Pentingnya Skala Peta dalam Navigasi
Pentingnya Skala Peta dalam Navigasi
SKALA PETA:
Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian seorang navigator dalam hal menilai secara
Kritis, apakah sebuah peta itu baik atau tidak, ialah skala peta, di samping faktor lainnya.
Sebab ketelitian sebuah peta sangat bergantung dari:
Survei yang diadakan untuk membuat peta itu
Koreksi beser dan kecil yang diadakan setelah peta tersebut digunakan.
Faktor skala. Peta dengan skala yang besar akan memberikan detail yang lebih banyak.
dibandingkan dengan peta dengan skala kecil.
Alat yang dipakai waktu mengadakan survei pun mempengaruhi ketelitian peta.
Tak kurang pentingnya ialah ketengah-tengeh, singkatan2 maupun simbol2 yang
menggambarkan akan kelengkapan peta itu sendiri.
Skala Peta:
Skala Skala ialah perbandingan satu satuan panjang dipeta dengan panjang yang
sesungguhnya. Untuk menyatakan skala ada beberapa macam cara yang dipakai :
1. Skala umum (natural scale), misalnya 1 : 80.000 artinya satu satuan panjang dipeta =
80.000 kali satuan tersebut dalam keadaan sebenarnya.
2. Skala angka (numerical scale) mis. 1 cm = 10 Km artinya. 1 cm dipeta = 10 km pada
keadaan sesungguhnya
3. Skala grafik. Di peta sering terdapat sebuah garis yang mempunyai
pembagian dalam mil, yard, km, atau m.
Jarak-jarak di peta ini dapat kita ukur dengan memakai akal tadi.
Pembagian peta menurut kegunaan dan skalanya.
Peta Ichtisar: skala 1: 600.000 atau lebih besar.
- skala kecil, meliputi daerah luas.
- Rincian tidak perlu.
- Memberi keterangan tentang variasi. Dapat dipakai untuk menentukan track dari suatu
tempat ketempat lainya sebelum dipindahkan ke peta-peta yang lebih besar.
Peta Samudra (peta pelayaran) :
- skala 1 600.000 atau lebih kecil
- digunakan untuk penyeberangan samudera
- detail pea tak perlu, karena perairannya tidak sesulit perairan atar pulau.
- Meliputi daerah yang luas.
Peta antar pulau (peta haluan, peta perantau, peta umum) :
- Skala kira-kira antara 1 : 100.000 - 1 : 600.000
- Used for inter-island sailing
- Detail peta sudah harus ditunjukkan walaupun tidak seteliti peta pantai atau
port
Peta pantai
- Skala kira-kira antara 1 : 50.000 - 1 : 100.000
- Dipakai pada waktu mendekati/menjauhi teluk, pelabuhan
- Detail peta mutlak diperlukan demi keselamatan pelayaran.
Peta penjelas :
- Skala kira-kira 1 : 50.000 atau lebih
- Dipakai untuk memperjelas navigasi di daerah perairan sempit, daerah berbahaya atau
daerah yang ramai dilayari, karena itu,
- Detail peta mutlak diperlukan.
Peta Pelabuhan (diagram pelabuhan, peta rencana) :
- Skala kira-kira 1 : 50.000 atau lebih.
- Dipakai waktu mendekati/meninggalkan pelabuhan atau dermaga. Juga untuk
merencanakan tempat berlabuh.
- Detail peta sangat (mutlak) diperlukan. Kalau perlu lebih detail lagi.
Di atas sudah diterangkan bahwa selain skala peta kita masih memerlukan keterangan lain
untuk bisa menyimpulkan bahwa peta yang kita pakai baik dengan detail yang jelas
lengkap.
Keterangan umum/detail yang terdapat pada peta laut :
Setelah kita perinci tentang jenis-jenis peta sesuai dengan skalanya, maka seyogyanya
seorang navigator dapat juga membaca detail, dari pada peta yang dipakainya. Keterangan
ini sangat penting, karena : - Untuk mencegah keragu-raguan apakah peta yang dipakainya
baik atau tidak. (Didepan sudah diterangkan mengenai peta yang baik). Pada umumnya
keterangan yang terdapat dipeta antara lain :
1. Nomor peta terdapat pada sudut kiri atas/ kanan bawah peta
2. Nama peta (Titel Peta atau judul peta) biasanya terdapat
ditempat yang paling baik/layak.
tidak menutupi rute pelayaran utama atau keterangan penting lainnya dari peta
itu.
