PROPOSAL SKRIPSI
ANALISIS KOEFISIEN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
PEKERJAAN BALOK DAN KOLOM PADA PEMBANGUNAN
PROYEK MATAHATI RESORT di KABUPATEN GIANYAR
oleh:
Made Giri Wira Guna
2115124063
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS,
DAN TEKNOLOGI
POLITEKNIK NEGERI BALI JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN MANAJEMEN
PROYEK KONTRUKSI
2024
KATA PENGANTAR
Om Swastiastu,
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang
Hyang Widhi Wasa karena atas berkat rahmat-Nya, proposal skripsi yang berjudul
“Analisis Koefisien Produktivitas Tenaga Kerja Pekerjaan Balok dan Kolom pada
Pembangunan Proyek Matahati Resort di Kabupaten Gianyar” dapat diselesaikan
tepat pada waktunya.
Dalam penulisan Proposal skripsi ini, penulis mendapat bantuan serta
bimbingan dari pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. I Nyoman Abdi, SE, M.e Com., selaku Direktur Politeknik Negeri Bali
yayng telah memberikan kesempatan menuntut ilmu di Politeknik Negeri
Bali.
2. Ir. Nyoman Suardika, MT. sekalu ketua jurusan Teknik Sipil Politeknik
Negeri Bali yang telah memberikan pengarahan serta petunjuk dalam
menyelesiakan studi di Politkenik Negeri Bali.
3. Dr. Ir. Putu Hermawati, MT. selaku ketua Program Studi Sarjanan Terapan
Manajemen Proyek Kontruksi yang telah memberikan semangat dalam
penyusunan proposal skripsi ini.
4. Ketut Wiwin Andayani, S.T.,M.T. selaku pembimbing I yang telah
membimbing penulis dalam penyusunan proposal skirpsi ini.
5. I Gusti Lanang Made Parwita S.T., M.T. selaku pembimbing II yang telah
membimbing penulis dalam pengusunan proposal skripsi ini.
6. Keluarga dan teman-teman yang telah memberikan ketenangan, cinta
kasih, serta dukungan moral dalam penyusunan proposal skripsi ini.
7. Teman-teman dan semua pihak yang telah mendukung penulis dalam
menyelesaikan proposal skripsi ini.
Besar harapan penulis semoga proposal skripsi ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak. Penulis sadari bahwa karya ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
i
proposal skripsi ini. Akhir kata penulis berharap agar proposal skripsi ini dapat
dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Om Shanti, Shanti, Sahnti Om.
Tabanan 20 Oktober 2024
Made Giri Wira Guna
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 3
1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 3
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................... 3
1.5 Batasan Penelitian .................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 5
2.1 Proyek Kontruksi ...................................................................................... 5
2.2 Manajemen Proyek Kontruksi .................................................................. 7
2.3 Tenaga Kerja ............................................................................................. 9
2.4 Produktivitas Tenaga Kerja .................................................................... 10
2.5 Pengertian Koefisien .............................................................................. 14
2.6 Pekerjaan Balok ...................................................................................... 15
2.7 Pekerjaan Kolom .................................................................................... 16
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 18
3.1 Rancangan Penelitian ............................................................................. 18
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................................. 18
3.3 Pengumpulan Data ................................................................................. 20
3.4 Intrumen Penelitian ................................................................................ 21
3.5 Analisis Data .......................................................................................... 21
3.6 Bagan Alir Penelitian .............................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 24
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Koefisien Tenaga kerja Penulangan Balok dan kolom ........................ 15
Tabel 3. 1 Jadwal Pelaksanaan ............................................................................ 15
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tripel Constrain manajemen Proyek kontruksi ................................. 6
Gambar 2.2 Tiga Karekteristik Proyek Kontruksi ................................................. 7
Gambar 2.3 Proses Manajemen Proyek Kontruksi ................................................ 9
Gambar 2.4 Jenis Jenis Kolom ............................................................................ 17
Gambar 3. 1 Lokasi Penelittian ........................................................................... 19
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proyek kontruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan pekerjaan kontruksi
yang dikerjakan secara terperinci, dalam waktu terbatas yang telah di tentukan oleh
pelaksana proyek. Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, terdapat beberapa faktor
penentu keberhasilan suatu proyek, salah satunya adalah sumber daya yang
berpengaruh terdiri dari tenaga kerja, bahan, alat, dan metode. Sumber daya
menjadi hal penentu karena sumber daya berkaitan dengan pekerjaan proyek,
dengan adanya sumber daya baik dapat mendukung hasil pekerjaan proyek yang
baik [1].
Tenaga kerja dalam industri kontruksi merupakan faktor yang paling
berpengaruh dalam pengukuran kinerja suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan
pekerjaan kontruksi menyerap banyak tenaga kerja dalam penyelesaiannya, oleh
sebab itu perusahaan berkepentingan untuk mengetahui performa tenaga kerjanya
untuk meningkatkan profitabilitas. Hal ini tentu saja dapat direalisasi apabila
memahami bagaimana mengukur indeks produktivitas tenaga kerja [2]. Pemilihan
tenaga kerja biasanya dilakukan oleh mandor yang hanya berdasarkan relasi dan
tidak terlalu mementingkan keterampilan tenaga kerja secara detail. Bila pekerja
kontruksi yang tersedia kurang terlatih, maka harus dikembangkan suatu teknik
manajemen supaya dapat menjamin produktivitas yang dapat memberikan
keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proyek kontruksi yaitu pihak
owner (pemilik), konsultan, dan kontraktor, dalam hal ini peningkatan produktivitas
pekerja merupakan salah satu hal yang paling penting dalam pekerjaan kontruksi.
