Strategi Keperawatan Harga Diri Rendah
Strategi Keperawatan Harga Diri Rendah
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
4. Tindakan Keperawatan
Bantu pasien menilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini ( pilih dari
buat daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat ini
Bantu pasien menyebutkan dan memberi penguatan terhadap kemampuan
diri yang diungkapkan pasien
1. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
Assalamualaikum bu, perkenalkan nama saya Belia Elfitriyani senang dipanggil abel,
saya mahasiswa keperawatan dari Universitas Andalas Padang, saya akan merawat ibu dari
jam 8 pagi sampai jam 2 siang nanti. Nama ibu siapa?, senang dipanggil apa?
b) Evaluasi/ Validasi :
How does the mother feel this morning?, oh so the mother feels useless if
dirumah?
Kontrak
Topik
Baiklah, bagaimana kalau kita membicarakan tentang perasaan ibu dan kemampuan
yang ibu miliki? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat ibu dilakukan.
Setelah kita nilai, kita akan pilih beberapa kegiatan untuk kita latih.
Waktu
tempat
2. Fase Kerja
Sebelumnya saya ingin menanyakan tentang penilaian ibu terhadap diri ibu, tadi ibu
saya merasa tidak berguna kalau di rumah. Apa yang menyebabkan ibu merasa
demikian?
Jadi ibu merasa telah gagal memenuhi keinginan orang tua ibu, apakah ada hal lain
yang tidak menyenangkan yang ibu rasakan?
Wah bagus sekali ada 5 kemampuan dan kegiatan yang ibu miliki. Nah
sekarang dari lima kemampuan yang ibu miliki mana yang masih dapat dilakukan di rumah
sakit? Coba kita lihat yang pertama bisa bu? Yang kedua bu? ( sampai yang kegiatan yang
Bagus sekali, ternyata ada empat kegiatan yang masih dapat ibu lakukan di rumah
sakit.
Nah dari keempat kegiatan yang telah dipilih untuk dikerjakan di rumah sakit,
Mana yang dilatih hari ini? Baik, mari kita latihan merapikan tempat tidur, tujuannya agar
Ibu dapat meningkatkan kemampuan merapikan tempat tidur dan merasakan manfaatnya.
Dimana kamar ibu?
Nah kalau kita akan merapikan tempat tidur, kita pindahkan dulu bantal dan
selimutnya, kemudian kita angkat seprainya dan kasurnya kita balik. Nah sekarang kita
Pasang lagi seprainya. Kita mulai dari arah atas ya bu. Kemudian bagian kakinya, tarik dan
masukan, lalu bagian pinggir dimasukan, sekarang ambil bantal, rapikan dan letakkan
dibagian atas kepala. Mari kita lipat selimut. Nah letakkan dibagian bawah. Bagus.
Menurut ibu, bagaimana perbedaan tempat tidur setelah dibersihkan dibandingkan tadi?
sebelum dibersihkan?
3. Fase Terminasi
a) evaluasi_subjektif
b) Evaluasi objektif :
Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah merapikan tempat tidur? Bagus.
Sekarang mari kita masukkan dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu
melakukannya? Bagus 2 kali…pagi-pagi setelah bangun tidur dan jam 4 setelah istirahat
siang. Jika ibu melakukannya tanpa diingatkan perawta ibu beri tanda M, tapi kalau ibu
merapikan tempat tidur dibantu atau diingatkan perawat ibu beri tanda B, tapi kalau ibu
tidak melakukannya ibu buat T.
Kontrak
Topik
Baik, besok saya akan kembali lagi untuk melatih kemampuan ibu yang kedua.
Waktu
Tempat :
Tempatnya dimana ibu? Bagaimana kalau disini saja, jadi besok kita ketemu lagi.
disini jam 10 ya w. Assalamualaikum ibu.
SP II HARGA DIRI RENDAH (HDR)
1. Fase orientasi
· Salam terapeutik
Assalamualaikum ibu. Apakah ibu masih ingat dengan saya? Sesuai janji saya
Kemarin saya datang lagi.
· Evaluasi / validasi :
How does mother feel this morning? How about the negative feelings that mother
rasakan? Bagus sekali berarti perasaan tidak berguna yang ibu rasakan sudah berkurang.
How about tidying up his bed? Can I see his bedroom?
Tempat tidurnya rapi sekali.
Now let's take a look at the schedule, wow it turns out that mother has been doing activities
Merapikan tempat tidur sesuai jadwal, lalu apa manfaat yang Ibu rasakan dengan melakukan
kegiatan merapikan tempat tidur secara terjadwal?
· Kontrak
Topik :
Sekarang kita akan lanjutkan latihan kegiatan yang kedua. Hari kita mau
latihan cuci piring kan?
Waktu
Tempat :
Baik, sebelum mencuci piring, kita persiapkan dulu perlengkapan untuk mencuci.
Piring. Menurut ibu, apa saja yang perlu kita siapkan saat mencuci piring? Ya, bagus.
jadi sebelum mencuci piring kita perlu menyiapkan alatnya yaitu sabun cuci piring dan
sendok untuk mencuci piring. Selain itu juga tersedia air bersih untuk membilas piring
yang telah kita sabuni
Nah sekarang bagaimana langkah-langkah atau cara mencuci yang biasa ibu
lakukan? Benar sekali, tapi sebaiknya sebelum kita mencuci piring pertama kita bersihkan
pirimng dari sisa-sisa makanan dan kita kumpulkan disuatu tempat atau tempat sampah.
Kemudian kita basahi piring dengan air, lalu sabuni seluruh permukaan piring, dan
kemudian dibilas hingga bersih sampai piringnya tidak teras licin lagi. Kemudian kita
letakkan pada rak piring yang tersedia. Jika ada piring dan gelas, maka yang pertama kali
Kita cuci adalah gelasnya, setelah itu baru piringnya. Sekarang bisa kita mulai bu. Bagus
Sekali, ibu telah mencuci piring dengan cara yang baik. Menurut ibu, bagaimana perbedaan.
Setelah piring dicuci dibandingkan tadi sebelum piring belum dicuci?
3. Fase terminasi
a) Evaluasi subjektif
b) Evaluasi objektif :
Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah mencuci piring yang baik bu? Bagus bu.
Sekarang mari kita masukkan ke dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu
melakukannya? Bagus 3 kali…setelah selesai makan sarapan, siang dan malam ya bu. Jika
ibu melakukannya tanpa diingatkan perawat ibu beri tanda M, tapi kalau ibu mencuci
piring dibantu atau diingatkan perawat ibu beri tanda B, tapi kalau ibu tidak melakukannya
ibu buat T.
Kontrak
topik
Baik, besok saya akan kembali lagi untuk melatih kemampuan ibu yang ketiga.
Waktu
Tempat :
Tempatnya dimana ibu? Bagaimana kalau di sini saja, jadi besok kita ketemu lagi.
disini jam 10 ya w. Assalamualaikum ibu.