3. Tahun survei / tahun perpetaan: terdapat di bawah nama peta.
4. Tahun penerbitan: terdapat diluar batas peta, tengah bawah.
5. Tahun penerbitan baru biasanya disebelah kanan tahun percetakan lama. Kalau peta
edisi baru ini keluar, maka koreksi besar maupun kecil pada edisi lama otomatis
dinyatakan dihilangkan
6. Tunggal koreksi besar biasanya di sebelah kanan tahun penerbitan. Kalau di sebelah
kananya telah dicetak tahun edisi baru, mais koreksi ini dicetak dibawahnya
7. Koreksi kecil diambil dari BPI dan dikerjakan sendiri oleh navigator. Tahun dan
nomor BPI ditulis disebelah kiri bawah sebelah luar batas peta.
- 1967 - 12 artinya dikoreksi pada tahun 1967, dari BPI No. 12. Bila koreksi ini sifatnya
sementara, maka dibawah koreksi ini ditulis dengan pensil mis. (T) = Sementara
(P) = E Awal
8. Tahun percetakan terdapat disudut sebelah kanan atas. Misalnya 237, 69 artinya hari
ke 237 dari tahun 1969
9. Skala peta biasanya terdapat di bawah judul/nama peta
10. Ukuran peta di sudut kanan bawah dalam tanda kurung dan dinyatakan dalam
inchi/dim
11. Keterangan pasang dan arus pasang. Kadang-kadang keterangan pasang dimasukkan dalam
peta untuk beberapa pelabuhan tertentu. Biasanya di tempat yang cukup jelas dan tidak
menutupi keterangan2 penting atau lalu-lintas utama.
Keterangan pasang berbentuk tabel, sedang keterangan arus pasang ada yang
berbentuk tabel, ada berbentuk belah ketupat dengan angka atau abjad sebagai tanda
pengenal, ada juga yang hanya diberi keterangan2, ada juga yang diberikan dengan
tanda panah.
12. Dalamnya laut dinyatakan dalam depa dan kaki atau dalam meter atau decimeter.
Satuan mengenai dalamnya laut biasa dicetak di bawah nama peta, mis. Sounding in
fathom atau Depth dalam meter.
Kalau dinyatakan dalam fathom, dan dalamnya laut 11 depa, maka hanya angka
saja yang tertera disana, ; tetapi kalau 11 < fathom, maka akan tertera dalam fathom
dan kaki.
Sounding in fathoms: 12 artinya 12 depa.
8 artinya 8 depa, 4 kaki.
Garis dalam ialah: Garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan kedalaman yang
sama. Gunanya ialah untuk menentukan posisi kapal dengan
cara peruman (kombinasi baringan dan peruman).
13. Muka surutan (chart datum) dinyatakan dalam kaki terhadap air tinggi purnama rata-rata.
14. Proyeksi peta di atas/di bawah judul.
Setelah kita mengetahui keterangan-keterangan yang terdapat pada peta, maka apabila kita
hendak memesan peta, cukup dengan menyatakan saja :
nomor peta
- nama peta dan skalanya
Negara yang menerbitkan dan tahun penerbitan
Tahun percetakan baru yang terakhir
Tanggal koreksi besar dan kecil yang terakhir
Di dalam perakteknya kita memesan peta lewat agen kita dengan hanya menyebut: Nomor
peta, nama peta dan skalanya serta negara penerbit.
Memesan peta :
- Di Indonesia kita dapat memesan peta Hidrografi Angkatan Laut R.I jl.
Gunung Sahut No.87 Jakarta.
- Diluar Negeri untuk peta-peta BA (British Admiralty Charta) bisa kita
pesan langsung ke penerbitnya yaitu The Hydrographic Office of British
Admiralty di Inggris tahu keagen-agennya di seluruh dunia.
- Di Amerika kita dapat memesan peta-peta HO yang diterbitkan oleh The
Kantor Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat.
Katalog peta : ialah sebuah buku khusus mengenai peta laut, dimana di dalamnya terdapat
indeks2 peta dari A s/d W. Untuk katalog BA, meliputi seluruh dunia. Index ini menunjukan
daerah dimana kita berada, lalu dengan indeks ini kita bisa menemukan daerah yang dimaksud
sekaligus dapat melihat peta2 mana yang kita butuhkan. Contoh : Index A adalah peta dunia.
xxKatalog peta BA, diterbitkan setiap tahun, berisi nama, seri nomor, harga
dll dari segala macam peta dan berisi publikasi navigasi lainnya yang
berguna bagi pelaut.
