0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan6 halaman

Evaluasi RCT Pelatihan Otot Inspirasi

Dokumen ini adalah checklist CASP untuk menilai validitas dan metodologi dari studi acak terkontrol tentang pelatihan otot inspirasi pascaoperasi. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi tersebut meningkatkan fungsi paru-paru dan kapasitas fungsional tanpa efek samping yang dilaporkan, meskipun ada beberapa keterbatasan dalam generalisasi dan analisis jangka panjang. Hasilnya relevan untuk pasien dengan karakteristik serupa, tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitas di populasi yang lebih luas.

Diunggah oleh

Tri Astanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan6 halaman

Evaluasi RCT Pelatihan Otot Inspirasi

Dokumen ini adalah checklist CASP untuk menilai validitas dan metodologi dari studi acak terkontrol tentang pelatihan otot inspirasi pascaoperasi. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi tersebut meningkatkan fungsi paru-paru dan kapasitas fungsional tanpa efek samping yang dilaporkan, meskipun ada beberapa keterbatasan dalam generalisasi dan analisis jangka panjang. Hasilnya relevan untuk pasien dengan karakteristik serupa, tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitas di populasi yang lebih luas.

Diunggah oleh

Tri Astanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CASP Checklist:

For Randomised Controlled Trials (RCTs)

Reviewer Name -
Effect of Postoperative High Load Long Duration Inspiratory Muscle Training
Paper Title on Pulmonary Function and Functional Capacity After Mitral Velve
Replacement Surgery : A Randomized Controlled Trial with Follow-up
Fatma A. Hegazy, Sara M. Mohamed Kamel, Ahmed S. Abdelhamid, Emad
Author A. Aboelnasr, Mahmoud Elshazly, dan Ali M. Hassan

Web Link [Link]

Appraisal Date 27 Agustus 2021

During critical appraisal, never make assumptions about what the researchers have done. If it is not
possible to tell, use the “Can’t tell” response box. If you can’t tell, at best it means the researchers
have not been explicit or transparent, but at worst it could mean the researchers have not
undertaken a particular task or process. Once you’ve finished the critical appraisal, if there are a large
number of “Can’t tell” responses, consider whether the findings of the study are trustworthy and
interpret the results with caution.

1
Section A Is the basic study design valid for a randomised controlled trial?

1. Did the study address a clearly formulated V Yes No Can’t Tell


research question?
Ya, penelitian tersebut dirancang untuk menilai hasil intervensi. Pertanyaan penelitian
dirumuskan dengan jelas dalam hal:
• Populasi yang diteliti: Penelitian ini melibatkan pasien yang menjalani operasi penggantian katup
mitral, dengan total 100 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok.
• Intervensi yang diberikan: Intervensi yang diberikan adalah Inspiratory Muscle Training (IMT)
menggunakan perangkat pengukuran tekanan, yang diterapkan pada kelompok intervensi.
• Pembanding dipilih: Kelompok kontrol yang tidak menerima IMT tetapi menjalani program
fisioterapi pascaoperasi rutin.
• Hasil diukur: Hasil yang diukur mencakup fungsi paru-paru (FVC, FEV1, MIP) dan kapasitas
fungsional (6-Minute Walk Test)
2. Was the assignment of participants to V Yes No Can’t Tell
interventions randomised?
Pengacakan dilakukan dengan metode sederhana, yaitu memilih pasien secara acak dari daftar
operasi penggantian katup mitral. Alokasi dilakukan menggunakan amplop tertutup yang diberi
nomor berurutan. Metode ini dianggap efektif untuk mencegah bias.
Meskipun pengacakan mengurangi bias sistematis, tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya
karena faktor seperti perbedaan peserta atau kepatuhan terhadap intervensi. Namun, metode
alokasi acak ini berhasil meminimalkan risiko bias.
Urutan alokasi dirahasiakan dari peneliti dan peserta. Amplop alokasi dipegang oleh ahli statistik
independen yang tidak terlibat dalam penelitian dan tidak mengetahui tujuan studi. Selain itu,
allocator (fisioterapis) juga tidak tahu tujuan studi dan tidak ikut dalam intervensi atau penilaian.
3. Were all participants who entered the study V Yes No Can’t Tell
accounted for at its conclusion?
Kehilangan tindak lanjut dan pengecualian setelah pengacakan telah diperhitungkan dalam
analisis. Penelitian ini mencatat dan melaporkan jumlah peserta yang hilang serta alasan di
baliknya.
Peserta dianalisis berdasarkan kelompok tempat mereka diacak, sesuai dengan prinsip intent-
to-treat. Artinya, semua peserta yang diacak tetap dihitung dalam analisis, meskipun mereka tidak
menyelesaikan intervensi.
Studi ini tidak dihentikan lebih awal. Penelitian berjalan sesuai rencana tanpa alasan untuk
penghentian sebelum waktunya.

