Bauran Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan
Bauran Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan
HUSNUL RAHMATUNNISYA
A1B118083
UNIVERSITAS MATARAM
2022
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (PRODUK, TEMPAT, ORANG,
PROSES, BUKTI FISIK) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN
PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM (PERUMDAM)
SKRIPSI
Universitas Mataram
Oleh:
HUSNUL RAHMATUNNISYA
A1B118083
UNIVERSITAS MATARAM
2022
i
LEMBAR PENGESAHAN
Oleh:
Mengetahui:
ii
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (PRODUK, TEMPAT, ORANG,
PROSES, BUKTI FISIK) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN
PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM (PERUMDAM)
Nim : A1B118083
Jurusan : S1 MANAJEMEN
Tanggal xx xx xxxx
1. ( )
NIP
2. ( )
NIP
iii
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (PRODUK, TEMPAT, ORANG,
PROSES, BUKTI FISIK) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN
PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PERUMDAM)
Mataram, xx xx xxxx
Dekan Ketua Program Studi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen
iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : Husnul Rahmatunnisya
Nim : A1B118083
Jurusan : S1 Manajemen
Fakultas : Fakultas Ekonomi dan Bisnis
HUSNUL RAHMATUNNISYA
A1B118083
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya
Proses, Bukti Fisik) Terhadap Kepuasan Pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air
Kecamatan Smbawa)” ini dapat diselesaikan. Shalawat serta salam tak lupa kita
haturkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW sehingga dapat membawa kita
dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang yakni adinul islam.
Terimakasih tiada terhingga kepada kedua orang tua saya Bapak Ikhlassuhada
dan Ibu Nurlian, yang selalu dan senantiasa memberikan doa, semangat, cinta dan kasih
sayang, curahan waktu dan tenaga, dukungan moril dan materiil dan segala
pengorbanannya yang tidak bisa dibayarkan dengan apapun sehingga saya dapat
Saya juga ingin berterimakasih kepada berbagai pihak yang turut memberikan
dukungan guna menyelesaikan skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak
langsung, yaitu:
1. Ucapan Terimakasih kepada Kedua Orang Tua saya Bapak Ikhlassuhada dan
ibu Nurlian yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan dari doa, cinta
kasih, dan semangat sehingga saya mampu menyelesaikan skripsi ini dengan
baik.
2. Rektor Universitas Mataram, Bapak Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M. Hum.,
vi
atas kesempatan, waktu, dan ijin yang diberikan untuk menempuh studi
Mataram.
Muaidy Yasin, MS, atas kesempatan yang diberikan untuk menempuh studi
Mataram.
4. Ketua Jurusan Ibu Dr. Baiq Handayani Rinuastuti, SE, MM, atas kesempatan
5. Dra. Rusminah Hs, [Link] selaku pembimbing utama dan Ibu Dra. Hj
besarnya atas segala waktu yang diluangkan untuk bimbingan, masukan, dan
6. Seluruh Dosen dan Staf pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Mataram.
7. Ucapan Terimakasih kepada kakak saya Galuh, Syaum Wahyuni dan Azizah
vii
8. Ucapan Terimakasih kepada sahabat saya Firdayanty dan Jumiatun Aini yang
9. Ucapan Terimakasih Teman seperjuangan saya Intan, Iin, ayu ,budi, Wanda,
Elina dan seluruh teman semasa Kuliah yang tidak dapat saya sebutkan satu
semangat.
10. Ucapan Terimakasih kepada anggota staff Perumdam batu lanteh kabupaten
dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini masih
terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini
Mataram, 0 February
Penulis
viii
ABSTRAK
PENGARUH BAURAN PEMASARAN (PRODUK, TEMPAT,
ORANG, PROSES BUKTI FISIK) TERHADAP KEPUASAN
PELANGGAN PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM
(PERUMDAM) BATU LANTEH KABUPATEN SUMBAWA
(STUDI PADA PELANGGAN KECAMATAN SUMBAWA)
Kata Kunci: Bauran Pemasaran Produk, Tempat, Orang, Proses, Bukti Fisik, Kepuasan
Pelanggan
ix
ABSTACT
This study aims to determine the effect of the marketing mix on customer satisfaction and to
determine which variables are the most dominant on the service marketing mix consisting of
product, place, person, process and physical evidence variables on customer satisfaction.
