0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan22 halaman

Kode Diagnosis STEMI Inferior dan Definisi

Dokumen ini membahas tentang sindrom koroner akut, khususnya infark miokardial akut dengan elevasi segmen ST (STEMI). Penjelasan mencakup definisi, gejala klinis, diagnosis melalui EKG, serta tatalaksana awal yang diperlukan untuk penanganan pasien. Informasi juga mencakup kriteria EKG dan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Diunggah oleh

Ayu Yoniko Cimpluk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan22 halaman

Kode Diagnosis STEMI Inferior dan Definisi

Dokumen ini membahas tentang sindrom koroner akut, khususnya infark miokardial akut dengan elevasi segmen ST (STEMI). Penjelasan mencakup definisi, gejala klinis, diagnosis melalui EKG, serta tatalaksana awal yang diperlukan untuk penanganan pasien. Informasi juga mencakup kriteria EKG dan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

Diunggah oleh

Ayu Yoniko Cimpluk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SINDROMA KORONER

AKUT
Mengenali STEMI (ST Elevation Myocardial Infarction) /
Infark Miokardial Akut dengan Elevasi Segmen ST (IMA-
EST)

Rumah Sakit Umum Pusat Surabaya


JANUARI 2025
DEFINISI
Sindrom koroner akut (SKA) mencakup suatu
spektrum kondisi pasien yang mengalami
perubahan gejala atau tanda klinis baru

1. Dengan atau Tanpa Perubahan EKG 12 Lead


DAN
2. Dengan atau Tanpa Peningkatan akut kadar
troponin jantung (cTn)
SPEKTRUM SKA
GEJALA KLINIS ISKEMIA MIOKARD

ELEKTROKARDIOGRAM (EKG)

Elevasi Segmen ST Non- Elevasi Segmen ST


Biomarka Jantung Naik / Turun
Infark Miokard Akut dengan
Elevasi Segmen ST (IMA-EST)
YA TIDAK
atau
ST Elevation Myocardial Infark Miokard Angina Pektoris
Infarction (STEMI) Akut dengan Non- Tidak Stabil (APTS)
Elevasi Segmen ST
(IMA-NEST)
PATOFISIOLO G I
PRESENTASI KLINIS

Anamnesis
Rasa nyeri/tidak nyaman AKUT pada dada
Deskripsi tidak nyaman:
- Nyeri
- Berat
- Terasa sesak
- Seperti di tekan
- Terbakar
PRESENTASI KLINIS
Anamnesis
• Onset (penting untuk STEMI apakah <12 jam)
• Provocation : aktivitas apa yang mencetuskan hal tersebut
• Quality / Deskripsi tidak nyaman: Nyeri, berat, terasa sesak, seperti di
tekan, terbakar
• Radiation / Penjalaran: ke lengan kiri, bahu, punggung, epigastrium,
leher rasa tercekik atau rahang bawah
• Severity : derajat (skala 1-10)
• Timing / Lama: lebih dari 20 menit. Pada STEMI tidak hilang dengan
istirahat atau nitrat SL
PRESENTASI KLINIS

Anamnesis
Keluhan Penyerta:
- mual/muntah
- keringat dingin
- Berdebar
- Sesak
- sinkop
PRESENTASI KLINIS

Diagnosis menjadi lebih kuat:


1. Pria
2. Diketahui mempunyai penyakit aterosklerosis non-coroner
(penyakit arteri perifer/karotis)
3. Diketahui mempunyai PJK (pernah mengalami IM, CABG, atau PCI)
4. Memiliki Faktor risiko PJK : umur, merokok, hipertensi, DM,
dislipidemia, [Link] dengan PJK prematur
PRESENTASI KLINIS

Pemeriksaan Fisik
Mengidentikasi adanya komplikasi
1. Gagal Jantung Akut:

Gallop S3

Bisa didengar di [Link]/@medzcool


PRESENTASI KLINIS

Pemeriksaan Fisik
Mengidentikasi adanya komplikasi
1. Gagal Jantung Akut:

- Gallop S3

Rales

Bisa didengar di [Link]/@medzcool


PRESENTASI KLINIS

Pemeriksaan Fisik
Mengidentikasi adanya komplikasi
1. Gagal Jantung Akut:

- Gallop S3

- Rales Peningkatan
- Peningkatan JVP
JVP
PRESENTASI KLINIS

Pemeriksaan Fisik
Mengidentikasi adanya komplikasi
1. Gagal Jantung Akut
2. Syok Kardiogenik

- PENURUNAN KESADARAN

- OLIGURIA ATAU ANURIA


PRESENTASI KLINIS

Pemeriksaan Fisik
Mengidentikasi adanya komplikasi
1. Gagal Jantung Akut
2. Syok Kardiogenik
3. Komplikasi mekanik

- REGURGITASI MITRAL

- RUPTUR SEPTUM Bisa didengar di [Link]/@medzcool


INTERVENTRIKEL
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

Pasien dengan keluhan DADA TERASA TIDAK NYAMAN/NYERI DADA atau


keluhan lain yang mengarah kepada iskemia harus menjalani pemeriksaan
EKG 12 SADAPAN sesegera mungkin