Folio peta : Folio peta adalah kumpulan atau seri peta secara lengkap untuk suatu daerah
tertentu, atau suatu bagian dari dunia ini dengan batas-batas geografis tertentu.
Setiap folio mempunyai nama dan seri nomor, daftar dari folio tersebut yang
berisi nomor dan nama peta yang terdapat di dalam folio itu.
xx Folio peta BA meliputi seluruh dunia dan dunia ini dibagi dalam 100 folio
dan berisi nomor 1 s/d 100
Buku Kepaduan Buharu (arah pelayaran atau pilot):
xx BA membagi dunia ini atas 75 jilid. Isinya sangat penting bagi seorang navigator karena
memberikan keterangan umum untuk setiap daerah. Untuk daerah yang diterangkan
diberikan juga nomor petanya. Isi dari buku kepanduan bahari a.l.
- perhatian untuk berita pelaut
- suatu nota yang diambil dari berita pelaut untuk melengkapi buku itu.
- perhatian dalam menggunakan buku itu
- perhatian dalam hal ukuran serta satuan yang dipakai dalam buku itu.
- Keterangan yang berhubungan dengan peta laut, penerbitan navigasi, cuaca dan
navigasi pada umumnya.
- Peta indeks yang menunjukkan daerah yang dijelaskan dalam buku itu.
- Keterangan terperinci dari suatu daerah, pemerintah, flora fauna, perdagangan, mata
uang yang berlaku nomor dan skala peta yang paling baik untuk daerah itu, keadaan
cuaca
stasiun radio, galangan kapal, pembasmian tikus, waktu tolok dll. yang tidak diberikan
di dalam buku Ocean Passage for the World
Buku kepanduan bahari dicetak kembali dalam batas waktu 10-12 tahun, setelah tahun
penerbitan yang terakhir. Pelengkap untuk tiap Jilid dicetak tiap tahun dan pelengkap ini
dilampirkan di dalam jilid-jilid yang bersangkutan.
Dartar suar (Daftar lampu):
Daftar suar merupakan sebuah buku di mana kita dapat mengetahui segala sesuatunya.
mengenai sebuah suar.
Dartar suar Indonesia merupakan buku di mana kita dapat mengetahui segala sesuatu tentang
sebuah suar yang terdapat di kepulauan indonesia.
Dartar suar Indonesia berisi:
1. Jarak tampak suar
2. Koreksi tinggi jarak tampak suara tersebut.
3. Singkatan yang dipakai dalam tsb.
4. Karuk ter suar
5. Keterangan terperinci mengenai tiap suar dalam 10 kolom
Daftar suara Indonesia terbagi dalam kolom suara Kolem sebagai berikut:
Di Indonesia dikeluarkan oleh HIDRAL dengan nama Berita Pelaut Indonesia (BPI). BPI
merupakan sebuah buku yang sebenarnya adalah kumpulan dari berita-berita dalam satu
minggu, kemudian diterbitkan perminggu.
BPI diberi nomor menurut minggunya dalam setahun 1 s/d 52.
Isi BPI antara lain :
1. Perubahan yang ada sangkut pautnya dengan peta laut Indonesia.
2. Perubahan/tambahan pada publikasi Navigasi lainnya.
3. Umumnya N.T.M. dimaksudkan agar peta-peta laut, buku-buku kepanduan bahari, daftar-daftar
suar, daftar isyarat radio dan publikasi navigasi lainnya selalu terkini
mengingat keamanan pelayaran
Jadi seyogyanya N.T.M. menyiarkan perubahan-perubahan, koreksi-koreksi, penambahan-penambahan yang bersangkutan
dengan route2 pelayaran dilaut (route semudra) bagi kapal2 sesuai dengan kekuatan mesin
the ship.
Kapal biasanya dikategorikan dalam 3 kelas yaitu:
- Kapal Daya Tinggi dengan kecepatan 14 knot ke atas.
- Daya sedang dengan kecepatan 11 sampai 14
- Kapal daya rendah dengan kecepatan sampai dengan 101/jam.
Bagi setiap kategori ini, dianjurkan rute yang harus diambil pada pelayaran
samudra pada musim-musim tertentu.
