0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Capaian Pembelajaran IPA Kelas IX SMPN 21

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 21 Pekanbaru untuk kelas IX tahun pelajaran 2025/2026. Peserta didik diharapkan dapat memahami hukum-hukum alam, menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, dan mengembangkan keterampilan inkuiri untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan menggunakan pengetahuan sains yang telah dipelajari.

Diunggah oleh

mukolisalblitary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Capaian Pembelajaran IPA Kelas IX SMPN 21

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 21 Pekanbaru untuk kelas IX tahun pelajaran 2025/2026. Peserta didik diharapkan dapat memahami hukum-hukum alam, menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, dan mengembangkan keterampilan inkuiri untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan menggunakan pengetahuan sains yang telah dipelajari.

Diunggah oleh

mukolisalblitary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN ( CP )

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 21 Pekanbaru


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Fase D
Kelas : IX ( Sembilan )
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

Berbekal capaian pembelajaran yang telah diperoleh di fase sebelumnya, peserta didik mendeskripsikan
bagaimana hukum-hukum alam terjadi pada skala mikro hingga skala makro dan membentuk sistem yang
saling bergantung satu sama lain. Pada fase ini, peserta didik mengimplementasikan pemahaman terhadap
konsep-konsep yang telah dipelajari untuk membuat keputusan serta menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D ini peserta didik dapat mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, memanfaatkan ragam
energi dan gaya untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik
mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dan pergerakannya untuk
menjelaskan fenomena alam yang terjadi di sekitarnya. Berdasarkan pemahamannya terhadap sistem
tubuh makhluk hidup dan keterkaitannya dengan lingkungan, peserta didik dapat menerapkan perilaku
hidup sehat. Peserta didik dapat mengidentifikasi permasalahan, mengajukan pertanyaan dan/atau
hipotesis serta membuat rancangan penelitian untuk membuktikan hipotesis atau pertanyaan yang diajukan.
Peserta didik dapat menggunakan satuan baku, mengidentifikasi variabel yang perlu diubah, diukur, dan
dikendalikan dalam penelitiannya. Mereka menggunakan data yang didapatkan untuk mengungkap dan
menganalisis pola, tren, serta memanfaatkannya untuk mengambil kesimpulan. Peserta didik menjelaskan
bagaimana modifikasi terhadap metode penelitian dapat meningkatkan kualitas data yang didapatkan dan
menerapkan pengetahuan yang mereka miliki untuk mengevaluasi klaim yang diajukan orang lain. Di fase
ini, peserta didik juga melakukan aksi berdasarkan hasil kesimpulan yang diambil, mengkomunikasikan
pengalamannya dengan menggunakan bahasa yang tepat (sesuai kondisi) serta menggunakan beragam
simbol berupa diagram, kurva, dan elemen grafis lainnya untuk menjelaskan penelitian yang mereka
lakukan baik dalam bentuk tulisan semi-ilmiah, lisan, media tiga dimensi, maupun digital. Selain itu peserta
didik menggunakan kompetensi yang dimiliki untuk berkontribusi terhadap penyelesaian masalah
lingkungan di sekitarnya atau dapat memahami kontribusi sains dalam menyelesaikan permasalahan
lingkungan yang terjadi di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Elemen Capaian Pembelajaran

Pemahaman Sains Untuk membantu peserta didik memiliki kompetensi berpikir ilmiah, peserta didik
perlu memiliki pemahaman sains yang utuh. Dalam sains, kemampuan berpikir juga
tidak akan banyak berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan jika seseorang
tidak memiliki pemahaman terhadap bidang keilmuan tertentu. Oleh karena itu,
dalam mencapai kompetensi itu peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan
pemahaman konsep sains yang sesuai dengan cakupan setiap konten dan
perkembangan usia. Selain itu, pemahaman atas cakupan konten yang akan
dibangun dalam diri peserta didik haruslah saling terkait satu sama lain. Peserta
didik tidak diharapkan memahami sains secara parsial hanya untuk cakupan konten
tertentu, melainkan menyeluruh, meliputi kemampuan berpikir sistem, pemahaman
konsep, hubungan antar konsep, hubungan kausalitas (sebab-akibat) serta tingkat
hierarkis suatu konsep.

