LOGO
PANDUAN ASUHAN GIZI (PAG)
RS
CHRONIK KIDNEY DISEASE (CKD)
Metoda pemecahan masalah gizi pada pasien Chronik Kidney
Disease (CKD) yang sistematis dimana Nutrisionis/Dietisien
1. Pengertian
berfikir kritis dalam membuat keputusan untuk menangani
masalah gizi sehingga aman, efektif dan berkualitas
Melanjutkan hasil skrining perawat terkait risiko malnutrisi dan
2. Asesmen/Pengkajian:
atau kondisi khusus.
Data berat badan, tinggi badan, Indeks Masa Tubuh dan atau
Antropometri
lingkar lengan atas
Mengkaji data labolatorium terkait gizi seperti: kreatinin, ureum,
Biokimia
kalium, UL, DL
Mengkaji data tekanan darah, sembab ( kelopak mata, dada,
Klinis/Fisik perut, tungkai, ), sesak napas, kaki berat dan dingin, mual,
muntah, efusi pleura, oedema periferal
Mengkaji riwayat alergi makanan, pola kebiasaan makan, bentuk
Riwayat Makan makanan, rata-rata asupan sebelum masuk Rumah Sakit
(kualitatif dan kuantitatif)
Mengkaji riwayat sosial ekonomi, budaya, riwayat penyakit saat
Riwayat Personal ini, riwayat penyakit dahulu dan penyakit keluarga, riwayat
penggunaan suplemen makanan.
3. Diagnosis Gizi (Masalah Gizi) - Kelebihan asupan protein disebabkan oleh kelainan fungsi
ginjal di tandai dengan hasil protein sebanyak …gram (…
%). (NI-5.7.2)
- Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi spesifik yang
disebabkan karena gangguan fungsi ginjal ditandai dengan
hasil pemeriksaan laboratorium meningkat,(NC-2.2)
- Ketidakmampuan dalam mengatur diri sendiri disebabkan
karena kurangnya pengetahuan tentang makanan dan gizi
ditandai dengan kebiasaan mengonsumsi makanan salah dan
adanya gangguan fungsi ginjal (NB-2.3)
- Intake mineral atau makanan mengandung mineral diatas
standar/ anjuran berdasarkan kebutuhan fisioligis berkaitan
dengan peningkatan kebutuhan zat gizi karena penyakit
katabolic yang lama ditandai dengan asupan natrium tinggi
(NI-5.10.2)
- Asupan oral kurang disebabkan karena faktor fisiologis
yaitu mingkatkannya kebutuhan energy karena fungsi ginjal
ditandai dengan ketidakseimbangan nutrisi (NI-2.1)
4. Intervensi Gizi (Terapi Gizi) Diet Rendah Garam Rendah protein
a. Perencanaan Tujuan :
- Mengganti kehilangan protein terutama albumin
- Mengurangi oedema dan menjaga keseimbangan
cairan
- Memonitor hiperkolesterol dan penumpukan
trigliserida
- Mengkontrol hipertensi dan mengatasi anoreksia
Preskripsi Diet:
- Kebutuhan Energi cukup 35 kkal/kgBB/hari Pada
pasien dengan status gizi baik sesuai dengan kebutuhan
energi normal ditambah faktor stres sebesar 15% dari
Metabolisme Basal.
- Protein rendah, yaitu 0,8 % g/kg BB
- Lemak cukup, yaitu 15-20 %
- Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi
total ( cenderung tinggi )
- Na dibatasi ( 1-4 gr garam/hari ) tipe hipertensi
- Cairan dibatasi
Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna
Diberikan bertahap disesuaikan dengan kemampuan pasien
untuk menerimanya
b. Implementasi Pemberian Jenis Diet diberikan bertahap sesuai kemampuan dan kondisi
Makanan pasien dimulai Diet Makanan Cair, saring, Lunak, biasa
c. Edukasi Pelaksanaan pemberian makan sesuai dengan preskripsi diet
dengan bentuk cair/saring/lunak/biasa
d. Konseling Gizi Pemberian edukasi dan konseling gizi kepada pasien, keluarga
dan penunggu pasien (care giver)
e. Koordinasi dengan tenaga Koordinasi pelayanan gizi dengan tenaga kesehatan lain yaitu
kesehatan lain dengan dokter, perawat, farmasis dan tenaga kesehatan lain
terkait asuhan pasien
Mengetahui respon pasien terhadap intervensi yaitu monitor
hasil positif maupun negative dari :
5. Monitoring dan Evaluasi
1. Hasil biokimia terkait gizi
2. Fisik Klinis terkait gizi,
3. Asupan Makanan
Melihat kembali kondisi pasien setelah kunjungan awal jika
6. Re Asesmen (Kontrol kembali)
diperlukan. Jika ada masalah gizi dianjurkan kontrol kembali/re
asesmen di rawat jalan.
1. Asupan makan ≥ 80% dari kebutuhan
7. Indikator (Target yang akan 2. Pemantauan tekanan darah
dicapai/Outcome) 3. Oedema berkurang
4. Peningkatan Pengetahuan Gizi seimbang
1. Penuntun Diet Edisi 3 Tahun 2006. Asosiasi Dietisien
Indonesia (AsDI). Persatuan Ahli Gizi Indonesia
(PERSAGI)
2. Pocket Guide For International Dietetics & Nutrition
Terminology (IDNT) Reference Manual 2013
8. Kepustakaan
3. International Dietetics & Terminology (IDNT) Reference
Manual. Standardize Language for the Nutrition Care
Process. Fourth Edition. Academy of Nutrition and Dietetics
2013
4. Proses Asuhan Gizi Terstandar. Kumpulan studi kasus. 2011