RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
BERBASIS DEEP LEARNING
Sekolah :
Nama Penyusun : ……………………………………………………………
Mata Pelajaran :TIK………………………………..
Materi : ……………………………………………………………
Topik : ……………………………………………………………
Kelas / Semester : 7/1
Alokasi Waktu : ……………………………………………………………
Identifikasi Peserta Didik a. Mengidentifikasi kesiapan peserta didik
b. Memahami karakteristik materi pelajaran
c. Menentukan dimensi profil Lulusan
☑ Keimanan dan Ketakwaan ☐ Kreativitas ☐ Kesehatan
terhadap Tuhan YME
☐ Kewargaan ☐ Kolaborasi ☐ Komunikasi
☐ Penalaran Kritis ☐ Kemandirian
Identifikasi Materi Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai,
Pelajaran relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi,
serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan
erdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai tipe teks
(deskripsi, laporan, rekon, eksplanasi, eksposisi, instruksi/prosedur, serta
narasi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan
mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang
disimak. Peserta didik mampu menyimak, menafsirkan, mengapresiasi,
mengevaluasi, dan menciptakan teks sastra Nusantara (seperti puisi rakyat,
pantun, syair, hikayat, gurindam) dan sastra universal seperti novel, puisi,
prosa, drama, film, dan teks multimedia dan multimodal (lisan, audio, video,
cetak, dan digital)
Lintas Disiplin Ilmu IPAS
Tujuan Pembelajaran Menganalisis Informasi Tersurat dan Tersirat
● Peserta didik mampu mengevaluasi dan menginterpretasi informasi
tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks nonfiksi dan fiksi, seperti
laporan, eksposisi, dan narasi, untuk memahami makna yang
disampaikan.
Menulis Teks Argumentatif
● Peserta didik mampu menulis teks argumentatif dengan struktur yang
logis dan bahasa yang efektif untuk menyampaikan pendapat atau solusi
terhadap suatu permasalahan.
Berpartisipasi Aktif dalam Diskusi
● Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dengan
menyampaikan pendapat, menanggapi argumen, dan menyimpulkan hasil
diskusi secara kritis dan etis.
Menyajikan Presentasi Lisan
● Peserta didik mampu menyajikan presentasi lisan mengenai topik tertentu
dengan menggunakan bahasa yang jelas, intonasi yang tepat, dan alat
bantu visual yang mendukung.
Mengevaluasi Kualitas Teks Visual dan Audiovisual
● Peserta didik mampu mengevaluasi kualitas informasi dalam teks visual
dan audiovisual, seperti video atau infografis, dengan mempertimbangkan
keakuratan data dan keefektifan penyampaian pesan.
Topik Pembelajaran Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan
pembelajaran
Praktik Pedagogis
metode pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F SMK menggunakan model
Problem-Based Learning (PBL) untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat
menganalisis isi, struktur, dan penggunaan bahasa dalam teks lisan atau
multimodal seperti pidato, video, atau ceramah.
✅ Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
● Mengidentifikasi dan menganalisis isi serta struktur teks lisan atau
multimodal.
● Mengevaluasi penggunaan bahasa dalam teks tersebut.
● Menyampaikan hasil analisis secara lisan atau tertulis dengan argumentasi
yang logis.
🔎 Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis PBL
1. Orientasi Masalah
○ Guru menyajikan video pidato atau ceramah sebagai stimulus.
○ Peserta didik diminta mengamati dan mencatat hal-hal penting
dari teks tersebut.
2. Organisasi Belajar
○ Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil.
○ Setiap kelompok mendiskusikan isi, struktur, dan penggunaan
bahasa dalam teks yang diamati.
3. Penyelidikan Kelompok
○ Kelompok melakukan analisis mendalam terhadap teks.
○ Mereka mencari informasi tambahan untuk mendukung analisis
mereka.
4. Pengembangan dan Penyajian Hasil
○ Kelompok menyusun laporan hasil analisis.
○ Presentasi dilakukan di depan kelas untuk mendapatkan
masukan dari kelompok lain.
5. Analisis dan Evaluasi
○ Diskusi kelas untuk membandingkan hasil analisis antar
kelompok.
○ Guru memberikan umpan balik dan klarifikasi terhadap analisis
yang dilakukan.
Kemitraan Pembelajaran Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran
(lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang
studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha
dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Lingkungan Pembelajaran Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual,
dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh:
lingkungan sekolah, Learning Management System LMS, dukungan guru untuk
meningkatkan keaktifan peserta didik
Pemanfaatan Digital Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif,
kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: perpustakaan digital, forum diskusi daring,
dan penilaian daring
Kegiatan AWAL (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan)
Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta
didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini meliputi
orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang
menggembirakan
Kegiatan INTI Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
Memahami berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
Mengaplikasi Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,
bermakna, menggembirakan)
Merefleksi
1.
2.
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,
bermakna, menggembirakan)
1.
2.
Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,
bermakna, menggembirakan)
1.
2
Penutup (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan)
Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan,
menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran
selanjutnya.
Asesmen pada Awal Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as
Pembelajaran learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode
Asesmen pada Proses atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian
Pembelajaran kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja,
Asesmen pada Akhir Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Pembelajaran Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya