0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Penerapan Cooperative Learning di SD 4 Manggeng

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 4 Manggeng melalui penerapan model Cooperative Learning pada pemahaman QS Al Hujurat ayat 13. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan, terutama dalam pembelajaran agama Islam. Metode yang digunakan adalah tipe Kurt Lewin yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Diunggah oleh

silvioktia40
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Penerapan Cooperative Learning di SD 4 Manggeng

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 4 Manggeng melalui penerapan model Cooperative Learning pada pemahaman QS Al Hujurat ayat 13. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan, terutama dalam pembelajaran agama Islam. Metode yang digunakan adalah tipe Kurt Lewin yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Diunggah oleh

silvioktia40
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN MODEL COOVERATIVE LEARNING TERHADAP PENINGKATAN


HASIL BELAJAR QS AL HUJARAT AYAT 13 PADA SISWA DI KELAS IV DI SD
NEGERI 4 MANGGENG KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
TAHUN AJARAN 2024/2025

Disusun untuk memenuhi tugas program


Pendidikan Prefesi Guru dalam jabatan 2024

LPTK Universitas Islam Negeri


AR RANIRY
Disusun Oleh
ROSMANIDAR SANTI

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN


UNVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH 2024
Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam juga kami sanjungkan
kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama umat manusia. Alhamdulillah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang berjudul: “Penerapan Model Cooperative Learning terhadap peningkatan hasil
belajar QS Al hujarat ayat 13 pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Manggeng dapat diselesaikan sesuai
yang diharapkan.

Penelitian tindakan kelas ini disusun dengan tujuan untuk mengkaji penerapan model
Cooperative Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 4 Manggeng,
khususnya pada pemahaman terhadap Q.S. Al Hujurat ayat 13. Diharapkan melalui penelitian in,
penulis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di SD Negeri 4
Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap
ayat-ayat Al Qur’an.

Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung
penyusunan penelitian tindakan kelas ini, pertama sekali kepada dosen pembimbing, guru pamong,
kepala sekolah, sdn 4 Manggeng, siswa, serta keluarga yang telah ikut mendukungnya.

Manggeng, 25 september 2024

Rosmanidar santi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR............................................................................................................... 2

DAFTAR ISI............................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 4

A. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………………………4


B. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………5
C. Tujuan Pembelajaran………………………………………………………………………………………….5
D. Mamfaat Penelitian…………………………………………………………………………………………….6

BAB II KERANGKA TEORI…………………………………………………………………………………………………..8

A. Landasan Teori…………………………………………………………………………………………………….8
B. Penelitian Terdahulu………………………………………………………………………………………….
C. Hipotesis Penelitian (jika ada) …………………………………………………………………………

BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………………………………………………………..

A. Jenis Penelitian…………………………………………………………………………………………………
B. Variabel Penelitian……………………………………………………………………………………………
C. Populasi dan Sampel…………………………………………………………………………………………
D. Jenis Sumber dan Pengumpulan Data……………………………………………………………….
E. Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis ( jika ada)……………………………………………

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………..

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran……………………………………………


B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran……………………………………..

BAB V SIMPULAN SARAN DAN TINDAK LANJUT………………………………………………………….

A. Simpulan…………………………………………………………………………………………………………..
B. Saran dan Tindak Lanjut……………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidika agama islam merupakan salah satu materi yang penting dalam pendidikan
formal terutama yang berbasis umum Hal tersebut dikarenakan pendidikan agama islam
merupakan satu-satunya wahana untuk memberikan pengetahuan keagaman dalam
pembentukan akhlak peserta didik, maka pembelajaran agama islam memegang peranan yang
sangat penting.

Penting untuk diperhatikan bahwa perlu adanya upaya lebih lanjut dalam membantu
pemahaman siswa terhadap pembelajaran Q.S. Al- Hujurat ayat 13. Salah satu Model yang dapat
digunakan adalah Cooperative Learning. Penggunaan Model Cooperative Learning pada proses
pembelajaran materi Q.S. Al-Hujurat ayat 13 diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
menjadi lebih baik sesuai yang diharapkan.

