BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Tentang Hasil Belajar
1. Pengertian Belajar
Belajar Merupakan Proses perubahan yang terjadi pada tingkah
manusia sebagai hasil intraksi dengan lingkungannya. Menurut
Slameto (Syaiful Bahri Djamara, 2002:13), belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri
dalam intraksi dengan lingkungannya. Menurut Santrock dan Yussen
(Sugihartono, dkk 2007: 12). Belajar sebagai perubahan yang relative
permanen karena adanya pengalaman’’. Sedangkan menurut James O.
Whitakker (Syaiful Bahri Djamara, 2002: 12), belajar merupakan proses
tingkah laku yang diubah melalui latihan atau pengalaman.
Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar
merupakan suatu aktivitas atau proses yag dilakukan oleh individu
untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang relative
menetap ssebagai hasil dari intraksi dengan lingkungan atau melalui
latihan.
2. Tujuan Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah, belajar
merupakan hal yang kompleks, kompleksitas belajar tersebut dapat
dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan dari guru. Dari segi
siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, siswa mengalami proses
6
mental dalam menghadapi bahan belajar. Bahan belajar tersebut
berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia dan bahan
yang telah terhimpun dalam buku-buku pelajaran. Dari segi guru,
proses belajar tersebut tampak sebagai prilaku belajar tentang sesuatu
hal.
Dari segi guru, proses belajar tersebut dapat diamati secara
tidak langsung. Artinya proses belajar yang merupakan proses internal
siswa tidak dapat diamati, tetapi dapat dipahami oleh guru, proses
belajar yang tersebut tampak lewat prilaku siswa mempelajari bahan
belajar.
Tujuan intruksional khusus atau sasaran belajar siswa tersebut
adalah sama. Semua siswa belajar bidang studi yang sama, tetapi
dengan belajar bidang studi yang sama ternyata mereka memiliki
tujuan belajar yang berbeda.
3. Siswa dan Tujuan Belajar
Siswa adalah subjek yang terlibat dalam kegiatan belajar
mengajar di sekolah. Dalam kegiatan tersebut siswa mengalami tindak
mengajar, dan merespon dengan tindak belajar. Pada umumnya
semula siswa belum menyadari pentingnya belajar. Berkat informasi
guru tentang sasaran belajar, maka siswa mengetahui apa arti bahan
belajar baginya. Siswa juga mengalami suatu proses belajar. Dalam
proses belajar tersebut, siswa menggunakan kemampuan mentalnya
untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif,
afektif, psikomotor yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi
semakin rinci dan menguat. Adanya informasi tentang sasaran belajar,
7
adanya penguatan-penguatan, adanya evaluasi dan adanya belajar,
menyebabkan siswa semakin sadar akan kemampuan dirinya. Hal ini
akan memperkuat keinginan untuk semakin mandiri.
Siswa belajar didorong oleh keingintahuannya atau
kebutuhannya dia belajar dengan penuh semangat, agar tujuan untuk
belajar lanjut atau untuk mencari pekerjaan di kemudian hari dapat
tercapai. Pristiwa ini dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar untuk
memenuhi kebutuhan di kemudian hari sangat penting artinya bagi
siswa.
B. Teori Belajar Mekanika Teknik untuk SMK
Menurut teori belajar William Brownell yang didasarkan atas
keyakinan bahwa anak-anak pasti memahami apa yang sedang
mereka pelajari jika belajar secara permanen atau secara terus
menerus untuk waktu yang lama (Muchtar A. Karim, dkk, 1997: 18).
Sedangkan menurut Jean Piaget dalam buku (Muchtar A. Karim,
dkk, 1997: 19). Yang meyakini bahwa perkembangan mental setiap
pribadi melewati empat tahap, yaitu:
a) Tahap Sensorimotor (0-2). Pada tahap ini anak mengembangkan
konsep padaa dasarnya melalui intraksi dengan dunia fisik.
b) Tahap praoprasional (2-7). Pada tahap ini anak sudah mulai
menggunakan bahasa untuk menyatakan suatu ide, tetapi ide
tersebut masih sangat tergantung pada persepsi.
c) Tahap oprasi konkret (7-12). Selama tahap ini anak
mengembangkan konsep dengan menggunakan benda-benda
8
konkret untuk menyelidiki hubungan dan model-model ide
abstrak.
d) Tahap Oprasi formal (12-dewasa). Anak sudah mulai mampu
berfikir secara abstrak menjadi dunia yang real.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas bahwa teori
belajar matematika adalah anak pasti memahami apa yang sedang
mereka pelajari jika belajar secara terus menerus dan anak juga
memiliki perkembangan mental pada setiap pribadi serta tumbuh
kembangnya.
1. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Matematika di SD
Menurut Nurhadi (2004: 203), tujuan Matematika dalam
kurikulum 2004 SD/MI adalah sebagai berikut:
a) Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,
misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksploraso, eksperimen,
menunjukan kesamaan, perbedaan, konsisten dan enkonsistensi.
b) Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi,
intuisi, dan penemuan dangan mengembangkan pemikiran
divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan,
serta mencoba-coba.
c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
d) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan
lisan, catatan, grafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan
9
Menurut Asep Jihat (2008: 153), berdasarkan kurikulum
matematika SD, fungsi matematika dalam berkomunikasi adalah
sebagai wahana untuk:
a) Mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan
menggunakan bilangan dan simbol.
b) Mengembangkan ketajaman dalam penalaran yang dapat
memperjelas dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi
dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan beberapa tujuan dan fungsi matematika diatas
dapat disimpulkan bahwa matematika di Sekolah Dasar hendaknya
bukan hanya sekedar untuk dpat menghitung, tetapi hendaknya siswa
juga dapat menghadapi permasalahan yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
4. Peranan Matematika di Sekolah Dasar
Berdasarkan pengertian, hakikat pembelajaran matematika dan
nilai-nilai yang terkandung dalam matematika, maka sekarang akan
lebih difokuskan pada pendidikan matematika di sekolah dasar.
Pemahaman terhadap peranan pengajaran matematika di Sekolah
Dasar sangat membantu para guru untuk memberikan materi
matematika pada siswanya secara professional sesuai dengan
tujuannya.
Objek-objek dalam matematika tidak hanya ada untuk dipahami
dan dikaji saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk
pemecahan masalah (Cahya Prihandoko, 2006: 18). Permasalahan
dalam kehidupan sehari-hari banyak yang dapat diselesaikan dengan
10
menggunakan matematika. Oleh karenanya seringkali untuk
memberikan motivasi pada siswa untuk belajar matematika, guru
memulai membuat analog pada kehidupan sehari-hari.
5. Proses Pembelajaran Matematika
Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan rangkaian
kegiatan yang dilaksanakan oleh guru sebagai pendidik dan siswa
sebagai anak didik dalam kegiatan pengajaran dengan menggunakan
sarana dan fasilitas pendidikan yang ada untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dalam kurikulum. Adapun tujuan pembelajaran
khususnya pelajaran matematika:
a) Melatih cara berfikir dan menalar dalam menarik kesimpulan,
misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperiment,
menunjukan kesamaan, perbedaan, konsisten dan ikonsiten.
b) Mengembangkan aktivitas yang melibatkan imajinasi dan
penemuan dengan mengembangkan pemikiran devirgen,
original rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serba
mencoba-coba.
c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
d) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikannya.
C. Media Pembelajaran
1. Peranan Media Pembelajaran
Menurut Bovee dalam buku Hujair AH Sanaky (2013: 3), media
pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan
untuk penyampaian pesan pembelajaran. Menurut Gagne dalam buku
11
Hujair AH Sanaky (2013: 4), mengatakan bahwa media adalah
berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan
pembelajaran yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
Sedangkan Hadi Miarso dalam buku Hujair AH Sanaky (2013: 4),
mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar
pada diri pembelajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa media
adalah sarana atau alat bantu yang dapat digunakan dalam proses
pembelajaran.
Dari pengertian di atas , dapat dikatakan bahwa subtansi dari
media pembelajaran adalah: (1) bentuk saluran, yang digunakan untuk
menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima
pesan atau pembelajar; (2) berbagai jenis komponen dalam lingkungan
pembelajar yang dapat merangsang pembelajar; (3) bentuk alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk
belaajar; (4) bentuk-bentuk komunikasi dan metode yang dapat
merangsang pembelajar untuk belajar, baik cetak maupun audio,
visual, dan audio-visual; dan (5) sarana atau alat bantu pendidikan
yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran
untuk mempertinggi efekvifitas dan efesiensi dalam mencapai tujuan
pembelajaran.
2. Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran
a) Tujuan Media Pembelajaran
12
Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran
untuk:
1) mempermudah proses pembelajaran di kelas,
2) meningkatkan efisiensi proses pembelajaran ,
3) menjaga relevansi antara materi pembelajaran dengan tujuan
belajar, dan
4) membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.
b) Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat media pembelajaran baik secara umum maupun khusus
sebagai alat bantu pembelajaran bagi pengajar dan pembelajar. Jadi
manfaat media pembelajaran adalah:
1) Pelajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar,
2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat
lebih dipahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar
menguasai tujuan pengajaran dengan baik,
3) Metode bembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya
komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar,
pembelajar tidak bosan, dan yang mengajar tidak kehabisan
tenaga,
4) Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab
tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajarnya saja,
tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti: mengamati,
melakukan, mendemontrasikan, dan lain-lain.
3. Fungsi Media Pembelajaran
13
Media pembelajaran berfungsi untuk merangsang pembelajaran
dengan:
a) Menghadirkan objek sebenarnya dan objek yang langkah,
b) Membuat duplikasi dari objek yang sebenarnya,
c) Membuat konsep abstrak dan konsep konkret,
d) Memberi kesamaan persepsi,
e) Mengatasi hambatan waktu, tempat, jumlah, dan jarak,
f) Menyajikan ulang informasi secara konsisten, dan
g) Memberi suasana belajar yang menyenangkan, tidak tertekan,
santai, dan menarik, sehingga dapat mencapai tujuan
pembelajaran.
4. Media Power Point
Untuk memahami tentang pengertian power point, perlu
mengetahui pengertian komputer terlebih dahulu. Komputer berasal
dari bahasa latin computure yang berarti menghitung. Karena luasnya
bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda
dalam mendefinisikan terminologi komputer.
Berikut beberapa definisi komputer oleh para pakar dan peneliti:
a) Menurut Azhar Arsyad, “Komputer adalah mesin yang dirancang
khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin
elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan
sederhana dan rumit”.
b) Menurut Blissmer, “Komputer adalah suatu elektronik yang
mampu melakukan beberapa tugas, yaitu: menerima input,
memproses input sesuai intruksi yang dibrikan, menyimpan
14
perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan
output dalam bentuk informasi”.
c) Menurut Nasution, “Komputer adalah hasil teknologi yang
membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar alat
pendidikan”.
d) Sedangkan menurut Sander, “Komputer adalah system
elektronik untuk memanipulasi data yang ceapat dan tepat serta
dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis
menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan
menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yangtelah
tersimpan dalam memori”.
Dan masih banyak lagi yang mencoba mendefinisikan secara
berbeda tentang komputer. Namun pada intinya dapat disimpulkan
bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang menerima
input mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu
program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan
program dan hasil pengolahan serta bekerja secara otomatis.
Dari pengertian komputer di atas dapat dipahami bahwa
perlengkapan elektronik (hardware) dan program (perangkat lunak
atau software) telah menjadikan sebuah komputer menjadi benda yang
berguna, seperti halnya digunakan dalam menyampaikan materi
pelajaran.
Power point disini dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang
paling tersohor yang biasa dimanfaatkan untuk presentasi.
15
Pemanfaatan power point atau perangkat lunak lainnya dalam
presentasi menjadi sangat mudah, dinamis, dan sangat menarik.
Antara pengertian media pembelajaran dan pengertian Power
Point, dapat dipahami bahwa pembelajaran dengan program Power
Point adalah suatu media komputer dengan perangkat lunak Power
Point yang digunakan oleh guru untuk menyalurkan pesan atau
menyampaikan materi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan siswa melalui indera pendengaran,
pengamatan, atau penglihatan dan interaksi antara guru dan murid
dalam proses belajar mengajar.
Pengertian Garis bilangan
Garis merupakan penghubung antara dua titik A dan B dalam
sebuah ruang (Depdikbud, 1983: 118)
5. Tujuan Media Garis Bilangan
Adapun tujuan Media Garis Bilangan sebagai berikut :
a. Mempermudah perserta didik untuk menjumlahkan dan
mengurangkan bilangan bulat dalam mata pelajaran
matematika kelas IV di SDN Karanggondang.
b. Mempermudah daya ingat peserta didik dalam proses
belajar penjumlahan dan pengurangan pada bilangan
bulat mata pelajaran matematika kelas IV di SDN
Karanggondang.
D. Hakikat Bilangan
1. Pengertian Bilangan
16
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang
digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun
lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan
tersebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam
matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya
telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif,
bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan komleks.
Bilangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bilangan
negatif dan bilangan positif (bilangan bulat).
Adapun pengertian lain yang dikemukahkan oleh parah
ahli mengenai bilangan adalah konsep matematika yang sangat
penting untuk dikuasai oleh anak, karena akan menjadi dasar
bagi penguasaan konsep-konsep matematika selanjutnya pada
jenjang pendidikan formal berikutnya. Bilangan adalah suatu
obyek matematika yang sifatnya abstrak dan termasuk kedalam
unsur yang tidak didefinisikan (underfined term). Untuk
menyatakan suatu bilangan dinotasikan dengan lambang
bilangan yang disebut angka. Bilangan dengan angka
dinyatakan konsep yang berbeda, bilangan berkenaan dengan
nilai, sedangkan angka bukan nilai melainkan suatu notasi
tertulis dari sebuah bilangan (sudayanti, 2006: 1)
Oprasi bilangan diperkenalkan pada anak setelah anak
memahami betul bilangan dan angka. Anak usia dini dapatt
memahami oprasi bilangan dengan cara yang sangat sederhana
(surdaryanti, 2006: 18). Menurut Slamet Suyanto (2005: 63),
17
matematika bukan pelajaran ingatan melainkan
mengembangakan kemampuan berfikir. Jika anak sudah
mengenal bilangan dan memahami oprasi bilangan maka anak
telah berfikir logis dan matematis, meskipun dengan cara yan
sederhana.
e) Jenis Bilangan
Adapun jenis-jenis bilangan yang paling dikenal
diantaranya adalah bilangan bulat {.... -2, -1, 0, 1, 2, ...}
bilangan asli {1,2,3,...} keduanya sering digunakan untuk
berhitung dalam aritmatika, sedangkan bilangan cacah adalah
himpunan bilangan bulat yang bukan negatif, yaitu {0, 1, 2,
3....} dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0. Jadi
bilangan cacah harus bertanda posistif, himpunan bilangan bulat
dalam buku-buku teks aljabar biasanya dinyatakan dengan
lambang Z dan sedangkan semua himpunan asli biasanya
dinyatakan dengan lambang N.
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah {0, 1, 2, 3, ...} dan
negatifnya {-1, -2, -3,...}. Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa
komponen desimal atau pecahan.
2. Pengertian Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah {0, 1, 2, 3, ....}
dan negatifnya (-1, -2, -3,...; -0 adalah sama dengan 0 sehingga
tidak lagi dimasukkan secara terpisah). Bilangan bulat dapat
dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.
18
Bilangan bulat diciptakan dengan cara berikut. Untuk tiap
bilangan cacah, misalnya, kita ciptakan dua simbul baru +3 dan
-3. Simbul bilangan yang diawali dengan tanda plus mewakili
bilngan positif. Misalnya +3 mewakili bilangan “positif 3”. Dan
biasanya tanda plus ini dihilangkan dalam menyatakan bilangan
positif, sehingga +3 juga berarti 3. Selanjutnya untuk
menyatakan suatu bilangan positif hanya menulis simbolnya
saja tanpa awalan tanda plus. Sedangkan simbol yang diawali
dengan tanda minus mewakili bilanag negatif. Misalnya (-3)
mewakili bilangan negatif 3. Perlu di perhatikan bahwa bilangan
0 adalah bukan bilangan positif dan bukan bilangan negatif,
sehingga dalam menulis simbol bilangan nol tidak perlu
membubuhi tanda plus atau tanda minus di depannya. Dengan
demikian untuk masing-masing bilangan cacah positif yaitu
1,2,3,4,5,6,7.... berturut-turut ada bilangan negatif sebagai
pasangannya yaitu -1, -2, -3, -4, -5, -5, -6, -7,.... Bilangan
terakhir ini disebut bilangan bulat negatif. Bilangan cacah
maupun bilangan bulat negatif disebut bilangan bulat.
