0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan17 halaman

Teori dan Tujuan Pembelajaran Matematika

Dokumen ini membahas kajian pustaka tentang hasil belajar, tujuan dan fungsi pembelajaran matematika, serta peranan media pembelajaran. Belajar didefinisikan sebagai proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan, dan pentingnya media pembelajaran seperti Power Point dalam meningkatkan efektivitas proses belajar. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang garis bilangan dan pengertian bilangan dalam konteks matematika.

Diunggah oleh

barral
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan17 halaman

Teori dan Tujuan Pembelajaran Matematika

Dokumen ini membahas kajian pustaka tentang hasil belajar, tujuan dan fungsi pembelajaran matematika, serta peranan media pembelajaran. Belajar didefinisikan sebagai proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan, dan pentingnya media pembelajaran seperti Power Point dalam meningkatkan efektivitas proses belajar. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang garis bilangan dan pengertian bilangan dalam konteks matematika.

Diunggah oleh

barral
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Tentang Hasil Belajar

1. Pengertian Belajar

Belajar Merupakan Proses perubahan yang terjadi pada tingkah

manusia sebagai hasil intraksi dengan lingkungannya. Menurut

Slameto (Syaiful Bahri Djamara, 2002:13), belajar adalah suatu proses

usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan

tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri

dalam intraksi dengan lingkungannya. Menurut Santrock dan Yussen

(Sugihartono, dkk 2007: 12). Belajar sebagai perubahan yang relative

permanen karena adanya pengalaman’’. Sedangkan menurut James O.

Whitakker (Syaiful Bahri Djamara, 2002: 12), belajar merupakan proses

tingkah laku yang diubah melalui latihan atau pengalaman.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar

merupakan suatu aktivitas atau proses yag dilakukan oleh individu

untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang relative

menetap ssebagai hasil dari intraksi dengan lingkungan atau melalui

latihan.

2. Tujuan Belajar dan Pembelajaran

Belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah, belajar

merupakan hal yang kompleks, kompleksitas belajar tersebut dapat

dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan dari guru. Dari segi

siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, siswa mengalami proses

6
mental dalam menghadapi bahan belajar. Bahan belajar tersebut

berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia dan bahan

yang telah terhimpun dalam buku-buku pelajaran. Dari segi guru,

proses belajar tersebut tampak sebagai prilaku belajar tentang sesuatu

hal.

Dari segi guru, proses belajar tersebut dapat diamati secara

tidak langsung. Artinya proses belajar yang merupakan proses internal

siswa tidak dapat diamati, tetapi dapat dipahami oleh guru, proses

belajar yang tersebut tampak lewat prilaku siswa mempelajari bahan

belajar.

Tujuan intruksional khusus atau sasaran belajar siswa tersebut

adalah sama. Semua siswa belajar bidang studi yang sama, tetapi

dengan belajar bidang studi yang sama ternyata mereka memiliki

tujuan belajar yang berbeda.

3. Siswa dan Tujuan Belajar

Siswa adalah subjek yang terlibat dalam kegiatan belajar

mengajar di sekolah. Dalam kegiatan tersebut siswa mengalami tindak

mengajar, dan merespon dengan tindak belajar. Pada umumnya

semula siswa belum menyadari pentingnya belajar. Berkat informasi

guru tentang sasaran belajar, maka siswa mengetahui apa arti bahan

belajar baginya. Siswa juga mengalami suatu proses belajar. Dalam

proses belajar tersebut, siswa menggunakan kemampuan mentalnya

untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif,

afektif, psikomotor yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi

semakin rinci dan menguat. Adanya informasi tentang sasaran belajar,

7
adanya penguatan-penguatan, adanya evaluasi dan adanya belajar,

menyebabkan siswa semakin sadar akan kemampuan dirinya. Hal ini

akan memperkuat keinginan untuk semakin mandiri.

Siswa belajar didorong oleh keingintahuannya atau

kebutuhannya dia belajar dengan penuh semangat, agar tujuan untuk

belajar lanjut atau untuk mencari pekerjaan di kemudian hari dapat

tercapai. Pristiwa ini dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar untuk

memenuhi kebutuhan di kemudian hari sangat penting artinya bagi

siswa.

B. Teori Belajar Mekanika Teknik untuk SMK

Menurut teori belajar William Brownell yang didasarkan atas

keyakinan bahwa anak-anak pasti memahami apa yang sedang

mereka pelajari jika belajar secara permanen atau secara terus

menerus untuk waktu yang lama (Muchtar A. Karim, dkk, 1997: 18).

