0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Tes Inventori Kepribadian

Tes inventori adalah alat untuk mengukur karakteristik kepribadian, minat, dan nilai melalui kuesioner yang bersifat laporan diri. Meskipun tes ini bermanfaat dalam seleksi dan konseling, terdapat tantangan dalam validitas dan reliabilitasnya, serta pengaruh budaya yang dapat mempengaruhi hasil. Berbagai jenis tes inventori, seperti MMPI dan CPI, telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengukuran kepribadian yang lebih spesifik dan akurat.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Tes Inventori Kepribadian

Tes inventori adalah alat untuk mengukur karakteristik kepribadian, minat, dan nilai melalui kuesioner yang bersifat laporan diri. Meskipun tes ini bermanfaat dalam seleksi dan konseling, terdapat tantangan dalam validitas dan reliabilitasnya, serta pengaruh budaya yang dapat mempengaruhi hasil. Berbagai jenis tes inventori, seperti MMPI dan CPI, telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengukuran kepribadian yang lebih spesifik dan akurat.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tes Inventori

Tes inventori adalah tes-tes yang terutama menggunakan kertas dan pensil. Merupakan laporan diri.
kuesioner, untuk menentukan karakteristik-karakteristik, kepribadian, minat, sikap-sikap
(attude), nilai-nilai (value). Tes inventorial modern mempunyai tahapan perkembangan yang dimulai
dengan wawancara pribadi dan kemudian berkembang menjadi kuesioner informasi pribadi.

Tes inventorial berguna untuk mengetahui ciri-ciri kepribadian/karakteristik kepribadian seperti minat,
penyesuaian diri, motivasi, prasangka/prejudice, inventaris, dan sebagainnya. Tes ini berkembang dalam
lapangan tes psikologi, dikenal sebagai psikometrik, oleh karena adanya dua faktor menunjang yaitu:

Kurangnya teori-teori kepribadian yang mantap dan tangguh sehingga tidak ada suatu sistem diagram
yang unggul. Kriteria kepribadian saat itu demikian banyak sehingga pengertannya menjadi kabur dan
masing-masing tidak lengkap.

b. Tidak dikembangkannya suatu metodologi psikometrik lain yang penting untuk kemajuan tes
psikologi.

Pengaruh metode eksperimen dari lapangan fisika melahirkan teknik inventorial dalam tes psikologi.
Dengan teknik ini, maka tes psikologi mengalami kemajuan yang pesat, namun banyak pula dampak
negatifnya antara lain:

Penelitian-penelitian yang diadakan merupakan pemborosan dan sifat penyebab, tidak jelas.

2. Tes inventorial demikian banyak, namun banyak pula yang diragukan signifikansinya.

Tes tentang kualitas kepribadian yang umum ini dapat diterapkan pada gangguan mental. Tapi biasanya
lebih banyak digunakan untuk keperluan seleksi, penempatan, dan konseling. Darly dan Hagenah (1956)
telah mempelajari kembali dan menyimpulkan bahwa walaupun kemampuan, minat dan kepribadian itu
merupakan aspek-aspek yang berlainan, sebenarnya merupakan suatu hal yang sulit untuk membuat alat
tes psikologi yang spesifik untuk masing-masing bidang tersebut. Hal ini merupakan suatu masalah
dalam pembuatan tes kepribadian.

Wujud dari tes inventory kepribadian adalah sejumlah pertanyaan/statement yang memungkinkan
subyek memberikan respon selektif kombinasi dari item tersebut ke dalam pengukuran-pengukuran
yang mengarah pada skala (scale). Beberapa masalah dalam inventaris kepribadian adalah sebagai
berikut:

1. Definisi kepribadian sedemikian banyak, oleh karenanya seleksi yang tepat dari bermacam-macam
Kepribadian perlu mendasari personality di inventory.

2. Tes inventories kepribadian tidak dapat bersifat culture free, oleh karenanya harus selalu
mempertimbangkan aspek kultural. Nilai-nilai kultur selalu berubah, sedangkan di lain pihak diharapkan.
dapat memberikan suatu profil kepribadian. Dengan adanya perubahan 3 nilai-nilai kultural, maka
makna dari profil tes juga menjadi berubah. Selain itu individu juga mengalami perubahan pada
kepribadiannya oleh karena pengalaman-pengalaman hidup, pembelajaran, dan proses penuaan. Hal-hal di
atas menimbulkan kesan seolah-olah stabilitas tes kepribadian sulit dicapai. Sebenarnya stabilitas
kepribadian harus dilihat secara tidak absolut. Sehubungan adanya kemampuan adaptasi manusia pada
lingkungannya. Personality Inventory Test yang ideal harus mampu mencakup macammacam perubahan
ini pada saat-saat yang berlainan.

