PERTANYAAN PEMANTIK
1. Apa saja bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia?
Bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia antara lain:
Gempa bumi
Tsunami
Letusan gunung berapi
Tanah longsor
Banjir
Kekeringan
Angin puting beliung
Kebakaran hutan dan lahan
2. Sebutkan potensi bencana alam apa saja yang pernah terjadi di Kabupaten
Majalengka?
Potensi bencana alam yang pernah atau bisa terjadi di Kabupaten Majalengka antara lain:
Gempa bumi (karena dekat dengan sesar aktif seperti Sesar Baribis)
Tanah longsor (khususnya di daerah perbukitan)
Banjir (di wilayah dataran rendah dan daerah aliran sungai)
Angin puting beliung
Kekeringan (terutama saat musim kemarau panjang)
3. Bagaimana upaya yang kalian lakukan jika terjadi bencana tersebut?
Upaya yang dapat dilakukan antara lain:
Tetap tenang dan mencari informasi yang benar dari pihak berwenang
Segera menuju tempat yang aman atau titik evakuasi
Menolong orang-orang di sekitar jika memungkinkan
Membawa perlengkapan darurat seperti obat-obatan, air, makanan, dan dokumen penting
Mengikuti arahan dari petugas atau pemerintah setempat
4. Bagaimana peran pemerintah dalam menanggulangi bencana?
Peran pemerintah dalam penanggulangan bencana meliputi:
Melakukan pemantauan dan peringatan dini terhadap potensi bencana
Menyediakan edukasi dan pelatihan tentang kebencanaan kepada masyarakat
Membangun infrastruktur yang tahan bencana dan sistem evakuasi
ASSESMEN AWAL
[Link]
PERTANYAAN SISWA KE GURU
Bu, mengapa edukasi kebencanaan itu sangat penting diterapkan kepada masyarakat?
Jawaban: Edukasi kebencanaan itu penting sekali, agar masyarakat memiliki pengetahuan,
kesadaran, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga Ketika saat terjadi bencana
mereka mampu menyelamatkan diri.
PERTANYAAN DISKUSI KELOMPOK
✅ A. Mitigasi Bencana Banjir
1. Apa penyebab utama banjir di daerah perkotaan?
Jawaban: Kurangnya sistem drainase, sampah menyumbat saluran air, dan berkurangnya
ruang resapan air.
2. Apa peran vegetasi dalam mencegah banjir?
Jawaban: Vegetasi menyerap air hujan dan mencegah limpasan permukaan yang
menyebabkan banjir.
3. Sebutkan salah satu bentuk mitigasi struktural terhadap banjir!
Jawaban: Pembangunan tanggul, waduk, dan saluran air besar.
4. Apa tindakan yang harus dilakukan warga saat banjir mulai naik?
Jawaban: Mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan membawa barang-barang penting
serta dokumen pribadi.
5. Mengapa penting menjaga kebersihan saluran air?
Jawaban: Agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak meluap ke permukiman.
✅ B. Mitigasi Bencana Gempa Bumi
1. Mengapa bangunan tahan gempa penting dibangun di daerah rawan gempa?
Jawaban: Untuk mengurangi kerusakan dan korban jiwa saat gempa terjadi.
2. Apa isi dari tas siaga bencana gempa?
Jawaban: Air, makanan darurat, senter, peluit, obat-obatan, dan dokumen penting.
3. Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat terjadi gempa?
Jawaban: Berlindung di bawah meja kuat dan menjauh dari jendela atau benda yang bisa
jatuh.
4. Apa itu jalur evakuasi gempa dan mengapa penting?
Jawaban: Jalur aman untuk keluar dari bangunan saat gempa. Penting agar evakuasi
cepat dan tidak terjebak.
5. Apa peran simulasi gempa di sekolah?
Jawaban: Melatih siswa agar tanggap dan tahu cara menyelamatkan diri saat gempa
terjadi.
