0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan13 halaman

Sistem Koordinasi dan Reproduksi Manusia

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Bukittinggi, yang berfokus pada sistem koordinasi, reproduksi, dan homeostasis manusia. Pembelajaran dirancang untuk peserta didik kelas IX dengan pendekatan deep learning dan problem-based learning, melibatkan berbagai aktivitas praktis dan kolaboratif. Materi ini relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif mereka.

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan13 halaman

Sistem Koordinasi dan Reproduksi Manusia

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Bukittinggi, yang berfokus pada sistem koordinasi, reproduksi, dan homeostasis manusia. Pembelajaran dirancang untuk peserta didik kelas IX dengan pendekatan deep learning dan problem-based learning, melibatkan berbagai aktivitas praktis dan kolaboratif. Materi ini relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif mereka.

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 4 Bukittinggi


Mata Pelajaran : IPA
Nama Guru : Intan Puspita Dewi, [Link]
Kelas/ Semester : IX/Ganjil
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit(5 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI Peserta Didik: Peserta didik kelas IX umumnya berada pada fase C (usia 13-
15 tahun). Pada fase ini, mereka sedang dalam tahap perkembangan kognitif
yang memungkinkan mereka untuk berpikir secara lebih kompleks dan
abstrak, serta mulai menunjukkan kemandirian dalam belajar dan
pengambilan keputusan. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
terhadap fenomena alam dan lingkungan di sekitar mereka. Pengetahuan
awal peserta didik mengenai sistem tubuh manusia bervariasi, dipengaruhi
oleh pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Mereka mungkin memiliki
minat yang berbeda-beda terkait aspek biologis atau kesehatan tubuh.
Kebutuhan belajar mereka juga beragam, ada yang memerlukan bimbingan
lebih terstruktur, sementara yang lain mungkin lebih mandiri dan dapat
mengeksplorasi informasi secara independen.

Materi Pelajaran: Materi pelajaran "Sistem Koordinasi, Reproduksi, dan


Homeostasis Manusia" di Bab 2 membahas tentang sistem saraf, sistem
hormon, alat indera, sistem reproduksi laki-laki dan wanita, siklus
menstruasi, alat kontrasepsi, serta pentingnya homeostasis dalam tubuh
manusia. Materi ini memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata
peserta didik karena membahas tentang tubuh mereka sendiri dan isu-isu
kesehatan yang mungkin mereka hadapi atau amati di sekitar mereka, seperti
kehamilan remaja dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Tingkat
kesulitan materi disesuaikan dengan fase perkembangan peserta didik,
dengan penekanan pada pemahaman konsep dan keterampilan inkuiri.
Struktur materi disajikan secara terpadu, mengintegrasikan konsep biologi
dan aplikasi sains dalam pemecahan masalah sehari-hari. Integrasi nilai dan
karakter ditekankan melalui Profil Pelajar Pancasila, seperti rasa ingin tahu,
bernalar kritis, dan kepedulian terhadap diri dan lingkungan sekitar.

Dimensi Profil Lulusan:

1. Penalaran Kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi

DESAIN Capaian Pembelajaran:. Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan


PEMBELAJARAN memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai konsep dasar
sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka memahami proses
identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem organisasi

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, serta pewarisan
sifat dan bioteknologi. Selain itu, peserta didik mampu menjelaskan upaya
mitigasi perubahan iklim secara ilmiah. Dalam bidang fisika, mereka
memahami konsep pengukuran, gerak dan gaya, tekanan, pesawat sederhana,
usaha dan energi, serta pengaruh kalor terhadap perubahan suhu. Mereka
juga menguasai konsep gelombang, kemagnetan, kelistrikan, dan
pemanfaatan energi listrik ramah lingkungan. Pemahaman tentang posisi
bulan, bumi, dan matahari serta sifat fisika dan kimia tanah juga menjadi
bagian penting. Di samping itu, peserta didik mampu mengaitkan
penggunaan zat aditif dengan penyelesaian masalah dalam kehidupan nyata.
Keseluruhan konsep tersebut menjadi landasan bagi peserta didik untuk
mengembangkan keterampilan inkuiri sains secara aktif, kritis, dan
kontekstual sesuai tantangan zaman.

