0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan124 halaman

Pengaruh TAM pada SIMRS RSUD Teluk Kuantan

Tesis ini menganalisis pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Teluk Kuantan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan melibatkan 87 responden, menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Temuan ini menegaskan bahwa SIMRS diterima dengan baik dan berkontribusi pada efisiensi serta kinerja pelayanan rumah sakit.

Diunggah oleh

racha billa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan124 halaman

Pengaruh TAM pada SIMRS RSUD Teluk Kuantan

Tesis ini menganalisis pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Teluk Kuantan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan melibatkan 87 responden, menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Temuan ini menegaskan bahwa SIMRS diterima dengan baik dan berkontribusi pada efisiensi serta kinerja pelayanan rumah sakit.

Diunggah oleh

racha billa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

TERHADAP SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH


SAKIT (SIMRS) DI RSUD TELUK KUANTAN

TESIS

Untuk Memenuhi Persyaratan


Mencapai Gelar Magister Manajemen

Oleh :

Oleh :

ROSMALINA
NIM: 2361101217

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU
2025
LEMBAR PERSETUJUAN

TESIS

PENGARUHI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) SISTEM


TERHADAP INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI
RSUD TELUK KUANTAN

Disusun Oleh :

ROSMALINA
NIM : 2361101217

Telah Dilakukan Pembimbingan dan Dinyatakan Layak Untuk Diajukan


Dihadapkan Tim Penguji Tesis Program Magister (S-2) Manajemen
Universitas Lancang Kuning

Pekanbaru, Juli 2025

Menyetujui,
Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Nurliana Nasution, S,T., [Link] Dr. Imran Al Ucok Nasution, S.T.,M.M
NIDN. 1023046301 NIDN. 1012017102

Ketua Program Studi


Magister Manajemen,

Dr. Richa Afriana Munthe, S.E.,M.M


NIDN.1012049204

ii
LEMBAR PENGESAHAN

TESIS
PENGARUHI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) SISTEM
TERHADAP INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI
RSUD TELUK KUANTAN

Disusun Oleh:

Nama : Rosmalina
NIM : 2361101217
Program Studi : Magister Manajemen
Konsentrasi : Manajemen Rumah Sakit

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji


Pada Hari Kamis, tanggal 24Juli 2025
Dinyatakan Lulus dengan nilai

N TANDA
NAMA PENGUJI JABATAN
NO TANGAN
2 KetuaSidang/
Dr. Nurliana Nasution, S.T., [Link]
1 Penguji I

Dr. Imran Al Ucok Nasution, S.T.,M.M Penguji II


2
3
Dr. Fahmi Oemar, S.E., M.M., Ak. CA Penguji III
3
4
Dr. Richa Afriana Munthe, S.E,. M.M Penguji IV
4

Mengetahui,

Dekan Sekolah Pascasarjana Ketua Program Studi


Universitas Lancang Kuning Magister (S2) Manajemen

Prof. Dr. Adolf Bastian, [Link].,[Link]. Dr. Richa Afriana Munthe, S.E.,M.M
NIDN. 0008116402 NIDN. 1012049204

iii
PERNYATAAN ORISINILITAS TESIS

Denganiiniisayaimenyatakanibahwao:
1. Penelitianodalamobentukotesisiiniiadalahiaslii dani belumipernahidiajukan
untukimendapatkani gelari akademiki (iSarjana, Magisteridan
ataurDoktor) baikidi UniversitasiLancang Kuningimaupun dioPerguruan
Tinggi Lainnya
2. Penelitianoini murni gagasan, rumusanodan penelitiano sendirio tanpa
bantuanodari pihakolain, okecuali arahano dariotim pembimbing.
3. Dalami penelitiani ini itidak iterdapat karyai atau ipendapat yangitelah
ditulisi ataui dipublikasikaniorang lain, ikecuali secara tertulisedengan
jelasedicantumkani sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama
pengarang dan dalam Daftar Pustaka.
4. Pernyataan dini dibuatedenganesesungguhnya danpapabila dipkemudian
haripterdapatppenyimpangan pdan ketidakbenaranodalamopernyataanoini
makaosayai bersediai menerima sanksiiakademik berupaqpencabutan
igelar yang idiperoleh ikarena ikarya itulis ini,
sertaplainnyapsesuaipdengan normapyangpberlaku.
Demikianlahi surati pernyataani inii dibuati dengani sebenarnya, iagar
dapat dipergunakani seperlunya.
Pekanbaru, Juli 2025
Yang Membuat Pernyataan,

Rosmalina

iv
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabil’alamin. Puji Syukur diucapkan kehadiran


Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan
tesis yang berjudul “Pengaruh Metode Technology Acceptance Model (TAM)
Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Teluk
Kuantan”.
Penelitipmenyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, baik dalam bentuk
bantuan moril, maupun materil.
1. BapakpDr. Junaidi. SS. [Link], selaku RektorpUniversitas LancangiKuning
yangi telahi memberikani kesempatani kepadai penulisi untuki menempuhidan
menyelesaikani studiipada ProdieMagister Manajemen.
2. Bapak Dr. Adolf Bastian, [Link]., [Link]. selaku Dekan Sekolah Pascsarjana
Universitas Universitas Lancang Kuning yang telah memberikan kesempatan
kepada penulis untuk menempuh dan menyelesaikan studi pada Prodi
Magister Manajemen.
3. Ibu Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M Ketua Program Studi Magister
Manajemen beserta Dosen Penguji yang telah membantu peneliti dalam
menyelesaikan masa studi.
4. Ibu Dr. Nurliana Nasution, S.T., [Link] selaku Dosen Pembimbing I yang
telah meluangkan waktu, memberikan motivasi dan masukan terhadap penulis,
serta arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan penelitian.
5. Bapak Dr. Imran Al Ucok Nasution, S.T., M.M selaku Pembimbing II yang
telah membantu peneliti dalam menyelesaikan masa studi serta arahan dan
bimbingan dalam penyelesaian tesis.
6. Bapak Dr. Fahmi Oemar, S.E., M.M., [Link] selaku Penguji yang telah
membantu peneliti dalam masa studi serta arahan dan bimbingan dalam
penyelesaian tesis.
7. dr. Benny Antomi, Sp. An selaku Direktur RSUD Teluk Kuantan, manajemen
dan karyawan RSUD Teluk Kuantan yang telah membatu dan memberikan
kemudahan kepada penulis selama melakukan penelitian.

v
8. Bapak dan ibu dosen serta seluruh civitas akademi di lingkungan pascasarjana
Magister Manajemen yang telah memberikan arahan dan kemudahan dalam
menyelesaikan pendidikan pascasarjana Magister Manajemen.
9. Bapak dan Omak tersayang, H. Bujang Rasyid dan Hj. Rosmaini yang selalu
memberikan motivasi dan doa kepada penulis, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan tesis ini.
10. Kepada Alm. Suami Candra Wiratama dan Anak tersayang Muhammad
Elshirazy Wiratama yang selalu menjadi motivasi proses yang dijalani.
11. Untuk semua teman-teman Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen
Rumah Sakit Angkatan 2024, yang telah memberikan bantuan dan semangat
selama menjalani studi ini.

Penulis menyadari bahwa mungkin akan dijumpai kekurangan dalam


penulisan tesis ini. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan saran dan masukan yang
dapat membangun agar dapat menyempurnakan penulisan tesis ini sehingga dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Pekanbaru, Juli 2025

Rosmalina

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Rosmalina

vi
Tempat Tgl. Lahir : Muara Langsat, 10 Maret 1988
Agama : Islam
Alamat Kantor : Indonesia
Alamat Rumah : Dusun Harapan Baru, Desa Sungai Langsat,
Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan singingi
Email : rosmalina@[Link]
Identitas Orang Tua
Ayah : H. Bujang Rasyid
Ibu : Hj. Rosmaini
Identitas Suami & Anak
Nama Suami : Alm. Candra Wiratama
Nama Anak : Muhammad Elshirazy Wiratama
RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD : SD Negri Muara Langsat Tahun 2000
2. MTS : MTS Negeri Pangean Tahun 2003
3. SMA : SMA Negeri Pangean 2006
4. S-1 : Universitas Ahmad Dahlan 2012
5. Profesi : Apoteker Universitas Ahmad Dahlan 2014
RIWAYAT PEKERJAAN
1. ASN Apoteker Pelaksana di RSUD Teluk Kuantan 2021
sampai sekarang
2. Apoteker Penanggung jawab di Klinik Pratama Indah Medika
Teluk Kuantan Tahun 2021 sampai 2023
3. Apoteker Pelaksana di Klinik Naavagreen Skincare Batam
Tahun 2017-2021
4. Kepala Instalasi RS Prima Pekanbaru Tahun 2016 Kepala
Instalasi RS [Link] Pekanbaru Tahun 2014-2015
Demikianlah Curriculum Vitae (CV) ini dibuat untuk dapat dipergunakan
seperlunya.
Pekanbaru, Juli 2025

Rosmalina
ABSTRAK

ROSMALINA: Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning,


Juli 2025. Pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Sistemi
Informasi iManajemen iRumah Sakiti (SIMRS) di RSUD Teluk Kuantan.

vii
Ketua pembimbing: Dr. Nurliana Nasution, S.T.,[Link] Anggota pembimbing
Dr. Imran Al Ucok Nasution, S.T., M.M.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Technology


Acceptance Model (TAM) terhadap penggunaan Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) yang telah diterapkan di RSUD Teluk Kuantan.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen
berupa kuesioner tertutup. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna
SIMRS di berbagai departemen rumah sakit, dengan jumlah responden sebanyak
87 orang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan skala Likert 1–7 untuk mengukur persepsi responden
terhadap variabel-variabel dalam model TAM, yaitu Perceived Ease of Use,
Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention to Use.
Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling - Partial
Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel
dalam model TAM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan
SIMRS di RSUD Teluk Kuantan. Temuan ini mengindikasikan bahwa
implementasi SIMRS dapat diterima dengan baik oleh pengguna dan telah mulai
dimanfaatkan secara efektif dalam menunjang aktivitas kerja. Dengan demikian,
sistem ini terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi
dan kinerja pelayanan rumah sakit.

Kata kunci: TAM, SIMRS, Rumah Sakit, Persepsi Pengguna, SEM-PLS

viii
ABSTRACT

ROSMALINA: Postgraduate Master of Management, Lancang Kuning


University, July 2025. The Influence of Technology Acceptance Model (TAM) on
Hospital Management Information System (SIMRS) at Teluk Kuantan Regional
Hospital. Chief supervisor: Dr. Nurliana Nasution, S.T., [Link] Supervisor
member Dr. Imran Al Ucok Nasution, S.T., M.M.

This study aims to analyze the effect of the Technology Acceptance Model
(TAM) model on the use of the Hospital Management Information System
(SIMRS) that has been implemented at Teluk Kuantan Regional Hospital. The
approach used is a quantitative approach with an instrument in the form of a
closed questionnaire. The sample in this study were all SIMRS users in various
hospital departments, with a total of 87 respondents, who were selected using the
total sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale of 1-
7 to measure respondents' perceptions of the variables in the TAM model, namely
Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, and
Behavioral Intention to Use. Data analysis was conducted using the Structural
Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results
showed that all variables in the TAM model had a positive and significant effect
on the use of SIMRS at Teluk Kuantan Regional Hospital. This finding indicates
that the implementation of SIMRS is well accepted by users and has begun to be
utilized effectively in supporting work activities. Thus, this system is proven to
make a positive contribution in improving the efficiency and performance of
hospital services.
Keywords: TAM, SIMRS, Hospital, User Perception, SEM-PLS

ix
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................ii
LEMBAR PENESAHAN.....................................................................iii
PERNYATAAN ORISINALIAS TESIS............................................iv
KATA PENGANTRAR........................................................................v
DAFTAR RIAYAT HIDUP................................................................vii
ABSTRAK...........................................................................................viii
ABSTRACT..........................................................................................ix
DAFTAR ISI...........................................................................................i
DAFTAR TABEL..............................................................................xvii
DAFTAR GAMBAR........................................................................xviii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................1
1.1. Latar Belakang.......................................................................1
[Link] dan Misi RSUD Teluk Kuantan.............................8

1.2. Rumusan Masalah..................................................................9


1.3. Tujuan Penelitian...................................................................9
1.4. Manfaat Penelitian...............................................................10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................13
2.1. Landasan Teori.....................................................................13
2.1.1. Definisi Rumah Sakit..................................................13
2.1.2. Tugas dan Fngsi Rumah Sakit.........................13
2.1.3. Klasifikasi Rumah Sakit..................................14

2.2.2. Sistem Manajemen Rumah akit (SIMRS)..................15


2.2.1. Pengertian dan Konsep Dasar SIMRS............15
2.2.2. Pertimbangan dalam Membangun SIMRS......19
2.2.3. Teori yang Digunakan dalam Menganalisis
SIMRS.......................................................................22

2.3. Penelitian...............................................................................26
2.4. Penelitian Terdahulu............................................................27
2.5. Kerangka Konsep Penelitian................................................30

x
2.6. Pengembangan Hipotesis.....................................................31
2.6.1. Persepsi Kegunaan atau Kemanfaatan (Perceived
Usefulness)................................................................31

[Link] Kemudahan (Perceived Ease of Use)............32

[Link] Terhadap Penggunaan (Attitude Toward Using)33

2.6.4. Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral Intention to


Use)...........................................................................33

BAB III METODE PENELITIAN....................................................34


3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian............................................34
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian..............................................35
3.3. Populasi dan Sampel Penelitian............................................36
3.4. Variabel dan Instumen Pengukuran Penelitian.....................37
[Link] Penelitian.......................................................37

3.4.2. Instumen Pengukuran Penelitian.................................40

3.5. Pengukuran dan Pertanyaan Variabel Penelitian..................41


3.6. Analisa Data.........................................................................44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...................48
4.1. Deskripsi Unit Analisis........................................................48
4.1.1. Gambaran Umum Responden Penelitian....................48

4.1.2. Deskripsi Jawaban Responden....................................50

4.2. Hasil Pengujian Analisis......................................................57


4.2.1. Uji Outer Model..........................................................58

4.2.2. Uji Inner Model...........................................................63

4.2.3. Pengaruh Hipotesa (Pengaruh Antar Variabel)...........65

4.3. Pembahasan..........................................................................66
4.3.1. Pengaruh Perceived Usefulness Terhadap SIMRS.....66

4.3.2. Pengaruh Perceived Ease of Use Terhadap SIMRS....67

4.3.3. Pengaruh Attitude Toward Using Terhadap SIMRS. .68

xi
4.3.4. Pengaruh Behavioral Intention to Use........................69

4.4. Implikasi..............................................................................70
[Link] Teoritis.........................................................70

4.4.2. Implikasi Manajerial...................................................71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...............................................73


5.1. Kesimpulan..........................................................................73
5.1. Saran....................................................................................74
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................76

xii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu


...................................................................................................
...................................................................................................
27
Tabel 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
...................................................................................................
...................................................................................................
37
Tabel 3.2 Pertanyaan Perceived Usefulness
...................................................................................................
...................................................................................................
41
Tabel 3.3 Pertanyaan Perceived Ease of Use
...................................................................................................
...................................................................................................
42
Tabel 3.4 Pertanyaan Attitude Toward Using
...................................................................................................
...................................................................................................
43
Tabel 3.5 Pertanyaan Behavioral Intention to Use
...................................................................................................
...................................................................................................
43
Tabel 3.6 Pertanyaan Penerapan SIMRS
...................................................................................................
...................................................................................................
44

xiii
Tabel 4.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Masa
Kerja dan Tingkat Pendapatan Pengguna SIMRS
...................................................................................................
...................................................................................................
48
Tabel 4.2 Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Perceived
Usefulness
...................................................................................................
...................................................................................................
50
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Variabel Perceived Ease of Use
...................................................................................................
...................................................................................................
53
Tabel 4.4 Statistik Deskriptif Variabel Attitude Toward Using
...................................................................................................
...................................................................................................
54
Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Variabel Behavioral Intention to Use
...................................................................................................
...................................................................................................
56
Tabel 4.6 Statistik Deskriptif Variabel Penerapan SIMRS
...................................................................................................
...................................................................................................
57
Tabel 4.7 Hasil Uji Convergent Validity
...................................................................................................
...................................................................................................
60

xiv
Tabel 4.8 Hasil Uji Composite Reliability dan Cronbach Alpha
...................................................................................................
...................................................................................................
61
Tabel 4.9 Hasil Uji Nilai Average Variance Extracted (AVE)
...................................................................................................
...................................................................................................
61
Tabel 4.10 Nilai Cross Loading
...................................................................................................
...................................................................................................
62
Tabel 4.11 Nilai R Square
...................................................................................................
...................................................................................................
64
Tabel 4.12 Nilai f Square
...................................................................................................
...................................................................................................
65
Tabel 4.13 Uji Hipotesis (t statistik)
...................................................................................................
...................................................................................................
65

DAFTAR GAMBAR

xv
Gambar 1.1 Struktur Organisasi RSUD
...................................................................................................
...................................................................................................
7
Gambar 2.1 KerangkaeKonsep Penelitian
...................................................................................................
...................................................................................................
31
Gambar 4.1 Skor rata-rata variabel Perceived Usefulness
...................................................................................................
...................................................................................................
53
Gambar 4.2 Skor rata-rata variabel Perceived Ease of Use
...................................................................................................
...................................................................................................
55
Gambar 4.3 Skor rata-rata variabel Attitude Toward Using
...................................................................................................
...................................................................................................
56
Gambar 4.4 Skor rata-rata variabel Behavioral Intention to Use
...................................................................................................
...................................................................................................
57
Gambar 4.5 Skor rata-rata variabel Penerapan SIMRS
...................................................................................................
...................................................................................................
59
Gambar 4.6 Outer Model
...................................................................................................

xvi
...................................................................................................
60
Gambar 4.7 Inner Model
...................................................................................................
...................................................................................................
65

xvii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjangkau hampir semua
aspek kehidupan manusia. Tidak terkecuali dalam bidang kesehatan, sistem
informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan, sebab dengan adanya
sistem informasi ini pelayanan di bidang kesehatan semakin meningkat. Menurut
Nugroho, (2008) mengatakan bahwa operasional suatu organisasi membutuhkan
sistem-sistem guna mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan melihat kembali
informasi. Menurut Nyamtema, (2010) selanjutnya menjelaskan bahwa hal ini
berlaku juga dalam bidang kesehatan, bahwa sistem informasi kesehatan (SIK)
mencakup pengumpulan data, penyimpanan dan pengelolaan data untuk
pengambilan keputusan, perencanaan program kesehatan, monitoring pelaksanaan
dan factor-faktor yang memengaruhinya. Informasi yang diperlukan dapat tersedia
secara langsung (real time) sehingga memudahkan bagi pihak manajemen rumah
sakit, petugas pelayanan Medis, staf administrasi maupun pasien dan keluarga
pasien untuk mengakses informasi tersebut sesuai dengan keperluan masing-
masing.
Sistemiinformasip merupakanp suatup sistempyang mampup menghasilkan
informasieyang dapatimemenuhi kebutuhanisecara iefektif dani efisieni
sertaodapat dijadikanisebagai rekomendasi dalam menentukanikeputusan pada
suatuiorganisasi yangememiliki berbagaijmacam jenjang. Perkembanganj
teknologijinformasi saat inij telahjmenjangkau hampirj semua jaspek kehidupan
jmanusia. Tidak terkecuali dalamj bidang jkesehatan,
jsistemjinformasijtelahjmenjadi bagianjyangjtidak terpisahkan, sebabj dengan
jadanya jsistem jinformasi jini jpelayanan jdi jbidang kesehatanjsemakin
meningkat.
Menurut Nugroho,j(2008), jevaluasijsistem informasijmengandung maksud
untuk mengidentifikasijkekuatanjdanokelemahan dariosuatu
aplikasioyangosedang digunakan. Evaluasi juga obertujuan ountuk mengetahuio

1
tersediaotidaknyaosuatu informasio saat odiperlukan, obenar-benar tersaji bagio
yango berhak, danojuga untukomengetahuio bahwao informasi yang diberikano
dalamoaplikasi disajikani secarai akurat, ihandal, dan itepat iwaktu. Menuruti
Putri, (2019), iterdapat itiga bagian dalamisistem informasi iyakni idata sebagaii
penyediai informasi, prosedur isebagai pemandui penggunaicara mengoperasikani
sistemi informasi, sertaipihak-pihak yangi memproduksii isuatu produk,
memecahkani masalah, membuati keputusani dan imemanfaatkan isistem
informasii tersebut.
RSUD Teluk Kuantan sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah
Kabupaten Kuantan Singingi telah mulai mengimplementasikan SIMRS sebagai
bagian dari upaya digitalisasi layanan. Namun, seperti halnya penerapan sistem
informasi lainnya, keberhasilan SIMRS tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis,
tetapi juga oleh tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem tersebut. Fakta di
lapangan menunjukkan bahwa meskipun SIMRS telah digunakan, masih terdapat
kendala dalam implementasinya, seperti kurangnya pemahaman pengguna,
keterbatasan pelatihan, dan belum optimalnya pemanfaatan fitur-fitur dalam
sistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sejauh mana pengguna
menerima dan merespons penggunaan SIMRS, khususnya dari aspek persepsi
kemudahan, persepsi manfaat, sikap, dan niat menggunakan sistem.
Menuruti Kementriani Kesehatan, (i2013i), Sistemi Informasi Kesehatani
(SIK) iadalah seperangkati tatanani yangi meliputi idata, informasi, indikator,
prosedur, teknologi, iperangkat, idan sumberi dayaimanusia yangi saling
berkaitanodan dikelolaosecara terpaduountuk mengarahkanotindakan atau
keputusanoyangoberguna dalamomendukung pembagunano kesehatano.
Informasi yang diperlukan dapat tersedia secara langsung (real time)
sehinggaumemudahkan bagiu pihak manajemenu rumahusakit, petugasupelayanan
medis, staftadministrasi maupuntpasien dan keluargat pasient untukt mengaksest
informasit tersebutt sesuai dengantkeperluan masingt-tmasing.
Menurutt UndangtUndang Republikt Indonesiat No 17t tahunt 2023
ttentang RumahtSakit, (2023), tpada Babt I Ketentuant UmumtPasal 1t Ayat
10tRumah Sakittadalah Fasilitas PelayanantKesehatantyang