Dalam pembangunan proyek Matahati Resort yang terletak di Desa Taro,
Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, yang mulai di bangun pada tanggal 1
Agustus 2024 dengan waktu pelaksanaan pekerjaan direncanakan selama 18 bulan
kalender. Proyek tersebut sempat mengalami masalah keterlambatan yang di
sebabkan oleh tenaga kerja, diamana seharusnya apabila tenaga kerja kurang
terampil ataupun tidak maksimal dalam pekerjaannya, maka hasil kerja yang
1
2
diperoleh kualitasnya kurang baik dan produktivitasnya rendah. Produktivitas
tenaga kerja merupakan sesuatu yang konstan, artinya dapat berubah-ubah dari
waktu ke waktu, naik atau turunnya produktivitas tukang sebagai tenaga kerja
lapangan harus dicermati agar dapat ditentukan sistem kerja yang sesuai dan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai
dengan harapan.
Dengan demikian sudah selayaknya setiap penyedia jasa melakukan evaluasi
sendiri terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan. Mengingat betapa pentingnya
informasi akan hal ini maka pengukuran produktivitas dalam setiap jenis pekerjaan
dilakukan oleh pihak internal proyek guna pencapaian target waktu, mutu, dan
biaya perlu di lakukan. Sering terjadinya kendala bagi pelaksana kontruksi yaitu
belum adanya informasi yang factual tentang tingkat produktivitas pekerja
kontruksi yang dapat digunakan untuk perencanaan biaya dalam usaha
memenangkan tender dan sebagai pedoman selama pelaksanaan di lapangan.
Pembangunan proyek kontruksi pada dasarnya memiliki sifat dan jenis yang
berbeda walaupun proyek tersebut terdapat di satu kota yang sama, nilai koefisien
tenaga kerja dan bahan yang dipakai di lapangan berbeda satu sama lain. Hal ini
pernah diteliti oleh Elis Rosalin Puraro, [Link] (2019) dalam jurnal yang berjudul
“Analisis Perbandingan Koefisien Upah Kerja Dan Bahan Pekerjaan Dinding Bata
Ringan Antara Aktualisasi Dan SNI (Standar Nasional Indonesia) 2016”. Pada
jurnal ini menjelaskan perlu adanya analisis nilai koefisien upah kerja dan bahan
pada realisasi pekerjaan yang di bandingkan dengan SNI 2016, penelitian ini
memperoleh produktivitas tenaga kerja unntuk pasangan dinding bata ringan
dengan nilai 28,604 (m²/h). koefisien upah tenaga kerja pada realisasi pekerjaan
untuk pekerjaan pasangan dinding bata ringan (pekerja 0,066), (tukang 0,033),
(kepala tukang 0,033), (mador 0,033), dan koefisien bahan (bata ringan 8,0), (semen
mortar 0,618), perbandingan koefisien upah tenaga kerja dan bahan antara realisasi
pekerjaan dan SNI 2016 untuk pasangan dinding bata ringan (pekerja 1: 0,112),
(tukang 1: 0.029), (kepala tukang 1: 0.2 92), (mandor 1: 12,667) dan perbandingan
untuk bahan (bata ringan 1: 0,964), (semen mortar 1: 0,104). Dalam penelitian ini
mendapatkan perbedaan biaya antara relisasi dan SNI 2016 pada pekerjaan
3
pasangan dinding bata ringan, harga satuan pekerjaan berdasarkan S NI 2016 yaitu
Rp. [Link] dan pada realisasi pekerjaan yaitu Rp. [Link] [1]
Berdasarkan perbedaan-perbedaan nilai koefisien maka penyusun bermaksud
menganalisa koefisien tenaga kerja pada pekerjaan kolom dan balok zona 1, proyek
pembangunan Matahati Resort yang berlokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang,
kabupaten Gianyar. Penelitian ini diharapkan menghasilkan berupa besaran nilai
koefisien produktivitas yang dapat bandingkan dengan acuan permen PUPR28-
2016.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang dapat ditarik rumusan masalah sebagi
berikut:
1. Berapa besaran koefisen produktivitas tenaga kerja untuk satu kelompok
pekerjaan (mandor, kepala tukang, tukang, dan pekerja) pada proyek
pembangunan Matahati Resort di kabupaten Gianyar?
2. Berapa perbandingan nilai koefisien produktivitas tenaga kerja dengan
ketetapan PUPR Nomor 28/PRT/2016 tentang Analisa Harga Satuan
pekerjaan Bidang Pekerjaan umum?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengukur dan menganalisis besaran koef isien produktivitas pada pekerjaan
kolom dan balok proyek Matahati Resort di Ds. Taro, Kec. Tegalalang, Kab.
Gianyar.
2. Untuk mengetahui berapakah perbandingan nilai koefisien produktivitas
tenaga kerja dengan ketetapan PUPR Nomor 28/PRT/2016 tentang Analisa
Harga Satuan pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan sebagai berikut:
4
1. Manfaat praktis: Meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat kontruksi
tentang menganalisis produktivitas tenaga kerja.
2. manfaat akademis: Dapat dijadikan wawasan dan referensi untuk penelitian
yang berhubungan dengan koefisien produktivitas tenaga kerja.
1.5 Batasan Penelitian
Dengan tujuan agar penelitian ini terfokus dan tidak menyimpang dari topik,
maka perlu dilakukan pembatasan penelitian sebagai berikut:
1. Objek penelitian adalah proyek pembangunan Matahati Resort yang berlokasi
di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
2. Jenis pekerjaan yang akan diteliti adalah pekerjaan balok dan kolom pada area
zona 1.
