Peran Organisasi Islam di Indonesia
Peran Organisasi Islam di Indonesia
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Moh. Syaiful Bahri, [Link]
Nama Penyusun :
Institusi : SMAN 4 PASURUAN
Tahun Penyusunan : Tahun 2024/2025
Jenjang Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase F, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / II (Genap)
Alokasi Waktu : 1 Pekan / 4 Jam Pelajaran
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran
Dalam aspek sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu dari menganalisis peran
dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia, perkembangan
peradaban Islam di dunia, dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia;
Mempresentasikan peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia, perkembangan peradaban Islam di dunia, dan peran ormas (organisasi
masyarakat) Islam di Indonesia; mengakui keteladanan tokoh ulama Islam di
Indonesia, meyakini kebenaran perkembangan peradaban Islam pada masa modern,
peradaban Islam di dunia, meyakini pemikiran dan pergerakan organisasi-organisasi
Islam berdasarkan ajaran agama; Membiasakan sikap gemar membaca, menulis,
berprestasi, dan kerja keras, tanggung jawab, bernalar kritis, semangat kebangsaan,
berkebinekaan global, menebarkan Islam rahmatan lil ālamīn, rukun, damai, dan
saling bekerjasama.
Media Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Penyediaan sarana prasarana pembelajaran peran organisasi organisasi Islam di
Indonesia yang dibutuhkan; dan beberapa banner yang memuat tentang peran
organisasi organisasi Islam di Indonesia yang dibutuhkan. Jumlah kebutuhan
media disesuaikan dengan kelompok sebagaimana dalam alur model cooperative
learning.
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Model Pembelajaran Tatap Muka.
Pertemuan Pertama
Model Pembelajaran Cooperative Learning
KOMPONEN INTI
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuiti pembelajaran bab ini peserta didik dapat:
a. Menjelaskan kemajuan dan perkembangan organisasi-organasi Islam di Indonesia
pada masa pra dan sesudah kemerdekaan
b. Menjelaskan model dakwah organisasi-organasi Islam di Indonesia pada masa pra
dan sesudah kemerdekaan
c. Menganalisis strategi dakwah organisasi-organasi Islam di Indonesia pada masa
pra dan sesudah kemerdekaan
d. Mengidentifikasi perkembangan dan kemajuan organisasi-organasi Islam di
Indonesia pada masa pra dan sesudah kemerdekaan
e. Menganalisis hikmah organisasi-organasi Islam di Indonesia pada masa pra dan
sesudah kemerdekaan
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
C. PERTANYAAN PEMANTIK
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa
bersama-sama, tadarus Al-Qur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkait dengan
materi pelajaran, menyampaikan cakup materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan
yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.
Menkondisikan peserta didik agar duduk sesuai kelompoknya masing-masing.
Apersepsi
Guru memberikan apersepsi tentang perkembangan organisasiorganisasi Islam di
Indonesia pada masa pra dan sesudah kemerdekaan.
Guru membuka cakrawala tentang bukti bukti peninggalan perkembangan
organisasi-organisasi Islam di Indonesia pada masa pra dan sesudah
kemerdekaan.
Guru membuka ilmuwan muslim dengan biografi tokoh pendiri ormas Islam di
Indonesia
Guru membuka dan mengingat kembali tentang peran organisasi-organasi Islam
di Indonesia pada masa pra dan sesudah kemerdekaan.
Guru memberikan contoh kebermaknaan hikmah perkembangan organisasi-
organasi Islam di Indonesia pada masa pra dan sesudah kemerdekaan.
Kegiatan Inti
Model Cooperative Learning
Langkah-langkah penerapan adalah:
Orientasi
Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan.
Membuat penekanan tentang manfaat penggunaan metode Jigsaw dalam kegiatan
belajar mengajar. Peserta didik diminta belajar konsep secara keseluruhan untuk
memperoleh gambaran keseluruhan konsep (konsep ini menjadi tugas yang
sebelumnya harus sudah dibaca di rumah)
Pengelompokan
Misalkan dalam kelas ada 32 siswa, yang kita tahu kemampuan sejarah Islam dan
sudah di rangking (siswa tidak perlu tahu), kita bagi dalam 25% (rangking 1-8)
kelompok sangat baik, 25% (rangking 9-16) kelompokbaik, 25%(rangking 17-
24) kelompok sedang, 25% (rangking 25-32) kelompok rendah.
Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Expert
Selanjutnya kita akan membaginya menjadi 4 group (A – D) yang isi tiap
groupnya hiterogen dalam kemampuan sejarah peradaban Islama, berilah indek 1
untuk siswa dalam kelompok sangat baik, indek 2 untuk kelompok baik, indek 3
untuk kelompok sedang, dan indek 4 untuk kelompok rendah. Tiap kelompok ini
diberi konsep sejarah peradaban Islam di ia dan Eropa dengan kemampuannya.
Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam group
Expertist (peserta didik ahli) dalam konsep tententu ini kembali ke kelompok
semula. Pada fase ini kelima group (1 – 4) memiliki ahli dalam konsep-konsep
tertentu (worksheet 1 – 4). Selanjutnya pendidik mempersilahkan anggota group
untuk mempresentasikan keahliannya dalam group nya masing-masing satu per
satu. Diharapkan terjadi sharing pengetahuan antar mereka.
Test (Penilaian)
Guru memberikan tes tulis untuk dikerjakan oleh siswa yang memuat seluruh
konsep yang didiskusikan. Pada test ini siswa tidak diperkenankan untuk bekerja
sama. Jika pada saat belajar mereka saling bahu membahu untuk memperoleh
konsep yang benar, maka pada saat penilaian ini mereka harus bekerja sendiri-
sendiri, jika mungkin tempat duduknya agak di jauhkan.
Pengakuan Kelompok
Penilaian pembelajaran kooperatif berdasarkan skor peningkatan individu, tidak
didasarkan pada skor akhir yang diperoleh siswa, tetapi berdasarkan seberapa
jauh skor itu melampaui rata-rata skor sebelumnya. Setiap siswa dapat
memberikan kontribusi maksimum pada kelompoknya dalam system skor
kelompok. Siswa memperoleh skor untuk kelompoknya di dasarkan pada skor
kuis mereka melampaui skor dasar mereka.
Kegiatan Penutup
Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang disampaikan dalam
pembelajaran hari ini.
Tanya jawa tentang materi yang telah dipelajari untuk mengetahui hasil yang
dicapai dalam proses pembelajaran.
Guru melakukan evaluasi hasil belajar terhadap materi yang telah disampaikan
kepada peserta didik.
Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa
dan salam.
Refleksi Guru
1. Guru membimbing peserta didik untuk renungkan apa yang menyebabkan
pembelajaran ini kurang fokus atau kurang lancar, sehingga pembelajaran kurang
maksimal.
2. Guru membimbing peserta didik untuk renungkan apa yang mendorong
pembelajaran ini berjalan lancar dan maksimal, sehingga pembelajaran
mendapatkan hasil maksimal pula.
3. Guru menyampaikan pesan karakter salah satu perilaku mengajarkan kepada kita
untuk bersyukur, dan dalm kesempatan ini kita tambah syukur kita dengan
meningkatkan kinerja kita semua dalam pembelajaran.
4. Guru meminta peserta didik untuk membaca dan mencermati butir sikap dan nilai
karakternya.
5. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi diri terkait
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi.
1. Penilaian sikap.
Penilaian sikap
Nama Siswa :.................................
Kelas / Semester :.................................
Berilah tanda checklist (✓) pada kolom yang sesuai dengan pilihan sikap Anda!
No Pernyataan SS S TS STS
Keterangan :
SS = Sangat Setuju, S = Setuju, TS = Tidak Setuju, STS = Sangat Tidak Setuju
a) Observasi tertutup.
Penilaian sikap spritual dan sikap sosial, jika peserta didik yang belum menunjukkan
sikap yang diharapkan (dilihat dari hasil pengisian butir-butir peryataan sikap positif
dengan kolom ya atau tidak atau dengan likert scala yang tersedia di buku peserta
didik) maka perlu ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan yang dilakukan oleh
guru, walikelas dan gru BK.
b) Observasi terbuka
1. Nusaybah
2. Haidar
3. Halwa
Dst.