B. Rumsan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian ini
berupaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model cooperative learning pada SD Negeri
4 Manggeng pada materi QS Al Hujarat ayat 13 tahun ajaran 2024/2025

Oleh sebab itu, rumusan penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana perencanaan hasil belajar siswa kelas 4 materi QS Al Hujarat ayat 13 dengan
menggunakan model cooperative learning di SDN 4 Manggeng ?
2. Bagaimana pelaksanaan model cooperative learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa
kelas 4 pada materi QS Al Hujarat ayat 13 di SDN 4 Manggeng ?
3. Bagaimana tingkat efektifitas model cooperative learning pada materi QS Al Hujarat ayat 13
di SDN 4 Manggeng ?

C. Tujuan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
hasil belajar siswa kelas 4 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi tentang QS Al Hujarat
ayat 13 pada SDN 4 Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya tahun ajaran 2024/2025.
4

D. Mamfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi mamfaat bagi pihak-pihak terkait. Untuk
penjabaran mamfaat dari penelitian ini. Penulis membagi mamfaat penelitian kedalam sub mamfaat
sebagai berikut

1. Mamfaat teoritis dapat dijadikan masukan atau rujukan bagi guru-guru yang mengajar PAI
terutama materi QS Al Hujarat ayat 13 dan untuk memperbaiki kinerja guru-guru PAI
2. Mamfaat bersifat praktis
a. Bagi siswa dapat meningkatkan hasil belajar dengan terlibat secara langsung
dalam proses pembelajaran serta memberi motipasi untuk berpikir kritis dan
ilmiah serta kreatif dalam memahami konsep diharapkan.
b. Bagi guru, untuk melihat atau mengukur keberhasilan proses pembelajaran yang
telah dilaksanakan serta untuk meningkatkan pemahaman guru dalam memilih
metode melajar serta dapat menemukan usaha perbaikan dalam pelaksanaan
pembelajaran agar lebih efektif dan efisien.
c. Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan dan masukan yang baik dalam
meningkatkan Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan dan masukan yang
baik.
BAB II

KERANGKA TEORI

A. Landasan Teori
1. Model cooperat Learning

a. Pengertian Model
Model yaitu pola atau bentuk yang dijadikan sebagai acuan

pelaksanaan. Mil (2010) berpendapat bahwa bahwa model merupakan

representasi yang akurat dan proses aktual yang memungkinkan individu atau

kelompok untuk mencoba bertindak berdasarkan model tersebut. Kemp (2009)

menyatakan bahwa model pembelajaran adalah tindakan pembelajaran yang

harus dilakukanoleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara

efektif dan efisien.

Dari pengertian yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan

bahwa model adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan

siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

b. Pengertian Cooperative Learning

Berikut beberapa definisi Cooperative Learning menurut para pakar

pendidikan:

Menurut Salvin (1995) cooperative learning adalah sebuah model pembelajaran

di mana siswa bekerja dan belajar secara kolaboratif dalam kelompok-kelompok

kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa

Menurut Anite lie (2000) cooperative learning yaitu pembelajaran yang

memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugas-

tugas yang telah ditentukan


Menurut Azizah (1998) Cooperative Learning yaitu strategi pembelajaran

di mana siswa terlibat dalam kerja sama dan kolaborasi untuk mencapai tujuan

pembelajaran

Dari pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan

bahwa Cooperative Learning adalah model pembelajaran dengan cara

membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerja sama, berinteraksi,

dan berbagi pemikirandalam proses belajar. Dengan demikian dapat dipahami

bahwa model Cooperative Learning adalah bentuk kegiatan proses pembelajaran

dengan cara siswa dibagi kedalam kelompok- kelompok kecil yang saling beker

jasama, berinteraksi, dan berbagi pemikiran untuk mencapai tujuan pembelajaran

Perlu diingat bahwa tujuan dari model cooperative learning bukan hanya

untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok, melainkan untuk membantu siswa

belajar dalam konteks kehidupan kelompok untuk menciptakan lingkungan di

mana anggota kelompok saling membelajarkan satu sama lain.

c. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Cooperative Learning

Adapun Langkah-langkah metode cooperative Learning sebagai berikut:

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

2. Guru menyajikan imformasi kepada siswa

3. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil, dengan tiap


terdiri dari 4-5 siswa

4. Guru membimbing siswa untuk belajar dalam kelompok

5. Guru mengevaluasi hasil belajar siswa tentang materi yang gtelah

dipelajari. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara siswa


mempersentasikan hasil kerja maupun guru mengevaluasi secara

langsung.

