MODUL AJAR
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : SMP ..................
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Nama Guru : ..................
Kelas/ Semester : VII / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI Peserta Didik:
Peserta didik kelas VII di SMP .......... memiliki keberagaman dalam kesiapan
belajar. Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki pengetahuan awal
yang baik tentang teks deskripsi dari pendidikan dasar sebelumnya, terbiasa
dengan kegiatan membaca dan menulis, serta memiliki akses yang luas ke
media sosial dan internet. Namun, ada pula peserta didik yang memiliki minat
baca yang kurang, mungkin belum terbiasa dengan berbagai jenis teks
(termasuk media digital dan audiovisual), atau memerlukan pendampingan
khusus dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan maupun
tertulis. Minat peserta didik juga bervariasi, dengan sebagian menyukai fiksi
dan media sosial, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada topik
faktual atau kegiatan langsung. Latar belakang sosial dan akses terhadap
fasilitas daring juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan pembelajaran
yang inklusif dan terdiferensiasi.
Materi Pelajaran:
Materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII berfokus pada pengembangan
kemampuan berkomunikasi efektif, kreativitas, dan daya kritis peserta didik,
mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21 serta
mengukuhkan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang berlandaskan
nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran ini akan mencakup berbagai jenis teks,
dimulai dengan teks deskripsi. Peserta didik akan belajar tentang fungsi dan
unsur teks deskriptif, menyimak dan mendiskusikan berbagai sajian deskripsi
(lisan, tertulis, visual, audiovisual), serta berlatih menyajikan teks deskriptif
yang menarik. Analisis materi akan mempertimbangkan relevansi dengan
kehidupan nyata peserta didik, seperti penggunaan teks deskripsi dalam
menjelaskan benda, tempat, makanan, atau peristiwa sehari-hari. Tingkat
kesulitan materi akan disesuaikan secara bertahap, dimulai dari pemahaman
informasi eksplisit hingga analisis yang lebih mendalam, termasuk
penggunaan majas dan unsur kebahasaan. Materi juga akan mengintegrasikan
nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti bernalar kritis, kreatif, bergotong
royong, dan mandiri.
Dimensi Profil Lulusan:
1. Bernalar Kritis: Peserta didik mampu memperoleh dan memproses
informasi serta gagasan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan gagasan, serta menganalisis dan
mengevaluasi penalaran.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang
orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. Kolaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan kolaborasi, termasuk
komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dan kerja sama.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki pemahaman diri dan situasi
yang dihadapi, serta mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan
yang dihadapi.
DESAIN Capaian Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk
berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan
akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik
mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan
menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan. Peserta didik
menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya
dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik
mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk
penguatan karakter.
Topik Pembelajaran:
Jelajah Nusantara: Teks Deskripsi.
Tujuan Pembelajaran:
Pada bab ini peserta didik diajak mempelajari fungsi dan unsur teks deskriptif,
menyimak dan mendiskusikan ragam sajian deskripsi, serta berlatih
menyajikan teks deskriptif yang menarik.
• Peserta didik mampu menemukan dan mengakses informasi pada teks
deskripsi.
• Peserta didik mampu mengidentifikasi gaya penulisan teks deskripsi
pada media sosial.
• Peserta didik mampu memprediksi makna kosakata baru dan
mengonfirmasi prediksinya.
• Peserta didik mampu mengenali gaya penyajian teks deskripsi yang
efektif dan menarik.
• Peserta didik mampu menyajikan teks deskripsi lisan dengan menarik.
• Peserta didik mampu menilai efektivitas informasi tertulis dan visual
dalam pamflet.
• Peserta didik mampu menganalisis dan membandingkan berbagai teks
deskripsi lisan.
• Peserta didik membandingkan ciri-ciri kalimat dalam teks deskripsi
lisan.
• Siswa menyunting tanda baca dengan tepat.
• Peserta didik menulis teks deskripsi sederhana dengan menarik.
• Peserta didik menilai teks deskripsi lisan dengan baik.
Praktik Pedagogis:
1. Problem Based Learning.
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi.
Mitra Pembelajaran:
1. Masyarakat sekitar objek wisata atau sentra oleh-oleh lokal.
2. Pemandu wisata atau YouTuber lokal.
3. Orang tua/wali peserta didik dalam pendampingan tugas dan
penggunaan media sosial yang santun.
Lingkungan Pembelajaran:
1. Ruang Fisik: Kelas dengan pojok baca yang dilengkapi koleksi buku
fiksi dan nonfiksi, surat kabar, dan majalah cetak. Lingkungan sekitar
sekolah, seperti objek wisata atau sentra oleh-oleh lokal.
