TUGAS TUTORIAL 3
PROSES GARAP TARI
METODE PENGEMBANGAN SENI
PAUD – 4206
NURRIZQI TRI JULIARTI SUDIYONO
857512336
S1-PGPAUD (MASUKAN SARJANA)
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2023
TUGAS TUTORIAL 3
Nama Mata Kuliah/Kode : Metode Pengembangan Seni/PAUD 4206
Nama Dosen/Pengembang : Frahma Sekarningsih, [Link]., [Link]., Dr.
Masa Tutorial : 2023.1
Nomor Tugas :3
Skor Maksimal : 100
Petunjuk:
1. Sebelum mengerjakan tugas tutorial 3 bacalah petunjuknya dengan teliti dan seksama!
2. Tarian dibuat secara kelompok !
3. Durasi tarian maksimal 5 (lima) menit!
Soal:
1. Buatlah tarian untuk anak lengkap dengan iringan musik, rias dan busana dan unsur
pendukung lainnya !
2. Pilihlah salah satu tema yang bisa diambil dari kehidupan sehari-hari, cerita rakyat, fabel,
permainan anak dan lingkungan alam sekitar!
3. Buatlah proses garapnya dengan mengikuti langkah-langkah proses garap di bawah ini:
PROSES GARAP TARI
LINK VIDEO YouTube GARAP TARI
Kelompok 4
[Link]
TEMA
Kehidupan Sehari-Hari Seorang Nelayan
JUDUL
Tari Biteya dari Gorontalo
CERITA
Biteya berasal dari kata bite artinya dayung, biteya artinya “dayunglah sampai ke tempat
tujuan”. Tari biteya mengisahkan tentang kehidupan nelayan, mulai dari persiapan seorang
nelayan sampai pada proses penangkapan ikan di laut. Tarian ini dimainkan oleh lima sampai
dengan tujuh pasang penari putra dan putri.
SINOPSIS
Tari Biteya adalah tarian tradisional dari Sulawesi Tenggara, Indonesia. Tari ini diciptakan
oleh seniman Bapak Umar Djafar (almarhum) dengan lagunya yaitu Biteya, kemudian
dikembangkan oleh seniman tari Bapak Wazir Antuli dan Bapak Kum Eraku. Biteya berasal
dari kata Bite yang berarti dayung. Tarian ini memiliki sinopsis yang kaya dengan cerita dan
gerakan yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Berikut adalah
sinopsis dari Tari Biteya:
T
ari Biteya mengisahkan tentang kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara yang
hidup di sekitar sungai dan laut. Tarian ini menceritakan tentang kegiatan
sehari-hari seperti memancing, beternak, dan menjaga keberlanjutan alam.
Selain itu, tari ini juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke
generasi. Tarian dimulai dengan langkah-langkah perlahan dan anggun,
menggambarkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis dengan alam
sekitarnya. Gerakan lemah gemulai dan lincah menggambarkan keindahan dan
keanggunan masyarakat setempat. Kemudian, tarian ini berlanjut dengan gerakan yang
lebih energik dan dinamis. Gerakan ini menggambarkan kegiatan memancing dan
mengumpulkan hasil laut. Para penari menggunakan gerakan tangan yang
melambangkan jaring atau alat memancing tradisional. Gerakan kaki yang kuat dan
lincah juga melambangkan ketangguhan dan keuletan masyarakat dalam mencari rezeki.
Selama tarian, ada juga gerakan yang melibatkan atribut seperti keranjang berisi hasil
laut atau tumbuhan. Gerakan ini mencerminkan kegiatan mengumpulkan hasil bumi dan
kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam dengan bijak. Tarian ini mencapai
puncaknya dengan gerakan yang semakin cepat dan dinamis. Para penari menunjukkan
kegembiraan dan semangat melalui gerakan yang enerjik dan terkoordinasi. Mereka
membentuk formasi dan berinteraksi dengan energi yang tinggi, menciptakan visual yang
menakjubkan. Tari Biteya menggambarkan hubungan erat antara masyarakat dan alam,
serta kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini juga merupakan bentuk
ungkapan seni dan keindahan yang melekat pada identitas budaya Sulawesi Tenggara.
Demikianlah sinopsis dari Tari Biteya. Kami berharap, sinopsis ini memberikan gambaran
tentang tarian tradisional ini dan keindahan yang terkandung di dalamnya.
SUMBER GERAK
Tari Biteya merupakan nama tarian daerah Gorontalo yang dilakukan lebih dari 400 penari
memakai pakaian adat khas Gorontalo. Gerakan dalam tari ini juga memperlihatkan budaya
masyarakat yang mencari ikan di laut dengan sangat keras. Selain untuk memanjatkan rasa
syukur pada Tuhan, tarian Gorontalo ini juga dijadikan sebagai hiburan dan juga menyambut
tamu penting yang datang ke Gorontalo.
Tari Biteya merupaakan jenis tari kreasi. Tari kreasi merupakan salah satu jenis tarian yang
banyak berkembang di masyarakat Indonesia. Berbeda dengan tari tradisional, tari
kreasi tidak terikat pada aturan baku, seperti pemilihan musik, koreografi, atau tata rias.
Sama seperti tari asal daerah lain di Indonesia, tarian di Gorontalo juga memiliki
karakteristik khas tersebut. Karakteristik tersebutlah yang membuat tarian ini begitu tersohor
di nusantara maupun mancanegara. Misalnya, keunikan tarian asal Gorontalo ini seringkali
diawali dengan tempo yang lambat. Namun, lama kelamaan tempo musik akan semakin cepat
dan gerakan menari mengikuti irama iringan musiknya. Kemudian, semua anggota tubuh ikut
menari membuat tarian ini begitu semarak dan menarik untuk disaksikan.
MUSIK PENGIRING
Musik pengiring tari adalah alat musik atau istrumen yang dipakai yang mengiringi sebuah
lagu yang akan dimainkan sehingga terdengar bagus dan menghibur
Musik pengiring tari biteya adalah musik etnis dipadukan dengan alat-alat musik modern.
Musik etnis adalah musik yang berkembang pada suatu etnis tertentu, atau musik yang
dimiliki oleh suatu etnis tertentu. Musik modern adalah music yang mendapat sentuhan
instrument dan teknologi, tidak terlahir dari adat masyarakat.
PROSES GARAP TARI
Pada tata rias dan busana tari biteya yang dikenakan oleh penari adalah busana kaum
nelayan, warna busana didominasi oleh warna hitam, memakai ikat kepala, sarung melilit di
pinggang.
Nama pemeran yang berperan pada tari biteya adalah seorang nelayan, dimana cerita dari
tarian ini mengisahkan tentang kehidupan nelayan mulai dari persiapan nelayan sampai pada
proses penangkapan ikan di laut.
Pola lantai yang dibuat terdapat tujuh pola lantai ada yang berpola V, I, zigzag, A,
horizontal, lingkaran dan sebagainya.
POLA LANTAI TARI BITEYA