0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan6 halaman

Prosedur Code Red Kebakaran Rumah Sakit

Dokumen ini menjelaskan prosedur penanggulangan kebakaran (Code Red) dan kegawatdaruratan medis (Code Blue) di rumah sakit. Tim Code Red bertugas untuk menangani kebakaran dengan cepat, sementara Tim Code Blue menangani kasus henti jantung dan henti napas. Kedua prosedur bertujuan untuk melindungi keselamatan pasien dan aset rumah sakit melalui koordinasi yang terintegrasi.

Diunggah oleh

Gusti Fany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan6 halaman

Prosedur Code Red Kebakaran Rumah Sakit

Dokumen ini menjelaskan prosedur penanggulangan kebakaran (Code Red) dan kegawatdaruratan medis (Code Blue) di rumah sakit. Tim Code Red bertugas untuk menangani kebakaran dengan cepat, sementara Tim Code Blue menangani kasus henti jantung dan henti napas. Kedua prosedur bertujuan untuk melindungi keselamatan pasien dan aset rumah sakit melalui koordinasi yang terintegrasi.

Diunggah oleh

Gusti Fany
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE RED

PENANGGULANGAN KEBAKARAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


065/6963/RSDS/2022 01 1/1

Tanggal Terbit :

STANDAR Februari-2022
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian Code Red Emergency adalah suatu sistem peringatan kepada karyawan,
pengunjung rumah sakit adanya kejadian kebakaran di area rumah
sakit yang membutuhkan bantuan segera.
Tim Code Red adalah tim yang terdiri dari satuan
pengamanan/karyawan, dokter dan perawat yang ditunjuk RS yang
bertugas secara cepat untuk melakukan pemadaman api dengan segera.
Tujuan 1. Menciptakan sistem koordinasi terintegrasi dalam penanganan
bencana kebakaran
2. Menjamin pemberian perlindungan kepada semua orang dan Aset
yang ada di rumah sakit secara cepat dan tepat.
Kebijakan Surat Keputusan Direktur RSUD Dokter Soedarso tentang Kebijakan
Keselamatan dan keamanan di rumah sakit.
Surat keputusan Direktur Tentang Pedoman Manajemen Fasilitas Dan
Keselamatan
Prosedur A. Tim Code Red ;Ruangan /unit
Bila melihat Api Kebakaran
1. Petugas /orang yang melihat api pertama wajib berteriak “
Kode Red” 3X ,tekan tombol alarm kebakaran , ambil
APAR terdekat & Padam api
2. Petugas Code Red (Topi Merah) menghubungi Petugas
Audio Pagging System pswt 355 pada jam kerja dan 606
untuk bantuan Satpam dan
- IPFRS pesawat 888, Tim K3RS . 082153537161/ 285
3. Topi Biru persiapkan tindakan evakuasi Pasien

4. Topi Putih persiapkan evakuasi Dokumen


5. Topi Kuning persiapkan evakuasi Peralatan Medik

6. Satpam/Satuan Pengamanan rumah sakit

1). Datang ke lokasi kebakaran untuk membantu

memadamkan api dengan APAR dan atau Hyrand

2). Bila api membesar, telepon Dinas Pemadam Kebakaran

(telp. 113, 730897, 740587, 736344 ) dan Kepolisian ,telp.

0561-734900 Polresta, Polsek selatan 0561-736184

Unit Terkait 1. Instalasi Pengelolaan Fasilitas RS.


2. [Link]
3. Instalasi Pengamanan Perparkiran dan Pertamanan
4. Unit Promkes pesawat 355
5. Tim K3 RS.
6. Instalasi Rawat Inap
7. Instalasi Rawat Jalan.
8. Operator telpon
9. Dinas kebakaran .
10. Kepolisian
CODE BLUE EMERGENCY
TIM RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen No. Revisi Halaman
HK.02.04.2/I.4.2/ 607 /2014 00 1/4
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh:
Instalasi Gawat Direktur Medik dan
STANDAR Tanggal Terbit : Darurat Keperawatan
PROSEDUR Ditetapkan
31 Desember 2014
OPERASIONAL Direktur Utama

dr. Alida Lienawati, [Link] (MMR)