2. Ruang Virtual: Platform daring (misalnya WordPress, YouTube,
KBBI daring, situs Kemdikbud, Goodreads) untuk mengakses materi,
melakukan riset, dan berbagi karya.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu.
Pemanfaatan Digital:
1. Perencanaan: Canva untuk membuat visual presentasi atau materi ajar
tambahan.
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran dari YouTube, laman resmi seperti
Kemdikbud untuk materi pendukung.
3. Asesmen: Google Form untuk kuis formatif, Rubrik penilaian daring
untuk presentasi.
PENGALAMAN PERTEMUAN 1 (6x45 menit)
BELAJAR
Topik: Memahami Isi Teks Deskripsi Tulis: Mengakses Informasi dan
Mengambil Simpulan dari Teks "Pantan Terong yang Instagramable".
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menunjukkan gambar objek wisata atau sentra
oleh-oleh lokal yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang kalian ketahui
tentang tempat ini?" dan "Pernahkah kalian menjelaskan tempat ini
kepada orang lain?" untuk menstimulasi pengetahuan awal peserta
didik.
10. Peserta didik mengisi kegiatan curah gagasan tentang tema
pembelajaran dengan mengisi pertanyaan dan menuliskan hal yang
sudah diketahui dan belum diketahui pada buku tulis masing-masing,
seperti contoh pada ilustrasi umum.
11. Guru memodelkan proses berpikir saat peserta didik memirsa gambar,
contohnya dengan mengatakan, "Hm... makanan ini seperti keripik,
tetapi keripik apa ya? Menurut Bapak, bentuknya seperti keripik
talas.".
12. Guru mengklarifikasi bahwa tujuan kegiatan curah gagasan adalah
untuk mengajak peserta didik berpikir tentang tema, bukan untuk
menonjolkan pengetahuan seseorang.
13. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai pengetahuan awal
mereka tentang teks deskripsi dan pentingnya menjelaskan sesuatu
dengan baik.
14. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
• Orientasi Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik duduk dalam kelompok yang telah ditentukan.
2. Guru menjelaskan dan memperagakan teknik menganotasi
(menandai kosakata, frasa, atau kalimat yang belum dipahami)
pada teks "Pantan Terong yang Instagramable".
3. Peserta didik membaca teks "Pantan Terong yang
Instagramable" secara mandiri sambil menganotasi bagian
yang sulit.
4. Guru berkeliling untuk menjawab pertanyaan peserta didik
tentang kosakata atau frasa yang belum dipahami dan
menawarkan bantuan kepada peserta didik yang kesulitan
membaca.
• Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Dalam kelompok, peserta didik menganalisis teks deskripsi
dengan menjawab pertanyaan mengakses informasi (nomor 1
dan 2) dan membuat simpulan (nomor 3, 4, dan 5) dari teks
"Pantan Terong yang Instagramable".
2. Peserta didik berdiskusi tentang istilah media sosial seperti
"Instagramable" dan "blog", dan menjelaskan kepada teman
sekelas jika ada yang belum familiar.
• Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik mengenali gaya penulisan pada teks deskripsi di
media sosial dengan mengidentifikasi kalimat ungkapan yang
menyapa pembaca dengan baik.
2. Guru menunjukkan contoh ragam tulisan di media sosial dan
mengamati gaya penulis menyapa pembaca secara akrab, serta
memilih tulisan dengan topik yang sesuai minat peserta didik.
3. Peserta didik menunjukkan ungkapan akrab lain pada tulisan
Rafa di blognya.
• Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara individu menuliskan jawaban dari hasil
diskusi kelompok tentang pertanyaan-pertanyaan teks
deskripsi.
2. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi mereka di
depan kelas.
• Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan
jawaban antar kelompok dan mengklarifikasi pemahaman.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil identifikasi gaya
penulisan peserta didik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai teks
deskripsi dan pentingnya memahami gaya penulisan di media sosial.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya
dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
mereka dalam diskusi dan anotasi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, ........., Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
………… …………….
Bahan Ajar: Jelajah Nusantara
Tujuan Pembelajaran
Pada bab ini, peserta didik akan mempelajari fungsi dan unsur teks deskriptif, menyimak dan
mendiskusikan ragam sajian deskripsi, serta berlatih menyajikan teks deskriptif yang menarik.
Materi
A. Memahami Isi Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah jenis teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Tujuannya adalah agar pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, dan
merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya. Dalam teks deskripsi,
penulis berusaha menggambarkan kesan dari hasil pengamatannya terhadap suatu objek kepada
pembaca.