2
menyelenggarakantPelayanan Kesehatantperorangan secara paripurna
melaluitPelayanan Kesehatant promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/ atau
paliatift dengant menyediakan pelayanan rawatt inap, trawat jalantdan
gawattdarurat. tPada Ayatt 19 tdisebutkan tbahwa Sistemt Informasi Kesehatan
adalahtsistem yang menintegrasikan berbagaittahapan pemprosesan, pelaporan,
dan penggunaant informasi tyang tdiperlukan tuntuk meningkatkant efektivitast
danttefisiensi tpenyelengaraan tkesehatan tserta mengarahkant tindakant ataut
Keputusant yangt bergunat tdalam tmendukung Pembangunant kesehatan.
Menurutt Kementriant Kesehatant, (2013), menyebutkant bahwat Sistem
Informasit Manajement Rumaht Sakitt (SIMRS) tadalah suatutsistem tteknologi
informasi yangt memprosest dant mengintegrasikant seluruhtalur
prosestpelayanan diqrumah sakitt dalam tbentuk tjaringan koordinasit,
tpelaporantdan prosedur administrasit untuk memperolehtinformasi secarattepat
dan [Link] adanya sistemi informasi itersebut irumah sakiti dituntuti
untuki imeningkatkan kualitasi pelayanan, idiantaranya adalahi peningkatani
kualitasi pendokumentasian rekamimedis. Dalami implementasiiSIMRS perlui
diberlakukannyaievaluasi ipada sistemi dani petugasi gunaikedepannya
dapatimeningkatkan pengetahuani petugas dalamipengaplikasiani, memudahkani
pengoperasian sistem, danipenggunaan sistemi secarai tepati dani akurat. Penulisi
menggunakan TAMi idalam melakukani evaluasi SIMRSi.
TechnologyiAcceptance Modeli (TAM) imerupakan imodel iyang ibanyak
dimodifikasipdanpdigunakan dalam penelitianppenerimaan sistem informasi di
berbagai bidang (Daerina et al., i2018). Individu iyang dimaksud dalam
ipenelitian adalahi petugasi farmasi yangimengoperasikaniSIMRS. iDalam rangka
mendukung keberhasilani petugasi dalami penerimaan isebuah sistemi, TAMi
memiliki 5 iaspek didalamnya yaituipersepsi kemudahan pengguna (perceived
ease of use), persepsipkemanfaatani (iperceived usefulnessi), sikapidalam
penggunaan teknologi (attitudeitowardiusing),
minatiperilakuidalamimenggunakan teknologi (behavioral intention to use), dan
penggunaaniteknologi iyang sebenarnyai (actual usage). Berdasarkani aspeki
tersebuti penelitiidapat melakukani evaluasi SIMRSi untuk mengetahuinmengenai

3
apakahnsudah pernahndilakukannpelatihannterhadap pengguna, manfaatnyang
dihasilkanidalam menggunakani SIMRS, iseberapa besar ipemahaman ipetugas
iterhadap iSIMRS, ikesiapan idalamimelakukan implementasi, pkualitas
SDMpyaitu penggunapSIMRS danppenerapanpsistem yang dilakukan terhadap
pengguna dalam penggunaan teknologi tersebut (Sandra, 2021).
Salahisatuirumahi sakiti yangi adai di Riaui yang merepakaniSistem
Informasi iManajemen Rumahi Sakiti (SIMRS) adalah RSUD Teluk Kuantan.
RSUD merupakaniRumah SakitiUmum Tipe C non pendidikan. Penggunaan
SIMRS baru mulai diterapkan pada Desember 2022. RSUD Teluk Kuantan sudah
memiliki Electronic Medical Record (EMR) yang terkoneksi diseluruh bagian di
rumah sakit. Seiring dengan perkembangan kebutuhan akan peningkatan
pelayanan kesehatan, RSUD Teluk juga mengembangkan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang disebut dengan sistem PILAR. Sistem
baru ini menjawab tantangan dari akreditasi dimana elemen yang dibutuhkan
sebagai bukti pelayanan kesehatan dan kegiatan manajerial rumah sakit
terdokumentasi dengan baik dengan sistem baru ini. Penerapan sistem baru ini
baru mulai diterapkan di Desember 2022.
RSUD Teluk Kuantan sudahimenerapkaniSistem Informasii iManajemen
RumahiSakit (SIMRS) dalam pelayanan kesehatannya. SIMRS yang digunakan
saat ini adalah sietem PILAR. Adanya pengembangan SIMRS diharapkan mampu
mengoptimalkan pelayanan yang ada dan sumber daya manusia (SDM) yang
menggunaan sistem baru ini dapat merasakan manfaatnya. Berdasarkan uraian
diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat penerimaan dan
pemanfaatan SIMRS ini oleh karyawan dalam pekerjaannya. iOleh ikarena itu
penelitii mengambil dan memberi judul penelitian ini dengan “Faktor-Faktor
Yang Memengaruhi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
MenggunakandMetode TechnologyoAcceptance Modeli(TAM) dioRSUDpTeluk
Kuantan”.
1.1.1 Sejarah RSUD Teluk Kuantan
Rumah SakitiUmum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan Kuantan, Riau
iadalah rumah isakit umum yangiberkomitmen memberikani pelayanani

4
kesehatan berkualitasi dari istaf iberdedikasi idan iprofesional, iyang
ididukung ioleh teknologiqterkinii dan istandar fasilitasi kesehatani terdepan.
RSUD Teluk Kuantan terletak di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah
Daerah Kabupaten Kuantan Singingi yang dibangun diatas areal tanah
berbukit dengan luas ± 14.000 m2 dengan desain bangunan horizontal dan
memulai kegiatan operasional pertama kali dengan nama Rumah Sakit Umum
Daerah Teluk Kuantan
Pada 28 Februari 2002 melalui Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi
Nomor 63 tahun 2002 tentang Struktur Organisasi dan Tata kerja (SOT)
RSUD Teluk Kuantan. Struktur ini berubah pada tahun 2003 melalui
Peraturan Daerah Nomor 01 tahun 2003 tanggal 12 Maret 2003 tentang
Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Kuantan Singingi dengan klasifikasi D.
Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
834/MENKES/SK/VII/2004 tentang Rumah Sakit Umum Daerah Teluk
Kuantan Milik Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau sebagai
RSU type D yang selanjutnya dirubah kembali melalui Peraturan Daerah
Kabupaten Kuantan Singingi Nomor 05 Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Kuantan Singingi dimana klasifikasi rumah sakit naik menjadi type
C pada tanggal 22 Desember 2009 melalui Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 1246/MENKES/SK/XII/2009 dan pada Desember
2023 dilakukan penilaian akreditasi Rumah Sakit yang berpedoman pada
STARKES dan mendapatkan hasil penilaian terakreditasi Paripurna.

RSUD Teluk Kuantan Kapasitasi tempati tidur rawat inap sejumlah 117,
didukungd olehd tenagad medis yangi berkomitmen. Demi efektifitasi
layananidani mencegahi kelalaiani manusia, RSUD Teluk Kuantan
menggunakan teknologii sistemi informasid terpadu, Electronicd
MedicaldRecord (EMR). Seluruhd datad pasiend tersimpand dalam sistemd
elektronikd (EMR) sehinggad memudahkand stafd kami duntuk dmengakses

5
data ddan menganalisisd informasid medis, sertad meningkatkand kecepatand
pelayanan diagnosa.
Sebagai daerah yang berada di salah satu jalur lintas timur Kabupaten
Kuantan Singingi berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan di
sebelah Utara, Provinsi Jambi disebelah Selatan, Provinsi Sumatra Barat
disebelah Barat dan Kabupaten Indragiri Hulu disebelah timur. Kabupaten
Kuantan Singingi dilewati dua sungai besar yang memengaruhi perilaku
masyarakatnya yaitu Sungai Kuantan dan Sungai Singingi. Pada Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2008 disebutkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah
adalah Lembaga Teknis Daerah dan merupakan unsur pendukung tugas Bupati
Kuantan Singingi bidang kesehatan yang dipimpin oleh direktur dalam
struktur eselon IIIa yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab
kepada Bupati Kuantan Singingi melalui Sekretaris Daerah dengan susunan
organisasi sebagai berikut:
1. Direktur
2. Bagian Tata Usaha yang membawahkan:
a. Sub. Bagian Umum
b. Sub. Bagian Program
c. Sub. Bagian Keuangan
3. Bidang Pelayanan Medis yang membawahkan:
a. Seksi Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
b. Seksi Etika dan Mutu Pelayanan Medis
4. Bidang Pelayanan Non Medis yang membawahkan:
a. Seksi Sarana dan Prasarana
b. Seksi Rekam Medis
5. Bidang Keperawatan yang membawahkan:
a. Seksi Asuhan dan Pelayanan Keperawatan
b. Etika dan Mutu Keperawatan

6
Gambard1.1
Struktur Organisasi RSUD
Selain tenaga struktural yang merupakan jabatan administrasi yang telah
dilantik oleh Bupati Kuantan Singingi proses pelayanan kesehatan dibantu oleh
tenaga fungsional tertentu dan pelaksana dan beberapa komite seperti Komite
Medik, Komite Keperawatan Medik, Staf Medik Fungsional dan Instalasi-
instalasi.
Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai tugas:

7
1. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dengan mengutamakan
upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan
upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.
2. Melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan rumah sakit.
Untuk menjalankan tugas tersebut di atas, RSUD mempunyai fungsi;
a. Pelayanan medis
b. Pelayanan penunjang medis dan non medis
c. Pelayanan dan asuhan keperawatan
d. Pelayanan rujukan
e. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan
f. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan
g. Pengelolaan administrasi dan keuangan.
Selanjutnya Rumah Sakit Umum Daerah berubah bentuk menjadi Unit
Pelaksana Teknis dibidang kesehatan yang memilik otonomi dalam
pengelolaan keuangan dan barang milik daerah serta bidang kepegawaian.
Rumah sakit Umum daerah Dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung
jawab kepada Kepala Dinas, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Kuantan Singingi nomor 04 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi.
1.1.2 Visi dan Misi RSUD Teluk Kuantan
Visi menjadikan RSUD Teluk Kuantan sebagai rumah sakit rujukan yang
bermutu dengan pelayanan prima di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan
sekitarnya.
Misi RSUD Teluk Kuantan adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan rujukan yang
berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan pasien, berkualitas serta
terjangkau bagi seluruh lapisan Masyarakat.
2. Mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia melalui
pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan
pelayanan dan kemajuan iptek kedokteran.

8
3. Menyelenggarakan manajemen rumah sakit dengan prinsip good
governance sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Menjalin dan mengembangkan kerjasama dengan stake holder.
5. Melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkani latarpbelakang permasalahan diatas, makappertanyaan
Penelitianp yangpdalam penelitian inipadalah
1. Apakah Perceived Usefulness berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di
RSUD Teluk Kuantan?
2. Apakah Perceived Ease of Use berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di
RSUD Teluk Kuantan?
3. Apakah Attitude Toward Using berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di
RSUD Teluk Kuantan?
4. Apakah Behavioral Intention To Use berpengaruh terhadap penerapan
SIMRS di RSUD Teluk Kuantan?

1.3 Tujuan Penelitian


Sesuaiadengan rumusani masalahi diatas, imaka tujuani
penelitianiiniiadalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Perceived Usefulness
berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use
terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Attitude Toward Using
berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.
4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Behavioral Intention To Use
berpengaruh terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.

9
1.4 Manfaat Penelitian
Adapuni manfaat yangidiharapkanidari hasili penelitian iniiadalah:
1. Teoritisi
Penelitian ini bermanfaat sebagai sebuah karya ilmiah yang
diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan
ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang manajemen informasi rumah
sakit. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak
manajemen RSUD Teluk Kuantan dalam mengevaluasi dan meningkatkan
penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), guna
menunjang efektivitas, efisiensi, serta mutu pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat.
Selain itu, penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan
masukan konstruktif bagi para pemangku kebijakan, pengelola SIMRS,
serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam operasional sistem, sehingga
implementasi SIMRS dapat berjalan secara optimal sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi terkini.
Lebih lanjut, hasil dari penelitian ini juga dapat dijadikan referensi
bagi penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan evaluasi
teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan, khususnya yang
menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM),
sehingga dapat memperkaya literatur akademik dan praktik di lapangan.
2. Praktisi
a. Manfaat bagi Institusi Pendidikan
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi institusi
pendidikan, khususnya program studi atau fakultas yang berkaitan
dengan manajemen rumah sakit, sistem informasi kesehatan, kesehatan
masyarakat, maupun teknologi informasi. Hasil penelitian ini dapat
dijadikan sebagai referensi akademik yang memperkaya koleksi pustaka
institusi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa dalam
proses pembelajaran, diskusi kelas, maupun dalam penyusunan tugas
akhir atau skripsi. Selain itu, penelitian ini juga dapat mendukung

10
pengembangan kurikulum atau materi perkuliahan yang relevan dengan
topik evaluasi sistem informasi rumah sakit dan penerimaan teknologi
dalam layanan kesehatan.
Dengan adanya karya ilmiah ini, institusi pendidikan memiliki
bukti nyata kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan ilmu
pengetahuan terapan yang kontekstual, terutama dalam menjawab
tantangan digitalisasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini juga dapat
menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam penerapan
metodologi penelitian kuantitatif berbasis model teoritis seperti
Technology Acceptance Model (TAM), sehingga mendorong kualitas
penelitian mahasiswa ke depan menjadi lebih sistematis dan berbasis
teori yang kuat.
b. Manfaat bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat menjadi rujukan yang relevan dan bermanfaat
bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang tertarik mengkaji topik serupa,
baik dalam lingkup rumah sakit, puskesmas, maupun institusi layanan
publik lainnya. Penelitian ini menyajikan kerangka teoritis yang jelas,
alat ukur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pendekatan
analisis data yang dapat dijadikan panduan dalam menyusun dan
melaksanakan penelitian lanjutan.
Dengan menggunakan metode TAM sebagai pendekatan, peneliti
selanjutnya dapat melakukan pengembangan atau modifikasi model
dengan menambahkan variabel baru (seperti kepuasan pengguna,
kualitas sistem, atau dukungan organisasi) yang relevan dengan
konteks penelitian mereka. Penelitian ini juga membuka ruang untuk
kajian kualitatif yang mendalam atau studi komparatif antar institusi,
sehingga secara tidak langsung mendorong pertumbuhan penelitian
interdisipliner di bidang manajemen informasi dan pelayanan
kesehatan.

11
c. Manfaat bagi Peneliti
Bagi peneliti sendiri, penelitian ini memberikan manfaat yang
sangat besar dalam mengembangkan kemampuan akademik,
metodologis, dan praktis. Melalui proses penelitian ini, peneliti
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem
informasi manajemen rumah sakit, faktor-faktor yang memengaruhi
penerimaan teknologi, serta bagaimana menyusun dan mengelola
penelitian secara sistematis.
Penelitian ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi
peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data lapangan,
berinteraksi dengan responden, serta menyusun laporan ilmiah secara
komprehensif. Pengalaman ini sangat berharga tidak hanya untuk
penyelesaian studi, tetapi juga sebagai bekal profesional di dunia kerja,
terutama jika peneliti berkarier di bidang kesehatan, teknologi
informasi, manajemen rumah sakit, atau sebagai akademisi.
Selain itu, penelitian ini dapat menjadi motivasi dan titik awal bagi
peneliti untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau melakukan
penelitian.

12
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


2.1.1 Rumah Sakit
[Link] Definisi Rumah Sakit
Berdasarkand Undangd-dundang Republikd Indonesiad Nod.17d Tahun
2023 tentang kesehatand, rumahd sakitoadalah Fasilitasi Pelayanani Kesehatan
yangi menyelenggarakani Pelayanani Kesehatan iperseorangan isecara
paripurnai melalui iPelayanan iKesehatan ipromotif, ipreventif, ikuratif,
rehabilitatifi, dani/ iatau paliatifi dengani menyediakani pelayanani rawat inap,
rawat jalani, dani Gawat Darurati.
Menuruti WHO (iWorld Health Organizationi) Tahuni 2007, irumah
sakit adalahibagiani integrali dari suatuiorganisasi sosiali dan ikesehatan
dengani fungsi imenyediakan ipelayanan iparipurna (ikomprehensifi),
penyembuhani penyakiti (ikuratifi), dani pencegahani penyakiti (ipreventifi)
kepadai masyarakati. Rumahi sakiti jugai merupakani pusati pelatihanibagi
tenagai kesehatanidan pusati penelitiani mediki.
[Link] Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Rumahi sakiti menyelenggarakanifungsi pelayanan kesehatan
perseorangan dalami bentuki spesialistiki dani atau subspesialistiki. Selaini
ipelayanan kesehatani perseorangani dalami bentuki spesialistiki dani ataui
subspesialistiki, rumahi sakiti dapati memberikani pelayanani kesehatani
dasari. iSelain menyelenggarakani pelayanani kesehatani perseorangani,
rumahi sakiti dapat menyelenggarakani fungsi pendidikanidan penelitiani di
ibidang ikesehatan. Setiapi rumahi sakit harusi menyelenggarakani tata kelolai
rumah sakiti dan itata kelolai klinisi yangi baiki. Rumah sakiti dapati
diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, PemerintahiDaerah, atau masyarakat.
Rumahi sakiti iyang diselenggarakani olehi Pemerintahi Pusati atau
iPemerintah iDaerah idalam memberikani layanani kesehatani dapati
menerapkani polai ipengelolaan keuangani badani layanani umumi sesuai

13
dengani ketentuani peraturan perundangi- undangani. Rumahi sakiti yang
ididirikan ioleh imasyarakat eharus berbentuki badani hukumi yangi kegiatani
usahanyai hanyai bergeraki di ibidang pelayanani kesehatani.
[Link] Klasifikasi Rumah Sakit
Menuruti Peraturano Menteri Kesehatano Republiko Indonesia oNomor
No.56 oTahun o2014 berdasarkano jeniso pelayanano yang odiberikan, orumah
sakiti dikategorikan idalam RumahySakit Umumedan Rumah SakitiKhusus.
1. Rumahi Sakiti Umumi sebagaimanai dimaksudi dalami Pasali 11
diklasifikasikani menjadi:
a. RumaheSakit UmumiKelas A
b. Rumahi Sakit UmumiKelas B
c. Ruamhi Sakit UmumiKelas Cidan
d. Rumahi SakitaUmumiKelas D
2. Rumahi Sakiti UmumtKelasiDisebagaimana idimaksud padai ayat (i1i)
huruf didiklasifikasikani menjadi:
a. RumahiSakit UmumiKelas Di dan
b. RumahiSakitiUmumeKelas D Pratamae
3. Rumah eSakit e Khusus e sebagaimana e yang e dimaksud e dalam e pasal
11 diklasifikasikanimenjadi:
a. RumaheSakit KhususiKelas At
b. RumahvSakit KhususeKelas Bi
c. RumahcSakit Khusus Kelas Co
[Link] Penggolongan Rumah Sakit
Menurut ePeraturan eMenteri eKesehatan eRepublik IndonesiasNomor
No.56i eTahun 2014o e berdasarkanpjjenis pelayanani yang idiberikan, irumah
sakiti dikategorikani dalami Rumah Sakit iUmum dan iRumah SakitoKhusus.
1. RumahiSakit UmumdKelas Aq
Rumahi Sakiti kelasi A adalahi rumahi sakiti yangi mempunyai
fasilitas idan kemampuani ipelayanan imedik ipaling sedikiti terdiri iatas 18
(delapan ibelas) dokteri umum, 4 (empat) dokteri gigi iumum, 6 (enam)
idokter spesialisi dasar, 3 (tiga) idokter spesialisipenunjang, 3 (tiga) idokter

14
spesialisilain, 2 (dua) dokteri subspesialis, dane 1 (satu) doktere spesialis
gigi.
2. Rumah Sakit Umum kelas B
RumaheSakite Umume kelase B adalahe rumahe sakit eyang
emempunyai fasilitase dan ekemampuan pelayanane medike palinge
sedikite terdiri atas 12 (dua belas) edokter umum, 3 (tiga) edokter gigi
eumum, 3 (tiga) dokter spesialise dasar, 2 (dua) edokter espesialis
penunjang, 1 (esatue) idokter spesialisi lain, 1 (satu) idokter subspesialis,
dani 1 (satu) idokter ispesialis gigi.
3. Rumah Sakit kelas C
Rumahi Sakiti kelasi C iadalah irumah sakiti yangi mempunyai
ifasilitas dan kemampuan ipelayanan imedik ipaling sedikit iterdiri atas 9
(sembilan) idokteri umum, 2 (dua) dokteri gigi umum, 2 (dua) dokteri
spesialis dasar, 1 (satu) dokteri spesialisi penunjangi, dani 1 (satu) idokter
spesialis gigi.
4. Rumah Sakit kelas D
Rumahi Sakiti kelasi D adalahi rumahi sakiti yangi mempunyai
fasilitasi dan kemampuani pelayanani medik ipaling isedikit iterdiri iatas 4
(empat) dokter umum, 1 (satu) odokter gigi umum, dano 1 (satu)
dokteraspesialis dasar.
5. Rumah Sakit Khusus
Rumahi Sakiti Khususi adalah rumahi sakiti yangi memberikani
pelayanan utamai padai satu ibidang iatau isatu ijenis ipenyakit tertentui
berdasarkan disiplini ilmu, golongani umur, organ, jenisi penyakit, atau
ikekhususan lainnya. Rumahi sakit khususi meliputi rumahi sakit khususi
ibu idan anak, mata, otak, gigi idan mulut, kanker, jantungi dan ipembuluh
idarah, ijiwa, infeksi, paru, telinga-hidung-tenggorokan, bedah,
aketergantungani obat dani ginja.

