Penerapan Cooperative Learning di SD 4 Manggeng
Penerapan Cooperative Learning di SD 4 Manggeng
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam juga kami sanjungkan
kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama umat manusia. Alhamdulillah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang berjudul: “Penerapan Model Cooperative Learning terhadap peningkatan hasil
belajar QS Al hujarat ayat 13 pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Manggeng dapat diselesaikan sesuai
yang diharapkan.
Penelitian tindakan kelas ini disusun dengan tujuan untuk mengkaji penerapan model
Cooperative Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 4 Manggeng,
khususnya pada pemahaman terhadap Q.S. Al Hujurat ayat 13. Diharapkan melalui penelitian in,
penulis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di SD Negeri 4
Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap
ayat-ayat Al Qur’an.
Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung
penyusunan penelitian tindakan kelas ini, pertama sekali kepada dosen pembimbing, guru pamong,
kepala sekolah, sdn 4 Manggeng, siswa, serta keluarga yang telah ikut mendukungnya.
Rosmanidar santi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR............................................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................... 4
A. Landasan Teori…………………………………………………………………………………………………….8
B. Penelitian Terdahulu………………………………………………………………………………………….
C. Hipotesis Penelitian (jika ada) …………………………………………………………………………
A. Jenis Penelitian…………………………………………………………………………………………………
B. Variabel Penelitian……………………………………………………………………………………………
C. Populasi dan Sampel…………………………………………………………………………………………
D. Jenis Sumber dan Pengumpulan Data……………………………………………………………….
E. Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis ( jika ada)……………………………………………
A. Simpulan…………………………………………………………………………………………………………..
B. Saran dan Tindak Lanjut……………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidika agama islam merupakan salah satu materi yang penting dalam pendidikan
formal terutama yang berbasis umum Hal tersebut dikarenakan pendidikan agama islam
merupakan satu-satunya wahana untuk memberikan pengetahuan keagaman dalam
pembentukan akhlak peserta didik, maka pembelajaran agama islam memegang peranan yang
sangat penting.
Penting untuk diperhatikan bahwa perlu adanya upaya lebih lanjut dalam membantu
pemahaman siswa terhadap pembelajaran Q.S. Al- Hujurat ayat 13. Salah satu Model yang dapat
digunakan adalah Cooperative Learning. Penggunaan Model Cooperative Learning pada proses
pembelajaran materi Q.S. Al-Hujurat ayat 13 diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
menjadi lebih baik sesuai yang diharapkan.
B. Rumsan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian ini
berupaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model cooperative learning pada SD Negeri
4 Manggeng pada materi QS Al Hujarat ayat 13 tahun ajaran 2024/2025
1. Bagaimana perencanaan hasil belajar siswa kelas 4 materi QS Al Hujarat ayat 13 dengan
menggunakan model cooperative learning di SDN 4 Manggeng ?
2. Bagaimana pelaksanaan model cooperative learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa
kelas 4 pada materi QS Al Hujarat ayat 13 di SDN 4 Manggeng ?
3. Bagaimana tingkat efektifitas model cooperative learning pada materi QS Al Hujarat ayat 13
di SDN 4 Manggeng ?
C. Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
hasil belajar siswa kelas 4 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi tentang QS Al Hujarat
ayat 13 pada SDN 4 Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya tahun ajaran 2024/2025.
4
D. Mamfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi mamfaat bagi pihak-pihak terkait. Untuk
penjabaran mamfaat dari penelitian ini. Penulis membagi mamfaat penelitian kedalam sub mamfaat
sebagai berikut
1. Mamfaat teoritis dapat dijadikan masukan atau rujukan bagi guru-guru yang mengajar PAI
terutama materi QS Al Hujarat ayat 13 dan untuk memperbaiki kinerja guru-guru PAI
2. Mamfaat bersifat praktis
a. Bagi siswa dapat meningkatkan hasil belajar dengan terlibat secara langsung
dalam proses pembelajaran serta memberi motipasi untuk berpikir kritis dan
ilmiah serta kreatif dalam memahami konsep diharapkan.
b. Bagi guru, untuk melihat atau mengukur keberhasilan proses pembelajaran yang
telah dilaksanakan serta untuk meningkatkan pemahaman guru dalam memilih
metode melajar serta dapat menemukan usaha perbaikan dalam pelaksanaan
pembelajaran agar lebih efektif dan efisien.
c. Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan dan masukan yang baik dalam
meningkatkan Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan dan masukan yang
baik.