Ciri-ciri teks deskripsi meliputi:
1. Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu.
2. Melibatkan pancaindra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan
perabaan) untuk menggambarkan objek.
3. Bertujuan agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang
dideskripsikan.
4. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek
secara terperinci.
Sebagai contoh, dalam tulisan "Pantan Terong yang Instagramable" oleh Eugenia Rahma
Subarna, penulis mendeskripsikan pengalamannya berwisata ke Pantan Terong, Aceh. Penulis
menjelaskan keindahan tempat tersebut dari ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut,
menggambarkan warna langit yang jingga, perbukitan hijau, perkebunan, lembah, dan Danau
Laut Tawar yang berkilau diterpa sinar matahari. Pembaca diajak membayangkan
pemandangan tersebut seolah-olah melihatnya sendiri. Penulis juga mengungkapkan kesan
"rasa kantuk karena bangun pada pagi buta tadi sudah terbayar dengan pemandangan cantik
ini".
B. Memahami Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi
Isi teks deskripsi menggambarkan suatu objek secara konkret atau nyata, yang berarti benar-
benar ada dan dapat diserap pancaindra (dilihat, diraba, dan sebagainya). Objek tersebut
kemudian dilukiskan secara lebih jelas menggunakan kalimat perincian.
• Kata Konkret: Kata konkret adalah kata yang mudah diserap pancaindra, seperti
"buku", "meja", "rumah", dan "kuda".
• Kalimat Perincian: Kalimat perincian adalah kalimat yang menyebutkan atau
menguraikan suatu objek sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya. Tujuannya adalah
agar pembaca dapat membayangkan objek tersebut secara detail.
Contoh kalimat perincian dari teks "Pantan Terong yang Instagramable": "Kota Takengon
masih gelap dan sepi saat kami berangkat pagi itu." (Kalimat perincian dari "Kami berangkat
pagi sekali" ) "Kami dapat melihat warna langit yang jingga terkena semburat sinar matahari
di balik deretan gunung-gunung yang kokoh." (Kalimat perincian dari "Pemandangan matahari
terbit di Pantan Terong sangat cantik" ) "Danau Laut Tawar yang seperti berkilau diterpa sinar
matahari pagi." (Kalimat perincian dari "Danau Laut Tawar indah sekali pada pagi hari" )
"Jalanan kecil itu menanjak dan curam dengan tikungan-tikungan yang tajam!" (Kalimat
perincian dari "Jalan ke arah Bukit Pantan Terong mengerikan" ) "Ada ayunan di depan tulisan
Pantan Terong yang dicat senada dengan warna bendera pusaka, merah dan putih. Apabila
kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota
Takengon di kejauhan." (Kalimat perincian dari "Ada banyak latar indah untuk berswafoto di
Pantan Terong" )
Selain kata konkret dan kalimat perincian, teks deskripsi juga dapat menggunakan majas
personifikasi. Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati
seolah-olah hidup seperti manusia.
Contoh majas personifikasi: "Angin yang bertiup memainkan rambut dan berputar di sekeliling
tubuh." (Angin digambarkan seolah hidup seperti manusia yang dapat memainkan rambut dan
berputar ).
Latihan mengidentifikasi majas personifikasi:
1. "Mobil itu batuk-batuk dan menyemburkan asap hitam saat lewat di depanku."
2. "Kami belajar diiringi nyala lilin yang menari-nari dalam kegelapan."
3. "Bunyi sirene pemadam kebakaran itu menjerit-jerit menyuruh kami minggir."
4. "Kasurku seperti memanggil-manggilku begitu aku memasuki kamar pada siang terik
itu."
5. "Rasa sambal yang pedas itu membakar lidahku."
Dalam kutipan novel "Misteri Terowongan Kereta" karya Tere Liye:
1. "melihat batang pohon berpilin seperti berlari."
2. "Meski si ular besi ini sudah menjadi bagian kehidupan kampung, dengan suara
klaksonnya yang tidak pernah alpa, melenguh nyaring setiap subuh buta dan tengah
malam"
C. Menganalisis Teks Deskripsi dalam Sajian Visual
Teks deskripsi tidak hanya disajikan dalam bentuk tulisan, tetapi juga visual, seperti pamflet
wisata. Pamflet umumnya dibuat untuk menyajikan informasi, namun penyajian ini sering
memiliki kepentingan persuasif, yaitu untuk memengaruhi keputusan dan pilihan pembaca.