3. Bila inventori kepribadian terlalu sensitif terhadap perubahan maka sulit memperoleh reliabilitas
yangtnggi. Dalam hal ini yang penting adalah kemampuan prediksinya, untuk menilai apakah suatu
inventori kepribadian itu baik/tidak.

Tes kepribadian yang baik adalah yang moderat, baik dalam stabilitasnya maupun dalam aspek-aspek
yang luhur (reliabilitasnya). Seperti diketahui tes kepribadian selalu mengukur dua pasang aspek yaitu:

a. Instrinsik dan sosial

b. Stabilitas dan transitori

Beberapa kelemahan atau kekurangan di dalam penilaian inventaris secara umum adalah sebagai
berikut

1. Itemnya ambigu/perintah tidak jelas

2. OP ingin menunjukkan kesan-kesan tertentu pada penguji

3. Kesukaran semantik/penafsiran yang berbeda

4. Sikap OP yang tidak kooperatif/defensif

5. Palsu/tidak jujur

6. Acquiescence jika item-item yang dibuat lebih mengarah ke jawaban-jawaban tertentu

7. Inventaris yang transparan

Validitas yang umum dipakai pada inventori kepribadian adalah:

1. Validitas wajah, validitas yang didasarkan pada tampaknya saja

2. Validitas konten, validitas yang didasarkan pada isi/konsep tertentu

3. Validitas empiris, validitas tes yang didasarkan atas data-data empiris, gejala, simtom.

Pada mulanya pembuatan tes inventorial menggunakan konstruk kepribadian rasional (validitas konten)
tetapi Rossanof (1938) memperkenalkan metode empiris (validitas empiris) dalam
pembuatan/konstruksi kepribadian, contohnya MMPI. Sedangkan Cetel menggunakan 4 faktor
pendekatan yang menganalisis faktor. Dasar utama dari analisis faktor adalah menyederhanakan deskripsi
data dengan cara meredusir jumlah variabel-variabel/dimensi-dimensi yang perlu saja, contohnya bila
dari 20 tes beterai ternyata terdiri dari lima faktor saja yang sama, maka dengan menggunakan lima skor
saja kita memberikan informasi yang diperlukan. Analisis faktor selalu berakhir dengan faktor matriks,
yaitu suatu tabel yang menunjukkan bobot/penilaian dari masing-masing faktor dalam setiap tes.

Secara konvensional, tes kepribadian (secara psikometrik) adalah "instrumen/perangkat/alat untuk


mengukur

a. Emosi

Motivasi

c. Interpersonal

d. Sikap-sikap yang karakteristik

Macam-macam tes inventory

Tes inventori kepribadian:

MMPI (Inventarisasi Kepribadian Minnesota)

2. CPI (Inventaris Psikologi California)

3. PIC (Inventaris Kepribadian untuk Anak)

4. MCMI (Inventori Multiaksial Klinis Juta)

5. 16 PF (Kuesioner Enam Belas Faktor Kepribadian)

6. EPPS (Jadwal Preferensi Pribadi Edward)

7. PRF (Formulir Penelitian Kepribadian)

Inventaris Kepribadian Jackson

Tes Inventaris Minat

SCII (Inventori Minat Strong-Campbell)

2. JVIS (Survei Minat Vokasional Jackson)

3. KPR-V (Catatan Preferensi Kuder-Vokasional)

CAI (Inventaris Penilaian Karir)

5. RM (Formulir Minat Rothwell-Miller)

Tes Inventory Nilai

1. Studi Nilai
2. WVI (Inventarisasi Nilai Kerja)

[Link] (Inventaris Kepribadian Multiphase Minnesota)

MMPI telah direvisi dan disusun ulang menjadi dua versi yang berbeda, MMPI-2 (Butcher, Dahlstrom,
Graham, Tellegen, dan Kaemmer, 1989) dan MMPI-Adolescent (MMPI-A– Buchler et al., 1992). Pada
tahun 1960-an, MMPI dipandang sebagai tes kepribadian terkemuka dan digunakan sesering atau lebih,
pada subjek-subjek yang normal dalam lingkungan konseling, pekerjaan, medis, militer, dan forensik
seperti pasien psikiatris.