Buku ini juga dilengkapi dengan peta angin arus dari berbagai tempat di dunia. Selain
itu terdapat keterangan yang berguna bagi seorang navigator yang tidak terdapat
di dalam buku kepanduan bahari (pilot book).
NEMEDRI: (Petunjuk Rute Eropa Utara dan Mediterania):
Buku ini berisi tentang :
- daerah yang berbahaya karena ranjau
- rute terbaik yang dianjurkan untuk diikuti dalam pelayaran.
- Hal-hal yang disebutkan dalam buku ini khusus untuk Eropa Utara dan Laut Tengah.
- Hal-hal yang sangat mendesak maupun perubahan-perubahan yang diambil dari
N.T.M., langsung disiarkan melalui NAVEAM.
Adapun unsur buku ini sangat tergantung dari situasi ranjau sudah mengijinkan atau belum
di daerah yang dimaksud. Begitu situasi ranjau mengijinkan, buku ini segera ditiadakan.
VI. MENINGALKAN PELABUHAN
1. Persiapan di kamar peta: Hal-hal yang disiapkan di kamar peta:
peta-peta laut sesuai dengan rutenya. Pada peta ini harus sudah ditarik garis haluan. Peta
yang akan harus diyakini bahwa peta itu baik untuk bernavigasi artinya memenuhi syarat
sebuah peta laut yang baik, surveynya terbari dan dikoreksi secara bersinambungan dengan
BPI. Untuk menyiapkan peta-peta yang akan dipakai dalam pelayaran, dapat kita gunakan
katalog dan folio peta. Di Indonesia kita dapat memakai peta laut Indonesia No.2 dan No.3
untuk mencari peta-peta yang sesuai dengan rute yang kita butuhkan.
Buku panduan bahari daerah yang bersangkutan
Almanak Nautika tahun yang bersangkutan
- Daftar suar Indonesia dan kalau perlu sesuai dengan rutenya kita memakai daftar suar
BA.
- Daftar pasang surut Indonesia. Sesuai dengan rutenya kita siapkan juga ATT dari BA.
Daftar ilmu pelayaran
Daftar Daerah ranjau di Indonesia
Buku-buku tabel-tabel lainnya yang dibutuhkan dan alat-alat untuk menjangka peta.
2. Merencanakan jalannya pelayaran :
Selalu gunakan peta dengan skala terbesar.
Tariklah haluan-haluan yang akan diikuti di dalam peta yang digunakan dengan bantuan,
benda-benda bantu navigasi yang ada, seperti suar, kapal suar, tanjung, pelampung dll.
Garis haluan harus sedemikian rupa, sehingga setiap waktu posisi kapal dapat dilukiskan
dengan aman, demikian pula titik-titik untuk merobah haluan.
Perhitungkan kemungkinan kapal akan hanyut oleh arus, adanya hujan, kabut dll.
bisa menutup bahaya navigasi. Pokonya dalam keadaan bagaimanapun kapal diusahakan
dapat diketahui posisinya dan terhindar dari bahaya-bahaya navigasi.
Kalau perlu hitunglah arus pasang surut untuk daerah tertentu
Di daerah perairan yang ramai atau sempit, perhitungkan kemungkinan adanya kapal-kapal
lainnya ditempat yang sama. Dengan ETA hitunglah kapal-kapal akan sampai atau melalui
tempat-tempat seperti itu atau di perairan sulit. Di perairan yang sulit sedapat mungkin
lewati pada siang hari atau cuaca terang.
- Pisahkan peta-peta yang sudah dipakai dan yang akan dipakai. Peta-peta yang akan
digunakan selalu disusun di atas secara, berurutan sesuai dengan pemakaiannya
3. Pemindahan posisi
Kadang-kadang kita harus memindahkan posisi kapal kita dari suatu peta ke peta lainnya.
yang skalanya berbeda. Dalam hal seperti ini yang perlu diperhatikan ialah skalanya. Bila
skalanya. tidak sama, kerjakanlah sbb :
a. Bila posisi tersebut dinyatakan dengan baringan-baringan atau Jarak :
- Gambarkan baringan yang sama dengan peta I pada peta II.
- Ukurlah jarak di peta I dengan skala lintangnya, dan dengan cara yang sama diukurkan
pada peta II.