Penting untuk bersikap kritis saat membaca informasi yang tersaji dalam iklan di media.
Contoh pamflet wisata:
• Pamflet Wisata Papandayan menyajikan informasi tentang Gunung Papandayan,
atraksi wisata (kawah belerang, hutan mati, ladang edelweiss), fasilitas (cottage, kolam
terapi air panas), daya tarik wisata (kawah aktif, hutan mati eksotis, matahari terbit di
Tebing Sunrise, danau unik, aneka flora dan fauna), serta tempat berkemah.
• Pamflet Wisata Green Canyon menyajikan informasi tentang keindahan alam Green
Canyon, aktivitas bahari (snorkeling, scuba diving), river tubing, body rafting, dan
lokasi.
Saat menganalisis pamflet, perlu dibandingkan elemen seperti foto, kualitas foto, warna, dan
huruf untuk menilai kejelasan dan daya tarik informasi. Pertanyaan yang dapat diajukan saat
menganalisis pamflet:
1. Siapa yang diharapkan membaca pamflet ini?
2. Apakah pamflet ini sudah memberikan semua informasi yang ingin diketahui oleh
orang yang ingin mendaki gunung?
3. Bagaimana penggambaran lokasi dan tempat berkemah dalam pamflet? Apakah sudah
cukup jelas dan menarik?
4. Sebutkan lokasi apa saja yang dapat dikunjungi para pendaki ketika menjelajahi
Gunung Papandayan!
5. Informasi baru apa saja yang kamu dapatkan dari pamflet?
6. Apakah menurutmu orang akan tertarik mendaki gunung dengan membaca pamflet ini?
Mengapa? Tuliskan alasanmu!
7. Tulislah kalimat penjelasan yang menarik perhatianmu pada pamflet tersebut!
D. Menganalisis Informasi Lisan
Informasi juga dapat disajikan secara lisan. Penting untuk dapat menganalisis informasi lisan
dan membandingkan ciri-ciri objek yang dituturkan.
Contoh transkripsi penjelasan lisan:
• "Jelajah Wae Rebo" oleh Eugenia Rakhma Subarna : Mendeskripsikan Desa Wae Rebo,
sebuah desa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang dijuluki "Desa di Atas Awan"
karena lokasinya di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Penjelasan
mencakup rumah tradisional khas Manggarai yang disebut Mbaru Niang (tinggi dan
bulat), jumlahnya yang tujuh (menunjuk pada tujuh arah gunung sebagai pelindung
desa), bahan bangunan (rumput, ijuk, serat pohon palem), serta lima tingkatannya dan
fungsinya.
• "Jelajah Rasa di Lampung" oleh Eugenia Rakhma Subarna : Mendeskripsikan sentra
keripik pisang Lampung di Jalan Pagar Alam, Kota Bandar Lampung. Penjelasan
mencakup aneka rasa keripik pisang, popularitas keripik pisang cokelat, dan deskripsi
rasa serta teksturnya ("lebih tebal", "lebih empuk", "renyah", "rasa manis", "sensasi
sedikit rasa pahitnya", "pahit bercampur manis khas cokelat yang pekat").
Saat membandingkan informasi lisan, kita dapat menganalisis:
1. Objek apa yang dideskripsikan?
2. Kepada siapa penutur teks deskripsi ini berbicara?
3. Apakah kata sapaan yang digunakan oleh penutur teks deskripsi tersebut?
4. Menurut kalian, apa tujuan penutur menjelaskan objek tersebut?
5. Tulislah dua kalimat deskripsi yang menarik menurut kalian.
Kita juga dapat membandingkan ciri-ciri objek yang dituturkan dalam kedua teks, seperti
penggunaan kata konkret dan kalimat perincian untuk menjelaskan tekstur, bahan, atau rasa,
serta bagaimana kalimat tersebut bertujuan agar pembaca seolah-olah ikut melihat, menyentuh,
atau merasakan.
E. Menyunting Teks Deskripsi
Penting untuk dapat menyunting teks deskripsi agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Ini termasuk penggunaan:
1. Huruf kapital: Dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat dan sebagai
huruf pertama nama geografi.
o Contoh: "Ardi menikmati kopi gayo." , "Jakarta, Jalan Dago, Kabupaten Garut,
Sungai Musi, Gunung Papandayan."