Rekaman EKG dibuat dalam 10 menit sejak kedatangan pasien di IGD

Perubahan EKG mengarah Iskemia Inferior dan Posterior → Perekaman V3R,


V4R, serta V7-V9

Pasien mengarah SKA dengan hasil EKG non diagnostic → Perekaman V7-V9
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

PEMASANGAN LEAD
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

KRITERIA EKG STEMI


Elevasi segmen ST baru pada titik J pada 2 sadapan berdekatan dengan cut-
point ≥ 1 mm di semua sadapan selain V2-V3, dengan cut-point V2-V3:
1. ≥ 2 mm pada pria usia ≥ 40 tahun
2. ≥ 2.5 mm pada pria usia < 40 tahun
3. ≥ 1.5 mm pada wanita usia berapa pun
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

Sadapan Dengan Deviasi Segmen ST Lokasi Iskemia

V1-V4 ANTERIOR

V5 – V6, I, aVL LATERAL

II, III, aVF INFERIOR

V7 – V9 POSTERIOR

VENTRIKEL
V3R – V4R KANAN

ANTERIOR
V1 – V6, I, aVL
EKSTENSIF
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

Pola EKG Kritera Interpretasi Gambaran

Elevasi ST baru pada J Point di 2 sadapan


yang berdekatan* (2.5 mm pada pria usia <
40 tahun atau 1.5 mm pada wanita tanpa Oklusi Arteri
STEMI memperhatikan usia) pada sadapan V2 - V3 Koroner Akut
dan/atau 1 mm pada sadapan lainnya (tanpa
hipertrofi ventrikel kiri atau LBBB)
*termasuk V3R dan V4R

Depresi segmen ST pada sadapan V1 – V3,


terutama jika gelombang T terminal positif STEMI
STEMI (ekivalen elevasi segmen ST), dan elevasi
Posterior Posterior
segmen ST 0.5 mm bersamaan terekam
pada sadapan V7 – V9
PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

Pola EKG Kritera Interpretasi Gambaran

IM Oklusi IM Oklusi
LCX / Elevasi Segmen ST pada V7 – V9 dan V3R arteri LCX
Ventrikel dan V4R, berturut-turut atau Ventrikel
Kanan Kanan

Iskemi Iskemi multivesel


Depresi ST 1 mm pada ≥ 6 sadapan
Multivesel/ atau obstruksi arteri
permukaan (depresi ST inferolateral), koroner utama kiri ,
obstruksi
ditambah dengan elevasi segmen ST pada terutama jika
arteri
aVR dan/atau V1 terdapat gangguan
utama kiri
hemodinamik
**

** Terapi reperfusi yang dilanjutkan adalah PCI


PENUNJANG DIAGNOSIS EKG

Pola EKG Kritera Interpretasi Gambaran

Durasi QRS > 120 ms. Tidak ada gelombang Pasien dengan
LBBB / Q pada sadapan I, V5, V6. Gelombang R kecurigaan klinis
Paced monomorfik pada sadapan I, V5 dan V6. tinggi mengalami
Rhytmn Perpindahan gelombang ST dan T IM harus
berlawanan dengan defleksi utama ditangani seperti
** kompleks QRS pasien STEMI

Pasien dengan
Durasi QRS > 120 ms. Pola ’Bunny ear’ rSR kecurigaan klinis
RBBB pada sadapan prekordial anterior (sandapan tinggi mengalami
V1 – V3). Gelombang S slurred pada sadapan IM harus
** I, aVL, dan seringkali pada V5 dan V6 ditangani seperti
pasien STEMI

** Terapi reperfusi yang dilanjutkan adalah PCI


TATALAKSANA AWAL
- Oksigen 2 – 4 Liter/menit bila saturasi perifer <90% atau
PaO2 < 60 mmHg
- Lakukan Penilaian dan stabilisasi Airway, - Loading Aspirin 160 – 320 mg kunyah
- Nitrat sublingual 5 mg, dapat diulang sampai 3 kali jika
Breathing and Circulation. Siapkan diri
masih ada keluhan. Nitrat intravena/drip dapat diberikan
untuk melakukan RJP dan Defibrilasi jika keluhan nyeri dada persisten
- Pasang Monitor, evaluasi tanda vital dan - Morfin 2-4 mg intravena jika masih nyeri dada dengan
saturasi oksigen pemberian nitrat
- Pasang akses intravena - Tentukan strategi reperfusi:
- Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik yang 1. Fibrinolisis, tambahan terapi:
singkat dan terarah • Loading Clopidogrel 300 mg, (Jika usia > 75 tahun
- Lengkapi ceklis Fibrinolisis dan cari diberikan Clopidogrel 75 mg)
2. PCI, tambahan terapi:
kontraindikasi
• Loading Clopidogrel 600 mg, atau
- Periksa enzim jantung, elektrolit, dan • Loading Ticagrelor 180 mg, atau
koagulasi • Loading Prasugrel 20 mg (usia < 75 tahun dan BB . 60
kg) diberikan setelah anatomi koroner diketahui dan
akan dilanjutkan PCI
3. Tidak dilakukan Reperfusi, tambahan terapi:
• Loading Ticagrelor 180 mg
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai