20 RUMUS UNTUK MEMUDAHKAN
DALAM MENGOPERASIKAN MICROSOFT EXCEL
1. SUM
SUM merupakan rumus untuk menjumlahkan angka yang ada di sel-sel tertentu. Misalnya, saat akan menjumlahkan
angka dari sel A2 sampai A6, maka rumusnya adalah: =SUM(A2:A6) Advertisement
2. COUNT
COUNT memiliki fungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka. Misalkan, dari sel A1 sampai I1, hanya A1
sampai E1 saja yang berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut: =COUNT(A1:I1) .Hasil dari rumusnya
adalah 5, karena hanya lima sel yang berisi angka.
3. COUNTA
Serupa dengan COUNT, namun pada rumus COUNTA tidak hanya menghitung jumlah sel yang berisi angka, tapi sel
yang berisi apapun. Sehingga, Anda bisa mengetahui jumlah sel yang tidak kosong. Contohnya, misalkan sel A1 hingga
D1 berisi kata, dan sel G1 hingga I1 berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut: =COUNTA(A1:I1) Setelah
dilakukan penghitungan, dapat ditemukan bahwa hasil rumusnya adalah 7, karena sel yang kosong hanya E1 dan F1.
4. AVERAGE
AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada range sel tertentu. Contohnya, ketika Anda sedang
menghitung rata-rata nilai mata kuliah yang ada di sel A2 hingga A6, maka Anda bisa menggunakan rumus:
=AVERAGE(A1:A5)
5. IF
Fungsi rumus IF pada Mictosoft Excel cukup berperan penting dalam mengidentifikasi data berdasarkan logika tertentu.
Biasanya dalam bentuk benar/salah. Contohnya, saat Anda ingin mengecek apakah angka di A1 lebih besar dari angka
di B1. Jika angkanya lebih besar, Anda ingin melihat kata “Benar”, dan jika lebih kecil, Anda ingin melihat kata “Salah”.
Maka rumusnya akan seperti ini: =IF(A1>B1; “Benar”;”Salah”)
6. MAX dan MIN
MAX dan MIN berfungsi untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam suatu deretan data.
Contohnya, terdapat sembilan siswa yang nilainya ditulis di sel A2 hingga A10. Jika Anda ingin tahu nilai yang paling
tinggi, maka bisa menggunakan rumus: =MAX(A2:A10) Sebaliknya, jika Anda ingin tahu nilai yang paling rendah, Anda
bisa menggunakan rumus: =MIN(A2:A10)
7. TRIM
Fungsi rumus TRIM dapat menghapus spasi berlebih yang ada di dalam sel, contohnya seperti spasi di awal kalimat,
akhir kalimat, atau spasi ganda. Tapi ingat, rumus ini hanya bisa diaplikasikan pada satu sel saja. Jadi, Anda tidak bisa
menggunakannya pada beberapa sel sekaligus, harus satu per satu. Contohnya seperti ini: =TRIM(A1)
8. AND
Rumus AND memiliki fungsi logika. Anda dapat menggunakannya untuk mencari tahu apakah isi dari suatu sel benar
(TRUE) atau salah (FALSE). Berikut adalah contoh rumusnya: =AND(A1>50;A1<100) Jika angkanya memenuhi kriteria
(A1>50 dan A1<100), maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.
9. OR
Mirip dengan rumus AND, rumus OR bisa digunakan untuk mencari tahu apakah kriteria yang ditentukan TRUE atau
FALSE. Bedanya, jika rumus AND harus memenuhi semua kriteria untuk menjadi TRUE, rumus OR bisa dipenuhi dengan
salah satu kriteria saja: =OR(A1<50;A1>100) Jika angkanya memenuhi kriteria (A1100), maka hasilnya adalah TRUE.
Begitu pula sebaliknya.
10. NOT
Rumus NOT berkebalikan dari rumus AND dan OR. Contohnya, saat Anda Anda menggunakan rumus ini: =NOT(A1>50)
Berarti, hasilnya adalah TRUE jika angkanya tidak memenuhi kriteria (A1>50). Sedangkan jika angkanya memenuhi
kriteria, hasilnya adalah FALSE.
11. LEN
Fungsi dari rumus ini adalah untuk menghitung jumlah karakter yang ada di dalam satu sel. Jadi, yang dihitung tidak
hanya kata, tapi juga spasi dan tanda baca seperti titik dan koma. Berikut contoh rumusnya: =LEN(A1) Namun ada
beberapa hal yang harus menjadi catatan, rumus LEN tidak bisa diaplikasikan pada beberapa sel sekaligus. Dengan
kata lain, Anda perlu menggunakan rumus ini satu per satu pada sel tertentu.