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori
1. Model cooperat Learning
a. Pengertian Model
Model yaitu pola atau bentuk yang dijadikan sebagai acuan
representasi yang akurat dan proses aktual yang memungkinkan individu atau
harus dilakukanoleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara
bahwa model adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan
pendidikan:
memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugas-
di mana siswa terlibat dalam kerja sama dan kolaborasi untuk mencapai tujuan
pembelajaran
Dari pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan
dengan cara siswa dibagi kedalam kelompok- kelompok kecil yang saling beker
Perlu diingat bahwa tujuan dari model cooperative learning bukan hanya
langsung.
Kelebihan:
sosial siswa
Kekurangan:
diinginkan.
2. Hasil Belajar
kegiatan belajar (Nugraha 2020). Hasil belajar yaitu kemampuan tertentu yang
“Secara umum keberhasilan dalam proses belajar mengajar dapat ditinjau dari
dua segi, yakni dari segi proses dan segi hasil belajar.”
1. Faktor internal yaitu faktor yang terdapat pada diri individu itu
fisiologis
2. Faktor eksternal yaitu faktor yang terdapat di luar individu itu sendiri
(samawa dkk)
[Link] fisiologis
[Link] psiologis
Muhibbin Syah (2011) juga mengemukakan bahwa secara umum faktor- faktor yang
a. Faktor Internal. Faktor dari dalam siswa itu sendiri, yakni keadaan ataukondisi
b. Faktor Eksternal. Faktor dari luar siswa, yakni keadaan lingkungan disekitar
siswa
belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa
Tinggi rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi banyak faktor-faktor yang ada,baik
yang bersifat internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi Upaya
pencapaian hasil belajar siswa dan dapat mendukung terselenggaranya kegiatan proses
B. Penelitian Terdahulu
Untuk mendukung penelitian ini berikut kami sajikan ada banyak penelitian
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meneliti satu kelas yaitu di kelas
4 dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Q.S. Al Hujurat ayat 13 di Lembaga
Sekolah Dasar Negeri 4 Manggeng. Hal ini karena penelitian ini memiliki arah dan tujuan yang jelas
untuk kepentingan peserta didik dalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Oleh karena itu,
Tipe PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipe Kurt Lewin, yaitu dalam satu
siklus, terdiri atas empat tahapan, dimana penelitian tindakan terjadi proses yang dalam suatu
1. Perencanaan (planning) adalah proses menentukan program perbaikan yang berangkat dari
2. Aksi atau tindakan (implementing) adalah perlakuan yang dilaksanakan oleh peneliti sesuai
1. Tempat Penelitian
Adapun tempat yang menjadi lokasi penelitian adalah SDN 4 Manggeng kabupaten Aceh
Barat Daya.
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/ 2025 pada siswa
[Link] Penelitian
Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 5 SDN 12 Manggeng pada bidang studi
Pendidikan Agama Islam dengan pokok bahasan materi Aku Anak Shaleh
B. Variabel Penelitian
berfokus pada kerja sama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan
juga dikenal sebagai tutorial teman sebaya, karena siswa saling membantu satu sama
lain. Cooperative Learning juga dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa
b. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan siswa yang diperoleh setelah mengikuti proses kegiatan
belajar yang meliputi keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan tujuan akhir
pemberian penilaian dari proses belajar. Hasil belajar dapat diwujudkan dalam perubahan,
kebiasaan, keterampilan, sikap, pengamatan dan kemampuan. Hasil belajar dapat dapat menjadi
dasar penilaian untuk melihat apakah Lembaga Pendidikan berhasil dalam mengantarkan
siswanya menuju pemahaman yang lebih baik dan pemenuhan kopetensi yang diperlukan.
Pada penelitaian ini, Variabel bebasnya adalah pengaruh penerapan model Cooperative
Learning dan yang menjadi variable terikat adalah hasil belajar siswa.