3. Penelitian ini tidak dihitung serta dalam pekerjaan lembur.
4. Tingkat produktivitas yang dianalisis adalah tingkat produktivitas mandor
dengan kelompok tenaga kerjanya (kepala Tukang, Tukang, dan Pekerja).
5. Mengabaikan faktor yang mempengaruhi nilai produktivitas diluar teknis.
6. Perbandingan koefisien produktivitas pekerjaan kolom dan balok
dibandingkan dengan permen PUPR Nomor 28/PRT/2016.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Proyek Kontruksi
Proyek kontruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan di lapangan. Proyek
dinyatakan sebagai usaha dengan tujuan tertentu dengan waktu dan sumber daya
yang terbatas, sedangkan kontruksi bangunan adalah mendirikan suatu bangunan,
jadi proyek kontruksi adalah suatu kegiatan untuk mendirikan suatu bangunan
dengan waktu yang sudah ditentukan dengan menggunakan sumber daya proyek
yang terbatas [3].
Menurut Barrie and Paulson (1995) menyampaikan bahwa kontruksi
merupakan suatu proses mengubah rencana dan spesifikasi perancang menjadi
sebuah struktur dan fasilitas fisik. Hal ini melibatkan tenaga kerja, peralatan
kontruksi, material tetap maupun sementara, dana, teknologi dan metode, serta
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tepat pada waktunya, dalam batas-
batas anggaran dan sesuai dengan standar kualitas dan pelaksanaan yang
dispesifikasikan oleh perancang [4].
Proyek kontruksi dapat dilihat dari tiga dimensi yaitu, unit melibatkan
beberapa jumlah sumber daya, serta membutuhkan organisasi, kemudian proses
penyelesaiannya harus berpegangan pada tiga kendala (tripel constrain) yaitu
sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, sesuai dengan time schedule yang
sudah dibuat, dan sesuai dengan estimasi biaya yang sudah di anggarkan [3].
Gambar tripel contrain dapat dilihat pada Gambar 2.1
5
6
Gambar 2. 1 Tripel Constrain Manajemen Proyek kontruksi
(Sumber: Setiadi A, 2009)
1. Mutu
Mutu merupakan suatu syarat kualitas yang menjadi acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan pada proyek kontruksi, Mutu ini harus sesuai dengan
mutu yang sudah direncanakan.
2. Biaya
Biaya atau anggaran dalam proyek kontruksi tersusun dari berbagai biaya,
terdapat biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya-biaya ini kemudian
disusun dengan satuan pekerjaan serta kebutuhan pada proyek tersebut.
Proyek harus terlaksana dengan tidak melebihi biaya yang sudah
direncanakan sehingga tujuan proyek dan keuntungan dapat tercapai.
3. Jadwal
Jadwal dalam proyek kontruksi tersusun dari durasi-durasi yang menyatakan
waktu kapan suatu pekerjaan akan dimulai dan kapan suatu pekerjaan akan
selesai. Dalam pelaksanaannya, proyek harus dilaksanakan sesuai dengan
penjadwalan yang telah disusun atau direncanakan.
Ketiga batasan tersebut sangat berkaitan satu sama lain serta memiliki sifat
tarik menarik. Jika ada kendala pada salah satu unsur tersebut dapat menyebabkan
adanya kendala pada unsur yang lainnya. Apabila kendala-kendala itu diabaikan
maka akan menjadikan kendala dalam pelaksanaan proyek menjadi lebih kompleks,
maka dari itu sebuah proyek kontruksi diperlukan suatu usaha yang dapat mengatur
serta mengelola sumber daya yang dikeluarkan sehingga dapat bersifat efektif dan
juga efesien [5].
7
Untuk menjaga proyek kontruksi supaya tetap efektif dan efesien harus
mengetahui karakterristik atau ciri pokok dari proyek tersebut. Proyek kontruksi
memiliki karakteristik atau ciri pokok seperti :
1. Proyek kontruksi mememiliki beberapa karakteristik atau ciri pokok seperti
di bawah ini: Proyek memiliki sifat unik, memiliki ketidak samaan (tidak ada
proyek identik, yang ada adalah proyek sejenis), proyek bersifat sementara,
serta selalu melibatkan goup pekerja yang berbeda
2. Memerlukan sumber daya, setiap proyek kontruksi membutuhkan sumber
daya untuk menyelesaikan pekerjaan.
3. Membutuhkan organisasi, setiap organisasi memiliki beragam tujuan yang
dimana didalamnya melibatkan beberapa individu yang memiliki ragam
keahlian, keterikatan, dan ketidakpastian. Hal pertama yang harus dilakukan
oleh manajer proyek yaitu menyatukan visi yang memiliki satu tujuan tertentu
yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Untuk tiga karateristik proyek kontruksi dapat dilihat pada Gambar 2.2
Gambar 2.2 Tiga Karekteristik Proyek Kontruksi
(Sumber: Ervianto, 2005)
2.2 Manajemen Proyek Kontruksi
Manajemen proyek adalah suatu organisasi atau perorangan yang bersifat
multi disiplin. Suatu proyek dapat dikatakan berhasil atau tidaknya tergantung dari
8
manajemen itu sendiri dalam pengelolaan serta memanfaatkan sumber daya yang
tersedia untuk dapat memaksimalkan hasilnya dan bagaimana Tindakan yang harus
dilakukan apabila timbuh masalah yang tidak di inginkan. Dengan adanya
manajemen proyek kontruksi ini dapat mendukung pemilik proyek untuk
membantu dalam pengelolaannya serta dapat membantu tercapainya sasaran proyek
yang sesuai dengan harapan secara efektif dan efesiensi. Manajemen proyek juga
menggunakan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), alat (tools), dan
tektik (techniques) dalam pengoprasian proyek untuk memenuhi kebutuhan proyek
dan menjalankan manajemen proyek. Melalui penerapan dan integrasi tahapan
dalam proses manajemen proyek yaitu initiating, planning, executing, monitoring,
controlling dan closing keseluruhan proyek tersebut. Setiap proyek selalu dibatasi
oleh kendala-kendala yang sifatnya selalu berkaitan satu sama lain, dalam hal ini
monitoring dan controlling oleh pihak owner dimana biaya telah ditentukan saat
masa pelelangan, maka constraint project difokuskan kepada lingkup pekerjaan
(scope) dan waktu [6].