2. Tanda Koma:
o Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh: "Ia membeli kopi, kain, dan tas sebagai oleh-oleh untuk para
sahabatnya."
o Dipakai sebelum kata penghubung seperti tetapi, melainkan, sementara, dan
sedangkan dalam kalimat majemuk setara. Contoh: "Lili mengambil foto,
sementara Fajar memilih menikmati secangkir kopi."
o Dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Contoh: "Kalau lulus ujian, ayah akan mengajak saya ke Pulau Bali."
o Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh
karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun
demikian. Contoh: "Gunung Papandayan telah meletus beberapa kali. Meskipun
demikian, kawah hasil letusan dan hutan mati menjadi daya tarik wisata ini."
o Dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru (o, ya, wah, aduh, hai) atau kata
sapaan (Bu, Dik, atau Nak). Contoh: "Wah, indah sekali pemandangan di Pantan
Terong! Kamu setuju kan, Nak?"
3. Kata depan: Seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh: "Di mana Toko Kopi Djawa?" , "Dia ikut berlibur ke Yogyakarta." , "Ia berasal
dari Kota Musik."
Contoh teks yang perlu disunting ("Berkunjung ke Negeri di Atas Awan" oleh Eugenia Rakhma
Subarna) menunjukkan bagaimana penerapan kaidah-kaidah ini dapat membuat teks lebih jelas
dan benar.
F. Menyajikan Teks Deskripsi Sederhana
Menyajikan teks deskripsi sederhana melibatkan kemampuan untuk memaparkan ciri benda
kesukaan secara lisan atau tertulis. Penulis dapat dikenali dari benda-benda yang [Link]
menulis teks deskripsi sederhana, penting untuk:
• Memilih objek kesukaan (makanan, alat tulis, buku, tanaman, binatang piaraan, atau
apa saja yang identik dengan diri).
• Menuliskan ciri-ciri benda tersebut pada kerangka (bentuk, warna, tekstur, aroma, rasa,
bau).
• Menggunakan kata sapaan yang akrab dan santun untuk menarik pendengar.
• Membuat pembaca/pendengar dapat membayangkan, menyentuh, melihat, meraba,
membau, atau merasakan benda ini.
• Menggunakan kata konkret dan kalimat perincian.
ASESMEN FORMATIF
SATUAN PENDIDIKAN : SMP ..............
KELAS / SEMESTER : VII / Ganjil
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
TOPIK : Jelajah Nusantara: Teks Deskripsi
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menemukan dan mengakses informasi pada teks deskripsi.
2. Mengidentifikasi gaya penulisan teks deskripsi pada media sosial.
3. Memprediksi makna kosakata baru dan mengonfirmasi prediksinya.
4. Mengenali gaya penyajian teks deskripsi yang efektif dan menarik.
5. Menyajikan teks deskripsi lisan dengan menarik.
6. Menilai efektivitas informasi tertulis dan visual dalam pamflet.
7. Menganalisis dan membandingkan berbagai teks deskripsi lisan.
8. Membandingkan ciri-ciri kalimat dalam teks deskripsi lisan.
9. Menyunting tanda baca dengan tepat.
10. Menulis teks deskripsi sederhana dengan menarik.
11. Menilai teks deskripsi lisan dengan baik.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Mengidentifikasi informasi penting dalam teks deskripsi.
2. Menyimpulkan makna kosakata baru dari konteks kalimat.
3. Menilai keefektifan penyajian teks deskripsi di media sosial atau pamflet.
4. Menyunting tanda baca dalam teks deskripsi.
5. Menulis ulang teks deskripsi dengan bahasa yang lebih menarik.
KISI-KISI SOAL
No IPK Level Bentuk
Kognitif Soal
1 Mengidentifikasi informasi penting dari teks deskripsi LOTS (C2) Pilihan
Ganda
2 Menyimpulkan makna kosakata berdasarkan konteks HOTS (C4) Pilihan
kalimat Ganda
3 Menilai keefektifan pamflet deskriptif HOTS (C5) Pilihan
Ganda
4 Mengenali gaya penyajian teks deskripsi menarik di HOTS (C5) Pilihan
media sosial Ganda
5 Menyunting tanda baca dalam teks deskripsi LOTS (C2) Pilihan
Ganda
6 Menganalisis perbedaan kalimat pada teks deskripsi HOTS (C4) Pilihan
lisan dan tulis Ganda
7 Menilai teks deskripsi lisan dengan kriteria tertentu HOTS (C5) Pilihan
Ganda
8 Mengidentifikasi ciri-ciri teks deskripsi yang menarik LOTS (C2) Pilihan
Ganda
9 Menyunting kalimat dalam teks deskripsi LOTS (C2) Pilihan
Ganda
10 Menulis ulang deskripsi dengan kosakata yang tepat HOTS (C6) Pilihan
Ganda
SOAL PILIHAN GANDA (10 SOAL HOTS disertai Stimulus)
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!