Section B Was the study methodologically sound?

4. (a) Were the participants ‘blind’ to V Yes No Can’t Tell


intervention they were given?

Peserta tidak mengetahui intervensi yang


mereka terima. Proses pengacakan dan alokasi
memastikan bahwa mereka tidak tahu
kelompok mana yang mereka masuki
(intervensi atau kontrol). Praktisi fisioterapi
yang memberikan intervensi juga tidak tahu
tujuan studi dan alokasi kelompok

2
(b) Were the investigators ‘blind’ to the V Yes No Can’t Tell
intervention they were giving to
participants?
Peserta tidak mengetahui intervensi yang
mereka terima karena proses pengacakan dan
alokasi dirancang agar mereka tidak tahu
apakah mereka masuk kelompok intervensi atau
kontrol. Praktisi fisioterapi yang memberikan
intervensi juga tidak mengetahui tujuan studi
dan alokasi kelompok.
(c) Were the people assessing/analysing V Yes No Can’t Tell
outcome/s ‘blinded’?
Orang yang menilai atau menganalisis hasil
juga dibutakan. Penilaian dilakukan oleh
penguji independen yang tidak terlibat dalam
intervensi dan tidak mengetahui tujuan studi,
sehingga mengurangi potensi bias dalam
analisis hasil
5. Were the study groups similar at the start of V Yes No Can’t Tell
the randomised controlled trial?
Kedua kelompok studi memiliki
karakteristik awal yang serupa. Faktor seperti
usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi
tidak menunjukkan perbedaan signifikan (P >
0,05), sehingga kedua kelompok dapat
dibandingkan secara adil dalam analisis hasil.
Karakteristik dasar setiap kelompok studi, seperti usia, jenis kelamin, dan kelompok sosial
ekonomi, ditetapkan dengan jelas. Data demografis peserta disajikan dalam tabel yang
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok dalam hal karakteristik dasar
tersebut (P > 0.05).
Karena tidak ada perbedaan signifikan yang terdeteksi antara kelompok, hal ini mengurangi
kemungkinan bahwa perbedaan karakteristik dapat memengaruhi hasil penelitian
6. Apart from the experimental intervention, V Yes No Can’t Tell
did each study group receive the same level
of care (that is, were they treated equally)?
Ya, penelitian ini memiliki protokol yang jelas, mencakup detail intervensi, metode
pengacakan, dan prosedur analisis. Kedua kelompok menerima intervensi tambahan yang serupa.
Kelompok kontrol mendapat fisioterapi tradisional yang sama seperti kelompok eksperimen, hanya
dengan fokus berbeda.
Interval tindak lanjut juga sama untuk semua peserta. Pengukuran dilakukan pada waktu yang
telah ditentukan: sebelum operasi, hari ketiga setelah operasi, saat keluar dari rumah sakit, serta
pada minggu ke-4, minggu ke-8, dan 6 bulan setelah operasi.

Section C: What are the results?


7. Were the effects of intervention reported V Yes No Can’t Tell
comprehensively?
Uji statistik: Digunakan ANOVA untuk pengukuran berulang dan analisis post-hoc dengan
koreksi Bonferroni.
Nilai p: Semua analisis dilaporkan dengan nilai p, dengan p < 0,05 dianggap signifikan.
8. Was the precision of the estimate of the V Yes No Can’t Tell
intervention or treatment effect reported?
Interval kepercayaan (CI) dilaporkan dalam penelitian ini. CI disertakan untuk hasil yang
diukur, memberikan rentang nilai di mana parameter populasi diperkirakan berada

9. Do the benefits of the experimental V Yes No Can’t Tell


intervention outweigh the harms and costs?