Instrumen yang sudah tidak tepat lagi karena norma-norma yang berdasar sempit dan kadaluwarsa dari
tes perlu diperbaharui dan direstandardisasi demi kesinambungan MMPI.

Minnesota Multiphase Personality Inventory-2. Butir-butir soal MMPI-2 terdiri dari 567 pernyataan.
afirmatif yang ditanggapi peserta tes "Benar" atau "Salah", 370 butir soal pertama, pada dasarnya sama
dengan butir-butir soal pada MMPI kecuali dalam hal perubahan editorial dan pengaturan kembali,
menyediakan semua respons yang dibutuhkan untuk memberi skor 10 skala “klinis” yang asli dantga
skala 'validitas', 197 butir soal tersisa (107 di antaranya baru) diperlukan untuk menskor seluruh
komplemen yang terdiri dari 104 validitas baru, yang direvisi dan dipertahankan, serta skala dan sub
skala suplementer yang membangun inventori secara lengkap. Dahsltrom (1993a) telah mempersiapkan
suplemen manual yang menyediakan semua informasi yang perlu untuk membandingkan butr-butr soal
MMPI-2 dengan butir-butir soal asli.

Minnesota Multiphase Personality Inventory-Adolescent (MMPI-A) adalah bentuk baru yang


dikembangkan secara spesifik untuk digunakan pada remaja. MMPI-A memuat hampir semua segi
MMPI dan MMPI-2, mencakup 13 skala dasar namun dilakukan pengurangan panjang keseluruhan
inventori menjadi hanya 478 butir soal, dimasukkan butir-butir soal yang relevan dengan remaja, seperti
masalah sekolah dan keluarga, dan di atas segala-galanya persyaratan norma kecocokan usia.

Dalam perkembangannya maju sejalan dengan MMPI-2 dan MMPI-A, sebagaimana dengan
kebanyakan rangkaian tes lainnya, komputerisasi prosedur untuk administrasi, penentuan skor dan
interpretasi inventori serta pengembangan penerjemahan instrumen ke dalam berbagai bahasa. (Roper,
Ben-Porath dan Butcher, 1991, 1995).

2. CPI (Inventori Psikologis California)

CPI dikembangkan secara khusus pada populasi orang dewasa. Dalam revisi terakhir CPI terdiri dari 434
butr soal yang harus dijawab “Benar” atau “Salah” dan menghasilkan skor pada 20 skala (Gough dan
Bradly, 1996). CPI pada awal diterbitkan tahun 1956. Pada awalnya terdiri dari 480 butir soal, diturunkan
menjadi 462 butir soal dan terakhir 434 butir soal

3. PIC (Inventaris Kepribadian untuk Anak)

Dikembangkan melalui 20 tahun riset oleh sekelompok peneliti di Universitas Minnesota yang secara
mendalam terpengaruh oleh dasar pemikiran dan penggunaan klinis [Link] dirancang untuk anak
dan remaja usia 3 sampai 16 tahun. PIC awalnya terdiri dari 600 butir soal, yang dikelompokkan ke
dalamtga skala validitas (skala kebohongan, skala frekuensi dan skala sikap defensif), sebuah skala
penyaringan umum dan 12 skala klinis. PIC direvisi menjadi PIC-R dan jumlah butir soalnya dikurangi dari
600 butir soal menjadi 420. PIC-R bukanlah laporan inventori diri melainkan inventori perilaku teramat.
(hasil pelaporan orang tua). Inventori Kepribadian untuk Remaja (PIY) (Lachar dan Gruber, 1993), terdiri atas
280 butr soal yang direvisi menjadi 270 butr soal, dikembangkan sebagai ukuran laporan diri yang
sejajar dengan PIC-R.

Kedua alat ini menyediakan seperangkat alat multidimensi terpadu yang secara khusus dirancang untuk
digunakan pada anak-anak dan remaja.

4. 16 PF (Kuesioner Enam Belas Faktor Kepribadian)

Disusun oleh : Catell dan rekan-rekan kerjanya yang sekarang sudah memasuki edisi kelima (1993).
Pertama kali diterbitkan tahun 1949. 16 PF (kuesioner Enam Faktor Kepribadian)

16 PF dirancang untuk umur 16 tahun ke atas dan menghasilkan 16 skor dalam ciri-ciri, seperti:
keberanian sosial, dominasi, kewaspadaan, stabilitas emosional, dan kesadaran peraturan.

5. MCMI (Inventori Multaksial Klinis Millon)

Mengikut tradisi MMPI dan dirancang untuk maksud yang sama. MCMI-III-Million, Million dan Davis,
1994) Diterbitkan pertama kali tahun 1977. Belakangan dikembangkan menjadi 2. Salah satunya
adalah Million Adolescent Clinical Inventory (MACI-Million, Million dan Davis, 1993) digunakan untuk
anak usia 13 dan 19 tahun dalam lingkup klinis. Sedangkan Million Index of Personality Styles (MIPS-
Jutaan, 1994) untuk orang dewasa.

6. EPPS (Jadwal Preferensi Pribadi Edward)

Dirancang untuk menaksir sistem kebutuhan nyata dikemukakan oleh Murray dan rekan-rekannya di
Klinik Psikologi Harvard (Murray, dkk., 1938) Yang akhirnya dibuatlah Edward Preferensi Pribadi
Jadwal (EPPS-Edward, 1959). Dimulai dari 15 kebutuhan yang berasal dari daftar Murray. Inventori ini
terdiri atas 210 pasang pernyataan dimana butir soal dari 12 skala lainnya.

EPPS perlu direvisi untuk menghapus kelemahan teknis terkait butir soal dan interpretasi skornya. Aspek
needyang diungkap, diantaranya;

– Kemampuan untuk berprestasi

– Kemampuan beradaptasi

– Kemampuan menunaikan tugas

– Kebutuhan untuk menunjukkan diri

– Kebutuhan untuk mandiri


– Kebutuhan untuk berempat

– Kebutuhan perhatian terhadap sesama

– Kebutuhan akan hubungan sosial

– Keinginan untuk memimpin

– Keinginan untuk kompromi

– Kebutuhan memberikan perhatian

– Kebutuhan akan stimulasi dari luar

– Kemampuan menghadapi berbagai rintangan

– Kebutuhan memberikan perhatian dari lawan jenis

– Kebutuhan untuk bertentangan dengan orang lain

Cukup banyak sekali aspek yang diungkap EPPS, namun pada dasarnya tes ini akan dikelompokan
menjaditga aspek, yaitusikap kerja, aspek sosial,danaspek emosi.

7. PRF (Formulir Penelitian Kepribadian) (Costa dan McCrae, 1988)

PRF mencontoh pendekatan Douglas N Jackson terhadap pengembangan tes kepribadian. Tersedia
dalam lima pilihan berbeda, termasuk dua rangkaian form paralel (A,B dan AA, BB) dari 300 dan 400
butr soal. Teknik analisis lebih canggih menggunakan komputer terdiri dari 352 butr soal dari butr-butr
soal terbaik. Sepertinstrumen kepribadian lainnya PRF mengambil teori kepribadian Murray sebagai
ttk tolak.

8. Inventori Kepribadian Dasar Jackson

Jackson Personality Inventory Revised (JPI-R) dikembangkan setelah PRF melalui prosedur penyusunan
skala yang sama dengan PRF namun lebih sempurna (Jackson, 1976, 1994a) Jackson menggunakan
standar ketat yang sama pada penyusunan Basic Personality Inventory (BPI-Jackson, 1989a). BPI sudah
tampak menjanjikan untuk digunakan secara klinis pada bidang kenakalan remaja (Holden & Jackson,
1992)

9. TAT (Tes Appersepsi Tematik)

Pertama kali dikembangkan oleh Henry Murray dan stafnya di Harvard Psychological Clinic (Murray, et.
al., 1938). Materi-materi TAT terdiri dari 19 kartu yang memuat gambar-gambar kabur dalam warna
hitam dan putih serta kartu kosong. Responden diminta mengarang cerita sesuai dengan gambar.
Menceritakan apa yang mengarah pada peristiwa sebagaimana tergambar dalam gambar itu.
mendeskripsikan apa yang terjadi waktu itu, kemudian membuat cerita tentang hal itu.
TAT telah disiapkan dalam survei atas sikap buruh, kelompok minoritas, otoritas dsb.(D.T. Campbell,
1950; R Harrison, 1965). Dalam perkembangannya tes yang lebih baru dikembangkan, Appercepton Tes
untuk Anak-Anak (RATC)oleh (Mc Arthur dan Roberts, 1982), masih dalam bentuk kartu gambar. RATC
menyediakan 16 kartu stimulasi. Gambar-gambar itu dipilih untuk melukiskan situasi antarpribadi yang
telah dikenal dimana ada anak-anak dalam hubungannya dengan orang dewasa atau anak-anak
lainnya.