6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik Upaya maupu hasil

individu dan kelompok.

d. Kelebihan dan kekurangan meode Cooperative Learning

Kelebihan:

Kelebihan dari pembelajaran cooperative Learning adalah dapat

meningkatkan kemampuan, prestasi siswa dan pemahaman

mengenaisuatu pembelajaran serta dapatmeningkatkan keterampilan

sosial siswa

Kekurangan:

Kelemahan dari metode Cooperative Learning adalah Dimana

membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai target yang

diinginkan.

2. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan kemampuan siswa yang diperoleh siswa setelah

kegiatan belajar (Nugraha 2020). Hasil belajar yaitu kemampuan tertentu yang

dicapai oleh siswa mengikuti proses belajar mengajar meliputi keterampilan

kognitif,efektif, maupun psikomotor Wulandari (2011).

Menurut Dimyati dan Mujiono (1996) hasil belajar adalahsebuah

kegiatan belajar mengajar yang menghendaki tercapainya tujuan pengajaran.


Hasil belajar ditandai dengan skala nilai. Sudjana (1989) berpendapat bahwa :

“Secara umum keberhasilan dalam proses belajar mengajar dapat ditinjau dari

dua segi, yakni dari segi proses dan segi hasil belajar.”

Dari beberapa define diatas dapat dipahami bahwa hasil belajar

adalah kemampuan siswa yang diperoleh setelah mengikuti proses kegiatan

belajar yang meliputi keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan

tujuan akhir pemberian penilaian dari proses belajar.

b. Fakto-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar


Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diamati melalui perubahan

dalam hasil belajar, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa

faktor tersebut dibedakan ke dalam dua bagianyaitu:

1. Faktor internal yaitu faktor yang terdapat pada diri individu itu

sendiri meliputi beberapa aspek minat, aspek motivasi dan aspek

fisiologis

2. Faktor eksternal yaitu faktor yang terdapat di luar individu itu sendiri

meliputi keadaan keluarga,keadaan sekolah dan lingkungan social

(samawa dkk)

Menurut Muhibbin Syah (2011) faktor-faktor yang memepengaruhi

belajar siswa yaitu:

a. Faktor internal meliputi dua aspek yaitu:

[Link] fisiologis

[Link] psiologis

b. Faktor eksternal meliputi :


1. Aspek lingkungan sosial

2. Aspek lingkungan non sosial

Muhibbin Syah (2011) juga mengemukakan bahwa secara umum faktor- faktor yang

mempengaruhi belajar siswa dapatkita bedakan menjadi tiga macam, yaitu:

a. Faktor Internal. Faktor dari dalam siswa itu sendiri, yakni keadaan ataukondisi

jasman dan rohani siswa

b. Faktor Eksternal. Faktor dari luar siswa, yakni keadaan lingkungan disekitar

siswa

c. Faktor Pendekatan Belajar (Approach To Learning), yakni jenis usaha

belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa

untuk melakukan kegiatan pembelajaran

Tinggi rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi banyak faktor-faktor yang ada,baik

yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi Upaya

pencapaian hasil belajar siswa dan dapat mendukung terselenggaranya kegiatan proses

pembelajaran, sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran.

B. Penelitian Terdahulu

Untuk mendukung penelitian ini berikut kami sajikan ada banyak penelitian

terdahulu yang membahas penerapan pembelajaran pembelajaran cooperative learning

dan beberapa temuan kunci dari penelitian tersebut meliputi:

1. Peningkatan prestasi Akademik. Penelitian menunjukkan bahwa

pembelajaran cooperative dapat meningkatkan hasil akademik siswa

dibandingkan dengan metode tradisional. Siswa yang terlibat dalam

kegiatan cooperative cenderung lebih memahami materi karena mereka


dapat saling menjelaskan dan mendiskusikan materi-materi yang sulit.

2. Motivasi dan Keterlibatan, Studi menunjukkan bahwa siswa lebih

termotivasi dan terlibat dalam kelompok interaksi dengan teman sekelas

dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran dan membuat

mereka bersemangat untuk belajar.