Adapun yang menjadi populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN
1. Jenis Data
a. Data Kualitatif, berupa imformasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang
aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil observasi aktivitas guru dalam proses
pembelajaran.
b. Data kuantitatif, berupa nilai hasil belajar siswa pada siklus I dan II untuk mengetahui
2. Sumber Data
b. Siswa untuk mendapatkan data mengenai peningkatan hasil belajar siswa pada materi
3. Waktu Penelitian
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh
1. Observasi ( pengamatan )
mencatat prilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
Dalam penelitian ini peneliti mengobservasi keadaan atau proses pembelajaran siswa
2. Wawancara
dengan menggunakan Bahasa lisan baik secara tatap muka maupun melalui
3. Tes
Tes tertulis adalah tes yang menuntut jawaban dari siswa dalam bentuk tertulis
Hasil pengolahan data yang diperoleh dari siklus 1 dalam perbaikan pembelajaran mata
pelajaran PAI adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.2
Daftar Nilai Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran PAI
Berdasarkan data di atas terlihat bahwa ada peningkatan pemahaman siswa setelah
dilakukan perbaikan pembelajaran siklus 1 yang dibuktikan dengan bertambahnya persentase
siswa yang tuntas menjadi 63% dari 50% sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran. Jadi
siswa yang tuntas meningkat dari 8 siswa sebelum perbaikan menjadi 10 siswa setelah
perbaikan pembelajaran siklus 1. Sedangkan nilai rata-rata sebelum perbaikan yang sebesar
68,12 meningkat mejadi 73.12.
Peningkatan yang terjadi masih belum memuaskan karena masih ada 6 siswa yang belum
mencapai ketuntasan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pembelajaran siklus 2. Di
bawah ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap kegiatan
perbaikan pembelajaran yang dilakukan.
Tabel 4.3
Dari hasil di atas, membuktikan bahwa dalam perbaikan pembelajaran masih ada aspek
aktivitas guru yang belum optimal dilaksanakan yaitu 25%. Karena penggunaan alat bantu
kurang maksimal, banyak waktu yang terbuang dalam kegiatan inti, dan metode yang
digunakan tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
Setelah dilakukan tindakan perbaikan pembelajaran, siklus 2 terjadilah peningkatan hasil
belajar siswa. Nilai siswa pada mata pelajaran PAI siklus 2 adalah sebagai berikut.
Tabel 4.4
Daftar Nilai Pembelajaran Siklus 2 Mata Pelajaran PAI
Persentase siswa yang tuntas menjadi 88%. Jadi siswa yang tuntas meningkat menjadi 14
orang pada siklus 2. Sedangkan nilai rata-rata pada siklus 2 meningkat menjadi 80,62.
Di bawah ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap
kegiatan perbaikan pembelajaran yang dilakukan.
Tabel 4.5
Dari hasil di atas, membuktikan bahwa dalam perbaikan pembelajaran siklus 2, sebanyak
100% dari aspek pengamatan dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru. Ini berarti terdapat
keseriusan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mendapatkan hasil belajar
siswa yang optimal.
Untuk lebih jelasnya, perkembangan hasil belajar siswa dari sebelum perbaikan, hingga
pada perbaikan pembelajaran siklus 2 disajikan tabel rekapitulasi hasil belajar siswa di bawah
ini.
Tabel 4.6
Rekapitulasi Nilai Tes Akhir Mata Pelajaran PAI Sebelum Perbaikan, Siklus 1, dan Siklus 2
Siklus Keterangan
Pra
No Nama KKM Tidak
Siklus 1 2 Tercapai
Tercapai
1 Adiva Myesha 75 80 85 70 √
2 Afratul Qaizia 65 70 80 70 √
3 Ahmad Den Vetrianon √
60 65 65 70
4 Ahmad Rayyan 70 75 80 70 √
5 Askal Al Aziz 75 80 90 70 √
6 Aulia Qadratun Nada 75 85 95 70 √
7 Cut Dela Asnida 75 85 95 70 √
8 Erma 60 65 75 70 √
9 Kaila Olivia 70 75 85 70 √
10 Muhammad Fathan Al Misan 65 √
65 80 70
11 Muhammad Khadafi √
65 65 75 70
12 Muhammad Asral √
65 65 75 70
13 Nisaulna Ziyah √
60 65 65 70
14 Noval √
65 70 75 70
15 Ratika √
70 75 80 70
16 Shima 75 85 90 70 √
Jumlah 1090 1170 1290 1120
Rata-rata 68,12 73,12 80,62 70,00
Jumlah siswa yang tuntas 8 10 14
Persentase siswa yang tuntas 50% 63% 88%
Jumlah Peserta Didik Yang 8 6 2
Tidak Tuntas
Persentase tidak tuntas 50% 37% 12%
Nilai Tertinggi 75 85 95
Nilai Terendah 60 65 65
Dari tabel di atas jelas terlihat perkembangan hasil belajar siswa. Nilai rata- rata kelas
mengalami peningkatan dari 68,12 sebelum perbaikan pembelajaran, rata-rata kelas 73,12
pada siklus 1, dan akhirnya mencapai 80,62 pada siklus 2. Begitu pula yang terjadi pada
jumlah siswa yang tuntas, mulai dari 8 siswa atau 50% sebelum perbaikan pembelajaran,
menjadi 10 siswa tuntas atau 63% pada siklus 1, dan akhirnya mencapai 14 siswa yang tuntas
atau 88% pada siklus 2.