SII (Inventaris Minat Kuat)

Pertama kali diterbitkan pada tahun 1927, dengan nama Strong Vocational Interest Blank (SVIB). SII
pertama dirumuskan oleh E.K. [Link]., ketika sementara menghadiri seminar pascasarjana pada tahun
1919-1920. SII dewasa ini terdiri dari 317 butir soal yang dikelompokkan dalam delapan bagian. Dalam
kelima bagian pertama, responden mencatat preferensinya dengan membuat tanda S, TT, TS, untuk
mengindikasikan "Suka", "Tidak Tahu", "Tidak Suka". Butr-butr soal dalam lima bagian ini masuk dalam
kategori-kategori berikut; pekerjaan, mata pelajaran sekolah, aktvitas (Misalnya, membuat pidato,
memperbaiki jam atau mencari dana untuk kegiatan amal), aktivitas waktu luang, dan kontak sehari-hari
dengan berbagai jenis orang (misalnya, orang yang amat tua, perwira atau orang yang hidupnya dekat)
bahaya). Dua bagian tambahan meminta responden menyatakan pilihan diantara aktivitas-aktivitas
pasangan, misalnya berurusan dengan barang versus berurusan dengan orang dan antara semua
pasangan yang mungkin dari empat butir soal dari dunia kerja yaitu gagasan, data, barang dan orang.
Pada akhirnya, satu bagian inventori meminta responden untuk memberi tanda pada satu rangkaian
pernyataan yang menggambarkan diri sendiri ”Ya”, ”Tidak”, atau ”?”.

2. Survei Minat Vokasional Jackson (JVIS)

JVIS diseleksi untuk mendapatkan perhatian khusus — pertama, karena JVIS merupakan contoh dari
prosedur penyusunan tes canggih dan kedua, karena dalam berbagai aspek, pendekatannya berlawanan
secara tajam dengan diikutdalam SII. Inventori ini menggunakan area minat yang luas dalam
pengembangan butir soal dan sistem penentuan skor. Dalam inventori Strong, sebagian butir soal
adalah butir soal Suka, Acuh Tak Acuh, atau Tidak Suka yang ditandai secara terpisah oleh responden.
Selain itu, butir soal Inventori Strong merupakan butir soal bertipe pilihan-terbatas.

Sebagaimana dalam pengembangan Personality Research Form dan Jackson Personality Inventory,
Langkah pertama dalam pengembangan JVIS adalah merumuskan konstruk-konstruk atau dimensi.
dimensi yang harus diukur. Ada dua jenis dimensi, yaitu dipilih berdasarkan penelitan yang
dipublikasikan tentang psikologi kerja, dan analisis faktor serta klasifikasi rasional atas butir soal minat
pekerjaan. Salah satunya dirumuskan yang berkaitan dengan peran kerja (berhubunga dengan pekerjaan
atau yang dilakukan seseorang pada pekerjaan) dan dengan gaya kerja (merujuk pada preferensi-
preferensi untuk lingkungan kerja atau situasi dimana perilaku tertentu diharapkan.

Bentuk final JVIS memuat 34 skala minat dasar, yang mencakup 26 peran kerja dan 8 gaya kerja.
Inventori ini dirancang agar dapat diterapkan pada kedua jenis kelamin, meskipun tersedia norma-
norma persentil terpisah untuk sub-sub kelompok wanita dan pria. JVIS bisa diberi skor secara manual
dengan cepat dan mudah untuk 34 skala. Akan tetapi, pilihan-pilihan penentuan skor berbasis komputer
yang ada menggunakan nrma-norma paling baru dan menyediakan berbagai analisis skor tambahan
entah dalam laporan naratif lebih luas yang baru direvisi. Misalnya, laporan-laporan berbasis komputer
mencakup skor-skor yang diturunkan dari analisis faktor atas 34 skala minat dasar. Skor-skor ini yang
dibuat menurut model enam tema Holland, mencakup 10 Tema Pekerjaan Umum: Ekspresif, Logis,
Bersifat Menyelidik, Praktis, Tegas, Sosial, Bersifat Membantu, Konvensional, Bersifat Wirausaha, dan
Komunikatif.

Sejumlah peninjau telah mengemukakan bahwa perumusan JVIS mungkin terlalu canggih bagi siswa
sekolah menengah ([Link],1989;[Link],1989).