Menurut Irika Widiasanti dan Lenggoni, (2013) dalam bukunya yang berjudul
Manajemen Kontruksi mengatakan bahwa kontruksi mengacu pada bagaimana
sumber daya tersedia bagi manajer sehingga dapat diaplikasikan dengan baik pada
suatu proyek kontruksi. Mengenai sumber daya untuk proyek kontruksi terdapat
lima M, yaitu:
1. Manpower (tenaga kerja)
2. Machiners (alat dan peralatan)
3. Money (uang)
4. Methode (metode)
5. Material (bahan bangunan)
Banyak hal yang harus di pertimbangkan pada saat mengatur suatu proyek
dan secara sukses menerapkan lima M tersebut. Keterlibatan perencanaan yang baik
dari segi waktu, biaya, dan lingkup proyek merupakan hal yang sangat penting
dalam menyesuaikan pembangunan suatu proyek. Perencanaan sumber daya yang
matang akan membantu pencapaian sasaran dan tujuan proyek secara maksimal,
dengan efektivitas dan efesiensi yang tinggi, untuk menentukan alokasi sumber
9
daya untuk proyek ada beberapa yang perlu diperhatikan serta juga
dipertimbangkan seperti jumlah sumber daya yang tersedia sesuai dengan
kebutuhan proyek, kondisi keuangan untuk membayar sumber daya yang akan
dipergunakan, produktivitas sumber daya, kemampuan dan kapasitas sumber daya
yang akan digunakan, efektivitas dan efesiensi sumber daya yang akan di gunakan
[4]. Proses manajemen proyek kontruksi dapat dilihat pada Gambar 2.3
Gambar 2. 3 Proses Manajemen Proyek Kontruksi
(Sumber: Husen, 2009)
2.3 Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan penduduk yang telah masuk dalam usia kerja.
Menurut BPS (badan pusat statistic), penduduk yang sudah termasuk tenaga kerja
adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, menurut undang-undang No. 13
tahun 2003 bab 1 pasal 1 ayat 2 mendefinisikan tenaga kerja adalah setiap orang
mampu melakukan suatu pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik itu
untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. setap tenaga kerja
memiliki hak memaksimalkan potensinya dan memilih tempat kerja mereka [7].
Tenaga kerja adalah salah satu sumber daya yang menjadi faktor penentu
keberhasilan. Memperkirakan jumlah tenaga kerja yang diperlakukan, yaitu
menghitung jumlah lingkup proyek dari jumlah jam-orang menjadi jumlah tenaga
kerja. Secara teoritis, jumlah tenaga kerja rata-rata yang diperlakukan untuk proyek
dapat dihitung dengan membagi jumlah jam-orang atau bulan-orang dari waktu
pelaksanaan proyek. Tenaga kerja yang dimaksud adalah sebagai berikut:
10
1. Mandor, merupakan tingkat paling tinggi dan bertanggu jawab hanya untuk
mengawasi pekerjaan.
2. Kepala tukang, yang merupakan tingkat tingkat kedua, berada di bawah
mandor, dnan bertanggung jawab untuk membantu para tukang agar dapat
memahami dan bekerja sesuai dengan harapan
3. Tukang, tenaga ini adalah orang yang memiliki keterampilan atau keahlian
khusus dalam bidang tertentu.
4. Pembantu tukang, tenaga ini adalah tenaga panggilan yang tugasnya hanya
membatu tukang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan [8].
2.4 Produktivitas Tenaga Kerja
Produktivitas didefinisikan sebagai rasio antara output dengan input, atau
rasio antara hasil produksi dengan total sumberdaya yang digunakan. Dalam proyek
kontruksi, rasio produktivitas merupakan nilai yang diukur selama proyek
kontruksi, dapat dipisahkan menjadi biaya tenaga kerja, material, uang, metode, dan
alat. Suskses atau tidaknya proyek kontruksi tergantung pada efektifitas
pengelolaan sumber, pekerja adalah sumber daya yang tidak mudah dikelola
dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas para pekerja
[9].
Produktivitas adalah sebuah konsep yang dimana menggambarkan suatu
hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang di produksi) dengan sumber
(jumlah tenaga kerja), yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut. Konsep
produktivitas berkaitan erat dengan seberapa jauh proses menghasilkan keluaran
dengan mengkomsumsi masukan tertentu [10].
Menurut berau labor statistics U.S Departement of labor, produktivitas
tenaga kerja adalah mengukur hubungan antara jam tenaga kerja dan output.
Meskipun produktivitas tenaga kerja mengukur hubungan antara output produksi
dengan jam tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan nilai output tersebut,
tetapi tidak dapat mengetahui peran spesifik setiap tenaga kerja atau faktor produksi
lainnya [11].