Jurnal ini berisi tentang catatan perilaku peserta didik yang “ekstrim” yaitu
perilaku yang sangat baik atau kurang baik sesuai dengan materi yang dipelajari dan
sikap yang ditumbuhkan dalam satu semester.
c) Diskripsi nilai sikap.
1. Sangat Baik, jika memiliki kecenderungan sebagian besar materi yang dipelajari.
1) Baik, jika tidak ada catatan apapun dalam jurnal.
2) Cukup, jika mulai menunjukkan adanya perkembangan positif.
3) Kurang, jika belum menunjukkan adanya perkembangan positif.
4) Nilai sikap untuk mengukur karakter
2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian Pengetahuan.
Pilihan Ganda
Nama Siswa :.................................
Kelas/Semester :.................................
Tanggal Kegiatan :.................................
a. Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, D, atau E yang dianggap paling
tepat!
1. Sarekat Dagang Islam (SDI) pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-
pedagang Islam. Organisasi ini dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada 16
Oktober 1905, SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama
Islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Di bawah pimpinan
H. Samanhudi, perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan
yang berpengaruh di nusantara pada saat itu. Organisasi ini didirikan dengan
tujaun ....
A. untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim (khususnya pedagang
batik) agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar Tionghoa.
B. untuk menyaingi pedagang-pedagang non muslim terutama pedangan dari
Belanda yang mengeruk kekayaan orang pribumi
C. untuk menghimpung pedagang-pedagang tionghoa supaya membantu
pedagang-pedagang peribumi
D. untuk menghimpung pedagang-pedagang pribumi yang kaya supaya bersaing
dengan pedangan asing
E. untuk mendapatkan kekuasaan dan dan politik
2. Sarikat Dagang Islam diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Hal ini dilakukan agar
organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang
lain. Pernyataan berikut bukan merupakan tujuan didirikannya Syarikat Islam ....
A. Mengembangkan jiwa dagang.
B. Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama Islam.
C. Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.
D. Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat
rakyat.
E. Membantu pemerintah Hindia Belanda dalam mengembangkan dagang
3. Dalam sejarahnya Syarikat Islam (SI) yang mengalami perkembangan yang sangat
pesat, kemudian mulai disusupi oleh paham sosialisme revolusioner. Sehingga ada
istilah SI putih dan SI merah. Tokoh-tokoh berikut merupakan tokok-tokoh SI
putih ....
A. H. Agus Salim, Abdul Muis, Suryopranoto, Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirjo.
B. Semaoen, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin Prawirodirdjo
C. Suryopranoto, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Alimin
D. Tan Malaka, dan Alimin Prawirodirdjo Darsono
E. H. Agus Salim, Abdul Muis, Darsono
4. Pernyataan berikut merupakan faktor-faktor yang menjadi pendorong lahirnya
Muhammadiyah
A. Umat Islam memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga
terhindar dari perbuatan syirik, bid’ah, dan khurafat.
B. persatuan dan kesatuan di antara umat Islam, sehingga tegaknya ukhuwah
Islamiyah
C. Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit, bertaklid
buta serta berpikir secara dogmatis.
D. Keberhasilan lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-
kader Islam
E. Umat Islam bersatu sehingga terjalin hubungan yang harmonis antar umat Islam
5. Tokoh-tokoh berikut merupakan pemikir Muhammadiyah yang merumuskan dasar
negara dalam keanggotaan BPUPKI akhirnya BPUKI diganti PPKI ....
A. Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir
B. KH. Wahid Hasyim dan Muh Hatta
C. Ir. Sukarno dan Muh Hatta
D. Ki Bagus Hadikusumo dan KH. Hasyim Asy’ari
E. KH. Wahid Hasyim dan KH. Hasyim Asy’ari
6. Pernyataan berikut merupakan factor penyebab berdirinya Nahdlatul Ulama
(NU) ....
A. Kaum tradisionalis tidak diikut sertakan dalam konggres umat Islam sedunia di
Hijazz
B. Umat Islam harus punya wadah untuk menggalang ukhuwah dalam melawan
penjajah
C. Runtuhnya Khilafah Islamiyah di Turki Usmani tahun 1924
D. Belanda semakin kejam terhadap penduduk pribumi
E. Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
7. Resolusi yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) berisi penolakan terhadap
kembalinya kekuatan kolonial yang mengakui kekuasaan pemerintah republik
Indonesia yang syah. Rsolusi ini bernama ....
