Proyek Pembangunan Gereja Ternate
Proyek Pembangunan Gereja Ternate
PENDAHULUAN
1
1.2. Tujuan Kerja Praktek
Tujuan dilaksanakannya Kerja Praktik ini adalah:
1. Memahami jenis material, metode pemasangan, dan tahapan pekerjaan plafon (gypsum)
dan kusen (aluminium dan kayu) di proyek pembangunan gereja GKPMI jamaat
Bethlehem kota ternate.
2. Menganalisis kesesuaian pelaksanaan pekerjaan plafon dan kusen aluminium di lapangan
dengan standar teknis dan spesifikasi yang direncanakan.
3. Mengidentifikasi potensi masalah atau tantangan selama pelaksanaan pekerjaan plafon
dan kusen aluminium serta solusi yang diterapkan.
4. Menyusun laporan Kerja Praktik sebagai bentuk dokumentasi dan analisis hasil
pengamatan di lapangan.
1.3. Manfaat Kerja Praktek
Adapun manfaat dari pekerjaan praktek pada pekerjaan Pembangunan sebuah gedung yang
berada di kelurahan kalumpang ternate tengah, yakni penulis dapat mengetahui teknik-teknik
pelaksanaan konstruksi khususnya pada pekerjaan sebuah gedung dan mengetahui tata cara
pengelolaan proyek dan administrasinya.
1.4. Ruang linkup Kerja Praktek
Sehubungan dengan keterbatasan waktu yang di berikan dalam melaksanakan kegiatan
kerja praktek, yaitu selama 2 bulan yang di mulai pada bulan september 2023, dibawa
bimbingan dan pengawasan DPUPR, sehinga tidak seluruh pekerjaan rekonstruksi pembangunan
:gereja GKPMI jamat Bethlehem kota ternate: ini dapat di ikuti, maka ruang lingkup pekerjaan
yang di tinjau dari pelaksanaan, kerja praktek ini, di fokuskan pada item pekerjaan di antaranya:
1. Plafon (ceiling)
2. Kusen (Frame)
2
BAB II
GAMBARAN UMUM PROYEK
3
2.1.2. Data-Data Proyek
1. Data Umum
Nama Paket : Pembangunan Gereja GKPMI Jamaat Bethlehem Kota Ternate
Lokasi Proyek : Kota Ternate Tengah
Kategori : Pelaksanaan Konstruksi
Tanggal Kontrak : 25 Mei 2023 s/d 15 Juni 2023
Nilai Kontrak Total : Rp. [Link].00
Sumber Dana : APBD Kota Ternate.
Nama Jalan : [Link] Pattimura (Kelurahan Kalumpang)
2. Pekerjaan Konstruksi
a. Tinjauan : Pekerjaan pemasangan plafond
: dan Pekerjaan kusen
4
3. Mobilisasi Material.
Material yang dipergunakan dalam pekerjaan Pembangunan Gereja GKPMI Jamaat
Bethlehem Kota Ternate Jl. Kapitan Pattimura (Kelurahan Kalumpang) yaitu, Semen,
Pasir Dan Kerikil yang didatangkan dari jasa penyedia.
4. Pelaksanaan Lapangan.
Pelaksanaan pekerjaan untuk proyek ini meliputi pekerjaan, yaitu berupa pembersihan,
pelebaran, kemudian pekerjaan Pondasi Telapak, Kolom, Sloof, Bata Ring Balok,
Pemasangan Kusen, Atap, plafond dan seterunya sampai finising.
5
kalumpang) untuk melaksanakan proyek ini pemilik proyek menunjuk pemimpin proyek yang
mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek
b. Mengadakan kegiatan administrasi proyek
c. Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek
d. Meminta pertanggungjawaban kepada konsultan pengawas atau manajemen konstruksi
(MK)
e. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek tepat pada waktunya, pemimpin
pekerjaan Pondasi Telapak dan Pekerjaan Ringbalok. Jl. Kapitan Pattimura (Kelurahan
Kalumpang).