- Perpotongan jarak dengan garis baringan dipeta II adalah posisi kapal yang telah
dipindahkan
b. Bila posisi kapal dinyatakan dengan lintang dan bujur :
- tentukan lintang dan bujur posisi kapal pada peta I
- pindahkan posisi (lintang dan bujur) di peta II. Cara ini di pakai bila tidak ada sama
sekali baringan atau jarak dari benda-benda darat
Lihat gambar di halaman sebelah...
Dari gambar diatas dapat dilihat, garis baringan penuntun dimana 2 benda dapat kelihatan
menjadi satu. Dapat juga satu benda saja dipakai sebagai penuntun dengan baringannya
Selama kapal berada dalam garis baling-baling itu, kapal akan tetap aman.
Dengan kata lain garis penuntun ialah untuk meruntun menentukan haluan dan belokan)
ketempat-tempat tertentu. Selesai untuk menuntun kapal, garis penuntun juga dapat dipakai
untuk menentukan posisi (sebagul Garis baringan) dan untuk monentukan sembir (salah
pedoman).
Macam-macam baringan dan baringan khusus:
Baringan silang
BC = AB
< [Link]
Saya II III
A D B HAL
c. Baringan 2 dan 4 surat (22 1/2 dan 45 derajat atau 7/10) :
SM = 7/10 M
Dengan P yang kita peroleh kita masuk daftar XI dengan argumen lintang dan deklinasi (A
dan B) A dan B ini ditambah atau dikurang, bergantung dari :
- is P > 900atau P < k 900
- Apakah lintang dan deklinasi senama atau tak senama.
Dari A dan B ini kita mendapatkan c dari tabel XII.
Nilai c ini merupakan nilai azimuth atau baringan sejati BA itu. Bandingkan nilai baringan
sejati dan baringan pedoman benda angkasa tadi, dan kita mendapatkan kesalahan pedoman
kita itu.
Salah satu contoh barin an khusus :
0
Bar. Saya :
A D B
Ambilah haluan misalnya 0870Kita hondak menentukan posisi kapal dengan cara baringan
khusus – 450:
0
Sebuah
Dengan cara yang sana kita dapat menentukan posisi kapal memakai baringan-baringan
khusus lainnya.
E. Baringan geser
Misalkan baringan I diambil pada Jam 08.20. Baringan II diambil pada
jam 08.40. Tentukan posisi kapal pada baringan II ?
- Contoh soal soal Sebuah kapal berlayar dengan Hs = 0900, membaring sebuah benda
dengen podoman 0250. Apabila diketahui variasi 200T dan deviasi = 100T, ditanyakan :
baringan maknit Baringan pedoman = 250
baringan sejati Deviasi = 100T
baringan dari benda itu Baringan magnet = 350
baringan relatif Variasi = 200T
Baringan sejati = 250
Penyelesaian : +1800
2350
Haluan Sejati = 0900
Baringan Sjati = 550
Baringan Relatif = 350pada lambung kiri.
Sebuah kapal dengan haluan sejati 0900, membaring sebuah benda dengan pedoman
1350. Apabila diketahui variasi 100B dan deviasi 100B, ditanyakan :
- Baringan magnet
- Baring sejati
- Baringan dari benda itu
- Baringan relatif
[Link] 0900
Bar 1150
[Link]. 025
Dilambungkan.
3. Sebuah kapal berlayar dengan haluan pedoman 690dan dengan kecepatan 10 mil per jam.
Meru suar M yang terletak di sebelah kiri garis haluan pada pukul 16.00 anda baring
dengan pedoman standard yakni sebesar 420301Pada saat mercu suar itu tepat
melintang, jam menunjukan pukul 17.15.
Ditanyakan: Jarak kira-kira antara kapal anda hingga kemerCU suar M tst. pada saat ia
melintang itu? (Variasi : 4 T, deviasi 20T)
Jawah var. 40dan dev. + 20Jadi sembir = 60
Haluan sejati 69 + 60= 480301baringan
Relatip = 750480301= 260301
x AB x =
=======
Pada pukul 12.00 WIB tanggal 29 Mei 1974 anda menerima berita bahaya (sos) dari KM
DUPA. Baringan kapal itu 2020301dan jaraknya sejauh 25 mil. Kecepatan kapal anda 9t
jam. Apabila KM DUPA yang sedang terbakar itu berhaluan Barat Barat Laut, dengan
speed 31/Jam, dengan haluan berapa dan pukul berapa kapal anda dapat bertemu
dengan KM. DUPA dalam waktu yang sesingkat-singkatnya?
Jawab :
a) Hubungkan posisi kapal kita (B) dengan posisi KM. DUPA (A)
b) Gambarkan vektor kapal Dupa (haluan dan kecepatannya), garis AC.
c) Dari titik C Jangkakan kecepatan kapal kita yang memotong AT di D. DC adalah
haluan kapal kita untuk bertemu dengan KM Dupa secepat-cepatnya (216)
d) Dari B tarik garis BF // CD, memotong perpanjangan AC di F adalah titik pertemuan
kedua kapal
Kedua kapal bertemu pada jam 12.00 + 2 jam 06 atau pada pukul 14.06
14.06
5. A ship set sail on January 1, 1974, with a heading of 88.0pada
Pukul 21.00 ia membaringkan dengan pedoman sebuah suar S dengan hasil 65o30t. Pada
Pukul 21.30 suar itu dibaring kembali yakni 430podoman. Kecepatan kapal 12 mil/jam.
Deviasi 30B variasi di dekat daerah tersebut sebagaimana yang tortura dipeta = + 70(1954)
menurun 6 setiap tahun.
Ditanyakan :
a. Posisi kapal itu pada pukul 21.00
b. Posisi kapal itu pada pukul 21.30
c. Posisi kapal itu pada saat suar tersebut tepat kelihatan melintang kapal.
d. Waktu pada saat suar tersebut tepat kelihatan nelintarg.
Jawab : Variasi =+70menurun 61tahun. Berarti untuk tahun 1974, berkurang
dengan (1974 - 1954 x 61= 120 = 20. Dengan sendirinya variasi 1974 = 7o- 205o.
+50
Deviasi 30(barat)
Sembir 20Haluan sejati 880+ 20= 90o
Baringan sejati (21.00)
0
+ 2 = 0Br =
301=x 12= 61
a. Jangkakan pada garis haluan mulai dari titik potong baringan I dengan haluan,
sejauh 6 mil. (P).
b. Dari posisi 21.30 ini tariklah garis sejajar haluan yang memotong maris baringan
Saya dititik R. R merupakan tempat kedudukan pal pada pukul 21.00.
c. Posisi kapal pada saat melintang ialah pada baringan 0o(utara) yaitu pada jarak
7/10 x 614.21.
2) Lihat soal no.1 kapal tersebut tidak mendapat angin BL dengan kekuatan 20 konots.
Berapakah haluan yang harus dikemudikan untuk mencapai titik B? Efek angin
diperkirakan 2 knot
3) Berapa haluan yang dikenudikan bila kapal tadi mendapa arus dan angin seperti tsb
dalam soal 1 dan 2) atas ??
4) Melewati sebuah suar dengan jarak tertentu dengan perhitungan arus. Misalnya sebuah
Kapal berada di A dan akan melewati suar S pada jarak mil. Diketahui arus tenggara 2
simpul.
Caranya :
- Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari 5 mil dari S (pusat suar s). Dari titik A
ditarik garis singgung suar tadi (titik D)
- Lukiskan arah dan kekuatan arus di A. Hubungkan titik 2 mil (arua) ke titik D.
- Haluan yang harus dikemudikan ialah garis dari A yang sejajar dengan garis tadi.
(lihat gambar).
Benda-benda yang membantu navigator dalam menemukan daratan bila datang dari laut.
Memberi dan menunjukkan arah ke tempat tujuannya, misalnya pelabuhan.
Yang termasuk benda-benda pembantu navigasi ialah mercu suar, kapal suar, rambu-rambu radio,
isyarat kabut, pelampung, rambu-rambu, serta alat-alat elektronik seperti loran, decca dll.
di tepi pantai
diperairan sempit yang bisa dilayari
- at a place that can be seen and heard from a safe distance from danger -
bahaya navigasi.
- penempatan bergantung dari kebutuhan dan keadaan setempat.
Guna benda bantu navigasi :
- sebagai tanda dan penuntun guna penentuan posisi kapal terhadap bahaya-bahaya navigasi
yang tersembunyi.
BOUY
Guna pelampung : - sebagai tanda adanya bahaya.
sebagai tanda adanya perobahan centour dari dasar laut.
sebagai penuntun atau penunjuk jalan yang aman bagi pelayaran.
- Untuk maksud-maksud tertentu/khusus, seperti :
pelampung karantina
pelampung tuang
tempat latihan menembak
dll.