Ketrampilan Sains Guru perlu mempertimbangkan hal yang diharapkan dipahami peserta didik lebih
dalam, pengetahuan yang perlu peserta didik miliki untuk mencapai hal tersebut,
keterampilan apa yang dapat diasah, dan karakter positif apa yang dapat diperkuat
dalam melakukan pembelajaran inkuiri. Ini untuk mempersiapkan peserta didik
menjadi warga negara yang berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang
berkeanekaragaman global. Keterampilan inkuiri dimulai dari mengajukan
pertanyaan dan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan dan mengelola informasi,
merencanakan dan mengembangkan ide solusi, mengambil kesimpulan dan
merumuskan aksi, mencipta dan melaksanakan aksi, serta mengkomunikasikan dan
merefleksikan. Adapun siklus keterampilan inkuiri (Kath Murdoch, 2015) dijabarkan
sebagai berikut:
1. Bertanya dan mengidentifikasi masalah (tuning in): peserta didik didorong
untuk menyusun pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dan
masalah apa yang ditemukan. Pada tahap ini peserta didik juga
menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang
akan dipeserta didiki. Bertanya merupakan proses penting dari inkuiri karena
membantu peserta didik termotivasi untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
Guru perlu memberi stimulus dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan
yang menggugah peserta didik untuk mempeserta didiki sesuatu lebih dalam.
2. Mengumpulkan informasi (finding out): guru mendorong peserta didik untuk
mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber, misalnya
wawancara, studi dokumen, observasi, dan lain-lain secara mandiri.
3. Mengelola informasi (sorting out): peserta didik memilih dan
mengorganisasikan informasi yang diperoleh, menafsirkan, menganalisis, dan
menilai relevansi informasi yang ditemukan.
4. Merencanakan dan mengembangkan ide solusi (going further): peserta didik
melakukan refleksi diri terhadap informasi yang telah diperoleh. Ia melakukan
perencanaan untuk menunjukkan keterkaitan antara berbagai informasi yang
diperoleh, dan hal-hal yang telah dipeserta didiki, memutuskan apa yang akan
dilakukan dengan informasi yang diperoleh dan mengembangkan solusisolusi
berdasarkan temuan. Ia merencanakan suatu kegiatan tindak lanjut untuk
menerapkan pengetahuan baru yang dimilikinya.
5. Merumuskan kesimpulan dan melaksanakan aksi (making conclusion and
taking action): pada tahap ini peserta didik melakukan refleksi diri tentang
tingkat pemahamannya terhadap topik yang dipeserta didiki. Membuat
kesimpulan dari hasil temuannya kemudian menetapkan solusi yang dinilai
paling sesuai. Bagaimana tindakan yang dilakukan dapat memberikan
pengaruh pada orang lain lalu melaksanakan perumusan aksi. Peserta didik
lalu melakukan berbagai kegiatan, misalnya membuat proyek, membuat suatu
produk (poster, tulisan, dan lain-lain), atau melakukan kegiatan yang relevan
dengan topik yang dipeserta didiki. Ia mengungkapkan ide lisan dan tulisan,
serta mengkreasikan dalam bentuk media digital dan nondigital. Peserta didik
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam bentuk presentasi digital dan/atau nondigital, dan sebagainya. Ia
berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyampaikan ide serta usulan.
Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau kembali proses belajar yang
dijalani dan hal-hal yang perlu diperbaiki pada masa yang akan datang.
Melakukan refleksi diri tentang bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya
dapat menolong diri sendiri dan orang lain.
Dalam mengikuti tahapan ini, refleksi perlu dilakukan dalam setiap proses. Sehingga
peserta didik dapat mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan selama menjalani
serangkaian kegiatan secara utuh. Keterampilan inkuiri ini bukan merupakan urutan
langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Elemen Capaian Pembelajaran


Kontribusi Sains Dalam elemen ini peserta didik memahami bagaimana peranan sains dari masa ke
masa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi manusia,
termasuk dasar ilmiah dari suatu kearifan lokal. Berbekal pemahaman terhadap
sains yang menyeluruh dan keterampilan inkuiri yang memadai, peserta didik
diharapkan dapat memanfaatkan kompetensinya untuk berkontribusi menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi yang dimiliki
ini perlu diarahkan untuk sebuah tujuan yang lebih mulia agar proses belajar dapat
lebih bermakna.

Pekanbaru, Juni 2025


Mengetahui,
Kepala SMPN 21 Pekanbaru Guru IPA

Hj. EFA DEWI, [Link] MUKOLIS


NIP. 19710104 199403 2 005 NIP. 19800501 200801 1 029

Anda mungkin juga menyukai