Sedangkan menurut Jean Piaget dalam buku (Muchtar A. Karim,

dkk, 1997: 19). Yang meyakini bahwa perkembangan mental setiap

pribadi melewati empat tahap, yaitu:

a) Tahap Sensorimotor (0-2). Pada tahap ini anak mengembangkan

konsep padaa dasarnya melalui intraksi dengan dunia fisik.

b) Tahap praoprasional (2-7). Pada tahap ini anak sudah mulai

menggunakan bahasa untuk menyatakan suatu ide, tetapi ide

tersebut masih sangat tergantung pada persepsi.

c) Tahap oprasi konkret (7-12). Selama tahap ini anak

mengembangkan konsep dengan menggunakan benda-benda

8
konkret untuk menyelidiki hubungan dan model-model ide

abstrak.

d) Tahap Oprasi formal (12-dewasa). Anak sudah mulai mampu

berfikir secara abstrak menjadi dunia yang real.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas bahwa teori

belajar matematika adalah anak pasti memahami apa yang sedang

mereka pelajari jika belajar secara terus menerus dan anak juga

memiliki perkembangan mental pada setiap pribadi serta tumbuh

kembangnya.

1. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Matematika di SD

Menurut Nurhadi (2004: 203), tujuan Matematika dalam

kurikulum 2004 SD/MI adalah sebagai berikut:

a) Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,

misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksploraso, eksperimen,

menunjukan kesamaan, perbedaan, konsisten dan enkonsistensi.

b) Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi,

intuisi, dan penemuan dangan mengembangkan pemikiran

divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan,

serta mencoba-coba.

c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

d) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau

mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan

lisan, catatan, grafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan

9
Menurut Asep Jihat (2008: 153), berdasarkan kurikulum

matematika SD, fungsi matematika dalam berkomunikasi adalah

sebagai wahana untuk:

a) Mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan

menggunakan bilangan dan simbol.

b) Mengembangkan ketajaman dalam penalaran yang dapat

memperjelas dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi

dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan beberapa tujuan dan fungsi matematika diatas

dapat disimpulkan bahwa matematika di Sekolah Dasar hendaknya

bukan hanya sekedar untuk dpat menghitung, tetapi hendaknya siswa

juga dapat menghadapi permasalahan yang terjadi dalam kehidupan

sehari-hari.

4. Peranan Matematika di Sekolah Dasar

Berdasarkan pengertian, hakikat pembelajaran matematika dan

nilai-nilai yang terkandung dalam matematika, maka sekarang akan

lebih difokuskan pada pendidikan matematika di sekolah dasar.

Pemahaman terhadap peranan pengajaran matematika di Sekolah

Dasar sangat membantu para guru untuk memberikan materi

matematika pada siswanya secara professional sesuai dengan

tujuannya.

Objek-objek dalam matematika tidak hanya ada untuk dipahami

dan dikaji saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk

pemecahan masalah (Cahya Prihandoko, 2006: 18). Permasalahan

dalam kehidupan sehari-hari banyak yang dapat diselesaikan dengan

10
menggunakan matematika. Oleh karenanya seringkali untuk

memberikan motivasi pada siswa untuk belajar matematika, guru

memulai membuat analog pada kehidupan sehari-hari.

5. Proses Pembelajaran Matematika

Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan rangkaian

kegiatan yang dilaksanakan oleh guru sebagai pendidik dan siswa

sebagai anak didik dalam kegiatan pengajaran dengan menggunakan

sarana dan fasilitas pendidikan yang ada untuk mencapai tujuan yang

telah ditetapkan dalam kurikulum. Adapun tujuan pembelajaran

khususnya pelajaran matematika:

a) Melatih cara berfikir dan menalar dalam menarik kesimpulan,

misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperiment,

menunjukan kesamaan, perbedaan, konsisten dan ikonsiten.

b) Mengembangkan aktivitas yang melibatkan imajinasi dan

penemuan dengan mengembangkan pemikiran devirgen,

original rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serba

mencoba-coba.

c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

d) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau

mengkomunikasikannya.

C. Media Pembelajaran

1. Peranan Media Pembelajaran

Menurut Bovee dalam buku Hujair AH Sanaky (2013: 3), media

pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan

untuk penyampaian pesan pembelajaran. Menurut Gagne dalam buku

11
Hujair AH Sanaky (2013: 4), mengatakan bahwa media adalah

berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan

pembelajaran yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.

