Modul Ajar IPAS Kelas 3 Semester 1
Modul Ajar IPAS Kelas 3 Semester 1
IPAS
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Nur Dewi, [Link]
Satuan Pendidikan : UPT SDN 50 Bonto Panno
Tahun Ajaran : 2025 / 2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase / Kelas : B/3
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung,
lidah, kulit) dengan tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-
hari yang melibatkan indra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang
digunakan untuk mengenalinya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang
salah satu pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan
cara kerja pancaindra.
G. Model Pembelajaran
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang
kalian dengar di sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat
duduk di kursi ini? Bagaimana perasaan kalian saat ini?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa
melihat warna pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma
masakan enak? Seberapa penting pancaindra bagi kehidupan kita
sehari-hari?"
Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru?
Kira- kira, bagian tubuh mana yang paling berperan saat kita
mencicipi rasa manis, asam, asin, dan pahit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C) dan mengaitkannya dengan
pentingnya menjaga kesehatan tubuh, termasuk pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):
o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik
berbeda (misalnya: buah-buahan, bunga, kapas, batu,
air hangat/dingin, makanan dengan rasa berbeda).
o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh,
mencium, merasakan, dan mendengarkan benda-
benda tersebut secara bergantian dengan bimbingan
guru.
o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan
pengalaman mereka dengan indra yang digunakan (misalnya:
"Bagaimana rasanya jeruk ini? Indra apa yang kita gunakan
untuk merasakan manis/asam?" atau "Apa yang kalian dengar
saat kertas diremas?").
2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan gambar/kartu bergambar
pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
menuliskan nama pancaindra dan fungsi utamanya.
o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
3. Membuat Peta Pikiran/Poster Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):
o Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran atau poster
sederhana tentang "Pancaindra Kita".
o Peta pikiran/poster tersebut harus mencakup nama
pancaindra, fungsinya, dan contoh kegiatan sehari-hari
yang melibatkan indra tersebut.
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar,
spidol warna, atau alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi Kelompok dan Tanya Jawab (Komunikasi dan Penalaran
Kritis):
o Setiap kelompok secara bergantian
mempresentasikan peta pikiran/posternya.
o Setelah presentasi, kelompok lain atau guru dapat
mengajukan pertanyaan untuk menggali pemahaman
lebih dalam.
o Guru memberikan apresiasi dan umpan balik yang
membangun.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari hari ini? Apa yang paling menarik dari pembelajaran
kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada
pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok
untuk mengamati lebih lanjut penggunaan pancaindra di rumah
atau lingkungan sekitar.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan
yang sangat penting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami
berbagai informasi. Dengan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra,
mereka akan lebih menghargai dan bertanggung jawab untuk menjaga
kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu mereka
melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka
belajar, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan
pancaindra saya setelah pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi
pancaindra?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa
yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
memahami konsep pancaindra? Bagaimana saya bisa
membantu mereka lebih baik?
Kelas:
Tanggal:
Peta
pikiran/
Peta
p oster
Peta Peta pikiran/
sangat
pikiran/ pikiran/ p oster Peta
Kreativita menarik
p oster p oster cukup pikiran/post
s Peta ,
tidak kurang menarik er menarik,
Pikiran/P inovatif,
menarik menari , ada informatif,
oster informa
, tidak k, gambar dan kreatif.
tif
ada gambar sederha
, dan
gambar sedikit. n a.
menunj
.
u kkan
kreativit
as
tinggi.
Penjela
s an
sangat
jelas,
Tidak antusia
Penyamp Penjela Penjelas
mampu Penjelasa s,
aian s an an
menjela n jelas, bahasa
Presenta kurang cukup
s kan, percaya tubuh
si jelas, jelas,
suara diri, baik,
(Komunik kadang kontak
tidak kontak mampu
asi) ragu. mata
jelas. mata menjaw
kurang.
baik. ab
pertany
a an
dengan
lugas.
Memah
a mi
Memaha
konsep
Tidak mi
Pemah secara
Pemaham menunj Pemah konsep
a man mendal
an u kkan a man dengan
konsep am
Konsep pemah konsep baik dan
dasar dan
(Penalara a man dasar dapat
cukup mampu
n Kritis) sama kurang. menghub
baik. menjela
sekali. u ngkan
s kan
dengan
contoh.
dengan
contoh
yang
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
bervaria
s i.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar
peserta didik memahami konsep secara mendalam, bukan hanya
menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah,
kulit) yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari
luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka
terhadap rangsangan tertentu.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). All About Your Five Senses.
Diakses dari: [Link] (contoh situs,
sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa
makhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan
benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian
makhluk hidup dan sumber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk
hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan
upaya mitigasi perubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang
pentingnya pelestarian lingkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu
lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di
sekitarmu. Pernahkah kalian berpikir, dari mana mereka berasal
dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar seperti sekarang? Apa
yang mereka butuhkan untuk hidup?"
Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan
hewan di dalamnya, apa yang akan terjadi pada masa depan?
Mengapa penting bagi kita untuk peduli pada nasib makhluk
hidup lain dan sumber daya alam?"
Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan
lingkungan. Ide keren apa yang akan kalian lakukan untuk
membuat Bumi kita ini tetap indah dan dihuni banyak makhluk
hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), khususnya poin
"Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan dengan kepedulian
lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik siklus hidup dan pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):
o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar
siklus hidup beberapa makhluk hidup (misalnya, kupu-
kupu, ayam, tumbuhan). Gambar Life cycle of butterfly.
Complete (holometabolous) metamorphosis with four
distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-
tahapan yang mereka lihat.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat
makhluk hidup ini bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika
salah satu tahapan siklus hidup terganggu?"
2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang
masalah lingkungan (misalnya, penebangan hutan,
pencemaran sungai, atau
punahnya hewan tertentu). Guru bisa menggunakan gambar
atau deskripsi singkat.
o Kelompok diminta untuk mengidentifikasi:
Makhluk hidup apa yang terpengaruh?
Sumber daya alam apa yang rusak?
Apa penyebab masalah tersebut?
Bagaimana dampaknya pada lingkungan dan makhluk
hidup?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran
kritis.
3. Mencari Solusi dan Merancang Aksi (Kolaborasi dan Kreativitas):
o Setelah menganalisis masalah, setiap kelompok diminta untuk
berdiskusi dan merumuskan ide-ide solusi untuk masalah
yang mereka temukan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif tentang
cara-cara sederhana yang bisa mereka lakukan sebagai anak-
anak di lingkungan sekolah atau rumah.
o Proyek Mini: Setiap kelompok merancang poster
kampanye sederhana atau slogan ajakan untuk
pelestarian (misalnya, "Ayo Hemat Air!", "Jangan Buang
Sampah Sembarangan!", "Lindungi Hewan Langka!").
o Guru menyediakan kertas besar, spidol, pensil warna,
atau bahan kolase sederhana. Guru memberikan waktu
sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi dan Kampanye (Komunikasi dan Kewargaan):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan
hasil diskusi dan poster kampanye mereka di depan kelas.
o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau
pertanyaan.
o Guru memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan
nyata dalam pelestarian lingkungan dan kaitannya dengan
mitigasi perubahan iklim (misalnya, "Kalau kita hemat air, itu
juga membantu bumi kita tidak terlalu panas").
o Poster dapat dipajang di kelas sebagai pengingat.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari hari ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu
Bumi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada peran
setiap individu dalam menjaga kelestarian lingkungan dan
makhluk hidup.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau
kelompok untuk mengamati praktik pelestarian di rumah
atau lingkungan sekitar, atau melakukan tindakan sederhana
seperti memilah sampah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi,
dan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama diskusi
kelompok dan kegiatan merancang poster.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster
kampanye (relevansi, kreativitas, kejelasan pesan).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk
memeriksa pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu
yang berisi pertanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup,
pentingnya pelestarian, dan ide upaya pelestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu
makhluk hidup yang mereka amati di rumah.
o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jika
diperlukan) tentang upaya pelestarian sederhana yang
mereka lakukan di rumah.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus
hidupnya masing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada
bagaimana manusia memperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari
bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan untuk menjaga sumber
daya alam, seperti menghemat air atau memilah sampah, memiliki
dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat
membantu mitigasi perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup
hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu
menjaga lingkungan di sekitar saya?
3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya
pelestarian lingkungan?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang siklus hidup dan pentingnya pelestarian?
2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam
mendorong kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau
modifikasi di pertemuan berikutnya agar lebih bermakna?
Kelas:
Tanggal:
(Gambarkan atau tuliskan tahapan yang hilang pada siklus hidup berikut)
Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa
yang akan terjadi pada ikan-ikan di sungai itu?
Poster
Poster sangat
Poster menarik, menarik,
Poster Poster
cukup informat inovatif,
Kreativita tidak kurang
menarik if, dan informat
s Poster menarik, menari
, ada kreatif if, dan
Kampany tidak ada k
gambar dalam memiliki
e gambar/w ,
sederha penyam daya
a rna. desain
n a. p aian tarik
sederh
pesan. visual
a na.
yang
kuat.
Penjelas
Penjelas an
Tidak Penjel Penjelasa an sangat
Penyamp mampu a san n cukup jelas, jelas,
aian menjelask kuran jelas, percaya antusias
Pesan an, pesan g pesan diri, , pesan
(Komunik tidak jelas, tersampa pesan sangat
asi) tersampaik pesan i kan tersamp persuasi
an. kuran sebagian. ai kan f,
g dengan mampu
kuat. baik. mengaja
k orang
lain.
Skala Skala Skala
Aspek Skala Skala
1 2 5
Penilaia 3 4
(Sanga (Kuran (Sanga
n (Cukup (Baik)
t g t Baik)
)
Kurang )
)
Menunju
k kan
pemaha
Menunju
man
Keterkait Keterkai k kan
Keterk mendala
an Tidak ada t an pemaha
ai tan m dan
dengan keterkaitan dengan m an
isu kepeduli
Lingkung dengan isu isu tentang
lingkun an
an lingkungan lingkung isu
g an tinggi
(Kewarga . an lingkung
sangat terhada
an) cukup a n dan
minim. p isu
jelas. solusiny
lingkung
a.
a n dan
dampak
n ya.