2.3.2 Konsultan Pengawas/Supervisi
Konsultan Pengawas/Supervisi adalah orang perseorangan yang diberi kuasa secara hukum
untuk mengawasi/meliputi secara penuh atau terbatas, seluru tahapan konstruksi sesuai dengan
bestek.
Adapun tugas dan tangggung jawab konsultan pengawas/supervisi adalah sebagai berikut:
a. Menolak penilaian estetis hasil pekerjaan pelaksaan
b. Mengembalikan seluruh tugas yang dibebankan karena perimbangan dalam dirinya akibat
yang muncul diluar kekuasaan kedua bela pihak dan juga dari pemberi tugas
c. Menerima honorium atas jasa sesuai dengan kontrak
6
c. Menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditentukan dalam
kontrak.
d. Mengadakan pemeliharaan selama proyek tersebut masih dalam tanggung jawab
pelaksana.
7
pengawas dan pelaksana. pemilik atau pemimpin proyek, pengawas dan pelaksana mempunyai
kedudukan yang sama secara hukum, masing-masing pihak dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan kedudukan serta wewenangnya,dan tidak boleh menyimpang dari yang tercantum dalam
kontrak, sehingga tidak ada pihak yang harus disalahkan atau dirugikan. kedudukan masing-
masing pihak secara hukum adalah sama dan terikat dalam kontrak. Oleh karena itu seluruh
pihak harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati
bersama pelaksanaan pelelangan.
Pelelangan adalah suatu sistem penawaran yang memberikan kesempatan kepada rekanan
yang diundang untuk mengajukan penawaran biaya pekerjaan yang ditawarkan. Melalui
persaingan yang sehat, maka diperoleh rekanan yang benar-benar mampu serta memenuhi syarat
administrasi, teknis dan financial (Keuangan), untuk melaksanakan kegiatan tersebut. penentuan
pelaksanaan kegiatan pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara :
a. Pelelangan umum, yaitu pelelangan yang diumumkan melalui media massa, atau publikasi
lainnya.
b. Pelelangan terbatas, yaitu pelelangan yang hanya diundang beberapa pemborong yang
dianggap mampu.
c. Pemilihan Langsung.
d. Penunjukan Langsung.
Pelelangan umum, adalah pelelangan yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman
secara luas melalui media massa, atau papan pengumuman resmi untuk penerangan umum,
sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dapat mengikutinya.
Pelelangan terbatas, adalah pelelangan untuk pekerjaan tertentu yang dilakukan antara
Pemborong/Rekanan, yang dipilih dari pemborong/rekanan yang tercatat dalam Daftar Rekanan
Mampu (DRM), sesuai dengan bidang usaha ruang lingkupnya atau klasifikasi kemampuannya.
Pemilihan langsung adalah pelaksana pekerjaaan pembangunan maupun pengadaan
Barang/Jasa oleh rekanan tanpa melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas, yang
dilakukan dengan membandingkan sekurang-kurangnya, tiga penawar yang tercantum dalam
Daftar Rekanan Mampu (DRM), dan dilakukan negosiasi penawaran secara teknis dan
administratif serta perhitungan harga yang dapat di pertanggung jawabkan.
Penunjukan langsung, adalah pelaksana pelelangan yang hanya mengundang satu rekanan
yang dianggap mampu, untuk mengajukan penawaran dalam pelaksanaan pekerjaan.
8
Dalam pelaksanaan suatu pelelangan, panitia lelang mempunyai tugas dan kewajiban
sebagai berikut:
a. Menetapkan syarat-syarat pelelangan.
b. Mengadakan pengumuman yang akan diadakan.
c. Memberikan penjelasan tentang syarat-syarat kerja serta berita acara.
d. Menetapkan tatacara penilaian pelelangan.
e. Melaksanakan pelelangan.
f. Mengadakan penilaian dan penetapan calon pemenang.
g. Membuat laporan dan pertanggu jawaban kepada kegiatan.
