SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
POSYANDU REMAJA
Topik : Kesehatan Reproduksi, Anemia dan Gizi Seimbang Pada Remaja
Waktu : 1 X 30 Menit
Tempat : Sekolah
Sasaran : Siswa – siswa
I. TUJUAN PENYULUHAN
A. Tujuan Penyuluhan Umum (TPU)
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan siswa siswa dapat lebih
mengerti tentang posyandu remaja
B. Tujuan Penyuluhan Khusus (TPK) :
Setelah mengikuti penyuluhan, remaja dapat menjelaskan kembali
tentang:
1. Apa itu posyandu remaja
2. Apa tujuan diadakan posyandu remaja
3. Apa fungsi diadakan posyandu remaja
4. Apa manfaat diadakan posyandu remaja
5. Bagaimana kegiatan posyandu remaja
II. KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan Pembuka
(3 Menit)
Penyuluh Peserta
[Link] salam [Link] salam
[Link] [Link]
[Link] [Link]
Kegiatan Inti
(25 Menit)
Penyuluhan Peserta
[Link] materi [Link] materi yang
disampaikan
[Link] kesempatan [Link] apabila ada materi
untuk bertanya yang kurang dimengerti
[Link] pertanyaan balik [Link] pertnyaan penyuluh
ke poserta
Kegiatan Penutup
(2 Menit)
Penyuluh Peserta
[Link] seluruh materi [Link] penjelasan
[Link] salam [Link] salam
[Link] PENYULUHAN
A. Alat Penyuluhan
1. Hand Out
2. SAP
IV. METODE PENYULUHAN
Adapun metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah:
A. Metode Ceramah
B. Metode Tanya Jawab
LAMPIRAN MATERI POSYANDU REMAJA
1. Pengertian posyandu remaja
Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan
Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari,
oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan
kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja.
2. Tujuan Posyandu Remaja
a. Tujuan Umum
Mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi
remaja.
b. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi posyandu remaja
2. Meningkatkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang kesehatan
reproduksi bagi remaja
4. Meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan jiwa dan pencegahan
penyalahgunaan Napza
5. Mempercepat upaya perbaikan gizi remaja
6. Mendorong remaja untuk melakukan aktifitas fisik
7. Melakukan deteksi dini dan pencegahan Penyakit Tidak Menular
(PTM)
8. Meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan kekerasan
3. Fungsi Posyandu Remaja
a. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan
keterampilan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan
keterampilan hidup sehat remaja
b. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan yang mencakup
upaya promotif dan preventif, meliputi: Pendidikan Ketrampilan Hidup
Sehat (PKHS), kesehatan reproduksi remaja, pencegahan
penyalahgunaan Napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak
Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja.
c. Sebagai surveilans dan pemantauan kesehatan remaja di wilayah sekitar.
4. Manfaat Posyandu Remaja
1. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang meliputi : kesehatan
reproduksi remaja, masalah kesehatan jiwa dan pencegahan
penyalahgunaan napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak
Menular (PTM), pencegahan kekerasan pada remaja
2. Mempersiapkan remaja untuk memiliki ketrampilan Hidup sehat
3. Aktualisasi diri dalam kegiatan peningkatan derajat kesehatan remaja
5. Kegiatan Posyandu
Dalam pelaksanaan posyandu remaja kegiatan yang di lakukan adalah :
1. Kesehatan Reproduksi Remaja
a. KIE yang diberikan : Kesehatan Reproduksi, yang mencakup tentang
pemberian informasi tentang organ reproduksi remaja, pubertas,
proses kehamilan, menstruasai, HIV dan AIDS, mencakup pemberian
informasi seputar penularan, pencegahan dan gejala HIV dan AIDS.
b. Pelayanan kesehatan yang diberikan : Konseling tentang kesehatan
reproduksi (masalah atau gangguan haid, pubertas, dll), Merujuk ke
fasilitas kesehatan jika diperlukan
2. Gizi
a. KIE yang diberikan : Gizi seimbang bagi remaja, Pencegahan masalah
gizi pada remaja, KEK, Obesitas, Anemia
b. Pelayanan kesehatan yang diberikan :
1. Pengukuran Antropometri (BB, TB, dan LILA).
2. Penilaian status gizi berdasarkan IMT
3. Penilaian anemia pada remaja terutama remaja putri menggunakan
pemeriksaan tanda klinis dan apabila memungkinkan dapat
dilakukan pemeriksaan kadar Hb secara laboratorium sederhana
4. Pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri,
penyuluhan dan konseling gizi.
5. Merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan jika diperlukan