Public water company (Perumdam) Batu Lanteh Sumbawa district (Study on Customers in
Sumbawa District). This type of research is associative with a quantitative approach.
Associative research is research that intends to describe and test the hypothesis of the
relationship between two or more variables. The data collection method used is a survey
sample using primary data collected directly from respondents using questionnaires. The
population in this study were respondents who used Perumdam Batu Lanteh in Sumbawa sub-
district for more than one year, respondents were household customers aged over 20 years and
respondents who used water meters 20-50M3 per month. Sampling This study used a sample
of 50 respondents taken from population of Perumdam Batu Lanteh customers in Sumbawa
sub-district. Sampling using purposive sampling technique. The data analysis tool used is
Multiple Linear by using SPSS. The results of data analysis show that: (1) The product has a
positive and insignificant effect on customer satisfaction of 0.350 > 0.05. (2) Place has a
positive and insignificant effect on customer satisfaction of 0.083 > 0.05. (3) People have a
positive and insignificant effect on customer satisfaction of 0.899 > 0.05. (4) The process has
a positive and significant effect on customer satisfaction of 0.000 <0.05. (5) Physical evidence
has a positive and insignificant effect on customer satisfaction of 0.360 > 0.05.
DAFTAR ISI
x
HALAMAN SAMPUL..................................................................................................
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................... ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ..................................................................v
BAB I ........................................................................................................................1
PENDAHULUAN ....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................9
1.3 Pertanyaan Penelitian ...........................................................................................9
1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................. 10
xi
Kabupaten Sumbawa kecamatan Sumbawa .......................................... 21
xii
3.7.1 Jenis Data. ............................................................................................... 34
BAB IV ................................................................................................................... 46
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................................... 46
xiii
4.2 Deskripsi Karakteristik Responden ................................................................ 47
xiv
4.8 Pembahasan Hasil Penelitian. ........................................................................... 69
xv
BAB I
PENDAHULUAN
barang yang dihasilkan dapat diterima dengan baik di pasaran. Memuaskan kebutuhan
dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan menggunakan
kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali dikemudiaan hari. Hal
ini berarti kepuasan konsumen merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam
melakukan pembeliaan ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume penjualan
perusahaan. Menurut Kotler dan Keller (2009 : 138) kepuasan adalah perasaan senang
atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap
kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. Perusahaan akan berhasil
memperoleh pelanggan dalam jumlah yang banyak apabila dinilai dapat memberikan
kepuasan bagi [Link] pelanggan telah merasa puas maka akan terjalin
hubungan harmonis antara produsen dan konsumen, menciptakan dasar yang baik bagi
pembelian ulang dan membentuk rekomendasi dari mulut kemulut yang dapat
diartikan sebagai suatu keadaan dimana harapan konsumen terhadap suatu pelayanan
sesuai dengan kenyataan yang diterima tentang pelayanan yang diberikan kepada
1
konsumen. Jika pelayanan suatu perusahaan jasa tersebut jauh dibawah harapan
konsumen maka konsumen akan kecewa. Sebaliknya, jika layanan yang diberikan
memenuhi harapan konsumen, maka konsumen akan senang. Harapan konsumen dapat
perusahaan jasa.
menghasilkan penjualan saja. Pertukaran dalam hal ini hanyalah suatu pentahapan awal
dalam proses pemasaran. Pemasaran ini dilakukan baik sebelum maupun sesudah
menentukan produk, pasar, harga, serta promosi. Seluruh sistem dari kegiatan bisnis
harus berorientasi ke pasar atau konsumen. Konsumen harus benar – benar merasa
Untuk itu bauran pemasaran (marketing mix) mempunyai peranan yang sangat
penting dalam mempengaruhi pelanggan untuk membeli produk atau jasa yang
ditawarkan. Menurut Kotler dan Armstrong (2016 : 51) Bauran pemasaran (marketing
mix) mencakup empat (4) hal pokok dan dapat dikontrol oleh perusahaan yang meliputi
2
dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti people
(orang), physical evidence (fasilitas fisik) dan process (proses) sehingga dikenal 7P.