3. Peningkatan pemahaman konsep, Dengan diskusi kelompok, siswa dapat

mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang materi. Diskusi

dan kalaborasi memungkinkan siswa untuk melihat berbagai perspektif

dan mendalami topik secara lebih komprehensif.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meneliti satu kelas yaitu di kelas

4 dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Q.S. Al Hujurat ayat 13 di Lembaga

Sekolah Dasar Negeri 4 Manggeng. Hal ini karena penelitian ini memiliki arah dan tujuan yang jelas

untuk kepentingan peserta didik dalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Oleh karena itu,

penelitian ini menyangkut upaya guru dalam proses pembelajaran.

Tipe PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipe Kurt Lewin, yaitu dalam satu

siklus, terdiri atas empat tahapan, dimana penelitian tindakan terjadi proses yang dalam suatu

lingkaran terus menerus meliputi empat hal berikut:

1. Perencanaan (planning) adalah proses menentukan program perbaikan yang berangkat dari

suatu ide gagasan peneliti.

2. Aksi atau tindakan (implementing) adalah perlakuan yang dilaksanakan oleh peneliti sesuai

dengan perencanaanyang telah disusun oleh peneliti.

3. Observasi adalah pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas tindakan

informasi tentang berbagai kekurangan yang telah dilakukan.

4. Refleksi (reflecting) adalah kegiatan menganalisis tentang hasil observasi sehingga

memunculkan program atau perencanaan baru (Fitrianti,2016)

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, meliputi :

1. Tempat Penelitian
Adapun tempat yang menjadi lokasi penelitian adalah SDN 4 Manggeng kabupaten Aceh

Barat Daya.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/ 2025 pada siswa

kelas 4 SD Negeri 4 Manggeng. Untuk memperlancar jalannya Penelitian Tindakan Kelas

ini, maka rangkaian kegiatan penelitian disesuaikan dengan jadwal.

[Link] Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 5 SDN 12 Manggeng pada bidang studi

Pendidikan Agama Islam dengan pokok bahasan materi Aku Anak Shaleh

B. Variabel Penelitian

a. Metode cooperative learning

Metode pembelajaran Cooperative Learning adalah sebuah metode pembelajaran yang

berfokus pada kerja sama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan

pembelajaran, cooperative learning.

juga dikenal sebagai tutorial teman sebaya, karena siswa saling membantu satu sama

lain. Cooperative Learning juga dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa

serta keterampilan sosial siswa.

b. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan siswa yang diperoleh setelah mengikuti proses kegiatan

belajar yang meliputi keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan tujuan akhir

pemberian penilaian dari proses belajar. Hasil belajar dapat diwujudkan dalam perubahan,
kebiasaan, keterampilan, sikap, pengamatan dan kemampuan. Hasil belajar dapat dapat menjadi

dasar penilaian untuk melihat apakah Lembaga Pendidikan berhasil dalam mengantarkan

siswanya menuju pemahaman yang lebih baik dan pemenuhan kopetensi yang diperlukan.

Pada penelitaian ini, Variabel bebasnya adalah pengaruh penerapan model Cooperative

Learning dan yang menjadi variable terikat adalah hasil belajar siswa.

C. Populasi dan Sampel

Adapun yang menjadi populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN

4 Manggeng yang berjumlah 16 orang.

D. Jenis,Sumber, Waktu Penelitian, Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis Data

a. Data Kualitatif, berupa imformasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang

aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil observasi aktivitas guru dalam proses

pembelajaran.

b. Data kuantitatif, berupa nilai hasil belajar siswa pada siklus I dan II untuk mengetahui

adanya peningkatan dari hasil peningkatan materi QS Al Hujarat ayat 13.

2. Sumber Data

a. Guru, untuk mengetahui tingkat keberhasilan penerapan metode cooperative learning

dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi QS Al Hujarat ayat 13

b. Siswa untuk mendapatkan data mengenai peningkatan hasil belajar siswa pada materi

QS AlHujarat ayat 13.

3. Waktu Penelitian

Penelitian atau perbaikan pembelajaran untuk setiap mata pelajran adalah

pembelajaran PAI yang terdiri dari dua sklus.


NO Hari/Tanggal Siklus

1 Rabu, 11 September 2024 Pra siklus

2 Rabu, 18 September 2024 I

3 Rabu, 25 September 2024 II

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh

imformasi yang valid dan reliabel menggunakan beberapa teknik, diantaranya:

1. Observasi ( pengamatan )

Teknik pengamatan memungkinkan peneliti melihat dan mengamati sendiri, kemudian

mencatat prilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.