SP III HARGA DIRI RENDAH (HDR)
4. Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Assalamualaikum ibu. Apakah ibu masih ingat dengan saya? Sesuai janji saya
Kemarin saya datang lagi.
b. Evaluasi / validasi :
How does mother feel this morning? How about the negative feelings that mother...
Rasakan? Bagus sekali berarti perasaan tidak berguna yang ibu rasakan sudah berkurang.
How about the schedule? May I see it, ma'am? The one who makes the bed.
sudah dikerjakan. Bagus sekali, boleh saya lihat kamar tidurnya? Tempat tidurnya rapi
once.
Untuk mencuci piringnya sudah dikerjakan sesuai jadwal, coba kita lihat tempat
cuci piringnya? B ersing sekali tidak ada piring dan gelas yang kotor, semua sudah rapi di
rak piring. wah ibu luar biasa semua kegiatan dikerjakan sesuai jadwal
Lalu apa manfaat yang ibu rasakan dengan melakukan kegiatan secara terjadwal?
Kontrak :
Topik :
Sekarang kita akan lanjutkan latihan kegiatan yang ketiga. Hari ini kita mau
latihan menyapu kan? Tujuan pertemuan pagi ini adalah untuk berlatih menyapu sehingga
Ibu dapat menyapu dengan baik dan merasakan manfaat dari kegiatan menyapu
Waktu
5. Fase kerja
Baik menurut ibu, apa saja yang kita perlukan untuk menyapu lantai?, bagus sebelum
Sebelum kita mulai menyapu, kita perlu menyiapkan sapu dan pengki. Bagaimana cara menyapu?
Apa yang biasanya ibu lakukan? Yah bagus jadi menyapu kita lakukan dari arah sudut ruangan.
Menyapu juga dilakukan di bawah meja dan kursi, bila perlu meja dan kursinya digeser.
agar dapat menyapu pada bagian lantainya dengan lebih bersih. Begitu juga untuk dibawah
Kolong tempat tidur perlu disapu. Mari kita mulai berlatih bu?
Ya bagus sekali ibu menyapu dengan bersih. Menurut ibu bagaiman perbedaan
setelah ruangan ini disapu dibandingkan tadi sebelum disapu?
6. Fase terminasi
· Evaluasi subjektif :
· Evaluasi objektif :
Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah menyapu yang baik bu? Bagus bu.
Sekarang mari kita masukkan dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu
melakukannya? Bagus 2 kali…jam berapa ibu mau melakukannya, jadi ibu mau
melakukannya jam 8 pagi dan jam 5 sore. Jika ibu melakukannya tanpa diingatkan perawat
Ibu beri tanda M, tapi kalau ibu mencuci piring dibantu atau diingatkan perawat ibu beri
tanda B, tapi kalau ibu tidak melakukannya ibu buat T.
Kontrak
Topik
Baik, besok saya akan kembali lagi untuk melatih kemampuan ibu yang keempat.
Waktu
tempat
Tempatnya dimana ibu? Bagaimana kalau disini saja, jadi besok kita ketemu lagi.
disini jam 10 ya w. Assalamualaikum ibu.
SP IV HARGA DIRI RENDAH (HDR)
7. Fase orientasi
a) Salam terapeutik
Assalamualaikum ibu. Apakah ibu masih ingat dengan saya? Sesuai janji saya
Kemarin saya datang lagi.
b) Evaluasi / validasi :
How does mother feel this morning? How about the negative feelings that mother
Rasakan? Bagus sekali berarti perasaan tidak berguna yang ibu rasakan sudah berkurang.
How about the schedule? Can I see it ma'am? The one who is tidying the bed
Sudah dikerjakan. Bagus sekali, boleh saya lihat kamar tidurnya? Tempat tidurnya rapi.
once.
Untuk cuci piringnya sudah dikerjakan sesuai jadwal, coba kita lihat tempat
cuci piringnya? Bagus bersih sekali tidak ada piring dan gelas yang kotor, semua sudah
rapi di rak piring.
How about sweeping? The floor of mom's room is also clean, wow
Ibu luar biasa semua kegiatan dikerjakan sesuai jadwal
lalu apa manfaat yang ibu rasakan dengan melakukan kegiatan secara terjadwal?
· Kontrak :
Topik
Sekarang kita akan lanjutkan latihan kegiatan yang keempat. Hari ini kita mau
latihan mencuci pakaian kan? Tujuan pertemuan pagi ini adalah untuk berlatih menyapu
sehingga ibu dapat mencuci pakaian dengan baik dan merasakan manfaat dari kegiatan
sweeping
Waktu
Tempat :
8. Fase kerja
Baik menurut ibu, apa saja yang kita perlukan untuk mencuci pakaian?, bagus
Sebelum mulai kita menyapu, kita perlu menyiapkan ember, deterjen, dan gundar kain.
Bagaimana cara mencuci pakaian yang biasa ibu lakukan? Yah bagus jadi sebelum kita
mencuci pakaian kita pisahkan pakaian yang berwarna dengan pakaian putih, kemudian
masukkan deterjen secukupnya disesuaikan dengan jumlah baju dan tambahkan air sampai
adanya busa, masukan pakaian yang kotor tadi rendam 10-15 menit. Setelah 10-15 menit
kucek pakaian sampai bersih, apabila ada noda yang tidak mau dikucek maka ibu bisa
menggunakan gundar. Kemudian bilas pakaian sampai busanya hilang kemudian pakaian
bisa dijemur. Ayo kita cobakan bu Ya bagus sekali ibu mencuci pakaian dengan bersih.
Menurut ibu, bagaimana perbedaan pakaian setelah dicuci dibandingkan tadi sebelum.
dibersihkan?
9. Fase terminasi
a) Evaluasi subjektif :
b) Evaluasi objektif :
Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah mencuci yang baik bu? Bagus bu.
Sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu
melakukannya? Bagus 2 kali seminggu…hari apa saja ibu mau melakukannya ,jadi ibu
Mau melakukannya hari Rabu dan Minggu? Jika ibu melakukannya tanpa diingatkan perawat.
ibu beri tanda M, tapi kalau ibu mencuci piring dibantu atau diingatkan perawat ibu beri
tanda B, tapi kalau ibu tidak melakukannya ibu buat T.
Kontrak
Topik
Baik, besok saya akan kembali lagi untuk berbicara tentang kebersihan diri ibu ya.
Waktu
tempat
Tempatnya dimana ibu? bagaimana kalau disini saja, jadi besok kita ketemu lagi
disini jam 10 ya w. Assalamualaikum ibu.
STRATEGI PELAKSANAAN
PADA PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
A. Proses Keperawatan
Kondisi Klien
Data subjektif:
Klien mengatakan malas berinteraksi dengan orang lain.
Klien mengatakan orang-orang jahat dengan dirinya
Klien merasa orang lain tidak selevel.
Data objektif:
Klien tampak menyendiri
Klien terlihat mengurung diri
Klien tidak mau bercakap-cakap dengan orang lain.