Penetapan pelaksana pekerjaan pada kegiatan ini dilakukan melalui pelelangan Sebagai
tahap awal Dinas DPUPR Kota Ternate, membentuk panitia pengadaan jasa konstruksi, yang
bertujuan untuk melaksanakan segala proses pelelangan.
9
2.5.1 Time Schedule
Time Schedule adalah suatu pembagian waktu terperinci yang disediakan untuk masing-
masing, bagian pekerjaan mulai dari permulaan sampai dengan pekerjaan berakhir. Time
Schedule diperlukan oleh semua pihak sebagai pedoman koordinasi dan kerja sama antar bagian
pelaksana proyek di lapangan. dalam time schedule waktu pekerjaan diatur sedemikian rupa
sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan baik dan [Link] proyek dilaksanakan pelaksana
harus mengetahui rencana kerjayang telah dicantumkan dalam Time Schedule, agar waktu yang
tersedia benar-benar efektif dan efisien untuk pekerjaan tersebut, time schedule digunakan
sebagai dasar pertimbangan penambahan personalia sesuai dengan perkembangan pelaksanaan
[Link] hubungan dengan bahan dan alat yang digunakan, Time [Link] akan
mencegah penyimpangan bahan yang tepat diperoleh, serta menjaga keefektifan pemakaian alat-
alat berat yang disewa, dengan demikian penghematan biaya dan waktu akan lebih baik tetap
pelaksanaan Time Schedule, secara umum sering mengalami hambatan-hambatan yang
disebabkan oleh:
10
membaca gambar bestek dan gambar penjelasan akan sangat mempengaruhi tingkat
ketelitian dalam menghitung volume masing-masing [Link] yang perlu
dilakukan dalam menghitung volume pekerjaan adalah antara lain menguraikan masing-
masing volume pekerjaan (uraian volume pekerjaan) dan dari uraian tersebut masing-
masing harus dihitung volume pekerjaanya yang dimaksud dengan uraian volume
pekerjaan adalah menguraikan secara rinci besar volume suatu pekerjaan
menguraikan,berarti menghitung besar volume masing-masing pekerjaan sesuai dengan
gambar bestek dan gambar detail.
Susunan uraian volume pekerjaan dapat dilakukan dengan 2 (Dua) cara, yaitu:
1. Susunan dengan cara lajur-lajur tabelaris
2. Susunan dengan cara post-post, penyusunan uraian volume pekerjaan tersebut
diurutkan berdasarkan urutan (Kronologis), pelaksanaan pekerjaan.
11
BAB III
PERENCANAAN DAN TEKNIS KERJA PRAKTEK
3.1. Umum
Pada pekerjaan Pembangunan gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota ternate, mempunyai
berbagai jenis pekerjaan yang pelaksanaannya bertahap berdasarkan sumber anggaran APBD,
lingkup pekerjaan meliputi seluruh pekerjaan dari awal sampai pekerjaan selesai namun
keterbatasan waktu yang diijinkan dalam kegiatan Kerja Praktek pada pekerjaan Pembangunan
gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota ternate”, maka lingkup pembahasan Kerja Parktek adalah:
1. Pekerjaan Pemasangan Plafon (gypsum) dan
2. Pekerjaan Pemasangan Kusen (alumanium dan kayu).
3.2. Landasan Teori
3.2.1. Deskripsi Plafon
Plafond adalah permukaan interior teratas dari suatu ruangan, berfungsi sebagai
batas visual antara ruang hunian dengan struktur atap atau lantai di atasnya. Plafon
memiiki peran penting pada setiap bangunan sebagai estetika dan kenyamanan bagi
pengguna bangunan. fungsi plafond sebagai berikut:
1. Estetika: Menutupi rangka atap yang kasar dan instalasi utilitas (seperti kabel listrik
atau pipa AC) agar ruangan terlihat rapi, bersih, dan menarik.
2. Insulasi: Memberikan lapisan tambahan untuk mengisolasi panas atau dingin, serta
meredam suara dari lantai atas atau luar bangunan, menciptakan kenyamanan akustik
dan termal.