Dalam penelitian ini peneliti mengobservasi keadaan atau proses pembelajaran siswa

kelas IV pada SDN 4 Manggeng Aceh Barat Daya.

2. Wawancara

Wawancara atau interview dapat diartikan sebagai Teknik pengumpulan data

dengan menggunakan Bahasa lisan baik secara tatap muka maupun melalui

saluran media tertentu. Wawancara juga bermakna berhadapan langsung antar

interviewer dengan responden dan kegiatannya dilakukan scara lisan.

3. Tes

Tes tertulis adalah tes yang menuntut jawaban dari siswa dalam bentuk tertulis

baik berupa pilihan ganda, isian atau uraian.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Sebelum disajikan hasil penelitian siklus 1, dibawah ini disajikan hasil


pembelajaran pra siklus sebagai titik awal pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
Tabel 4.1
Daftar Nilai Pembelajaran Pra Siklus Mata Pelajaran PAI

NO NAMA SKOR KETERANGAN KKM


1 Adiva Myesha Tuntas 70
75
2 Afratul Qhaizia Tidak tuntas 70
65
3 Ahmad Den Vetrianon Tidak Tuntas 70
60
4 Ahmad Rayyan Tuntas 70
70
5 Askal Al Aziz Tuntas 70
75
6 Aulia Qadratun Nada Tuntas 70
75
7 Cut Dela Asnida Tuntas 70
75
8 Erma Tidak Tuntas 70
60
9 Kaila Olifia Tuntas 70
70
10 Muhammad Fathatan Al Maisan Tidak Tuntas 70
65
11 Muhammad Khadafi Tidak Tuntas 70
65
12 Muhammad Asral Tidak Tuntas 70
65
13 Nisaulna Ziyah Tidak Tuntas 70
60
14 Noval Tidak Tuntas 70
65
15 Ratika Tuntas 70
70
16 Shima Tuntas 70
75
Jumlah 1120
1090
Rata-Rata 68,12
Jumlah Siswa Yang Tuntas 8 8 Siswa
Persentase Yang Tuntas 50 %
Jumlah Peserta Didik Yang Tidak Tuntas 8 8 Siswa

Persentase tidak tuntas 50%


Nilai Tertinggi 75
Nilai Terendah 60
Berdasarkan data di atas terlihat bahwa persentase siswa yang tuntas sebesar 50%. Jadi
siswa yang tuntas sebanyak 8 orang.
1. Siklus 1

Hasil pengolahan data yang diperoleh dari siklus 1 dalam perbaikan pembelajaran mata
pelajaran PAI adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.2
Daftar Nilai Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran PAI

NO NAMA SKOR KETERANGAN KKM


1 Adiva Myesha Tuntas 70
80
2 Afratul Qhaizia Tuntas 70
70
3 Ahmad Den Vetrianon Tidak Tuntas 70
65
4 Ahmad Rayyan Tuntas 70
75
5 Askal Al Aziz Tuntas 70
80
6 Aulia Qadratun Nada Tuntas 70
85
7 Cut Dela Asnida Tuntas 70
85
8 Erma Tidak Tuntas 70
65
9 Kaila Olifia Tuntas 70
75
10 Muhammad Fathatan Al Maisan Tidak Tuntas 70
65
11 Muhammad Khadafi Tidak Tuntas 70
65
12 Muhammad Asral Tidak Tuntas 70
65
13 Nisaulna Ziyah Tidak Tuntas 70
65
14 Noval Tuntas 70
70
15 Ratika Tuntas 70
75
16 Shima Tuntas 70
85
Jumlah 1120
1170
Rata-Rata 73,12
Jumlah Siswa Yang Tuntas 10 10 Siswa
Persentase Yang Tuntas 63%
Jumlah Peserta Didik Yang Tidak Tuntas 6 6 Siswa
Persentase tidak tuntas 37%
Nilai Tertinggi 85
Nilai Terendah 65

Berdasarkan data di atas terlihat bahwa ada peningkatan pemahaman siswa setelah
dilakukan perbaikan pembelajaran siklus 1 yang dibuktikan dengan bertambahnya persentase
siswa yang tuntas menjadi 63% dari 50% sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran. Jadi
siswa yang tuntas meningkat dari 8 siswa sebelum perbaikan menjadi 10 siswa setelah
perbaikan pembelajaran siklus 1. Sedangkan nilai rata-rata sebelum perbaikan yang sebesar
68,12 meningkat mejadi 73.12.
Peningkatan yang terjadi masih belum memuaskan karena masih ada 6 siswa yang belum
mencapai ketuntasan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pembelajaran siklus 2. Di
bawah ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap kegiatan
perbaikan pembelajaran yang dilakukan.