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup
sepanjang hidupnya, dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup,
sumber daya alam) tetap ada dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu
masalah, dalam konteks ini adalah mengurangi dampak
perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.
2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku,
menguap, mengembun) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin,
air, listrik, makanan) yang ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi,
gerak, listrik) dengan contohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau
kejadian sehari-hari (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan
wujud zat atau perubahan energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan
wujud zat dan energi secara kreatif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang
terjadi jika kalian menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang
membuat es itu berubah? Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa
yang membuat lampu bisa menyala atau kenapa kompor bisa
panas?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu
tentang bagaimana benda-benda bisa berubah bentuk atau
bagaimana energi bekerja? Apa manfaatnya dalam
kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk
mengubah wujud benda, benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi
apa? Atau jika kalian bisa menciptakan energi, energi apa yang
ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan
dengan energi (olahraga, makan, tidur) dan kemudian
menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik perubahan wujud zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana
di dalam kelas:
Stasiun 1 (Mencair/Membeku): Es batu di mangkuk
terbuka, dan air di wadah lain yang akan dimasukkan
ke freezer (jika memungkinkan). Peserta didik
mengamati es mencair dan membayangkan air
membeku.
Stasiun 2 (Menguap/Mengembun): Air dipanaskan
(dengan pengawasan ketat guru), peserta didik
mengamati uap air dan tetesan air di tutup
panci/gelas.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan
bergantian mengunjungi setiap stasiun.
o Setiap kelompok mencatat pengamatan mereka: Apa
yang terjadi? Bagaimana wujudnya berubah?
o Guru memandu diskusi kelompok: "Mengapa es bisa
mencair? Apa yang terjadi pada air saat dipanaskan?"
2. Mengenal Sumber dan Bentuk Energi (Observasi dan Diskusi):
o Guru menayangkan video singkat atau menunjukkan gambar
berbagai sumber dan bentuk energi (misalnya, matahari,
kincir angin, PLTA, lampu menyala, radio berbunyi, mobil
bergerak).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi sumber energi
dari setiap gambar/video dan bentuk energi yang
dihasilkannya.
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa saja sumber energi yang
kalian kenal? Bentuk energi apa saja yang kalian temukan
di rumah atau sekolah?"
3. Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita (Analisis dan Diskusi
Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan beberapa kartu bergambar benda
atau kejadian sehari-hari yang melibatkan perubahan energi
(misalnya, senter menyala, setrika panas, kipas angin
berputar, orang makan dan berlari).
o Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perubahan
energi yang terjadi pada setiap gambar (misalnya, senter:
energi kimia dari baterai menjadi energi cahaya dan sedikit
panas).
o Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
4. Proyek Mini: Model Perubahan Energi Sederhana (Kreativitas dan
Kolaborasi):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat model
sederhana yang menunjukkan perubahan energi atau
wujud zat. Contoh:
Gambar atau diagram alur perubahan wujud air.
Sketsa atau gambar alat sederhana yang
menunjukkan perubahan energi (misalnya, rangkaian
listrik sederhana yang menyalakan lampu).
o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat
sederhana lainnya.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan
menjelaskan proses perubahan yang terjadi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari hari ini tentang benda dan energi? Mengapa penting
bagi kita untuk memahami ini?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa
perubahan wujud zat dan energi terjadi di sekitar kita setiap saat,
dan kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mengamati
perubahan wujud zat atau energi di rumah dan mencatatnya.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta,
termasuk benda-benda di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-
menerus mengalami perubahan wujud dan energi. Mereka akan menyadari
bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas dan perubahan yang
terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih
kritis dan menghargai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan
wujud zat atau perubahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi
untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang
wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan
pemahaman peserta didik tentang konsep perubahan wujud zat
dan energi?
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep
energi dengan kegiatan sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi
semua peserta didik untuk berpartisipasi dan menunjukkan
pemahaman mereka?
Kelas:
Tanggal:
1. Es batu:
2. Air minum:
3. Asap dari knalpot:
4. Meja:
B. Lengkapi Proses Perubahan Wujud Zat Berikut!
1. Es krim meleleh: Padat → (nama proses: )
2. Air di panci mendidih: Cair → (nama proses: )
3. Air menjadi es di freezer: Cair → (nama proses: )
C. Perhatikan Gambar di Bawah Ini! Tuliskan Perubahan Energi yang Terjadi!
1. Lampu Menyala:
2. Radio Berbunyi:
3. Setrika Panas:
Model/
dia gram
Model/ sangat
Model/ Model/ Model/
dia gram jelas,
Kreativita dia gram dia gram dia gram
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas informat
Model/Dia jelas, jelas informati
dan ada if, dan
gram tidak atau f, dan
usaha menunju
menarik. kurang kreatif.
kreatif. k kan
menarik.