11
Berdasarkan difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah
suatu ukuran mengenai seberapa hasil yang diperoleh dari seberapa jumlah yang
dikeluarkan. Produktivitas dapat dihitung dengan jumlah ouput yang dihasilkan
dengan jumlah input yang digunakan. Atau bisa menggunakan rumus seperti di
bawah:
𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 = ……………………………………………………..(2-1)
𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡
Dimana :
Output = kuantitas pekerjaan yang telah dikeluarkan atau hasil yang di kerjakan.
Input = jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan
Model pengukuran produktivitas tenaga kerja dengan meninjau setiap
aktivitas pekerjaan (time study). Metode ini melakukan pengamatan yang dilakukan
secara langusung dilapangan dengan mengukur satu jenis pekerjaan serta
menghitung jumlah jam kerja maupun jumlah personil yang bekerja untuk
meyelesaikan satu jenis pekerjaan.
2.4.1 Peningkatan produktivitas
Salah satu cara yang ungkin bisa meningkatkan produktivitas adalah dengan
cara mengurangi jam kerja yang tidak efektif. Hal utama yang bisa meningkatkan
produktivitas sumber daya manusia terletak dari kemampuan individu, sikap
individu ketika di tempat kerja dan dalam manajemen serta dalam organisasi kerja.
Setiap rencana aksi individu untuk meningkatkan produktivvitas terdiri dari tiga
tahap berikut:
1. Mengenai faktor makro utama untuk meningkatkan produktivitas.
2. Ukur pentingnya setiap faktor dan tetapkan prioritasnya.
3. Merencanakan sistem yang berjenjang untuk meningkatkan keterampilan
tenaga kerja serta meningkatkan sikap sebagai sumber utama produktivitas.
2.4.2 Aspek-Aspek Dalam Produktivitas
Produktivitas memerlukan beberapa aspek untuk menunjang kegiatan-
kegiatan yang ada didalamnya, Aspek-aspek tersebut dapat membantu untuk
12
menghasilkan produktivitas yang baik bagi pekerja. Ada tiga aspek produktivitas
yang sangat penting yaitu:
1. Efektivitas
Efektivitas adalah suatu ukuran yang memberikan gambaran berupa target
yang harus dicapai, baik itu kualitas atau waktu. Jika persentase target yang
tercapai itu semakin besar, maka tingkat efektivitas juga semakin tinggi.
Begitu juga dengan sebaliknya, jika persentase yang tercapai rendah maka
tingkat efektivitas juga semakin rendah.
2. Efisiensi
Efisiensi adalah suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan
yang direncanakan dengan masukan yang sebenarnya dilaksanakan. Jika
masukan yang sebenarnay digunakan itu sekamin kecil penghematannya,
maka tingkat efesiensinya juga semakin kecil.
3. Kualitas
Kualitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh untuk
memenuhi persyaratan Spesifikasi dan harapan konsumen. Meskipun
kualitas sulit diukur dengan cara matematis melalui output/input, namun
jelas bahwa kualitas input dan kualitas proses dapat meningkatkan kualitas
output [12].
2.4.3 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Produktivitas
Faktor yang mempengaruhi Produktivitas tenaga kerja sangat beratetapi
secara umum dapat dikelompokkan menjadi variabel teknis dan non teknis. Hal ini
disebabkan dari sifat variabel tersebut tidak tepat, subjektif, kualitatif dan multi
kriteria. Faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dapat
dikelompokkan menjadi:
1. Pengalaman
Para pekerja akan semakin bertambah apabila pekerja tersebut sering
melakukan pekerjaan yang sama dan dilakukan secara berulang-ulang
sehingga produktivitas pekerja tersebut dapat meningkatkan dalam
melakukan jenis pekerjaan yang sama.
13
2. Sistem manajemen proyek
Sistem manajemen proyek harus dipahami sebagai pengawasan,
dikarenakan mencakup segala yang berkaitan dengan administrasi tenaga
kerja, serta memandu tenaga kerja dalam pelaksanaan tugas, termasuk
penjelasan perencanaan, dan pengendalian dalam Langkah-langkah
implementasi jangka pendek dan koordinasi dengan rekan-rekan kerja atau
pihak yang terkait.
3. Kesesuaian upah
Ketetapan upah untuk meningkatkan produktivitas karyawan saat
melakukan pekerjaan membutuhkan motivasi dari tenaga kerja, yang juga
mencakup mengamati upah yang sesuai. Jika upah pekerja ini diabaikan
akan menyebabkanmasalah bagi perusahaan yang membuat pekerja malas,
mogok kerja. Begitu dengan sebaliknya , jika upah dan gaji sejalan dengan
keselamatan dan Kesehatan kerja akan dipandang sebagai faktor yang dapat
memotivasi tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas.
4. Pendidikan
Tenaga kerja atau karyawan yang memiliki tingkat Pendidikan yang tinggi
akan mudah dimotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Sehingga dalam
menyelesaikan tugasnya akan mudah untuk meningkatkan produktivitas.
5. Usia
Usia juga mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja, karena didalam
usia yang produktif relatif memiliki tenaga yang lebih untuk meningkatkan
produktivitas.
6. Kondisi fisik lapangan
Kondisi dilapangan tergantung pada iklim, musim atau kondisi cuaca.
Misalnya ketika suhu udara panas, para tenaga kerja akan cepat mengalami
kelelahan. Hal ini dapat mempengaruhi turunnya produktivitas tenaga kerja.
