0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Kelebihan dan Cara Kerja Routing Statis

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi routing statis dalam pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri Manonjaya. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman konsep, cara kerja, kelebihan, dan kekurangan routing statis, serta perintah dasar yang digunakan. Materi juga mencakup prosedur konfigurasi dan aturan-aturan yang harus diikuti dalam penerapan routing statis.

Diunggah oleh

Nambongo Nadoyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Kelebihan dan Cara Kerja Routing Statis

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi routing statis dalam pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri Manonjaya. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman konsep, cara kerja, kelebihan, dan kekurangan routing statis, serta perintah dasar yang digunakan. Materi juga mencakup prosedur konfigurasi dan aturan-aturan yang harus diikuti dalam penerapan routing statis.

Diunggah oleh

Nambongo Nadoyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMAT BAHAN AJAR KONFIGURASI VLAN

Sekolah : SMK Negeri Manonjaya Mata


Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Tema : Routing Statis
Subtema : Proses routing statis
Kelas/Semester : XI / Ganjil

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan konsep routing statis dengan
benar
2. Siswa dapat menguraikan cara kerja routing statis
dengan benar. 3. Siswa dapat menjelaskan kelebihan dan
kekurangan routing statis dengan benar. 4. Siswa dapat
menentukan cara konfigurasi routing statis dengan tepat.
5. Siswa dapat menguraikan perintah dasar routing statis
dengan benar. 6. Siswa dapat menjelaskan aturan-aturan
routing statis

B. Uraian Materi
KONSEP DAN PRINSIP ROUTING STATIS

Gambar 1. Routing

Routing adalah suatu protokol yang digunakan


untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan
yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi
route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain
ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.

Seorang administrator memilih suatu protokol


routing dinamis berdasarkan keadaan topologi
jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan,
bandwidth yang tersedia, proses power dalam router,
merek dan model dari router, dan protokol yang
digunakan dalam jaringan.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-
forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router
membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju
oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan
untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut
benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai
tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis,
informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika
menggunakan routing statis, seorang network
administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan
yang ingin dituju secara manual.
Routing statis adalah mekanisme routing yang
tergantung dengan routing table dengan konfigurasi
manual. Routing statis tidak bergantung pada pembaruan
dari protokol routing. Dalam beberapa kasus, routing
statis tidak memerlukan protokol routing. Routing statis
memiliki ciri-ciri, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jalur spesifik ditentukan oleh administrator
jaringan.
2. Pengisian table routing dilakukan secara manual
oleh administrator jaringan.
3. Routing statis biasanya digunakan pada jaringan
berskala kecil. Jika routing yang digunakan adalah statis,
maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual,
administrator jaringan harus memasukkan atau
menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi.
Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan
routing statis, maka akan sangat membuang waktu
administrator jaringan untuk melakukan update table
routing. Karena itu routing statis hanya mungkin
dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing
dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan
membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.

CARA KERJA ROUTING STATIS


Gambar 2 Routing statis
Fungsi utama Router adalah merutekan paket
(informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan
Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui
kemana rute perjalanan informasi (paket) akan
dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu
network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada
network lain maka router akan meneruskannya ke
network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan
untuk host yang satu network maka router akan
menghalangi paket-paket keluar.

Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian :


1. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi
router.
2. Router melakukan routing berdasarkan
informasi dalam tabel routing. 3. Routing statis
digunakan untuk melewatkan paket data.

Kelebihan dan Kekurangan Routing Statis


Keuntungan Routing Statis:
1. Static route lebih aman dibanding dynamic route
karena static routing hanya
mengandunginformasi yang telah dimasukkan
secara manual.
2. Pemeliharan bandwidth network karena peng-
update-an informasi router
membutuhkanbroadcasts yang terus menerus.
3. Static route kebal dari segala usaha hacker untuk
men-spoof paket dynamic routing protocols
dengan maksud melakukan konfigurasi router
untuk tujuan membajak traffic.
4. Beban kerja router terbilang lebih ringan
dibandingkan dengan routing dinamis. Karena
pada saat konfigurasi router hanya mengupdate
sekali saja ip table yang ada.
5. Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau
rute sudah di ketahui terlebih dahulu
6. Deteksi dan isolasi kesalahan pada
topologi jaringan lebih mudah. Kelemahan
Routing Statis
1. Administrasinya cukup rumit dibanding dynamic
routing, khususnya jika terdiri dari banyak router
yang perlu dikonfigurasi secara manual.
2. Tidak ada tolerasi kesalahan. Jika suatu router
down, maka static tidak akan memperbaharui
informasi dan tidak akan menginformasikan ke router
yang lain.
3. Rentan terhadap kesalahan saat entri data static
route dengan cara manual.
4. Harus tahu semua alamat network yang akan dituju
beserta subnet mask dan next hoopnya (gateway
nya).
Tabel Routing
Table routing adalah table yang memuat seluruh
informasi IP address dari interfaces router yang lain
sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa
berkomunikasi. Routing table hanya memberikan
informasi sedang routing algoritma yang menganalisa
dan mengatur routing table.
Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan
nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan
router tersebut. Router akan memberi rekomendasi jalur
mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data
yang dikirim ke alamat tertentu sesuai dengan informasi
yang terdapat pada tabel routing sehingga pada saat
paket data telah dikirimkan atau diarahkan maka router
akan melakukan pemeriksaan yang terdapat pada tabel
routing dan router akan menentukan jalur mana yang
paling sesuai dengan informasi yang ada.
Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat
diperoleh secara static routing melalui perantara
administrator dengan cara mengisi tabel routing secara
manual ataupun secara dynamic routing menggunakan
protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan
akan saling bertukar informasi routing agar dapat
mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.
Ada 2 item yang harus dimasukan oleh tabel routing
untuk mengirim paket data, diantaranya:
a. Destination Address merupakan sebuah alamat
pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router
b. Pointer to the Destination merupakan penunjuk
yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau
network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat
pada tabel routing
sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak
ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan
paket data. Berikut adalah urutan pada tabel routing
untuk menyesuaikan alamat tujuan:
• Host Address

• Subnet

• Group of Subnet

• Major Network Number

• Group of Major Network Numbers

• Default Address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat
atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas
maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim
akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan
oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena
ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada
address source pengirim. Tabel Routing pada umumnya
berisi informasi tentang:
• Alamat Network Tujuan

• Interface Router yang terdekat dengan network


tujuan
• Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak
untuk mencapai network tujuan. Metric tersebut
menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan
(Hop Count).

Gambar 4 tabel routing


Pertemuan II
Menentukan Konfigurasi Routing Statis
Gambar 3. Topologi routing static
Prosedur dan teknik konfigurasi routing statis
Routing digunakan untuk proses pengambilan
sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui
network ke alat lain di sebuah network yang berbeda.
Apabila network anda tidak memiliki router, maka jelas
anda tidak melakukan routing. Prosedur untuk bisa
melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus sebagai
berikut :
a. Alamat tujuan
b. Router-router tetangga dari mana sebuah router
bisa mempelajari tentang network remote.
c. Route yang mungkin kesemua network remote.
d. Route yang terbaik untuk setiap network remote.
e. Router menyimpan routing table yang
menggambarkan menemukan network remote.
Teknik konfigurasi untuk melakukan routing static pada
cisco adalah sebagai berikut :
a. Pemberian IP pada interface.
b. Mengaktifkan interface.
c. Menentukan Route static ada 3 cara,
antara lain sebagai berikut. 1)
Menggunakan exit interface.
2) Menggunakan next-hop IP address.
3) Menggunakan exit interface next-hop IP
address
Perintah Dasar Routing Statis
Perintah dasar router cisco dengan tujuan untuk
mengenang sintac CLI ( Command Line Interfaces )
pada Cisco IOS ( Internetwork Operating System ) bagi
yang pertama kali atau baru memulai belajar networking
dengan Cisco Devices. Memasuki mode configurasi
global ( Global Configuration Mode ), konfigurasi router
adalah :
a. Nama Router.
b. Pasword.
c. Pasword Terenkripsi
d. Nama Interfaces.
e. Perpindahan Antar – Interfaces
f. Konfigurasi Interfaces Serial
g. Konfigurasi Interfaces Fast Ethernet.
h. Membuat Banner Pesan MOTD ( Massage of the
Day)
i. Membuat Banner Login.
j. Menempatkan Local Host Domain ke IP Address.
k. Perintah no IP Domain-lockup.
l. Perintah exec-timeout.
m. Menyimpan konfigurasi.
n. Menghapus konfigurasi
Mode Router

