepat waktu 3 = Lebih awal
2 = Tepat waktu
1= Terlambat
0 = Tidak dilaksanakan
Jumlah Skor 25

Skor Peserta Didik


Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal

b. Penilaian
Presentasi Rubrik
Penilaian
Tabel 10.21 Rubrik Penilaian Presentasi

Skor
No. Aspek Penilaian
0 1 2 3
1. Kelengkapan materi
2. Penulisan materi
3. Kemampuan presentasi
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi
5. Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 10.22 Indikator Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik


1. Kelengkapan materi 2 = Lengkap
1 = Kurang lengkap
0 = Tidak ada
2. Penulisan materi 2 = Sesuai dengan materi yang diberikan
1 = Tidak sesuai materi yang diberikan
0 = Tidak ada
3. Kemampuan presentasi 2 = Komunikatif
1 = Kurang komunikatif
0 = Tidak Komunikatif
No. Indikator Rubrik
4. Keaktifan selama kegiatan presentasi 3 = Sangat aktif
2 = Cukup aktif
1 = Kurang aktif
0 = Tidak aktif
5. Kreativitas media presentasi 2 = Menggunakan kreasi digital lebih dari 1 (animasi/paint/video/dll)
1 = Menggunakan 1 kreasi digital (animasi/paint/video/dll)
0 = Tidak menggunakan kreasi digital
6. Sikap menghargai dan menghormati 1 = Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
pendapat orang lain 0 = Sikap tidak menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Jumlah Skor 20
Skor Peserta Didik
Nilai Riil = × 100
Skor Total Maksimal
c. Penilaian Praktikum Rubrik Penilaian

Tabel 10.23 Rubrik Penilaian Praktikum

Penilaian

dan
Kelompok/

dan
Menganali

nyimpulka
sisDatame
Nama

n
angk
Mer

ai
I

II

...
Jumlah
Nilai Keterangan
skor
*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Indikator Rubrik Penilaian

Tabel 10.24 Penilaian Proyek

Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merancang merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual atau
percobaan hipotesis, dan merancang kelompok)
percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat benar Rangkaian alat benar
benar tetapi tidak memerhatikan dan memerhatikan
keselamatan kerja atau keselamatan kerja
tidak rapi
Rubrik
No. Kriteria Penilaian
1 2 3
3. Melakukan pengamatan Pengamatan tidak teliti/ Pengamatan telit / jujur Pengamatan teliti/ jujur
dan pencatatan data jujur tetapi mengandung dan tidak mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara mandiri
menyimpulkan bantuan guru (individual atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah Skor
Nilai = × 100
Jumlah Skor Maksimal

Remedial dan Pengayaan

1. Remedial

Remedial bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mempelajari materi


tentang kesetimbangan ion dalam larutan agar dapat memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).
Berikut beberapa contoh kegiatan remedial yang dapat diberikan guru.

a. Remedial dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam


atau di luar jam pelajaran.

b. Guru mengulas pokok-pokok materi yang belum dipahami peserta didik.

c. Peserta didik diberikan waktu 45 menit untuk menyelesaikan soal remedial


yang dibuat sendiri oleh guru atau dapat mengambil soal-soal yang relevan
yang terdapat pada buku teks peserta didik (buku Kimia SMA/MA Kelas XI
Bumi Aksara).

d. Guru dapat melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk membahas
soal remedial yang telah diselesaikan.

2. Pengayaan

Pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan peserta


didik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan kesetimbangan ion dalam larutan.
Selain itu, dengan diberi pengayaan, akan dapat meningkatkan kemampuan peserta
didik dalam memahami kesetimbangan ion dalam larutan. Kegiatan pengayaan yang
diberikan pada peserta didik dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Pengayaan dilakukan setelah adanya evaluasi bab, dapat dilakukan di dalam atau
di luar jam pelajaran.

b. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai di atas Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).

c. Dengan tanya jawab, guru dan peserta didik membahas pengayaan yang
diberikan.

d. Materi pengayaan dapat berupa Fakta Sains dalam bentuk artikel.