A. Resolusi Dewan Keamanan
B. Resulusi PBB
C. Resolusi Jihad
D. Komando Jihad
E. Jihad fisabilillah
8. Nahdlatul Ulama (NU) pada masa pemerintahan Orde Baru menerima asas
tunggal Pancasila pada Muktamar ke-27 di Situbondo (1984) karena ....
A. Pancasila meruapakan alat pemersatu bangsa
B. Pancasila merupakan idiologi Negara
C. Pancasila terdiri dari lima sila
D. Pancasila merupakan hasil kesepakan bersama
E. Pancasila merupakan sumber hukum
9. Organisasi Thawalib, sebagai perguruan telah banyak membuahkan hasil, dibawah
ini adalah usaha yang tidak dilakukannya adalah ... .
A. Sebagai pelopor yang mengubah sistem pengajian surau menjadi sekolah
agama.
B. Berhasil memasukan mata pelajaran umum ke dalam sekolah agama.
C. Kelima, dalam kelas dan ruangan-ruangan diskusi, murid-murid selalu
menghidupkan suasana bantah-membantah, muzakarah, munadzarah.
D. Terikat terhadap mazhab fikih. Mereka mempelajari mazhab yang empat, tetapi
mengamalkan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis.
E. Mendidik berfikir critis umat Islam Sumatra terhadap buku-buku atau kitab-
kitab hasil karya ulama-ulama Islam modern.
10. Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah organisasi Kemasyarakatan Islam
terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di
Pancor, Kabupaten Lombok Timur. Dibawah ini tokoh yang berperan aktif
mendirikan organisasi tersebut adalah ... .
A. Muhammad Zainuddin Abdul Majid
B. Abul Masaid
C. Abu Hasan al Makdawi
D. Muhammad Zainul Majdi
E. Zulkifliemansyah
Kunci Jawaban
a) Pilihan Ganda
Tes Tertulis
Nama Siswa :.................................
Kelas/Semester :.................................
Tanggal Kegiatan :.................................
b. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat;
1. Muhammadiyah semenjak berdiri pada tahun 1912 tetap menjaga khittah
perjuangan organisasi, salah satunya tidak berpolitik atau berafiliasi terhadap salah
satu politik tertentu. Berikan argumentasi dan penjelasan tentang organisasi
Muhammadiyah tetap pada sikap pendirian sebagai organisasi dakwah!
2. Nahdlatul Ulama telah berperan dalam kebangsaan, dan tidak dapat dilepaskan
dari perjuangan kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa.
Coba tuliskan peran Nahdlatul Ulama dalam mencerdaskan bangsa!
3. Peran persis (Persatuan Islam) yang didirikan oleh KH Samanhudi di Bandung,
telah banyak berperan dalam menginspirasi organisasi sosial lain, namun
perkembangan sampai saat ini tidak sehebat dengan oraganisasi yang berdiri
hampir bersamaan. Coba ungkapkan penyebab kurang berkembangnya organisasi
persis dewasa ini.
4. Peran organiasi Thawalib di Sumatra telah ikut berperan dalam mencerdas
masyarakat sumatra. Coba kemukakan peran organisasi Thawalib dalam
membangun Nasionalisme ke Indonesiaan.
5. Nahdlatun Wathan adalah organisasi yang berada di Nusa Tenggara Barat
berperan dalam memajukan peradaban Islam di daerah. Coba ungkapkan peran
Nahdlatul Wathan dalam membangun masyarakat sutuhnya dalam kontek Ke
Indonesiaan.
Kunci Jawaban
b) Uraian
Nilai akhir yang diperoleh peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai
pilihan ganda dan uraian.
3. Penilaian Keterampilan
Lembar Portofolio
1. Lakukan pengamatan terhadap peran ormas Islam di sekitar kalian, apa yang
dilakukannya untuk kemanfaatan bagi masyarakat, kemudian Tarik kesimpulan
dari dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Catatlah permasalahan peran ormas Islam dalam kolom berikut ini!