2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial
4. Tindakan Keperawatan
[Link] hubungan saling percaya
[Link] penyebab isolasi sosial pasien
[Link] dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain.
[Link] dengan pasien tentang kerugian berinteraksi dengan orang lain
[Link] pasien cara berkenalan dengan satu orang
[Link] pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang
lain dalam kegiatan harian
B. Strategi Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi Bu! Perkenalkan nama saya Zian Faizah, biasa dipanggil Zian, saya
mahasiswa poltekkes depkes jakarta III. Saya praktek disini mulai dari hari ini sampai
tanggal 23 Desember 2010 dari jam 08.00-14.00 WIB. Nama ibu siapa? Senang dipanggil
apa?
b. Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini?
c. Kontrak
Topik
Senang ya bisa berkenalan dengan ibu hari ini, bagaimana kalau kita berbincang-bincang
untuk lebih saling mengenal sekaligus agar ibu dapat mengetahui keuntungan dan kerugian
berinteraksi dengan orang lain?
Waktu
berapa lama ibu punya waktu untuk berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana kalau
15 menit saja?
tempat
di mana ibu mau berbincang-bincang dengan saya? Ya sudah... di ruangan ini saja kita
berbincang-bincang...
Tujuan
Agar ibu dengan saya dapat saling mengenal sekaligus ibu dapat mengetahui keuntungan
berinteraksi dengan orang lain dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
2. Fase kerja
“Ibu”, kalau boleh saya tau orang yang paling dekat dengan ibu siapa? Menurut ibu apa
Keuntungan berinteraksi dengan orang lain
lain? Kalau ibu tidak tahu saya akan memberitahukan keuntungan dari berinteraksi dengan
Orang lain yaitu bapak punya banyak teman, saling menolong, saling bercerita, dan tidak
selalu sendirian. Sekarang saya akan mengajarkan ibu berkenalan. Bagus... ibu dapat
mempraktekkan apa yang saya ajarkan tadi.. bagaiman kalau kegiatan berbincang-bincang
dengan orang lain dimasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian?
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
Evaluasi Subyektif
How does mom feel after our chat earlier?
2. Evaluasi Objektif
coba ibu ceritakan kembali keuntungan berinteraksi dan kerugian tidak berinteraksi
dengan orang lain?
b. Tindak Lanjut
Tadi saya sudah menjelaskan keuntungan dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang.
lain dan cara berkenalan yang benar. Saya harap ibu dapat mencobanya bagaimana
berinteraksi dengan orang lain!
A. Proses Keperawatan
Kondisi Klien
Data subjektif:
Klien mengatakan malas berinteraksi
Klien mengatakan cepat lelah kalau banyak jalan
Data objektif:
Klien menyendiri di kamar
Klien tidak mau melakukan aktivitas di luar kamar
Klien tidak mau melakukan interaksi dengan yang lainnya
2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial: Menarik diri
3. Tujuan
Klien dapat mempraktekkan cara berkenalan dengan orang lain
[Link] memiliki keinginan untuk melakukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang
lain
4. Tindakan Keperawatan
[Link] jadwal kegiatan harian pasien
Memberikan kesempatan kepada pasien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu
orang
[Link] pasien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai
one of the daily activities
B. Strategi Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi Bu! masih ingat dengan saya? Benar ibu! saya suster zian...
b. Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini? Masih ingat dengan yang kemarin saya ajarkan?
c. Kontrak
Topik
sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita akan mempraktekkan bagaimana cara
berkenalan dengan satu...
Waktu
sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, kita akan melakukannya selama 15 menit...
bagaimana menurut ibu?
Tempat
Kesepakatan kita kemarin!! Kita akan melakukannya di teras depan... apakah ibu setuju?
Tujuan
Agar ibu dengan orang lain dapat saling kenal
2. Fase kerja
Sebelum kita berkenalan dengan orang lain, coba ibu perlihatkan kepada saya bagaimana
How to get to know other people? Great... mom can do it well...
sekarang, mari kita melakukannya dengan satu orang yang ibu belum kenal!! Bagus... ibu
dapat mempraktekkan dengan baik dan sesuai dengan apa yang saya ajarkan.. bagaimana
kalau kegiatan berkenalan dengan orang lain yang baru dikenal di masukkan kedalam
jadwal kegiatan harian?
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1. Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang tadi?
Siapa nama orang yang ibu ajak berkenalan tadi?
2. Evaluasi Objektif
klien terlihat berkenalan dengan orang yang baru di kenalnya sebanyak 1 orang
b. Tindak Lanjut
ibu saat saya tidak ada ibu dapat melakukan hal seperti yang ibu lakukan tadi dengan
orang yang belum ibu kenal... kemudian ibu ingat nama yang pernah ibu ajak kenalan atau
Bisa ibu catat di buku saat berkenalan.
c. Kontrak yang akan datang
Topik
baiklah... pertemuan kita cukup sampai disini. Besok kita akan melakukan interaksi/
berkenalan dengan orang lain sebanyak 2 orang atau lebih?
-W aktu
Berapa lama ibu punya waktu untuk interaksi dengan orang lain? Bagaimana kalau besok
kita melakukannya selama 15 menit?
Tempat
di mana ibu bisa melakukannya besok? Ya sudah... bagaimana kalau besok kita
melakukannya di tempat ini lagi?...
Selamat siang ibu!!!
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
data_subjektif
Klien mengatakan sudah dapat berinteraksi dengan orang lain
Klien mengatakan sudah mengajak beberapa untuk berkenalan
Data objektif:
Klien tampak sudah mau keluar kamar
Klien dapat melakukan aktivitas di ruangan
2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial : Menarik diri
3. Tujuan
Klien mampu berkenalan dengan dua orang atau lebih
Klien dapat memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian
4. Tindakan Keperawatan
a. mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. memberikan kesempatan pada klien berkenalan
menganjurkan pasien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian.
B. Strategi Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi Bu! masih ingat dengan saya? Benar ibu! saya suster zian...
b. Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini? Masih ingat dengan yang kemarin ibu lakukan?
c. Kontrak
Topik
Sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini ibu akan melakukan interaksi dengan orang lain.
sebanyak 2 orang atau lebih pada orang yang tidak ibu kenal atau orang baru...
-W aktu
sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, kita akan melakukannya selama 15 menit...
what do you think, ma'am?
Tempat
"kesepakatan kita kemarin!! Kita akan melakukannya di teras... apakah ibu setuju?"
tujuan
Agar ibu dengan orang lain dapat saling kenal dan mempunyai teman yang banyak
2. Fase kerja
Sebelum kita berkenalan dengan orang lain, coba ibu perlihatkan kepada saya bagaimana
How to get to know other people? Great... mother can do it well...
sekarang, mari kita melakukannya dengan orang lain yang ibu tidak kenal sebanyak 2
orang atau lebih!! Bagus... ibu dapat mempraktekkan dengan baik dan mulai berkembang
dalam berinteraksi dengan orang lain.. bagaimana kalau kegiatan berkenalan dengan orang
Apakah ada yang baru dikenal dimasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian?
