NAMA :
SOAL TULIS
PJL JULI NIPP :
STASIUN BESAR
MOJOKERTO 2025
TANGGAL :
1. Jelaskan Tupoksi PJL ?
2. Sebutkan Kewajiban PJL ?
3. Sebutkan dan jelaskan Semboyan Genta ?
4. Jelaskan Prosedur Pengamanan Kondisi Tidak Normal di PJL ?
5. Apa tindakan seorang pjl jika genta tidak berbunyi/gangguan &
alat komunikasi gangguan/tiada?
6. Jelaskan Arti Semboyan 1, 3, 20, 21, 31, 35, 39, 39a dan 50 ?
7. Apa Yang dilakukan PJL pra dan pasca dinas ?
SELAMAT MENGERJAKAN
JAWABAN :
1. PJL bertugas melaksanakan keselamatan perjalanan KA dan langsir saat
melintasi pintu perlintasan KA di wilayah kerjanya. ( SOP PJL – KL.104/2023)
2. Membawa smartcard
Mendengarkan dan memperhatikan semboyan genta dan atau jadwal KA
yang akan lewat di perlintasannya
Melakukan tunjuk sebut terhadap semboyan KA saat akan melintasi di
perlintasannya dengan bersikap tegak ditempat yang mudah terlihat oleh
masinis atau assisten masinis serta memperhatikan semboyan semboyan
yang dipasang di KA
Memelihara dan memperhatikan alur (dwang) rel dan peralatan pintu
perlintasan yang dapat dilakukam sendiri
Dalam hal terjadi kerusakan pada peralatan pintu perlintasan dan alur
(dwang) rel, segera melaporkan kepada ppka
Melaporkan kepada ppka dalam hal mendapati semboyan bahaya yang
diperlihatkan atau diperdengarkan oleh KA yang lewat diperlintasannya
Mencatat identitas dan Alamat pelanggar yang menabrak pintu perlintasan
KA dan melaporkan kepada atasannya
Menandatangani buku “Pas Jalan” pemeriksaan jalur KA yang dilakukan oleh
ppj yang ditetapkan oleh pejabat berwenang
Melarang orang memasuki gardu pjl kecuali petugas yang berkepentingan.
( SOP PJL – KL.104/2023)
3. - 55a1 : KA akan lewat jurusan hilir (S. berita 1X)
- 55a2 : KA akan lewat jurusan hulu (S. berita 2X)
- 55b : Semby. Yang telah dibunyikan dibatalkan (S. Pembatalan 4X)
- 55c : Jalur KA membahayakan (S. Bahaya 8X)
- 55d : KA terakhir telah lewat (S. dinas berakhir 3X)
- 56 : Percobaan genta (S. percobaan 5X)
(PD 3 Pasal 112 – 116)
4. Pjl mendapati kerusakan jalan rel atau hal yang membahayakan perjalanan KA:
a. Pjl menginformasikan dengan alat komunikasi dengan PPKA
b. PPKA melapor ke PPKP
c. PPKP menginformasikan kepad masinis KA yang akan melalui JPL tersebut
d. Pjl harus berusaha menghentikan KA dengan memperlihatkan semboyan 3 sejauh minimal 500
meter ke arah yang terlihat oleh masinis dari jarak 600 meter dari arah KA yang akan datang
Terdapat kendaraan mogok di perlintasan:
a. Membunyikan sirine yang pintunya elektrik
b. Menginformasikan dengan alat komunikasi kepada PPKA
c. PPKA menginformasikan kepada PPKP
d. PPKP menginformasikan kepada masinis KA yang akan melalui JPL tersebut
e. Pjl memasang tanda verbodden (stop) di Tengah jalan raya agar kendaraan berhenti
f. Memberitahu sopir dan atau penumpang agar turun
g. Pjl harus berusaha menghentikan KA dengan memperlihatkan semboyan 3 sejauh minimal 500
meter ke arah yang terlihat oleh masinis dari jarak 600 meter dari arah KA yang akan datang
Kendaraan Menyerobot Palang pintu pada saat ditutup:
a. Terus menutup pintu perlintasan