7. Kesehatan pekerja
Kesehatan pekerja dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja
dilapangan, artinya ketika para tenaga kerja sehat atau tenaga kerja dalam
konsisi prima dapat meningkatkan produktivitas di lapangan [12]
14
2.5 Pengertian Koefisien
Koefisien merupakan faktor pengali yang digunakan sebagai dasar
perhitungan biaya bahan, biaya alat serta upah tenaga kerja. Koefisien tenaga kerja
adalah indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan
setiap satuan volume pekerjaan. Jumlah jam kerja merupakan koefisen tenaga kerja
atau kuantitas jam kerja per satuan pengukuran. Koefisien ini adalah faktor yang
menujukkan lamanya pelaksanaan dari tenaga kerja yang diperlukan untuk
menyelesaikan satu satuan volume pekerjaan [4].
Analisis koefisien diperoleh dengan cara mendata hasil kerja proyek setiap
harinya, dan juga pendataan terhadap jumlah pekerja yang dipekerjakan setiap
harinya. Dari data ini akan didapatkan volume pekerjaan tiap harinya. Dari volume
pekerjaan didapat nilai produktivitas harian, dengan satuan (m2 /hari) untuk
pekerjaan bekisting, (kg/hari) untuk pekerjaan pembesian, dan (m3 /hari) untuk
pekerjaan pengecoran beton [13].
Untuk menghitung nilai koefisien tenaga kerja dapat menggunakan rumus
sebagai berikut:
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎
𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 = ……………………………………….……(2-2)
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠
Jumlah tenaga kerja yang terlibat merupakan masing-masing golongan tenaga
kerja. Golongan tenaga kerja dibagi menjadi empat macam yaitu mandor, kepala
tukang, tukang, dan pekerja [1].
Penggunaan tenaga kerja untuk mengdapatkan koefisien tenaga kerja satuan
orang per hari per satuan pengukuran (m¹,m²,m³, ton dan lainnya). Menurut
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
28/PRT/M/2016, rumus yang umum digunakan untuk menentukan koefisien tenaga
kerja dapat menggunakan rumus berikut.
𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔
𝑇𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔 = ℎ𝑎𝑟𝑖………………………………..…(2-3)
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠
𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑝𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔
𝐾𝑒𝑝𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔 = ℎ𝑎𝑟𝑖………..…………(2-4)
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠
15
𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑗𝑎 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢 𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔
𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢 𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛𝑔 = ℎ𝑎𝑟𝑖……………..(2-5)
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠
𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑗𝑎 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑀𝑎𝑛𝑑𝑜𝑟
𝑀𝑎𝑛𝑑𝑜𝑟 = ℎ𝑎𝑟𝑖……………………………...…..(2-6)
𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠
Dari rumus-rumus di atas akan didapatkan nilai koefisien tenaga kerja
(mandor, Kepala tukang, tukang, dan pembantu tukang atau pekerja). Untuk contoh
koefisien tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 2.1
Tabel 2. 1 Koefisien Tenaga kerja Penulangan Balok dan kolom
Harga jumlah
No Uraian kode Satuan Koefisien
satuan harga
1 2 3 4 5 6 7
A Tenaga Kerja
1 Pekerja L.01 OH 2,100
2 Tukang L.02 OH 1,400
3 Kepala Tukang L.03 OH 0,140
4 Mandor L.04 OH 0,210
Jumlah Harga Tenaga Kerja
Sumber : PUPR Nomor 28/MRT/2016
2.6 Pekerjaan Balok
Balok atau beam merupakan bagian struktur yang memiliki peran yang
penting dalam sebuah bangunan, balok atau beam hanya dapat memikul beban
transversal. Balok mempunyai kondisi internal yang menantang untuk memikul
beban apabila jika dibandingkan dengan jenis komponen struktur yang berbeda
[15]. Balok memiliki sifat kaku dan mentransferkan beban yang diterima dari plat
lantai ke kolom yang menopang dan kemudian diterukan ke pondasi [16].
Dalam dasarnya balok mempunyai beberapa jenis yang berdasarkan
tumpuannya seperti :
1. Balok tumpuan sederhana
Balok yang mempunyai tumpuan pada ujung kolom, dinamis dalam berotasi
16
dan momen tahan nol atau lebih sering disebut dengan satu bertumpuan
sendi (dua arah gaya horizontal dan gaya vertikal) dan satunya bertumpuan
roll (gaya horizontal).
2. Balok kantilever
Balok ini merupakan batang struktur horizontal yang hanya memiliki salah
satu tumpuan yaitu jepit (gaya horizontal, gaya vertikal dan momen) dan
ujung yang lain bebas. Balok kantilever yang menopang beban gravitasi
akan menerima momen negatif diseluruh Panjang balok. Oleh karena itu
balok kantilever membutuhkan penulangan besi yang lebih banyak
tergantung pada besarnya beban yang diterima.
3. Balok teritisan (overhanging)
Balok yang memiliki bentuk memanjang di tumpuan kolom. Dengan
ujungnya yang tetap terkait kuat untuk menopang besarnya gaya translasi
dan rotasi yang dikarenakan beban sendiri maupun beban luar.
4. Balok kontinu
Balok kontinu merupakan balok yang memiliki tumpuan diantara tumpuan
yang paling terluarnya serta tersusun secara berkelanjutan pada jarak
tertentu. Balok jenis ini sering digunakan pada bentang sebesar 6-8 meter.
Oleh sebab itu maka diperlukan tumpuan pada tengah bentang balok guna
untuk menambah kekuatan juga dapat memperkecil penampang balok yang
dipergunakan [16].