Router> Mode user

Router# Mode privileged (dikenal juga sebagai EXEC-level mode)

Router(config)# Mode global konfigurasi

Router(config-if)# Mode Interface

Router(config-subif)# Mode Subinterface

Router(config-line)# Mode line

Router(config-router)# Mode konfigurasi router

Mode Konfigurasi Global

Router> Melihat konfigurasi dengan terbatas dan tidak bisa


mengkonfigurasi apapun dalam mode ini

Router>enable Perintah untuk masuk mode privileged

Router# Mode ini sudah bisa melihat seluruh konfigurasi router dan
berpindah ke mode konfigurasi global

Router#configure terminal Perintah untuk masuk ke global konfigurasi

Router(config)# Pada mode ini kita sudah bisa memulai konfigurasi

Konfigurasi Nama Router

Router(config)#hostname Adm Mengganti nama router dengan Adm (nama router


bebas)
Adm(config)# Tampilan setelah nama router di ganti

Konfigurasi Password

Router(config)#enable password 1234 Setting enable password menjadi 1234

Router(config)#enable secret class Setting enable secret password

Router(config)#line console 0 Memasuki mode console line

Router(config-line)#password console Setting mode console line password dengan console

Router(config-line)#login Mengaktifkan pengecekan password saat login

Router(config)#line vty 0 4 Memasuki mode vty line untuk 5 vty line

Router(config-line)#password telnet Setting vty password dengan telnet

Router(config-line)#login Mengaktifkan pengecekan password saat login

Konfigurasi Password

Router(config)#enable password 1234 Setting enable password menjadi 1234

Router(config)#enable secret class Setting enable secret password

Router(config)#line console 0 Memasuki mode console line

Router(config-line)#password console Setting mode console line password dengan console

Router(config-line)#login Mengaktifkan pengecekan password saat login

Router(config)#line vty 0 4 Memasuki mode vty line untuk 5 vty line

Router(config-line)#password telnet Setting vty password dengan telnet

Router(config-line)#login Mengaktifkan pengecekan password saat login

Konfigurasi Interface

Router(config)#interface serial 0/0/0 Memasuki mode konfigurasi


interface serial

Router(config-if)#ip add [Link] [Link] Konfigurasi ip address dan


subnetmask pada interface

Router(config-if)#clock rate 64000 Konfigurasi clock rate (berlaku


untuk DCE interface)

Router(config-if)#no shutdown Menghidupkan interface


secara administrative
Router(config)#interface fastethernet 0/0 Memasuki konfigurasi
fastethernet interface

Router(config-if)#ip add [Link] [Link] Konfigurasi ip address dan


subnetmask

Router(config-if)#no shutdown Menghidupkan interface


secara administrative

Router(config-if)#interface serial 0/0/0 Berpindah secara langsung


ke interface serial

Router(config-if)#exit Keluar dari mode interface /


kembali ke mode sebelumnya

Menyimpan dan Menghapus Konfigurasi

Router#copy running-config startup-config Menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan di


NVRAM

Router#copy running-config tftp Menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan di


TFTP server secara remote

Router#erase startup-config Menghapus file konfigurasi dari NVRAM

Aturan-aturan Routing Statis


Routing statis memiliki beberapa aturan-aturan. Aturan
tersebut diantaranya berdasarkan alamat tujuan dan
policy route (kebijakan routing). a. Berdasarkan Alamat
Tujuan
Aturan routing ini didasarkan pada alamat IP
tujuan paket/data akan dikirim, sehingga ip
address yang tertulis pada konfigurasi harus
mengikuti kebijakan yang telah ditentukan.
b. Berdasarkan Policy Route (kebijakan routing)
Aturan routing ini dikelompokkan menjadi dua,
yaitu IP route-route (digunakan untuk routing
yang berdasarkan pada tanda route) dan IP route
rule (digunakan untuk table route yang
berdasarkan pada mark, dst, src, dan lain
sebagainya.

Anda mungkin juga menyukai