Sedangkan Hadi Miarso dalam buku Hujair AH Sanaky (2013: 4),

mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat

digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan

kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar

pada diri pembelajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa media

adalah sarana atau alat bantu yang dapat digunakan dalam proses

pembelajaran.

Dari pengertian di atas , dapat dikatakan bahwa subtansi dari

media pembelajaran adalah: (1) bentuk saluran, yang digunakan untuk

menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima

pesan atau pembelajar; (2) berbagai jenis komponen dalam lingkungan

pembelajar yang dapat merangsang pembelajar; (3) bentuk alat fisik

yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk

belaajar; (4) bentuk-bentuk komunikasi dan metode yang dapat

merangsang pembelajar untuk belajar, baik cetak maupun audio,

visual, dan audio-visual; dan (5) sarana atau alat bantu pendidikan

yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran

untuk mempertinggi efekvifitas dan efesiensi dalam mencapai tujuan

pembelajaran.

2. Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran

a) Tujuan Media Pembelajaran

12
Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran

untuk:

1) mempermudah proses pembelajaran di kelas,

2) meningkatkan efisiensi proses pembelajaran ,

3) menjaga relevansi antara materi pembelajaran dengan tujuan

belajar, dan

4) membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

b) Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat media pembelajaran baik secara umum maupun khusus

sebagai alat bantu pembelajaran bagi pengajar dan pembelajar. Jadi

manfaat media pembelajaran adalah:

1) Pelajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar,

2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat

lebih dipahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar

menguasai tujuan pengajaran dengan baik,

3) Metode bembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar,

pembelajar tidak bosan, dan yang mengajar tidak kehabisan

tenaga,

4) Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab

tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajarnya saja,

tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti: mengamati,

melakukan, mendemontrasikan, dan lain-lain.

3. Fungsi Media Pembelajaran

13
Media pembelajaran berfungsi untuk merangsang pembelajaran

dengan:

a) Menghadirkan objek sebenarnya dan objek yang langkah,

b) Membuat duplikasi dari objek yang sebenarnya,

c) Membuat konsep abstrak dan konsep konkret,

d) Memberi kesamaan persepsi,

e) Mengatasi hambatan waktu, tempat, jumlah, dan jarak,

f) Menyajikan ulang informasi secara konsisten, dan

g) Memberi suasana belajar yang menyenangkan, tidak tertekan,

santai, dan menarik, sehingga dapat mencapai tujuan

pembelajaran.

4. Media Power Point

Untuk memahami tentang pengertian power point, perlu

mengetahui pengertian komputer terlebih dahulu. Komputer berasal

dari bahasa latin computure yang berarti menghitung. Karena luasnya

bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda

dalam mendefinisikan terminologi komputer.

Berikut beberapa definisi komputer oleh para pakar dan peneliti:

a) Menurut Azhar Arsyad, “Komputer adalah mesin yang dirancang

khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin

elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan

sederhana dan rumit”.

b) Menurut Blissmer, “Komputer adalah suatu elektronik yang

mampu melakukan beberapa tugas, yaitu: menerima input,

memproses input sesuai intruksi yang dibrikan, menyimpan

14
perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan

output dalam bentuk informasi”.

c) Menurut Nasution, “Komputer adalah hasil teknologi yang

membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar alat

pendidikan”.

d) Sedangkan menurut Sander, “Komputer adalah system

elektronik untuk memanipulasi data yang ceapat dan tepat serta

dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis

menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan

menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yangtelah

tersimpan dalam memori”.

Dan masih banyak lagi yang mencoba mendefinisikan secara

berbeda tentang komputer. Namun pada intinya dapat disimpulkan

bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang menerima

input mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu

program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan

program dan hasil pengolahan serta bekerja secara otomatis.

Dari pengertian komputer di atas dapat dipahami bahwa

perlengkapan elektronik (hardware) dan program (perangkat lunak

atau software) telah menjadikan sebuah komputer menjadi benda yang

berguna, seperti halnya digunakan dalam menyampaikan materi

pelajaran.

Power point disini dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang

paling tersohor yang biasa dimanfaatkan untuk presentasi.

15
Pemanfaatan power point atau perangkat lunak lainnya dalam

presentasi menjadi sangat mudah, dinamis, dan sangat menarik.