15
2.1.2 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
[Link] Pengertian dan Komponen Dasar SIMRS
Sistemi Informasii Manajemeni Rumahi Sakiti adalahi sebuahi sistem
komputeri yangi memprosesi dan imengintegrasikan iseluruh ialur iproses
bisnis layanani kesehatani dalamibentuk jaringan koordinasi, pelaporani
dan iprosedur administrasii untuk memperolehi informasii secara cepat,
tepat, dan akurat. Saat inii Sistim InformasiiManajemen (SIM) iberbasis
komputer irumah sakit (iSIMRSi) merupakanisaranai pendukungi yang
sangat penting, bahkanubisa dikatakani mutlaki untuki mendukungi
pengelolaani operasionali rumah isakit.
Berbagaid rumahd sakitd yangd masihd tetapd bertahand menggunakan
dsistim administrasid konvensionald telahi menunjukani banyaknya
ikehilangan kesempatani memperolehi labai akibati dari ilemahnya
ikoordinasi dantar departemend maupun kurangnyad dukungan informasid
yang cepat, tepat, akurat, dand terintegrasi. dHal ini dtentu dsaja dakan
dmemengaruhi dkualitas layanand yang ddiberikan dkepada dpara
dpemangku dkepentingan khususnya pasien. Rumahi sakiti ini umumnyai
tertinggali dalami persaingani dengan rumahi sakiti yangi menggunakano
SIMRS.
Sebagaio contoh, padao sistem administrasid konvensional,
pencatatan biaya perawatan dibagiani keuangan dikumpulkani secara
ibertingkat imulai idari bangsal, bangsali belumi dapat membuati
perhitungani biayai karena imenunggu informasi hargadobat yang
diberikandkepada dpasien dari apotek, bangsald juga menunggud
informasi catatand biayad dari dlaboratorium, dseandainya dada jaminan
duang iyang dibayarkani ke ikasir jugai harusi menunggui keabsahani
datai tersebut, demikiani seterusnyai sehinggai pasien iyang iakan
melakukan pembayaran di akhiri perawatan harusi menunggui untuki
waktui yangi cukup lama. Belum lagid ada dunsur subyektifitasd
penghitungan iyang dilakukanioleh masing-masingi bangsali/ ruangani
karenai adai rumah sakit iyang imemberi wewenang kapadai kepalai

16
ruangani untuki mengestimasi isendiri tingkati kemampuan pasien dani
berapai tindakani perawatane ataupune obat-obatan yange tidak ditagihkan
ke pasien. Kondisie pemberiane potongan di emasing-masing ruanganeini
jelas eakan menimbulkan eakibat uyang kurangu baik, dimana pendapatani
rumahi sakit menjadi berkurangi dani insentif untuki jasai medis dipotongi
secarai sepihak yang padai akhirnyai akani menimbulkani standar ganda
perawatan (Handiwidjojo, 2009).
Pembangunani sistem einformasi rumahe sakite berbasise
komputereakani membentuk irumah isakit idigital iyang dapati dipahami
dengan merujuki padai definisi iperusahaan idigital idimana ihampir
isemua iproses bisnisi dan hubungani dengani pelanggan, pemasok, mitrai
kerjai dan ipihak internali perusahaan, sertae pengelolaan aset-aset
perusahaaneyang meliputi propertid intelektuald, kompetensid utamad,
keuangand dani asumber daya manusia (SDM) dilakukani secaraqdigital
(wLaudon, 2004d).
PembentukaniSI tersebuti tentuisaja bukan
sekedarimengotomatisasikan proseduri lamai, tetapid menatad dan
dmemperbarui bahkan menciptakan aliran datae yangi baru yangi lebihi
efisieni, imenetapkan iprosedur ipengolahan idata yangi baru secara itepat,
sistematisi dan isederhana, menentukani model penyajiani yang informatifi
dani standari, sertai mendistribusikani informasi secarai efektife (Oetomo,
2002).
Sisteme Informasie merupakani komponeni dasar pembentuki
rumah sakiti digitali, karenai suatui rumah sakiti dapati dikategorikani
sebagai irumah sakiti digital (secarai administratif manajeriali), ibila
empati komponen idasar sistemi informasi itelah idikelola isecara idigital,
iyaitu: iSupply iChain Managementi Systemsi, Enterprisei Systems,
iCustomer iRelationship iManagement iSystems, dani Knowledgei
ManagementiSystems (iLaudon, 2004i).
1. Supplyi ChainiManagement Systems.

17
Berfungsiduntukd mendigitalisasikand Supplyd Chaind Management
Systems ataud rantaid pasokand barang, sehinggad hubungand antara rumah
sakit dengani parai pemasoki dapati dioptimalkan. iKegiatan iperencanaan,
pemesanani dan pasokani bahani baku, obati maupuni peralatani medis
dapat dikoordinasikani dengani baiki dani efisien. Dalam hali rantai
ipasokan ini, rumahi sakiti perlu mengelolai alirani informasi idengan
pemasok, khususnyai untuki menjamini tersedianyai bahani dan iperalatan
imedis. Sistemi Informasii ini idiharapkan idapat imenciptakan iefisiensi
idalam pengelolaani persediaan, dimanai memungkinkani penerapani sistem
iJust in Time bahkani Stocklessi Inventory Methodi (Laudon, 2004).
2. Enterprise Systems.
Berfungsi untuki mengkomputerisasi isistem perusahaani dalami hali
ini sistemi rumah sakit, sehingga dapati mengkoordinasikan proses-proses
internali utamai dari irumah sakit, imengintegrasikan idata idari isemua unit,
seperti ifront office, layanan rawat inap, rawati jalan, poliklinik, apotek,
laboratorium, keuangan, SDM, investasi, dan persediaand. Komputerisasi
yang terintegrasid dari setiap unit yang ada memungkinkan pengelola untuk
mengetahuidkondisi objektifdrumahd sakitd baikisecara keseluruhan
maupun perdunit dmelalui laporan-laporan manajeriald yangd dapatd
disusun setiap saat secara cepatd dan akurat, sehinggad pengelola dapatd
membuat Keputusan-keputusani yang tepati dani melakukani kontroli
ikualitas terhadapi layanano maupun oproduk medis olainnya. Sementarao
itu, para pasiena dapati memperolehi informasi isecara irinci tentangi
biayai-ibiaya yangi harusi ditanggungi tanpai harusi mondar-mandir ke
iunit-unit yang memberikani layanani.
3. Customeri Relationshipi Management Systems.
Berfungsi untukomendigitalisasikanosistemomanajemen hubungan
dengani pelanggan, sehingga dapat mengintegrasikan dan imemelihara
relasi antarai rumahi sakiti dengani pasien, penggunai jasa ikesehatan idan
pihak- pihaki terkaiti lainnya. Rumahi sakiti perlui terusi imenerus
membanguni dan menjagai relasi idengan semuai pihaki yangi terkait, agar

18
dapati menciptakan rasai amani dan inyaman ibagi pihak-pihaki yang
menggunakani jasa layanan medisi dan imelakukan kerjasamai baiki dalam
hali pemenuhani kebutuhan rumah sakit, pengembangani jasai layanani
medis dani penyediaan infrastruktur. Misalnyad memberikan ucapan
selamat kepadai pasieni yang melahirkan, memberikani penawarani
pertamai kepada rekanani penyedia infrastrukturi saati rumahi sakiti akani
membanguni dan lain sebagainya.
4. Knowledge Management Systems.
Berfungsi untuk mengkomputerisasikan sistem manajemen
pengetahuan, sehinggai mendukungi pencatatan, ipenyimpanan dan
penyebarani dari pengetahuani dan ikeahlian. iSistem ini itidak saja
imengolah adata itransaksi untuki menghasilkani informasi iberupa ilaporan
manajerial, melainkan menghasilkanu suatui pengetahuan ibaru. iPengelola
dapat imengeksplorasi datai warehousei untuki menemukanudata mining
yangememberi pengetahuani baru i berupa gambaran i pola i atau i korelasi
dari pengguna jasa i kesehatan i di rumah i sakit i yang dikelolanya atau
pola-pola i yang i terjadi i di setiap i unit. Pengetahuan-pengetahuan i yang i
diperoleh tersebut, tentuo sangato berperani untuk imenyusun rencana
ijangka panjang, mennyusuni strategi idan imenciptakan programi-iprogram
layanan dani sistem pengelolaan yangdinovatif.
[Link] Pertimbangan Dalami Membangun SIMRS
Pembangunani SIMRSi tidaki bolehi dilakukan isecara parsiali tetapi harusi
terintegrasid dengani mempertimbangkan berbagai sudut. iaKita bharus
melihati dari suduti administratifi yang mengelolai data-data ipasien, transaksi,
ataud juga ddari sisi dpasien yang dcenderung dmengutamakan pelayanand
kesehatan. Pasien akand senangd jika drumah dsakit dmampu memberikand
kemudahand mendaftard dan ememilih dokter, emenetapkan nomore antriane
dimanae semuae itu edapat dilakukane lewat mobile JKN. Pembayarand biayad
perawatand tidakd harus dtunai tetapi dbisa dengan creditd cardd ataud debitd
card, dand masiho banyakd lagi kemudahani layanani yangi dapati disediakani

19
olehi rumah sakit. OLehi sebab itud dalami membanguni SIMRSi kitai perlui
mempertimbangkani banyak faktori diantaranya adalaho:
3 Kebutuhan Pasien.
Harapandpasien dari sebuah ipelayanan kesehatani adalah
idiberikannya layananiyang cepat, nyamanidan berkualitas.
Tingkatimobilitas pasien iyang tinggidmenuntut adanyadkomunikasi dan
pelayananiyang cepat antaraipasien daniinstitusi kesehatan, yang
selanjutnyaiantara pasien dengan dokter. Pasien akani sangati tertolongi
bilaisistem rumah isakit mampu imenyediakan kemudahani mendaftari ke
dokteri seperti lewatemobile JKN. Namun bagiepengguna
perangkatikomunikasi, hal iniopenting karenas faktor-faktor sepertis
kecepatan, kenyamanan, danidata yang [Link]
4 KebutuhaniPengelola RumahoSakit.
Tentunya pihak manajemen rumahisakit menginginkandsebuah
sistemfideal yangidapat mengeloladsemua transaksieyang ada secara akurat,
efisien, dan cepat, sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pembuatan
laporan untuk setiap unit pelayanan medis karena setiap laporan akan
tercetak dan terkirim secara otomatis. Apabila hal ini dapat terwujud dan
sistem mampu mengelola dan menyajikan data dengan baik, maka pihak
manajemen akan sangat diuntungkan karena dapat mengurangi beban kerja
yang dibutuhkan untuk membuat laporan dan mengurangi jumlah pekerjaan
yang harus diselesaikan. Pengegolahirumahisakitidapat memanfaatkan
penghematan ini untuk pengembangan SDM, pengembangani fasilitas
rumahi sakit, dan kesejahteraan karyawan yang lebih baik.
5 Kemampuan Pengembang.
Banyaku pengembangi yang menawarkani berbagai macami isolusi
iuntuk kebutuhani sistemi informasi irumah isakit. iDari iperorangan
isampai yang bermaind dibelakangd badan usaha (CV/ PT). dPengelola
drumah dsakit harusd pintard dalame memilihd pengembang SIMRS.
Banyak pengembang yangd memiliki kelemahand dimana dbelum
dmengetahui dkondisi drumah sakitd itu dsendiri. dUntuk itu dperlu

20
dadanya dpenghubung dantara dpihak pengembangd dan drumah sakitd
yaitud mediatord yangd sering ddisebut sebagaid System Analyst. Orang dini
tahu tentangi rumahi sakiti dan isistem yangi akani dibuat. Seorangi systeme
analyste tidak harus eahli ekomputer, yange pentinge orange tersebuti cukup
itahu tentang iiadministrasi iirumah sakit danisedikit banyak tahu tentangi
sistem komputer, sehinggai tidak menutupi kemungkinani dia adalahi
seorang tenaga medisi atau itenaga kesehatan. i
Bilamana pihak pengelola irumah sakit ingin agar iSIMRS iyang
dibanguni dapati berhasild diaplikasikand dengan dbaik di rumah sakit, maka
hal-hal berikut inid harus diperhatikand:
1. DevelopmentiMaster Plano
Cetaki biruipembangunan harusidirancang denganebaik mulai dari
survei awali hinggaiberakhirnya implementasi, yang perluediperhatikan
adalah terlibatnyaefaktor pengalamanadalam membangunipekerjaan
yangusama, sertayperan sertapsemua bagianadalam organisasiadalam
mensukseskan Sistemi Informasi Manajemeni yangdakani dibangun,
masteriplan iniuyang akanomenjadi acuanepembuatan sebuahosistem
untukojangka waktuptidak terbatasi.
2. Integrated
Integrasidantar semua bagiani organisasi imenjadi satu ikesatuan,
akan membuatdsistem berjalanddengandefisien dandefektif
sehinggadkendala-kendalad sepertidre-entry dan ketidak konsistenan data
dapat ddihindarkan, dengan harapan pengguna sistem imemperoleh
manfaatdyang ddapat dirasakanisecaradlangsung, perubahandpola
kerjaodari manuali ke komputeri akan menimbulkaniefek baik daniburuk
bagi seorangitenaga medis.
3. DevelopmentiTeam
Timi yangi membanguniSistem Informasid [Link]
ahlipdan berpengalamanidi bidangnya, beberapa bidangpilmu yang harus
ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang
baikpadalah ManajemenpInformasi, TeknikpInformatika,

21
TeknikpKomputer. Timfini perlupjuga melibatkanepara dokter, perawat,
farmasi, tenagaekesehatan lain, stafeadministrasi, manajer, dan jikaeada
tentudsaja orang-orang yangemengerti tentange sistem
informasiemanajeman khususnyafrumah sakit.
4. Teknologi Informasi.
Ketepatani dalami memilihi TeknologitInformasi sangatepenting
dalam pembangunan, komponen-komponen TeknologitInformasi
secaratumum adalahi PerangkatiKeras (Hardware), PerangkatiLunak
(Software)idan Jaringani (Network).
5. Perubahandbudaya kerjafdari manualeke otomasi.
Perubahangbudaya iniytidak mudahpdilakukan, bahkandtidak
jarangijustru mengganggud proses migrasiddari manualdke
otomasidberbasis komputer. Meninggalkandkebiasaan kerjadyang sudah
imendarah dagingi (zona nyamanibekerja) danibersedia belajarduntuk
meyesuaikanddiri dengan sistemdyang baru, dbukanlah haldyang mudah.
Kadang-kadangidiperlukan keberanian, dketegasan dandkesepakatan
bersamadantara pimpinanibdan karyawan.
Penggunaan SIMRS sudah diterapkan dari Desember 2022. RSUD
Teluk Kuantan juga sudah memiliki Electronic Medical Record (EMR)
seiring dengan perkembangan kebutuhan dan peningkatan pelayanan
kesehatan, RSUD Teluk Kuantan juga mengembangkan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakiti (SIMRS) yang disebut denganiiisistem PILAR.
Sistem baru ini menjawab tantangan dari akreditasi dimana elemen yang
dibutuhkan sebagai bukti pelayanan kesehatan dan kegiatan manajerial
rumah sakit terdokumentasi dengan baik dengan sistem baru ini.
Penerapan sistem baru ini baru mulai diterapkan di Desember 2022.
Sistem PILAR memiliki Fitur atausmodul yangdcukup
lengkapddiantaranya:
1. ModulfPendaftaran
2. ModuleDokter
3. Modul Perawat

22
4. Modul Farmasi
5. Modul Penunjang Medis (Laboratorium, Radiologi, Gizi, Rekam medis,
Gizi)
6. Modul Logistik Umum dan medis
7. Modul Kasird
8. Modul Keuangane
9. Modul laporane
[Link] Metode-Metode yang digunakan dalam mengevaluasi SIMRS
Metode TAM dalam sistem informasi kesehatan menurut (Fahmi Hakam,
2016) dibagi menjadi lima yaitu:
1. Technology Acceptance Model (TAM)
Technologyi Acceptancei Modeli (TAM) merupakan Salah satu
model penerimaan teknologi yang paling berpengaruh dan paling banyak
digunakan dalam penelitian di bidang teknologi informasi. Penelitian
TAM sebelumnya telah banyak menggunakan berbagai jenis model
dengan tujuan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan
penjelasan yang lebih baik tentang proses penerimaan teknologi pada
individu.
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang telah
banyak dimodifikasi dan digunakan dalam penelitian tentang sistem
penerimaan informasi di berbagai bidang. TAM juga dapat digunakan
untuk mengevaluasi SIMRS. TAM menjelaskan hubungan kausal antara
keyakinan (manfaat sistem informasi dan kemudahan penggunaannya) dan
perilaku, kebutuhan, serta pengguna sistem informasi. TAM bertujuan
untuk menjelaskan dan menyimpulkan penerimaan pengguna terhadap
sistem informasi. (Supriyati & Cholil, 2017). Technologyi Acceptance
Modeli (TAM) iyaitu sebuah modeli untuki menjelaskano dan
imemprediksi penerimaani penggunai terhadapi suatui teknologi
iberdasarkan ipengaruh dua faktori, iyaitu persepsi ipemanfaatan
(perceived usefulness) idan perserpsi ikemudahan ipengguna (perceived

23
ease of use). iMenurut (Supriyati & Cholil, 2017) Technology Acceptance
Model (TAM) dibagi menjadi 5 aspek yaitu:
a. Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use)
Perceived Ease of Use adalah sejauh mana seseorang percaya
bahwa penggunaan suatu sistem akan bebas dari usaha yang berat.
Jika sistem mudah dipelajari dan digunakan, maka kemungkinan besar
pengguna akan menerima dan menggunakannya. PEOU dalam SIMRS
mencakup kemudahan dalam navigasi, kejelasan menu, dan
kepraktisan dalam penginputan data.
b. Persepsi Kegunaan atau Kemanfaatan (Perceived Usefulnes)
Perceived Usefulness adalah sejauh mana seseorang meyakini
bahwa menggunakan suatu sistem akan meningkatkan kinerja
pekerjaannya. Dalam konteks SIMRS, PU berkaitan dengan seberapa
besar keyakinan tenaga kesehatan bahwa SIMRS dapat membantu
mempercepat dan mempermudah pekerjaan mereka, seperti pencatatan
data medis, pengelolaan pasien, hingga laporan administratif.
c. Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude Toward Using)
Attitude Toward Using adalah sikap pengguna terhadap
penggunaan sistem informasi. Sikap ini dibentuk oleh persepsi
terhadap kegunaan dan kemudahan sistem. Jika pengguna merasa
bahwa sistem berguna dan mudah digunakan, maka sikapnya akan
positif terhadap sistem tersebut.
d. Minat Perilaku Pengguna (Behavioral Intention to Use)
Behavioral Intention to Use merupakan niat atau keinginan
seseorang untuk menggunakan sistem dalam aktivitas kerjanya. Niat
ini sangat dipengaruhi oleh sikap pengguna dan persepsi terhadap
kegunaan sistem.
e. Penggunaan Senyatanya (qActual Useq)
Actual System Use merujuk pada perilaku nyata dari pengguna
dalam menggunakan sistem tersebut secara aktif. Penggunaan aktual
dipengaruhi oleh niat perilaku yang terbentuk sebelumnya.

24
2. Task Technology Fit (TTF) Analysisq
Modeli evaluasi ini idikembangkan oleh iGoodhue dan Thompson,
(1995). Teknologyi informasi imempunyai dampaki positif bagi kinerja
individu dan digunakan jikad kemampuand teknologid informasi dsesuai
dengan tugas-tugas yang dihasilkani dari pengguna. Task Technology Fit
(TTF) adalahd kesesuaiand kapabilitas dteknologi bagid kebutuhan tugas
pekerjaand yaitu dkemampuan dinformasi teknologid yang dmemberikan
dukungane terhadape pekerjaan. Modele TTFu merupakane teknologi
informasie yange digunakane padae fungsiq dan manfaatq yang tersedia
dan mendukung aktivitasqpengguna.
Task Technology Fit memiliki beberapa komponen yaitu:
a. Konstrukekunci adalah TaskeCharacteristics
b. TechnologyesCharacteristics yang memengaruhirkonstruk
c. TTFq yang terbalik qdi qpengaruhi olehq variabelq outcomeq
yaitu performance danqUtilization
3. End User Computing (EUC) Satisfaction
Endo-zuser computing cadalah sejumlahz studi yang idilakukan
dalam mengcapturez seluruhz evaluasi, yaituz penggunaz yang zakhir
harus menganggapobahwa penggunaanz dari satui sistemdinformasi
(contohnya kepuasan) dani adafbanyaki faktor iuntuk membentuki
ikepuasan.
Evaluasi denganimodel ini imenekankan ikepuasan
penggunaiterhadap i6 aspekidiantarahnya:
a. Aspeketeknologi
b. Menilaidisi
c. Keakuratane
d. Formati
e. Waktui
f. Memudahkan penggunaan sistemi
4. Human-Organization-Technology (HOT) FitdModel

25
Modelwini mempunyai komponendpenting dalamasistem
informasidyaitu, manusiae(human), organisasi (organization),
dandteknologif(technology) serta sesuai dengan hubungan diantarahnya.
Dimana komponen ini mempunyai pengertian tersendiri yaitu:
a. Manusiaq (rhumani) merupakan evaluasi suatu sistem informasi
berdasarkan kegunaannya (system use), frekuensi dan cakupan
fungsi, serta investigasi, yang berhubungan dengan pengguna
sistem, tingkat penggunaan (user level), pelatihan, pengetahuan,
sikap penerimaan (acceptance), harapan, dan penolakan
(resistance).
b. Kepuasani penggunad adalah semua penilaian tentang
kemungkinan dampak pada sistem informasi dan pengalaman
pengguna saat menggunakannya.
c. Useri satisfaction berkaitan dengan pandangan tentang
keuntungan (utilitas) dan sentimen pengguna mengenai sistem
informasi yang memengaruhi sifat individu.
5. Modeli Delonefdan McLeane
MenurutdDelone daniMcLeani agaresistem informasioyang efektif,
yang berdampak positif pada organisasi, khususnya untukesistem
informasiayang mulaiadigunakan secaradrutin dalam operasi. Untuk
mencapai kualitas sistem dan kualitas informasi yang tinggi pada awalnya.
Delone dan McLean mengembangkan model yang mencakup tahapan
kualitas layanan, keuntungan pribadi, dan keuntungan organisasi yang
diubah menjadi keberhasilan dampak keseluruhan.
2.1.3 Penilaian
Dalam ipenilaian iyang peneliti ilakukan idengan imelakukan surveyi
berupai kuisioner terhadap seluruh kariawan atau petugas yang
menggunakan Sistem Informasi Manajemen (SIMRS) di seluruh bagian
Departemen yang menggunakan PILAR. Petugasi yang imengoperasikan
SIMRSi memmberikani pendapati bahwai SIMRSi yang diterapkani di
iRSUD Teluk Kuantani memudahkani kinerjai petugasi dalam imelakukan

26
pekerjaani khususnyai dalam hal efisiensi iwaktu ipengelolaan idata ipasien.
Hali tersebuti dipercayai ipetugas bahwai SIMRSi memberikani dampak
positifi yaitudmeningkatkand kinerjad petugasd dalam
menggunakanusebuah sistem informasi.