Sistem pelampung
Ada 2 macam : 1. Sistem LATERAL : Dipakai di tepi pantai dan perairan sempit yang
bisa dilayari.
Diperairan pedalaman
Ditempat yang menandakan ada bahaya.
Dibedakan atas pelampung sisi kiri dan sisi kanan
kanan.
Perairan yang ada hubungannya dengan
perairan pedalaman yang bisa dilayari.
2. Sistik KARDINAL :
Dipakai di laut lepas
Menandakan sektor aman
Dibedakan atas sektor Utara – Selatan – Timur –
Barat.
Sesungguhnya kedua sistem ini sama maksud dan tujuannya, perbedaannya hanya terletak
pada letak, bentuk dan warna disamping perbedaan-perbedaan yang tersebut diatas dan
penerangan serta sifat-sifatnya. Oleh karena itu bila kita memasuki perairan suatu negara,
Hendaknya kita pelajari sistem pelampung yang berlaku di negara yang bersangkutan.
Jenis pelampung
Semua pelampung bertujuan sama tetapi terdapat perbedaan dalam bentuk warna, tanda-tanda
khusus serta perlengkapannya. Sehubungan dengan perbedaan-perbedaan ini maka sebagai alat
pembantu navigasi, sebuah pelampung hanya memenuhi fungsinya pada siang hari dan dalam
keadaan cuaca terang. Pada malam hari hanya pelampung yang berpenerangan. Pada cuaca
berkabut atau jelek, hanya pelampung yang memakai gong atau bel yang dapat digunakan
as a guide.
Bentuk pelampung / perlengkapannya :
a. Pelampung tiang (spar buoy)
b. Pelampung tumpul (pelampung kaleng)
[Link] lancip (nun buoy)
[Link] bundar
[Link] lonceng dilengkapi dengan lonceng
[Link] suling dilengkapi dengan suling kabut
[Link] suar dilengkapi dengan penerangan
h. Pelampung kombinasi dilengkapi dengan kombinasi antara e - h seperti pelampung
karantina, tempat tuang, dlsb.
Pengenalan pelampung pada siang hari :
Pengenalan pada siang hari dengan : - warna dan
- angka atau nomor & huruf.
Warna
Pelampung hitam : warna hitam, hitam putih kotak2, hitam kuning kotak2. Bentuk
runcing. Pelampung hitam merupakan pelampung sisi kanan jika
dating dari laut.
Pelampung merah : warna merah, merah putih kotak2 atau merah kuning kotak2, bentuk
tumpul. Pelampung merah merupakan pelampung sisi kiri kalua
dating dari laut.
Pelampung gosong tengah (pemisah atau pertemuan). Warna merah putih mendatar,
bentuk bulat. Juga hitam putih mendatar, bergantung alur pelayaran
utama.
Pelampung berwarna yang menunjukkan batas daerah laut bebas dan daerah pedalaman.
Pelampung dengan warna hijau menunjukkan letak kerangka. Bentuknya sangat
bergantung dari pada sisi mana dapat dilewati.
Bentuk runcing: dilalui pada sisi kanan
Bentuk tumpul: dilalui pada sisi kiri
Bentuk bundar: dilalui pada kedua sisi.
Pelampung dengan warna kuning menunjukkan daerah karantina. Bentuknya runcing.
Pelampung dengan warna kuning mendatar, menunjukkan tempat tuang. Bentuk runcing.
Nomor pelampung: kebanyakan pelampung mempunyai nomor atau huruf atau kombinasi
antara nomor dan huruf. Pemberian nomor atau huruf ini gunanya agar
kita dapat mencocokkan pelampung itu dipeta.
Di Indonesia: Nomor ganjil terdapat di sebelah kanan dari alur pelayaran jika kita datang.
dari laut
Nomor genap terdapat disebelah kiri dari alur pelayaran jika datang dari laut
lepas (laut bebas) pemberian huruf dimaksud agar dapat mengenal nama suatu
bahaya navigasi yang dianak pelampungi.
Pengenalan pelampung suar :
a. Warna penerangan: warna penerangan yang biasanya dipakai ialah putih, merah dan
hijau.
Pembedaannya sbb : -Penerangan Merah dipakai untuk pelampung warna merah.
-Penerangan Putih dipakai untuk semua jenis pelampung
tergantung kebutuhan.
