SMKN 1 MUNDU CIREBON
KOMPAS
A. Definisi
Salah satu alat navigasi yang
berfungsi untuk menetapkan arah
haluan kapal dan juga untuk
membaring suatu target sasaran.
KOMPAS MAGNIT BASAH
( Magnetic Liquid Compass )
Mawar Pedoman Batang Magnet &
(Compass Rose ) Pengapung
KOMPAS KEMUDI
( Steering compass )
Cincin Lenja (Cardanus Ring)
Ketel Pedoman ( Compass Bowl )
Batang Semat
Penutup
Kaca Penutup
Gbr. Bagian-bagian Utama Kompas
B. Cara Pengoperasian
Untuk Menentukan Arah Haluan Kapal :
1. Tentukan terlebih dahulu arah haluan kapal yang akan dituju.
2. Letakkan kompas tepat ditengah-tengah kapal sejajar dengan garis
lunas kapal, dekat dengan kemudi kapal.
3. Putar kemudi kapal kekiri/kekanan seiring dengan pergerakan arah
haluan kapal sampai dengan arah haluan kapal yang dituju sesuai
dengan sudut arah pada kompas.
by Nono Rukmono, [Link] hal.4
SMKN 1 MUNDU CIREBON
Membaring benda di darat.
1. Persiapkan alat-alat baring, antara lain :
- Kompas magnit
- Pesawat Penjera Celah
- Pesawat Baring Thomson
2. Baring target sasaran dengan menggunakan alat pembaringan.
( pembahasan cara pengoperasian lihat pada prosedur pengoperasian
Pesawat Penjera Celah dan Pesawat Baring Thomson )
C. Aplikasi Kompas
1. Haluan yang dikemudikan pada pedoman magnit kapal besi adalah Haluan
Pedoman (HP) dan pedoman magnit pada kapal kayu adalah Haluan
Magnetis (HM). Baringan yang diperoleh dari pedoman baringnya adalah
Baringan Pedoman (BP) atau Baringan Magnetis (BM).
2. Garis haluan yang ditarik diatas peta adalah Haluan Sejati (HS) dan
baringannya adalah Baringan Sejati (BS).
3. Hasil baringan dari pedoman baring, jika ingin dilukiskan di peta harus diubah
terlebih dahulu menjadi BS, dengan menggunakan rumus :
BP + D = BM ; BM + V = BS , atau
V + D = S ; BP + S = BS
4. Pada nilai variasi perhatikan perubahan tahunan variasinya, sedangkan untuk
nilai deviasi perhatikan deviasi pedoman kemudi pada daftar deviasi untuk
haluan yang bersangkutan.
5. Untuk keperluan pengemudian kapal, ubahlah HS menjadi HP untuk jenis
Kapal Besi atau HM untuk jenis Kapal Kayu.
6. Bulatkanlah selalu nilai haluan ( 0, keatas dibulatkan menjadi dan dibawah 0,
dihilangkan )., contoh :
23, menjadi ; 23, menjadi
D. Aplikasi Deviasi Kompas
Deviasi = sudut antara Utara Magnit dan Utara Pedoman
- Nilai deviasi (+) bila UP dikanan UM
- Nilai deviasi (-) bila UP dikiri UM Sembir = Variasi + Deviasi
Sembir = sudut antara US dan UP Deviasi = HM – HP
- Nilai sembir (+) bila UP dikanan US
Variasi = HS - HM
- Nilai sembir (-) bila UP dikiri US
by Nono Rukmono, [Link] hal.5
SMKN 1 MUNDU CIREBON
Macam-macam pedoman magnit berdasarkan penggunaannya di kapal :
1. Pedoman magnit kering (magnetic dry compass).
2. Pedoman magnit basah (magnetic liquid compass)
Sesuai dengan penempatan dan fungsinya di kapal, pedoman magnit dibagi
menjadi tiga jenis :
1. Pedoman standard (standard compass).
2. Pedoman kemudi (steering compass).
3. Pedoman darurat.
Gbr. Mawar pedoman
Sifat-sifat magnit :
1. Memiliki gaya tarik atau tolak terhadap logam bermagnit lainnya (baja
dan besi).
2. Kekuatan terkuat gaya tarik magnit terdapat pada ujung-ujung magnit
batang.
3. Ujung-ujung magnit batang diberi nama kutub. Kutub utara dan kutub
selatan, karena ujungnya selalu mengarah ke kutub-kutub bumi.
4. Kutub senama akan saling tolak menolak dan kutub tidak senama akan
tarik menarik.
Syarat-syarat piringan pedoman yang baik :
1. Harus ringan, sungkup piringan pedoman bagian bawahnya harus licin.
2. Tidak memiliki kesalahan kolimasi.
3. Pembagian derajatnya harus jelas, sehingga mudah dibaca dan dibuat
secara teratur.