2.2 Penelitian Terdahulu


Penelitian ini didasari dari penelitian terdahulu, baik dari jenis penelitian
maupun teori yang digunakan, dan teknik metode penelitian yang digunakan
penjelasannya di bawah ini sebagai berikut:
Tabel 2.1
Tabel Penelitian Terdahulu
Penelitian &
No Tahun Judul Metode Perbandingan
Penelitian
1 Akbarini Using Survei kuantitatif, TAM diterapkan
(2024) Technology PLS-SEM pada guru bisnis.
Acceptance Variabel
Model to eksternal seperti
Explain self-efficacy &
Teachers’ social norm diuji
Adoption of terhadap PU dan
Digital PEOU.
Technology in
Business
Education
2 Hasni et al. The technology Survey kuantitatif PU & PEOU
(2021) acceptance (n = 399) + SEM diuji bersama
model revisited: (AMOS) faktor eksternal:
empirical compatibility,
evidence from enjoyment, e-
the tourism trust, dan
industry in expertise. PU
Pakistan lebih dominan
pengaruhi niat
pakai platform.
3 Naomi Evaluasi HOT Fit (Human • Lokasi

27
F. SIMRS Organization & data
Jober Menggun Technology) Model. Penelitia
(2017) akan n
Metode Berbeda
Technolo • Jumlah
gy Sampel
Acceptan berbeda
ce Model • Metode
(TAM) yang
Pada akan
Bagian digunaka
Rawat n TAM
Inap (Technol
RSUD ogy
Aberupa Acceptan
Jayapura ce
Provinsi Model)
Papua dan juga
data
penelitian
yang
berbeda.
4 Utami, Evaluasi PRISM • Lokasi & data
A.D. Kinerja (Performance of Penelitian
(2013) Sistem Routine Information Berbeda
Informas System • Jumlah Sampel
i Management) berbeda
Kesehata • Metode yang
n di
akan digunakan
Provinsi
Kepulaua TAM
n Bangka (Technology
Belitung Acceptance
Model) dan juga
data penelitian
yang berbeda.

5 Rospandi, A. Evaluasi Metode yang • Lokasi


(2012) Kepuasan digunakan adalah & data
Pengguna (User studi kasus dengan Penelitia
Satisaction) pendekatan n
Situs Sistem deskriptif Berbeda
Informasi exploratif. • Jumlah
Manajemen Sampel
Kesehatan

28
Pelabuhan di berbeda
Kantor
Kesehatan • Metode yang
Pelabuhan Kelas akan digunakan
II Mataram TAM
Provinsi Nusa (Technology
Tenggara Barat Acceptance
Model) dan juga
data penelitian
yang berbeda.
6 Sumaryono, Faktor-Faktor HOT Fit (Human • Lokasi
D.(2011) Penyebab Organization & data
Kegagalan Technology) Model. Penelitia
Penerapan n
Sistem Informasi Berbeda
Manajemen • Jumlah
Kepegawaian Sampel
(SIMPEG) di berbeda
Dinas Kesehatan
Kabupaten • Metode yang
Rejang Lebong. akan digunakan
TAM
(Technology
Acceptance
Model) dan juga
data penelitian
yang berbeda.
7 Prasetya, Evaluasi Metode yang • Lokasi
A.W.H.(2009) Implementasi digunakan dalam & data
Sistem Informasi penelitian ini adalah Penelitia
Manajemen penelitian deskriptif n
Rumah Sakit di dengan melakukan Berbeda
RSUD Kota studi kasus dan • Jumlah
Yogyakarta didukung dengan Sampel
analisis kuantitatif berbeda
dan kualitatif. • Metode
yang
akan
digunaka
n TAM
(Technol
ogy
Acceptan
ce
Model)
dan juga
data

29
penelitian
yang
berbeda.
• Sampel yang
digunakan
sebanyak 50
orang responden.
8 Purba, E.L. Akseptasi dan Model HOT • Lokasi
(2007) Kepuasan (Human & data
Pengguna Organization Penelitia
Sistem Informasi Technology), n
Rumah Sakit Sampel 11 orang Berbeda
(SIRS) di • Jumlah
Rumah Sakit Sampel
Umum Daerah berbeda
(RSUD) • Metode
Pematangsiantar. yang
akan
digunaka
n TAM
(Technol
ogy
Acceptan
ce
Model)
dan juga
data
penelitian
yang
berbeda.
Sampel yang
digunakan
sebanyak 50
orang responden.
9 Venkatesh & A Theoretical Longitudina Mengem
Davis (2000) Extension of the l, Survei Kuantitatif bangkan
Technology TAM
Acceptance dengan
Model: Four menamba
Longitudinal h faktor
Field Studies sosial
dan
kognitif.
Studi
jangka

30
panjang
terhadap
pengguna
sistem TI
di
lingkung
an kerja.
10 Fred Davis's Perceived Kuantitatif, Penelitia
(1989) Usefulness, Survei & n dasar
Perceived Ease Eksperimen pengemb
of Use, and User angan
Acceptance of TAM,
Information digunaka
Technology n untuk
menguji
PU dan
PEOU
terhadap
niat
pengguna
an.

2.3 Kerangka Konsep Penelitian


Kerangkap konsepd penelitian merupakan visualisasi dhubungan
zantara konsep-konsep yang zakan diukur zatau diamatiz melalui
zpenelitian iyang iakan dilakukani. Dalami mengukur factor-faktor yang
memengaruhi kinerja Sistemi Informasi iManajemen iRumah
Sakito(SIMRS) dapati menggunakani metode iTechnology iAcceptance
iModel (TAM) dengani menilai iberdasarkan 5 aspek yaitu iPersepsi
iKemudahan (Perceived fEase of cUse), PersepsicKemanfaatanic
(Perceived Usefulnessi), Sikapi Terhadap iPenggunaan (Attitude Toward
dUsing), Minat Perilakuddalam menggunakan teknologie (Behavioral
Intention to eUse) dan Penggunaan teknologi senyatanya/ penerapannya
(actual usage).
Konsep kemudahan yang dirasakan menggambarkan bagaimana orang
mulai percaya atau yakin bahwa teknologi dapat membuat tugas lebih
mudah. Keyakinan pengguna bahwa suatu teknologi akan meningkatkan

31
kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas dijelaskan oleh manfaat
yang dirasakan. Penilaian terhadap sikap pengguna tentang penggunaan
teknologi menunjukkan tingkat minat mereka terhadapnya.
Kecenderungan seseorang untuk tetap menggunakan suatu teknologi
ditunjukkan oleh minat perilaku penggunanya. Namun, pengalaman di
dunia nyata menunjukkan bahwa jika suatu sistem mudah digunakan dan
dapat meningkatkan produktivitas, orang akan merasa puas dan aman.
Darid5 aspek TAMwtersebut dapatedigunakan untukimengevaluasi
Sistem InformasieManajemen oRumah Sakitio (SIMRS) padai
oDepartemen oFarmasi RSUDoTeluk Kuantan singingio yangi
mempunyai tujuan dagar terciptanyadefektivitas dan defisiensi dari
kinerjad SIMRS sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Berikut
gambar kerangka konsep penelitian:

Perceived Usefulness (X1)

Perceived Ease of Use (X2)

Penerapan SIMRS (Y)

Attitude Toward Using (X3)

Behavioral Intention to Use (X4)

Gambard2.1
KerangkaeKonsep Penelitian

2.4 Pengembangan Hipotesis


2.4.1 Pengaruh Perceived Usefulness Terhadap Penerapan SIMRS
Tingkatddi mana dkonsumen dapatd berpikirxbahwa penggunaanisuatu
teknologidakan meningkatkanfkinerja merekaddijelaskan olehdmanfaatdyang

32
dirasakan Salahdsatu faktor utamadyang memengaruhiaperilaku penggunaddan
penerimaandpenggunaan suatudsistem informasiwadalah manfaatdyang dirasakan.
Kemungkinandsubjektif bahwadseseorang akanpberkinerja lebihebaik dalami
suatu organisasi ketika menggunakan sistem informasi tertentu dikenal sebagai
manfaat. (Supriyati & Cholil, 2017). Persepsi kemudahan dalam menggunakan
SIMRS berpengaruh positif dan signifikan dalam meningktkan kinerja pengguna.
Begitu sebaliknya, dimana ketidakmudahan dalam menggunakan sistem yang
dialami oleh penggguna akan membuat kendala dalam kinerja. Berdasarkan
penjelasani tersebut, penelitian ini imengajukan ihipotesis:
Hipotesis 1: Diduga Perceived Usefulness berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.

2.4.2 Pengaruh Perceived Ease of Use Terhadap Penerapan SIMRS


Tingkat di manaiseseorang dapat berasumsi bahwaimenggunakandsuatu
teknologisakanimudah dijelaskan oleh kesan mereka tentang kemudahan yang
dirasakan. Dalam hal menggunakanisistem informasi, "mudah" menunjukkan
"tanpa masalah" atau "tidak memerlukan banyak usaha." Sejumlah faktor
memengaruhi kemudahan yang dirasakan, yang pertama adalah teknologi itu
sendiri, seperti keakraban pengguna sebelumnya dengan teknologi yang
sebanding. Ketersediaan fasilitas yangddapat memfasilitasi
penggunaandteknologidyaitu, fasilitas yang dapat mempermudah orang
untukdmenggunakan teknologidketika mereka menghadapi kesulitand adalah
komponen kedua. Dengan demikian, ketika orang percaya bahwa sistem informasi
mudah digunakan dan mudah dipahami, minat mereka untuk menggunakan
teknologi akan berdampak positif oleh persepsi mereka tentang kemudahan.
elemen yang dapat memengaruhi penerimaan atau penolakan pengguna terhadap
produktivitas sistem. (Supriyati & Cholil, 2017). Berdasarkan penjelasani
tersebut, penelitian ini imengajukan ihipotesis:
Hipotesis 2: Diduga Perceived Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.

33
2.4.3 Pengaruh Attitude Toward Using Terhadap Penerapan SIMRS
Sikap pada penggunaan sesuatu adalah sikap menyukai atau tidak
menyukai terhadap penggunaan dalam suatu produk, adalah sikap
menyukai atau tidak menyukai terhadap suatu produk ini dapat digunakan
untuk memprediksi perilaku niat seseorang dalam menggunakan suatu
produk atau tidak menggunakannya. Sikap terhadap penggunaan teknologi
(attitude toward using technology), didefinisikan sebagai evaluasi dari
pemakai tentang ketertarikannya dalam menggunakan teknologi (Supriyati
& Cholil, 2017). Persepsidkemudahanidan persepsiykegunaani/
pemanfaataniberpengaruhi positif dan signifikan terhadap sikap dalam
pengunaan SIMRS. Begitu sebaliknya, dimana sistem yang tidak mudah
digunakan dapat menyebabkan pemanfaatan sistem yang kurang baik
sehingga sikap terhadap penggunaan menjadi menurun. Berdasarkan
penjelasan tersebut, penelitian ini mengajukan hipotesis:
Hipotesis 3: Diduga Attitude Toward Using berpengaruh posistif dan
signifikan terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.

2.4.4 Pengaruh Behavioral Intention to Use Terhadap Penerapan SIMRS


Minati perilakuipenggunaan adalahi kecenderungandperilaku
untukitetap menggunakani suatu teknologi. Seseorangidapat
memprediksidtingkat penggunaan teknologidkomputer
seseorangiberdasarkan sikapimereka terhadapiteknologi tersebut,
sepertidkeinginan merekaiuntuk menambahkani perangkati untuk
mendukungnya, motivasidmereka untuk terusdmenggunakannya,
danikeinginan merekad untukd mendorongd penggunadlainduntuk
terlibatddalamdperilaku tertentu.(Supriyati & Cholil, 2017). Persepsi
sikapdterhadap penggunaandSIMRS berpengaruhdpositif dan signifikan
terhadap minat perilaku dalam pengunaan SIMRS. Begitu sebaliknya,
dimana sikap terhadap penggunaan yang tidak sesuai menyebabkan minat
terhadap penggunaan menjadi menurun. Berdasarkanipenjelasanatersebut,
penelitiana ini mengajukani hipotesis:

34
Hipotesis 4: Diduga Behavioral Intention to Use berpengaruh positif dan
signifikan terhadap penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan.

35
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian
deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk
menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-
fakta serta hubungan antar variabel yang diteliti. Sementara pendekatan
kuantitatif digunakan untuk mengukur data secara numerik dan
menganalisisnya dengan metode statistik guna menguji hipotesis yang
telah dirumuskan sebelumnya.
Penelitian ini secara khusus dirancang untuk menjelaskan pengaruh
antar variabel dalam model Technology Acceptance Model (TAM)
terhadap penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
di RSUD Teluk Kuantan. Variabel-variabel tersebut mencakup Perceived
Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral
Intention to Use, dan Actual Use. Setiap variabel telah dibahas secara
teoritis pada Bab II dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis yang akan
diuji secara empiris dalam penelitian ini.
Rancangan penelitian ini bersifat eksplanatif, yaitu bertujuan untuk
menjelaskan hubungan kausal (sebab-akibat) antara variabel bebas
(independent) dan variabel terikat (dependen) berdasarkan kerangka
konsep yang telah ditentukan. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan
data, tetapi juga menganalisis bagaimana persepsi kemudahan dan
kegunaan sistem berpengaruh terhadap sikap, niat perilaku, dan
penggunaan aktual SIMRS oleh pengguna di rumah sakit. Untuk
mengumpulkan data, digunakan instrumen kuesioner tertutup yang disusun
berdasarkan indikator pada masing-masing variabel. Skala pengukuran
yang digunakan adalah Skala Likert 7 poin, yaitu dari skala 1 (sangat tidak
setuju) hingga 7 (sangat setuju). Skala ini memungkinkan responden
memberikan penilaian terhadap pernyataan-pernyataan yang

36
mencerminkan sikap, persepsi, dan intensi mereka terhadap sistem
informasi yang digunakan.
Data yang terkumpul dari kuesioner akan dianalisis secara statistik
menggunakan perangkat lunak pengolahan data, seperti SPSS atau
sejenisnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh langsung
maupun tidak langsung antar variabel, serta untuk menguji validitas dan
reliabilitas instrumen. Dengan rancangan penelitian ini, diharapkan dapat
diperoleh gambaran yang jelas dan terukur mengenai tingkat penerimaan
dan penggunaan SIMRS di lingkungan RSUD Teluk Kuantan, sekaligus
menjadi dasar bagi perbaikan dan pengembangan sistem ke depannya.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Teluk Kuantan, yang berlokasi di Jalan Kesehatan No. 1, Kelurahan Sungai
Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
RSUD Teluk Kuantan merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah yang
berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di
wilayah Kuantan Singingi dan sekitarnya.
Rumah sakit ini juga menjadi rujukan utama bagi fasilitas pelayanan
Kesehatan tingkat pertama di daerah tersebut. Pemilihan lokasi penelitian ini
didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, RSUD Teluk Kuantan telah
masi baru mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
(SIMRS) dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.
Namun, hingga saat penelitian ini dilaksanakan, belum pernah dilakukan evaluasi
secara ilmiah terhadap tingkat penerimaan sistem tersebut oleh para pengguna
internal, seperti dokter, perawat, petugas administrasi, dan tenaga kesehatan
lainnya. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengetahui
sejauh mana sistem telah diterima dan digunakan sesuai dengan harapan
manajemen rumah sakit. Kedua, peneliti merupakan salah satu staf internal di
RSUD Teluk Kuantan, sehingga memiliki kemudahan dalam mengakses data,
sistem, serta menjalin komunikasi langsung dengan responden. Akses ini

37
diharapkan dapat memperlancar proses pengumpulan data dan memperdalam
pemahaman terhadap konteks penggunaan SIMRS secara nyata di lapangan.
Selain itu, kedekatan peneliti dengan lingkungan kerja juga memungkinkan
dilakukannya observasi terhadap perilaku pengguna secara lebih objektif dan
mendalam. Penelitian ini direncanakan berlangsung mulai bulan Juli 2025 hingga
selesai proses pengumpulan dan analisis data. Selama periode ini, peneliti akan
melakukan beberapa tahapan penting, mulai dari persiapan instrumen, koordinasi
dengan pihak rumah sakit, pelaksanaan penyebaran kuesioner, hingga analisis data
dan penyusunan laporan akhir. Waktu pelaksanaan tersebut disesuaikan dengan
kegiatan operasional rumah sakit dan ketersediaan responden agar tidak
mengganggu pelayanan kesehatan yang berjalan. Dengan memilih RSUD Teluk
Kuantan sebagai lokasi penelitian, diharapkan hasil penelitian ini dapat
memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem informasi rumah sakit
ke depannya, serta menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam meningkatkan
kualitas implementasi teknologi informasi di bidang kesehatan.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


Populasidadalah wilayahi generalisasidyang terdiri atas iobjek atau isubjek
yangsmempunyai kualitas dan ikarakteristik tertentui yangi ditetapkani ioleh
penelitiani untuk idipelajari idan kemudiani ditariki kesimpulannyai (Sugiyono,
2010). Populasi pada penelitian ini adalah para pengguna atau yang menggunakan
SIMRS di Departemen Farmasi RSUD Teluk Kuantan. Sesuai dengan tujuan
penelitian, responden yang dipilih merupakan salah satu bagian di rumah sakit
yang menggunakan SIMRS PILAR sehingga hasil penelitiandnantinya
akanimemiliki generalisasidatau validitas eketernaliyang relatif tinggi.
Sampelfadalah bagianedari jumlahdkarakteristik yangsdimiliki olehepopulasi
tertentu (Sugiyono, 2010). Sedangkanrteknik pengambilan sampelimenggunakan
rumusdTaro Yamane (Riduwan, 2015):
N
n= 2
N . d +1
Dimana: n = ukuranesampelz

38
N = ukurani populasid
d2 = presisi kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan
pengambilanasampel yang masih dapat ditolerir atau
diinginkan, diambil 10%.
Dari data Rumah Sakit diketahui jumlah karyawan nakes adalah 643
orang, dari data tersebut dapat dihitung sampel penelitian:
643
n= =86 , 5 maka, digenapkan menjadi 87
( 643. ( 0 ,12 ) ) +1
orang.
Sedangkan teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan cara
total sampling, karena semua populasi di Departemen Farmasi dijadikan
sampel.
3.4 Variabel dan Instumen Pengukuran Penelitian
3.4.1 Variabel Penelitian
Variabelemerupakanasuatuedari sekelompoki objek yang diteliti,
imempunyai variasid antaravsatu dan vlainnya dalamv kelompokv
tersebutv (Sugiono, 2014). Variabelq dalamz penelitianzini dibagi
imenjadi variabeli bebasi (dindependenw) adalahi Persepsi Kemudahani
(iPerceived Ease of iUse), iPersepsi Kegunaani atau Kemanfaatani
(iPerceived Usefulnessi), iSikap TerhadapaPenggunaan (aAttitude Toward
Usinga) dan MinatiPerilaku Penggunaani (Behavioral Intention to Use),
sedangkana variabela terikata (dependen) adalaha Penggunaana
iSenyatanya/ Implementasi (Actual Use). Setiap perubahan variabel
independent akan memengaruhi variabel dependen. Berikut hubungan
antar variabel dalam penelitian:
Dari variabel penelitian yang sudah ditentukan, definisi operasional
dan indikator penilaian dari setiap variabel yang digunakan sebagai
berikut:
Tabel 3.1
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Var a Indi Definisi Peng