Bandingkan dan ungkapkanlah tentang dampak yang terjadi pada orang lain dalam
sehari hari!
3. Carilah contoh peran organisasi Islam dan menunjukkan segi positif terhadap
kemajuan organisasi kemasyarakat sosial agama dan tidak menyisakan
perselisihan paham diantara pengikutnya.
4. Ceritakan pengalaman yang menunjukkan sikapmu, ketika ada sekelompok
anggota yang mempertentangkan masalah organisasi keagamaan! Cobalah
renungkan apa yang seharusnya kamu lakukan pada diri kalian sebagai pengikut
ormas Islam untuk hari ini dan hari esok!
5. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari
lima peserta! Kemudian carilah otobiografi tokoh Islam, untuk menginspirasi
kemajuan di kampung kalian!
a. Penilaian produk terkait beberapa tugas dapat dilaporkan dalam diskripsi jawaban
atau dapat dalam laporan pembuatan power point dan atau bentuk lain terkait
dengan materi peran ormas Islam di Indonesia.
3 3 3 3 12
1 Nusaybah
2 Haidar
3 Halwa
dst
a. Penilaian produk membuat laporan studi pustaka tentang peran ormas Islam di
Indonesia
3 3 3 3 12
1 Nusaybah
2 Haidar
3 Halwa
dst
Pengayaan;
Dalam pembelajaran terdapat peserta didik yang sudah menguasai materi sebelum
waktu yang di tentukan, dapat diberi tugas atau diminta mengerjakan soal soal
pengayaan yang berupa pertanyaan fenomental dan inovatif, atau aktivitas peserta
didik yang relevan dengan topik. Dalam hal ini guru memberikan catatan dan nilai
tambah bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.
Interaksi Guru dengan Orang Tua
Guru menyampaikan informasi kepada orang tua melalui peserta didik untuk
memperlihatkan rublik atau evaluasi dalam buku teks dengan memberikan komentar
dan membubuhkan tanta tangan atau paraf. Cara lain dapat juga dengan
menggunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan
perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau setelah
komunikasi dengan orang tua untuk bertukar informasi tentang perkembangan
perilaku putranya. Contoh orang tua diminta mengamati perilaku putranya, apakah
ada perubahan perilaku putranya sudah merefleksikan pemahaman terhadap nilia
nilai yang terkandung dalam thema pembelajaran. Perubahan perilaku tersebut disaat
putra berada di rumah atau lingkungannya. Apabila ada hal yang di rasa belum sesuai
dengan tujuan pembelajaran diperlukan komunikasi antar inter di sekolah dengan
wali kelas, atau guru konseling.
LAMPIRAN
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang peran organisasi islam
di indonesia media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi.
Buku Panduan Guru dan Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk
SMA/SMK/MA Kelas XII Tahun 2022, Penulis: Rohmat Chozin Untoro, Penerbit
Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
C. GLOSARIUM
Sarekat Dagang Islam organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama Islam dan
perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya, pada tahun 1912, oleh
pimpinannya yang baru Haji Oemar Said Tjokroaminoto, nama SDI diubah menjadi
Sarekat Islam (SI).
Muhammadiyah sebuah gerakan Islam yang mengusung modernisasi pendidikan.
Lahir pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau November 18 November 1912 M,
yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis di
Yogyakarta.
Nahdatul Ulama (NU) didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926. Dua
tokoh penting dalam upaya pembentukan NU adalah K.H. Hasyim Asy’ari dan
K.H. Wahab Hasbullah. NU menandai kebangkitan ulama di Indonesia untuk
berkiprah di kancah nasional dan internasional dalam rangka mengayomi ummat.
Persatuan Islam (Persis) didirikan di Bandung Jawa Barat oleh A. Hasan yang
banyak melakukan kegiatan dakwah yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis.
Nahdlatul Wathan organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok,
Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur
oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majidyang dijuluki Tuan Guru Pancor
serta Abul Masajid wal Madaris (Bapaknya Masjid-masjid dan Madrasah-
madrasah) pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372
Hijriyah Organisasi ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar
hingga perguru an tinggi. Sebagai organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan
NW aktif bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah.