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1. Evaluasi Subyektif
How does mother feel after our conversation earlier?
Siapa saja nama orang yang ibu ajak berkenalan tadi?
2. Evaluasi Objektif
Klien terlihat berkenalan dengan orang yang baru dikenalnya sebanyak 3 orang.
b. Tindak Lanjut
nah.. saat saya tidak ada, ibu dapat melakukannya hal seperti yang ibu lakukan tadi
dengan orang yang baru ibu kenal... kemudian ibu ingat nama yang pernah ibu ajak
kenalan atau bisa ibu catat di buku saat berkenalan.
c. Kontrak yang akan datang
topik
Baiklah... pertemuan hari ini kita akhiri. Besok kita ulangi apa yang telah kita pelajari dari
Kemarin ya bu.. apakah ibu bersedia?
Waktu
berapa lama ibu mau melakukannya? Bagaimana kalau besok kita melakukannya selama
15 menit?
tempat
di mana ibu bisa melakukannya besok? Baiklah kita melakukannya di sini saja....
selamat siang ibu!!!
STRATEGI PELAKSANAAN PERILAKU KEKERASAN
A. PROSES KEPERAWATAN
1) Pengkajian
a) Data Subyektif :
b) Data Obyektif :
2) Perilaku kekerasan/ngamuk
a. Tujuan
Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa
aman dan nyaman saat berinteraksi dengan saudara. Tindakan yang harus saudara lakukan
Dalam rangka membina hubungan saling percaya adalah:
b) Berjabat tangan
d) Membuat kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu pasien
2. Diskusikan bersama pasien penyebab perilaku kekerasan saat ini dan yang lalu
4. Diskusikan bersama pasien perilaku kekerasan yang biasa dilakukan pada saat
marah secara:
a) verbal
d) terhadap lingkungan
b) Obat
a) Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama
pasien, benar nama obat, benar cara minum obat, benar waktu minum obat, dan benar dosis
obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat
11. Ikut sertakan pasien dalam Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi
mengontrol Perilaku Kekerasan
Membina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab
perasaan marah, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang
dilakukan, akibatnya serta cara mengontrol secara fisik I
ORIENTASI:
Selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Nurhakim Yudhi Wibowo, panggil
Saya Yudi, saya perawat yang dinas di ruangan 9 ini, nama bapak siapa, senangnya
dipanggil apa?
Bagaimana perasaan bapak saat ini?, Masih ada perasaan kesal atau
marah?
KERJA
Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapak stres karena pekerjaan
atau masalah uang(misalnya ini penyebab marah pasien), apa yang bapak
rasakan?”(tunggu respons pasien)
Setelah itu apa yang bapak lakukan? O..iya, jadi bapak marah-marah,
membanting pintu dan memecahkan barang-barang, apakah dengan cara ini stres
Bapak hilang? Iya, tentu tidak. Apakah kerugian cara yang bapak lakukan? Betul, istri
jadi takut barang-barang pecah. Menurut bapak adakah cara lain yang lebih baik?
Maukah bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa
menimbulkan kerugian?
Ada beberapa cara, bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?
Begini pak, kalau tanda-tanda marah tadi sudah bapak rasakan maka bapak
berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan/tiupu perlahan –
lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tarik dari
hidung, bagus.., tahan, dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali. Bagus sekali,
Father can do it now. How does it feel?
Nah, sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu-
waktu rasa marah itu muncul bapak sudah terbiasa melakukannya
TERMINASI
Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah bapak yang
lalu, apa yang bapak lakukan kalau marah yang belum kita bahas dan jangan lupa
latihan napas dalamnya ya pak. 'Sekarang kita buat jadual latihannya ya pak, berapa
kali sehari bapak mau latihan napas dalam?, jam berapa saja pak?
Baik, bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yang lain
untuk mencegah/mengontrol marah. Tempatnya disini saja ya pak, Selamat pagi
SP 2 Pasien: Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik ke-2
ORIENTASI
Selamat pagi pak, sesuai dengan janji saya tiga jam yang lalu sekarang saya
datang lagi
Bagaimana perasaan bapak saat ini, adakah hal yang menyebabkan bapak
marah?
Baik, sekarang kita akan belajar cara mengontrol perasaan marah dengan
kegiatan fisik untuk cara yang kedua
sesuai janji kita tadi kita akan berbincang-bincang sekitar 20 menit dan
Tempatnya di sini di ruang tamu, bagaimana bapak setuju?
KERJA
Jika ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal,
berdebar-debar, mata melotot, selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur
dan bantal
Sekarang mari kita latihan memukul kasur dan bantal. Mana kamar bapak? Jadi
kalau nanti bapak kesal dan ingin marah, langsung ke kamar dan lampiaskan
kemarahan tersebut dengan memukul kasur dan bantal. Nah, coba bapak lakukan, pukul
kasur dan bantal. Ya, bagus sekali bapak melakukannya.
Nah cara inipun dapat dilakukan secara rutin jika ada perasaan marah.
Kemudian jangan lupa merapikan tempat tidurnya
TERMINASI
How does father feel after the anger management practice earlier?
Ada berapa cara yang sudah kita latih, coba bapak sebutkan lagi? Bagus!
Mari kita masukkan kedalam jadual kegiatan sehari-hari bapak. Pukul kasur
Bantal mau jam berapa? Bagaimana kalau setiap bangun tidur? Baik, jadi jam 05.00
pagi. dan jam jam 15.00 sore. Lalu kalau ada keinginan marah sewaktu-waktu gunakan
Kedua cara tadi ya pak. Sekarang kita buat jadwalnya ya pak, mau berapa kali sehari.
bapak latihan memukul kasur dan bantal serta tarik nafas dalam ini?
Besok pagi kita ketemu lagi kita akan latihan cara mengontrol marah dengan
belajar bicara yang baik. Mau jam berapa pak? Baik, jam 10 pagi ya. Sampai
jumpa & istirahat ya pak
ORIENTASI
Selamat pagi pak, sesuai dengan janji saya kemarin sekarang kita ketemu lagi
How about sir, have you done deep breathing exercises and hitting the mattress?
bantal?, apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?
Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara bicara untuk mencegah marah?
KERJA
Sekarang kita latihan cara bicara yang baik untuk mencegah marah. Kalau marah
sudah disalurkan melalui tarik nafas dalam atau pukul kasur dan bantal, dan sudah lega,
maka kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah. Ada tiga caranya pak:
1. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta
tidak menggunakan kata-kata kasar. Kemarin Bapak bilang penyebab marahnya adalah karena
Minta uang sama istri tidak diberi. Coba Bapat minta uang dengan baik: 'Bu, saya perlu
uang untuk membeli rokok.” Nanti bisa dicoba di sini untuk meminta baju, minta obat dan
lain-lain. Coba bapak praktekkan. Bagus pak.