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelas an
aian an , bahasa
menjela an jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, kurang percaya
i jelas, baik,
suara jelas, diri,
(Komunik kontak mampu
tidak kadang kontak
asi) mata menjaw
jelas. ragu. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Menunju
k kan
pemaha
Menunju man
k kan mendala
Keterkait
Tidak Keterkai pemaha m dan
an Keterkai
ada t an man mampu
dengan t an
keterkait dengan tentang memberi
Kehidupa dengan
an kehidup aplikasi k an
n Sehari- kehidup
dengan an konsep contoh
hari an
(Makna) kehidup cukup dalam relevan
minim.
an jelas. kehidup yang
sehari- a n. bervaria
hari. si dari
kehidup
an
sehari-
hari.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan
dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet
(benda magnetis) dan benda yang tidak dapat ditarik magnet
(non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat
menarik benda tertentu, gaya magnet dapat menembus benda
tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-
hari (gaya otot, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya
dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda
(membuat benda bergerak, berhenti, berubah arah, berubah
kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh
gaya dan kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan
aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan
kemagnetan secara kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah,
mengapa bisa menempel rapat? Atau, saat kalian bermain bola,
mengapa bola yang dilempar ke atas selalu jatuh kembali ke
tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau berhenti?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu
penting bagi manusia? Atau, mengapa kita perlu memahami
berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari? Apa manfaatnya
bagi kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang
meneliti kekuatan tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin
kalian pelajari lebih dalam: gaya atau magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), khususnya yang berkaitan
dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik gaya dan kemagnetan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan
berbagai benda (magnetis dan non-magnetis) di
setiap meja kelompok.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk:
Mencoba mendekatkan magnet ke berbagai
benda dan mencatat apa yang terjadi.
Mengamati apakah magnet memiliki kutub (utara-
selatan) dengan mendekatkan dua magnet.
Mencoba menarik benda dengan magnet melalui
penghalang tipis (kertas, kain).
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang
bisa ditarik magnet? Apa yang terjadi jika kutub magnet
yang sama didekatkan?"
2. Mengenal Jenis-Jenis Gaya (Demonstrasi dan Observasi):
o Guru melakukan demonstrasi berbagai jenis gaya:
Gaya Otot: Mendorong meja, mengangkat buku.
Gaya Gravitasi: Menjatuhkan pensil, bola.
Gaya Gesek: Menggeser kotak di lantai kasar vs. licin.
Gaya Pegas: Menarik karet gelang, bermain ketapel.
Gaya Dorong/Tarik: Membuka/menutup pintu.
o Peserta didik mengamati dan mencoba menirukan
demonstrasi (dengan bimbingan guru).
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa yang membuat benda-
benda ini bergerak atau berubah?"
3. Pengaruh Gaya terhadap Benda (Eksperimen dan Diskusi Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan mainan mobil-mobilan,
bola, dan plastisin/tanah liat.
o Kelompok diminta untuk melakukan percobaan dan
mencatat pengaruh gaya:
Mendorong mobil-mobilan (membuat benda bergerak).
Mendorong mobil-mobilan yang sedang
bergerak (mempercepat/memperlambat).
Mengarahkan bola yang sedang bergerak (mengubah
arah).
Menekan atau membentuk plastisin (mengubah bentuk
benda).
o Guru berkeliling membimbing dan memastikan keselamatan.
o Setiap kelompok menyajikan hasil pengamatan mereka
tentang bagaimana gaya memengaruhi benda.
4. Aplikasi Gaya dan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari (Proyek Mini):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat daftar atau
menggambar contoh benda atau aktivitas di rumah/sekolah
yang menggunakan konsep gaya atau magnet.
o Contoh: kulkas, kompas, mainan mobil-mobilan, keranjang
belanja, pintu.
o Guru menyediakan kertas gambar dan alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan
menjelaskan mengapa benda tersebut menggunakan
gaya atau magnet.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari hari ini tentang gaya dan magnet? Apa yang paling
menarik dari percobaan yang kita lakukan?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa gaya dan
magnet adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-
hari, memengaruhi banyak hal di sekitar kita.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari
contoh lain penggunaan gaya dan magnet di lingkungan rumah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua
konsep dasar dalam ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada
kehidupan sehari-hari. Mereka akan menyadari bahwa benda-benda
bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya, dan
magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu.
Pemahaman ini akan membantu mereka melihat fenomena di sekitar
dengan sudut pandang ilmiah, memahami cara kerja berbagai alat, dan
bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang
magnet atau gaya hari ini?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di
sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya
setelah belajar tentang materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery
Learning) berhasil memicu rasa ingin tahu dan pemahaman
mendalam peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan
kemagnetan dengan teknologi atau benda-benda yang lebih
kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi
dan percobaan? Jika tidak, bagaimana saya bisa mendorong
partisipasi yang lebih merata?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta
Didik) LKPD: Detektif Gaya dan
Magnet Nama:
Kelas:
Tanggal:
1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi
.