b. Mencatat plat nomor kendaraan tersebut
c. Melapor kepada PPKA
Rangkaian KA terputus atau tidak ada semboyan 21:
a. Pjl harus waspada dengan memperhatikan arah hulu dan hilir
b. Mengambil Tindakan terberat dengan menganggap rangkaian terputus
c. Menginformasikan dengan alat komunikasi kepada PPKA dan menginformasikan juga kepada
perlintasan sebelum serta berikutnya
d. PPKA menginformasikan kepada PPKP
e. PPKP mem-BLB-kan KA yang terputus atau terlihat tanpa semboyan 21
Gangguan Palang Pintu Perlintasan tidak bisa dilayani:
a. Mengikat palang pintupada posisi kedudukan normal
b. Membunyikan alarm atau sirine
c. Menginformasikan dengan alat komunikasi kepada PPKA
d. Pjl memperlihatkan bendera merah / lentera berwarna merah / tanda verbodden (stop) di
Tengah jalan raya agar kendaraan berhenti
e. PPKA menginformasikan kepada PPKP
f. PPKP menginformasikan kepada masinis yang akan melalui JPL tersebut agar lebih berhati-hati
dan membunyikan semboyan 35 berulang-ulang. ( SOP PJL – KL.104/2023)
5. - PJL harus memperhatikan jadwal KA yang berlaku.
- PJL harus waspada dan siaga memperhatikan jalur hulu dan hilir
- Mencatat dibuku serahterima dan buku gangguan
- Menyampaikan secara lisan kepada dinas pengganti.
- Melaporkan pada atasan atau PPKA setelah selesai berdinas.
6. S. 1 : “Isyarat Kondisi Siap” (petugas di stasiun siap menerima kedatangan
KA) Kepastian bahwa petugas di stasiun telah siap menerima
kedatangan KA / KA yg
sedang lewat sambil memperhatikan semua semboyan KA yg
terlihat/terdengar
S. 3 : “Isyarat Berhenti” (KA harus berhenti)
KA tidak diperbolehkan memasuki bagian jalan yang membahayakan
perjalanan KA
S. 20 : “Tanda Muka KA” (menunjukkan muka KA)
S. 21 : “Tanda Akhiran KA” (Petunjuk Akhiran rangkaian KA)
Petunjuk kepada petugas yang terkait dgn perjalanan KA mengenai
Posisi Akhiran
pada rangkaian KA
S.31 : “Tanda Jalur KA Tidak Aman” (Petunjuk bahwa bagian jalur KA yg
baru dilalui tidak
aman/berbahaya)
S. 35 : “Tanda Minta Perhatian” (Petunjuk minta perhatian)
S. 39 : “Tanda Bahaya” (Petunjuk Bahaya)
Peringatan kepada petugas terkait dgn perKA dan petugas perawatan
prasarana KA
serta pihak lain bahwa terjadi sesuatu yang membahayakan terkait
dgn PerKA
S. 39a: “Tanda KA berjalan Jalur kiri” (Petunjuk KA berjalan jalur kiri di petak
jalan jalur
ganda)
S. 50 : “Isyarat Langsir Melewati Perlintasan”
Isyarat dari petugas langsir kpd masinis dan penjaga pintu
perlintasan bahwa Gerakan langsir akan melewati pintu perlintasan.
7. A. Pra dinas :
- Berpakaian dinas lengkap
- Hadir 15 menit sebelum dinas.
- Melakukan pemeriksaan dan pengecekan alur dwang rel.
- Mengikuti safety briefing di stasiun sebelum berdinas.
- Melakukan serah terima dinasan dengan memperhatikan :
a. KA yang terlambat
b. Pemeriksaan dan pengecekan genta
c. Perlengkapan barang inventaris.
d. Alat telekomunikasi
- Meperhatikan jadwal perjalanan KA
B. Pasca Dinas
- Tidak meninggalkan tempat sebelum petugas pengganti dating.
- Melakukan serah terima dinasan secara lengkap dengan petugas pengganti.
- Melihat jadwal dinasan selanjutnya. ( SOP PJL – KL.104/2023)