2. Menolak dengan baik, jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin
melakukannya, katakan: ‘Maaf saya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan’.
Coba bapak praktekkan. Bagus pak
TERMINASI
Coba bapak sebutkan lagi cara bicara yang baik yang telah kita pelajari
Bagus sekali, sekarang mari kita masukkan dalam jadwal. Berapa kali sehari bapak
Mau latihan bicara yang baik? Bisa kita buat jadwalnya?
Coba masukkan dalam jadwal latihan sehari-hari, misalnya meminta obat, uang,
dll. Bagus nanti dicoba ya Pak!
Nanti kita akan membicarakan cara lain untuk mengatasi rasa marah bapak yaitu
dengan cara ibadah, bapak setuju? Mau di mana Pak? Di sini lagi? Baik sampai nanti ya
SP 4 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual
dan sosial/verbal
b. Latihan sholat/berdoa
Selamat pagi pak, sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu sekarang saya
datang lagi" Baik, yang mana yang mau dicoba?"
Bagaimana pak, latihan apa yang sudah dilakukan? Apa yang dirasakan?
setelah melakukan latihan secara teratur? Bagus sekali, bagaimana rasa marahnya
Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara lain untuk mencegah rasa marah
yaitu dengan ibadah?
KERJA
Coba ceritakan kegiatan ibadah yang biasa Bapak lakukan! Bagus. Baik,
yang mana mau dicoba?
Nah, kalau bapak sedang marah coba bapak langsung duduk dan tarik napas
dalam. Jika tidak reda juga marahnya rebahkan badan agar rileks. Jika tidak reda
juga, ambil air wudhu kemudian sholat.
Coba Bpk sebutkan sholat 5 waktu? Bagus. Mau coba yang mana? Coba
sebutkan caranya (untuk yang muslim).
TERMINASI
Jadi sudah berapa cara mengontrol marah yang kita pelajari? Bagus.
Mari kita masukkan kegiatan ibadah pada jadual kegiatan bapak. Mau
berapa kali bapak sholat. Baik kita masukkan sholat ....... dan ........ (sesuai
kesepakatan pasien
Coba bapak sebutkan lagi cara ibadah yang dapat bapak lakukan bila bapak
merasa marah
Setelah ini coba bapak lakukan jadwal sholat sesuai jadwal yang telah kita
buat tadi
Besok kita ketemu lagi ya pak, nanti kita bicarakan cara keempat mengontrol
rasa marah, yaitu dengan patuh minum obat.. Mau jam berapa pak? Seperti
sekarang saja, jam 10 ya?
Nanti kita akan membicarakan cara penggunaan obat yang benar untuk
mengontrol rasa marah bapak, setuju pak?
SP 5 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan obat
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien untuk cara mencegah marah yang sudah
dilatih.
b. Latih pasien untuk minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama
pasien, benar nama obat, benar cara minum obat, benar waktu minum obat, dan benar dosis
obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat.
ORIENTASI
Selamat pagi pak, sesuai dengan janji saya kemarin hari ini kita ketemu lagi
How about sir, have you practiced deep breathing, hitting the pillow, talking
yang baik serta sholat?, apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?.
Coba kita lihat cek kegiatannya.
Bagaimana kalau sekarang kita bicara dan latihan tentang cara minum obat yang
benar untuk mengontrol rasa marah?
"Where would be nice for us to chat? How about the place from yesterday?"
Berapa macam obat yang Bapak minum? Warnanya apa saja? Bagus! Jam berapa
Bapak minum? Bagus!
Obatnya ada tiga macam pak, yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya
agar pikiran tenang, yang putih ini namanya THP agar rileks, dan yang merah jambu ini
namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang. Semuanya ini harus
bapak minum 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam.
Jika nanti setelah minum obat mulut bapak terasa kering, untuk membantu
mengatasinya bapak bisa minum air putih yang tersedia di ruangan.
Nanti di rumah sebelum minum obat ini bapak lihat dulu label di kotak obat
Apakah benar nama bapak tertulis di situ, berapa dosis yang harus diminum, jam berapa
saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar? Di sini minta obatnya
pada suster kemudian cek lagi apakah benar obatnya!
Now we will insert the medication schedule into the timetable, sir.
TERMINASI
Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara minum obat
yang benar?
Coba bapak sebutkan jenis obat yang Bapak minum! Bagaimana cara minum
obat yang benar?
Nah, sudah berapa cara mengontrol perasaan marah yang kita pelajari? Sekarang
kita tambahkan jadual kegiatannya dengan minum obat. Jangan lupa laksanakan semua
dengan teratur ya
Baik, besok kita ketemu kembali untuk melihat sejauh mana Anda Bapak melaksanakan.
kegiatan dan sejauhmana dapat mencegah rasa marah. Sampai jumpa
a. Tujuan
b. Tindakan
tanda dan gejala, perilaku yang muncul dan akibat dari perilaku tersebut
b) Ajarkan keluarga untuk memberikan pujian kepada pasien bila pasien dapat
melakukan kegiatan tersebut secara tepat
tanda dan gejala, perilaku yang muncul dan akibat dari perilaku
tersebut)
Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya A K, saya perawat dari ruang Soka
Ini, saya yang akan merawat bapak (pasien). Nama ibu siapa, senangnya dipanggil.
Apa?
KERJA
Bu, apa masalah yang Ibu hadapi dalam merawat Bapak? Apa yang Ibu
lakukan? Baik Bu, Saya akan coba jelaskan tentang marah Bapak dan hal-hal yang
perlu diperhatikan.
Bu, marah adalah suatu perasaan yang wajar tapi bisa tidak disalurkan
dengan benar akan membahayakan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.
Yang menyebabkan suami ibu marah dan ngamuk adalah kalau dia merasa
direndahkan, keinginan tidak terpenuhi. Kalau Bapak apa penyebabnya Bu?
Jika nanti wajah suami ibu tampak tegang dan merah, lalu terlihat gelisah,
itu artinya suami ibu sedang marah, dan biasanya setelah itu ia akan
melampiaskannya dengan membanting-banting perabot rumah tangga atau memukul
atau bicara kasar? Kalau apa perubahan terjadi? Lalu apa yang biasa dia
lakukan?
Nah bu, ibu sudah lihat khan apa yang saya ajarkan kepada bapak bila tanda-
Tanda kemarahan itu muncul. Ibu bisa bantu bapak dengan cara mengingatkan jadwal.
latihan cara mengontrol marah yang sudah dibuat yaitu secara fisik, verbal, spiritual
dan obat teratur”. Kalau bapak bisa melakukannya jangan lupa dipuji ya bu
TERMINASI
Setelah ini coba ibu ingatkan jadual yang telah dibuat untuk bapak ya bu
Bagaimana kalau kita ketemu 2 hari lagi untuk latihan cara-cara yang telah
apakah kita langsung berbicara kepada bapak tadi?
