0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Implementasi Laravel untuk Manajemen Dosen

Laporan ini menjelaskan langkah-langkah penyelesaian project UTS dalam mata kuliah Pemrograman WEB II, termasuk rancangan DFD dan ERD, serta proses instalasi dan konfigurasi lingkungan pengembangan menggunakan XAMPP, Composer, dan Laravel. Selain itu, dijelaskan juga tahapan pembuatan database, migration, model, seeder, controller, dan views untuk aplikasi berbasis web. Akhirnya, laporan ini mencakup pengujian aplikasi dengan menjalankan server Laravel dan mengakses halaman-halaman yang telah dibuat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Implementasi Laravel untuk Manajemen Dosen

Laporan ini menjelaskan langkah-langkah penyelesaian project UTS dalam mata kuliah Pemrograman WEB II, termasuk rancangan DFD dan ERD, serta proses instalasi dan konfigurasi lingkungan pengembangan menggunakan XAMPP, Composer, dan Laravel. Selain itu, dijelaskan juga tahapan pembuatan database, migration, model, seeder, controller, dan views untuk aplikasi berbasis web. Akhirnya, laporan ini mencakup pengujian aplikasi dengan menjalankan server Laravel dan mengakses halaman-halaman yang telah dibuat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Burkarda Ernawati Lafau

Nim :23221031
Mata kuliah : Pemrograman WEB II
Dosen Pengampu :Anjar Pinem,[Link]
Program Studi : Teknik Informatika

LAPORAN PENYELESAIAN PROJECT-UTS

1. Rancangan DFD (Data Flow Diagram) Level – 0

2. Rancangan DFD (Data Flow Diagram) Level – 1

3. Rancangan ERD (Entity Relationship Diagram)

4. Langkah-langkah perancangan WEB


4.1. SETUP ENVIRONMENT
 Instalansi XAMPP:
- Downloadxampp dari[Link] dan pada saat
penginstalan centang Apache, MySQL dan PHP.
- Setelah penginstalan jalankan Apache dan MySQL pada jendela XAMPP
control panel. Dan tes instalasi dengan mengakses localhost/phpmyadmin
pada browser.
 InstalansiComposer
- Downloadcomposer dari [Link] setelah instalansi klik
kanan pada filecomposernya dan pilih run as administrator, saat instalansi
arahkan ke file [Link] bawaan xampp dan dilanjukan sampai selesai.
- Setelah penginstalan, verifikasi instalansi berhasil atau tidaknya dengan
membuka CMD dan memasukan perintah “composer -v”

 [Link]
- Download [Link] dari[Link] jalankan installer hingga selesai
- Verifikasi penginstalan melalui CMD dengan perintah “node -v” dan “npm
-v”
4.2. Instalasi Laravel
 Akses folder xampp\htdocs pada cmd ketika sudah berada pada
derektorihtdocs tersebut, dilakukan pembuatan project baru dan
installaravel di dalamnyamenggunakan composer dengan detail seperti
berikut:

 Setelah selesai penginstalan laravel dilanjutkan untuk penginstalan npm


untuk project pada direktori file project yang baru saja di create atau di
buat dengan detail seperti berikut:
5. Buat database yang akan menampung tabel tabel yang dibuat berdasarkan
migration nantinya dan pada file .env di folder project dilakukan pengeditan
sesuai dengan nama data base pada phpmyadmin yang telah di buat.
Nama database : “db_manajemen_dosen”

6. Selanjutnya membuat migration untuk tabel-tabel yang akan di butuhkan


berdasarkan Rancangan ERD yang telah dibuat dengan Contoh perintah: “php
artisan make:migration create_nama_table”
7. Setelah tahap make:migration lanjut ke tahapan-tahapan berikut
- edit schema untuk setiap tabel pada file migration yang telah di create
- sesuaikan dengan struktur tabel yang diinginkan jika sudah sesuai
migration dijalankan dengan perintah “php artisan migrate”