maupun tidak berwujud termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik
perusahaan dan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Harga menurut
Kotler dan keller (2016:483) salah satu elemen dari marketing mix yang menghasilkan
pendapatan dan diikuti oleh elemen lainnya yang menghasilkan biaya. Harga juga
mengomunikasikan posisi nilai yang ditunjukan oleh perusahaan dari produk atau
yang sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan keberadaan produknya, tujuan
dari saluran distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan
diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Promosi yaitu
produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan
semua aktivitas umumnya terdiri dari prosedur, jadwal pekerjaan, aktivitas dan hal-hal
rutin dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Orang Menurut
sikap positif yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Bukti fisik Ratih Nurhayati
3
(2005:64) adalah sarana fisik yang merupakan suatu hal yang secara nyata turut
Dalam penelitian ini kami tidak menggunakan variabel harga dan variabel promosi,
perusahaan milik daerah dimana harga tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah dan
alasan kami tidak menggunakan variabel promosi yaitu akibat meningkatnya jumlah
kebutuhan air dan susahnya mendapatkan air bersih sehingga masyarakat memilih
Menurut Irawan (2009:37) faktor yang mempengaruhi kepuasan ada lima, yaitu:
1. Kualitas Produk
Pelanggan akan merasa puas apabila hasil evalusi mereka menunjukkan bahwa
2. Kualitas Pelayanan.
Kualitas pelayanan dibidang jasa akan membuat pelnggan merasa puas apabila
mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang mereka
harapkan.
3. Emosional
Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain
akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek tertentu
4. Harga
4
Produk yang mempunyaiku kualitas sama tetapi menetapkan harga yang relatif
lebih murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada pelanggannya.
5. Kemudahan
Pelanggan akan semakin puas apabila relatif lebih mudah, nyaman dan efisien
merupakan suatu urutan-urutan kegiatan yang saling berkaitan erat dan bertujuan untuk
pemasaran merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi perusahaan untuk
menjalankan roda perusahaannya, karena tidak jarang akibat konsumen tidak puas
maka perusahaan gagal mencapai tujuannya disebabkan sistem pemasaran yang kurang
tepat tidak terkecuali juga pada pemasaran perusahaan jasa. Salah satu perusahaan yang
Perumdam Batu Lanteh merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang
pemanfaatan sumber daya air bagi kebutuhan masyarakat. Hal ini Sesuai dengan
Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi, air, dan
5
kekayaan alam lainnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat. Hal ini merupakan dasar bagi pemerintah bahwa penggunaan air
harus dikelola dengan baik dan benar agar memberikan kemakmuran bagi rakyat.
Prusahaan ini dalam menjalankan misi sosialnya membawa dua misi yaitu pertama
social dan kedua profit. Dalam menjalaankan misi sosialnya prusahaan ini harus bisa
memberikan pelayanan kepada seluruh asyarakat tak terkecuali juga dengan yang
sebagai pengelola air juga harus bisa memberikan pelayanan berupa air minum atau air
bersih secara layak sesuai dengan persyaratan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
dan perusahaan juga dituntut harus mampu membuat pelanggan merasa puas.
Dalam rangka menjalankan misi sosial dan profit, maka tarif air minum Perumdam
Tangga, Niaga, Industri dan Pemerintah. Adapun tarif tersebut tertera dalam Tabel 1.1
6
Tabel 1.1 Tarif air minum Prumdam Batu Lanteh pada masing-masing kelompok dan Tingkat Konsumsi air.