✅ C. Mitigasi Bencana Tsunami
1. Apa tindakan segera setelah merasakan gempa kuat di dekat pantai?
Jawaban: Segera menuju ke tempat tinggi karena bisa jadi tsunami menyusul.
2. Apa tujuan dibangunnya sirine tsunami di wilayah pesisir?
Jawaban: Memberi peringatan dini kepada warga untuk segera mengungsi.
3. Mengapa penting mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami?
Jawaban: Penurunan permukaan air laut secara tiba-tiba bisa menjadi indikator akan
datangnya tsunami.
4. Sebutkan satu bentuk mitigasi non-struktural bencana tsunami!
Jawaban: Edukasi masyarakat dan latihan evakuasi secara berkala.
5. Apa peran peta zona rawan tsunami?
Jawaban: Sebagai panduan wilayah yang harus dihindari atau dikosongkan saat ada
ancaman tsunami.
✅ D. Mitigasi Bencana Gunung Meletus
1. Apa yang dimaksud zona merah dalam konteks gunung meletus?
Jawaban: Wilayah yang paling berisiko terkena dampak letusan dan harus dikosongkan.
2. Sebutkan indikator aktivitas gunung api yang meningkat!
Jawaban: Gempa vulkanik, peningkatan suhu, dan keluarnya asap atau lava dari kawah.
3. Mengapa penting memiliki jalur evakuasi di daerah sekitar gunung api?
Jawaban: Agar warga dapat segera mengungsi ke tempat aman saat letusan terjadi.
4. Apa saja dampak langsung dari letusan gunung api?
Jawaban: Hujan abu, aliran lava, awan panas, dan kerusakan lahan serta pemukiman.
5. Apa tindakan yang harus dilakukan saat terjadi hujan abu vulkanik?
Jawaban: Menggunakan masker, menutup sumber air, dan tidak keluar rumah jika tidak
penting.
✅ E. Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan
1. Apa penyebab utama kebakaran hutan di Indonesia?
Jawaban: Pembukaan lahan dengan cara membakar, kekeringan, dan kelalaian manusia.
2. Bagaimana peran patroli hutan dalam mitigasi kebakaran?
Jawaban: Untuk mendeteksi dan mencegah titik api sejak dini sebelum meluas.
3. Apa teknologi yang digunakan untuk memantau kebakaran hutan dari udara?
Jawaban: Citra satelit dan drone pemantau titik panas (hotspot).
4. Mengapa edukasi kepada masyarakat penting dalam mencegah kebakaran hutan?
Jawaban: Agar masyarakat tahu dampak buruk dan tidak membakar lahan secara
sembarangan.
5. Apa langkah yang harus diambil saat terjadi kebakaran hutan di sekitar
pemukiman?
Jawaban: Segera mengungsi ke tempat aman, menutup rumah rapat-rapat, dan mengikuti
instruksi dari petugas.
ASESMEN AKHIR
[Link]
REFLEKSI
1. Apa kesan kalian tentang materi mitigasi bencana?
Materi mitigasi bencana sangat menarik dan membuka wawasan. Saya jadi lebih sadar bahwa
bencana bisa terjadi kapan saja dan penting bagi kita untuk siap menghadapinya. Materi ini juga
mengajarkan bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi.
2. Menurutmu, seberapa pentingkah memahami mitigasi bencana dalam kehidupan
sehari-hari? Jelaskan!
Sangat penting, karena dengan memahami mitigasi bencana, kita bisa mengurangi risiko korban
jiwa dan kerusakan jika bencana terjadi.
3. Apa rencana jangka pendek dan jangka panjang yang bisa kamu usulkan untuk
meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkunganmu?
Jangka pendek: Sosialisasi dan simulasi evakuasi di sekolah atau tempat tinggal.
Jangka panjang: Membuat kelompok relawan kebencanaan dan pengadaan alat siaga
bencana.