1.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
Identifikasi Profil Murid: Murid yang menjadi sasaran dalam topik ini berada dalam fase remaja awal hingga pertengahan,
yaitu masa eksplorasi jati diri dan pencarian arah hidup. Mereka mulai mengalami dorongan internal untuk
mengetahui siapa diri mereka dan ke mana mereka akan melangkah. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan
yang dilakukan sebelumnya, ditemukan bahwa banyak murid yang belum memiliki pemahaman yang utuh
tentang kekuatan personal mereka sendiri, sering merasa kurang percaya diri, atau justru belum menyadari apa
yang menjadi keunikan dan potensi mereka masing-masing. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk
membangkitkan kesadaran dan kepercayaan diri murid terhadap potensi diri yang seringkali tersembunyi atau
belum tergali.
Materi Layanan: KENALI POTENSIMU
Bidang Layanan: Pribadi-sosial
A. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
Konseptual seperti definisi potensi diri, karakteristik kekuatan personal, serta pengertian growth mindset
dan fixed mindset.
Prosedural berupa langkah-langkah refleksi dan eksplorasi diri melalui pertanyaan panduan dan analisis
sederhana terhadap pengalaman pribadi.
Metakognitif: kesadaran dan pemahaman tentang cara berpikir serta strategi murid dalam mengenali
dan menumbuhkan potensi mereka sendiri.
Sosial-Emosional: karena murid akan dilatih untuk lebih memahami emosi, membangun harga diri, serta
menyadari bahwa setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan unik yang layak dihargai.
B. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Murid
Topik “Kenali Potensimu” sangat relevan dalam membekali murid menghadapi tantangan dunia nyata,
khususnya dalam pengambilan keputusan pendidikan dan karier. Di era informasi yang serba cepat dan
kompetitif, banyak murid merasa kehilangan arah atau terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang
lain. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk berhenti sejenak, mengenal diri sendiri lebih dalam, dan
menemukan kekuatan yang dapat menjadi pondasi masa depan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada
pengembangan diri dalam konteks sekolah, tetapi juga membentuk ketahanan psikologis, kemandirian,
serta kemampuan untuk menetapkan tujuan hidup yang realistis dan bermakna.
Dimensi Profil Lulusan :
DPL 1 DPL 3 DPL 5 DPL 7
Keimanan dan Ketakwaan Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan
terhadap Tuhan YME
DPL 2 DPL 4 DPL 6 DPL 8
Kewargaan Kreativitas Kemandirian Komunikasi
Desain Capaian Layanan: Kompetensi kemandirian (SKKPD) yang dikembangkan yaitu Pengembangan Pribadi.
Layanan Melalui layanan ini, murid diharapkan mampu mengidentifikasi potensi dan kekuatan diri yang dimiliki secara
lebih sadar. Capaian utama yang dituju adalah agar murid memiliki persepsi yang positif terhadap diri sendiri,
menemukan aspek-aspek unik dalam dirinya yang dapat dikembangkan, serta memahami bahwa potensi tidak
hanya terbatas pada prestasi akademik, tetapi juga mencakup kekuatan karakter, minat, serta pengalaman
hidup. Dengan begitu, murid dapat membangun pondasi yang kuat dalam proses pengembangan jati diri dan
perencanaan masa depan.
Praktik Pedagogis: Layanan dasar diselenggarakan dengan strategi bimbingan klasikal. Metode yang
digunakan antara lain:
Refleksi Diri Terbimbing: Fasilitator menggunakan pertanyaan panduan dalam LKPD seperti “Hal apa
yang paling sering membuat kamu merasa bangga?” untuk membantu murid menggali pengalaman
bermakna sebagai pintu masuk mengenali potensi mereka.
Diskusi Kelompok Terfokus: Murid saling berbagi hasil refleksi dalam kelompok kecil, sehingga terjadi
pertukaran perspektif dan penguatan sosial terhadap keberagaman potensi.
Metode Asosiasi Visual: Murid diminta menuliskan dan menggambar kekuatan pribadi dalam bentuk
visualisasi sederhana seperti pohon potensi atau peta kekuatan, yang membantu internalisasi.
Personal Feedback Loop: Murid diajak menyusun kalimat afirmasi berdasarkan temuan kekuatan mereka
dan membaca ulang secara berkala untuk memperkuat self-concept.
Kemitraan Pembelajaran: Kemitraan dibangun secara kolaboratif antara guru BK, guru mata pelajaran, dan
murid, dengan pendekatan yang menempatkan murid sebagai subjek pembelajaran. Guru BK mendorong
keterlibatan aktif murid untuk mengeksplorasi dan mengungkap potensi diri dalam suasana yang suportif dan
bebas dari penilaian negatif. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi guru mata pelajaran untuk memberi
masukan positif atas kekuatan murid yang mereka amati selama proses belajar di kelas, sehingga murid
menerima penguatan dari berbagai sisi. Dukungan orang tua juga dapat diintegrasikan melalui refleksi rumah
sederhana yang dikaitkan dengan hasil temuan potensi.
Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran disiapkan untuk mendukung atmosfer positif dan
kondusif agar murid merasa aman dalam berbagi dan berefleksi. Suasana kelas diatur dalam format lingkaran
terbuka atau kelompok kecil untuk memudahkan percakapan interpersonal dan memperkecil jarak psikologis
antara fasilitator dan murid. Penggunaan elemen visual dan kreatif, seperti gambar pohon potensi atau sticky
notes kekuatan, menciptakan lingkungan yang menginspirasi dan mendorong ekspresi diri secara bebas.