Gabungan semua himpunan semua bilangan cacah dan
himpunan semua bilangan bulat negatif disebut himpunan
semua bilangan bulat. (Muchtar A. Karim, dkk 1997: 179)
Dengan kata lain, himpunan semua bilangan bulat terdiri
dari:
1) Bilangan bulat positif atau bilangan asli, yaitu 1,2,3,4,5....
2) Bilangan bulat nol, yaitu 0 dan
19
3) Bilangan bulat negatif, yaitu: -1, -2, -3, -4 ,-5,....
E. Operasi pada bilangan bulat
Seperti halnya pada bilangan cacah, ada empat macam
operasi utama yang berlaku pada bilangan bulat. Operasi yang
dimaksud adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian, keempat oprasi pada bilangan bulat ini sangat erat
hubungannya dengan oprasi pada bilangan cacah. Oleh sebab
itu peneliti hanya memfokuskan dua oprasi bilangan bulat saja
yaitu penjumlahan dan pengurangan.
1) Operasi penjumlahan
Operasi penjumlahan pada bilangan cacah pada dasarnya
merupakan suatu aturan yang mengkaitkan suatu aturan
yang mengkaitkan setiap pasang bilangan cacah dengan
bilangan cacah yang lain. Apabilah a dan b bilangan cacah,
maka jumlah dari kedua bilangan tersebut dilambangkan “ a
+ b” yang dibaca “a tambah b” atau “jumlah dari a dan b”.
2) Operasi pengurangan
Operasi pengurangan pada dasarnya merupakan
kebalikan dari operasi penjumlahan. Pada bilangan bulat
apabila “a – b” adalah sebuah bilangan bulat x yang bersifat
b + x = a. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa a –
b = x jika dan hanya jika a= b + x.
F. Kerangka Berfikir
20
Matematika adalah ilmu pasti yang memberikan bekal
bagi siswa berupa ilmu pengetahuan dan pola penalaran
matematika dengan tujuan agar mereka dapat
mempergunakannya untuk memecahkan masalah sehari-hari
sehingga mereka dapat hidup dalam dunia yang selalu
berkembang. Tujuan tersebut hendaknya perlu dijadikan
pegangan dalam pembelajaran matematika.
Pada kenyataannya, pembelajaran matematika yang
berlangsung selama ini kurang memperhatikan sisi praktis dari
pembelajaran matematika. Pembelajaran yang terjadi cendrung
kurang mengaktifkan siswa karena siswa hanya dituangi
berbagai macam rumus yang terkadang siswa sendiri tidak
memahami bagaimana mengaplikasikan rumus tersebut untuk
memecahkan masalah sehari-hari. Dalam kenyataannya masih
banyak peserta didik yang tidak menyukai pelajaran
matematika, karena peserta didik merasa bahwa pelajaran
matematika itu merupakan pelajaran yang sulit dan
membosankan, hal ini dapat terjadi karenah proses
pembelajaraan yang berlangsung guru hanya menggunakan
metode ceramah saja, selain itu guru dalam memberikan
pembelajaran matematikapun tanpa menggunakan media
pembelajaran, sehingga pesertadidik merasa bosan dan jenuh
dalam mengikuti pembelajaran matematika.
Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pembelajaran
matematika menjadi menarik dan tidak membosankan maka
21
sebagai guru dituntut untuk dapat melaksanakan pengelolahan
kelas dengan baik, penguasaan materi, pemahaman berbagai
karakteristik anak dan juga mau dan mampu menggunakan
berbagai macam-macam media dan juga bervariasi sehingga
dapat menarik minat belajar dan akan timbul kegairahan belajar
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam
melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan. Dan
dengan media garis bilangan yang didesain sedemikian rupa
maka dapat menarik perhatian siswa untuk tetap fokus dalam
mengikuti pembelajaran matematika serta mau memahami dan
mengerjakan soal-soal yang ada.
G. Hipotesis
Penggunaan media power point dalam pembelajaran
matematika, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD
Karanggondang.
22