0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak MI-MA

Dokumen ini menjelaskan tentang capaian pembelajaran mata pelajaran Akidah Akhlak di madrasah, yang bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik melalui pemahaman akidah dan akhlak yang baik. Pembelajaran ini mengedepankan pendekatan yang beragam dan berfokus pada pengembangan karakter, sikap toleran, dan kemampuan berinteraksi sosial. Selain itu, dokumen ini juga menekankan pentingnya pendidikan akhlak dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyediakan panduan untuk peserta didik berkebutuhan khusus.

Diunggah oleh

Adi Susanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak MI-MA

Dokumen ini menjelaskan tentang capaian pembelajaran mata pelajaran Akidah Akhlak di madrasah, yang bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik melalui pemahaman akidah dan akhlak yang baik. Pembelajaran ini mengedepankan pendekatan yang beragam dan berfokus pada pengembangan karakter, sikap toleran, dan kemampuan berinteraksi sosial. Selain itu, dokumen ini juga menekankan pentingnya pendidikan akhlak dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyediakan panduan untuk peserta didik berkebutuhan khusus.

Diunggah oleh

Adi Susanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MI, MTs, MA/MAK

Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAl) pada madrasah. Akidah berkaitan
dengan rukun iman sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan lisan dan perbuatan. Akidah mendorong
seseorang melakukan amal saleh, berakhlak karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak menekankan pada
bagaimana membersihkan diri (tazlciyatun nufus) dari perilaku tercela (madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui
latihan kejiwaan (riyadlah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah). Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani,
karena baik buruknya perilaku tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.

Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan
holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk menuntun peserta didik menjadi
pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama Islam
untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia berdasarkan al Qur'an dan hadis melalui
kegiatan bimbingan, pengaJaran, latihan, dan pembiasaan.

Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat
beragama dan persatuan bangsa. Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang moderat, inklusif, toleran
dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan berbangsa
dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Akidah Akhlak mengusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan,
pembudayaan, dan keteladanan. Iklim akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana bagi persemaian
paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang baik
bagi masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-
interaktif, proses belajar yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan dan penemuan (inquiry and
discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah (problem based learning),berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based learning),
dan kolaboratif (collaborative learning).

Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif, kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga
melahirkan pemahaman yang benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang menyimpang dan liberal. Untuk
mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam dalam 4 (empat) elemen keilmuan yaitu: akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah
Akhlak diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan
akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh
peserta didik dalam kehidupan individu, bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari era globalisasi dan
krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya Profil Pelajar Pancasila
sebagai pembelajar sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-lal)dr) yang beriman dan bertakwa, serta berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah
Akhlak memiliki peran yang penting dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan berkepribadian yang kuat dan
memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan bergotong royong .
Capaian pembelajaran Akidah Akhlak bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ditetapkan secara akomodatif dengan mempertimbangkan
prinsip fleksibilitas sesuai karakteristik dan kondisi peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Pelaksanaan akomodasi kurikulum, pembelajaran,
dan penilaian bagi PDBK dalam memenuhi capaian pembelajaran menjadi kewenangan guru dan/ atau satuan pendidikan.

Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
 Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak pada paham ahl al-sunnah wa al jama'ah melalui
pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik;
 Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam
 menganalisis perbedaan pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan kemajemukan bangsa Indonesia melalui
sikap wasathiyyah meliputi tawassuth, i'tidal, tasamuh, dan tawazun;
 Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan
diri dari perilaku tercela (madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui mujahadah dan riyadah;
 Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah),
persaudaraan sebangsa dan senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).

Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak


Kurikulum Mata Pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian; akidah terkait dengan penanaman keimanan dan tauhid, dan akhlak terkait dengan penanaman
karakter melalui pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak mulia.
Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah ahl al-sunnah wa al-jama'ah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar,
landasan dan motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi.
Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani peserta didik berfungsi dengan baik,
memiliki keyakinan iman yang kuat untuk menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya
kesalehan individu dan sosial.
Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh
sungguh (mujahadah) dan melatih kejiwaan (riyadlah) melalui keteladan guru dan kisah kisah orang saleh.
Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekadar sebagai apa yang harus dipelajari peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada
pendampingan peserta didik dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu oleh kecerdasan logika di
bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan
penyadaran bagaimana nilai nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan
bertindak oleh warga madrasah dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan kejiwaan peserta didik sebagai fokus
utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang jauh dari amarah
dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang dengan pandangan kasih sayang (ainir rahmah).
Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt. (mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis,
sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan
dalam kehidupan bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain melalui proses keteladanan guru,
pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan madrasah.
Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar peserta didik dengan memberi
waktu yang cukup untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran caturpusat pendidikan (madrasah,
keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
Elemen-Elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata Pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi: (1) Akidah; (2) Akhlak; (3) Adab; (4) Kisah Keteladanan. Elemen-Elemen
Mata Pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh keimanan peserta didik dengan melakukan kajian
mendalam agar memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif. Akidah inilah yang kemudian menjadi
landasan dan motivasi melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka akan bernilai
ibadah berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlakmerupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen
dalam akidah akhlak. Ilmu akhlak mengantarkan peserta didik dalam memahami akhlak mulia (mahmudah)
dan tercela ( madzmumah), agar bisa menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku mulia
dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks pribadi maupun sosial yang dilandasi atas kecintaan kepada Allah Swt.
( mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional berupa tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-
hari baik secara individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran
(ibrah) bagi peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan pada kemampuan menganalisis dan mengambil
hikmah dari kehidupan masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk menyikapi dan menyelesaikan fenomena dan
permasalahan kehidupan masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase A (Kelas I dan II Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir Fase A, pada elemen akidah, peserta didik mampu mengenal Allah Swt. melalui dua kalimah syahadat, rukun iman, sifat wajib Allah Swt.,
dan nama-nama-Nya yang Agung ( al-asma al-husna). Pada elemen akhlak, peserta didik diarahkan dan dibimbing untuk terbiasa mempraktikkan
nilai nilai baik dalam kehidupan sehari-hari melalui ungkapan positif baik untuk dirinya maupun sesama manusia, terutama orang tua dan guru .
Peserta didik juga terbiasa menghindari akhlak tercela. Pada elemen adab, peserta didik mampu mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya
dan terbiasa mempraktikkannya, mengungkapkan pendapat pribadinya dan belajar menghargai pendapat yang berbeda. Sedangkan pada elemen kisah
keteladanan, peserta didik mampu menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul, para sahabat, dan orang-orang saleh dan menerapkannya dalam
keh.1dupan sehan.-hari

Elemen Capaian Pembelajaran


Akidah Pesert.a [Link] mampu mengenal dan meng1man1 Allah Swt. melalui dua kalimat syahadat, enam rukun 1man, sifat
wajib Allah Swt., dan al-Asma' al Husna (ar- Rahman, dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir) sebagai
landasan dan motivasi beraktivitas agar bernilai ibadah dan berdimensi ukhrawi.
Akhlak Peserta didik terbiasa mengucapkan kalimah tayyibah basmalah, hamdalah, dan ta'awwudz, menerapkan perilaku pol a
hidup sehat dan bersih, membiasakan jujur, berterima kasih dan rendah hati, mampu menghindari akhlak tercela
egois, berkata kasar, dan berbohong dalam kehidupan sehari-hari sehingga terwujudnya interaksi yang harmonis dalam
konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Adab Peserta didik membiasakan adab hormat kepada orang tua, guru, menghagai ternan, mandi, berpakaian, bersin, menguap,
belajar, makan, mmum, gemar membaca dan raJm dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya mewujudkan perwajahan
Islam yang damai dan sejuk.
Kisah Peserta didik mampu menceritakan dan meneladani kisah Nabi Muhammad Saw., Nabi Nuh a.s, dan Nabi Musa a.s. dalam
Keteladanan kehidupan sehari-hari, sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang agar
bahagia dunia akhirat.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : MI
Mata Pelajaran : AKIDAH
Kelas :1
Fase :A
Tahun Pelajaran : 2022/2023