"Pantai Tanjung Lesung menawarkan pesona keindahan yang memesona. Pasir putih yang
lembut berpadu dengan air laut biru jernih yang menggoda siapa saja untuk bermain di
tepian. Angin laut yang semilir membawa aroma laut yang khas."
1. Informasi utama dari teks deskripsi di atas adalah...
A. Lokasi pantai yang sulit dijangkau
B. Cuaca di sekitar pantai yang dingin
C. Keindahan dan suasana pantai
D. Harga tiket masuk pantai
E. Aktivitas nelayan di pantai
2. Makna kata “memesona” pada teks tersebut paling tepat adalah...
A. Menakutkan
B. Membosankan
C. Menyilaukan
D. Menarik perhatian
E. Menyakitkan
Bacalah unggahan media sosial berikut untuk soal nomor 3!
“Hutan Mangrove Teluk Awur, surganya para pencinta alam. Jalan kayu yang mengular di
antara pepohonan memberikan pengalaman berjalan yang unik dan damai.”
3. Gaya penyajian deskripsi dalam teks tersebut menggambarkan...
A. Paparan ilmiah
B. Bahasa yang datar dan informatif
C. Gaya naratif deskriptif yang menarik
D. Kalimat iklan produk
E. Bahasa formal ilmiah
4. Apa tujuan utama penulis menggunakan frasa “surganya para pencinta alam”?
A. Menyampaikan fakta ilmiah
B. Menarik perhatian dengan gaya bahasa indah
C. Memberi informasi cuaca
D. Memberi peringatan
E. Menjelaskan sejarah
5. Perhatikan kalimat berikut!
"Gunung itu berdiri gagah, seolah menyapa langit."
Tanda baca pada kalimat tersebut yang perlu diperbaiki adalah...
A. koma setelah “gunung”
B. tanda titik di akhir kalimat
C. tanda kutip yang berlebihan
D. tanda koma setelah “gagah”
E. tanda seru di akhir kalimat
6. Dari dua kalimat berikut, manakah yang termasuk kalimat deskripsi lisan yang
menarik?
A. “Pantainya bagus.”
B. “Saya lihat pantainya, ya, gitu aja sih.”
C. “Pantainya ramai orang.”
D. “Pantai itu sangat indah, ombaknya tenang, dan langitnya cerah membiru.”
E. “Pantainya banyak orang jualan.”
7. Bacalah pernyataan berikut!
Pamflet tentang wisata daerah A menampilkan gambar pemandangan dan sedikit
teks.
Bagaimana efektivitas informasi dalam pamflet tersebut?
A. Kurang efektif karena tidak informatif
B. Sangat efektif karena gambarnya menarik
C. Tidak menarik karena terlalu banyak gambar
D. Efektif jika ada video juga
E. Efektif karena tidak ada teks
8. Ciri utama teks deskripsi adalah...
A. Menceritakan kejadian secara kronologis
B. Mengungkapkan gagasan penulis dengan argumen
C. Menggambarkan objek secara rinci dan konkret
D. Menjelaskan data dan grafik
E. Mengisahkan pengalaman pribadi
9. Perhatikan kalimat berikut!
"Pantai itu pasirnya putih dan lautnya biru jernih."
Perbaikan kalimat agar lebih menarik adalah...
A. "Pasir pantainya putih."
B. "Pantainya memiliki pasir dan air laut."
C. "Pantai itu sangat ramai."
D. "Pantai itu memiliki pasir putih yang lembut dan laut biru jernih yang
menyejukkan mata."
E. "Pantai itu berair."
10. Tulislah ulang kalimat berikut menjadi lebih deskriptif:
"Gunung Merapi tinggi."
A. Gunung Merapi sangat besar
B. Gunung Merapi adalah gunung
C. Gunung Merapi menjulang tinggi, puncaknya sering diselimuti kabut tipis
D. Gunung Merapi terletak di Indonesia
E. Gunung Merapi tidak aktif
KUNCI JAWABAN
1. C 6. D
2. D 7. A
3. C 8. C
4. B 9. D
5. D 10. C
RUBRIK PENILAIAN
Rentang Nilai Kategori
85 – 100 Sangat Baik
70 – 84 Baik
55 – 69 Cukup
40 – 54 Kurang
< 40 Sangat Kurang
Total Nilai: 100 (Setiap soal = 10 poin)
ASESMEN FORMATIF AKHIR (BERBASIS PROYEK)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP .................