Lintas Disiplin Ilmu:

1. IPA
2. Penjas Orkes

Topik Pembelajaran: Sistem Koordinasi, Reproduksi, dan Homeostasis


Manusia

Tujuan Pembelajaran:

1. Peserta didik Mendeskripsikan tentang sistem koordinasi manusia


dengan benar.
2. Peserta didik Membandingkan cara kerja saraf dan hormon yang
mengatur koordinasi manusia dengan benar.
3. Peserta didik Mendeskripsikan pentingnya alat indera bagi manusia
dengan benar.
4. Peserta didik Mendeskripsikan sistem reproduksi laki-laki dan wanita
dengan benar.
5. Peserta didik Membandingkan perbedaan sistem reproduksi pada
laki-laki dan wanita dengan benar.
6. Peserta didik Mendeskripsikan mengenai pentingnya alat kontrasepsi
untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual dengan
benar.
7. Peserta didik Mendeskripsikan pentingnya homeostasis dalam
menjaga keseimbangan tubuh manusia dengan benar.
8. Peserta didik Mengaplikasikan informasi yang didapat untuk
pembuatan survey mengenai alat kontrasepsi di wilayah sekitar
rumah mereka dengan benar.

Praktik Pedagogis:
1. Pendekatan : Deep learning
2. Model Pembelajarab : Problem Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Diskusi

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


Mitra Pembelajaran:

1. Orang tua/wali (untuk mendampingi pencarian informasi, tugas


poster, dan survey).
2. Puskesmas/klinik (untuk data kehamilan berdasarkan usia
perempuan).
3. Masyarakat sekitar (sebagai responden survey alat kontrasepsi).

Lingkungan Pembelajaran:

1. Ruang Fisik: Kelas, laboratorium (jika ada, untuk aktivitas uji


sensitivitas, uji Stroop, uji telinga), lingkungan sekitar rumah (untuk
survey).
2. Ruang Virtual: Internet (untuk mencari informasi, menonton video),
media sosial (untuk kampanye produk).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, rasa ingin tahu,
reflektif, mandiri, bertanggung jawab, berpikir kritis, dan kreatif.

Pemanfaatan Digital:

1. Perencanaan: Canva (untuk desain poster/grafik survey).


2. Pelaksanaan: Video pembelajaran (tentang sistem saraf,
homeostasis).
3. Asesmen: Unggahan media sosial (jika produk survey diunggah).

PENGALAMAN Langkah-Langkah Pembelajaran


BELAJAR
Pertemuan 1 (Topik: Sistem Koordinasi Manusia

Saraf dan Otak )

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

● Peserta didik menjawab salam guru.


● Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
● Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
● Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
● Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
● Guru memberikan pertanyaan "Bayangkan, bagaimana kita bisa
merasakan sentuhan? Bagaimana kita bisa berpikir, mengingat, atau
bahkan bermimpi? Semua itu dikendalikan oleh sesuatu yang luar
biasa di dalam tubuh kita. Ada yang tahu apa itu?" Peserta didik
menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
● Guru dan peserta didik mengisi umum T-I-S untuk

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


mengorganisasikan pertanyaan ataupun jawaban peserta didik selama
periode pembelajaran.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru bisa