3. Proteksi: Melindungi interior dari debu, kotoran, atau bahkan serangga yang mungkin
masuk dari area atap.
Material plafon jenis gypsum itu sendiri terbuat dari inti gypsum diantara dua lembar
kertas tebal, yang kualitasnya standar (regular gypsim board) pada umumnya di gunakan untuk
area kering.
12
Beberapa keunggulan plafon gypsum diantaranya adalah tampilan yang halus dan rata,
mudah dibentuk, pemasangan relatif cepat, isolasi suara dan panas seperti membatu meredam
suara dan menahan panas sampai batas tertentu juga melakukan perbaikan yang cukup mudah.
Namun ada hal yang perlu di perhatikan adalah sensitif terhadap air dan kualitas pemasangan
atau finising yang sangat bergantung pada keahlian pemasang yang akan berakibat pada
permukaannya yang tidak rata dan terlihat setelah di cat.
13
dilakukan pemasangan rangka, dimulai dari rangka utama yang dipasang di dinding, lalu rangka
pembagi yang membentuk kisi-kisi penopang, dan jika perlu, penggantung ditambahkan untuk
stabilitas ekstra. Setelah rangka terpasang kokoh, papan gypsum dipasang dengan cara dipotong
sesuai ukuran dan disekrup pada rangka yang sudah ada. Tahap terakhir adalah proses finishing,
yang meliputi penutupan sambungan dan kepala sekrup menggunakan dempul dan kain kasa,
diikuti pengamplasan hingga halus, kemudian pengecatan, dan terakhir pemasangan lis plafon
jika diinginkan untuk tampilan yang rapi dan estetis.
Adapun funsi kusen sebagai tempat perletakkan daun pintu maupun jendela, dan sebagai
bagian dari konstruksi bangunan, juga sebagai penyekat dinding bangunan. Berdasarkan
fungsinya dapat dibedakan antara lain yakni kusen pintu dan jendela. Dari bahan alumanium dan
kayu.
1. Persiapan
Dalam persiapan pemasangan kusen, diantaranya melakukan pembersihan area untuk
lubang dinding dari kotoran dan pastikan kusen dan lubang dinding ukurannya sesuai dan
tidak cacat, kemudian siapkan alat dan bahan yang perlukan.
14
Letakkan kusen di lubang, lalu gunakan waterpass atau unting-unting untuk memastikan
kusen rata, tegak lurus, dan siku, kemudian Pasang penyangga sementara agar posisi
kusen tidak bergeser.
15
3.3.2. Metode pengumpulan data
Dalam melakukan penulisan laporan kerja praktek ini, metode pengumpulan data yang
digunakan adalah :
Studi lapangan meliputi peninjauan langsung di perusahan dengan cara wawancara
(mengajukan pertanyaan), observasi (mengamati objek yang ditinjau) Dan
dokumentasi (mengambil data berupa gambar foto dilapangan).
Studi kepustakaan Merupakan metode yang menggunakan bahan pustaka atau
literatur baik berupa buku- buku, maupun bahan lainnya yang mempunyai keterkaitan
dengan masalah yang akan dibahas atau yang akan digunakan dalam penyusunan
laporan kerja praktek ini.
Sumber data merupakan salah satu acuan penting untuk mengumpulkan data-data
proyek pekerjaan, dan sumber data juga dapat dibagi menjadi dua bagian yakni data
primer (data yang didapatkan langsung selama kegiatan KP berlangsung) dan data
sekunder (data yang dipeoleh dari pihak penyedia data tersebut. Yang meliputi;
Gambar Kerja, Rencana Anggaran Biaya RAB, Kurva kemajuan pekerjaan Kurva S).
3.3.3. Studi kepustakaan
Merupakan metode yang menggunakan bahan pustaka atau literatur baik berupa buku-
buku, maupun bahan lainnya yang mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas
atau yang akan digunakan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini.