Tarif air Minum Perumdam Batu Lanteh pada masing-masing Kelompok Pemakaian
Tingkat
Kosumsi Sosial Rumah Tangga Niaga Industri Pemerintah
Air SK SU RT1 RT2 RT3 RT4 RE N1 N2 N3 I1 I2 I3 IP
0 < 10 1.260 1.260 1.260 1.930 2.125 2.340 5.250 2.850 3.060 3.550 2.640 4.050 4.470 2.350
11 < 20 1.260 1.260 1.362 2.125 2.340 2.600 6.300 3.060 3.360 3.700 2.800 4.470 4.890 2.600
> 20 1.260 1.260 1.470 2.340 2.600 3.150 7.560 3.360 3.700 4.050 3.060 4.890 5.400 2.850
Sumber: Perumdam Batu Lanteh 2021
Keterangan:
6
Berdasarkan tabel 1.1 di atas, diharapkan Perumdam Batu Lanteh mampu membawa
misi sosial maupun ekonomi disamping konsumen merasa puas dalam pelayanannnya.
Hal ini di sebabkan karena air menjadi kebutuhan primer (air minum) maupun sekunder
Ketersediaan air bersih dan layak minum menjadi masalah yang kian serius saat ini
karena sumber daya air bersih untuk minum yang seharusnya dapat dinikmati dengan
mudah oleh masyarakat pada kenyataannya kini makin sulit ditemui dan mahal
harganya.
Tabel 1.2 jumlah pelnggan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, 2018-2020.
JUMLAH PELANGGAN
PERUMDA
NO
CABANG
2008 % 2019 % 2020 %
1 SUMBAWA 7.760 37,3 8.144 88 8.075 41
2 EMPANG 2.021 9,7 2.109 9,8 1.974 10
3 ALAS 2.207 10,6 2.346 10,9 2.194 11,1
4 PELAMPANG 1.102 5,3 1.116 5,2 1.000 5,1
5 LAPE 96 0,5 91 0,4 69 0,4
6 MARONGE 234 1,1 207 1 140 0,7
7 ALAS BARAT 1.147 5,5 1.040 4,8 663 3,4
8 UTAN 1.759 8,4 1.832 8,5 1.742 8,9
9 PERNANG 635 3,1 661 3,1 623 3,2
10 MOYO HILIR 651 3,1 665 3,1 669 3,4
11 MOYO UTARA 892 4,3 954 4,4 929 4,7
12 BADAS 2.315 11,1 2.291 10,7 1.603 8,1
TOTAL 20.809 100 21.456 100 19.681 100
Sumber: Data diolah, Perumdam Batu Lanteh 2021.
Berdasarkan tabel 1.2 diatas dapat kita lihat bahwa jumlah pelanggan yang
tertinggi terdapat pada tahun 2020 dikecamatan Sumbawa sebesar 8.075 atau 41%
7
pelanggan dengan total pertahunnya sebesar 19.681 pelanggan. dan jumlah pelanggan
terendah pada tahun 2020 dikecamatan Lape dengan jumlah pelanggan 69 atau 0,4%
Rakyat tahun 2016, Perumdam Batu Lanteh berada pada peringkat 97 dengan nilai kinerja 3.24
dan katagori kinerja sehat dari 371 BUMD seluruh Indonesia. Sedangkan tahun 2019,
perusahaan ini menduduki peringkat 137 dari 380 BUMD seluruh Indonesia dengan nilai
kinerja 3.11 dan katagori kinerja sehat. Dari data tersebut terlihat bahwa, terdapat penurunan
peringkat dan nilai kinerja tahun 2019 bila di banding tahun 2016. Beberapa aspek yang rendah
kinerjanya antara lain aspek pelayanan, dimana penambahan sambungan baru masih
rendah dan akurasi meter kurang akurat atau meter rusak, sehingga tekanan air pada
pelanggan seperti belum terlayani hak-haknya yaitu seperti tidak mendapatkan air
sementara meteran air berjalan, air yang keluar warnanya keruh dan berbagai keluhan
pelanggan merasa tidak puas, terungkap dalam bentuk keluhan, pengaduan, protes, dan
bahkan pelanggan terkadang membuat surat terbuka yang dimuat dalam media masa
yang akan menarik perhatian masyarakat luar dan dapat merusak citra perusahaan.