Tabel 4.3

Hasil Observasi Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran PAI

No Aspek yang Diamati Kemunculan Komentar


Ya Tidak
1 Melaksanakan pembelajaran sesuai √
dengan tujuan
2 Menggunakan alat bantu (media) √
pembelajaran yang sesuai dengan
tujuan dan karakteristik siswa
3 Melaksanakan pembelajaran √
dengan urutan yang logis

4 Mengelola waktu pembelajaran √


secara efisien

5 Menangani pertanyaan dan respons √


Siswa

6 Menerapkan metodeyang tepat √


dengan materi dan kondisi siswa
7 Menanamkan karakter dalam proses √
pembelajaran matematika

8 Menguasai materi pembelajaran √


Matematika

9 Memberikan motivasi kepada siswa √


dengan pujian dan ekspresi positif

10 Menanamkan pemahaman konsep √


matematika kepada siswa

11 Melaksanakan penilaian selama √


proses pembelajaran

12 Melaksanakan penilaian pada akhir √


Pembelajaran

13 Persentase Aspek yang Muncul 75% 25%

Dari hasil di atas, membuktikan bahwa dalam perbaikan pembelajaran masih ada aspek
aktivitas guru yang belum optimal dilaksanakan yaitu 25%. Karena penggunaan alat bantu
kurang maksimal, banyak waktu yang terbuang dalam kegiatan inti, dan metode yang
digunakan tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
Setelah dilakukan tindakan perbaikan pembelajaran, siklus 2 terjadilah peningkatan hasil
belajar siswa. Nilai siswa pada mata pelajaran PAI siklus 2 adalah sebagai berikut.
Tabel 4.4
Daftar Nilai Pembelajaran Siklus 2 Mata Pelajaran PAI

NO NAMA SKOR KETERANGAN KKM


1 Adiva Myesha Tuntas 70
85
2 Afratul Qhaizia Tuntas 70
80
3 Ahmad Den Vetrianon Tidak Tuntas 70
65
4 Ahmad Rayyan Tuntas 70
80
5 Askal Al Aziz Tuntas 70
90
6 Aulia Qadratun Nada Tuntas 70
95
7 Cut Dela Asnida Tuntas 70
95
8 Erma Tuntas 70
75
u9 Kaila Olifia Tuntas 70
85
10 Muhammad Fathatan Al Maisan Tuntas 70
80
11 Muhammad Khadafi Tuntas 70
75
12 Muhammad Asral Tuntas 70
75
13 Nisaulna Ziyah Tidak Tuntas 70
65
14 Noval Tuntas 70
75
15 Ratika Tuntas 70
80
16 Shima Tuntas 70
90
Jumlah 1120
1290
Rata-Rata 80,62
Jumlah Siswa Yang Tuntas 14 14 Siswa
Persentase Yang Tuntas 88%
Jumlah Peserta Didik Yang Tidak Tuntas 2 2 Siswa

Persentase tidak tuntas 12%


Nilai Tertinggi 95
Nilai Terendah 65

Persentase siswa yang tuntas menjadi 88%. Jadi siswa yang tuntas meningkat menjadi 14
orang pada siklus 2. Sedangkan nilai rata-rata pada siklus 2 meningkat menjadi 80,62.
Di bawah ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap
kegiatan perbaikan pembelajaran yang dilakukan.
Tabel 4.5

Hasil Observasi Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran PAI

No Aspek yang Diamati Kemunculan Komentar


Ya Tidak
1 Melaksanakan pembelajaran sesuai √
dengan tujuan
2 Menggunakan alat bantu (media) √
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan
dan karakteristik siswa
3 Melaksanakan pembelajaran dengan √
urutan yang logis
4 Mengelola waktu pembelajaran secara √
Efisien
5 Menangani pertanyaan dan respons siswa √
6 Menerapkan metode yang tepat dengan √
materi dan kondisi siswa
7 Menanamkan karakter dalam proses √
pembelajaran matematika
8 Menguasai materi pembelajaran √
Matematika
9 Memberikan motivasi kepada siswa √
dengan pujian dan ekspresi positif
10 Menanamkan pemahaman konsep √
matematika kepada siswa
11 Melaksanakan penilaian selama proses √
Pembelajaran
12 Melaksanakan penilaian pada akhir √
Pembelajaran
Persentase Aspek yang Muncul 100%

