0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Kebersihan Agregat dan Mix Design Mortar

Dokumen ini menjelaskan prosedur pengujian kebersihan agregat halus terhadap lumpur dan perencanaan mix design untuk mortar geopolimer. Proses pengujian meliputi pengukuran kadar lumpur dalam pasir, sedangkan perencanaan mix design mencakup perhitungan massa bahan dan proporsi campuran mortar. Selain itu, dokumen ini juga mencakup langkah-langkah pembuatan benda uji mortar geopolimer di laboratorium.

Diunggah oleh

Riq Channel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Kebersihan Agregat dan Mix Design Mortar

Dokumen ini menjelaskan prosedur pengujian kebersihan agregat halus terhadap lumpur dan perencanaan mix design untuk mortar geopolimer. Proses pengujian meliputi pengukuran kadar lumpur dalam pasir, sedangkan perencanaan mix design mencakup perhitungan massa bahan dan proporsi campuran mortar. Selain itu, dokumen ini juga mencakup langkah-langkah pembuatan benda uji mortar geopolimer di laboratorium.

Diunggah oleh

Riq Channel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

d) Kebersihan Agregat Halus Terhadap Lumpur (ASTM C-33)

Pengujian kebersihan agregat halus terhadap lumpur ini dilakukan dengan


tujuan untuk mengetahui banyaknya kandungan lumpur dalam pasir. Prosedur
pengujian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Isi pasir kedalam gelas ukur sebanyak 250 ml.
2) Tambahkan air sebanyak 500 ml ke dalam gelas ukur yang telah berisi pasir.
Kemudian aduk-aduk air dan pasir didalam gelas ukur hingga seluruh
permukaan pasir tercampur dengan air, kemudian diamkan selama 24 jam.
3) Ukur tinggi endapan lumpur dan pasir dengan penggaris.
4) Hitung persentase kadar lumpur pada pasir.

3.6.2 Perencanaan mix design

Mengingat hingga saat ini belum terdapat standar mengenai mix design dari mortar
geopolimer, maka pada proporsi campuran mortar dilakukan trial mix terlebih dahulu
untuk mendapatkan campuran yang diinginkan. Perencanaan dan perhitungan mix design
dari mortar geopolimer ini mengacu pada penelitian sebelumnya yaitu (Tareck, 2024),
(Juliansyah, 2024), dan (Rachmalia, 2018) yang diuraikan dalam diagram alir penelitian
yang tercantum pada Gambar 3.1 dan 3.2. Masing-masing langkah dan perhitungannya
dijabarkan sebagai berikut :

[Link] Menghitung Massa 1 Mortar Geopolimer Berbentuk Kubus


Perencanaan perhitungan mix design dari 1 kubus mortar geopolimer dengan
dimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm dijabarkan sebagai berikut:
Volume 1 kubus =SxSxS
= 5 cm x 5 cm x 5 cm
= 125 cm3
Massa 1 mortar = Berat volume mortar x volume 1 kubus
= 2,4 gr/cm3 x 125 cm3
= 300 gram
[Link] Merencanakan persentase dari campuran mortar
Binder Geopolimer = 50% dari berat total campuran 1 mortar
Agregat Halus = 50% dari berat total campuran 1 mortar

40
[Link] Menghitung Massa 1 Precurso Geopolimer
Persentase binder geopolimer yang umumnya digunakan dalam campuran mortar
berdasarkan penelitian sebelumnya yaitu sebesar 30%-40%, sehingga dalam
penelitian ini di asumsikan persentase dari binder geopolimer yang digunakan
sebesar 50% dari berat total campuran mortar. Berikut penjabaran dari
perhitungan massa agregat halus :
Massa 1 binder = 50% dari berat total campuran 1 mortar
= 50% x 300 gram
= 150 gram.
[Link] Menghitung Massa Agregat Halus
Persentase agregat halus yang umumnya digunakan dalam campuran mortar
geopolimer berdasarkan penelitian terdahulu yaitu sebesar 50%, maka dalam
penelitian ini direncanakan persentase dari agregat halus yang digunakan sebesar
60% dari berat total campuran mortar. Berikut penjabaran dari perhitungan massa
agregat halus :
Massa Agregat Halus = 50% dari berat total campuran 1 mortar
= 50% x 300 gram
= 150 gram
[Link] Menghitung Massa Alkali Aktivator
Pada penelitian ini persentase massa alkali aktivator yang digunakan berdasarkan
penelitian sebelumnya (Tareck, 2024) yaitu direncanakan sebesar 0.4 dari massa
1 binder, kemudian perbandingan massa Natrium Hidroksida dengan Sodium
Silikat adalah 1:2,5. Berikut penjabaran dari perhitungan massa alkali aktivator :
Massa Alkali Aktivator = 0.4 x Massa Precursor
= 0.4 x 150 gram
= 60 gram.
Massa Alkali Aktivator = Massa NaOH + Massa Na2SiO3
Perbandingan NaOH : Na2SiO3 = 1 : 2,5
Na2SiO3 = 2,5 NaOH
Maka,
60 gram = NaOH + Na2SiO3
60 gram = NaOH + 2,5 NaOH
60 gram = 3,5 NaOH