Pemanfaatan Digital: Media digital dimanfaatkan untuk memperkaya eksplorasi potensi murid. Salah satunya
melalui penggunaan platform survei kekuatan pribadi atau video interaktif yang menampilkan kisah inspiratif
tokoh muda yang menemukan kekuatannya di luar jalur akademik. Murid juga diarahkan membuat poster
digital berisi kekuatan pribadi yang telah mereka temukan, lalu dibagikan secara terbatas di grup kelas atau
portofolio pribadi daring. Dengan demikian, teknologi menjadi alat refleksi sekaligus penguatan diri secara
berkelanjutan.
Pengalaman AWAL (Prinsip berkesadaran)
Belajar Sesi dimulai dengan aktivitas reflektif yang membangkitkan kesadaran murid tentang momen-momen ketika
mereka merasa “kuat”, “bermakna”, atau “berhasil”. Fasilitator mengajukan pertanyaan terbuka seperti: “Kapan
terakhir kali kamu merasa bangga pada dirimu sendiri?” atau “Apa yang biasanya kamu lakukan dengan
mudah, sementara orang lain kesulitan melakukannya?” Pertanyaan ini bertujuan membangkitkan memori
personal yang positif dan menghadirkan titik awal untuk menyelami kekuatan unik tiap murid. Aktivitas ini
membentuk suasana yang aman secara emosional sehingga murid merasa nyaman menengok ke dalam
dirinya.
INTI
1. Memahami (berkesadaran)
Dalam inti kegiatan, murid diajak mengikuti aktivitas "Peta Potensiku", yang merupakan peta pribadi
yang menggambarkan potensi, minat, dan pengalaman positif yang pernah mereka alami. LKPD
memandu murid untuk menyebutkan hal-hal yang membuat mereka bersemangat, kebiasaan yang
mereka kuasai, hingga kata-kata yang sering digunakan teman untuk menggambarkan mereka. Murid
menuliskannya dalam peta visual yang bercabang, mencakup aspek: kekuatan karakter, keterampilan,
minat, dan impian. Murid juga diberi contoh kisah inspiratif tokoh muda yang berhasil menyalurkan
potensinya secara bermakna, meski berangkat dari latar yang biasa-biasa saja. Melalui diskusi kelompok
kecil, murid diajak mengidentifikasi kekuatan apa yang ditunjukkan oleh tokoh tersebut dan bagaimana
itu berkontribusi pada pencapaian sang tokoh. Diskusi ini menumbuhkan pemahaman bahwa potensi
bisa beragam bentuknya dan berkembang lewat proses.
2. Mengaplikasikan (bermakna, menyenangkan)
Setelah mengeksplorasi potensi, murid diminta merefleksikan hasil “Peta Potensiku” dan menuliskan
satu kalimat afirmasi tentang dirinya, misalnya: “Aku punya ketekunan yang akan menolongku meraih
impian.” Kalimat ini akan mereka tempelkan di dinding kelas sebagai bagian dari galeri kekuatan
bersama. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat persepsi positif terhadap diri, tetapi juga
mengembangkan saling pengakuan antarmurid, membentuk iklim kelas yang suportif.
3. Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
Setelah mengeksplorasi potensi, murid diminta merefleksikan hasil “Peta Potensiku” dan menuliskan
satu kalimat afirmasi tentang dirinya, misalnya: “Aku punya ketekunan yang akan menolongku meraih
impian.” Kalimat ini akan mereka tempelkan di dinding kelas sebagai bagian dari galeri kekuatan
bersama. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat persepsi positif terhadap diri, tetapi juga
mengembangkan saling pengakuan antarmurid, membentuk iklim kelas yang suportif.
PENUTUP (berkesadaran)
Sesi diakhiri dengan kegiatan berbagi singkat di mana setiap murid menyampaikan satu potensi pribadi yang
mereka sadari hari itu, dan bagaimana potensi tersebut bisa membantu mereka dalam mencapai tujuan hidup
atau berkontribusi untuk orang lain. Suasana dibuat afirmatif dan memberdayakan, dengan fasilitator
menegaskan bahwa setiap orang memiliki benih kekuatan yang bisa terus disirami dan ditumbuhkan.
Asesmen Assessment of Learning (Awal)
3 pertanyaan pre-assessment untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang kenali potensimu:
1. “Kalau kamu diminta menyebutkan satu hal yang membuatmu berbeda dari kebanyakan temanmu, apa
yang akan kamu jawab?” Pertanyaan ini mendorong murid menyadari aspek unik dalam dirinya, baik
dari segi karakter, hobi, atau cara berpikir.
2. “Dalam aktivitas apa kamu merasa waktu berlalu tanpa terasa, dan kamu menikmatinya?”
Ini menggali zona minat dan aliran (flow), yang sering kali menjadi petunjuk awal dari kekuatan intrinsik
seseorang.
3. “Apa komentar atau pujian yang paling sering kamu dengar dari teman, guru, atau keluarga?”
Pertanyaan ini menolong murid mengenali kekuatan dari sudut pandang orang lain, sebagai cermin
reflektif terhadap persepsi diri.
Assessment as Learning (Proses)
Asesmen terhadap proses layanan bimbingan klasikal menggunakan Instrumen Observasi sesuai contoh pada
Lampiran POP BK (instrumen terlampir)
Assessment for Learning (Akhir)
Asesmen terhadap hasil layanan bimbingan klasikal menggunakan Instrumen Angket Evaluasi Hasil sesuai
contoh pada Lampiran POP BK (instrumen terlampir)
................, ....................2025
Guru BK/Konselor
.............................................