4. Besarnya piringan pedoman harus seimbang dengan besarnya ketel
pedoman.
5. Piringan pedoman harus tenang namun peka.
by Nono Rukmono, [Link] hal.6
SMKN 1 MUNDU CIREBON
6. Waktu ayun piringan pedoman harus cukup besar, yaitu minimum 14
detik agar tidak terjadi sinkronisasi dengan olengan kapal.
Cara memeriksa kepekaan piringan pedoman :
1. Putar piringan pedoman ke kanan + dari kedudukan seimbang semula.
2. Lepaskan dan kemudian baca penyimpangan sudut pada sisi lainnya.
3. Ulangi dengan arah berbeda, yaitu putar piringan pedoman kekiri.
4. Bila hasil penyimpangan pada kedua sisi sama atau berselisih ½ 0 saja,
berarti piringan pedoman cukup peka.
Syarat ketel pedoman yang baik :
1. Ketel pedoman tidak boleh mengandung magnit.
2. Pada saat kapal dalam keadaan diam, maka tutup kaca bening dibagian
atas harus dalam keadaan datar.
3. Posisi ketel pedoman tidak boleh menyentuh bagian-bagian pedoman
lain, sehingga setiap saat bagian-bagian dalam pedoman dapat
mengayun dengan bebas.
4. Semat atau pasak pedoman harus benar-benar terpasang vertical
ditengah-tengah ketel pedoman.
5. Tuas untuk menempatkan pesawat baring harus tepat dititik pusat
mawar pedoman/piringan.
6. Garis layar tepat pada bidang lunas linggi kapal.
Cara memeriksa ketepatan garis layar :
1. Buatlah sebuah tonggak dan berdirikan dibidang lunas linggi didepan
pedoman pada jarak yang cukup, misalnya diujung haluan.
2. Baringlah tonggak tersebut dan pada saat yang sama lihatlah
penunjukkan skala derajat oleh garis layar.
3. Bila kedua penunjukkan adalah sama berarti garis layar telah tepat.
Perawatan pedoman magnit meliputi :
1. Perawatan alat dan bagian-bagiannya :
Bila terjadi gelembung udara cukup banyak atau kedudukan piringan
pedoman berubah, cara perawatannya :
a.. Lepaskan pedoman dari rumah pedoman.
b. Baringkan ketel pedoman pada tempat yang rata.
c. Buka bagian penyumbatnya (prop) dengan cara diputar.
by Nono Rukmono, [Link] hal.7
SMKN 1 MUNDU CIREBON
d. Keluarkan cairan melalui prop, namun bila hanya terjadi gelembung
udara cukup banyak dengan menambahkan campuran alcohol (70
%) dan air (30 %) melalui lubang prop tersebut.
e. Setelah cairan dikeluarkan, selanjutnya buka sekrup-sekrup yang
berada pada tutup ketel pedoman.
f. Perbaiki bagian-bagian yang rusak atau aus dan ganti bila perlu.
g. Setelah selesai perbaikan, tutup kembali kaca penutup bagian
atasnya dan sekrup yang rapih.
h. Isi kembali cairan alcohol dan air melalui prop, dan usahakanlah
sampai penuh, selanjutnya prop ditutup.
i. Cek terlebih dahulu apakah masih terdapat gelembung udara dalam
ketel tersebut atau tidak ? Bila tidak, kencangkan prop tersebut.
j. Kembalikan ketel pedoman pada rumah pedoman.
2. Penempatan pedoman yang baik di kapal.
a. Agar piringan pedoman di kapal tetap pada posisi mendatar,
maka perlu diberi cincin kardanus.
b. Benda-benda besi/baja, benda bermagnit atau alat-alat listrik
disekitar kompas harus disingkirkan untuk menghindari pengaruh
penunjukkan pedoman.
c. Bila pedoman tidak dipergunakan, tutuplah dengan rapih.
3. Koreksi secara periodik terhadap arah penunjukkan pedoman.
a. Lakukan pengecekan dengan cara melakukan pembaringan dua
benda yang terdapat di peta dan diketahui arah sejatinya.
b. Bila penunjukkan arah terlalu besar lakukan penimbalan, yaitu
memasang dan mengatur letak batangan parameter disekitar
dinding luar ketel pedoman sambil membaring.
c. Namun bila masih terdapat keragu-raguan mengenai arah
penunjukkan pedoman atau kepekannya maka perlu dibawa ke
bengkel khusus untuk perbaikan lebih lanjut.
by Nono Rukmono, [Link] hal.8
SMKN 1 MUNDU CIREBON
DAFTAR DEVIASI PEDOMAN
by Nono Rukmono, [Link] hal.9