41
NaOH = 17.143 gram
Na2SiO3 = 60 – 17.143 (gram) = 42.857 gram.
[Link] Ratio Extra Water
Pada campuran mortar geopolimer extra water diperlukan untuk
melarutkan alkali aktivator serta berperan dalam membantu proses reaksi
geopolimerisasi antara bahan aluminosilikat dengan aktivator tersebut
(Davidovits,J.,2008), namun penambahan extra water yang berlebihan dapat
meningkatkan porositas mortar setelah pengerasan karena air yang tidak terlibat
dalam reaksi geopolimerisasi akan menguap sehingga meninggalkan void
(rongga) dalam struktur mortar. Rasio extra water yang umumnya digunakan
berkisar antara 0,2-0,5 sesuai dengan kebutuhan, dalam penelitian ini akan
digunakan rasio extra water sebesar 0,3 dari berat total binder dengan tujuan
untuk menghindari porositas mortar, serta larutan alkali aktivator yang digunakan
terbilang memiliki konsentrasi yang cukup tinggi sehingga memerlukan air yang
lebih sedikit.
[Link] Menghitung Kebutuhan Superplasticizer

.
𝑆𝑢𝑝𝑒𝑟𝑝𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑐𝑖𝑧𝑒𝑟 = 𝑥 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑒𝑐𝑢𝑟𝑠𝑜𝑟………....…....……(3-18)

[Link] Rekap Hasil Mix Design Mortar Geopolimer

Tabel 3. 1 Proporsi campuran untuk variasi mortar geopolimer berbentuk kubus

Massa
Agregat Fly Silica
Variasi 1 Metakaolin NaOH Na2SiO3
Halus Ash Fume
Mortar mortar (gram) (gram) (gram)
(gram) (gram) (gram)
(gram)
MGF 300 150 150 0 0 17.143 42.857
MGFK 300 150 75 75 0 17.143 42.857
MGFKS 300 150 75 37.5 37.5 17.143 42.857
MGFS 300 150 75 0 75 17.143 42.857

Tabel 3. 2 Proporsi admixture mortar geopolimer

Superplasticizer Extra Water


(%) (ratio)
1.5% dari berat total precursor 0,3 dari berat total precursor

42
3.6.3 Pembuatan, Perawatan, dan Pengujian Mortar Geopolimer

[Link] Pembuatan Benda Uji (Mortar Geopolimer)


a) Kebutuhan Benda Uji
Sebelum membuat benda uji, perlu diketahui atau direncanakan kebutuhan
dari benda uji yang akan dibuat. Benda uji direncanakan berbentuk kubus
dengan dimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm untuk pengujian sifat fisik dan mekanik
mortar geopolimer. Kebutuhan benda uji direncanakan sebagai berikut:

Tabel 3. 3 Kebutuhan Benda Uji

Kode
Kuat tekan Berat Volume dan
Jenis Benda Uji benda
Penyerapan Air
uji
Suhu Ruang
Mortar
MK 5 5
Konvensional
Geopolimer (100%
MGF 5 5
Fly Ash)
Geopolimer (50%
Fly Ash+50% MGFK 5 5
Metakaolin)
Geopolimer (50%
Fly Ash+25%
MGFKS 5 5
Metakaolin+25%
Silica Fume)
Geopolimer (50%
Fly Ash+50% MGFS 5 5
Silica Fume)
Jumlah 50

b) Pembuatan Benda Uji


Pembuatan benda uji dilakukan di Laboratorium Struktur Material dan
Bahan Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Mataram. Sebelum
melaksanakan mixing bahan, bahan yang akan dipakai perlu dijaga akan
kebersihannya seperti dibungkus dan diletakkan di tempat yang aman bebas
dari bahan kimia. Adapun tahapan yang akan dilaksanakan dalam proses
pembuatan mortar geopolimer, diantaranya:
1) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan benda uji
mortar geopolimer.

43

Anda mungkin juga menyukai