memberikan video bagaimana sistem saraf bekerja yang menyerupai
aliran listrik.
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Guru membagi
peserta didik ke dalam kelompok (berpasangan untuk beberapa
aktivitas). Guru menjelaskan umum T-I-S sebagai alat bantu refleksi.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik melakukan aktivitas "Ayo kita cek saraf kita",
secara berpasangan dan menutup mata, untuk mengecek
sensitivitas bagian tubuh manusia yang berkaitan dengan
keberadaan jumlah saraf yang paling banyak.
o Peserta didik melakukan aktivitas "Ayo kita uji mata dan
mulut kita" (uji efek Stroop) untuk menguji kemampuan
kognitif dan pengambilan keputusan saat terjadi "konflik" di
otak manusia.
o Peserta didik melakukan aktivitas "Ayo Kita Uji Telinga
Kita!" untuk menguji bagaimana telinga manusia mampu
mendeteksi arah datangnya suara, serta bagaimana kualitas
suara yang didapatkan jika sumber suara semakin jauh, atau
jika hanya memiliki satu buah telinga.
o Peserta didik membaca secara mandiri umum tentang sistem
koordinasi manusia, struktur dan fungsinya, serta
membandingkan cara kerja saraf dengan hormon.
o Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di
umum "Mari Uji Kemampuanmu" terkait sistem koordinasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Peserta didik membuat poster tentang kelainan alat indera
meliputi jenis kelainan, penyebab, pengobatan, dan cara
pencegahannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S, mengecek
secara mandiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sudah
terjawab selama aktivitas utama. Peserta didik juga dapat
menambahkan jawaban pada pertanyaan teman jika ia
mengetahui jawabannya.
o Guru meminta peserta didik menuliskan

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


skill atau pengalaman baru apa yang mereka dapati selama
aktivitas pembelajaran.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

● Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


● Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik sistem reproduksi) dan strategi belajar yang akan
digunakan.
● Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaiannya.
● Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2 (Topik: Sistem Koordinasi Manusia

Alat Indera)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

o Peserta didik menjawab salam guru.


o Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
o Peserta didik menjawab presensi gu ru dan kesiapan belajar.
o Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
o Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
o Guru dapat memulai pembelajaran dengan meminta peserta
didik untuk memperhatikan teman sekitar mereka. Guru
bertanya "adakah yang berkacamata, apa yang menyebabkan
mereka berkacamata, apa yang terjadi jika mereka melepas
kacamata mereka?". Guru mengarahkan pada pentingnya
mata sebagai alat indera yang merupakan bagian dari sistem
koordinasi manusia.
[Link] mengajukan pertanyaan pemantik lebih dalam untuk
mengarahkan ke topik yang akan dipelajari: "Bayangkan jika kita
tidak bisa melihat indahnya warna, tidak bisa mendengar musik, atau
tidak bisa mencicipi makanan favorit. Seberapa berharganya alat indera
kita?" Dorong siswa untuk berbagi pengalaman pribadi yang terkait
dengan indera mereka.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru bisa


memberikan video tentang alat indera manusia
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar:

Bagi kelas menjadi 5 kelompok, masing-masing bertanggung jawab atas satu

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


alat indera (Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit).

Struktur utama alat indera tersebut.



Fungsi setiap bagian.

Bagaimana stimulus diterima dan diubah menjadi

sinyal.
▪ Video atau gambar detail di PPT akan diputar sesuai
kelompok yang presentasi.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka
(maksimal 3 menit per kelompok). Setelah presentasi, guru
dapat memberikan pertanyaan analisis: "Bagian mata mana
yang paling penting untuk melihat warna? Mengapa?" "Apa
kaitan tulang-tulang pendengaran dengan kemampuan kita
mendengar suara pelan?" Ini mendorong siswa untuk
menjelaskan mengapa dan bagaimana.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

Guru memberikan pertanyaan tambahan "Mengapa informasi dari semua alat


indera kita harus sampai ke otak? Apa yang terjadi jika ada gangguan pada
jalur saraf dari indera ke otak?" Dorong siswa untuk membuat koneksi antara
alat indera dan sistem saraf/otak yang sudah dipelajari sebelumnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o "Detektif Indera" (10 menit): Peserta didik diberikan 2-3
skenario studi kasus singkat (misal: seorang anak sering
menatap layar gadget terlalu dekat dan kini matanya buram;
seorang kakek sulit mendengar percakapan; seorang pekerja
bangunan tidak memakai pelindung telinga dan kini
mengalami tinnitus). Dalam kelompok, minta siswa:
▪ Mengidentifikasi alat indera yang terganggu.
▪ Menjelaskan kemungkinan penyebabnya.
▪ Memberikan saran konkret untuk pencegahan atau
penanganan sederhana.