39
uku
iabel No kator operasional
ran
Perce 1 Relevan Penilaiandoleher 7
ived o esponden Skal
1
Usefu (relevan bahwaepengguna a
lness ce) an Like
(X1) SIMRSzrelevan rte
dengan
tugasfyangodilak
ukan sehari-hari.
2 Akurasi Penilaiandoleh 7
2 d respondeni Skal
(Accura bahwaiSIMRS a
cy) memiliki Like
tingkata akurasi rte
yang tinggi.
3 Kelengk Penilaiandoleh 7
3 apane repondeni Skal
(Comple bahwadSIMRS af
te) bersifati Like
komprehensifxda rte
n utuh.
4 Ketepat Penilaianyoleh 7
4 ans repondeni bahwa Skal
waktuq SIMRS a
(Timelin menyediakandinf Like
ess) ormasi diasaat rt
yang tepat.
4 Kehand Penilaianiolehyre 7
5 alans sponden bahwai Skal
(Reliabi bahwa iSIMRS a
lity) menyediakansinf Like
ormasi yang rt
konsisten.
6 Kemuda Penilaiandoleh 7
6 hani respondenibahwa Skal
diaksesi SIMRSimudah a
(Accessi diaksesi dari Like
bility) semuairuanganed rt
i lingkungane RS
melalui
komputer yang
tersedia.
7 Kemud Penilaian oleh 7
7 ahani responden Skal
untuki bahwai langkah- a

40
dipaham langkah untuki Like
i menggunakani rt
(Unders SIMRSi dan
tandabl mengambil
e) informasiydari
sistem mudah
dipahami.
8 Kekinia Penilaiandoleh 7
8 n respondeni Skal
(Curren bahwai SIMRS a
cy) iup-to-datei dan Like
didukungi rt
perkembangan
teknologi.
7 Keama Penilaiani oleh 7
9 nan respondeni Skal
(Securit bahwadinformasi a
y) yang disediakani Like
amanitidak rt
adaymanipulasi
olehi pihak yang
tidakq
berwenang.
1 Format Penilaianeolehpr 7
10 esponden Skal
bahwaistandarisa a
si bentuk dan isi Like
dari SIMRS rt
sudah terjaminq.
Perce 1 Mudah Penilaianioleh 7
ived 1 dipelaja respondeni Skal
Easy rip(Easy bahwaecara a
of use to learn) kerjaiSIMRS Like
(X2) mudahpdipelajari rtd
.
2 Dapatidi Penilaiandoleh 7
2 kontrol responden Skal
(Control bahwadSIMRS a
lable) mudahd Like
dioperasikanqunt rt
uk tujuani yang
dibutuhkan.
3 Jelasida Penilaianfoleh 7
3 n respondeni Skal
mudahe bahwadinteraksi a
dipaham qdenga Like

41
i (Clear SIMRSqjelas rt
and danemudah
underst dipahamiq.
andable
)
4 Fleksibe Penilaiandoleh 7
4 l respondeni Skal
(Flexibl bahwawmengope a
e) rasikan Like
SIMRSidapat rt
dilakukani
dimanadsaja dan
kapan saja.
5 Mudahe Penilaianeoleh 7
5 untuk respondenibahwa Skal
dikuasai w a
(Easy Mereka mudah Like
toybeco terampilpdalam rtd
me menggunakan
skillful) SIMRS.
6 Mudahi Penilaianwoleh 7
6 Diginak respondeni Skal
ani bahwaisecara a
secara umum, SIMRS Like
general mudahi untuk rtw
(Easy to dioperasikan.
use)
Attitu 1 Respons Penilaian bahwa 7
de 1 if untuk user bersikap Skal
towar mempel responsif untuk a
d ajari dan mengaplikasikan Like
using implem Sistem Informasi rt
(X3) entasi Manajemen
Rumah Sakit
2 Bermina Penilaianibahwa 7
2 t untuk usero Skal
mengim berminatsuntuk a
plement mengaplikasikan Like
asikanrs SIMRS secara rt
ecara aktif
aktife
3 Keyakin Penilaianibahwa 7
3 an user Skal
bahwa mempunyaidkey a
sistem akinan Like
mening bahwaeSIMRS rt

42
katkan akanf
perform mengingkatkan
a kerja. performa kerja.
4 Menyar Penilaianebahwa 7
4 ankane useri Skal
penggun merasadpuas dan a
aanske menyarankandSI Like
kolegad MRS ke pihak rtd
atau lain
institusi
lain
5 Mengik Penilaianebahwa 7
5 utir useriingin Skal
training mempelajariplebi a
pdan h lanjutidalam Like
pengem rangka rt
bangan peningkataneperf
implem orma kerja
entasi
system
1 Keingin Penilaian bahwa 7
1 an untuk user memiliki Skal
mempel minat dan niat a
ajari untuk Like
Beha system mempelajari rt
vioral SIMRS secara
Intent positif
ion to 2 Keingin Penilaian bahwa 7
Use 2 an untuk user memiliki Skal
(X4) menggu minat dan niat a
nakan untuk Like
system menggunakan rt
SIMRS secara
positif
1 Inisiasif Penilaianibahwa 7
1 untuk userwmernerima Skal
implem SIMRS a
Pener entasie secaraipositif dan Like
apan systemp mengaplikasikan rt
SIMR sistem
S (Y) 2 Frekuen Penilaiandbahwa 7
2 sifimple useremengaplika Skal
mentasi sikan a
yangg SIMRSisecara Like
kontinu regulard rtq

43
3.4.2 Instumen Pengukuran Penelitian
Instrumen/alat ukur yangidigunakan dalamipenelitiandini adalahd:
1. Kuesioner
Penyebaran kuesionerd ini untukd memperolehd dataeseberapa besar
persentased daridmasing-masingdtolak ukur datau datributedalam kualitas
informasipyang masukepada kategori baikeatau tidakebaik.
2. Catatanelapangan danidokumentasi.
Penelitiane ini melihat pengaruh TAM terhadap penggunaanySIMRSy
dengan metodeideskriptif ikuantitatif sebagai metode analisisidata.
Daridempat varianepenelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan
surveieyaitu penelitianeyang menggunakanekuesioneresebagai sumber
datatutama.
Instrumendyang ddigunakan untukd mengukurd semua variabel/indikator
yangdditeliti yaituePersepsi Kegunaan ataueKemanfaatan (Perceived
usefulness) dengan 10 pertanyaan, Persepsi Kemudahan (Perceived Easewof
Use) terdiripdari 6 itemipertanyaan, Sikapi TerhadapiPenggunaan (Attitude
TowardqUsing) 5 pertanyaan, MinatiPerilaku Penggunaan (Behavioral
Intentionito Use) 2 pertanyaan, Penerapan SIMRS 2 pertanyaan.

3.5 Pengukuran dan Pertanyaan Variabel Penelitian


Dataeyang telahpterkumpul dari kuesionerekemudian diproseselebih lanjut
denganoskala pengukuranedan scoring. Skalaepengukuran yangadigunakan dalam
penelitiani ini adalahi skala Likert, yaitud dari 1 dsampai 7. dSkala ipengukuran
untukd variabeldperceived of dusefulness, perceiveddease of use, attitudedtoward
using, BehavioraloIntention to Useodan Penerapan SIMRS diukuredengan poin
yang disesuaikanedenganemateridpenelitian yang dikembangkan. Skala 1-7d
untuk setiapdindikator dari variabel-variabel diatas dibagi menjadi tujuh kategori
yakni:

44
1. SangatcTidak Setuju (STS)  Skord1
2. Tidaki Setuju (TS)  Skord2
3. Cukup Tidak Setuju (CTS)  Skord3
4. Rague-eragud/ Netrald (N)  Skord4
5. CukupeSetuju (CS)  Skore5
6. Setujuc(S)  Skore6
7. SangatiSetuju (SS)  Skorp7
Setelah skala pengukurancditentukan, makaskuesioner yangstelah sdijawab
olehs respondens akans diprosess sdan sdicari rata-rata skors pers responden.
Datas respondens secarasdindividu didistribusikand berdasarkand kriteria tertentu,
sehinggad dapatd dideskripsikan distribusi djawabannya. dBerikut dpertanyaan
yangzdiajukan dalamdpenelitian:
3.5.1 Perceived Usefulness
PersepsidKegunaan atau Kemanfaatan (Perceived Usefulness)
menggunakan 10 pertanyaan sebagai berikut:
Tabel 3.2
Pertanyaan Perceived Usefulness
N
Indikator Pertanyaan
o
Relevan Informasidyang
1
(Relevance) dihasilkanabermanfaat bagi pengguna.
Informasidyang dihasilkanitidak bias,
Akurasi bebasi dari kesalahan, dan dapati
2
(Accuracy) digunakancsebagai pengambilan
keputusan.
Informasidyang dihasilkan sangatd
Kelengkapan komprehensif, tidak ada
3
(Complete) informasipyang di hilangkani dan
tidakimenyesatkan.
Informasidyang dihasilkan eselalu
tersediaf padaksaat yangvdibutuhkan
Ketepatanewakt sehinggaitidak kehilanganqmakna
4
u (Timeliness) padawsaat digunakan sebagaipbahan
pengambilanskeputusan
pihakimanajemen.
Kehandalan Informasidyang dihasilkanekonsisten
5
(Reliability) dan dapatsdiandalkan.

45
Pengambilandinformasi
memenuhipaspek kemudahanedan
Kemudahan
kelancaranesehingga denganucepat
6 diakses
dapatidigunakan sebagai
(Accessibility)
bahanepengambilan keputusanabagi
manajemen.
Kemudahan
Informasidyang dihasilkan
untuk dipahami
7 mengandung artikyang jelas dan
(Understanable
mudaheuntuk dibaca
)
Kekinian Informasipyang dihasilkanuselalu
8
(Currency) upcto date.
Informasiwaman dariqmanipulasi
Keamanan
9 karena hanyapdapat diaksescoleh
(Security)
pihakayang berwenang.
Bentukedan isi sudahisesuai dengan
10 Format
standarayang sudahiditentukan

3.5.2 Perceived Ease of Use


Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) menggunakan 6 pertanyaan
sebagai berikut:
Tabel 3.3
Pertanyaan Perceived Ease of Use
N
Indikator Pertanyaan
o
Mudahodipelajari Sistempini mudah
1
(Easy to learn) untukadipelajari.
Sistemdini mudahiuntuk
Dapat dikontrol
2 dioperasikan untukaberbagai
(Controllable)
tujuaniyang diharapkan.
Jelasidan
Sistemayang disediakanidjelas
mudahcdipahami
3 dan mudah dipahamipuntuk
(Clear and
dioperasikan.
understandable)
Sistemtini dapat
4 Fleksibel (Flexible) diperasikanedimana saja
danokapan saja.
Mudahiuntuk dikuasai Mudahauntuk terampilidan
5 (Easy to become menguasai sistemesecara
skillful) keseluruhan.

46
Mudahidigunakan
Secara umum, systemdini
6 secarade general (Easy
mudahiuntuk dioperasikan.
to use)

3.5.3 Attitude Toward Using


Sikap Terhadap Penggunaan SIMRS (Attitude Toward Using)
menggunakan 5 pertanyaan sebagai berikut:
Tabel 3.4
Pertanyaan Attitude Toward Using
N
Indikator Pertanyaan
o
Responsifeuntuk Sayarbersedia
1 mempelajari dan untukimempelajariodan
implementasi mengaplikasikanasistem ini.
Sayaemerasa dapat
mengimplementasikan
Aktifimengimplementas
2 sistemi ini secarai aktif idan
ikan
regulari sehubungani dengani
pekerjaan isaya.
Keyakinani bahwa Sayaiyakiniperforma kerja
3 sistem meningkatkan sayaimeningkat
performa kerja. denganisistem ini.
Menyarankani Sayai
4 penggunaan ke menyarankanipenggunaan
kolegaiatau institusi lain sistemdini untukipihak lain.
Sayai bersediaiuntuk
Mengikutidtraining dani
mempelajari lebihi
pengembanganiimpleme
lanjutadalam rangka
ntasi systemi
peningkatan performa kerja.

3.5.4 Behavioral Intention to Use


Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral Intention to Use) menggunakan 2
pertanyaan sebagai berikut:
Tabel 3.5
Pertanyaan Behavioral Intention to Use
N
Indikator Pertanyaan
o
1 Keinginan untuk Saya berniat untuk

47
N
Indikator Pertanyaan
o
mempelajari sistem mempelajari sistem ini
Saya berniat untuk
Keinginan untuk
2 menggunakan sistem ini
menggunakan system
dalam pekerjaan

3.5.5 Penerpan SIMRS


Penerapan SIMRSimenggunakani2 pertanyaani sebagai berikut:
Tabel 3.6
Pertanyaan Penerapan SIMRS

No Indikator Pertanyaan
Inisiasiduntuk Sayac menguasaic dan sudahci
1
implementasid sisteme mengaplikasikaniisistem ini.
Sayai sudahi
Frekuensisimplementasi
2 mengaplikasikanisistem ini
yang kontinuc
secarapreguler.

3.6 Analisa Data


Untuk memberikan gambaran umum mengenai distribusi subjek penelitian
berdasarkan kategori nilai dari masing-masing variabel, hasil pengumpulan data
melalui kuesioner disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
persentase. Penyajian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana responden
menjawab setiap indikator pada variabel yang diteliti, sehingga dapat diketahui
pola umum dari persepsi dan sikap mereka terhadap penggunaan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Analisa statistik digunakan untuk menguji
hipotesa dalam penelitian ini. Analisa statistik yang digunakan analisis regresi
melaluidperangkat lunakdSmart PLS 3.0. Analisadterdiri dariwbeberapa tahap.
Hasil analisis data statistik dengan menggunakan program Smart PLS,
khususnya pengujian model eksternal dan model internal, akan dijelaskan lebih
rinci pada subbab ini. Least Partial Square (PLS) adalah model persamaan
berbasis komponen atau varian (SEM). Menurut (Ghozali, 2019), PLS merupakan
pendekatan alternatif yang bergerak dari pendekatan SEM berbasis kovarians ke
pendekatan berbasis variasi. Pemodelan persamaan struktural (SEM) berbasis

48
kovarian biasanya menguji kausalitas/teori, sedangkan PLS adalah model yang
lebih prediktif. PLS merupakan metode analisis yang kuat karena tidak
mengandalkan banyak asumsi, misalnya data harus berdistribusi normal, sampel
tidak perlu besar (Hermawan dan Hasibuan, 2016).
Perangkat lunak SmartPLS dibuat sebagai proyek di Institut Manajemen
Organisasi dan Operasi (Sekolah Bisnis) Universitas Hamburg, Jerman. SmartPLS
menggunakan teknologi Java Webstart (Ghozali dan Latan, 2015). Menganalisis
model SEM dengan program Smart PLS melibatkan beberapa langkah, antara
lain:
3.6.1 Uji Outer Model
Outer model dinilai dengan cara melihat convergent validity (besarnya
loading factor untuk masing-masing konstruk). Convergent validity dari model
pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item
score/component score yang diestimasi dengan Soflware PLS. Ukuran refleksif
individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang
diukur (Ghozali, 2019).

[Link] Uji Convergent Validity


Uji Convergent validity merupkan angka loading faktor yang dimilki
variabel laten terhadap indikatornya yang berfungsi mengetahui validitas suatu
konstruk. Berdasarkan teori nilai loading faktor indikator ≥ 0,7 disebut valid.
Namun demikian dalam pengembangan model, kesepakatan nilai loading factor
antara 0,5 - 0,6 masih dapat ditolerir (Yamin dan Kurniawan, 2011 dalam
Haryono, 2017). Dalam penelitian ini menggunakan batasan 0,7, jadi indikator
yang nilai loading faktor di atas 0,7 dinyatakan valid.

[Link] Uji Reliabilitas


a. Composite Reliability dan Cronbach Alpha
Uji reliability digunakan untuk mengukur hasil ukur yang stabil atau
konstan, serta dapat diandalkan/reliabel. Terindikasi dari jawaban seorang
terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari beberapa kali test, melalui

49
metode Internal consistency melalui fitur composite reliability dan koefisien
cronbach’s Alpha. Menurut Chin (1998) dalam Ghozali dan Latan (2015), nilai
yang digunakan untuk mendapatkan reliabilitas terdiri dari Cronbach’s Alpha dan
Composite Reliability harus melebihi 0,70 untuk penelitian yang bersifat
confirmatory dan nilai 0,60 - 0,70 masih dapat diterima untuk penelitian yang
bersifat exploratory.

b. Uji Average Variance Extracted (AVE)


Nilai Average Variance Extracted (AVE) Menunjukkan seberapa besar
varian keragaman variabel manifes yang dimiliki konstruk laten, angka standar
0,5 bermakna convergent validity baik dapat diartikan juga rata-rata di atas varian
indikatornya. Angka 0,50 atau di atasnya menjadi nilai standar AVE variabel
(Haryono, 2017).

[Link] Uji Discriminant Validity


Mencukupi atau tidaknya konstruk sebagai fungsi dari nilai cross loading
faktor. Tahapan untuk menentukan Discriminant validity adalah dengan melihat
nilai Cross loading. Kriteria ditentukannya cros loading jika koefisien korelasinya
nilainya di atas setiap nilai konstruknya di sandingkan dengan angka koeffisien
hubungan indikator pada kolom konstruk lainnya, sehingga dapat di tarik suatu
kesimpulkan bahwa tiap tiap indikator dalam blok adalah penyusun konstruk
dalam kolom tersebut. (Haryono, 2017).

3.6.2 Uji Inner Model


Uji Inner Model ditempuh untuk melihat nilai R Square (R 2), F2, Q2, dan
uji pengaruh antar variabel. Berikut gambar inner model.

[Link] Analisis R Square


Analisis R Square bertujuan untuk mengetahui besarnya prosentase
variabilitas konstruk endogen yang mungkin diterangkan oleh variabilitas
konstruk eksogen. Analisis ini juga untuk mengetahui kebaikan model persamaan

50
struktural. Semakin tinggi nilai R-square menunjukan semakin besar variabel
eksogen tersebut dapat menerangkan variabel endogen sehingga semakin baik
persamaan strukturalnya.

[Link] Effect Size (f2)


Perhitungan ini untuk bertujuan menggali apakah variabel laten
endogendipengaruhi secara kuat atau tidak dari variabel laten eksogen. Dapat
diproses berikut ini: (Ghozali dan Latan, 2015). Dimana R included dan R
excluded adalah R2 dari variabel laten endogenyang diperoleh ketika variabel
eksogen tersebu t masuk atau dikeluarkan dalam model. Kriteria dalam
menentukan pengaruh adalah jika angka f2 menghasilkan nilai 0,02 maka
pengaruhnya kecil, nilai 0,15 menengah serta nilai 0,35 maka pengaruh variabel
laten eksogen dinyatakan besar (Ghozali dan Latan, 2015:81).
Dari pengukuran model struktural (inner model) inilah yang menjadi
pedoman penilaian terhadap pengujian hipotesis yang diajukan pada penelitian.
Apakah keterkaitan antar konstruk yang ada pada model yang diusulkan
berdasarkan karakteristik objek yang diteliti dapat diterima atau ditolak.

3.6.3 Uji Hipotesa (Pengaruh Antar Variabel)


Pengujian hipotesis bertujuan untuk mencari pengaruh yang signifikan
antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan memeriksa path
coefficients yang menunjukkan koefisien parameter dan nilai signifikansi t
statistik. Signifikansi parameter diperkirakan memberi gambaran tentang korelasi
antar variabel penelitian. Standar untuk menolak dan menerima hipotesis yang
diajukan yaitu menggunakan probabilitas 0,05.

