PELAYANAN PASIEN STEMI DI INSTALASI GAWAT DARURAT
No. Dokumen No. Revisi: Halama
[Link]/2117/RSUD/VI/2025 0 n 1/1
STANDAR Ditetapkan:
PROSEDUR
OPERASIONAL Tanggal Terbit
Mekanisme pelayanan pada pasien ST-segmen Elevation Myocardial
PENGERTIAN Infarction (STEMI) di RSUD Kab Buleleng dalam waktu segera dan
terintegrasi.
1. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan gawat darurat di RS
2. Mempercepat waktu penanganan (respon time) pasien gawat darurat dan
TUJUAN menurunkan angka kematian serta kecacatan
1. Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 436/1993 tentang Standar
Pelayanan Rumah sakit;
KEBIJAKAN
2. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng
Nomer 445/366258/2022 Tentang Pemberlakuan Standar operasional
Tindakan Keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Buleleng
A. Persiapan Alat
PERSIAPAN
1. Tensi meter
2. EKG
3. INFUS SET
4. Cairan infus D5%
5. Abocath
6. 3 way
7. Hypapik
8. Alcohol swab
9. Electrode
10. Monitor
B. Persiapan Pasien
1. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang maksud dan tujuan tindakan
Resusitasi cairan.
2. Pastikan pasien dalam posisi berbaring dengan nyaman.
3. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien (terutama jika pasien
anak-anak).
A. Tahap Preinteraksi
1. Siapkan alat-alat
B. Tahap Orientasi
1. Berikan salam, memperkenalkan diri, panggil nama pasien
2. Jelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada pasien dan keluarga.
PROSEDUR
C. Dilakukan oleh dokter jaga triage
1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri pada pasien dan keluarga yang
mengatar ke IGD
2. Lakukan pemeriksaaan tanda-tanda vital , ananmesa dan pemeriksaan
fisik serta pemeriksaan EKG sesuai Check List : Nyeri dada > 20
menit
3. Retrosternal khas infark dengan EKG ST Elevasi
4. Tempatkan pasien di Zona Merah, pasang infus ,ambil sampel darah,
berikan Oksigen sesuai kebutuhan , pasang Bed side monitor.
5. Aktifkan Code Stemi dengan menghubungi Call Center
6. Umumkan Code Stemi menggunakan Speaker di ruang Informasi IGD
D. Kriteria tindakan STEMI
1. Lakukan transfer pasien ke ICVCU/HCU dengan kondisi pasien onset
nyeri dada <12 jam (advis DPJP)
a. Fibrionolisis di IGD ( siapkan Streptokinase 1,5 juta IU ,D5% 100
cc,infus set, ASA 2-4 Tab ,CPG 4 tab, ISDN k/p, morfin k/p, bedside
monitor, defibrillator)
b. Primary PCI CPG 8 tab/ ticagerol 2 tab, ASA 2-4 tab, aktivasi tim Cath
Lab , transfer ke Cath Lab
c. Konservatif
2. Lakukan transfer paien ke ICVCU/HCU dengan kondisi pasien onset nyeri
dada >12 jam (advis DPJP)
a. Primary PCI , CPG 8 tab/ ticagerol 2 tab, ASA 2-4 tab, aktivasi tim
Cath Lab , transfer ke Cath Lab
b. Konservatif
1. Instalasi Gawat Darurat.
2. Bed Management
UNIT TERKAIT
3. Instalasi Perawatan Intensif (ICVCU, HCU)