Proyek
Garam memiliki peranan penting dalam kehidupan. Dalam keseharian, garam
sering digunakan sebagai penyedap makanan. Selain itu, garam juga digunakan
dalam industri makanan sebagai pengawet makanan dan minuman. Ada berbagai
jenis garam yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dengan manfaat
masing-masing. Salah satu jenis garam yang umum digunakan dalam industri
makanan, yaitu natrium benzoat (C6H5COONa). Garam tersebut biasanya
digunakan sebagai pengawet makanan dan minuman, seperti jus buah, kecap,
margarin, mentega, sirop buah, dan selai.
Tahukah kalian, beberapa bahan makanan dapat dibuat secara sederhana
dengan penggunaan garam (natrium benzoat) sebagai pengawetnya?
Misalnya, pembuatan bahan makanan berupa selai. Selai adalah makanan
semi padat atau kental yang berfungsi sebagai makanan pelengkap pada
hidangan roti, campuran kue, dan es krim. Selai dapat dibuat dari berbagai
macam buah, misalnya buah nanas. Selai nanas ini dapat dibuat dengan alat
dan bahan sederhana. Alat yang perlu kalian siapkan antara lain buah nanas
(tidak terlalu matang dan tidak terlalu mentah), gula, asam sitrat, dan natrium
benzoat. Bahan-bahan yang diperlukan, yaitu kompor gas, blender atau
parutan, Teflon, sendok pengaduk, timbangan, panci, wadah plastik (untuk
pengemas), dan pisau. Adapun langkah kerjanya, yaitu sebagai berikut.

1. Mengupas kulit buah nanas dengan menggunakan pisau.

2. Buah yang sudah dikupas dicuci, kemudian diparut atau diblender sampai
terbentuk bubur buah.

3. Selanjutnya, tambahkan gula pada bubur buah nanas, kemudian masak


dan panaskan di atas kompor serta aduk secara merata.

4. Pemanaskan bubur buah nanas (adonan selai nanas) yang sudah dicampur
gula hingga mendidih, kemudian tambahkan asam sitrat sebagai
penambah rasa masam pada selai dan natrium benzoate sebagai pengawet
agar waktu penyimpanannya lebih lama.

5. Adonan selai diangkat dan biarkan beberapa saat hingga dingin, kemudian
masukkan ke dalam wadah plastik untuk pengemasan. Kalian dapat
menggunakan selai nanas tersebut untuk pelengkap makanan, seperti roti.
Selain itu, kalian juga dapat memasarkan produk selai nanas tersebut ke
masyarakat di lingkungan sekitar kalian.

Tuliskan hasil percobaan pembuatan selai nanas dalam bentuk laporan


sederhana! Buatlah laporan tersebut semaksimal mungkin dan lengkapi dengan
gambar-gambar hasil praktikum agar lebih menarik! Kumpulkan hasil laporan
yang kalian buat kepada guru pembimbing untuk diberikan penilaian!

Contoh Instrumen Penilaian Proyek

Mata
Pelajaran : Kimia
Nama : Percobaan Sederhana (Pembuatan
Proyek indicator alami)
Alokasi
Waktu : Satu Minggu
Nama :
Kelas : XI

Tabel 10.25 Penilaian Proyek

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran jawaban
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Penggunaan strategi benar dan tepat
7. Kerapian atau keindahan
Jumlah
Indikator Rubrik Penilaian Proyek

Tabel 10.26 Indikator Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria

4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban sangat
lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama kelompok sangat baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar sangat akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan baik di depan kelas.

3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar cukup akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik,
tersedia laporan kerja dan disajikan dengan cukup baik di kelas.

2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban cukup
lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama kelompok cukup baik, interpretasi jawaban
masalah/gambar kurang akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik,
tersedia laporan kerja tetapi tidak disajikan di kelas.

1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau keterangan jawaban tidak
lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik, interpretasi jawaban masalah/
gambar tidak akurat, penggunaan strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia
laporan kerja dan tidak disajikan di depan kelas.

0 Tidak melakukan tugas proyek


Medan, Agustus 2024

Guru Bidang Studi

Kepala Sekolah SMA St. Thomas


2 Medan

Nova H. Sihombing, [Link]

Oratna Sembiring, [Link]

Anda mungkin juga menyukai