3. KPR-V (Catatan Preferensi Kuder-Vokasional)

Inventori ini dikembangkan oleh George Frederick Kuder. Tes ini terdiri dari sebuah buku yang berisi
pertanyaan-pertanyaan dan sebuah lembar jawaban. Bentuk pertanyaannya adalah Pilihan Terpaksa
merespons dan Skala Preferensi Vokasional Homogen, di mana setiap pertanyaan terdiri dari tiga
pilihan jawaban. Jumlah total pertanyaan adalah 168 pertanyaan. Tes ini dapat disajikan baik secara
individual maupun klasikal dan waktu penyajiannya tidak dibatasi, tetapi biasanya dapat diselesaikan
selama 40-60 menit. Tes ini tersedia dalam 3 format, yaitu:

[Link] Pensil dan Kertas yang dinilai dan diprofil oleh peserta tes sendiri.

Versi penilaian sendiri menggunakan halaman Step-down dengan alas jawaban karbon multipart dan
mencakup profil untuk catatan hasil, dengan beberapa halaman dari interpretasi kata-kata. Tes ini
ditempatkan pada Kuder Form C.

Versi Pencil and Paper yang dikembalikan kepada penerbit untuk dinilai.

Format ini dinilai dan dilaporkan oleh NCASI dalam 24 jam setelah menerima survei dengan lengkap.
Lembar jawaban dengan lima jawaban yang salah menerima catatan pada lembar laporan, tetapi lembar
jawaban dengan lebih dari lima jawaban akan dikembalikan untuk perbaikan.

3. Inventaris Berbasis Internet, yang merupakan komponen dari Sistem Perencanaan Karir Kuder.

Administrasi melalui internet berdasarkan tersedia dalam bahasa Inggris atau Spanyol melalui website
[Link] ini memberikan administrasi bebas kesalahan (program jawabantidak akan menerima
jawaban yang salah), dan tersedia 24 jam sehari, yang dinilai seketka itu juga dari beberapa lokasi:
rumah, sekolah atau kantor.

Tes Kuder bertujuan agar dapat digunakan sebagai bahan interpretasi diri terhadap minat-minat yang
ada dalam diri individu, sebagai penentu minat yang akan dikembangkan di masa depan, sebagai tolak
ukur untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki, dan dapat mengetahui kesamaan pilihan dengan
individu lainnya yang mempunyai aspek yang berbeda.
Penilaian pada tes Kuder ini dapat dipakai untuk usia remaja sampai dewasa. Hasil penilaian minat
secara khusus makin reliabel dengan bertambahnya usia. Reliabilitas yang rendah pada usia remaja
Disarankan agar tes Kudertdak dengan mudah memilih tujuan karir, sebaliknya tes ini lebih baik.
digunakan untuk mendukung pengembangan konsep diri, untuk menekankan kegunaan perencanaan
karir, untuk mendukung petunjuk pada eksplorasi dan keputusan karir, dan mungkin untuk
memprioritaskan enam karir utama.

Dalam skoring, tes ini berpatokan pada Verifikasi (V) sebagai suatu set kejujuran dan kecermatan dalam
memberikan jawaban. Hal ini berkait dengan tes minat sebagai sarana pengukuran kemampuan non-
kognitif yang memiliki kelemahan yang sukar dihindari, berupa kemungkinan subjek memberikan
jawaban yang tidak sesuai dengan dirinya, namun merupakan jawaban yang diinginkan oleh orang lain
misalnya ketika individu lain yang melakukan tes yang seharusnya dilakukan sendiri.

Skor verifikasi maksimal 44— atau lebih tepatnya 38-44—, jadi jika jumlahnya kurang atau lebih maka
skor pada subtes lainnya patut diragukan. Hal ini dapat dicek dan dicari sebabnya:

Jika skor V lebih dari 44 berarti ada yang salah dalam mengisi jawaban, yakni kelebihan tanda
silang.

2) Jika skor V antara 33-37 berarti subjek memberikan tanda silang secara sembrono atau subjek tidak
jujur dalam memberikan jawaban, namun terdapat pula kemungkinan bahwa pilihan subjek sedemikian
spesifik, sehingga subjek dapat digolongkan dalam golongan individu dengan pola minat yang
menyimpang.