Diskusi Solusi (5 menit): Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis


dan solusi mereka

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

● Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


● Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik sistem reproduksi) dan strategi belajar yang akan

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


digunakan.
● Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaiannya.
● Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup

Pertemuan 3 (Topik: Sistem Reproduksi Manusia)

1. Stimulasi (Stimulation)

 Menggali Pengetahuan Awal: guru memberikan pertanyaan terbuka


untuk memancing rasa ingin tahu dan mengaktivasi pengetahuan
awal siswa. "Menurut kalian, bagaimana makhluk hidup, termasuk
kita manusia, bisa memiliki keturunan? Apa saja yang dibutuhkan
agar proses ini bisa terjadi?"
 Video atau Gambar Provokatif: Tampilkan gambar bayi yang baru
lahir atau video singkat tentang keajaiban kehidupan baru. Guru
dapat mengajukan pertanyaan seperti, "Untuk menjadi individu baru
seperti ini, organ apa saja ya yang berperan?" Guru menekankan
bahwa topik ini penting untuk dipahami secara ilmiah dan kesehatan.
 Membangun Rasa Ingin Tahu: Guru menyampaikan bahwa hari ini
kita akan mempelajari bagian-bagian tubuh yang sangat penting
untuk kelangsungan jenis kita, yaitu organ reproduksi.

2. Identifikasi Masalah (Problem Statement) - 15 Menit

 Penyajian Masalah: Guru membagi kelas menjadi kelompok-


kelompok kecil (4-5 siswa). Setiap kelompok menerima LKPD 1
yang berisi gambar anatomi organ reproduksi laki-laki dan
perempuan tanpa label.
 Tantangan Kelompok: Guru memberikan tantangan: "Dengan
menggunakan sumber daya yang ada (buku teks, internet jika
diizinkan, atau bahkan diskusi antar teman), coba kalian identifikasi
dan berikan label pada setiap bagian organ reproduksi pada gambar
yang ada di LKPD kalian. Lalu, diskusikan, kira-kira apa fungsi dari
masing-masing bagian tersebut?"
 Mendorong Pertanyaan: Guru berkeliling, mendorong siswa untuk
bertanya, mengamati, dan berhipotesis mengenai nama dan fungsi
organ.

3. Pengumpulan Data (Data Collection) - 25 Menit

 Eksplorasi Mandiri: Siswa secara mandiri atau berkelompok


mencari informasi dari berbagai sumber (buku teks, artikel singkat
yang disiapkan guru, atau hasil pencarian internet). Mereka mencatat

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


nama-nama organ dan perkiraan fungsinya pada LKPD 1 mereka.
 Video Animasi: Guru menampilkan video animasi singkat tentang
proses spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis
(pembentukan sel telur). Setelah video, guru meminta siswa untuk
mengidentifikasi organ mana yang berperan utama dalam proses
tersebut dan di mana tepatnya proses itu terjadi.
 Diskusi Internal Kelompok: Siswa saling berbagi temuan,
membandingkan informasi, dan mencoba menyepakati identifikasi
serta fungsi organ.

4. Pengolahan Data (Data Processing) - 20 Menit

 Analisis Data: Guru meminta setiap kelompok untuk mengisi LKPD


2 yang berisi tabel kosong untuk membandingkan organ reproduksi
laki-laki dan perempuan, termasuk lokasi dan fungsi spesifiknya.
Guru mendorong mereka untuk menganalisis hubungan antara
struktur dan fungsi. Misalnya, "Mengapa testis berada di luar rongga
tubuh?" atau "Bagaimana saluran telur dapat menangkap sel telur?"
 Penyusunan Hasil: Siswa menyiapkan hasil diskusi mereka dalam
bentuk poin-poin penting atau mind map sederhana pada lembar
kertas atau whiteboard mini yang bisa dipresentasikan.
 Diskusi Terpimpin: Guru membimbing diskusi kelompok,
memberikan petunjuk jika ada kesulitan, dan mengonfirmasi
pemahaman siswa.

