LAPORAN KEGIATAN
PELAKSANAAN
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TEMANGGUNG
KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BEJEN
Jln. Raya Saren No. 05 Bejen Kode Pos 56258, Telp 2943653002
LAPORAN KEGIATAN TERLAKSANANYA MONITORING, EVALUASI, DAN
PENATAAN PERNIKAHAN SESUAI DENGAN KEPUTUSAN DIREKTUR
BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM NOMOR 637 TAHUN 2024 TENTANG
RUANG LINGKUP KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PENGHULU DAN
JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Monitoring adalah proses pemantauan yang berkelanjutan dan
sistematis terhadap suatu kegiatan atau proses, dengan tujuan untuk
mengidentifikasi, mengukur, dan mengevaluasi kemajuan serta
mengidentifikasi potensi masalah agar dapat diambil tindakan
perbaikan. Tahap awal kegiatan ini adalah Mendata dan dan ferivikasi
data peristiwa pernikahan dan rujuk. Selanjutnya Mengidentifikasi
informasi dan menganalisis karakteristik, spesifikasi, dan hal-hal yang
terkait dengan pendaftaran, pemeriksaan, pengawasan dan pencatatan
pernikahan dan rujuk sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk
kelancaran pelaksanaan tugas. Evaluasi adalah proses penilaian untuk
menentukan kualitas, efektivitas, atau pencapaian suatu kegiatan,
program, atau individu, dengan tujuan untuk mengidentifikasi area
yang perlu ditingkatkan dan membuat keputusan yang lebih baik.
Selanjutnya penghulu Menyusun Rencana Kerja permohonan kegiatan
monitoring, evaluasi, dan penataan data pernikahan.
Data pernikahan yang tertata dengan baik merupakan fondasi
penting dalam pelayanan administrasi dan pembangunan keluarga di
Indonesia. Akurasi dan validitas data pernikahan tidak hanya
menunjang pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi dasar
memberikan kepastian hukum dalam perkawinan.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bejen sebagai ujung
tombak pelayanan pernikahan memiliki peran vital dalam menjamin
ketersediaan data yang mutakhir dan terverifikasi. Untuk itu
diperlukan kegiatan monitoring, evaluasi, dan penataan data
pernikahan secara sistematis, guna meningkatkan kualitas data,
mengurangi kesalahan pencatatan, serta menjamin transparansi dan
akuntabilitas layanan.
B. DASAR HUKUM
1. Undang Undang RI No 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil
Negara;
2. Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun 2017 jo Peraturan
Pemerintah No 17 Tahun 2020 Tentang Manajemen Aparatur Sipil
Negara;
3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 152 Tahun 2024
Tentang Kementerian Agama;
4. Peraturan Menteri Agama RI No 25 Tahun 2024 Tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Agama;
5. Peraturan Menteri Agama RI No 24 Tahun 2024 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama;
6. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor
637 Tahun 2024 tentang Ruang Lingkup Jabatan Fungsional
Penghulu dan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam ;
C. TUJUAN
Tujuan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan Sesuai
Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 637
Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional
Penghulu Dan Jabatan Fungsional Penyuluh untuk memastikan bahwa
kegiatan berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi masalah yang
mungkin timbul, mengukur efektivitas dan efisiensi kegiatan, serta
meningkatkan akuntabilitas dan pembelajaran untuk perbaikan
berkelanjutan adalah :
1. Menyusun rencana kegiatan monitoring dan evaluasi atas
pencatatan pernikahan yang telah dilakukan.
2. Menata dan memperbaharui data pernikahan agar tersusun rapi,
akurat, dan sesuai dengan peraturan.
3. Menyediakan data pernikahan yang valid untuk kebutuhan
internal dan eksternal (lintas instansi).
4. Meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem
pendataan yang profesional.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Persiapan
Persiapan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan
Sesuai Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat Islam
Nomor 637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan
Fungsional Penghulu Dan Jabatan Fungsional Penyuluh meliputi
penetapan tujuan dan sasaran monev, identifikasi indikator kinerja,
menentukan sumber daya, pengumpulan data, analisis data, dan
pelaporan hasil monev. Selain itu, penting untuk mengidentifikasi
masalah yang mungkin timbul dan merumuskan rekomendasi tindak
lanjut.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) memiliki
tahapan- tahapan yang sistematis untuk memastikan efektivitas dan
efisiensi suatu kegiatan atau program. Secara umum, tahapan monev
meliputi perencanaan, pelaksanaan pemantauan, pengumpulan data,
analisis, evaluasi, penyusunan laporan, dan tindak lanjut
B. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan
Sesuai Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat Islam
Nomor 637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan
Fungsional Penghulu Dan Jabatan Fungsional Penyuluh memiliki
tahapan-tahapan yang sistematis untuk memastikan efektivitas dan
efisiensi suatu kegiatan atau program. Secara umum, tahapan monev
meliputi perencanaan, pelaksanaan pemantauan, pengumpulan data,
analisis, evaluasi, penyusunan laporan, dan tindak lanjut
Metode Pelaksanaan
1. Inventarisasi dan Menelti Data Pernikahan – Mengkaji data yang
telah tercatat dan mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan.
2. Penyusunan Jadwal Monitoring Berkala – Menentukan waktu
pelaksana monitoring internal KUA.
3. Penerapan Teknologi Informasi – Mengintegrasikan data dalam
sistem digital yang mempermudah penataan dan analisis.
4. Evaluasi dan Tindak Lanjut – Menyusun laporan hasil evaluasi
dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan.
Waktu dan tempat:
“Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan
Sesuai Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat
Islam Nomor 637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan
Jabatan Fungsional Penghulu Dan Jabatan Fungsional
Penyuluh pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Bejen”
dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : April – Juni 2025
Tempat : Kantor Urusan Agama Kecamatan Bejen
Waktu : Pukul 09.00 s.d. selesai
Bentuk Kegiatan : Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan
Pernikahan Sesuai Dengan Keputusan
Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Nomor
637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup
Kegiatan Jabatan Fungsional Penghulu Dan
Jabatan Fungsional Penyuluh
BAB III
EVALUASI DAN HASIL KEGIATAN
A. Evaluasi
Evaluasi Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan
Pernikahan Sesuai Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat
Islam Nomor 637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan
Jabatan Fungsional Penghulu Dan Jabatan Fungsional Penyuluh yang
telah dilaksanakan pada bulan April hingga Bulan Juni 2025, telah
berjalan dengan baik sesuai rencana mulai dari tahap persiapan hingga
tahap pelaksanaan. Seluruh agenda telah dilaksanakan dengan tuntas.
B. Hasil Kegiatan
Output (keluaran) yang telah dihasilkan dari Kegiatan Monitoring,
Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan Sesuai Dengan Keputusan
Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 637 Tahun 2024 Tentang
Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional Penghulu Dan Jabatan
Fungsional Penyuluh sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
undangan yang berlaku sehingga di harapkan Tujuan utama
monitoring dan evaluasi (Monev) adalah untuk memastikan bahwa
suatu kegiatan, program, atau proyek berjalan sesuai rencana dan
tujuan yang telah ditetapkan, serta untuk meningkatkan efektivitas
dan efisiensi pelaksanaannya. Monev juga membantu mengidentifikasi
masalah atau hambatan yang terjadi, sehingga dapat diambil langkah-
langkah korektif untuk perbaikan.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Dan Penataan Pernikahan Sesuai
Dengan Keputusan Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 637
Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional
Penghulu Dan Jabatan Fungsional Penyuluh Pada Kantor Urusan
Agama Kecamatan Bejen telah berjalan sesuai dengan rencana dan
berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan yakni mengukuhkan
komitmen bersama serta menggalang dukungan dari seluruh
stakeholder baik dijajaran instansi pemerintah maupun pengguna
layanan.
B. Saran
Pasca dilaksanakannya Kegiatan Monitoring, Evaluasi, Dan
Penataan Pernikahan Sesuai Dengan Keputusan Direktur Bimbingan
Masyarakat Islam Nomor 637 Tahun 2024 Tentang Ruang Lingkup
Kegiatan Jabatan Fungsional Penghulu Dan Jabatan Fungsional
Penyuluh masih harus terus diupayakan guna mewujudkan tujuan
jangka panjang reformasi birokrasi, yakni (Good Governance dan Clean
Government), yaitu penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih
bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.
Bejen, 10 Juli 2025
Machfut Arifin, [Link]
NIP. 197112272002121002