2. Saat kamu mengerem sepeda, gaya membuat sepeda menjadi .
3. Saat kamu menekan plastisin, gaya membuat plastisin menjadi .
4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola
ke bawah.
C. Ayo Berpikir Kritis!
Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi?
Jelaskan dengan menggunakan kata "magnet"!
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi Miniatur/Poster)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster Aplikasi Gaya
dan Magnet
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Semua
anggota
Anggota
Anggota sangat
Anggota cukup
Kerja Anggot aktif aktif,
tidak aktif,
Sama a berparti saling
bekerja namun
Kelompok kurang si pasi menduk
sama, belum
(Kolabora aktif dan u ng,
ada semua
si) dalam saling dan
yang berkont
diskusi. memba berbagi
pasif. ri busi.
nt u. tugas
secara
efektif.
Konsep
sangat
akurat,
Konsep
Konsep lengkap,
gaya/ma Konsep Konsep
Kualitas kurang relevan,
g net cukup akurat,
Konsep akurat dan
yang akurat lengka
(Penalara atau menunju
disajikan dan p, dan
n Kritis) kurang k kan
salah releva relevan
lengka pemaha
atau n. .
p. man
tidak
mendala
sesuai.
m.
Miniatur/ Miniatur/
Kreativita Miniatur/ Miniatur/ Miniatur/
p oster p oster
s p oster p oster p oster
cukup sangat
Miniatur/P tidak kurang jelas,
jelas jelas,
oster jelas, jelas informat
dan ada inovatif,
atau if,
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
tidak kurang usaha dan informat
menari menari kreati kreati if, dan
k. k. f. f. menunju
k kan
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelasa an
aian an , bahasa
menjela n kurang jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, jelas, percaya
i jelas, baik,
suara kadang diri,
(Komunik kontak mampu
tidak ragu. kontak
asi) mata menjaw
jelas. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
Menunju
k kan
Menunju pemaha
k kan man
Tidak pemaha mendala
Aplikasi
ada Contoh Contoh man m
dalam
contoh aplikasi aplikasi tentang tentang
Kehidupa
aplikasi minim cukup aplikasi berbagai
n
dalam atau relevan gaya/ma aplikasi
(Kewarga
kehidup tidak dan g net gaya/ma
an)
an relevan. jelas. dalam g net
sehari- kehidup yang
hari. an bermanf
sehari- a at bagi
hari. masyara
k at.
P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda
tertentu, terutama yang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to
Know About the World and How It Works. London: DK Publishing.
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab
individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan
tanggung jawab dengan baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan
negatif yang terjadi di lingkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif
terhadap lingkungan dan individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang
positif di sekolah dan tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau
cerita) yang menggambarkan peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai
skenario interaksi sosial.
G. Model Pembelajaran
Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif)
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis
Kasus, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan
dirimu sedang di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang
mereka lakukan? Bagaimana kalian semua saling membantu?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa
tugas dan tanggung jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang
akan terjadi kalau tidak ada yang mau melakukan tugasnya?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa
pun di sekolah selama satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa
yang akan kalian lakukan di peran itu? Atau, bagaimana cara
membuat semua orang di kelasmu merasa senang dan
nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat"
dan mengaitkannya dengan konsep peran, tugas, dan tanggung
jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di
rumah? Apa tugasmu sebagai anak? Apa tanggung
jawabmu sebagai siswa di sekolah ini?"
o Guru menunjukkan gambar berbagai profesi atau anggota
keluarga (ayah, ibu, kakak, adik, guru, dokter, polisi,
pedagang).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi peran masing-
masing orang dalam gambar dan mendiskusikan tugas
serta tanggung jawab mereka.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran
dan saling ketergantungan antarperan.
2. Mengenal Interaksi Sosial (Studi Kasus Sederhana):
o Guru menayangkan video pendek atau membacakan
skenario singkat tentang interaksi sosial di sekolah atau
lingkungan sekitar (misalnya, seorang anak menolong teman
yang jatuh, sekelompok anak berebut mainan, tetangga
saling menyapa).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok menganalisis skenario:
Apa yang terjadi?
Apakah itu interaksi positif atau negatif? Mengapa?
Apa dampaknya bagi orang yang terlibat dan lingkungan?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran
kritis dan empati.
3. Bermain Peran: Skenario Interaksi Sosial (Kolaborasi dan Komunikasi):
o Setiap kelompok diminta memilih satu skenario interaksi
sosial (bisa dari yang disajikan guru atau ide sendiri) dan
memerankannya di depan kelas.
o Guru dapat memberikan beberapa skenario yang
melibatkan konflik kecil dan penyelesaiannya secara
positif.
o Setelah bermain peran, kelompok lain memberikan masukan
atau pertanyaan tentang bagaimana mereka menyelesaikan
masalah atau mengapa mereka berinteraksi seperti itu.
o Guru memberikan umpan balik, menekankan pentingnya
komunikasi yang baik dan penyelesaian masalah secara
damai.
4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas
Impianku" (Kreativitas dan Kewargaan):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind
map, atau presentasi sederhana tentang:
Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih
"hebat" dengan menjalankan peran, tugas, dan
tanggung jawab masing- masing.