Kemarahan
b) Encourage family members to motivate the patient to take the actions that have been
diajarkan oleh perawat
c) Ajarkan keluarga untuk memberikan pujian kepada pasien bila pasien dapat
melakukan kegiatan tersebut secara tepat
Selamat pagi bu, sesuai dengan janji kita 2 hari yang lalu sekarang kita ketemu
lagi untuk latihan cara-cara mengontrol rasa marah bapak.
Bagaimana Bu? Masih ingat diskusi kita yang lalu? Ada yang mau Ibu tanyakan?
Berapa lama ibu mau kita latihan? Bagaimana kalau kita latihan di sini saja?, sebentar
Saya panggilkan bapak supaya bisa berlatih bersama.
KERJA
Nah pak, coba ceritakan kepada Ibu, latihan yang sudah Bapak lakukan. Bagus
Sekali. Coba perlihatkan kepada Ibu jadwal harian Bapak! Bagus!
Nanti di rumah ibu bisa membantu bapak latihan mengontrol kemarahan Bapak.
Masih ingat pak, bu kalau tanda-tanda marah sudah bapak rasakan maka yang
harus dilakukan bapak adalah.......?
Ya.. betul, bapak berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar
Ya..benar, kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal,
berdebar-debar, mata melotot, selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur
dan bantal.
Sekarang coba kita latihan memukul kasur dan bantal. Mana kamar bapak? Jadi
kalau nanti bapak kesal dan ingin marah, langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan
tersebut dengan memukul kasur dan bantal. Nah, coba bapak lakukan sambil didampingi
ibu, berikan bapak semangat ya bu. Ya, bagus sekali bapak melakukannya. “Cara yang
Ketiga adalah bicara yang baik bila sedang marah. Ada tiga caranya pak, coba praktekkan.
langsung kepada ibu cara bicara ini:
1. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta
tidak menggunakan kata-kata kasar, misalnya: ‘Bu, saya perlu uang untuk beli rokok!
Coba bapak praktekkan. Bagus pak.
2. Menolak dengan baik, jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin
melakukannya, katakan: ‘Maaf saya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan’.
Coba bapak praktekkan. Bagus pak
3. Mengungkapkan perasaan kesal, jika ada perlakuan orang lain yang
Membuat kesal bapak dapat mengatakan: 'Saya jadi ingin marah karena perkataanmu'
itu’. Coba praktekkan. Bagus
Cara berikutnya adalah kalau bapak sedang marah apa yang harus dilakukan?
Baik sekali, bapak coba langsung duduk dan tarik napas dalam. Jika tidak reda
juga marahnya rebahkan badan agar rileks. Jika tidak reda juga, ambil air wudhu
kemudian sholat.
Bapak bisa melakukan sholat secara teratur dengan didampingi ibu untuk
meredakan kemarahan
Cara terakhir adalah minum obat teratur ya pak, bu agar pikiran bapak jadi
tenang, tidurnya juga tenang, tidak ada rasa marah
Bapak coba jelaskan berapa macam obatnya! Bagus. Jam berapa minum obat?
Bagus. Apa guna obat? Bagus. Apakah boleh mengurangi atau menghentikan obat? Wah
Bagus sekali!
Dua hari yang lalu sudah saya jelaskan terapi pengobatan yang bapak dapatkan,
ibu tolong selama di rumah ingatkan bapak untuk meminumnya secara teratur dan jangan
dihentikan tanpa sepengetahuan dokter
TERMINASI
Baiklah bu, latihan kita sudah selesai. Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan?
cara-cara mengontrol marah langsung kepada bapak?
Selanjutnya tolong pantau dan motivasi Bapak melaksanakan jadwal latihan yang
telah dibuat selama di rumah nanti. Jangan lupa berikan pujian untuk Bapak bila dapat
melakukan dengan benar ya Bu!
Karena Bapak sebentar lagi sudah mau pulang bagaimana kalau 2 hari lagi Ibu
bertemu saya untuk membicarakan jadwal aktivitas Bapak selama di rumah nanti.
ORIENTASI
Selamat pagi pak, bu, karena ibu dan keluarga sudah mengetahui cara-cara
yang sebelumnya telah kita bicarakanya. Sekarang Bagaimana kalau kita
berbincang-bincang tentang perawatan lanjutan untuk keluarga Bapak/Ibu. Apakah
sudah dipuji keberhasilannya?
Berapa lama bapak dan ibu mau kita berbicara? Bagaimana kalau 30
menit?
KERJA
Pak, Bu, jadwal yang telah dibuat tolong dilanjutkan, baik jadwal aktivitas.
maupun jadual minum obatnya. Mari kita lihat jadwal Bapak!
TERMINASI
Bagaimana Bu? Ada yang ingin ditanyakan? Coba Ibu sebutkan apa saja
yang perlu diperhatikan (jadwal kegiatan, tanda atau gejala, kontrol; ke rumah
sakit). Saya rasa mungkin cukup sampai disini dan untuk persiapan pulang pasien
lainnya akan segera saya siapkan
STRATEGI PELAKSANAAN HALUSINASI
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
2. Diagnosa keperawatan:
Selamat pagi bapak, Saya Mahasiswa keperawatan UNDIP yang akan merawat
Bapak nama saya Nurhakim Yudhi Wibowo, senang dipanggil Yudi. Nama bapak siapa?
Bapak senang dipanggil apa?
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini?
Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini
bapak dengar tetapi tak tampak wujudnya? Di mana kita duduk? Di ruang tamu? Berapa
lama? Bagaimana kalau 30 menit
KERJA
Apakah bapak mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara
itu?
Apa yang bapak lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu
suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-
suara itu muncul?
Bapak, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan
menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang keempat minum obat dengan
teratur.
Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik.
Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung bapak bilang,
pergi saya tidak mau dengar, … Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu
diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba bapak peragakan! Nah begitu, …
Bagus! Coba lagi! Ya bagus bapak D sudah bisa.
TERMINASI:
Orientasi
Selamat pagi bapak. Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah suara-suara itu?
masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih? Berkurangkan suara-
Suaranya bagus! Sesuai janji kita tadi saya akan latih cara kedua untuk mengontrol.
halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Kita akan latihan selama 20 menit.
Mau di mana? Di sini saja?
Kerja:
Terminasi
How does the father feel after this practice? So how many ways are there now?
Bapak pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus, cobalah kedua cara ini kalau
Bapak mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan?
Harian bapak. Mau jam berapa latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur
serta sewaktu-waktu suara itu muncul! Besok pagi saya akan ke mari lagi. Bagaimana
kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal? Mau jam berapa?
How about at 10:00? Where do you want to meet/Here again? See you tomorrow. Good morning.
SP 3 Pasien : Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara ketiga:
Orientasi: “Selamat pagi bapak. Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah
Apakah suara-suara itu masih muncul? Apakah sudah menggunakan dua cara yang telah kita latih?