3) Jika skor V kurang dari 32 atau sama dengan 32 berarti subjek memberikan tanda silang terlalu
sedikit, oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang pada 2 hal, yakni:

1 Apakah subjek benar-benar memahami petunjuk cara mengerjakan tes.

2 Apakah subjek mengalami kesalahan dalam memahami kata, istilah ataupun kalimat pada tes
minat.

Tes minat Kuder pada awalnya adalah Kuder Preference Record-Vocational. Pertama, Kuder
menggunakan butir-butir soal terangkai pilihan-terbatas, dengan responden mengindikasikan yang
mana dari kegiatan itu yang paling disukai dan mana yang paling kurang disukai. Kedua, skor-skor
diperolehtdak untuk pekerjaan tertentu, melainkan untuk 10 bidang minat yang luas, yaitu Diluar
Ruangan, Mekanis, Pekerjaan, Ilmiah, Persuasif, Artstk, Sastra, Musik, Kerja Sosial dan Administrasi.
Butr-butr soal untuk masing-masing skala dirumuskan dan secara tentatif dikelompokkan atas dasar
validitas isi, seleksi butir soal final didasarkan pada konsistensi internal dan korelasi rendah dengan
skala-skala lainnya.

Tes minat Kuder ini dapat digunakan pada tingkat umur yang berbeda, yaitu:

* Survei Minat Umum Kuder (KGIS)


KGIS dikembangkan kemudian sebagai revisi dan perluasan kebawah dari Kuder Preference Record-
Vocational. KGIS didesain untuk anak-anak usia 6 sampai 12 tahun dengan bahasa yang sederhana.
menghabiskan waktu selama 45-60 menit untuk diselesaikan dan terdiri atas 168 kelompok pernyataan
yang menjelaskan beragam aktivitas mana yang paling disukai dan mana yang kurang disukai.

Dalam pengembangannya tes ini telah menggunakan norma gender agar bias yang terjadi pada hasil tes
antara laki-laki dan perempuan dapat dikurangi, dan norma pemisahan dibagi dalam 4 kelompok respon
yakni anak laki-laki dan perempuan pada umur 6-8 tahun dan pada umur 9-12 tahun. Hasil tes minat
dapat membantu membedakan perbedaan minat jelas yang terjadi antara laki-laki dan perempuan
dimana anak laki-laki memiliki skor rata-rata tertinggi di bidang mekanik, perhitungan, persuasif, dan
science. While girls tend to have the highest average scores in the field
seni, musik, sastra, pelayanan sosial dan administrasi.

* Kuesioner Minat Pekerjaan Kuder (KOIS)

KOIS ini didesain untuk usia dewasa dan menghabiskan waktu selama 30-40 menit untuk diselesaikan
dan terdiri atas 100 item pertanyaan yang menjelaskan beragam aktivitas dari yang paling disukai dan
yang kurang disukai. Dalam pengembangannya tes ini telah menggunakan perbandingan kepuasan
pekerjaan antara individu yang sudah merasa puas dengan pekerjaannya dan yang merasa kurang puas
dengan pekerjaan mereka, begitu juga dengan mahasiswa padatngkat pilihan studi terfavoritnya. Skor
yang diperoleh responden pada skala minat ini dijadikan sebagai korelasi antara pola minatnya dan
pola minat kelompok pekerjaan tertentu, dimana skor ini tersedia untuk 109 kelompok pekerjaan khusus
bagi responden pekerja yang meliputi ahli kecantikan, pengacara, bahkan ahli kimia, serta 40 jurusan
universitas.

4. Inventarisasi Penilaian Karir (CAI)

Sekarang tersedia dua versi CAI, yaitu Versi Vokasi (VV) dan Versi Ditingkatkan (EV).
Deskripsi dalam bagian ini adalah VV. Meskipun EV sangat serupa dalam struktur, adalah instrumen
yang sama sekali terpisah (Johannson,1986) yang dapat diterapkan pada banyak dan rentang pekerjaan
yang lebih luas, mencakup banyak yang memerlukan pendidikan lewat sekolah menengah.

CAI pertama kali dikeluarkan pada tahun 1975, CAI (Johannson,1984) secara dekat mengikuti pola
inventori Strong. Akan tetapi, berbeda dari kebanyakan inventori minat, CAI dirancang secara khusus
untuk para pencari karir yang tidak memerlukan pendidikan universitas selama empat tahun atau
pelatihan profesional lebih lanjut. CAI berfokus pada pekerjaan yang melibatkan keterampilan, pekerjaan
teknis, dan pekerjaan jasa.