8
Pelanggan yang kecewa tidak hanya meninggalkan jasa layanan, tetapi juga akan
menceritakan keburukan jasa yang diterima kepada orang lain Supranto (2006).
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka penulis dalam penelitian ini mengambil
judul “Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Tempat, Orang, Proses, Bukti Fisik)
9
5. Apakah Bukti Fisik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan
6. Manakah unsur marketing Mix yang lebih dominan yang terdiri produk, harga,
tempat, promosi, orang, proses dan bukti fisik terhadap kepuasan konsumen
Sesuai dengan rumusan masalah tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
adalah:
10
5. Untuk mengetahui pengaruh signifikan bukti fisik terhadap kepuasan
6. Untuk mengetahui unsur marketing mix yang lebih dominan yang terdiri
produk, harga, tempat, promosi, orang, proses dan bukti fisik terhadap kepuasan
sebagai berikut:
1. Manfaat Akademik
Untuk memenuhi salah satu syarat dalam mencapai kebulatan studi program
Strata Satu (S1) Pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram.
2. Manfaat Teoritis
Sebagai sarana untuk menerapkan teori- teori yang diperoleh dibangku kuliah
3. Manfaat Praktisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan
masukan bagi perusahaan dalam menerapkan strategi marketing mix dan dapat
menjadi pedoman bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian dengan judul
11
BAB II
Kotler (2000 : 10) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan
seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dia rasakan dibandingkan
dengan harapannya, dimana jika kinerja juga gagal dalam memenuhi harapan
pelanggan akan merasa tidak puas dan jika kinerja sesuai dengan pemenuhan harapan
konsumen, pelanggan akan puas. Artinya, konsumen akan membentuk persepsi yang
lebih menyenangkan tentang sebuah produk atau jasa yang sudah dinilai positif oleh
konsumen.
Menurut Mowen dan Minor (2002 : 89) kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai
keseluRuhan sikap yang ditunjukkan konsumen atas barang dan jasa setelah mereka
memperoleh dan menggunakannya. Ini merupakan penilaian evaluative pasca
pemilihan yang disebabkan oleh seleksi pembelian khusus dan pengalaman
menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa tersebut. Pada dasarnya, kepuasan
konsumen itu suatu keadaan dimana kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen,
dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi ataupun jasa yang diterima Siagian
(2004 : 7).
Kepuasan juga dapat terlihat dari respon konsumen terhadap evaluasi ketidak
sesuaian yang dipersepsikan antara harapan awal (atau standar kinerja tertentu) dengan
kinerja nyata produk yang dirasakan setelah pemerolehan produk dan jasa (Day dalam
Tjiptono, 2005 : 198). Jadi dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Konsumen merupakan
12
2) Minat berkunjung kembali merupakan kesediaan konsumen untuk berkunjung
Menurut Kotler dan Keller dalam Tjiptono (2014: 369-370), untuk mengukur
perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai media seperti kotak saran, telepon
layanan konsumen, dan kartu komentar. Dari informasi tersebut, perusahaan dapat
dengan cepat memperbaiki masalah-masalah yang ada sehingga tidak lagi mengganggu
2) Ghost/mystery shopping
(ghost shoppers) untuk berperan menjadi pelanggan potensial perusahaan dan pesaing.
13
Perusahaan menghubungi dan menanyakan kepada pelanggan yang telah berhenti
membeli produk atau jasa dan beralih kepada pesaing, agar perusahaan dalam
kepuasan pelanggan. Dengan metode ini, perusahaan dapat memperoleh tanggapan dari
pelanggan.
variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang
bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan
sasarannya.
marketing Boom dan Bitner (1981: 47-51) menambahkan bauran pemasaran dalam
bisnis jasa menjadi 7P. Hingga kini konsep marketing mix dianggap telah mengalami
perkembangan menjadi 7P. Adapun penjelasan dari ketujuh unsur yang terkandung
1) Produk (Produc)t
14
Produk yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dijual dalam bisnis atau
perusahaan. Baik itu barang maupun jasa yang memiliki nilai guna serta yang sedang
dibutuhkan oleh konsumen. Kunci keberhasilan pemasaran produk adalah barang dan
jasa tersebut haruslah menjawab kebutuhan konsumen. Tidak hanya itu saja
sebetulnya. Suatu barang atau jasa dituntut harus memiliki nilai lebih dibanding produk
lain. Hal itu supaya produk tersebut bisa menjadi pilihan konsumen.