-Penerangan Hijau khusus dipakai untuk pelampung warna hitam.
b. Sifat penerangan :
1. F = Cahaya Tetap = penyinaran tetap. Darat dipasang pada semua pelampung, kecuali
pelampung gosong tengah dan pelampung perintang.
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
5. F. F1 = Fixed-Flashing = cerlang tetap.
Gambar 4
Gambar 5
Kelompok cerlang.
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8
10. Gp. Occ. = Kelompok occulting = kelompok nyala tetap yang diselingi oleh
penggelapan.
Gambar 9
11. [Link].R.G. = Cerlm bergantian merah dan hijau
hijau.
Gambar 10
2 2 2 6
Ternyata tiap kelompok mempunyai cerlang 2x, Jadi suar tsb, mempunyai sifat
:
KCL (2) 12 detik atau [Link] (2) 12 detik.
Nama Suar
Daftar suara Indonesia
Suar pengenal (Land Fall)
2. Dicetak Miring : Suar pelampung ( suar terapung )
3. Dicetak biasa: suara darat lainnya.
Daftar suara BA.
Suar dengan jarak tampak > 15 mil
2. a. Dicetak miring tebal : Kapal suar.
Pelampung suar.
3. Dicetak biasa : Suar – suar darat lainnya.
Sektor suar :
Pada daftar suar terdapat keterangan sbb. :
Merah dari 055 ke 071 ; Hijau thense ke 091 Merah dari 202 ke 222 tersembunyi lain
di mana.
Dari 055 sampai 071 warna merah, hijau dari 071 sampai 091 ; then red again
dari 202 sampai 222 , seterusnya gelap. (lihat gambar di bawah ini).
Contoh lain: Di salah satu kolom daftar suara tertera: Putih terlihat dari 290 melalui Utara
ke 046 ; Hijau dari 046 ke 089 melalui Timur hingga 140 Putih dari 140 untuk
176 Tersamarkan di tempat lain.
It looks white from 290 melalui Utara ke 046 Hijau dari 046 ke 089 through
Timur ke 140 Putih dari 140 ke 176 ; selanjutnya kelihatan gelap / terhalang.
Suar penuntun: Ialah dua buah yang letaknya berjauhan dan hanya menyinar kesatu
jurusan. Bila navigator mengemudikan kapalnya pada satu garis terhadap
kedua suar tersebut, berarti ia berada di jalan yang aman/diluar daerah
berbahaya.
Anjuran bagi navigator, agar memperhatikan peta baik-baik serta bandingkan dengan keadaan.
yang
sebenarnya.
Jarak nampak suar: jarak nampak sebuah suar bergantung dari:
Kekuatan penerangan suar.
Tinggi penerangan di atas permukaan laut.
Tinggi sipengamat di atas permukaan laut.
Jarak nampak ini sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca.
Lingkaran jarak nampak suar atau biasa disebut Lingkaran suar ialah sebuah lingkaran
Khayalan yang terdapat di peta yang merupakan jarak geografis dari suar tersebut. Dengan
patokan tinggi mata 5 meter (15 kaki).
Lingkaran suar ini gunanya ialah untuk menentukan jarak kapal dari suar tersebut pada
saat suara tersebut dilihat untuk pertama kalinya.
* Periode suar waktu antara nyala pertama sampai nyala berikutnya. Bila suar dalam
kelompok, periode suar merupakan waktu antara nyala pertama dalam kelompok kesatu
sampai nyala pertama dalam kelompok berikutnya.
Guna periode suar ialah untuk pengecekan karakter sebuah suar sehingga dapat
membedakan suara yang satu dengan suara lain yang berdekatan.
Contoh lain :
1. Dipeta terera GP Fl (3) 15 detik. 163 ft 18 m. Apa artinya?
Gp Fl (3) artinya suara tersebut mempunyai jenis penyinaran cerlang yang diberikan
di dalam kelompok. Dalam tiap kelompok terdapat 3x cerlang.
15 detik artinya periode = 15 detik yaitu waktu antara nyala yang pertama dalam
kelompok kesatu sampai nyala pertama dalam kelompok berikutnya = 15
detik.
163 ft berarti tinggi suar 163 kaki di atas permukaan air (rata-rata air tinggi)
musim semi ).
18 M berarti jarak nampak suara 18 mil dengan patokan tinggi mata pengamat.
5 m (15 kaki) pada cuaca terang.