51
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskriptif Unit Analisis


4.1.1 Gambaran Umum Responden Penelitian
Respondeni dalami suatui penelitiani memegangi perananipenting, ikarena
respondenemerupakan sumberfinformasi untukemenjelaskan suatufpermasalahan
yangiditeliti. Respondenedalam penelitianfini adalahepengguna Sistem informasi
Manajemen (SIMRS) yang bekerja di RSUD Teluk Kuantan yangaberjumlah
87corang responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan membagikan link
menggunakan google form. Karakteristik responden penelitian didasarkan pada
jenis kelamin, usia, Tingkat Pendidikan terahir dan masa kerja. Penjelasan
karakteristik responden penelitian sebagai berikut:
Sepertistelah dijelaskanddalam babssebelumnya, bahwaspenelitian
inismenggunakan ivariabel kontrol, yaitusvariable demografi. Variabelsdemografi
iniisdigunakan untuk mengetahuislatar belakangsresponden berdasarkansjenis
kelamin, usia, imasa kerja danstingkat pendidikan. iVariabel demografisdalam
penelitiansini dapatsdilihat padastabel berikutsini:
Tabel 4.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Masa
Kerja dan Tingkat Pendapatan Pengguna SIMRS

Jumlah Sampel (n) = 87


Profil Responden
Jumlah (n) Jumlah (%)
Jenis Kelamin
Laki-lakii 9 10
Perempuani 78 90

Usia
21-24 tahun 20 22
25-28 tahun 28 32
29-32 tahun 22 25
33-36 tahun 12 13
37-41 tahun 5 5

Tingkat
pendidikan
Apoteker 20 22

52
Magister (S2) 1 1
Sarjana (S1) 18 20
Diploma (D3) 42 48
Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA) 6 7

Masa Kerja
1-3 tahun 43 49
4-6 tahun 11 12
7-9 tahun 17 19
10-12 tahun 13 14
13-15 tahun 3 3

Frekuensi
Penggunaan SIMRS
Jarang 2 2
Sering (tidak setiap
hari) 3 3
Setiap hari 82 94

Sumber: Data Primer, diolah (2025)

Berdasarkanitabel 4.1 tersebut menggambarkan profil responden


berdasarkan beberapa kategori demografis. Berdasarkan jenis kelamin
mayoritasiresponden yangiterlibat dalam ipenelitian iniiadalah berjenisikelamin
perempuanidengan jumlahi78 respondeniatau sebesar 90%. Dan yang
berjenisikelamin laki-laki sebanyaki9 responden atauisebesar 10%.
Selanjutnya, iresponden yang iterlibat dalami ipenelitian ini dilihat
bedasarkaniusia mayoritasi berusiai 25 ihingga 28 tahuni denganijumlah 28
responden atau sebesar 32%. Selanjutnya berusia 29 hingga 32 tahun sebanyak 22
responden atau sebesar 25%, berusia 21 hingga 24 tahun sebanyak 20 responden
atau setara 22%, berusia 33-36 tahuni sebanyak 12 responden atau setara 13%,
dan responden yang paling sedikit berusia 37 hingga 41 tahun sebanyak 5
responden atau sebesar 5%.
Dilihatiberdasarkan Tingkat pendidikan, imayoritas iresponden
berpendidikani Diploma sebanyaki42 respondeniatau sebesar 48%, selanjutnya
Profesi Apoteker sebanyak 20 responden atau sebesar 22%, selanjutnya Sarjana
(S1) sebanyak 18 responden atau sebesar 20%, sedangkan yang lain

53
berpendidikan SMA sebanyak 6 responden atau sebesar 7% dan S2 sebanyak 1
responden atau sebesar 1%.
Dilihat berdasarkan masa kerja, responden dalam penelitian ini mayoritas
telah bekerja 1 hingga 3 tahun dengan jumlah 43 responden atau sebesar 49%,
selanjutnya telah bekerja 7 hingga 9 tahun dengan jumlah 17 responden atau
sebesar 19%, telah bekerja 10 hingga 12 tahun dengan jumlah 13 responden atau
sebesar 14%, telah bekerja 4 hingga 6 tahun dengan jumlah 11 responden atau
sebesar 12%. Dan responden yang paling sedikit bekerja 13 hingga 15 tahun
dengan jumlah 3 responden atau sebesar 3%.
Selanjutnya dilihat dari frekuensi penggunana SIMRS PILAR oleh
karyawan, mayoritas responden setiap hari menggunakan SIMRS PILAR dengan
jumlah 82 responden atau sebesar %, tidak setiap hari menggunakan SIMRS
PILAR 3 responden atau sebesar 3%, dan paling jarang menggunakan sebanyak 2
responden atau sebesar 2%.
4.1.2 Deskripsi Jawaban Responden
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, tanggapan responden terhadap
masing-masing variabel dapat dilihat pada hasil berikut:

[Link] Perceived Usefulness


Persepsiskegunaan atauskemanfaatan (Perceived Usefulness) dalam
penelitiani iniediukur dengan kuisioner yangismemiliki 10ipertanyaan. Para
respondeniddiminta menjawabdsetiap itemipertanyaan melaluidskalaiLikert
dengano7 poinpmulai darip1 (sangatetidakasetuju) hinggap7 (sangat setuju). Skor
yangwtinggi (7) meninjukkanepersepsi tertinggidkaryawan terhadapdSIMRS
PILAR bisaddigunakan atauddimanfaatkan. Sebaliknya\dskor yangp rendahp (1)
menunjukkand persepsi karyawandyang rendahdbahwa SIMRS PILAR tidakdbisa
digunakandatau dimanfaatkan.
Tabel 4.2
Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Perceived Usefulness

No Indikator Pertanyaan M M₁
1 Relevani Informasi yang dihasilkan 5,51 5,36
(Relevance) bermanfaat bagi pengguna.
2 Akurasi Informasi yang dihasilkan 5,36
(Accuracy) tidak bias, bebas dari

54
No Indikator Pertanyaan M M₁
kesalahan, dan dapat
digunakan sebagai
pengambilan keputusan.
3 Kelengkapani Informasi yang dihasilkan 5,36
(Complete) sangat komprehensif, tidak
ada informasi yang
dihilangkan dan tidak
menyesatkan.
4 Ketepatanp Informasi yang dihasilkan 5,31
waktud selalu tersedia pada saat
(Timeliness) yang dibutuhkan sehingga
tidak kehilangan makna
pada saat digunakan
sebagai bahan pengambilan
keputusan pihak
manajemen.
5 Kehandalan Informasi yang dihasilkan 5,38
(Reliability) konsisten dan dapat
diandalkan.
6 Kemudahan Pengambilan informasi 5,25
diakses memenuhi aspek
(Accessibility) kemudahan dan kelancaran
sehingga dengan cepat
dapat digunakan sebagai
bahan pengambilan
keputusan bagi
manajemen.
7 Kemudahano Informasi yang dihasilkan 5,34
untuk dipahami mengandungi arti yang
(Understanable jelas dan mudah untuk
) dibaca
8 Kekinianfd Informasip ang dihasilkan 5,29
(Currency) selalu up to date
9 Keamanan Informasi aman dari 5,39
(Security) manipulasi karena hanya
dapat diakses oleh pihak
yang berwenang.
10 Formated Bentuk dan isi sudah sesuai 5,37
dengan standar yang sudah
ditentukan
Sumber: Data Primer, diolah (2025)

Keterangan:
M = Mean (rata-rata peritem pertanyaan),
M ₁ = Rata-rata pervariabel

55
Bersadarkan tabel 4.2 dapat disimpulkan bahwa iitem pertanyaan ipada
variabeli Persepsi Kegunaan atauiKemanfaatan (Perceivedi Usefulness) dinilai
cendrung tinggi oleh responden dengan nilai rata-rata per variable (M μ) sebesar
5,36. Pertanyaan (1) “Informasidyang dihasilkansbermanfaat bagidpengguna”
memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling tinggi yaitu 5,51. Sedangkan
pertanyaan (6) “Pengambilan informasi memenuhi aspek kemudahan dan
kelancaran sehingga dengan cepat dapat digunakan sebagai bahan pengambilan
keputusan bagi manajemen” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling rendah
yaitu 5,25.

5
7 4 1
,55

Pengaruh Persepsi karyawan Pengaruh Persepsi karyawan terhadap


terhadap kegunaan atau kemanfaatan kegunaan atau Kemanfaatan
(Perceived Usefulness) SIMRS (Perceived Usefulness) SIMRS
cenderung tinggi cenderung rendah

Gambar 4.1. Skorirata-rata Variabel Perceived Usefulness

[Link] Perceived Ease of Use


Persepsi Kemudahan (Perceivedi Easeiof Use) dalamipenelitian inid diukur
dengan kuisioner yang memiliki 6 pertanyaan. Parai respondeni diminta
imenjawab setiapi itemi pertanyaani melalui skalai Likerti dengani 7 poini mulai
idari 1 (sangat tidak setuju) hingga 7i (sangat setuju). iSkor yang tinggi (7)
menunjukkan persepsi tertinggi karyawan terhadap kemudahan penggunaan
SIMRS PILAR. Sebaliknyadskor yang rendahi (1) menunjukkan persepsi
karyawan yang rendah bahwa SIMRS PILAR susah untuk digunakan.

56
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Variabel Perceived Ease of Use

No Indikator Pertanyaan M M₁
1 Mudahidipelajari Sistem ini mudah untuk dipelajari. 5,26
(Easy to learn)
2 Dapatidikontrol Sistem ini mudah untuk 5,32
(Controllable) dioperasikan untuk berbagai tujuan
yang diharapkan.
3 Jelasedan mudahe Sistem yang disediakan jelas dan 5,28
dipahamie (Clear mudah dipahami untuk
and dioperasikan.
understandable) 5,27
4 Fleksibelo Sistem ini dapat dioperasikan 5,28
(Flexible) dimana saja dan kapan saja.
5 Mudahiuntuki Mudah untuk terampil dan 5,18
dikuasai (Easy to menguasai sistem secara
become skillful) keseluruhan
6 Mudahi digunakani Secara umum, system ini mudah 5,32
secaradgeneral untuk dioperasikan.
(Easy to use)
Sumber: DataiPrimer, diolahi (2025)
Keterangani:
M = Mean (rata-rata peritem pertanyaan),
M₁ = Rata-rata pervariabel
Bersadarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan pada
variabel Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) dinilai cendrung tinggi
oleh responden dengan nilai rata-rata per variable (M₁) sebesar 5,27. Pertanyaan
(2) “Sistem ini mudah untuk dioperasikan untuk berbagai tujuan yang
diharapkan”, dan pertanyaan (6) “Secara umum, system ini mudah untuk
dioperasikan dan dapat dikontrol” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling
tinggi yaitu 5,32. Sedangkan pertanyaan (5) “Mudah untuk terampil dan
menguasai sistem secara keseluruhan.” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M)
paling rendah yaitu 5,18.

57
5
7 4 1
,03

Pengaruh Persepsi kemudahan Pengaruh Persepsid


(Perceived Easedof Use) terhadap kemudahan (Perceived Ease of Use)
SIMRS cendrung tinggi terhadap SIMRS cendrung rendah

Gambar 4.2. Skor rata-rata variabel Perceived Ease of Use

[Link] Attitude Toward Using


Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude Toward Using) SIMRS dalam
penelitian ini diukur dengan kuisioner yang memiliki 5 pertanyaan. Para
responden diminta menjawab setiap item pertanyaan melalui skala Likert dengan
7 poin mulai dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 7 (sangat setuju). Skor yang tinggi
(7) menunjukkan persepsi tertinggi sikap karyawan terhadap penggunaan SIMRS
PILAR. Sebaliknya skor yang rendah (1) menunjukkan sikap karyawan yang
rendah bahwa SIMRS PILAR tidak ingin untuk digunakan.

Tabel 4.4 Statistiki Deskriptifi Variabeli Attitude Toward Using


No Indikator Pertanyaan M M₁
Responsifi untukd Saya bersediaountuk 5,44
1 mempelajariqdan mempelajarirdan 5,45
implementasid mengaplikasikanrsistem ini.
Sayai merasa dapate
mengimplementasikani
Aktifemengimpleme
2 sistemi ini secara aktifi dani 5,43
ntasikani
regularesehubungan
denganopekerjaan saya.
3 Keyakinanebahwa Sayaeyakin performae 5,43
sistem kerjaysaya meningkaty
meningkatkand denganisistem ini.
performa kerja.

58
No Indikator Pertanyaan M M₁
Menyarankani
Sayaimenyarankan
penggunaan ke
4 penggunaanisistem ini untuk 5,47
kolega ataudinstitusi
pihakilain.
lain
Mengikutidtraining Sayaibersedia untuki
danipengembangan mempelajari lebihilanjut
5 5,41
implementasi dalam rangkai peningkatan
sistemi performa kerja.
Sumberi: Data Primeri, diolahi (2025)
Keterangan:
M = Mean (rata-rata peritem pertanyaan),
M₁ = Rata-rata pervariabel
Bersadarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa item pertanyaandpada
variabeli Sikapi Terhadapi Penggunaani (Attitude Toward Using) SIMRS dinilai
cendrung tinggi oleh responden dengan nilai rata-rata per variable (M₁) sebesar
5,44. Pertanyaan (4) “Saya menyarankan penggunaan sistem ini untuk pihak lain.”
memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling tinggi yaitu 5,47. Sedangkan
pertanyaan (4) “Saya bersedia untuki mempelajari lebih lanjut dalam rangka
peningkatan performa kerja.” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling
rendah yaitu 5,41.

5
7 4 1
,55

Pengaruh sikap terhadap pengguna


Pengaruh sikap terhadap pengguna (Attitude Toward Using) terhadap
(Attitude Toward Using) terhadap SIMRS cendrung rendah
SIMRS cendrung tinggi

Gambar 4.3. Skor rata-rata variabel Attitude Toward Using

[Link] Behavioral Intention to Use


MinatiPerilaku Penggunaan (Behavioral Intention to Use) idalam penelitiani
ini diukuri dengan ikuisioner yang imemiliki i2 ipertanyaan. iPara responden
dimintacmenjawab setiap itemcpertanyaan cmelalui skalacLikert dengan 7 poin
mulai dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 7 (sangat setuju). Skor yang tinggi (7)

59
menunjukkan persepsi tertinggi minat karyawan untuk menggunakan SIMRS
PILAR. Sebaliknya skor yang rendah (1) menunjukkan kurangnya minat
karyawan yang rendah untuk menggunakan SIMRS PILAR.

Tabel 4.5 StatistikcDeskriptif VariabeliBehavioral Intention to Use


No Indikator Pertanyaan M M₁
Keinginan untuk
Saya berniat untuk
1 mempelajari 5,30
mempelajari sistem ini
system
5,39
Keinginan untuk Saya berniat untuk
2 menggunakan menggunakan system ini 5,48
system dalam pekerjaan
Sumber: DataiPrimer, diolah (2025)
Keterangan:
M = Mean (rata-rata peritem pertanyaan),
M₁ = Rata-rata pervariabel
Bersadarkan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan pada
variabel Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral Intention to Use) dinilai
cendrung tinggi oleh responden dengan nilai rata-rata per variable (M₁) sebesar
5,39. Pertanyaan (2) “Saya bersedia untuk mempelajari lebih lanjut dalam rangka
peningkatan performa kerja.” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling tinggi
yaitu 5,48. Sedangkan pertanyaan (1) “Saya berniat untuk mempelajari sistem ini”
memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling rendah yaitu 5,30.

5
7 4 1
,73

Pengaruh MinatiPerilaku Pengaruh MinatiPerilaku


Penggunaan (Behavioral Intention to Penggunaan (Behavioral Intention to
Use) terhadap SIMRS cendrung Use) terhadap SIMRS cendrung
tinggi rendah

Gambar 4.4. Skor rata-rata variabel Behavioral Intention to Use

60
[Link] Penerapan SIMRS
Penerapan SIMRS dalam penelitian ini diukur dengan kuesioner yang
memiliki 2 pertanyaan. Para responden diminta menjawab setiap item pertanyaan
melalui skala Likert dengan 7 poin mulai dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 7
(sangat setuju). Skor yang tinggi (7) menunjukkan persepsi tertinggi karyawan
telah mengimplementasikan SIMRS PILAR dalam pekerjaannya. Sebaliknya skor
yang rendah (1) menunjukkan persepsi karyawan yang rendah bahwa tidak
mengimplementasikan SIMRS PILAR dalam pekerjaannya.
Tabel 4.6 Statistik Deskriptif Variabel Penerapan SIMRS
No Indikator Pertanyaan M M₁
Inisiasiduntuk Sayafmengguasai dani 5,46
1 implementasi sudahi mengaplikasikan
d sistemei sistemainif
Frekuensif 5,43
5,44
implementasi Sayapsudah
2 w mengaplikasikancsistempi
yangakontinu ni secara reguleri
p
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Keterangan:
M = Mean (rata-rata peritem pertanyaan),
M₁ = Rata-rata pervariabel
Bersadarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan pada
variabel Penerapan SIMRS dinilai cendrung tinggi oleh responden dengan nilai
rata-rata per variable (M₁) sebesar 5,44. Pertanyaan (1) “Saya mengguasai dan
sudah mengaplikasikan sistem ini” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling
tinggi yaitu 5,46. Sedangkan pertanyaan (2) “Saya sudah mengaplikasikan sistem
ini secara reguler” memiliki nilai rata-rata pertanyaan (M) paling rendah yaitu
5,43.

5
7 4 1
,61

Pengaruh Penggunaan Pengaruh Penggunaan


Senyatanya/ Implementasi (Actual Senyatanya/ Implementasi (Actual Use)
Use) terhadap SIMRS cendrung tinggi terhadap SIMRS cendrung rendah

61
Gambar 4.5. Skor rata-rata variabel Penerapan SIMRS

4.2 Hasil Pengujian Analisis


Hasil analisis data statistik dengan menggunakan program Smart PLS,
khususnya pengujian model eksternal dan model internal, akan dijelaskan lebih
rinci pada subbab ini. Least Partial Square (PLS) adalah model persamaan
berbasis komponen atau varian (SEM). Menurut (Ghozali, 2019), PLS merupakan
pendekatan alternatif yang bergerak dari pendekatan SEM berbasis kovarians ke
pendekatan berbasis variasi. Pemodelan persamaan struktural (SEM) berbasis
kovarian biasanya menguji kausalitas/teori, sedangkan PLS adalah model yang
lebih prediktif. PLS merupakan metode analisis yang kuat karena tidak
mengandalkan banyak asumsi, misalnya data harus berdistribusi normal, sampel
tidak perlu besar (Hermawan dan Hasibuan, 2016).
Perangkat lunak SmartPLS dibuat sebagai proyek di Institut Manajemen
Organisasi dan Operasi (Sekolah Bisnis) Universitas Hamburg, Jerman. SmartPLS
menggunakan teknologi Java Webstart (Ghozali dan Latan, 2015). Menganalisis
model SEM dengan program Smart PLS melibatkan beberapa langkah, antara
lain:

4.2.1 Uji Outer Model


Outer model dinilai dengan cara melihat convergent validity (besarnya
loading factor untuk masing-masing konstruk). Convergent validity dari model
pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item
score/component score yang diestimasi dengan Soflware PLS. Ukuran refleksif
individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang
diukur (Ghozali, 2019). Berikut gambar diagram Jalur Outer Model
denganmenggunakan Smart PLS
Berikut gambar diagram Jalur Outer Model dengan menggunakan Smart
PLS.

62
Gambar 4.6
Outer Model
[Link] Uji Convergent Validity
Uji Convergent validity merupkan angka loading faktor yang dimilki
variabel laten terhadap indikatornya yang berfungsi mengetahui validitas suatu
konstruk. Berdasarkan teori nilai loading faktor indikator ≥ 0,7 disebut valid.
Namun demikian dalam pengembangan model, kesepakatan nilai loading factor
antara 0,5 - 0,6 masih dapat ditolerir (Yamin dan Kurniawan, 2011 dalam
Haryono, 2017).
Dalam penelitian ini menggunakan batasan 0,7, jadi indikator yang nilai
loading faktor di atas 0,7 dinyatakan valid. Hasil olah uji validitas tersebut:

63
Tabel 4.7
Hasil Uji Convergent Validity
Loading Nilai
Variabel Item Keputusan
Factor Kritis
X1.1 0.732 0,7 Valid
X1.2 0.772 0,7 Valid
X1.3 0.849 0,7 Valid
X1.4 0.787 0,7 Valid
Perceived Usefulness X1.5 0.859 0,7 Valid
(X1) X1.6 0.876 0,7 Valid
X1.7 0.855 0,7 Valid
X1.8 0.849 0,7 Valid
X1.9 0.870 0,7 Valid
X1.10 0.879 0,7 Valid
X2.1 0.842 0,7 Valid
X2.2 0.893 0,7 Valid
Perceived Ease of Use X2.3 0.869 0,7 Valid
(X2) X2.4 0.874 0,7 Valid
X2.5 0.901 0,7 Valid
X2.6 0.745 0,7 Valid
X3.1 0.901 0,7 Valid
X3.2 0.934 0,7 Valid
Attitude Toward Using
X3.3 0.942 0,7 Valid
(X3)
X3.4 0.934 0,7 Valid
X3.5 0.869 0,7 Valid
Behavioral Intention to X4.1 0.937 0,7 Valid
Use (X4) X4.2 0.926 0,7 Valid
Y1 0.901 0,7 Valid
Penerapan SIMRS (Y)
Y2 0.886 0,7 Valid
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Dapat diketahui semua item nilai loading faktor sudah berada di atas 0,7
(>0,7) sehingga semua item variabel dinyatakan valid.

[Link] Uji Reliabilitas


a. Composite Reliability dan Cronbach Alpha
Uji reliability digunakan untuk mengukur hasil ukur yang stabil atau
konstan, serta dapat diandalkan/reliabel. Terindikasi dari jawaban seorang
terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari beberapa kali test, melalui
metode Internal consistency melalui fitur composite reliability dan koefisien
cronbach’s Alpha. Menurut Chin (1998) dalam Ghozali dan Latan (2015), nilai
yang digunakan untuk mendapatkan reliabilitas terdiri dari Cronbach’s Alpha dan

64
Composite Reliability harus melebihi 0,70 untuk penelitian yang bersifat
confirmatory dan nilai 0,60 - 0,70 masih dapat diterima untuk penelitian yang
bersifat exploratory. Hasil pengujian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Composite Reliability dan Cronbach Alpha
Cronbach' Composite Nilai Kesimpulan
Variabel s Alpha Reliability Batas
Perceived Usefulness (X1) 0.951 0.958 0,70 Reliabel
Perceived Ease of Use (X2) 0.926 0.942 0,70 Reliabel
Attitude Toward Using (X3) 0.952 0.963 0,70 Reliabel
Behavioral Intention to Use (X4) 0.847 0.929 0,70 Reliabel
Penerapan SIMRS (Y) 0.748 0.888 0,70 Reliabel
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Kesimpulan atas pengolahan data menunjukan angka yang memuaskan,
kesemua variabel di atas ambang batas 0,70, menunjukan konsistensi dan
stabilitas instrumen yang digunakan tinggi. Disimpulkan semua konstruk
penelitian ini sudah menjadi alat ukur yang fit, serta memiliki reliabilitas yang
baik.
b. Uji Average Variance Extracted (AVE)
Nilai Average Variance Extracted (AVE) Menunjukkan seberapa besar
varian keragaman variabel manifes yang dimiliki konstruk laten, angka standar
0,5 bermakna convergent validity baik dapat diartikan juga rata-rata di atas varian
indikatornya. Angka 0,50 atau di atasnya menjadi nilai standar AVE variabel
(Haryono, 2017)
Tabel 4.9
Hasil Uji Nilai Average Variance Extracted (AVE)
Average Variance Nilai Kesimpulan
Variabel Extracted (AVE) Batas
Perceived Usefulness (X1) 0.696 0,50 Valid
Perceived Ease of Use (X2) 0.732 0,50 Valid
Attitude Toward Using (X3) 0.840 0,50 Valid
Behavioral Intention to Use (X4) 0.867 0,50 Valid
Penerapan SIMRS (Y) 0.799 0,50 Valid
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Hasil pengolahan data penelitian menunjukkan semua variabel mempunyai
memiliki konstruk validitas yang baik.