KELAS / SEMESTER : VII / Ganjil
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Jelajah Nusantara: Teks Deskripsi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan:
1. Mampu menemukan dan mengakses informasi pada teks deskripsi.
2. Mampu mengidentifikasi gaya penulisan teks deskripsi pada media sosial.
3. Mampu memprediksi makna kosakata baru dan mengonfirmasi prediksinya.
4. Mampu mengenali gaya penyajian teks deskripsi yang efektif dan menarik.
5. Mampu menyajikan teks deskripsi lisan secara menarik.
6. Mampu menilai efektivitas informasi tertulis dan visual dalam pamflet.
7. Mampu menganalisis dan membandingkan berbagai teks deskripsi lisan.
8. Mampu membandingkan ciri-ciri kalimat dalam teks deskripsi lisan.
9. Mampu menyunting tanda baca dengan tepat.
10. Mampu menulis teks deskripsi sederhana yang menarik.
11. Mampu menilai teks deskripsi lisan secara kritis.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
• Peserta didik mampu mengakses dan merangkum informasi tentang objek wisata
Nusantara.
• Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri dan gaya teks deskripsi dari berbagai
media.
• Peserta didik mampu menyusun dan menyajikan teks deskripsi secara lisan dan
tulisan.
• Peserta didik mampu menggunakan kosakata khas dan kalimat deskriptif.
• Peserta didik mampu menata tata bahasa dan tanda baca dengan benar dalam karya
tulisnya.
KISI-KISI PENILAIAN PROYEK
No IPK Level Bentuk
Kognitif Penilaian
1 Mengakses dan menyusun informasi dari objek C4 Proyek
nyata Deskripsi
2 Menyusun teks deskripsi menarik dan efektif C6 Proyek
Deskripsi
3 Menyajikan teks deskripsi lisan dengan percaya C5 Presentasi
diri dan runtut
4 Menyunting dan memperbaiki teks berdasarkan C5 Revisi Karya
umpan balik
5 Menilai efektivitas media visual yang digunakan C5 Evaluasi Karya
SOAL (ASESMEN AKHIR BERBASIS PROYEK)
Judul Proyek: “Jelajah Nusantara Lewat Deskripsiku”
Stimulus:
Bayangkan kamu adalah seorang duta pariwisata muda yang diminta untuk mempromosikan
salah satu objek wisata di Indonesia, misalnya: Candi Borobudur, Danau Toba, Pantai
Parangtritis, atau kampung halamanmu sendiri. Kamu diminta membuat teks deskripsi
tertulis dan lisan yang memikat untuk memperkenalkan tempat tersebut kepada wisatawan
lokal dan mancanegara.
Tugas Proyek:
1. Pilih satu objek wisata di Indonesia (boleh tempat yang pernah kamu kunjungi
langsung, atau dari sumber tepercaya).
2. Kumpulkan informasi tentang tempat tersebut (letak, suasana, keindahan, aktivitas
menarik).
3. Buatlah sebuah teks deskripsi tertulis sepanjang 3–4 paragraf yang
menggambarkan tempat itu secara mendalam dan menarik.
4. Buatlah desain visual sederhana (pamflet/poster digital/manual) yang mendukung
teksmu.
5. Sajikan deskripsimu secara lisan di depan kelas secara percaya diri dan menarik.
KUNCI JAWABAN (KRITERIA KEBERHASILAN PROYEK)
• Teks menggambarkan objek secara detail, konkret, dan runtut.
• Menggunakan gaya bahasa yang memikat (penggunaan majas, diksi khas, dll.).
• Kosakata sesuai konteks dan menarik.
• Tanda baca dan ejaan tepat.
• Pamflet mendukung isi teks secara visual.
• Presentasi dilakukan dengan percaya diri, ekspresif, dan jelas.
RUBRIK PENILAIAN PROYEK
Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
Isi dan Kedalaman Teks 25 Menggambarkan objek secara lengkap,
Deskripsi konkret, menarik, dan runtut
Gaya Bahasa dan 15 Menggunakan diksi khas, gaya deskriptif, dan
Kosakata kata-kata variatif
Ketepatan Struktur dan 10 Menggunakan kalimat efektif, ejaan, dan
Tanda Baca tanda baca yang benar
Desain Pamflet/Posternya 15 Menarik, informatif, dan selaras dengan isi
deskripsi
Presentasi Lisan 25 Percaya diri, intonasi jelas, kontak mata, dan
(penyajian) ekspresi sesuai
Kreativitas dan 10 Karya unik, tidak meniru, dan menampilkan
Orisinalitas ciri khas pribadi dalam deskripsi
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMP......