5. Pembuktian (Verification) - 10 Menit

 Presentasi Kelompok: Masing-masing kelompok mempresentasikan


hasil identifikasi organ dan fungsinya. Kelompok lain dapat
memberikan tanggapan atau pertanyaan.
 Konfirmasi Guru: Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban
siswa. Mengoreksi jika ada miskonsepsi dan melengkapi informasi
yang kurang. Guru dapat menggunakan slide PPT dengan gambar
berlabel yang benar untuk memverifikasi temuan siswa.
 Diskusi Penemuan Proses Sel Kelamin: Guru kembali ke proses
spermatogenesis dan oogenesis, meminta siswa menjelaskan kembali
dengan bahasa mereka sendiri, dan memastikan mereka memahami
bahwa kedua proses ini terjadi di organ reproduksi primer.

6. Generalisasi (Generalization) - 5 Menit

 Kesimpulan Bersama: Guru memimpin diskusi kelas untuk


merumuskan kesimpulan bersama tentang struktur dan fungsi organ

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


reproduksi manusia, serta pentingnya sistem ini untuk kelangsungan
spesies.
 Pentingnya Kesehatan Reproduksi: Guru mengarahkan diskusi ke
pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi sebagai bagian dari
kesehatan diri secara keseluruhan, tanpa masuk terlalu dalam ke
materi pubertas atau penyakit menular seksual yang mungkin akan
dibahas di pertemuan lain. Cukup garis besarnya seperti kebersihan
diri dan pola hidup sehat.
 Refleksi Akhir: Guru meminta siswa untuk menuliskan satu hal
paling menarik yang mereka temukan hari ini dan satu pertanyaan
yang ingin mereka ketahui lebih lanjut tentang topik ini.

Pertemuan 4 ( Kehamilan dan Kontrasepsi)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

● Peserta didik menjawab salam guru.


● Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
● Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
● Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
● Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
● Guru dapat mengawali topik dengan mengingat kembali bahasan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada bab sebelumnya:
"Bagaimana siklus hidup manusia?", "Apa itu fertilisasi?", "Apa
tahapan setelah fertilisasi sampai menjadi bayi?".
● Guru mulai mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan peserta didik
menuju topik yang akan dibahas: "Apakah siklus menstruasi itu?",
"Benarkah berenang dengan yang berlainan jenis dapat menyebabkan
kehamilan?", "Apa itu alat kontrasepsi? Dan apakah pro dan kontra
dari alat kontrasepsi ini?".
● Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
● Guru dan peserta didik mengisi kolom T pada umum T-I-S sebagai
pembuka topik sistem reproduksi yang akan dipelajari.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru mengajak


peserta didik mengunjungi puskesmas sekitar untuk mencari data
kehamilan berdasarkan usia perempuan. Guru menanyakan: "Pada
usia berapakah perempuan paling banyak hamil? Berapa usia
tertinggi perempuan yang dapat hamil berdasarkan data di puskesmas
tersebut? Apakah ada kaitannya antara usia dengan sistem reproduksi
manusia?".
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Peserta didik dibagi