3
Pengaruh intervensi diukur dengan partial eta squared (η²) untuk menunjukkan seberapa besar
efeknya. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berdampak signifikan pada fungsi paru-paru dan
kapasitas fungsional, dengan ukuran efek kecil, sedang, atau besar.
Tidak ada kerugian atau efek samping yang dilaporkan di kedua kelompok. Penelitian ini hanya
fokus pada manfaat intervensi dan tidak mencatat efek samping yang berarti.
Analisis efektivitas biaya tidak dilakukan, karena penelitian lebih menekankan pada hasil klinis.

Section D: Will the results help locally?

10. Can the results be applied to your local V Yes No Can’t Tell
population/in your context?
Peserta dalam studi ini adalah pasien berusia 25–50 tahun yang menjalani operasi
penggantian katup mitral karena penyakit jantung rematik, dengan kondisi pascaoperasi yang
stabil. Jika pasien Anda memiliki karakteristik serupa, maka hasil studi ini lebih relevan.
Namun, jika pasien Anda berbeda, misalnya lebih tua, memiliki lebih banyak penyakit
penyerta, atau kondisi kesehatan yang lebih buruk, maka hasil studi ini mungkin tidak
sepenuhnya berlaku. Perbedaan ini bisa memengaruhi efektivitas intervensi dan hasil
klinisnya.
Studi ini menunjukkan peningkatan fungsi paru-paru dan kapasitas fungsional setelah
intervensi. Temuan ini bisa bermanfaat jika pasien Anda menjalani prosedur serupa. Namun,
relevansinya tergantung pada kesamaan kondisi dan karakteristik pasien Anda.
Jika Anda tertarik pada dampak jangka panjang atau efek samping, informasi itu belum
dibahas secara lengkap dalam studi ini. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk menjawab
pertanyaan tersebut.
Keterbatasan lain termasuk tidak adanya analisis efektivitas biaya dan kurangnya laporan
tentang efek samping atau dampak jangka panjang, yang bisa menyulitkan dalam menilai
manfaat dan risiko intervensi secara menyeluruh.
11. Would the experimental intervention Yes No Can’t Tell
provide greater value to the people in
your care than any of the existing
interventions?
Intervensi eksperimen, yaitu pelatihan otot inspirasi dengan beban tinggi dan durasi lama,
menunjukkan peningkatan signifikan dalam fungsi paru-paru dan kapasitas fungsional setelah
operasi penggantian katup mitral, dibandingkan dengan intervensi tradisional. Jika pasien Anda
memiliki karakteristik serupa dengan peserta studi, intervensi ini mungkin lebih efektif untuk
pemulihan pascaoperasi.
Namun, hasil ini bergantung pada kesamaan kondisi dan karakteristik pasien Anda. Jika pasien
Anda memiliki kondisi yang lebih kompleks atau berbeda, efektivitasnya mungkin berbeda. Oleh
karena itu, meskipun intervensi ini menjanjikan, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan
apakah ini lebih baik dibandingkan dengan metode yang ada pada populasi Anda.