Mathla’ul Anwar didirikan oleh KH. Muh Yasin di Manes, Jawa Barat. Organisasi
ini banyak bergerak dalam bidang pendidikan sedang dalam bidang perjuangan
melawan penjajah banyak disalurkan lewat syarikat Islam.
Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) organisasi massa Islam nasional yang
berbasis di Sumatra Barat. Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1930 di Sumatra
Barat, dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah. Kemudian organisasi
ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatra, dan mencapai Kalimantan dan
Sulawesi.
D. DAFTAR PUSTAKA
Abdul Mustaqim, Akhlak tasawuf lelaku suci menuju revolusi hati, (Yogyakarta:
Kaukaba Dipantara, 2013)
Abdullah bin Muhammad Abu Syaikh, Dr. Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Imam Syafii,
Jakarta, 2016
Heri Setiono, Konsep sabar dan aktualisasinya dalam pendidikan agama Islam di
lingkungan keluarga (kajian buku sabar dan syukur karya Ibn Qayyim al-
Jauziyah), (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2015),
Ibnu Qadhib al-Ban, Buku saku rahasia kebahagiaan bekal spiritual orang beriman
menghadapi kesulitan hidup, (Jakarta, 2013)
Margaret Smith, Rabi’ah: pergulatan spiritual perempuan, (Surabaya: Risalah
Gusti,1997),
Nurjanah, S. 2014. Keefektifan Metode Problem Based Learning (PBL) pada
Pembelajaran IPS terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMPN 1 Jetis
Bantul. JIPSINDO, 2 (1): 183204.
Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi
Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian
Rusman, Kurniawan, &Riyana. 2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi
dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sanjaya, W. 2014. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenamedia Group.
Tri Haryanti, Sabar dalam padangan Ibn Qayyim al-Jauziyah, (Jakarta: UIN Syarif
Hidayatullah, 2008),
Wahid Ahmadi, Risalah akhlak panduan perilaku muslim moder, (Solo: Era
Intermedia,2004),
Syafril M, “Nifaq Dalam Persfektif Alquran: Kajian Tafsir Tematik,” Jurnal
Syahadah, vol. V, no. 1(2016), 31
Ahmad Arisatul Chaliq, “Relasi Akal dan Hati Menurut al-Ghazali” Jurnal al-
Qalam, Vol 12 No. 2 Tahun 2015
Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran, Jakarta: Prenada
media Group, 2014
Syafril M, “Nifaq Dalam Persfektif Alquran: Kajian Tafsir Tematik,” Jurnal
Syahadah, vol. V, no. 1(2016), 31
Ahmad Arisatul Chaliq, “Relasi Akal dan Hati Menurut al-Ghazali” Jurnal al-
Qalam, Vol 12 No. 2 Tahun 2015
Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran, Jakarta:
Prenadamedia Group, 2014
Miftahul Huda, Cooperative Learning “Metode, Teknik, Struktur Dan Model
Penerapan”, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Nurjanah, S. 2014. Keefektifan Metode Problem Based Learning (PBL) pada
Pembelajaran IPS terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMPN 1 Jetis
Bantul. JIPSINDO, 2 (1): 183²204.
Rusman, Kurniawan, & Riyana. 2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi
dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sanjaya, W. 2014. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenamedia Group.
Abdurrahman, D. (2003), Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern,
Yogyakarta: LESFI.
Arkoun, L. G. M. (1997). Islam Kemarin dan Hari Esok. (A. Mohammad, Trans.).
Bandung: Pustaka.
Daradjat, Zakiah. (1995), Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi
Aksara.
Hasan, I. (1989). Sejarah dan Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Kota Kembang.
Hitti, P. K. (2002). History of The Arabs. (R. C. L. Y. & D. S. Riyadi, Trans.).
Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Karim, M. A. (2009). Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta:
Pustaka Book Publisher.
Kemenag, (2014), Model Model Pembelajaran, Jakarta : Nata, A. (2011). Sejarah
Guruan Islam. Jakarta: Kencana.
Syukur, F. (2009). Sejarah Peradaban Islam. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.
Tim Baitul Kilmah Jogjakarta, Ensiklopedia Pengetahuan Al-Qur’an dan Hadis
Jilid 7, Jakarta, Kamil Pustaka, cet. Ke-6 April 2018.
Yatim, B. (2008). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.