NIP 195804301989032001
Pengertian Code Blue Emergency adalah suatu sistem peringatan kepada tim Code
Blue (tim Resusitasi) akan adanya kegawatdaruratan medis yaitu henti
jantung dan/atau henti nafas di area rumah sakit yang membutuhkan
bantuan resusitasi jantung paru segera.
Tim Code Blue adalah tim yang terdiri dari dokter dan perawat yang
ditunjuk RS yang bertugas secara cepat untuk melakukan Bantuan
Hidup Lanjut (BHL).
Tujuan 3. Menciptakan sistem koordinasi terintegrasi dalam penanganan
kegawatdaruratan.
4. Menjamin pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Bantuan
Hidup Lanjut (BHL) secara cepat dan tepat.
Kebijakan Surat Keputusan Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
Nomor: HK.03.06/II.1/8665/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Resusitasi, bahwa Pelayanan Resusitasi Diberikan Kepada pasien henti
jantung dan atau henti napas yang ditandai dengan tidak adanya repon
atau gerakan terhadap stimulus, atau kolaps secara mendadak. Henti
jantung pada anak sering disebabkan oleh asfiksia.
Prosedur B. Tim Code Blue Primer
1. Lakukan skrining terhadap pasien yang beresiko mengalami
kegawatan henti jantung paru pada awal tugas jaga.
2. Segera aktifkan tim code blue primer untuk segera memberikan
bantuan hidup dasar jika ditemukan korban henti napas dan atau
henti jantung, kecuali pada pasien yang ada pernyataan DNR.
3. Segera hubungi tim code blue sekunder sesuai area tugas bila
petugas menemukan korban (pasien, keluarga, pengunjung atau
petugas) dengan henti napas dan atau henti jantung saat itu juga
dengan menekan nomor telpon khusus:
CODE BLUE EMERGENCY
TIM RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen No. Revisi Halaman
HK.02.04.2/I.4.2/ 607 /2014 00 2/4
Prosedur a. Area I (IGD) dengan no 200 meliputi IRJ, Laborat, OK
IGD, Diklat, parkir selatan, farmasi rawat jalan, satpam,
Humas, Direksi, SDM, Keuangan, Rosela.
b. Area II (IRI Dewasa) dengan no 123 meliputi Cendana,
Teratai, Lili, Mawar, Aster, Radiologi, Bakung, ruang HD,
Instalasi Persalinan, Anggrek, Instalasi Gizi, IFPJ, parkir
timur.
c. Area III (HCU) dengan no 132 meliputi Melati I, Melati II,
Melati III, Melati IV, Edelweis, Dahlia, parkir utara, farmasi
rawat inap, gudang, loundry, IPSRS, Sanitasi, parkir barat,
Mushola, Mikrobiologi Klinik, ULP.
4. Sebutkan kode, lokasi kejadian, kasus anak/dewasa, dan nama
pelapor.
Contoh : Code Blue – IGD - Dewasa - Rico. Hubungi radio
sentral/humas (nomor : 163 (selama jam kerja), nomor 476
(diluar jam kerja) bila saat menghubungi telepon code blue
sekunder belum terhubung.
5. Lakukan Tindakan bantuan hidup dasar terus sampai tim code
blue sekunder datang di tempat memberi pertolongan.

C. Tim Code Blue Sekunder


1. Lakukan pengecekan kelengkapan emergency kit (fungsi
defibrillator, ambubag, set intubasi, dan obat emergency) setiap
operan dinas.
2. Bila telepon code blue bunyi, segera panggil semua tim code blue
lewat telepon dan informasikan kasus serta lokasi kegawatan,
minta semua tim segera datang ke lokasi dalam waktu maksimal
5 menit.
3. Setelah tiba dilokasi segera ambil alih tindakan BHD dengan
melakukan Bantuan Hidup Lanjut.
4. Tim code blue primer (perawat ruangan) membantu proses
resusitasi yg dilakukan tim code blue sekunder Bilamana
diperlukan.
CODE BLUE EMERGENCY
TIM RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen No. Revisi Halaman
HK.02.04.2/I.4.2/ 607 /2014 00 3/4
Prosedur 5. Tim code blue membuat laporan resusitasi di rekam medis dan
kolaborasi dengan petugas rekam medis untuk pendataan korban
(pengunjung sebagai korban).
6. Algoritme Code Blue
Algoritme Code Blue

Lokasi Kejadian
Ditemukan korban dengan henti jantung dan/ atau henti napas

Orang pertama yg menemukan korban melakukan BHD bila


memiliki kemampuan
Mengaktifkan code blue primer

Code Blue Primer


Tim code blue primer datang dg membawa kit emergency
maksimal 5 menit
Mulai atau lanjutkan BHD sampai tim code blue sekunder
datang

Code Blue Sekunder


Tim code blue sekunder datang (5 menit)
Resusitasi diambil alih tim BHL
Tim BHD membantu proses resusitasi yang diperlukan tim
BHL
Dokumentasikan semua kejadian dan tindakan yang
dilakukan tim code blue

Evaluasi keberhasilan resusitasi


Pasien selamat : monitor dan perawatan definitif/intensif
Pasien tidak selamat: tentukan kematian

Rekam Medis
Petugas rekam medis melakukan pendataan korban
Dokumen Terkait

CODE BLUE EMERGENCY


TIM RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen No. Revisi Halaman
HK.02.04.2/I.4.2/ 607 /2014 00 4/4
Unit Terkait 11. Instalasi Gawat Darurat.
12. Instalasi Rawat Intensif.
13. Instalasi Rawat Intensif Anak.
14. Instalasi Rawat Inap.
15. Operator.
16. Instalasi Rekam Medis.
17. Instalansi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah.

Anda mungkin juga menyukai