Atau, bagaimana cara menciptakan "komunitas
impian" di sekitar tempat tinggal mereka melalui
interaksi sosial yang positif.
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau
bahan kolase sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya,
menjelaskan ide- ide mereka untuk meningkatkan peran,
tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial di lingkungan
yang mereka pilih.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari hari ini tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi? Mengapa itu penting bagi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa setiap
individu memiliki peran penting dan bertanggung jawab untuk
menciptakan lingkungan sosial yang positif, baik di sekolah maupun
di rumah.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan
satu tugas atau tanggung jawab yang akan mereka lakukan di
rumah atau sekolah sebagai bukti pemahaman materi.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas,
dan tanggung jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di
keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa
cara mereka berinteraksi dengan orang lain sangat memengaruhi
suasana dan
keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka
diharapkan dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu
menciptakan interaksi sosial yang positif, sehingga lingkungan mereka
menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab saya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang
sudah saya pelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas,
tanggung jawab, atau interaksi sosial?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang konsep peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi
sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam
membantu siswa memahami dan mempraktikkan interaksi
sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi
atau memahami perannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya
untuk membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
Sebagai Siswa
1.
Miniatur/
p oster
Miniatur/ sangat
Miniatur/ Miniatur/ Miniatur/
p oster jelas,
Kreativita p oster p oster p oster
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas informat
Miniatur/P jelas, jelas informat
dan ada if, dan
oster tidak atau if, dan
usaha menunju
menarik. kurang kreatif.
kreatif. k kan
menarik.
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelasa an
aian an , bahasa
menjela n kurang jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, jelas, percaya
i jelas, baik,
suara kadang diri,
(Komunik kontak mampu
tidak ragu. kontak
asi) mata menjaw
jelas. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
Keterkai Menunju Menunju
Keterkaita Tidak Keterkai
t an k kan k kan
n dengan ada t an
dengan pemaha pemaha
Lingkung keterkait dengan
lingkung man man
an Sosial a n lingkung
an tentang mendala
dengan a
sosial
lingkung
a
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
(Kewarga n n sosial cukup peran m
an) sosial minim. jelas. positif tentang
nyata. dalam penting
lingkung ny a
an kontribu
sosial. si positif
bagi
lingkung
an
sosial.
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu
kelompok atau masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang
sesuai dengan perannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau
kelompok dalam masyarakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-
anak. (Contoh, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan
terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur
pada peta konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan
Jawa Timur (misalnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai
profesi masyarakat (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran
tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan
hewan) di daerah tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal
(misalnya, tradisi, lagu daerah, permainan tradisional, makanan
khas) di Lumajang dan Jawa Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah
masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita
orang tua atau tokoh masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat
tinggalnya dalam bentuk peta sederhana, cerita, atau gambar.
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis
Masalah dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara
Sederhana (simulasi), Peta Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain
datang ke Lumajang, apa saja yang akan kalian tunjukkan
kepadanya? Apa yang paling menarik dari tempat tinggal kita?"
Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu
tentang letak daerah kita di peta? Mengapa kita harus bangga
dengan budaya dan sejarah tempat tinggal kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film
dokumenter, cerita menarik apa yang akan kalian buat tentang
keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan orang-orangnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), khususnya yang berkaitan
dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik identitas daerah, bentang alam, profesi,
budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Menjelajahi Peta (Observasi dan Identifikasi):
o Guru menunjukkan peta Provinsi Jawa Timur dan
kemudian memperbesar tampilan ke Kabupaten
Lumajang (bisa peta konvensional atau digital).
o Peserta didik diminta untuk menemukan dan
menunjuk letak Kabupaten Lumajang.
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di
peta ini? Ada warna apa saja?" (Mengarah ke bentang
alam).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang apa itu peta dan
bagaimana cara membacanya secara sederhana.
2. Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman Hayati (Diskusi
Kelompok):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan kartu gambar bentang alam
(gunung, pantai, danau, sungai, sawah) dan kartu
gambar berbagai profesi (nelayan, petani, penambang
pasir, pedagang, peternak).
o Kelompok diminta untuk mencocokkan bentang alam
dengan profesi yang mungkin ada di sana, dan
mendiskusikan mengapa profesi tersebut cocok dengan
bentang alamnya (misal: nelayan di pantai).
o Guru juga menampilkan gambar keanekaragaman hayati
khas Lumajang/Jawa Timur (misal: salak pondoh, pisang
agung, harimau Jawa/macan tutul Jawa). Peserta didik
mengidentifikasi dan mendiskusikan pentingnya menjaga
kelestarian.
o Guru berkeliling membimbing diskusi dan memberikan
informasi tambahan.
