STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGGUNAAN DEFIBRILATOR
Untuk Memenuhi Tugas OSCE
Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat
Disusun Oleh :
Rivati Hanifah 2407055
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS KARYA HUSADA SEMARANG
2025
PENGGUNAAN DEFIBRILATOR
STANDAR Tanggal Terbit : Ditetapkan Oleh :
OPERASIONAL
PROSEDUR
(………………………..)
PENGERTIAN
Defibrilator adalah alat medis elektronik portabel yang digunakan untuk
menganalisis irama jantung dan, jika diperlukan, memberikan kejutan
listrik ke jantung pasien henti jantung untuk mengembalikan irama jantung
normal.
TUJUAN
1. Mengetahui gejala klinis dan gambaran EKG aritmia letal
2. Mengetahui penenganan pada penderita yang mengalami aritmia letal
INDIKASI 1. Defibrilator digunakan untuk tindakan pengobatan dengan
menggunakan aliran listrik secara asinkron. Pada pasien dengan
cardiac arrest dan gambaran EKG VF (ventrikal fibrilasi), VT
(Ventrikal Takikardi) tanpa nadi.
2. Kardioversi merupakan tindakan pengobatan dengan menggunakan
aliran listrik sinkronis. Pada pasien dengan AF RVR (Atrial Fibrilasi
Rapid Ventrikel Respon), SVT (Supra Ventrikel Takhikardi).
PROSEDUR 1. Memastikan aman diri, aman lingkungan, dan aman pasien
2. Mengecek Respon dan kesadaran pasien dengan cara :
a. Memanggil nama
b. Menanyakan keadaan
c. Menepuk bahu pasien
3. Meminta bantuan pada petugas lain untuk mengambil trolly
Emergency dan resusitasi Set.
4. Melakukan cek denyut nadi pasien dengan cara meraba arteri karotis
selama kurang dari 10 detik
5. Menilai pernapasan pasien dengan cara Melihat pergerakan dada
6. Bila tidak teraba nadi dan tidak ada nafas lakukan kompresi dada
7. Siapkan Defibrilator disamping pasien
8. Hidupkan DC Shock dengan menekan tombol on
9. Ambil pedal dan olesi pedal dengan jelly
10. Tempatkan pedal sternum dan pedal apex pada tempatnya
11. Memeriksa gambaran irama EKG pada monitor Defibrilator apakah
ada indikasi untuk DC Shock (Irama VT dan VF tanpa nadi)
12. Menentukan kapasitas “watt second joule“ sesuai kebutuhan yang
dimulai dari 50–360 juole yang dapat diberikan secara
sinkronise/asinkronise dan di charge sampai energy listrik penuh
13. Melihat kembali gambaran EKG,bila masih sama beri isyarat dengan
kata “ I am Clear, You Are Clear, Every Body Clear “
14. Melakukan shock dengan menekan kedua tombol kuning di pedal,
kedua pedal ditekan pada dada dan ditahan sampai lima hitungan
2
15. Lakukan RJP kembali 5 siklus
16. Evaluasi irama dan nadi pasien
REFERENSI American Heart Association. (2020). Kejadian penting: Pedoman CPR
dan ECC tahun 2020. American Heart Association.
PPNI. 2021. Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.