1.3.4 Teknis Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan
Pelaksanaan pekerjaan di lapangan harus dilakukan secara berurutan, baik menurut pelaksanaan
maupun menurut urutan pekerjaan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Gambar rencana
menjadi panduan selama proses pekerjaan berlangsung. Selain itu, semua pekerjaan harus
mengikuti kontrak kerja yang telah disepakati. Dalam laporan kerja praktek ini, pelaksanaan
pekerjaan yang ditinjau sesuai dengan yang dilingkupi selama proses kerja praktek berlangsung
16
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Pengamatan dan analisis tinjauan
4.1.1. Pekerjaan plafon gypsum
Plafon memiiki peran penting pada setiap bangunan juga sebagai estetika dan
kenyamanan bagi pengguna bangunan. Dalam pembangunan gedung disebutkan bahwa plafon
yang juga sering disebut langait-langit mrupakan komponen bangunan yang berfungi sebagai
lapisan yang membatasi tinggi suatu ruangan dan dapat berfungsi sebagai keaman, kenyamanan
serta serta keindahan ruangan tersebut.
Kusen memiliki peran penting dari setiap bangunan, baik itu rumah, kantor, atau gedung
bertingkat. Elemen struktural ini membingkai pintu dan jendela, memberikan kekuatan dan
stabilitas pada bukaan tersebut. Lebih dari sekadar kerangka, kusen juga memiliki peran estetika
yang signifikan. Pemeliharaan /rehabilitas pembangunan gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota
ternate, diyakini sangat bermanfaat bagi para jamaat untuk melaksanakan kegiatan ibadah
nantinya.
4.1.2. Lokasi Proyek
Lokasi proyek terdapat di jalur jalan lintas pada [Link] dalam wilayah Kota
Ternate Tengah. Peningkatan Pembangunan gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota ternate ini
bertujuan untuk pengsejahteraan rohani kepada tuhan.
17
4.1.3. Data-Data Proyek
1. Data Umum
Nama Paket : Pembangunan gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota ternate
Lokasi Proyek : Kota Ternate Tengah
Kategori : Pelaksanaan Konstruksi
Tanggal Kontrak : 25 Mei 2023 s/d 15 Juni 2023
Nilai Kontrak Total : Rp. [Link].00
Sumber Dana : APBD Kota Ternate.
Nama Jalan : [Link] Pattimura (Kelurahan Kalumpang)
2. Pekerjaan Konstruksi
a. Tinjauan : Pekerjaan Flafon dan
: Pekerjaan Pemasangan Kusen
18
pada pekerjaan ini, yaitu:AMP, Dump Truck,Tandem Roller,Peneumatic Tired Roller, alat
bantu, (sekop, kereta dorong,garpu,Sapu).
Pekerjaan ini merupakan pengadaan sarana yang akan mendukung pelaksanaan pekerjaan
baik peralatan, tenaga manusia maupun tempat pemondokan/Base Camp,waktu
pelaksanaan mobilisasi untuk pekerjaan ini sesuai dengan ketentuan yang ada didalam
dokumen kontrak. Mobilisasi peralatan dilaksanakan sebelum pekerjaan lain dimulai dan
disesuaikan dengan kebutuhan peralatan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan
dikerjakan.
3. Mobilisasi Material.
Material yang dipergunakan dalam pekerjaan pemeliharaan /rehabilitasi Pembangunan
gereja GKPMI jamaat Bethlehem kota ternate Jl. Kapitan Pattimura (kelurahan
Kalumpang) yaitu, Semen, Pasir Dan Kerikil yang didatangkan dari jasa penyedia.
4. Pelaksanaan Lapangan.
Pelaksanaan pekerjaan untuk proyek ini meliputi pekerjaan, yaitu berupa pembersihan,
pelebaran, kemudian pekerjaan Pondasi Telapak, Kolom, Sloof, Bata Ring Balok,
Pemasangan Atap dan seterunya sampai finising.