How is the result? Good! As promised, today we will learn the third way.
untuk mencegah halusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal. Mau di mana kita bicara?
Baik kita duduk di ruang tamu. Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit?
Baiklah.
Kerja: "Apa saja yang biasa bapak lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam
berikutnya(terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam).Wah banyak sekali
kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Bagus
Sekali bapak bisa lakukan. Kegiatan ini dapat bapak lakukan untuk mencegah suara
tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada
kegiatan.
Orientasi:
Selamat pagi Bapak. Bagaimana perasaan Bapak hari ini? Apakah suara-suara nya?
masih muncul ? Apakah sudah dipakai tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal
kegiatannya sudah dilaksanakan ? Apakah pagi ini sudah minum obat? Baik. Hari ini kita
akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang bapak minum. Kita akan diskusi selama 20
menit sambil menunggu makan siang. Di sini saja ya bapak?
Kerja
Bapak, adakah bedanya setelah minum obat secara teratur? Apakah suara-suara...
berkurang/hilang? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang bapak dengar
dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang bapak
minum ?(Perawat menyiapkan obat pasien)Ini yang warna orange(CPZ)3 kali sehari
jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan suara-suara. Ini
yang putih (THP) 3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku.
Sedangkan yang merah jambu (HP) 3 kali sehari jamnya sama gunanya untuk pikiran
biar tenang. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan. Nanti
Konsultasikan dengan dokter, sebab kalau putus obat, bapak akan kambuh dan sulit untuk
mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis bapak bisa minta ke dokter untuk
mendapatkan obat lagi. bapak juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan ini.
Pastikan obatnya benar, artinya bapak harus memastikan bahwa itu obat yang benar.
Benar punya bapak. Jangan keliru dengan obat milik orang lain. Baca nama kemasannya.
Pastikan obat diminum pada waktunya, dengan cara yang benar. Yaitu diminum sesudah
makan dan tepat jamnya bapak juga harus perhatikan berapa jumlah obat sekali minum,
dan harus cukup minum 10 gelas per hari
terminasi
a. Tujuan:
1. Keluarga dapat terlibat dalam perawatan pasien baik di rumah sakit maupun
di rumah
b. Tindakan Keperawatan
ORIENTASI:
How does Mom feel today? What does Mom think about Dad?
Hari ini kita akan berdiskusi tentang apa masalah yang Bapak alami dan bantuan
apa yang Ibu bisa berikan.
Kita mau diskusi di mana? Bagaimana kalau di ruang tamu? Berapa lama waktu
Ibu? Bagaimana kalau 30 menit
kerja
Ya, gejala yang dialami oleh Bapak itu dinamakan halusinasi, yaitu mendengar
atau melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada bendanya.
Kedua, jangan biarkan Bapak melamun dan sendiri, karena kalau melamun
halusinasi akan muncul lagi. Upayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya. Buat
Kegiatan keluarga seperti makan bersama, sholat bersama-sama. Tentang kegiatan, saya
telah melatih Bapak untuk membuat jadwal kegiatan sehari-hari. Tolong Ibu pantau
pelaksanaannya, ya dan berikan pujian jika dia lakukan!
Ketiga, bantu Bapak minum obat secara teratur. Jangan menghentikan obat tanpa
konsultasi. Terkait dengan obat ini, saya juga sudah melatih Bapak untuk minum obat
secara teratur. Jadi Ibu dapat mengingatkan kembali. Obatnya ada 3 macam, ini yang
orange namanya CPZ gunanya untuk menghilangkan suara-suara atau bayangan.
Diminum 3 X sehari pada jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Yang putih namanya
THP gunanya membuat rileks, jam minumnya sama dengan CPZ tadi. Yang biru namanya
HP berguna untuk menenangkan cara berpikir, jam minumnya sama dengan CPZ. Obat perlu.
selalu diminum untuk mencegah kekambuhan
Terakhir, bila ada tanda-tanda halusinasi mulai muncul, putus halusinasi Bapak
dengan cara menepuk punggung Bapak. Kemudian suruhlah Bapak menghardik suara
tersebut. Bapak sudah saya ajarkan cara menghardik halusinasi.
Sekarang, mari kita latihan memutus halusinasi Bapak. Sambil menepuk punggung
Bapak, katakan: bapak, sedang apa kamu? Kamu ingat kan apa yang diajarkan perawat
kapan suara-suara itu datang? Ya..Usir suara itu, bapak Tutup telinga kamu dan katakan
pada suara itu "saya tidak mau dengar". Ucapkan berulang-ulang, pak
Good Ma'am
TERMINASI
Now, could you please mention three ways to take care of father again?
Bagus sekali Bu. Bagaimana kalau dua hari lagi kita bertemu
untuk mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung dihadapan Bapak?
ORIENTASI
Selamat pagi
Apakah Ibu masih ingat bagaimana cara memutus halusinasi Bapak yang
sedang mengalami halusinasi? Bagus!
Sesuai dengan perjanjian kita, selama 20 menit ini kita akan mempraktekkan cara
memutus halusinasi langsung dihadapan Bapak.
KERJA:
Selamat pagi pak. Pak, istri bapak sangat ingin membantu bapak mengendalikan
suara-suara yang sering bapak dengar. Untuk itu pagi ini istri bapak datang untuk
mempraktekkan cara memutus suara-suara yang bapak dengar. pak nanti kalau sedang
dengar suara-suara bicara atau tersenyum-senyum sendiri, maka Ibu akan mengingatkan
seperti ini" "Sekarang, coba ibu peragakan cara memutus halusinasi yang sedang bapak
alami seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Tepuk punggung bapak lalu suruh
bapak mengusir suara dengan menutup telinga dan menghardik suara tersebut
mengobservasi apa yang dilakukan keluarga terhadap pasien)Bagus sekali!Bagaimana
Pak? Senang dibantu Ibu? Nah Bapak/Ibu ingin melihat jadwal harian bapak. (Pasien)
memperlihatkan dan dorong istri/keluarga memberikan pujian) Baiklah, sekarang saya
dan istri bapak ke ruang perawat dulu" (Saudara dan keluarga meninggalkan pasien
untuk melakukan terminasi dengan keluarga
TERMINASI
Dingat-ingat pelajaran kita hari ini ya Bu. Ibu dapat melakukan cara itu bila
Bapak mengalami halusinasi.
Bagaimana kalau kita bertemu dua hari lagi untuk membicarakan tentang jadwal
kegiatan harian Bapak. Jam berapa Ibu bisa datang? Tempatnya di sini ya. Sampai
jumpa.
ORIENTASI
Selamat pagi Bu, sesuai dengan janji kita kemarin dan sekarang ketemu untuk
membicarakan jadwal bapak selama di rumah
Nah sekarang kita bicarakan jadwal bapak di rumah? Mari kita duduk di ruang
tamu!