3. Kearifan Lokal, Budaya, dan Sejarah Keluarga/Masyarakat (Menganalisis
Informasi):
o Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang
tradisi lokal, pakaian adat, makanan khas, atau permainan
tradisional dari Lumajang/Jawa Timur.
o Peserta didik diminta menyebutkan contoh-contoh
kebudayaan dan kearifan lokal yang mereka ketahui atau
pernah alami.
o Guru memperkenalkan konsep sejarah keluarga atau
masyarakat dengan menceritakan contoh sederhana
tentang sejarah berdirinya sekolah atau nama jalan di
sekitar sekolah.
o Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan: "Apa
tradisi unik di keluargamu atau di lingkungan sekitar
sekolah? Mengapa kita perlu melestarikannya?"
o Tugas rumah untuk pertemuan berikutnya: Peserta didik
diminta bertanya kepada orang tua atau kakek/nenek
tentang sejarah singkat keluarga mereka (misalnya, asal
usul nama, cerita masa lalu).
4. Proyek Mini: "Peta Kebanggaanku" (Kreativitas dan Penyajian):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat "Peta
Kebanggaanku" tentang Lumajang dan Jawa Timur. Peta ini
bukan hanya geografis, tetapi juga berisi informasi
tentang:
Letak Lumajang di Jawa Timur.
Gambaran bentang alam yang ada.
Beberapa profesi khas.
Gambar keanekaragaman hayati atau
budaya/kearifan lokal yang paling mereka
banggakan.
Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, pensil
warna, gunting, lem, dan bahan kolase sederhana
(misal: gambar- gambar kecil dari majalah bekas).
Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan
ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Kebanggaanku"
mereka di depan kelas, menjelaskan isi peta dan mengapa
mereka bangga dengan daerahnya.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah
kita pelajari tentang tempat tinggal kita? Apa yang membuat
daerah kita ini unik dan istimewa?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan tentang
pentingnya memahami identitas daerah, melestarikan alam
dan budaya, serta menghargai sejarah sebagai bagian dari diri
kita.
3. Tindak Lanjut: Mengingatkan kembali tugas wawancara sederhana
tentang sejarah keluarga.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten
Lumajang di Provinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka
yang kaya akan bentang alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah
yang unik. Mereka akan menyadari bahwa setiap elemen ini saling terkait
dan membentuk karakteristik masyarakat. Dengan memahami serta
menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa
bangga, cinta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan
alam dan budaya bagi generasi mendatang.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten
Lumajang atau provinsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau
keanekaragaman hayati di lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang
daerah tempat tinggal saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan
keterlibatan yang tinggi dalam mengenal daerahnya sendiri?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta
(konvensional/digital) dalam membantu peserta didik
memahami letak geografis?
3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil
menumbuhkan kreativitas dan rasa bangga akan identitas
lokal?
Kelas:
Tanggal:
A. Kenali Daerahmu!
1. Nama Kabupaten tempat tinggalku:
Gunung Nelayan
Sawah Pedagang
Informa
si
sangat
Informa
Kualitas Informas akurat,
Informasi si
Informas i pada Informasi lengka
kurang akurat,
i peta/pos cukup p,
akurat lengkap
(Penalar t er akurat relevan
atau , dan
an salah dan , dan
kurang relevan
Kritis) atau relevan. menunj
lengkap. dengan
tidak u kkan
topik.
relevan. pemah
a man
mendal
a m.
Peta/
pos ter
Peta/
sangat
pos ter
menari
Peta/ Peta/ menari
Peta/ k,
Kreativit post er poste r k,
poste r inovatif
as tidak cukup informa
kurang ,
Peta/Pos menarik, menarik, ti f, dan
menarik, informa
ter tidak ada kreatif
desain ti f, dan
ada gambar dalam
sederhan memilik
gambar/ sederhan penyam
a. i daya
w arna. a. paian
tarik
pesan.
visual
yang
kuat.
Penyam Tidak Penjelasa Penjelasa Penjela Penjela
paian mamp n kurang n cukup s an s an
u jelas,
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Presenta menjelas jelas, jelas, percay sangat
si kan, pesan pesan a diri, jelas,
(Komuni pesan kuran tersampa pesan antusia
kasi) tidak g ik an tersam s
tersamp kuat. sebagian. p aikan , pesan
ai kan. denga sangat
n baik. persua
si f,
mampu
mengaj
ak
orang
lain.
Menunj
u kkan
rasa
Tidak Menunj
bangga
Rasa menunju u kkan
yang
Bangga k kan Rasa Rasa rasa
mendal
& rasa bangga/a bangga/a bangga
am
Apresias bangga pr esiasi pr esiasi dan
dan
i Lokal atau kurang cukup apresia
apresia
(Kewarg apresiasi terlihat. terlihat. si
si
aan) terhada terhada
tinggi
p p
terhada
daerahn daerah
p
y a. n ya.
keunika
n
daerah
n ya.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti
gunung, pantai, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan
turun- temurun dalam suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup
(tumbuhan dan hewan) di suatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten
Lumajang. Diakses dari: [Link] (contoh situs,
sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto Panno
Guru Kelas III
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang
harus dipenuhi) dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan
dan tidak wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan
sehari-hari (misalnya, makanan sebagai kebutuhan, mainan
sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai
kebutuhan atau keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan
logam) dengan benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil
keputusan sederhana terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku
secara bijak berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis
Masalah dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan
kalian punya uang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian
beli? Mengapa itu yang kalian pilih?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya
antara butuh dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli
semua yang kita inginkan tanpa berpikir?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri,
gambar apa yang akan kalian letakkan di atasnya? Dan untuk
apa kalian akan menggunakan uang itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan
dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan "Gemar Belajar", lalu
mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara
memenuhinya (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik kebutuhan, keinginan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian
butuhkan
saat ini? Apa yang paling kalian inginkan?"