Elemen Bab Tujuan Pemblajaran Alur Tujuan Pembelajaran Materi Alokasi


Capaian Pembelajaran Pelajaran Waktu (JP)
Akidah 1  Mengenal  Menjelaskan pengertian kalimah syahadat Dua kalimah 4 JP
Pesert.a [Link] mampu Allah Swt.  Mengetahui lafal kalimah syahadat tauhid
mengenal dan mengimani Allah
syahadat
Swt. melalui dua kalimat
melalui dua  Memahami arti dari kalimah syahadat tauhid
syahadat, enam rukun 1man, kalimah  Mengetahui lafal kalimah syahadat rasul
sifat wajib Allah Swt., dan al- syahadat  Memahami arti dari kalimah syahadat rasul
Asma' al Husna (ar- Rahman,  Melafalkan  Mengidentifikasi waktu mengucap kalimah
dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan dua kalimah syahadat
al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir)
sebagai landasan dan motivasi
syahadat dan  Menuliskan pengertian kalimah syahadat
beraktivitas agar bernilai ibadah artinya  Melafalkan kalimah syahadat tauhid
dan berdimensi ukhrawi.  Mengartikan kalimah syahadat tauhid
 Melafalkan kalimah syahadat rasul
 Mengartikan kalimah syahadat rasul
 Menyebutkan waktu mengucap kalimah
syahadat
Akidah 2  Menerapkan  Menjelaskan pengertian kalimah Basmalah Kalimat 6 JP
Pesert.a [Link] mampu pengucapan  Mengetahui lafal kalimah Basmalah
mengenal dan mengimani Allah
basmalah dan
Swt. melalui dua kalimat
kalimat  Memahami hikmah mengucap kalimah hamdalah
syahadat, enam rukun 1man, Basmalah dan basmalah
sifat wajib Allah Swt., dan al- hamdalah  Menjelaskan pengertian kalimah Hamdalah
Asma' al Husna (ar- Rahman, dalam  Mengetahui lafal kalimah Hamdalah
dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan melakukan  Memahami hikmah mengucap kalimah
al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir)
sebagai landasan dan motivasi
setiap Hamdalah
beraktivitas agar bernilai ibadah perbuatan yang  Mengetahui penerapan kalimah basmalah dan
dan berdimensi ukhrawi. baik hamdalah di kehidupan sehari-hari
 Mempraktikka  Mendeskripsikan pengertian kalimah Basmalah
n pengucapan  Mendemonstrasikan pelafalan kalimah
Basmalah dan Basmalah
hamdalah  Menuliskan hikmah mengucap kalimah
dalam Basmalah
melakukan  Mendeskripsikan pengertian kalimah
setiap Hamdalah
perbuatan yang  Mendemonstrasikan pelafalan kalimah
baik Hamdalah
 Menuliskan hikmah mengucap kalimah
Hamdalah
 Mempraktikkan penerapan kalimah basmalah
dan hamdalah di kehidupan sehari-hari
Akidah 3  Mengenal al-  Mengetahui al-Asma'ul Husna Al-Ahad Al- asmaul 6 JP
Pesert.a [Link] mampu Asma'ul Husna  Mengetahui al-Asma'ul Husna Al-Khaliq
mengenal dan mengimani Allah
Husna
Swt. melalui dua kalimat
 Mempraktikka  Memahami kisah Nabi Ibrahim a.s
syahadat, enam rukun 1man, n penyebutan  Mendeskripsikan al-Asma'ul Husna Al-Ahad
sifat wajib Allah Swt., dan al- al-Asma'ul  Mendeskripsikan al-Asma'ul Husna Al-Khaliq
Asma' al Husna (ar- Rahman, Husna  Menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s
dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan
al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir)
sebagai landasan dan motivasi
beraktivitas agar bernilai ibadah
dan berdimensi ukhrawi.
Akhlak 4  Menerapkan  Menjelaskan hidup bersih di lingkungan sekitar Hidup sehat 6 JP
Peserta didik terbiasa hidup sehat  Mengetahui contoh hidup bersih di lingkungan dan Bersih
mengucapkan kalimah tayyibah
basmalah, hamdalah, dan
dan bersih sekitar
ta'awwudz,  Mempraktikka  Memahami manfaat hidup bersih di lingkungan
menerapkan perilaku pol a n hidup sehat sekitar
hidup sehat dan dan bersih  Menjelaskan hidup dengan kasih sayang di
bersih, membiasakan jujur, dalam lingkungan sekitar
berterima kasih dan rendah
hati, mampu menghindari
kehidupan  Mengetahui contoh hidup dengan kasih sayang
akhlak tercela egois, berkata sehari-hari di lingkungan sekitar
kasar, dan berbohong dalam  Memahami manfaat hidup dengan kasih sayang
kehidupan sehari-hari sehingga di lingkungan sekitar
terwujudnya interaksi yang
harmonis dalam konteks
 Menjelaskan hidup rukun di lingkungan sekitar
bermasyarakat, berbangsa, dan  Mengetahui contoh hidup rukun di lingkungan
bernegara. sekitar
 Memahami manfaat hidup rukun di lingkungan
sekitar
 Menceritakan hidup bersih di lingkungan
sekitar
 Menyebutkan contoh hidup bersih di
lingkungan sekitar
 Menuliskan manfaat hidup bersih di
lingkungan sekitar
 Menceritakan hidup dengan kasih sayang di
lingkungan sekitar
 Menyebutkan contoh hidup dengan kasih
sayang di lingkungan sekitar
 Menuliskan manfaat hidup dengan kasih
sayang di lingkungan sekitar
 Menceritakan hidup rukun di lingkungan
sekitar
 Menyebutkan contoh hidup rukun di
lingkungan sekitar
 Menuliskan manfaat hidup rukun di lingkungan
sekitar
Adab 5  Menerapkan  Mengetahui adab ke kamar mandi dalam Adab ke 4 JP
Peserta didik membiasakan adab ke kamar kehidupan sehari-hari
adab hormat kepada orang tua,
kamar mandi,
guru, menghagai ternan, mandi,
mandi, mandi  Mengetahui adab ketika mandi dalam mandi dan
berpakaian, bersin, menguap, dan berpakaian kehidupan sehari-hari
berpakaian
belajar, makan, mmum, gemar  Mempraktikka  Mengetahui adab ketika berpakaian dalam
membaca dan raJm dalam n adab ke kehidupan sehari-hari
kehidupan sehari-hari sebagai kamar mandi,  Mempraktikkan adab ke kamar mandi dalam
upaya mewujudkan perwajahan
Islam yang damai dan sejuk.
mandi dan kehidupan sehari-hari
berpakaian  Mempraktikkan adab ketika mandi dalam
kehidupan sehari-hari
 Mempraktikkan adab ketika berpakaian dalam
kehidupan sehari-hari
Kisah 6  Memahami  Mengetahui sifat Nabi Muhammad Saw. kisah 8 JP
Keteladanan kisah Amanah (dapat dipercaya)
Peserta didik mampu
keteladanan
menceritakan dan meneladani
keteladanan  Memahami kisah teladan tentang sifat jujur dan Nabi
kisah Nabi Muhammad Saw., Nabi amanah
Muhammad
Nabi Nuh a.s, dan Nabi Musa Muhammad  Mengetahui siifat Nabi Muhammad Saw.
a.s. dalam kehidupan sehari- Saw. Fathonah (cerdas) Saw.
hari, sebagai inspirasi dalam  Mengomunika  Memahami kisah teladan tentangt sifat
menghadapi tantangan
kehidupan masa kini dan masa sikan berbagai Fathonah
yang akan datang agar bahagia macam kisah  Mengetahui sifat Nabi Muhammad Saw.
dunia akhirat. Shiddiq (jujur)
sifat-sifat
 Memahami kisah teladan tentang sifat Shidiq
mulia Nabi. (jujur)
Muhammad  Mengetahui sifat Nabi Muhammad Saw.
Saw. Tabligh (menyampaikan)
 Memahami kisah teladan tentang sifat Tabligh
(menyampaikan)
 Mendeskripsikan sifat Nabi Muhammad Saw.
Amanah (dapat dipercaya)
 Menerapkan sifat jujur dan amanah dari kisah
teladan dalam kehidupan sehari-hari
 Mendeskripsikan siifat Nabi Muhammad Saw.
Fathonah (cerdas)
 Menerapkan sifat Fathonah (cerdas) dari kisah
teladan dalam kehidupan sehari-hari
 Mendeskripsikan sifat Nabi Muhammad Saw.
Shiddiq (jujur)
 Menerapkan sifat Shidiq (jujur) dari kisah
teladan dalam kehidupan sehari-hari
 Mendeskripsikani sifat Nabi Muhammad Saw.
Tabligh (menyampaikan)
 Menerapkan sifat Tabligh (menyampaikan)
dari kisah teladan dalam kehidupan sehari-hari
Akidah 7  Memahami  Menjelaskan makna Asmaul Husna ar- ar- Rahmaan, 4 JP
Pesert.a [Link] mampu makna ar- Rahmaan dan ar-Rahiim.
mengenal dan mengimani Allah
dan ar-
Swt. melalui dua kalimat
Rahmaan, dan  Mengetahui bukti bahwa Allah Swt. bersifat ar- Rahiim
syahadat, enam rukun 1man, ar-Rahiim Rahmaan dan ar-Rahiim
sifat wajib Allah Swt., dan al-  Menyajikan  Memahami sikap yang mencerminkan ar-
Asma' al Husna (ar- Rahman, arti dan bukti Rahmaan dan ar- Rahiim
dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan sederhana  Memahami hal yang berkaitan dengan makna
al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir)
sebagai landasan dan motivasi
asma Allah ar- ar – Rahmaan dan ar – Rahiim
beraktivitas agar bernilai ibadah Rahmaan, dan  Mengkomunikasikan makna Asmaul Husna ar-
dan berdimensi ukhrawi. ar-Rahiim Rahmaan dan ar-Rahiim
 Mendeskripsikan bukti bahwa Allah Swt.
bersifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim
 Mempraktikkan sikap yang mencerminkan ar-
Rahmaan dan ar-Rahiim
 Menuliskan hal yang berkaitan dengan makna
ar–Rahmaan dan ar–Rahiim
Akidah 8  Memahami  Menjelaskan enam Rukun Iman Rukun Iman 6 JP
Pesert.a [Link] mampu enam rukun  Menjelaskan 10 malaikat beserta tugasnya.
mengenal dan mengimani Allah
Swt. melalui dua kalimat
Iman  Memahami hal yang berkaitan tentang enam
syahadat, enam rukun 1man,  Mengomunika rukun iman
sifat wajib Allah Swt., dan al- sikan enam  Mengkomunikasikan enam rukun iman
Asma' al Husna (ar- Rahman, rukun iman  Menyajikan laporan tertulis mengenai 10
dan ar-Rahim, al- HafiZh, dan malaikat beserta tugasnya
al-Waliy, al- 'Alim, al-Khabir)
sebagai landasan dan motivasi
 Menuliskan hal yang berkaitan dengan enam
beraktivitas agar bernilai ibadah rukun iman
dan berdimensi ukhrawi.
Akhlak 9  Menerapkan  Menjelaskan adab – adab dalam belajar Adab belajar 6 JP
Peserta didik terbiasa adab belajar  Mengetahui lafal doa sebelum dan sesudah
mengucapkan kalimah tayyibah
basmalah, hamdalah, dan
 Melafalkan belajar
ta'awwudz, doa sebelum  Menerapkan adab belajar
menerapkan perilaku pol a dan, sesudah  Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar
hidup sehat dan belajar  Menyajikan laporan tertulis yang berkaitan