65
[Link] Uji Discriminant Validity
Mencukupi atau tidaknya konstruk sebagai fungsi dari nilai cross loading
faktor. Tahapan untuk menentukan Discriminant validity adalah dengan melihat
nilai Cross loading. Kriteria ditentukannya cros loading jika koefisien korelasinya
nilainya di atas setiap nilai konstruknya di sandingkan dengan angka koeffisien
hubungan indikator pada kolom konstruk lainnya, sehingga dapat di tarik suatu
kesimpulkan bahwa tiap tiap indikator dalam blok adalah penyusun konstruk
dalam kolom tersebut. (Haryono, 2017).
Tabel 4.10
Nilai Cross Loading
Perceived Perceived Attitude Behavioral
Penerapan
Usefulness Ease of Use Toward Using Intention to Use
SIMRS (Y)
(X1) (X2) (X3) (X4)
X1.1 0.732 0.471 0.531 0.413 0.520
X1.2 0.772 0.463 0.450 0.319 0.504
X1.3 0.849 0.538 0.601 0.378 0.600
X1.4 0.787 0.544 0.484 0.274 0.511
X1.5 0.859 0.397 0.599 0.380 0.601
X1.6 0.876 0.559 0.612 0.358 0.576
X1.7 0.855 0.524 0.573 0.344 0.546
X1.8 0.849 0.413 0.601 0.272 0.549
X1.9 0.870 0.506 0.576 0.349 0.562
X1.10 0.879 0.420 0.581 0.331 0.557
X2.1 0.471 0.842 0.457 0.425 0.559
X2.2 0.522 0.893 0.585 0.491 0.628
X2.3 0.442 0.869 0.450 0.362 0.540
X2.4 0.534 0.874 0.531 0.457 0.630
X2.5 0.540 0.901 0.576 0.494 0.615
X2.6 0.447 0.745 0.709 0.629 0.616
X3.1 0.651 0.584 0.901 0.658 0.720
X3.2 0.617 0.629 0.934 0.703 0.754
X3.3 0.635 0.593 0.942 0.712 0.772
X3.4 0.616 0.597 0.934 0.683 0.747
X3.5 0.574 0.575 0.869 0.711 0.700
X4.1 0.470 0.594 0.742 0.937 0.713
X4.2 0.288 0.447 0.664 0.926 0.662
Y.1 0.552 0.581 0.747 0.767 0.901
Y.2 0.638 0.679 0.693 0.547 0.886
Sumber: Data Primer, diolah (2025)

66
Dari hasil pengolahan data di atas didapatkan gambaran semua indikator
mempunyai angka koefisien korelasi lebih tinggi terhadap setiap variabelnya
sendiri dibandingkan dengan angka koefisien korelasi indikator dengan variable
lainnya, sehingga pada akhirnya di intisarikan bahwa setiap indikator dalam blok
adalah sebagai pembentuk variabel atau konstruk dalam kolom tersebut.

4.2.2 Uji Inner Model


Uji Inner Model ditempuh untuk melihat nilai R Square (R 2), F2, Q2, dan
uji pengaruh antar variabel. Berikut gambar inner model.

Gambar 4.7
Inner Model

67
[Link] Analisis R Square
Analisis R Square bertujuan untuk mengetahui besarnya prosentase
variabilitas konstruk endogen yang mungkin diterangkan oleh variabilitas
konstruk eksogen. Analisis ini juga untuk mengetahui kebaikan model persamaan
struktural. Semakin tinggi nilai R-square menunjukan semakin besar variabel
eksogen tersebut dapat menerangkan variabel endogen sehingga semakin baik
persamaan strukturalnya. Terlampir nilai output nilai R Square sbb:
Tabel 4.11
Nilai R Square
R R Square
Square Adjusted
Penerapan SIMRS (Y) 0.757 0.745
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Berdasarkan sajian data pada Tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa
nilai R-Square untuk variabel Penerapan SIMRS (Y) adalah 0,757. Perolehan nilai
tersebut menjelaskan bahwa presentase besarnya Penerapan SIMRS (Y) dapat
dijelaskan oleh Perceived Usefulness (X1), Perceived Ease of Use (X2), Attitude
Toward Using (X3) dan Behavioral Intention to Use (X4) secara simultan sebesar
75,7%, dan sisanya (24,3%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.

[Link] Effect Size (f2)


Perhitungan ini untuk bertujuan menggali apakah variabel laten
endogendipengaruhi secara kuat atau tidak dari variabel laten eksogen. Dapat
diproses berikut ini: (Ghozali dan Latan, 2015). Dimana R included dan R
excluded adalah R2 dari variabel laten endogenyang diperoleh ketika variabel
eksogen tersebu t masuk atau dikeluarkan dalam model. Kriteria dalam
menentukan pengaruh adalah jika angka f2 menghasilkan nilai 0,02 maka
pengaruhnya kecil, nilai 0,15 menengah serta nilai 0,35 maka pengaruh variabel
laten eksogen dinyatakan besar (Ghozali dan Latan, 2015:81).
Dari pengukuran model struktural (inner model) inilah yang menjadi
pedoman penilaian terhadap pengujian hipotesis yang diajukan pada penelitian.
Apakah keterkaitan antar konstruk yang ada pada model yang diusulkan
berdasarkan karakteristik objek yang diteliti dapat diterima atau ditolak. Hasil
output adalah sebagai berikut:

68
Tabel 4.12
Nilai f Square
Variabel f square Keterangan
Perceived Usefulness (X1) 0.1 Pengaruh menengah
Perceived Ease of Use (X2) 0.1 Pengaruh menengah
Attitude Toward Using (X3) 0.1 Pengaruh menengah
Behavioral Intention to Use (X4) 0.2 Pengaruh menengah
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Berdasarkan data di atas menunjukkan keempat variabel independen
memiliki pengaruh menengah terhadap variabel dependen.

4.2.3 Uji Hipotesa (Pengaruh Antar Variabel)


Pengujian hipotesis bertujuan untuk mencari pengaruh yang signifikan
antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan memeriksa path
coefficients yang menunjukkan koefisien parameter dan nilai signifikansi t
statistik. Signifikansi parameter diperkirakan memberi gambaran tentang korelasi
antar variabel penelitian. Standar untuk menolak dan menerima hipotesis yang
diajukan yaitu menggunakan probabilitas 0,05. Hasil t statistik penelitian ini dapat
digambarkan sebagai berikut:
Tabel 4.13
Uji Hipotesis (t statistik)
T
Original Sample Standard Statisti
Sample Mean Deviation cs (| P Values
(O) (M) (STDEV) O/ST
DEV|)
Perceived Usefulness (X1) -> Penerapan
0.223 0.232 0.085 2.616 0.009
SIMRS (Y)
Perceived Ease of Use (X2) -> Penerapan
0.216 0.219 0.065 3.344 0.001
SIMRS (Y)
Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude
Toward Using) (X3) -> Penerapan 0.274 0.264 0.097 2.839 0.005
SIMRS (Y)
Behavioral Intention to Use (X4) ->
0.319 0.319 0.077 4.136 0.000
Penerapan SIMRS (Y)
Sumber: Data Primer, diolah (2025)
Berdasarkan sajian data pada tabel 4.12, dapat diketahui bahwa:S
t tabel = jumlah sampel – variabel bebas – 1 ; 0,05
t tabel = 87 – 4 – 1 ; 0,05/2
t tabel = 82 ; 0,025

69
t tabel = 1,988
Variabel Perceived Usefulness (X1) memiliki nilai t hitung 2,616 > t tabel
1,988, dengan P values 0,009 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel
Perceived Usefulness (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan
SIMRS (Y).
Variabel Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) (X2) memiliki nilai
t hitung 3,344 > t tabel 1,988, dengan P values 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan
bahwa variabel Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) (X2) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Penerapan SIMRS (Y).
Variabel Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude Toward Using) (X3)
memiliki nilai t hitung 2,839 > t tabel 1,988, dengan P values 0,005 < 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa variabel Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude Toward
Using) (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan SIMRS (Y).
Variabel Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral Intention to Use) (X4)
memiliki nilai t hitung 4,136 > t tabel 1,988, dengan P values 0,000 < 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa variabel Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral Intention to
Use) (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan SIMRS (Y).

4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengaruh Perceived Usefullness Terhadap Penerapan SIMRS
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode Structural Equation
Modeling (SEM), diperoleh bahwa variabel Perceived Usefulness (PU) memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel penggunaan SIMRS di RSUD
Teluk Kuantan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien jalur yang positif dan nilai
signifikansi di bawah tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, hipotesis yang
menyatakan bahwa Perceived Usefulness berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penggunaan SIMRS diterima.
Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pengguna terhadap
manfaat atau kegunaan sistem, maka semakin besar pula kemungkinan mereka
untuk menggunakan SIMRS dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari. Pengguna akan
lebih termotivasi untuk menerima dan memanfaatkan sistem apabila mereka

70
merasa bahwa sistem tersebut dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan
produktivitas kerja.
Temuan ini sejalan dengan teori Technology Acceptance Model (TAM)
yang dikembangkan oleh Davis (1989), yang menyatakan bahwa Perceived
Usefulness merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi niat dan
perilaku pengguna dalam menggunakan teknologi informasi. Jika pengguna
merasa bahwa SIMRS mempermudah pekerjaannya, mempercepat akses data, dan
membantu pengambilan keputusan, maka pengguna akan lebih cenderung
menggunakan sistem tersebut secara berkelanjutan.
4.3.2 Pengaruh Perceived Easy of Use Terhadap Penerapan SIMRS
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Perceived Ease of Use
(PEOU) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hal ini ditunjukkan oleh nilai
koefisien yang positif serta tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,05,
sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh signifikan antara Perceived
Ease of Use terhadap penggunaan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan dapat
diterima.
Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin mudah suatu sistem untuk
digunakan, maka semakin besar kemungkinan sistem tersebut akan digunakan
secara aktif oleh pengguna. Dalam konteks ini, pengguna SIMRS di rumah sakit
merasa bahwa sistem yang mudah dipelajari, mudah dioperasikan, dan tidak
membebani secara teknis akan mendorong mereka untuk menggunakan sistem
tersebut dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
Hasil ini sejalan dengan konsep dalam Technology Acceptance Model
(TAM) yang dikemukakan oleh Davis (1989), yang menyatakan bahwa persepsi
terhadap kemudahan penggunaan merupakan salah satu faktor kunci yang
memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi informasi. Jika pengguna
merasa bahwa SIMRS tidak memerlukan usaha besar untuk dipahami dan
digunakan, maka mereka akan lebih bersedia dan percaya diri dalam
memanfaatkannya.
Penelitian ini juga mendukung hasil studi-studi sebelumnya yang
dilakukan oleh yang menyatakan bahwa kemudahan penggunaan sistem memiliki

71
pengaruh signifikan terhadap intensitas penggunaan teknologi informasi,
khususnya dalam lingkungan pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu, pihak manajemen rumah sakit dan pengembang sistem
perlu memastikan bahwa antarmuka SIMRS dirancang dengan user-friendly,
menyediakan panduan penggunaan yang jelas, serta memberikan pelatihan teknis
yang memadai. Semakin mudah sistem digunakan, maka semakin tinggi pula
tingkat penerimaan dan pemanfaatan sistem oleh pengguna.
4.3.3 Pengaruh Attitud Toward Using Terhadap Penerapan SIMRS
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, variabel Attitude Toward Using
terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hasil ini ditunjukkan oleh nilai
koefisien yang positif serta tingkat signifikansi yang berada di bawah ambang
batas 0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh signifikan
antara sikap terhadap penggunaan sistem dan penggunaan SIMRS di RSUD Teluk
Kuantan dinyatakan diterima.
Temuan ini menunjukkan bahwa sikap positif dari pengguna terhadap
SIMRS akan mendorong mereka untuk lebih aktif dan konsisten dalam
menggunakan sistem. Sikap yang dimaksud mencerminkan perasaan senang,
percaya diri, serta keyakinan bahwa penggunaan SIMRS membawa manfaat dan
kemudahan dalam pekerjaan. Semakin positif sikap pengguna, maka semakin
tinggi pula kecenderungan mereka untuk menggunakan sistem secara
berkelanjutan.
Hasil ini selaras dengan kerangka teori Technology Acceptance Model
(TAM), yang menyatakan bahwa sikap terhadap penggunaan (Attitude Toward
Using) merupakan variabel mediasi penting yang dipengaruhi oleh persepsi
kemanfaatan dan kemudahan, dan pada akhirnya berdampak pada keputusan
untuk menggunakan sistem. Dengan kata lain, meskipun pengguna memahami
bahwa sistem tersebut bermanfaat dan mudah digunakan, sikap mereka terhadap
sistem akan sangat menentukan apakah mereka akan benar-benar
menggunakannya.
Temuan ini juga konsisten dengan penelitian terdahulu yang
menyimpulkan bahwa sikap positif terhadap sistem informasi merupakan faktor

72
penting dalam mendorong adopsi teknologi, terutama dalam sektor pelayanan
kesehatan.
Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan penggunaan SIMRS, rumah
sakit perlu membentuk dan memperkuat sikap positif pengguna terhadap sistem.
Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan persuasif, penyampaian manfaat
sistem secara nyata, pemberian dukungan teknis, serta menciptakan pengalaman
penggunaan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi staf kariawan RSUD Teluk
Kuantan.
4.3.4 Pengaruh Behavioral Intention to Use Terhadap Penerapan SIMRS
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel Behavioral
Intention to Use (niat perilaku untuk menggunakan) memiliki pengaruh positif
dan signifikan terhadap penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
(SIMRS). Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi yang positif dan nilai
signifikansi yang berada di bawah tingkat signifikansi 0,05, sehingga hipotesis
yang menyatakan adanya pengaruh antara Behavioral Intention terhadap
penggunaan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan dinyatakan diterima.
Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi niat atau keinginan
seseorang untuk menggunakan SIMRS, maka semakin besar kemungkinan
mereka benar-benar akan menggunakan sistem tersebut dalam aktivitas kerja
sehari-hari. Niat perilaku merupakan indikator awal dari tindakan aktual; ketika
seseorang memiliki niat kuat untuk menggunakan suatu sistem, hal tersebut
cenderung direalisasikan dalam bentuk penggunaan nyata.
Hasil ini mendukung teori Technology Acceptance Model (TAM), di mana
Behavioral Intention to Use diposisikan sebagai prediktor langsung terhadap
penggunaan aktual sistem informasi. Niat pengguna terbentuk sebagai hasil dari
persepsi terhadap kemudahan dan kemanfaatan sistem, serta sikap positif terhadap
penggunaan sistem tersebut. Oleh karena itu, Behavioral Intention berperan
sebagai jembatan antara sikap internal pengguna dengan tindakan nyata dalam
menggunakan SIMRS.
Dengan demikian, untuk mendorong peningkatan penggunaan SIMRS,
pihak manajemen rumah sakit perlu membangun dan memperkuat niat pengguna
melalui pendekatan motivasional, peningkatan pemahaman terhadap manfaat

73
sistem, serta pelibatan aktif pengguna dalam proses pengembangan dan evaluasi
sistem. Ketika pengguna merasa yakin dan berniat untuk menggunakan sistem,
maka adopsi dan pemanfaatan SIMRS akan meningkat secara signifikan.

4.4 Implikasi
4.4.1 Implikasi Teoritis
Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan dan
pengembangan teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikemukakan
oleh Davis (1989). Temuan bahwa variabel Perceived Usefulness, Perceived Ease
of Use, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention to Use secara signifikan
memengaruhi penggunaan SIMRS memberikan bukti empiris bahwa kerangka
TAM masih relevan dan aplikatif dalam konteks sistem informasi di sektor
pelayanan kesehatan, khususnya dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Teluk Kuantan.
Implikasi teoritis dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi
pengguna terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan sistem secara langsung
dan tidak langsung memengaruhi sikap mereka terhadap sistem, yang pada
akhirnya membentuk niat dan perilaku aktual dalam menggunakan teknologi
tersebut. Hal ini mendukung struktur dasar TAM yang menyatakan bahwa adopsi
teknologi dipengaruhi oleh faktor-faktor persepsi kognitif dan afektif pengguna.
Selain itu, temuan ini juga memberikan validasi bahwa variabel-variabel
dalam TAM dapat saling berkaitan secara konsisten, serta dapat digunakan untuk
memprediksi keberhasilan implementasi sistem informasi dalam organisasi publik
seperti rumah sakit. Dalam konteks SIMRS, model TAM terbukti mampu
menjelaskan proses penerimaan teknologi oleh tenaga kesehatan dan staf
administrasi, yang sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam adaptasi
sistem baru.
Penelitian ini juga memperluas cakupan penerapan TAM dalam bidang
kesehatan di Indonesia, yang sebelumnya masih terbatas pada sektor industri atau
pendidikan. Oleh karena itu, secara teoritis, studi ini menambah literatur empiris
mengenai validitas dan keandalan model TAM dalam mengevaluasi sistem

74
informasi berbasis teknologi dalam konteks lokal, khususnya di RSUD Teluk
Kuantan.
4.4.2 Implikasi Manajerial
Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi penting bagi
manajemen rumah sakit, khususnya dalam upaya meningkatkan pemanfaatan
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Temuan bahwa Perceived
Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, dan Behavioral
Intention to Use secara signifikan memengaruhi penggunaan SIMRS, dapat
dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan dan
pengembangan sistem informasi di lingkungan rumah sakit.
Pertama, pihak manajemen perlu memastikan bahwa SIMRS benar-benar
memberikan manfaat nyata bagi pengguna dalam menunjang kinerja sehari-hari.
Hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan fitur-fitur sistem dengan kebutuhan
kerja, mempercepat proses pelayanan, serta menghasilkan informasi yang akurat
dan relevan. Semakin besar manfaat yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat
penerimaan dan penggunaan sistem.
Kedua, manajemen perlu memperhatikan aspek kemudahan penggunaan.
Sistem yang terlalu kompleks atau tidak intuitif akan menghambat proses adopsi.
Oleh karena itu, desain antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly), pelatihan
yang memadai, serta ketersediaan bantuan teknis akan sangat membantu dalam
meningkatkan persepsi kemudahan dari pengguna.
Ketiga, membangun sikap positif terhadap penggunaan SIMRS menjadi
strategi penting. Manajemen dapat melakukan pendekatan persuasif, sosialisasi
manfaat sistem, serta melibatkan pengguna dalam proses evaluasi sistem agar
terbentuk rasa memiliki dan sikap yang lebih terbuka terhadap penggunaan
teknologi.
Keempat, Behavioral Intention sebagai prediktor langsung terhadap
penggunaan aktual perlu diperkuat melalui motivasi kerja, penghargaan terhadap
penggunaan teknologi, serta menciptakan budaya kerja berbasis digital. Dengan
meningkatkan niat pengguna untuk menggunakan SIMRS, maka sistem akan lebih
dimanfaatkan secara optimal dalam proses pelayanan kesehatan.

75
Secara keseluruhan, implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan
pentingnya peran aktif manajemen dalam mengelola aspek teknis dan psikologis
pengguna sistem. Penguatan terhadap faktor-faktor penerimaan pengguna menjadi
kunci keberhasilan implementasi SIMRS yang efektif dan berkelanjutan.

76
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada
Bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam model
Technology Acceptance Model (TAM), yaitu Perceived Usefulness, Perceived
Ease of Use, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention to Use, memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Teluk Kuantan. Hasil ini menunjukkan bahwa
model TAM relevan dan dapat digunakan sebagai kerangka kerja dalam
mengevaluasi penerimaan teknologi informasi di lingkungan rumah sakit.
Secara lebih rinci, kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perceived Usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan. Hal ini mengindikasikan
bahwa semakin tinggi persepsi pengguna terhadap manfaat atau kegunaan
SIMRS dalam mendukung pekerjaan, maka semakin besar kecenderungan
pengguna untuk mengadopsi dan memanfaatkan sistem tersebut secara
optimal. SIMRS yang dianggap mampu meningkatkan efisiensi kerja,
mempercepat pelayanan, dan mendukung pengambilan keputusan akan
lebih mudah diterima dan digunakan oleh tenaga kesehatan.
2. Perceived Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penerapan SIMRS di SUD Teluk Kuantan. Ini menunjukkan bahwa
kemudahan dalam mengoperasikan sistem, memahami menu, dan
menyelesaikan tugas-tugas teknis tanpa kesulitan yang berarti menjadi
faktor penting dalam mendorong pengguna untuk menggunakan SIMRS.
Sistem yang dianggap mudah digunakan akan menciptakan kenyamanan
dan menurunkan resistensi pengguna terhadap teknologi baru.
3. Attitude Toward Using berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penerapan SIMRS. Artinya, ketika pengguna memiliki sikap yang positif,
merasa sistem tersebut menyenangkan dan layak digunakan, maka akan
muncul dorongan internal untuk menggunakan sistem secara konsisten.

77
Sikap positif terbentuk dari pengalaman penggunaan yang baik, persepsi
manfaat yang tinggi, dan kemudahan dalam operasionalisasi SIMRS di
RSUD Teluk Kuantan.
4. Behavioral Intention to Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penerapan SIMRS di RSUD Teluk Kuantan. Niat pengguna untuk
menggunakan sistem di masa mendatang terbukti menjadi prediktor kuat
terhadap perilaku penggunaan aktual. Hal ini berarti bahwa semakin kuat
niat dan komitmen pengguna terhadap penggunaan sistem, maka semakin
besar peluang sistem tersebut akan benar-benar dimanfaatkan dalam
proses kerja sehari-hari.