Berdasarkan data-data di atas, siswa kelas IV SDN 4 Manggeng yang berhasil menuntaskan
belajarnya sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran hanya 50% atau sekitar 8 siswa,
dengan nilai rata-rata 68,12 yang kurang dari Kriteria Ketentuan Minimal (KKM) yang telah
ditentukan oleh sekolah yaitu 70,00. Penyebab kurangnya hasil belajar siswa terhadap materi
pelajaran yang utama adalah karena guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang tepat.
Seharusnya guru ketika mengajar menggunakan metode yang bervariasi. Setelah dilakukan
perbaikan pembelajaran pada siklus 1 dengan menggunakan metode demonstrasi, maka terjadi
peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 63% siswa atau
sebanyak 10 siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas 73,12. Walaupun
begitu persentase ketuntasan belajar masih belum memuaskan, tetapi apabila dibandingkan
dengan hasil sebelum dilakukan perbaikan pembelajaran, maka hasil ini bisa dikatakan naik
secara signifikan.
Pada perbaikan pembelajaran siklus 2, pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan
metode cooperative learning. Ternyata dengan penggunaan metode bermain peran terjadi
peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran. Sebanyak 88% siswa atau
sebanyak 14 siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas 80,62. Berarti
penggunaan metode cooperative learning cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa
kelas IV dalam pembelajaran PAI tentang Materi QS Al Hujarat ayat 13 di SDN 4 Manggeng.
BAB V
SIMPULAN, DAN SARAN TINDAK LANJUT
A. Simpulan
Dari pembahasan penelitian diketahui bahwa Penerapan Metode Bermain Peran dapat
Meningkatkan Hasil Belajar siswa kelas IV di SDN 4 Manggeng pada pelajaran PAI tentang
materi QS Al Hujarat ayat 13. Secara rinci disimpulkan sebagai berikut:
Hasil Belajar siswa pada Materi Aku Anak Shaleh Mata Pelajaran PAI Kelas IV SDN 4
Manggeng pada siklus 1 tingkat keberhasilan hanya mencapai 63 % dan meningkat signifikan
pada siklus 2 yaitu 88 %.
Metode Bermain Peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap Materi Aku
Anak Shaleh Mata Pelajaran PAI Kelas IV SDN 4 Manggeng, yang dibuktikan dengan
meningkatnya nilai rata-rata siswa pada tes akhir pembelajaran mulai dari 68,12 sebelum
perbaikan,73,12 pada siklus 1, serta 80,62 pada siklus 2 dan banyaknya siswa yang tuntas
semakin bertambah mulai dari 50 % sebelum perbaikan, 63 % pada siklus 1, dan 88 % pada siklus
2.
Selain itu, karena keberhasilan penelitian perbaikan pembelajaran ini ada beberapa saran
yang perlu diperhatikan oleh siswa, guru, dan sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa,
antara lain:
Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan evaluasi dan instropeksi diri bagi
sekolah yang terlibat langsung dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan.
Halawa, A., Telaumbanua, A., & Zebua, Y. (2022). Penerapan Model Pembelajaran
Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Educativo: Jurnal Pendidikan,
1(2) 582-589
Adianto, S. (2020). Penerapan scientific dan cooperative learning dengan quis online untuk
meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran,
7(1), 57-65
Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya pendidikan bagi
manusia. Jurnal buana pengabdian, 1(1), 66-72.
Lubis, A. H. (2020, January). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar melalui
Model Cooperative Learning Tipe Numered Heads Together. In FORUM PAEDAGOGIK
(Vol. 10, No. 2,pp 124-143) IAIN Padang Sidimpuan.
Pustaka pelajar.
(2017). Metode Cooperative Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal
Al
Hikmah, vol. 14, no.1, Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, , Bandung
Remaja Rosdakariya.