Ini jadwal kegiatan bapak yang telah disusun. Jadwal ini dapat dilanjutkan. Coba
Ibu lihat mungkinkah dilakukan. Siapa yang kira-kira akan memotivasi dan
mengingatkan?” Bu jadwal yang telah dibuat tolong dilanjutkan, baik jadwal aktivitas
maupun jadwal minum obatnya
Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan
oleh bapak selama di rumah. Misalnya kalau bapak terus menerus mendengar suara-suara
yang mengganggu dan tidak memperlihatkan
TERMINASI
Bagaimana Ibu? Ada yang ingin ditanyakan? Coba Ibu sebutkan cara-cara merawat
Bapak Bagus (jika ada yang lupa segera diingatkan oleh perawat. Ini jadwalnya. Sampai
jumpa
STRATEGI PELAKSANAAN
Pertemuan ke 1
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Data subjektif :
- Klien mengatakan malas mandi dan lebih enak tidak ganti baju, klien
saying do not want to comb.
Data objektif :
- Klien terlihat kotor, rambut tidak disisir, baju agak kotor, bau dan menolak
diajak mandi.
2. Diagnosa Keperawatan
Tempat :
8. Fase kerja
Baik menurut ibu, apa saja yang kita perlukan untuk mencuci pakaian?, bagus
Sebelum mulai kita menyapu, kita perlu menyiapkan ember, deterjen, dan gundar kain.
Bagaimana cara mencuci pakaian yang biasa ibu lakukan? Yah bagus jadi sebelum kita
mencuci pakaian kita pisahkan pakaian yang berwarna dengan pakaian putih, kemudian
masukkan deterjen secukupnya disesuaikan dengan jumlah baju dan tambahkan air sampai
adanya busa, masukan pakaian yang kotor tadi rendam 10-15 menit. Setelah 10-15 menit
kucek pakaian sampai bersih, apabila ada noda yang tidak mau dikucek maka ibu bisa
menggunakan gundar. Kemudian bilas pakaian sampai busanya hilang kemudian pakaian
bisa dijemur. Ayo kita cobakan bu Ya bagus sekali ibu mencuci pakaian dengan bersih.
Menurut ibu, bagaimana perbedaan pakaian setelah dicuci dibandingkan tadi sebelum.
dibersihkan?
9. Fase terminasi
a) Evaluasi subjektif :
b) Evaluasi objektif :
Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah mencuci yang baik bu? Bagus bu.
Sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu
melakukannya? Bagus 2 kali seminggu…hari apa saja ibu mau melakukannya ,jadi ibu
Mau melakukannya hari Rabu dan Minggu? Jika ibu melakukannya tanpa diingatkan perawat.
menempel pada tangan ibu. Kemudian ibu masukkan kegiatan ini dalam kegiatan
harian ibuya. Kalau ibu mengerjakannya sendiri beri tanda M, kalau dibantu suster beri
tanda B, kalau tidak dikerjakan beri tanda T.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
b. Rencana Tindak Lanjut: Saya harap ibu mengingat saya dan mempraktekkan
cara makan yang baik dan bersih dan jangan lupa masukkan dalam kegiatan harian.
Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi dan berbincang-bincang lagi
tentang cara eliminasi yang baik.
Waktu: Bagaimana kalau kita berbincang-bincang kembali besok jam 16.00 WIB
selama 15 menit, apakah ibu setuju ?
Tempat: Mau dimana besok kita berbincang-bincang, bagaimana kalau di tempat
Ini lagi? Baiklah sampai bertemu lagi. Selamat sore ibu.
Pertemuan ke: 2
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
2. Diagnosa Keperawatan
4. Tindakan Keperawatan
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi, Ibu. Masih ingat dengan suster V? Seperti janji kita kemarin kita
akan ngobrol yang bertujuan untuk mengetahui cara makan yang baik.
Apakah ibu bersedia?
b. Evaluasi/validasi
“How does Mother feel today? Did you have breakfast this morning? Did you
Sudah dipakai apa yang telah kita latih kemarin? Bagaimana hasilnya?
c. Kontrak
Topik
Sesuai janji saya kemarin, hari ini kita akan berbincang-bincang tentang cara
makan yang benar.
Waktu
Tempat
Dimana kita akan berbincang-bincang ibu? Apakah ibu ingin di Teras depan?
Tujuan
Tujuan kita berbincang-bincang hari ini agar dapat mengetahui bagaimana cara
makan yang baik.
2. Fase Kerja
Sebelum makan kita harus mencuci tangan menggunakan sabun. Mari kita
praktekkan, ya.
Bagus.
Setelah itu kita duduk dan ambil makanan. Sebelum disantap, kita berdoa dahulu.
Bagus.
Ya, bagus.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
Subyektif
Objektif
Hari-hari berikutnya saya berharap ibu dapat melakukan cara makan tadi dengan
baik.
c. Kontrak yang akan datang
Topik
Waktu
Tempat
A. Proses Keperawatan
Kondisi Klien
DS :
Lakukan:
2. Diagnosa Keperawatan
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
Salam Terapeutik
b. Evaluasi/validasi
How is mother today? Has mother bathed and dressed up like a comb?
rambutnya?
c. Kontrak :
Topik
Baiklah ibu sesuai janji kita tadi, sekarang kita akan berbincang-bincang tentang
cara mandi dan sisir yang benar dan cara mempraktekkannya? kita akan berbincang-
bincang selama 15 menit. Diteras ini ya pak!
Tujuan
Tujuan dari perbincangan hari ini adalah agar ibu mengetahui pentingnya menjaga
kebersihan kebersihan badan serta menyisir rambut dan ibu dapat mempraktekkan dalam
kehidupan sehari-hari ibu.
ibu coba suster mau tahu, bagaimana cara mandi? oya bagus sekali. Nah tetapi
Alangkah lebih baik lagi Ibu mandi dengan sabun agar bersih badannya. Begini ya Bu.
sekarang suster akan ajarkan cara membersihkan diri. Pertama ibu harus menggunakan
sabun mandi saat mau mandi, lalu digosokkan ke badan ibu sampai bersih ke seluruh
Badan lalu ibu basuh dan jangan lupa setelah mandi ibu sisir rambutnya agar terlihat.
cantik, wangi dan rapih. Bagaimana penjelasan dari suster apa sudah bisa dipahami oleh
ibu ? Selain itu jangan lupa masukkan kegiatan ini ke dalam jadwal kegiatan harian ibu. Ibu
Masih ingatkan cara melakukannya? Wah hebat sekali bu!
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
Subyektif
Obyektif
Nah, coba ibu jelaskan dan praktekkan kembali apa yang telah kita perbincangkan
Tadi. Bagus bu, ternyata ibu masih ingat apa yang telah suster ajarkan.
b. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Suster harap apa yang tadi suster ajarkan kepada ibu, ibu dapat mempraktekkan
kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan harian dan
dilakukan 2 kali dalam sehari yang telah suster ajarkan tadi.
Topik