5.2 Saran
Berdasarkan temuan-temuan dari hasil penelitian ini, maka beberapa saran
yang dapat diajukan untuk pihak manajemen RSUD Teluk Kuantan, pengembang
sistem, serta peneliti selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Bagi manajemen rumah sakit, disarankan untuk lebih memperhatikan
persepsi pengguna terhadap manfaat SIMRS. Hal ini dapat dilakukan
dengan menyelaraskan fungsi-fungsi SIMRS dengan kebutuhan
operasional di lapangan, serta memastikan bahwa sistem benar-benar
memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kinerja pelayanan rumah
sakit, seperti efisiensi administrasi, kecepatan pelayanan, dan akurasi
pencatatan data medis.
2. Dalam hal pengembangan sistem, perlu dilakukan perbaikan secara
berkelanjutan terhadap aspek kemudahan penggunaan. Antarmuka sistem
harus dirancang secara sederhana, intuitif, dan mudah dipahami oleh
seluruh lapisan tenaga kerja, termasuk yang kurang familiar dengan
teknologi. Selain itu, pelatihan berkala dan dukungan teknis juga perlu
disediakan untuk membantu pengguna dalam mengatasi kendala saat
menggunakan SIMRS.
3. Untuk membentuk sikap positif pengguna terhadap SIMRS, pihak
manajemen perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung

78
penggunaan teknologi, termasuk dengan memberikan penghargaan atau
insentif kepada unit kerja atau individu yang aktif dan berhasil
mengoptimalkan penggunaan sistem. Selain itu, keterlibatan pengguna
dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan terkait pengembangan
sistem juga akan meningkatkan rasa memiliki terhadap SIMRS.
4. Meningkatkan Behavioral Intention pengguna merupakan langkah
strategis yang sangat penting. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengkomunikasikan manfaat jangka panjang dari penggunaan SIMRS,
memperlihatkan keberhasilan implementasi di unit lain, serta menjadikan
penggunaan sistem sebagai bagian dari prosedur kerja standar (SOP)
rumah sakit.
5. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan model
evaluasi penerimaan sistem dengan menambahkan variabel lain di luar
TAM klasik, seperti user satisfaction, organizational support, atau
facilitating conditions, guna memperoleh pemahaman yang lebih
komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan
implementasi SIMRS. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada rumah
sakit lain dengan karakteristik yang berbeda untuk memperluas
generalisasi temuan.

79
DAFTAR PUSTAKA

Austin, C. S. . (1997). Information System for Hospital administration, University


of Michigan, USA.

Davis, F. D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User


Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly, (September), 319–
340.
Ferdinand & Augusty. (2002). Sctructural Equation Modeling dalam Penelitian
Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Igbaria, M., Parasuraman, S., & Baroudi, J. J. (1996). A motivational model of


microcomputer usage. Journal of Management Information Systems, 13(1),

Jober, N. F. (2017). Evaluasi SIMRS menggunakan metode Technology


Acceptance Model (TAM) pada bagian rawat inap RSUD Abepura Jayapura
Provinsi Papua. Journal of Information Systems for Public Health.

Jogiyanto. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur


dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Jogiyanto. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan (Revisi). Yogyakarta: Andi


Offset.

Jogiyanto. (2008). Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi


Offset.

Nugroho, E. (2008). Sistem Informasi Manajemen : Konsep, Aplikasi, dan


Pengembangannya. Yogyakarta: Andi Offset.

Ramdhani, N. (2007). Model Perilaku Penggunaan IT: Pengembangan dari


Technology Acceptance Model (TAM).

Rospandi. (2012). Evaluasi Kepuasan Pengguna (User Satisaction) Situs Sistem


Informasi Manajemen Kesehatan Pelabuhan di Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas II Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Universitas
Gadjah Mada.

Shroff, R. H., Deneen, C. C., & Ng, E. M. W. (2011). Analysis of The


Technology Aacceptance Model in Examining Students ’ Behavioural
Intention to Use an e- Portfolio System, 27(4), 600–618.

Sumaryono. (2011). Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Penerapan Sistem


Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Dinas Kesehatan
Kabupaten Rejang Lebong. Universitas Gadjah Mada.

80
Jaber Naomi. (2017). Evaluasi SIMRS Menggunakan Metode Technology
Acceptance Model (TAM) Pada Bagian Rawat Inap RSUD Abepura
Jayapura Provinsi Papua. Universitas Gajah Mada.

Irawati, Tri. Elistya Rimawati. Nayu Ariloka. (2019). Penggunaan Metode


Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Analisis Sistem Informasi
Alista (Application of Logistic And Supply Telkom Akses). Accounting
Information Systems and Information Technology Business Enterprise.
Volume 04, Nomor 02 (2019) Hal. 106-120.

Putra, Andi Dermawan. Muhammad Siri Dangnga. Makhrajani Majid. (2020).


Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dengan
Metode Hot Fit Di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Jurnal Ilmiah
Manusia dan Kesehatan. Vol 1. No 1. Januari 2020

Ferbriana. Sandra (2021). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit


Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Pada Bagian
Rawat Inap di Rumah Sakit [Link] Madiun. Stikes Bhakti Husada Mulia
Madiun.

Kementrian Kesehatan. (2023). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17


Tentang Kesehatan. Jakarta

WEBSITE:

Furneaux, B. (2006) Theories Used in IS Research : Task technology Fit.


Available at:http ://[Link]. [Link] [Accessed 2 Januari 2008].

Mustikawati, IS. (2013). EtikaPenelitian. Diakses melalui:


[Link]
[Link].[Diakses 17 Januari 2017].

Pengembangan dari Technology Acceptance Model. Diakses


melalui:[Link]
neila_buletin_tsm.pdf.[Diakses 2 Januari 2013].

Sitepu, W. (2013). Methods of Successive Interval (MSI) untuk MEngkonversi


Skala Data Ordinal Menjadi Interval (Disertai dengan Contoh Kasus
Penerapan). Diakses melalui:
[Link]
[Link]. [Diakses 2 Januari 2017].

Talmon, J. Rigby, M., Prokosch H.U., Nykanen P., Brender J., Ammenwerth. E.
(2004) Vision and Strategies to Improve Evaluation of Health Information
System. Intenational Journal of Medical Informatics, vol 73, pp. 479-491.

81
From:[Link] [Accessed 10
November 2007.

RSUD Teluk Kuantan. (2022). Profile RSUD Teluk Kuantan. Diakses dari situs
resmi RSUD Teluk Kuantan. [Link]

Penggunaan TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Untuk Keperluan


Penelitian. Diakses melalui [Link]
tam-technology-acceptance-model-untuk-keperluan-penelitian/. (Diakses
30 Mei 2022).

82
LAMPIRAN

Lampiran 1. SIMRS PILAR

83
84
Lampiran 2.
KUESIONER PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI SISTEM


INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) MENGGUNAKAN
METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI RSUD
TELUK KUANTAN

Kuesioner penelitian diberikan dalam bentuk Goggle Form dengan link:


[Link]

85
86
87
88
89
Lampiran 3. Rekapitulasi Data
Kuesioner
Perceived Usefulness (X1)
No. X1. X1. X1.
X1.1 X1.3 X1.4 X1.6 X1.7 X1.8 X1.10 Total.X1
2 5 9
1 5 6 6 6 6 6 5 6 6 5 57
2 6 6 6 6 7 6 6 6 7 7 63
3 7 6 6 6 7 6 6 6 6 7 63
4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 39
5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 47
6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 6 59
7 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 43
8 7 7 7 6 6 6 6 6 5 7 63
9 7 6 6 6 5 6 5 5 5 5 56
10 7 7 7 6 7 6 6 6 6 7 65
11 5 5 5 5 6 5 5 5 5 5 51
12 4 4 6 7 7 7 7 7 7 7 63
13 6 6 5 5 6 5 5 5 5 5 53
14 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 49
15 6 6 6 6 6 6 6 5 6 6 59
16 7 7 6 7 6 7 6 6 7 7 66
17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
18 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 48
19 7 6 6 6 7 6 7 7 7 7 66
20 6 6 5 5 6 6 6 6 6 6 58
21 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
22 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
23 5 6 6 5 5 5 5 5 5 5 52
24 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 60
25 7 6 6 5 5 5 5 5 6 5 55
26 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 48
27 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50
29 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 41
30 6 6 7 6 6 7 7 6 6 6 63

90
Perceived Usefulness (X1)
No. X1. X1. X1.
X1.1 X1.3 X1.4 X1.6 X1.7 X1.8 X1.10 Total.X1
2 5 9
31 5 5 5 4 4 4 6 5 6 6 50
32 5 5 6 6 5 6 6 5 6 6 56
33 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 60
34 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 43
35 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 39
36 7 7 5 6 6 5 6 5 6 5 58
37 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 47
38 6 6 6 6 5 6 5 5 6 5 56
39 4 5 4 5 4 4 5 5 5 4 45
40 6 7 6 6 6 5 5 6 6 7 60
41 5 6 5 5 5 5 5 5 5 5 51
42 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 41
43 7 5 5 5 5 5 5 5 5 5 52
44 7 5 5 5 5 5 5 4 5 5 51
45 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 46
46 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 49
47 6 6 6 5 6 5 6 5 5 6 56
48 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 44
49 6 7 6 6 6 7 7 6 7 7 65
50 5 6 6 6 5 5 5 6 5 5 54
51 5 6 6 6 4 5 6 4 6 6 54
52 5 6 6 7 7 6 5 5 6 5 58
53 7 6 6 7 7 6 6 6 6 6 63
54 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 46
55 5 4 4 6 6 6 6 6 6 6 55
56 6 6 6 6 5 6 6 6 6 6 59
57 5 5 5 5 5 6 5 6 5 5 52
58 6 6 7 6 7 6 6 7 6 7 64
59 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
60 7 5 5 5 5 6 6 5 5 5 54
61 7 7 7 6 7 7 6 7 7 7 68
62 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 60
63 4 5 4 5 6 5 5 5 5 5 49
64 5 6 6 5 6 5 5 6 5 6 55
65 6 7 6 6 6 6 5 6 5 6 59
66 7 5 5 5 6 5 6 6 5 6 56
67 5 5 5 5 6 5 5 5 5 5 51
68 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 41
69 6 6 7 6 7 6 7 7 7 7 66
70 5 5 6 5 6 5 5 6 6 5 54

91
Perceived Usefulness (X1)
No. X1. X1. X1.
X1.1 X1.3 X1.4 X1.6 X1.7 X1.8 X1.10 Total.X1
2 5 9
71 5 6 6 5 5 6 6 6 6 6 57
72 6 6 6 4 6 6 6 6 6 6 58
73 6 6 5 6 5 5 5 5 5 4 52
74 5 5 5 6 5 5 5 5 6 6 53
75 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 48
76 7 5 6 6 6 5 6 7 7 5 60
77 5 5 6 5 5 5 5 5 6 5 52
78 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 60
79 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40
80 7 5 5 6 5 5 4 4 4 4 49
81 7 4 4 5 7 5 5 7 6 6 56
82 6 6 6 4 5 4 5 4 5 4 49
83 5 5 5 5 4 4 6 4 5 4 47
84 7 6 7 6 7 6 7 7 7 7 67
85 6 6 7 4 5 6 6 5 5 5 55
86 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 46
87 7 6 6 7 7 6 6 7 7 7 66

Perceived Ease of Use (X2)


No. X2. X2. X2. X2. X2.
X2.6 Total.X2
1 2 3 4 5
1 6 6 5 5 6 6 34
2 7 6 7 7 7 7 41
3 5 5 5 5 5 6 31
4 4 4 3 3 4 4 22
5 6 6 6 6 6 5 35
6 5 5 5 5 5 5 30
7 4 4 4 4 4 4 24
8 6 6 6 7 6 6 37
9 5 5 5 5 5 5 30
10 4 5 4 5 5 5 28
11 5 5 5 5 5 6 31
12 4 6 6 6 6 6 34
13 4 3 4 5 3 4 23
14 5 5 5 5 5 6 31
15 6 5 5 5 5 5 31
16 6 5 5 6 6 6 34

92
Perceived Ease of Use (X2)
No. X2. X2. X2. X2. X2.
X2.6 Total.X2
1 2 3 4 5
17 5 5 5 5 6 6 32
18 4 5 4 4 4 5 26
19 7 7 6 6 7 7 40
20 6 6 6 6 6 5 35
21 5 5 5 5 5 5 30
22 4 4 4 5 4 4 25
23 5 5 5 5 5 6 31
24 6 6 6 6 6 5 35
25 7 7 7 6 6 6 39
26 6 6 6 6 6 5 35
27 4 5 5 5 5 4 28
28 6 6 6 6 6 7 37
29 4 5 5 4 4 5 27
30 6 6 6 7 6 7 38
31 4 5 6 5 4 4 28
32 5 5 4 5 5 5 29
33 6 6 6 6 5 7 36
34 5 5 5 5 5 5 30
35 4 4 4 5 4 4 25
36 5 5 6 5 5 5 31
37 7 7 7 7 7 7 42
38 7 6 6 6 6 6 37
39 4 4 5 5 5 5 28
40 6 6 5 6 6 5 34
41 5 5 4 4 4 6 28
42 5 5 4 4 4 5 27
43 6 6 6 5 6 6 35
44 6 6 6 6 6 6 36
45 5 6 6 5 5 5 32
46 5 5 5 5 5 5 30
47 6 6 6 6 6 6 36
48 5 4 5 5 4 4 27
49 6 7 6 7 7 5 38
50 5 5 6 5 5 5 31
51 7 6 6 6 6 5 36
52 6 6 6 5 5 5 33
53 6 6 6 7 6 6 37
54 4 4 4 4 3 4 23
55 6 6 7 7 7 4 37
56 7 7 7 7 6 6 40

93
Perceived Ease of Use (X2)
No. X2. X2. X2. X2. X2.
X2.6 Total.X2
1 2 3 4 5
57 6 6 6 5 5 5 33
58 7 7 6 6 6 6 38
59 4 4 3 4 4 4 23
60 5 6 6 5 5 6 33
61 5 6 6 6 6 5 34
62 5 6 5 5 6 6 33
63 4 4 5 5 5 6 29
64 6 5 5 5 5 5 31
65 5 4 4 4 5 4 26
66 6 6 6 5 5 6 34
67 5 4 5 5 4 6 29
68 5 5 4 4 4 4 26
69 6 6 6 6 6 7 37
70 5 6 6 5 5 6 33
71 5 5 5 5 4 4 28
72 4 5 5 5 4 5 28
73 5 6 6 6 6 5 34
74 5 6 6 6 5 6 34
75 5 5 5 5 5 6 31
76 6 5 6 5 5 6 33
77 5 6 5 5 5 6 32
78 5 6 5 5 6 6 33
79 4 3 4 3 4 4 22
80 5 5 5 7 7 7 36
81 4 4 4 4 4 4 24
82 6 5 6 6 5 5 33
83 5 4 5 4 4 4 26
84 6 6 5 5 6 5 33
85 4 5 5 5 5 6 30
86 5 5 4 4 4 4 26
87 5 5 5 6 5 5 31

Attitude Toward Using (X3)


No.
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 Total.X3
1 5 5 5 5 6 26
2 6 7 7 7 7 34
3 6 6 6 6 4 28
4 4 4 4 5 4 21

94
Attitude Toward Using (X3)
No.
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 Total.X3
5 5 5 5 5 5 25
6 6 5 5 5 5 26
7 4 4 4 4 4 20
8 6 6 7 7 6 32
9 4 5 5 4 4 22
10 5 5 7 7 7 31
11 5 5 6 5 5 26
12 7 7 6 6 6 32
13 5 3 3 3 4 18
14 6 6 6 6 7 31
15 5 5 5 5 5 25
16 7 7 7 7 6 34
17 6 6 5 6 5 28
18 5 4 4 4 5 22
19 7 7 7 7 7 35
20 4 4 4 4 4 20
21 5 5 5 5 6 26
22 5 4 4 4 4 21
23 5 6 5 5 6 27
24 5 5 5 4 5 24
25 5 5 5 6 6 27
26 5 6 5 5 5 26
27 4 4 5 4 4 21
28 7 6 6 7 6 32
29 5 6 5 5 4 25
30 6 6 6 7 7 32
31 4 4 4 4 4 20
32 6 6 5 6 6 29
33 7 7 6 7 7 34
34 4 5 5 4 5 23
35 4 4 4 4 4 20
36 5 6 6 6 6 29
37 6 7 7 7 7 34
38 6 6 6 5 5 28
39 4 4 4 4 5 21
40 6 5 5 5 4 25
41 6 6 6 7 7 32
42 5 5 5 5 5 25
43 6 6 6 6 6 30
44 5 5 5 5 6 26

95
Attitude Toward Using (X3)
No.
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 Total.X3
45 5 5 4 4 4 22
46 6 7 6 6 4 29
47 7 7 7 7 7 35
48 5 5 5 5 5 25
49 7 7 7 7 7 35
50 5 5 5 5 4 24
51 4 4 4 4 5 21
52 5 5 5 6 5 26
53 6 6 6 6 7 31
54 4 3 4 4 4 19
55 5 5 5 6 4 25
56 6 6 7 7 6 32
57 6 5 6 6 4 27
58 7 7 7 7 7 35
59 4 4 4 4 5 21
60 6 6 6 4 5 27
61 7 7 7 7 7 35
62 7 6 6 6 5 30
63 6 5 5 5 5 26
64 6 6 7 6 7 32
65 4 4 4 4 4 20
66 6 6 7 7 7 33
67 5 4 4 5 5 23
68 4 4 4 4 4 20
69 7 7 6 7 7 34
70 6 6 6 7 6 31
71 5 5 5 5 5 25
72 7 7 7 6 6 33
73 5 5 4 4 5 23
74 6 6 6 6 6 30
75 5 5 5 4 4 23
76 7 6 7 7 7 34
77 6 5 5 6 6 28
78 6 7 7 7 7 34
79 4 4 4 4 4 20
80 6 6 7 7 7 33
81 5 6 6 6 5 28
82 5 5 4 5 5 24
83 4 4 4 4 4 20
84 6 7 7 7 7 34

96
Attitude Toward Using (X3)
No.
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 Total.X3
85 6 6 6 5 6 29
86 4 4 4 5 4 21
87 7 7 7 7 7 35

No Behavioral Intention to Use (X4)


. X4.1 X4.2 Total.X4
1 6 6 12
2 7 7 14
3 5 5 10
4 4 4 8
5 5 5 10
6 5 5 10
7 4 5 9
8 7 7 14
9 4 5 9
10 5 5 10
11 6 6 12
12 5 5 10
13 4 5 9
14 7 7 14
15 5 5 10
16 6 6 12
17 6 6 12
18 4 4 8
19 7 7 14
20 4 4 8
21 5 5 10
22 4 5 9
23 5 5 10
24 5 5 10
25 6 5 11
26 5 5 10
27 6 6 12
28 7 7 14
29 4 5 9
30 6 6 12
31 4 4 8
32 5 5 10
33 6 7 13
34 5 6 11

97
No Behavioral Intention to Use (X4)
. X4.1 X4.2 Total.X4
35 4 5 9
36 6 5 11
37 7 7 14
38 5 6 11
39 4 4 8
40 5 5 10
41 7 7 14
42 5 5 10
43 4 6 10
44 6 6 12
45 5 5 10
46 5 6 11
47 7 7 14
48 4 5 9
49 7 6 13
50 4 3 7
51 6 5 11
52 4 6 10
53 7 7 14
54 4 5 9
55 4 5 9
56 6 5 11
57 4 6 10
58 7 6 13
59 5 5 10
60 6 6 12
61 7 7 14
62 6 6 12
63 4 6 10
64 4 5 9
65 4 4 8
66 5 6 11
67 4 4 8
68 5 5 10
69 7 6 13
70 6 5 11
71 4 4 8
72 7 6 13
73 4 4 8
74 7 6 13

98
No Behavioral Intention to Use (X4)
. X4.1 X4.2 Total.X4
75 5 4 9
76 6 7 13
77 5 5 10
78 7 7 14
79 4 6 10
80 6 6 12
81 6 6 12
82 6 6 12
83 4 5 9
84 6 6 12
85 5 6 11
86 4 5 9
87 6 5 11

Penerapan SIMRS
No. (Y)
Y.1 Y.2 Total.Y
1 6 6 12
2 7 6 13
3 5 5 10
4 4 3 7
5 5 5 10
6 5 5 10
7 4 4 8
8 7 6 13
9 6 5 11
10 6 6 12
11 7 4 11
12 6 6 12
13 5 5 10
14 5 6 11
15 5 5 10
16 6 6 12
17 5 5 10
18 4 4 8
19 7 7 14
20 4 6 10
21 6 5 11
22 5 5 10

99
Penerapan SIMRS
No. (Y)
Y.1 Y.2 Total.Y
23 5 5 10
24 5 6 11
25 5 6 11
26 5 6 11
27 5 5 10
28 7 6 13
29 5 6 11
30 6 7 13
31 4 4 8
32 5 5 10
33 6 6 12
34 6 5 11
35 4 4 8
36 6 6 12
37 7 6 13
38 6 6 12
39 4 5 9
40 6 6 12
41 6 5 11
42 4 4 8
43 6 5 11
44 6 5 11
45 4 5 9
46 6 6 12
47 7 7 14
48 5 5 10
49 6 7 13
50 6 5 11
51 5 6 11
52 6 6 12
53 7 6 13
54 5 5 10
55 5 6 11
56 5 6 11
57 5 5 10
58 7 7 14
59 4 5 9
60 6 5 11
61 7 6 13
62 6 6 12

100
Penerapan SIMRS
No. (Y)
Y.1 Y.2 Total.Y
63 5 5 10
64 5 6 11
65 4 4 8
66 6 6 12
67 4 5 9
68 5 5 10
69 7 7 14
70 6 6 12
71 5 6 11
72 7 5 12
73 4 4 8
74 6 5 11
75 4 5 9
76 6 6 12
77 5 6 11
78 6 6 12
79 5 4 9
80 6 6 12
81 5 6 11
82 6 5 11
83 4 4 8
84 6 6 12
85 6 5 11
86 5 5 10
87 6 6 12

101
Lampiran 4. Output Smart PLS

Outer Model

Outer Loading

102
103
R Square

F Square

104
Cross Loading

105
Construct Reliability and Validity

106
Inner Model

T Statistik

107

Anda mungkin juga menyukai