4.3. Organisasi Pelaksana Proyek
Untuk menunjang keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan dalam suatu proyek, maka
perlu adanya organisasi pelaksanaan proyek dimana diharapkan akan memperjelas tugas dalam
proses manajemen dan teknis konstruksinya, hubungan antara unsur-unsur yang terlibat
didalamnya harus saling berinteraksi dengan baik, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan
sesuai dengan rencana. Pihak-pihak organisasi yang terlibat untuk memperlancar dan
memudahkan pelaksanaan, pengawasan serta koordinasi pelaksanaan pekerjaan Pondasi Telapak
dan Pekerjaan Ringbalok di Jl. Raya Kapitan Pattimura (Kelurahan Kalumpang). adalah:
1. Pemilik Proyek (Owner).
2. Konsultan Pengawas/Supervisi.
3. Kontraktor Pelaksana.
Seluruh pihak yang terdapat didalam organisasi pelaksanaan proyek tersebut memiliki
fungsi dan tanggung jawab masing-masing yang berbeda, tetapi dalam pelaksanaannya saling
terkait satu sama lain, sehingga didalam pelaksanaan pekerjaan akan memperoleh hasil yang
sebaik-baiknya.
19
4.3.1. Pemilik Proyek (Owner).
Pemilik proyek (Owner), adalah pihak yang memiliki gagasan atau ide untuk membuat
suatu bangunan, baik secara perorangan maupun badan pemerintahan atau swasta yang memiliki
proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain yang mampu melaksanakannya
sesuai dengan perjanjian kontrak kerja. pemilik proyek ini disebut juga sebagai pemberi tugas,
pemilik pekerjaan Pondasi Telapak dan Pekerjaan Ringbalok .Jl. Kapitan Pattimura (Kelurahan
kalumpang) untuk melaksanakan proyek ini pemilik proyek menunjuk pemimpin proyek yang
mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek
2. Mengadakan kegiatan administrasi proyek
3. Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek
4. Meminta pertanggungjawaban kepada konsultan pengawas atau manajemen
konstruksi (MK)
5. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek tepat pada waktunya, pemimpin
pekerjaan Pondasi Telapak dan Pekerjaan Ringbalok. Jl. Kapitan Pattimura (Kelurahan
Kalumpang).
4.3.2. Konsultan Pengawas/Supervisi
Konsultan Pengawas/Supervisi adalah orang perseorangan yang diberi kuasa secara hukum
untuk mengawasi/meliputi secara penuh atau terbatas, seluru tahapan konstruksi sesuai dengan
bestek.
Adapun tugas dan tangggung jawab Konsultan Pengawas/Supervisi adalah sebagai berikut:
1. Menolak penilaian estetis hasil pekerjaan pelaksaan
2. Mengembalikan seluruh tugas yang dibebankan karena perimbangan dalam dirinya
3. akibat yang muncul diluar kekuasaan kedua bela pihak dan juga dari pemberi tugas
Menerima honorium atas jasa sesuai dengan kontrak
4.3.3. Pelaksana (Kontraktor)
Kontraktor atau pelaksana proyek adalah perorangan atau suatu badan hukum resmi yang
bergerak di bidang pembangunan sesuai dengan keahlian dan kemampunnya dalam bidang jasa
kontruksi pelaksana proyek harus mempunyai tenaga ahli teknik dan peralatan yang cukup
pelaksana proyek (kontraktor), yang memenangkan tender pada pekerjaan Pondasi Telapak dan
Pekerjaan Penyusunan Bata Jl. Kapitan Pattimura (kelurahan kalumpang).
20
Tugas dan tanggung jawab kontraktor pelaksana adalah:
e. Menyediakan dan mempersiapkan perlengkapan bahan yang digunakan pada bangunan
sesuai dengan persyaratan dalam bestek.
f. Mengerjakan semua pekerjaan sesuai dengan gambar bestek dan memenuhi peraturan
yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat- syarat.
g. Menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditentukan dalam
kontrak.
h. Mengadakan pemeliharaan selama proyek tersebut masih dalam tanggung jawab
pelaksana.