12. AREAS
Dalam penggunaan Excel ada sebuah konsep untuk menghitung jumlah area yang diseleksi. Untuk memperoleh hasil
tersebut, Anda bisa menggunakan rumus AREAS. Rumus ini dapat menghitung jumlah area yang Anda jadikan
referensi. Contohnya, dengan memasukkan rumus ini: =AREAS(A1:C6) Setelah dihitung, maka ditemukan bahwa
hasilnya adalah 1, karena Anda hanya menyeleksi satu range sel saja.
13. VLOOKUP
Rumus VLOOKUP terkesan sulit. Namun, bila Anda mengetahui caranya, rumus ini akan sangat
mempermudah pekerjaan Anda. Di mana, rumus ini akan berguna saat mengambil data yang disusun secara vertikal.
Sebagai contoh, jika Anda menawarkan beberapa paket yang terdiri dari bundling produk dan layanan. Berikut adalah
tabel rincian biayanya (tabel rincian biaya ada di sel B15:D17). Berikut caranya untuk menggunakan rumus VLOOKUP:
Pertama-tama sel yang perlu dimasukkan adalah C4, karena sel ini yang mengindikasikan jenis paket yang dibeli
konsumen. Selanjutnya, Anda perlu memasukkan range sel untuk tabel rincian biaya (B15:D17). Itu agar nilai tabelnya
absolut, tekan F4 (sehingga di dalam kode range selnya muncul persentasenya). Lalu, masukkan angka dua di bagian
selanjutnya. Karena di tabel rincian biaya, harga produk terletak di kolom kedua.
14. HLOOKUP
Rumus ini hampir serupa dengan VLOOKUP. Adapun perbedaanya, jika VLOOKUP berguna untuk mengambil data yang
disusun secara vertikal, maka HLOOKUP untuk data yang disusun secara horizontal. Sesuai dengan namanya, yaitu
HLOOKUP.
15. CHOOSE
Rumus ini bisa digunakan untuk mengambil nilai dari suatu tabel data. Misalnya, Anda membuat kolom baru untuk No,
Paket dan Jenis Paket. Tujuannya, jika Anda mengisi nomor 1, 2, atau 3 di kolom No. Paket, kolom Jenis Paket secara
otomatis akan terisi Gold, Silver, atau Bronze. Untuk mengerjakannya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti.
masukkan sel E1, yaitu sel nomor paketnya (Sel pertama hanya bisa diisi angka). Lalu, masukkan sel B2, B3, dan B4.
Karena ketiga sel tersebut berisi value Gold, Silver, dan Bronze.
16. MATCH
Rumus MATCH memiliki banyak andil dan fungsi memudahkan dan memperjelas untuk menemukan data pada baris
tertentu. Pertama-tama, masukkan dulu kata yang ingin Anda cari (di dalam tanda kutip). Lalu, masukkan range sel
berisi data brand produk (B3:B11). Setelah memasukkan rumusnya, hasil yang akan Anda dapatkan adalah 5. Karena
brand produk yang dicari berada pada urutan kelima di dalam daftarnya.
17. CEILING
Rumus CEILING berfungsi membulatkan angka (kelipatan sepuluh) ke angka atas terdekat.
18. FLOOR
FLOOR memiliki pola berbalik dari rumus CEILING. Adapun penyebabnya adalah untuk membulatkan angka (kelipatan
sepuluh) ke angka bawah terdekat. Serupa dengan konsep rumus CEILING, Anda harus memasukan sel yang ingin
dibulatkan terlebih dahulu (B2). Kemudian, masukkan angka 50. Artinya, Anda ingin membulatkan angkanya ke 50
angka bawah terdekat.
19. COUNTIF
Apabila Anda tak perlu lagi kesulitan dalam menyortir data. Pertama-tama, yang perlu Anda masukkan ke dalam rumus
COUNTIF adalah range sel yang ingin Anda identifikasi (B2:B21) Kemudian, Anda tinggal memasukkan kriteria sel yang
akan dihitung, yaitu “PNS” (harus di dalam tanda kutip). Hasil dari rumus tersebut adalah 7. Jadi, dari 20 responden,
tujuh di antaranya berprofesi sebagai PNS.
20. SUMIF
SUMIF digunakan untuk mengakumulasi angka yang ada pada sel-sel dengan kriteria tertentu. Sebagai contoh, dari 20
responden yang Anda survei, Anda ingin mengakumulasi total jumlah pengeluaran dari seluruh responden yang
berprofesi sebagai PNS. Jadi, berikut adalah rumus yang Anda gunakan. Pertama-tama, Anda harus memasukkan range
sel yang ingin diidentifikasi (A2:A21). Kemudian, masukkan kriteria sel yang ingin Anda cari (“PNS”). Setelah itu,
masukkan range sel yang ingin Anda identifikasi penjumlahannya (B2:B21).
Agar mudah dipahami dan bisa diterapkan dalam keseharian, 20 rumus Excel ini harus rutin dipraktikkan.