Antara pengertian media pembelajaran dan pengertian Power

Point, dapat dipahami bahwa pembelajaran dengan program Power

Point adalah suatu media komputer dengan perangkat lunak Power

Point yang digunakan oleh guru untuk menyalurkan pesan atau

menyampaikan materi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan,

perhatian, dan kemauan siswa melalui indera pendengaran,

pengamatan, atau penglihatan dan interaksi antara guru dan murid

dalam proses belajar mengajar.

Pengertian Garis bilangan

Garis merupakan penghubung antara dua titik A dan B dalam

sebuah ruang (Depdikbud, 1983: 118)

5. Tujuan Media Garis Bilangan

Adapun tujuan Media Garis Bilangan sebagai berikut :

a. Mempermudah perserta didik untuk menjumlahkan dan

mengurangkan bilangan bulat dalam mata pelajaran

matematika kelas IV di SDN Karanggondang.

b. Mempermudah daya ingat peserta didik dalam proses

belajar penjumlahan dan pengurangan pada bilangan

bulat mata pelajaran matematika kelas IV di SDN

Karanggondang.

D. Hakikat Bilangan

1. Pengertian Bilangan

16
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang

digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun

lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan

tersebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam

matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya

telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif,

bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan komleks.

Bilangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bilangan

negatif dan bilangan positif (bilangan bulat).

Adapun pengertian lain yang dikemukahkan oleh parah

ahli mengenai bilangan adalah konsep matematika yang sangat

penting untuk dikuasai oleh anak, karena akan menjadi dasar

bagi penguasaan konsep-konsep matematika selanjutnya pada

jenjang pendidikan formal berikutnya. Bilangan adalah suatu

obyek matematika yang sifatnya abstrak dan termasuk kedalam

unsur yang tidak didefinisikan (underfined term). Untuk

menyatakan suatu bilangan dinotasikan dengan lambang

bilangan yang disebut angka. Bilangan dengan angka

dinyatakan konsep yang berbeda, bilangan berkenaan dengan

nilai, sedangkan angka bukan nilai melainkan suatu notasi

tertulis dari sebuah bilangan (sudayanti, 2006: 1)

Oprasi bilangan diperkenalkan pada anak setelah anak

memahami betul bilangan dan angka. Anak usia dini dapatt

memahami oprasi bilangan dengan cara yang sangat sederhana

(surdaryanti, 2006: 18). Menurut Slamet Suyanto (2005: 63),

17
matematika bukan pelajaran ingatan melainkan

mengembangakan kemampuan berfikir. Jika anak sudah

mengenal bilangan dan memahami oprasi bilangan maka anak

telah berfikir logis dan matematis, meskipun dengan cara yan

sederhana.

e) Jenis Bilangan

Adapun jenis-jenis bilangan yang paling dikenal

diantaranya adalah bilangan bulat {.... -2, -1, 0, 1, 2, ...}

bilangan asli {1,2,3,...} keduanya sering digunakan untuk

berhitung dalam aritmatika, sedangkan bilangan cacah adalah

himpunan bilangan bulat yang bukan negatif, yaitu {0, 1, 2,

3....} dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0. Jadi

bilangan cacah harus bertanda posistif, himpunan bilangan bulat

dalam buku-buku teks aljabar biasanya dinyatakan dengan

lambang Z dan sedangkan semua himpunan asli biasanya

dinyatakan dengan lambang N.

Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah {0, 1, 2, 3, ...} dan

negatifnya {-1, -2, -3,...}. Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa

komponen desimal atau pecahan.

2. Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah {0, 1, 2, 3, ....}

dan negatifnya (-1, -2, -3,...; -0 adalah sama dengan 0 sehingga

tidak lagi dimasukkan secara terpisah). Bilangan bulat dapat

dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.

18
Bilangan bulat diciptakan dengan cara berikut. Untuk tiap

bilangan cacah, misalnya, kita ciptakan dua simbul baru +3 dan

-3. Simbul bilangan yang diawali dengan tanda plus mewakili

bilngan positif. Misalnya +3 mewakili bilangan “positif 3”. Dan

biasanya tanda plus ini dihilangkan dalam menyatakan bilangan

positif, sehingga +3 juga berarti 3. Selanjutnya untuk

menyatakan suatu bilangan positif hanya menulis simbolnya

saja tanpa awalan tanda plus. Sedangkan simbol yang diawali

dengan tanda minus mewakili bilanag negatif. Misalnya (-3)

mewakili bilangan negatif 3. Perlu di perhatikan bahwa bilangan

0 adalah bukan bilangan positif dan bukan bilangan negatif,

sehingga dalam menulis simbol bilangan nol tidak perlu

membubuhi tanda plus atau tanda minus di depannya. Dengan

demikian untuk masing-masing bilangan cacah positif yaitu

1,2,3,4,5,6,7.... berturut-turut ada bilangan negatif sebagai

pasangannya yaitu -1, -2, -3, -4, -5, -5, -6, -7,.... Bilangan

terakhir ini disebut bilangan bulat negatif. Bilangan cacah

maupun bilangan bulat negatif disebut bilangan bulat.