Dari hasil di atas, membuktikan bahwa dalam perbaikan pembelajaran siklus 2, sebanyak
100% dari aspek pengamatan dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru. Ini berarti terdapat
keseriusan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mendapatkan hasil belajar
siswa yang optimal.
Untuk lebih jelasnya, perkembangan hasil belajar siswa dari sebelum perbaikan, hingga
pada perbaikan pembelajaran siklus 2 disajikan tabel rekapitulasi hasil belajar siswa di bawah
ini.

Tabel 4.6
Rekapitulasi Nilai Tes Akhir Mata Pelajaran PAI Sebelum Perbaikan, Siklus 1, dan Siklus 2
Siklus Keterangan
Pra
No Nama KKM Tidak
Siklus 1 2 Tercapai
Tercapai
1 Adiva Myesha 75 80 85 70 √
2 Afratul Qaizia 65 70 80 70 √
3 Ahmad Den Vetrianon √
60 65 65 70
4 Ahmad Rayyan 70 75 80 70 √
5 Askal Al Aziz 75 80 90 70 √
6 Aulia Qadratun Nada 75 85 95 70 √
7 Cut Dela Asnida 75 85 95 70 √
8 Erma 60 65 75 70 √
9 Kaila Olivia 70 75 85 70 √
10 Muhammad Fathan Al Misan 65 √
65 80 70
11 Muhammad Khadafi √
65 65 75 70
12 Muhammad Asral √
65 65 75 70
13 Nisaulna Ziyah √
60 65 65 70
14 Noval √
65 70 75 70
15 Ratika √
70 75 80 70
16 Shima 75 85 90 70 √
Jumlah 1090 1170 1290 1120
Rata-rata 68,12 73,12 80,62 70,00
Jumlah siswa yang tuntas 8 10 14
Persentase siswa yang tuntas 50% 63% 88%
Jumlah Peserta Didik Yang 8 6 2
Tidak Tuntas
Persentase tidak tuntas 50% 37% 12%
Nilai Tertinggi 75 85 95
Nilai Terendah 60 65 65

Dari tabel di atas jelas terlihat perkembangan hasil belajar siswa. Nilai rata- rata kelas
mengalami peningkatan dari 68,12 sebelum perbaikan pembelajaran, rata-rata kelas 73,12
pada siklus 1, dan akhirnya mencapai 80,62 pada siklus 2. Begitu pula yang terjadi pada
jumlah siswa yang tuntas, mulai dari 8 siswa atau 50% sebelum perbaikan pembelajaran,
menjadi 10 siswa tuntas atau 63% pada siklus 1, dan akhirnya mencapai 14 siswa yang tuntas
atau 88% pada siklus 2.

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Berdasarkan data-data di atas, siswa kelas IV SDN 4 Manggeng yang berhasil menuntaskan
belajarnya sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran hanya 50% atau sekitar 8 siswa,
dengan nilai rata-rata 68,12 yang kurang dari Kriteria Ketentuan Minimal (KKM) yang telah
ditentukan oleh sekolah yaitu 70,00. Penyebab kurangnya hasil belajar siswa terhadap materi
pelajaran yang utama adalah karena guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang tepat.
Seharusnya guru ketika mengajar menggunakan metode yang bervariasi. Setelah dilakukan
perbaikan pembelajaran pada siklus 1 dengan menggunakan metode demonstrasi, maka terjadi
peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 63% siswa atau
sebanyak 10 siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas 73,12. Walaupun
begitu persentase ketuntasan belajar masih belum memuaskan, tetapi apabila dibandingkan
dengan hasil sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran, maka hasil ini bisa dikatakan naik
secara signifikan.
Pada perbaikan pembelajaran siklus 2, pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan
metode cooperative learning. Ternyata dengan penggunaan metode bermain peran terjadi
peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 88% siswa atau
sebanyak 14 siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas 80,62. Berarti
penggunaan metode cooperative learning cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa
kelas IV dalam pembelajaran PAI tentang Materi QS Al Hujarat ayat 13 di SDN 4 Manggeng.