2.7 Pekerjaan Kolom
Kolom adalah bagian struktur yang memiliki fungsi untuk memikul beban
balok. Karena itu, kolom merupakan komponen struktur yang berperan sangat
penting dalam bangunan. Tugas utama kolom adalah menyangga beban aksial tekan
vertical dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi
leteral kecil. Jika suatu kolom mengalami kerusakan, itu dapat menyebabkan
komponen lain yang bersangkutan akan mengalami keruntuhan [17].
SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom sebuah komponen struktur
bangunan yang memiliki fungsi sebagai penerus beban seluruh bangunan ke
17
pondasi yang terbuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara
material yang tahan dengan gaya tarik dan gaya tekan, gabungan kedua material ini
adalah struktur beton memungkinkan kolom atau gabungan struktur lain seperti
sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada sebuah bangunan.
Dalam struktur beton bertulang kolom terbagi menjadi tiga jenis yaitu:
1. Kolom lateral
Kolom jenis ini merupakan kolom yang ditulangi dengan bentang tulangan
pokok memnajang dengan jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat
Sengkang kearah lateral. Tulangan ini memiliki fungsi untuk memegang
tulangan pokok yang memanjang semoga tetpa kokoh pada tempatnya.
2. Kolom spiral
Kolom ini berbentuk bulat serta memiliki tulangan yang menmanjang,
pengikat dari tulangan pokok yakni dililitkan keliling membentuk heliks
menerus disepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral ini adalah
memberikan kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar
sebelum runtuh sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh
struktur bangunan sebelum proses redistribusi momen dan tegangan
terwujud.
3. Kolom komposit
Kolom komposit merupakan gabungan antara beton dengan baja sebagai
pengganti tulangan di dalamnya [12]. Untuk jenis-jenis kolom dapat dilihat
pada Gambar 2.4
Gambar 2.4 Jenis Jenis Kolom
(Sumber: Dipohusudo, 2024)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif
kuantitatif. Teknis analisis deskriptif kuantitatif merupakan suatu analisis dengan
cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan,
pengambilan data umtuk penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan
Matahati Resort di kabupaten Gianyar. Diawali dengan obeservasi ke lapangan serta
menghitung jumlah tenaga kerja dan menghitung volume pekerjaan yang dihasilkan
dalam satu hari, langkah kedua dilakukan perhitungan nilai produktivitas tenaga
kerja (mandor, kepala tukang, tukang, dan pembantu tukang). Setelah itu akan
dilakukan perhitungan untuk mencari hasil koefisien tenaga kerja dengan
menggunakan bantuan Microsoft Excel. Data yang diperoleh dengan wawancara
langsung kepada pihak pelaksana akan digunakan sebagai data pendukung.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Matahati Resort Taro
yang berlokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar,
Provinsi Bali. Lokasi detail penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1
18
19
Gambar 3. 1 Lokasi Penelittian di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten
Gianyar, Provinsi Bali
(Sumber: Google maps 2024)
20
3.2.1 Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian dalam penyusunan skripsi ini yaitu seperti pada
Tabel 3.1
Tabel 3. 1 Jadwal Pelaksanaan
Waktu Penelitian
No NAMA KEGIATAN
Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus
A Proposal Kripsi
1 penentuan judul proposal
2 Penyususnan Proposal
3 Seminar Proposal
4 Revisi Proposal
B Skripsi
1 Pengumpulan Data
2 Analisis Data
3 Penyususnan Skripsi
4 Sidang Skripsi
3.3 Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang digunakan oleh
peneliti untuk mengumpulkan informasi atau data yang ada di lapangan. Data yang
sudah dikumpulkan akan digunakan untuk keperluan penelitian, data yang akan
dikumpulkan ada dua jenis berupa data sekunder dan data primer.
3.3.1 Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil observasi penulis di
lapangan, berupa data jam kerja yaitu, berapa jam kerja dalam satu hari, berapa
jumlah tenaga kerja dalam satu hari, dan berapa volume pekerjaan yang dihasilkan
dalam satu hari, selain itu data primer juga diperoleh dari hasil wawancara pada
tenaga kerja.
3.3.2 Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada,
data sekunder yang termasuk dalam penelitian ini yaitu:
21
1. Gambar rencana pekerjaan balok dan kolom pada zona satu untuk mengetahui
visualisasi proyek serta membantu mempermudah dalam melakukan
observasi.
2. Time schedule untuk membantu mengetahui pekerjaan yang akan
dilaksanakan untuk memudahkan melakukan observasi.
3. Laporan harian proyek untuk mengetahui kegiatan harian proyek.
4. Dokumen PUPR No.28/PRT/2016 untuk menjadi perbandingan nilai
koefisien.
3.4 Intrumen Penelitian
Instrument penelitian merupakan alat yang digunakan dalam melakukan
kegiatan penelitian terutama sebagai pengukuran dan pengumpulan data. Adapun
instrument penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Aplikasi autocad 2022 untuk membantu mengetahui volume pekerjaan
2. Stopwatch untuk membantu mecatat waktu pekerjaan.
3. kamera/Handphone membantu dalam melakukan pengambilan dokumentasi
dilapangan.
4. Microsoft Office membantu dalam pengolahan data serta membantu dalam
penyususnan proposal skripsi.
3.5 Analisis Data
Adapun analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan
menggunakan program Microsoft Excel yang akan membantu proses perhitungan.
Adapun proses perhitungan yang akan dilakukan sebagi berikut:
3.5.1 Melakukan Perhitungan Volume Pekerjaan
Langkah pertama yang akan di lakukan yaitu menghitung volume pekerjaan
dalam satu hari. Volume pekerja didapat dengan rumus Panjang x lebar x tinggi
suatu pekerjaan.