21
4.4.2. Hubungan Kerja Secara Hukum
Dalam hubungan kerja secara hukum masing-masing pihak mempunyai kedudukan yang
sama dan terikat dengan hukum(kontrak),masing-masing pihak dalam melaksanakan tugasnya
haruslah sesuai dengan kedudukannya dan tidak boleh menyimpang dari kontrak. melalui
pemimpin proyek ini diadakan perjanjian atas nama pemilik proyek dengan pihak perencana,
pengawas dan pelaksana. pemilik atau pemimpin proyek, pengawas dan pelaksana mempunyai
kedudukan yang sama secara hukum, masing-masing pihak dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan kedudukan serta wewenangnya,dan tidak boleh menyimpang dari yang tercantum dalam
kontrak, sehingga tidak ada pihak yang harus disalahkan atau dirugikan. kedudukan masing-
masing pihak secara hukum adalah sama dan terikat dalam kontrak. oleh karena itu seluruh
pihak harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati
bersama pelaksanaan pelelangan.
Pelelangan adalah suatu sistem penawaran yang memberikan kesempatan kepada rekanan
yang diundang untuk mengajukan penawaran biaya pekerjaan yang ditawarkan. Melalui
persaingan yang sehat, maka diperoleh rekanan yang benar-benar mampu serta memenuhi syarat
administrasi, teknis dan financial (keuangan), untuk melaksanakan kegiatan tersebut. penentuan
pelaksanaan kegiatan pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara :
e. Pelelangan umum, yaitu pelelangan yang diumumkan melalui media massa, atau publikasi
lainnya.
f. Pelelangan terbatas, yaitu pelelangan yang hanya diundang beberapa pemborong yang
dianggap mampu.
g. Pemilihan Langsung.
h. Penunjukan Langsung.
Pelelangan umum, adalah pelelangan yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman
secara luas melalui media massa, atau papan pengumuman resmi untuk penerangan
umum,sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dapat mengikutinya.
Pelelangan terbatas, adalah pelelangan untuk pekerjaan tertentu yang dilakukan antara
pemborong/rekanan, yang dipilih dari pemborong/rekanan yang tercatat dalam Daftar Rekanan
Mampu (DRM), sesuai dengan bidang usaha ruang lingkupnya atau klasifikasi kemampuannya.
Pemilihan langsung adalah pelaksana pekerjaaan pembangunan maupun pengadaan
barang/jasa oleh rekanan tanpa melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas, yang
22
dilakukan dengan membandingkan sekurang-kurangnya, tiga penawar yang tercantum dalam
Daftar Rekanan Mampu (DRM), dan dilakukan negosiasi penawaran secara teknis dan
administratif serta perhitungan harga yang dapat di pertanggung jawabkan.
Penunjukan langsung, adalah pelaksana pelelangan yang hanya mengundang satu rekanan
yang dianggap mampu, untuk mengajukan penawaran dalam pelaksanaan pekerjaan.
Dalam pelaksanaan suatu pelelangan, panitia lelang mempunyai tugas dan kewajiban
sebagai berikut:
h. Menetapkan syarat-syarat pelelangan.
i. Mengadakan pengumuman yang akan diadakan.
j. Memberikan penjelasan tentang syarat-syarat kerja serta berita acara.
k. Menetapkan tatacara penilaian pelelangan.
l. Melaksanakan pelelangan.
m. Mengadakan penilaian dan penetapan calon pemenang.
n. Membuat laporan dan pertanggu jawaban kepada kegiatan.
Penetapan pelaksana pekerjaan pada kegiatan ini dilakukan melalui pelelangan Sebagai
tahap awal Dinas DPUPR Kota Ternate selatan membentuk panitia pengadaan jasa konstruksi,
yang bertujuan untuk melaksanakan segala proses pelelangan.