Gabungan semua himpunan semua bilangan cacah dan

himpunan semua bilangan bulat negatif disebut himpunan

semua bilangan bulat. (Muchtar A. Karim, dkk 1997: 179)

Dengan kata lain, himpunan semua bilangan bulat terdiri

dari:

1) Bilangan bulat positif atau bilangan asli, yaitu 1,2,3,4,5....

2) Bilangan bulat nol, yaitu 0 dan

19
3) Bilangan bulat negatif, yaitu: -1, -2, -3, -4 ,-5,....

E. Operasi pada bilangan bulat

Seperti halnya pada bilangan cacah, ada empat macam

operasi utama yang berlaku pada bilangan bulat. Operasi yang

dimaksud adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan

pembagian, keempat oprasi pada bilangan bulat ini sangat erat

hubungannya dengan oprasi pada bilangan cacah. Oleh sebab

itu peneliti hanya memfokuskan dua oprasi bilangan bulat saja

yaitu penjumlahan dan pengurangan.

1) Operasi penjumlahan

Operasi penjumlahan pada bilangan cacah pada dasarnya

merupakan suatu aturan yang mengkaitkan suatu aturan

yang mengkaitkan setiap pasang bilangan cacah dengan

bilangan cacah yang lain. Apabilah a dan b bilangan cacah,

maka jumlah dari kedua bilangan tersebut dilambangkan “ a

+ b” yang dibaca “a tambah b” atau “jumlah dari a dan b”.

2) Operasi pengurangan

Operasi pengurangan pada dasarnya merupakan

kebalikan dari operasi penjumlahan. Pada bilangan bulat

apabila “a – b” adalah sebuah bilangan bulat x yang bersifat

b + x = a. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa a –

b = x jika dan hanya jika a= b + x.

F. Kerangka Berfikir

20
Matematika adalah ilmu pasti yang memberikan bekal

bagi siswa berupa ilmu pengetahuan dan pola penalaran

matematika dengan tujuan agar mereka dapat

mempergunakannya untuk memecahkan masalah sehari-hari

sehingga mereka dapat hidup dalam dunia yang selalu

berkembang. Tujuan tersebut hendaknya perlu dijadikan

pegangan dalam pembelajaran matematika.

Pada kenyataannya, pembelajaran matematika yang

berlangsung selama ini kurang memperhatikan sisi praktis dari

pembelajaran matematika. Pembelajaran yang terjadi cendrung

kurang mengaktifkan siswa karena siswa hanya dituangi

berbagai macam rumus yang terkadang siswa sendiri tidak

memahami bagaimana mengaplikasikan rumus tersebut untuk

memecahkan masalah sehari-hari. Dalam kenyataannya masih

banyak peserta didik yang tidak menyukai pelajaran

matematika, karena peserta didik merasa bahwa pelajaran

matematika itu merupakan pelajaran yang sulit dan

membosankan, hal ini dapat terjadi karenah proses

pembelajaraan yang berlangsung guru hanya menggunakan

metode ceramah saja, selain itu guru dalam memberikan

pembelajaran matematikapun tanpa menggunakan media

pembelajaran, sehingga pesertadidik merasa bosan dan jenuh

dalam mengikuti pembelajaran matematika.

Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pembelajaran

matematika menjadi menarik dan tidak membosankan maka

21
sebagai guru dituntut untuk dapat melaksanakan pengelolahan

kelas dengan baik, penguasaan materi, pemahaman berbagai

karakteristik anak dan juga mau dan mampu menggunakan

berbagai macam-macam media dan juga bervariasi sehingga

dapat menarik minat belajar dan akan timbul kegairahan belajar

sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam

melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan. Dan

dengan media garis bilangan yang didesain sedemikian rupa

maka dapat menarik perhatian siswa untuk tetap fokus dalam

mengikuti pembelajaran matematika serta mau memahami dan

mengerjakan soal-soal yang ada.

G. Hipotesis

Penggunaan media power point dalam pembelajaran

matematika, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD

Karanggondang.

22

Anda mungkin juga menyukai