KELAS / SEMESTER : VII / Ganjil
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
MATERI : Jelajah Nusantara – Teks Deskripsi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menemukan dan mengakses informasi dari teks deskripsi.
2. Mengidentifikasi gaya penulisan teks deskriptif pada media sosial.
3. Memprediksi makna kosakata baru dari konteks dan mengonfirmasinya.
4. Mengenali gaya penyajian teks deskripsi yang efektif dan menarik.
5. Menyajikan teks deskripsi secara lisan dengan menarik.
6. Menilai keefektifan pamflet secara visual dan teks.
7. Menganalisis serta membandingkan teks deskripsi lisan.
8. Menyunting tanda baca dengan benar.
9. Menulis teks deskripsi sederhana secara menarik.
ALAT DAN BAHAN
• Buku catatan
• Alat tulis
• Gawai untuk mengakses media sosial (jika memungkinkan)
• Contoh teks deskripsi dari brosur, pamflet, media sosial
• Kertas gambar/karton (untuk tugas visual)
TUGAS / SOAL
Stimulus:
Bacalah teks berikut ini!
"Dari kejauhan, Danau Toba tampak seperti permata biru raksasa yang dikelilingi
perbukitan hijau. Angin sepoi-sepoi membelai wajah, membawa aroma tanah basah dan
pepohonan pinus. Di tengah danau berdiri Pulau Samosir yang tenang, bagaikan mutiara di
dada bumi."
Petunjuk Tugas:
1. Jawablah pertanyaan pemahaman berdasarkan teks di atas.
2. Lakukan eksplorasi gaya teks deskripsi dari media sosial (boleh IG, TikTok, blog).
3. Kerjakan aktivitas menulis dan menyunting teks deskripsi buatanmu sendiri.
4. Buatlah mini pamflet/visual tentang salah satu tempat wisata Nusantara.
5. Presentasikan teks deskripsimu secara lisan di depan kelompok kecil.
Soal dan Kegiatan:
A. Memahami Teks Deskripsi (C4)
1. Apa saja pancaindra yang digunakan dalam deskripsi Danau Toba di atas?
2. Buatlah daftar kosakata khas dari teks di atas, lalu prediksikan maknanya.
B. Mengamati Media Sosial (C4 – C5)
3. Cari salah satu unggahan media sosial tentang tempat wisata (boleh lokal), lalu
tuliskan:
• Nama tempat
• Gaya bahasanya (santai/resmi/puitis)
• Bagian deskripsi yang menurutmu menarik
C. Menulis dan Menyunting (C6)
4. Tulis teks deskripsi sederhana (minimal 2 paragraf) tentang tempat wisata yang kamu pilih.
• Gunakan kalimat deskriptif yang memadukan unsur pancaindra.
• Gunakan tanda baca dengan tepat.
5. Tukarkan hasil tulisanmu dengan temanmu. Minta dia menyunting tanda baca dan
gaya bahasanya.
D. Visualisasi dan Penyajian (C5 – C6)
6. Buatlah pamflet mini atau gambar promosi wisata berdasarkan teks yang kamu tulis.
7. Sajikan teksmu secara lisan di hadapan teman kelompokmu dengan percaya diri.
KUNCI JAWABAN (Kunci Aktivitas A & B Contoh Panduan)
A1. Pancaindra: Penglihatan (tampak seperti permata), Pendengaran (tenang), Perasa (angin
sepoi), Penciuman (aroma tanah), Peraba (angin membelai wajah)
A2. Kosakata:
• Permata biru: menggambarkan danau yang sangat indah
• Mutiara: sesuatu yang berharga dan indah
B3. Contoh unggahan:
• Tempat: Tebing Breksi
• Gaya: Puitis & santai
• Menarik: "Langit seperti lukisan, membingkai dinding batu yang menjulang"
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
Pemahaman isi teks 15 Mampu menjawab isi, makna kata, dan
deskripsi penggunaan pancaindra
Identifikasi gaya dari 10 Menjelaskan gaya bahasa dengan tepat
media sosial
Teks deskripsi buatan 25 Menarik, rinci, sesuai struktur, dan berbahasa
sendiri deskriptif
Penyuntingan teks oleh 10 Teliti, tepat dalam koreksi tanda baca dan
teman ejaan
Pamflet visual tempat 15 Menarik, komunikatif, dan mendukung isi
wisata teks
Penyajian lisan deskripsi 25 Percaya diri, intonasi jelas, bahasa runtut dan
ekspresif
Total 100