4.5. Rencana Pelaksanaan
Rencana Anggaran Biaya (RAB), yang dimaksud dengan Rencana Anggaran [Link]
bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan
upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek
tersebut. anggaran biaya merupakan harga dari bangunan yang dihitung dengan teliti, cermat dan
memenuhi syarat. Anggaran biaya pada bangunan yang sama akan berbeda-beda antara daerah
satu dengan daerah yang lain. hal ini disebabkan karena perbedaan harga bahan dan upah tenaga
kerja,perhitungan rencana anggaran biaya dibedakan berdasarkan oleh siapa yang membuat dan
kapan dibuat didasarkan atas nilai waktu uang, perbedaan harga bahan upah dari waktu ke
[Link] diingat bahwa pihak utama yang terlibat dalam suatu proyek adalah pemilik dan
[Link] proyek(owner biasanya dibantu/diwakili oleh Konsultan, baik konsultan
Perencana maupun Konsultan Pengawas).
23
Ada 2 (dua) jenis Rencana Anggaran Biaya, yaitu perhitungan rencana anggaran biaya
yang dibuat oleh pemilik,dan perhitungan rencana anggaran biaya yang dibuat oleh kontraktor.
kedua perhitungan rencana anggaran biaya tersebut mempunyai fungsi berbeda, rencana
anggaran biayayang dibuat oleh pemilik ini dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam
menentukan kontraktor yang melaksanakan proyek, sedangkan rencana anggaran biaya yang
dibuat oleh kontraktor digunakan untuk menentukan harga penawaran pada saat pelelangan.
4.5.1. Time Schedule
Time Schedule adalah suatu pembagian waktu terperinci yang disediakan untuk masing-
masing, bagian pekerjaan mulai dari permulaan sampai dengan pekerjaan berakhir. Time
Schedule diperlukan oleh semua pihak sebagai pedoman koordinasi dan kerja sama antar bagian
pelaksana proyek di lapangan. dalam time schedule waktu pekerjaan diatur sedemikian rupa
sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan baik dan [Link] proyek dilaksanakan pelaksana
harus mengetahui rencana kerjayang telah dicantumkan dalam Time Schedule, agar waktu yang
tersedia benar-benar efektif dan efisien untuk pekerjaan tersebut, time schedule digunakan
sebagai dasar pertimbangan penambahan personalia sesuai dengan perkembangan pelaksanaan
[Link] hubungan dengan bahan dan alat yang digunakan, Time [Link] akan
mencegah penyimpangan bahan yang tepat diperoleh, serta menjaga keefektifan pemakaian alat-
alat berat yang disewa, dengan demikian penghematan biaya dan waktu akan lebih baik tetap
pelaksanaan time schedule, secara umum sering mengalami hambatan-hambatan yang
disebabkan oleh:
24
bangunan yang akan dibuat. semua bagian/elemen konstruksi, yang ada pada gambar
bestek harus dihitung secara lengkap dan teliti, untuk mendapatkan perhitungan volume
pekerjaan secara akurat dan lengkap.
4. Uraian Volume Pekerjaan
Sebelum menghitung volume masing-masing pekerjaan,lebih dahulu harus membaca
gambar bestek berikut gambar-gambar detail (penjelasannya), penguasaan dalam
membaca gambar bestek dan gambar penjelasan akan sangat mempengaruhi tingkat
ketelitian dalam menghitung volume masing-masing [Link] yang perlu
dilakukan dalam menghitung volume pekerjaan adalah antara lain menguraikan masing-
masing volume pekerjaan (uraian volume pekerjaan) dan dari uraian tersebut masing-
masing harus dihitung volume pekerjaanya yang dimaksud dengan uraian volume
pekerjaan adalah menguraikan secara rinci besar volume suatu pekerjaan
menguraikan,berarti menghitung besar volume masing-masing pekerjaan sesuai dengan
gambar bestek dan gambar detail.
Susunan uraian volume pekerjaan dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:
3. Susunan dengan cara lajur-lajur tabelaris
4. Susunan dengan cara post-post, penyusunan uraian volume pekerjaan tersebut
diurutkan berdasarkan urutan (kronologis), pelaksanaan pekerjaan.
25