- Berdasarkan keterangan “DONE” untuk semua migration yang di


jalankan, dapat disimpulkan prosesnya berjalan dengan baik dan telah
ter-setup atau bertambah pada database di mysql dibuktikan dengan
database “db_manajemen_dosen” yang sebelumnya kosong tanpa tabel,
sekarang berisi tabel-tabel yang telah di migration;
8. Selanjutnya tahap pembuatan file untuk model(module yang mewakili satu
kesatuan tabel dalam database)
- carame-generate nya menggunakan perintah “php artisan
make:modelpengguna” ini di fungsikan juga untuk melakukan operasi
CRUD untuk sebuah tabel. Berikut model yang telah dibuat dengan
perintah “php artisan make:model nama_model”
- setelah perintah-perintah pembuatan model di tandai berhasil degan
keterangan created successfully. Dan didalm folder app/model/,
bertambah file-file dengan nama yang sesuai dengan yang di
perintahkan
- langkah berikutnya mengedit atau memodifikasi source code dalam file
file yang telah ter-generate sesuai dengan kebutuhan.
9. Tahap selanjutnya adalah membuat data dummy atau seeders files, dimana
biasanya file-file ini di fungsikan untuk pengujian [Link] untuk
membuat nya adalah: “php artisan make:seeder nama_file”pada tahap ini
hanya membuat file seeder untuk FakultasSeeder, ProgramStudiSeeder,
UsersSeeder dan DosenSeeder. Berikut hasilnya:

[Link] file-file seeder dibuat source code didalamnya akan di ubah atau di
modifikasi sesuai data yang di inginkan.
11. Setelah selesai melakukan modifikasi source code pada file-file seeder jalankan
seeder dengan perintah “php artisan db:seed” ini akan mengirimkan data ke
tabel-tabel pada database yang sesuai. Tolak ukur untuk melihat berhasil atau
tidaknya disaat ada keterangan “DONE”pada setiap proses yang selesai dan
data akan bertambah pada tabel-tabel- yang seharusnya di database. Hasilnya
seperti berikut:
Contoh hasil data yang bertambah pada tabel fakultas berikut:

[Link] memastikan data-data yang di kirimkan kedatabase melalui seeder


berhasil, langkah selanjutnya membuat file-file controller untukmengelola alur
logika aplikasi, perintah untuk membuat file-file tersebut menggunakan “php
artisan make:controller NamaController”atau “php artisan
make:controller NamaController --resource”. Yang membedakan kedua nya
adalah : jika tanpa –resource di belakang nama controller yang dibuat hanya
berisi struktur data kosong contoh hasil:
namun jika setelah nama controller di tambah –resource langsung berisi 7
method standar untuk operasi CRUD(Create, Read, Update, Delete). Berikut
penerapan nya:

Ketika perintah perintah tersebut berjalan file-file controller yang ingin dibuat
akan tergenerate dengan sendirinya, sehingga tinggal melakukan penambahan
source code yang di butuhkan agar sesuai fungsinya;

[Link] atau melengkapi setiap source code controller nya, tahap


selanjutnya membuat views(blade templates) contoh layout utama dibuat dalam
folder resources/views/layouts/[Link]
[Link] membuat halaman indeks dosen dalam folder
resources/views/dosen/[Link], lanjut ke pembuatan form tambah
dosen dalam folder resources/views/dosen/[Link].
[Link] selanjutnya melakukan testing untuk mengecek apakah sudah bisa
diakses dengan menjalankan server laravel menggunakan perintah “php artisan
serve” namun sebelum itu,update file [Link] folder routers agar akses
halaman utama mengarah ke dashboard utama.
16. Setelah update file [Link] tahap ini sudah bisa dilakukan uji
coba/Testing dengan menjalankan server laravel dengan perintah “php artisan
serve”

lalu copy link nya ke web server contoh hasil tampilan yang belum sempurna
karna masih dalam tahap testing:
halaman dashboard :
Halaman views dosen:

Halaman form tambah dosen:

Anda mungkin juga menyukai