o Guru menjelaskan definisi kebutuhan (sesuatu yang harus ada
agar bisa hidup dan sehat, seperti makanan, air, pakaian,
tempat tinggal, pendidikan) dan keinginan (sesuatu yang
membuat hidup lebih nyaman atau menyenangkan, tapi tidak
wajib, seperti mainan, es krim, liburan mewah).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan set kartu bergambar
berbagai benda/aktivitas (makanan, minuman,
seragam sekolah, buku pelajaran, mainan, es krim,
liburan, sepeda, smartphone).
o Kelompok diminta untuk memilah kartu-kartu tersebut ke
dalam dua kategori: Kebutuhan dan Keinginan.
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang alasan
di balik pengelompokan mereka.
2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan
kertas) dari berbagai nominal.
Gambar
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang
sah, alat pembayaran, dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan
bagaimana mengenalinya (angka dan gambar).
o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi nilai uang yang
ditunjukkan guru. "Ini uang berapa rupiah? Gambar apa yang
ada di sini?"
o Guru bertanya: "Mengapa kita membutuhkan uang untuk
membeli sesuatu? Apa jadinya kalau tidak ada uang?"
3. Simulasi Transaksi Sederhana: Belanja Bijak (Aplikasi Konsep):
o Guru menyiapkan "toko mini" di depan kelas dengan
beberapa "barang" yang harganya sudah ditentukan
(misalnya, pensil Rp2.000, buku Rp5.000, permen Rp1.000,
mainan kecil Rp7.000).
o Setiap kelompok diberikan "uang saku" sejumlah tertentu
(misalnya, Rp10.000 dalam berbagai pecahan).
o Guru memberikan tantangan: "Dengan uang Rp10.000,
kalian harus membeli kebutuhan belajar dulu, lalu jika ada
sisa, boleh beli keinginan."
o Satu per satu perwakilan kelompok maju untuk "berbelanja".
o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang
mereka beli, berapa sisa uangnya, dan mengapa mereka
memilih barang tersebut (mengaitkan dengan
kebutuhan/keinginan).
o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian membeli
kebutuhan dulu? Mengapa penting untuk
memprioritaskan kebutuhan?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis &
Kemandirian):
o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap
kelompok, misalnya: "Ani mendapat uang saku Rp5.000
per hari. Dia butuh makan siang di sekolah, tapi dia juga
ingin membeli stiker lucu. Bagaimana Ani harus
mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak,
memprioritaskan kebutuhan, dan menjelaskan rencana
pengelolaan uang Ani.
o Guru berkeliling membimbing, memastikan mereka
berpikir kritis tentang keputusan keuangan.
o Setiap kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum
kembali materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa perbedaan
penting antara butuh dan ingin? Mengapa kita harus bijak
menggunakan uang?"
2. Penguatan Konsep: Guru menekankan bahwa uang adalah alat
penting dalam hidup, dan memahami perbedaan
kebutuhan/keinginan akan membantu mereka menjadi anak yang
mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk membuat
daftar 3 kebutuhan dan 3 keinginan mereka di rumah, lalu
menentukan mana yang lebih penting.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup
pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam
kehidupan, namun penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari
bahwa tidak semua yang diinginkan bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa
memprioritaskan kebutuhan
adalah langkah awal untuk menjadi individu yang mandiri dan
bertanggung jawab secara finansial. Pemahaman ini akan membantu
mereka mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola uang
saku sejak dini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa
depan yang lebih baik.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara
menggunakan uang saku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan
saya mulai sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri
setelah belajar materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang konsep kebutuhan dan keinginan serta fungsi uang?
2. Bagaimana efektivitas simulasi transaksi dalam
membantu siswa mengaplikasikan pemahaman mereka?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan
antara kebutuhan dan keinginan? Bagaimana strategi saya
selanjutnya untuk membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
Buku Pelajaran
Mainan Robot
Liburan ke Luar
Negeri
Seragam Sekolah
Permen Cokelat
B. Hitung dan Tulis Nilai Uangnya!
Total: Rp
Total: Rp
3. Uang: Rp20.000 + Rp10.000 + Rp2.000
Total: Rp
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis
seharga Rp7.000 dan kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000.
Apakah uangmu cukup untuk membeli keduanya? Berapa sisa uangmu?
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan
hidup dan hidup layak.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih
nyaman atau menyenangkan, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa
(misalnya Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber
yang relevan dan terbaru).
Bonto Panno,
Mengetahui 2025
Plt Kepala UPT SDN 50 Bonto
Panno Guru Kelas III