22
3.5.2 Menghitung Nilai Produktivitas Tenaga kerja
Perhitungan nilai Produktivitas tenaga kerja akan dilakukan menggunakan
rumus (2-1). Nilai produktivitas tenaga kerja yang akan dihitung yaitu mandor,
kepala tukang, tukang, dan pembantu tukang pada pekerjaan balok dan kolom.
3.5.3 Menghitung Nilai Koefisien Tenaga Kerja
Perhitungan nilai koefisien tenaga keerja akan dilakukan dengan
menggunakan rumus (2-2). Koefisien tenaga kerja yang akan dihitung yaitu
mandor, kepala tukang, tukang, dan pembantu tukang pada pekerjaan balok dan
kolom.
3.5.4 Menghitung Perbandingan Koefisien Tenaga Kerja Dengan PUPR
Nomor 28/PRT/2016
Dari hasil analisis koefisien tenaga kerja di lapangan selanjutnya akan
dilakukan perhitungan perbandingan selisih antara koefisien dilapangan dengan
PUPR Nomor 28/PRT/2016.
23
3.6 Bagan Alir Penelitian
Adapun bagan alir yang digunakan sebagai kerangka acuan dalam
melaksanakan penelitian ini sebagai berikut :
Mulai
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Pengumpulan data
Data Primer : Data Sekunder :
1. Hasil observasi 1. Time schedule
2. Wawancara 2. Gambar kerja
lapangan 3. Laporan harian
Analisis Data:
1. Menghitung volume yang dihasilkan dalam satu hari.
2. Menghitung nilai produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan
balok dan kolom.
3. Menghitung nilai koefisien tenaga kerja.
4. Menghitung perbandingan nilai koefisien dilapangan dengan
PUPR Nomor 28/PRT/2016.
Hasil Dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Selesai
DAFTAR PUSTAKA
[1] Elis Rosalin Puraro, Munasih, and Tiong Iskandar, “Analisis Perbandingan
Koefisien Upah Kerja Dan Bahan Pekerjaan Dinding Bata Ringan Antara
Aktualisasi dan SNI 2016,” Student Journal GELAGAR, vol. 1, no. 1, pp.
15–23, 2019.
[2] H. I. Dharmawan, “Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan
Pembesian Kolom (Analysis of Labor Productivity in Steel Column Work),”
vol. 1, pp. 105–112, 2020.
[3] A. Setiadi, “Proyek Konstruksi,” Journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta,
vol. 53, no. 9, pp. 6–23, 2009.
[4] D. Yuliamora, “Skripsi Analisis Perbandingan Koefisien Produktifitas
Tenaga Kerja di Lapangan dengan Koefisien T,” Repository Umsu, pp. 1–79,
2022.
[5] A. ayu, “Implementasi Metode Last Planner System Pada Evaluasi
Pelaksanaan Proyek,” pp. 4–5, 2022.
[6] “Pemodalan Sistem Informasi manajemen Proyek Kontruksi Di Tengah
Pandemi Covid-19,” Pharmacogn Mag, vol. 75, no. 17, pp. 399–405, 2021.
[7] J. Beno, A. P. Silen, and M. Yanti, Analisis Pengaruh PDRB, IPM Dan Upah
Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia ( Studi Kasus di
10 Provinsi Tahun 2015-2019), vol. 33, no. 1. 2022.
[8] D. S. Jonnaidi, “Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Dengan Metode Work
Sampling,” Repository Universitas Islam Riau, pp. 1–69, 2022.
[9] I. P. Rini, P. Studi, T. Sipil, and U. Gunadarma, “Pengaruh Produktivitas
Tenaga kerja Terhadap Kinerja Waktu Proyek Pada Bangunan Beringkat,”
vol. 3, no. 2, pp. 127–135.
[10] M. Panjaitan, “Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja
karyawan pada PT. Lotus Pradipta Mulia tahun 2017,” Jurnal Manajemen,
vol. 3, no. 2, pp. 1–5, 2017, [Online]. Available:
[Link]
[11] M. H. Priyanti, “Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Produksi
Dengan Pendekatan Smart-Pls (Studi Kasus: PT. Japfa Comfeed Indonesia,
Unit Gedangan, Sidoarjo),” Tesis, pp. 1–95, 2018.
[12] T. E. Febri Akhir, “Analisis Produktivitas Tenaga kerja Pada Pekerjaan
Kolom Pada Proyek Perumahan Di pekanbaru,” 2019.
24
[13] Y. A. Messah, D. A. T. Sina, and C. C. Manubulu, “Pendahuluan Estimasi
Biaya Produktivitas,” vol. II, no. 1, pp. 49–62, 2013.
[14] Elis Rosalin Puraro, Munasih, and Tiong Iskandar, “Analisis Perbandingan
Koefisien Upah Kerja Dan Bahan Pekerjaan Dinding Bata Ringan Antara
Aktualisasi dan SNI 2016,” Student Journal GELAGAR, vol. 1, no. 1, pp.
15–23, 2019, [Online]. Available:
[Link]
[15] J. Setiawan, B. Sutriono, and N. Rochmah, “Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya (Teknik Sipil, Fakultas Teknik) E-mail:,” vol. 5, p. 9, 2022.
[16] Y. S. Astutik, “Analisa Struktur Balok dengan Metode Momen (Studi Kasus:
Proyek Pembangunan Grand Mall Batam),” Jurnal UJMC, vol. 4, no. 2, pp.
53–65, 2018.
[17] W. A. ARIO, “Tinjauan Pelaksanaan Pekerjaan Kolom Pada Proyek
Pembangunan Gedung Mapolda Sumsel Tahun 2020,” Universitas Bina
Darma, pp. 1–78, 2020.