Contoh dari skala-skala pekerjaan yang sekarang tersedia antara lain montir pesawat, petugas kesehatan
gigi, petugas kafetaria, programer komputer, dan perawat terdaftar. Ke-305 butir soal inventori
dikelompokkan di bawah tiga kategori isi yaitu aktivitas, mata pelajaran, dan pekerjaan. Masing-masing
butr menyediakan lima pilihan respons, dari ”sangat suka” sampai ”sangat tak suka”. Ditulis untuk
Tingkat membaca kelas 6, CAI juga bisa digunakan pada orang-orang dewasa yang memiliki keterampilan
membaca yang buruk. Sepertinventori Strong, CAI menyediakan skor padatgatpe skala utama,
termasuk 6 skala Tema Umum Holland, 22 skala Bidang Minat Dasar homogen, dan 91 skala pekerjaan.
Indeks administratif dan empat akala non-pekerjaan juga termasuk di dalamnya. Semua pengumpulan
data dan analisis statistik dijalankan secara terpisah dari inventori ini. Kecuali skala Tema Umum, skala-
skala tertentu yang dikembangkan dalam masing-masing kategori ini adalah khusus untuk CAI.

5. Kertas Minat Rothwell Miller (RMIB)

Menurut sejarahnya, tes ini disusun pertama kali oleh Rothwell pada tahun 1947. Saat itu tes tersebut
hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958 tes
diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. sejak saat itu tes minat ini dinamakan tes minat
Rothwell Miller.

Tes ini berbentuk blanko/formulir yang berisikan daftar pekerjaan yang disusun dalam 9
kelompok, dengan kode huruf A sampai I, serta dibedakan untuk kelompok pekerjaan pria dan
wanitanya. masing-masing kelompok pekerjaan tersebut terdiri atas 12 jenis pekerjaan, yang mewakili 9
kategori pekerjaan yang akan diukur dalam tes ini. Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur minat
seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide stereotipe terhadap
pekerjaan yang bersangkutan.

Tes Rothwell Miller dapat diberikan kepada testee secara perorangan maupun klasikal. Instruksi
Biasanya sudah terdapat dalam balangko sehingga bagi testee yang sudah dewasa dapat diinstruksikan.
untuk membaca sendiri, kecuali untuk orang dewasa dengan intelegensi rendah (Dull-normal). Bagi
testee dull-normal, dianggap kemampuannya untuk memahami, instruksi tes yang tertulis sehingga
perlu diberikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya dengan tepat. Bahkan kadang masih
harus dilengkapi dengan memeriksa pekerjaannya setiap saat untuk mencegah kemungkinan berbuat
kesalahan.

Secara umum prinsip administrasi tes ini adalah:

1 Menginstruksikan kepada testee untuk mengisi identitas di lembar blanko.

2 setelah itu, testee diinstruksikan untuk membuat rangking dan daftar pekerjaan yang tersedia
di dalam formulir tes. Ranking dimulai dari nomor 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu
kelompok, dan berakhir dengan nomor 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, terlepas dari besar
kecilnya gaji ataupun keberhasilan/kegagalan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

3 Tanyakan apakah testee sudah jelas/belum tentang tugasnya. Bila sudah jelas dapat langsung
Mengerjakan tes tetapi bila testee belum jelas, jelaskan lagi tentang tugas testee.

4 Tekankan pada peserta ujian agar jangan ada yang terlewat.

5 setelah testee menyelesaikan tugasnya (merangking dari kelompok A sampai dengan kelompok I)
kemudian instruksikan untuk menuliskan 3 jenis pekerjaan yang tidak disukainya, tidak harus sama
dengan pekerjaan yang terdapat dalam daftar.
6 Pada dasarnya waktu untuk mengerjakan tes tidak dibatasi, namun biasanya orang dewasa normal
dapat menyelesaikan tes ini dalam waktu 20 menit.

7 Sebelum dikumpulkan, testee diminta untuk mengecek pekerjaannya, apakah terdapat kesalahan.
merangking atau tidak.

NILAI INVENTORI

Studi Nilai

Tes ini berupa suatu inventori kepribadian yang berstruktur.

Inventori kepribadian yang berstruktur ini terdiri dari pertanyaan-pertanyaan

atau pernyataan-pernyataan tertentu yang hanya ada satu jawaban tertentu. Inventori Nilai
bertujuan untuk mengungkap

enam dasar minat dan motf dalam kepribadian yang relatif menonjol

yaitu teoritis, ekonomis, estetik, sosial, politik, dan religius.

Anda mungkin juga menyukai