APPRAISAL SUMMARY: List key points from your critical appraisal that need to be considered
when assessing the validity of the results and their usefulness in decision-making.
Positive/Methodologically Negative/Relatively poor Unknowns
sound methodology
• Desain Acak : Penelitian ini • Potensi Bias Pembelajaran : • Efek Jangka Panjang :
menggunakan desain acak Penggunaan tes 6 Menit Walk Penelitian ini tidak
dengan alokasi peserta secara Test (6MWT) dua kali bisa mengevaluasi efek
acak, yang membantu menyebabkan bias pembelajaran, jangka panjang
mengurangi bias dan di mana hasil tes kedua mungkin intervensi pelatihan
meningkatkan validitas hasil. lebih baik karena peserta sudah otot inspirasi setelah 6
• Kontrol yang Jelas : Adanya lebih familiar dengan bulan pascaoperasi, jadi
kelompok kontrol prosedurnya. tidak diketahui apakah
memungkinkan perbandingan • Keterbatasan dalam Generalisasi manfaatnya bertahan
yang jelas antara intervensi : Ukuran sampel yang terbatas lama.
eksperimental dan metode dan spesifik pada pasien yang • Variabilitas Individu :
yang ada, sehingga hasilnya menjalani operasi penggantian Penelitian tidak
lebih mudah diinterpretasikan. katup mitral membuat hasil mempertimbangkan
• Pengukuran yang penelitian ini sulit diterapkan perbedaan individu
4
Komprehensif : Penelitian ini pada populasi yang lebih luas. dalam respons terhadap
mengukur berbagai parameter • Analisis Data yang Terbatas : intervensi, yang bisa
fungsi paru-paru dan Meskipun analisis statistik yang memengaruhi hasil.
kapasitas fungsional pada digunakan sudah tepat, ada Beberapa pasien
beberapa titik waktu, kemungkinan bahwa beberapa mungkin merespons
memberikan gambaran variabel confounding yang dapat lebih baik, sementara
lengkap tentang efek memengaruhi hasil tidak faktor seperti
intervensi. diperhitungkan, yang bisa komorbiditas atau
• Ukuran Sampel yang mengurangi validitas internal. tingkat kebugaran awal
Memadai : Dengan 100 • Keterbatasan dalam Pengukuran tidak dieksplorasi
peserta, ukuran sampel ini Outcome : Meskipun pengukuran sepenuhnya.
cukup untuk memberikan fungsi paru-paru dilakukan • Keterbatasan dalam
kekuatan statistik yang secara komprehensif, beberapa Pengukuran Kualitas
dibutuhkan untuk analisis aspek kesehatan pasien Hidup : Meskipun
yang valid. pascaoperasi mungkin belum penelitian mengukur
• Analisis Statistik yang Tepat : terhitung, memberikan gambaran fungsi paru-paru dan
Penggunaan analisis statistik yang tidak lengkap tentang kapasitas fungsional,
yang sesuai, seperti ANOVA efektivitas intervensi. tidak ada pengukuran
untuk data berulang, langsung terhadap
menunjukkan pendekatan kualitas hidup pasien
yang metodologis dalam pascaoperasi, yang
mengevaluasi hasil. penting untuk evaluasi
hasil intervensi.
• Pengaruh Psikologis
dan Sosial : Penelitian
ini tidak mengevaluasi
faktor psikologis atau
sosial yang mungkin
memengaruhi
pemulihan pasien,
seperti dukungan sosial
atau tingkat kecemasan,
yang dapat
memengaruhi hasil
pemulihan.

5
Referencing recommendation:

CASP recommends using the Harvard style referencing, which is an author/date method. Sources are
cited within the body of your assignment by giving the name of the author(s) followed by the date of
publication. All other details about the publication are given in the list of references or bibliography at
the end.

Example:

Critical Appraisal Skills Programme (2024). CASP (insert name of checklist i.e. randomised controlled
trials (RCTs) Checklist.) [online] Available at: insert URL. Accessed: insert date accessed.

Creative Commons

©CASP this work is licensed under the Creative Commons Attribution – Non-Commercial- Share A
like. To view a copy of this licence, visit [Link]

Need further training on evidence-based decision making? Our online training courses are helpful for
healthcare educational researchers and any other learners who:

 Need to critically appraise and stay abreast of the healthcare research literature as part of their
clinical duties.
 Are considering carrying out research & developing their own research projects.
 Make decisions in their role, whether that be policy making or patient facing.

Benefits of CASP Training:


 Affordable – courses start from as little as £6
 Professional training – leading experts in critical appraisal training
 Self-directed study – complete each course in your own time
 12 months access – revisit areas you aren’t sure of and revise
 CPD certification - after each completed module

Scan the QR code below or visit [Link] for


more information and to start learning more.

Anda mungkin juga menyukai