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


ke dalam kelompok.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik dapat diminta untuk melihat data tentang
kehamilan di usia dini dan risiko yang dihadapi oleh anak-
anak/remaja yang mengalami kehamilan usia dini.
o Guru bisa membuat kegiatan debat yang diikuti oleh peserta
didik mengenai kehamilan dan pernikahan di usia dini berikut
pro dan kontranya.
o Peserta didik membaca secara mandiri umum tentang sistem
reproduksi laki-laki dan wanita, siklus menstruasi, alat
kontrasepsi, dan cara menjaga kesehatan reproduksi manusia.
o Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di
umum "Mari Uji Kemampuanmu" terkait sistem reproduksi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Peserta didik membuat presentasi atau diskusi kelompok
tentang informasi yang mereka dapatkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S, mengecek
secara mandiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sudah
terjawab selama aktivitas utama. Peserta didik juga dapat
menambahkan jawaban pada pertanyaan teman jika ia
mengetahui jawabannya.
o Peserta didik menuliskan pertanyaan-pertanyaan tambahan
terkait topik. Guru perlu melihat perkembangan pertanyaan
dan tanda-tanda di umum T-I-S dari waktu ke waktu dan
menjawab secara tertulis untuk pertanyaan-pertanyaan yang
relevan namun tidak cukup waktu untuk mengelaborasinya
dalam pembelajaran.
o Peserta didik bisa juga membuat peta konsep dari materi yang
sudah dipelajari.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

● Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


● Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik homeostasis) dan strategi belajar yang akan
digunakan.
● Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaiannya.
● Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


Pertemuan 5 (Topik: Homeostasis Manusia)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

● Peserta didik menjawab salam guru.


● Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
● Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
● Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
● Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
● Guru dapat menanyakan kepada peserta didik mengenai bab Sistem
Ekskresi di kelas 8: "Apakah pentingnya sistem ekskresi itu?",
"Apakah pengaruh air dalam menjaga homeostasis?", "Apa
pentingnya mengatur pola makan dalam menjaga homeostasis?".
● Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

● Orientasi pada Peserta Didik pada Masalah: Guru meminta


peserta didik beraktivitas fisik selama 10 menit di luar ruangan (di
lapangan), dengan membawa air minum masing-masing yang sudah
ditakar volumenya (misal 500 mL). Peserta didik bisa bermain bola,
berlari kecil, atau aktivitas lain yang mengeluarkan keringat. Suhu
tubuh peserta didik dapat diukur sebelum aktivitas. Setelah aktivitas,
peserta didik meminum air dan menghitung sisa air, kemudian
mengatur suhu mereka kembali. Aktivitas ini menunjukkan hubungan
antara aktivitas manusia di luar ruangan, berkeringat, dan
membutuhkan air karena kehilangan cairan tubuh mereka, serta
kenaikan suhu saat beraktivitas dan kemudian berkeringat untuk
menurunkan suhu badan didukung dengan meminum air juga
merupakan contoh homeostasis.
● Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar: Guru bisa
memberikan video mengenai proses homeostasis.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
o Peserta didik membaca secara mandiri umum tentang
homeostasis.
o Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di
umum "Mari Uji Kemampuanmu" terkait homeostasis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:


o Peserta didik membuat presentasi atau diskusi kelompok
tentang informasi yang mereka dapatkan.

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

● Menganalisis dan Mengevaluasi:


o Guru dapat membuat kelompok (3 orang per kelompok). Satu
peserta didik menerangkan kembali materi umum 2.1, satu
materi umum 2.2, dan satu materi umum 2.3. Peserta didik
yang menerangkan dapat membuat presentasi, sementara yang
lain membuat catatan berupa peta konsep, serta menanyakan
materi yang belum jelas.
o Peserta didik mengunjungi kembali umum T-I-S untuk
mengecek pemahaman mereka mengenai Bab 2 dan
menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh teman
mereka.
o Peserta didik menggunakan metode "belajar berpasangan"
(peer teaching) untuk menerangkan materi ke teman sebangku
atau teman lain yang dipilih guru.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

● Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran.


● Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (Proyek Akhir Bab: Survey Penggunaan Alat
Kontrasepsi) dan strategi belajar yang akan digunakan.
● Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaiannya.
● Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Bukittinggi, Juli 2025


Kepala SMP Negeri 4 Bukittinggi, Guru Mapel

Drs. Edi Kosla Intan Puspita Dewi, [Link]

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]


NIP. 19670502 199512 1003

Sistem Koordinasi, Reproduksi, Homestatis _ Intan Puspita Dewi, [Link]

Anda mungkin juga menyukai