bersih, membiasakan jujur,
berterima kasih dan rendah
dengan adab belajar
hati, mampu menghindari
akhlak tercela egois, berkata
kasar, dan berbohong dalam
kehidupan sehari-hari sehingga
terwujudnya interaksi yang
harmonis dalam konteks
bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
Adab 10  Menerapkan  Menjelaskan sikap hormat, kasih sayang, dan Sikap hormat, 6 JP
Peserta didik membiasakan sikap hormat, sopan santun terhadap orang tua dan guru
adab hormat kepada orang tua,
kasih sayang,
guru, menghagai ternan, mandi,
kasih sayang,  Mengetahui cara menghormati, menyayangi, dan sopan
berpakaian, bersin, menguap, dan sopan dan sopan santun kepada orang tua dan guru
santun
belajar, makan, mmum, gemar santun  Memahami sikap hormat, kasih sayang, dan
membaca dan raJm dalam terhadap orang sopan santun terhadap orang tua dan guru terhadap
kehidupan sehari-hari sebagai tua dan guru.  Menyajikan laporan tertulis yang berkaitan orang tua dan
upaya mewujudkan perwajahan guru.
Islam yang damai dan sejuk.
 Mengomunika dengan sikap hormat, kasih sayang, dan sopan
sikan santun terhadap orang tua dan guru
pengalaman  Menerapkan sikap hormat, kasih sayang, dan
dalam sopan santun terhadap orang tua dan guru
menerapkan  Mengomunikasikan pengalaman dalam
sikap hormat, menerapkan sikap hormat, kasih sayang, dan
kasih sayang, sopan santun terhadap orang tua dan guru
dan sopan  Menuliskan hal yang berkaitan dengan sikap
santun hormat, kasih sayang, dan sopan santun
terhadap orang terhadap orang tua dan guru
tua dan guru
Akhlak 11  Menerapkan  Mengetahui cara agar dapat berkata baik Perkataan 6 JP
Peserta didik terbiasa berkata baik,  Mengetahui cara menerapkan peilaku jujur di
mengucapkan kalimah tayyibah
baik, jujur ,
basmalah, hamdalah, dan
berkata jujur lingkungan keluarga, sekolah, dan di dan budaya
ta'awwudz, dan budaya lingkungan masyarakat
antri dalam
menerapkan perilaku pol a antri dalam  Mengetahui pentingnya mengantri dalam
hidup sehat dan kehidupan kehidupan sehari-hari kehidupan
bersih, membiasakan jujur,
berterima kasih dan rendah sehari-hari  Mempraktikkan berkata baik dalam kehidupan sehari- hari.
hati, mampu menghindari  Mempraktikka sehari-hari
akhlak tercela egois, berkata
kasar, dan berbohong dalam
n berkata baik,  Mempraktikkan perilaku/berkata jujur dalam
kehidupan sehari-hari sehingga berkata jujur kehidupan sehari-hari
terwujudnya interaksi yang dan budaya  Mempraktikkan budaya antri dalam kehidupan
harmonis dalam konteks antri dalam sehari – hari.
bermasyarakat, berbangsa, dan kehidupan  Menyajikan laporan tertulis terkait dengan
bernegara.
sehari-hari berkata baik, berkata jujur dan budaya antri
dalam kehidupan sehari-hari

Keterangan:
Penyusunan ATP dilakukan bersama oleh guru pada satu Fase yang sama dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik di madrasah.
ATP merupakan alur urutan pembelajaran, sehingga penyusunannya bersifat fleksibel, TIDAK ADA KEHARUSAN KESERAGAMAN antara satu
madrasah dengan madrasah lain.

Anda mungkin juga menyukai