BAB V
SIMPULAN, DAN SARAN TINDAK LANJUT
A. Simpulan
Dari pembahasan penelitian diketahui bahwa Penerapan Metode Bermain Peran dapat
Meningkatkan Hasil Belajar siswa kelas IV di SDN 4 Manggeng pada pelajaran PAI tentang
materi QS Al Hujarat ayat 13. Secara rinci disimpulkan sebagai berikut:
Hasil Belajar siswa pada Materi Aku Anak Shaleh Mata Pelajaran PAI Kelas IV SDN 4
Manggeng pada siklus 1 tingkat keberhasilan hanya mencapai 63 % dan meningkat signifikan
pada siklus 2 yaitu 88 %.
Metode Bermain Peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap Materi Aku
Anak Shaleh Mata Pelajaran PAI Kelas IV SDN 4 Manggeng, yang dibuktikan dengan
meningkatnya nilai rata-rata siswa pada tes akhir pembelajaran mulai dari 68,12 sebelum
perbaikan,73,12 pada siklus 1, serta 80,62 pada siklus 2 dan banyaknya siswa yang tuntas
semakin bertambah mulai dari 50 % sebelum perbaikan, 63 % pada siklus 1, dan 88 % pada siklus
2.

B. Saran Tindak Lanjut

Setelah meneliti, mengamati, merefleksi kegiatan perbaikan pembelajaran ini perlu


dilakukan tindak lanjut, baik oleh guru, sekolah maupun stakeholder dalam bidang pendidikan.
Tindak lanjut tersebut bisa berupa apresiasi bagi para guru yang dengan segenap
kemampuannya melakukan inovasi dalam bidang pendidikan, salah satunya dengan melakukan
penelitian tindakan kelas dalam rangka perbaikan pembelajaran.

Selain itu, karena keberhasilan penelitian perbaikan pembelajaran ini ada beberapa saran
yang perlu diperhatikan oleh siswa, guru, dan sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa,
antara lain:

1. Saran bagi Siswa

a. Siswa harus lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, apalagi


dengan pemilihan metode dan penggunaan alat peraga yang tepat yang
dilakukan guru, akan sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar serta
keterampilan-keterampilan dasar yang lain.
b. Siswa harus ikut berperan aktif dalam mencari sumber dan pembelajaran,
sehingga daya kreatifitasnya semakin meningkat.
2. Saran bagi Guru
a. Sebelum melakukan proses pembelajaran, guru harus jeli dalam menentukan
metode pembelajaran, sehingga penyampaian materi dapat dipahami siswa
secara maksimal.
b. Guru diharapkan selalu menggunakan alat peraga yang bervariasi, tentu saja
sesuai dengan karakteristik materi yang akan disampaikan.
c. Penyusunan rencana pembelajaran harus dilakukan oleh guru secara seksama
dengam memperhatikan penggunaan metode serta alat peraga yang tepat.
3. Saran Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan evaluasi dan instropeksi diri bagi
sekolah yang terlibat langsung dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan.

Sekolah diharapkan dapat memfasilitasi guru serta siswanya dalam rangka


peningkatan proses pembelajaran, misalnya dengan membiayai kegiatan perbaikan
pembelajaran, pengadaan buku-buku paket dan penunjang, pengadaan alat-alat peraga,
dan pengadaan pelatihan guru.
Daftar Pustaka

Halawa, A., Telaumbanua, A., & Zebua, Y. (2022). Penerapan Model Pembelajaran

Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Educativo: Jurnal Pendidikan,

1(2) 582-589

Adianto, S. (2020). Penerapan scientific dan cooperative learning dengan quis online untuk

meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran,

7(1), 57-65

Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya pendidikan bagi
manusia. Jurnal buana pengabdian, 1(1), 66-72.

Lubis, A. H. (2020, January). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar melalui
Model Cooperative Learning Tipe Numered Heads Together. In FORUM PAEDAGOGIK
(Vol. 10, No. 2,pp 124-143) IAIN Padang Sidimpuan.

Huda, Miftahul. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:

Pustaka pelajar.

Isjoni, 2009. Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta

Ibrahim. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press Tambak, Syahraini

(2017). Metode Cooperative Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal
Al
Hikmah, vol. 14, no.1, Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, , Bandung
Remaja Rosdakariya.

Anda mungkin juga menyukai