Menurut Orville, Larreche, dan Boyd (2005: 422) apabila perusahaan ingin
aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk
yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Indikator kualitas produk
yaitu:
produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang
frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya
tahan produk.
karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari
15
5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan
memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan
7. Perceived Quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan
bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek,
2. Place (Tempat)
Tempat ini maksudnya adalah lokasi untuk melakukan proses jual beli produk baik
barang maupun jasa. Konsep ini sangat penting terutama bagi usaha konvensional.
Perusahaan dengan bisnis konvensional harus paham betul di mana lokasi yang
strategis, Setidaknya yang mudah dikunjungi oleh konsumen. Namun itu dikhususkan
untuk bidang usaha konvensional saja. Sementara saat ini sudah marak yang namanya
bisnis modern atau bisnis online. Oleh karena itu di jaman ini pengertian aspek tempat
b. Visibilitas, yaitu lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas dari jarak
pandang normal.
16
c. Lalu lintas (traffic). Menyangkut dua pertimbangan utama:
• Kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa juga jadi peluang, merupakan salah
e. Kriteria adalah titik lokasi merupakan titik yang pas, strategis dan bagus prospek nya
3. People (Orang)
Termasuk juga dalam konsep 7P adalah people atau aspek orang. Yang dimaksud
people disini tentu bukan hanya konsumen saja. Namun seluruh SDM yang terlibat,
termasuk pekerja hingga tim bisnis. Khusus untuk aspek ini sangat penting untuk
yang berbeda dalam mengelola bisnis. Namun SDM yang berhubungan langsung
dengan pelayanan dianggap sebagai bagian paling vital. Bagian SDM pelayanan akan
pelanggan lain yang ada di lingkungan pelayanan tersebut. Pada intinya perusahaan
perlu menaruh perhatian lebih pada SDM yang terlibat dalam kegiatan bisnis.
Sugiarto (2002:42), elemen people dapat diukur dengan menggunakan indikator sebagai
beikut:
17
a. Cepat, yang dimaksud dengan kecepatan di sini adalah adalah waktu yang
digunakan dalam melayani konsumen minimal sama dengan batas waktu dalam
membeli suatu produk, tidak saja harga yang dinilai dengan uang tetapi juga dilihat
konsumen, karena tidak dapat memenuhi keinginan dan harapan konsumen. Oleh
perasaan aman pada konsumen. Tanpa perasaan aman di dalam hatinya niscaya
konsumen akan berpikir dua kali jika harus kembali ke tempat tersebut. Rasa aman
yang dimaksudkan di sini adalah selain rasa aman fisik adalah rasa aman psikis.
Dengan adanya keamanan maka seorang konsumen akan merasa tentram dan
diinginkan.
mencampur adukkan antara kepentingan melayani dan perasaan sendiri. Jika penjual
dapat lebih meningkatkan hasil penjualan karena kepuasan pelanggan yang akan
18
e. Nyaman, jika rasa nyaman dapat diberikan pada pelanggan, maka pelanggan akan
berulang kali menggunakan jasa atau produk yang ditawarkan. Jika pelanggan
memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menjual produk atau jasa yang
ditawarkan. Pelanggan juga akan lebih leluasa dalam menentukan pilihan sesuai
4. Proses (Process)
Aspek proses merupakan gabungan dari keseluruhan aktivitas. Mulai dari prosedur,
jadwal pekerjaan, aktivitas, mekanisme, serta hal-hal rutin lainnya. Seluruh aktivitas
konsumen. Dalam aspek proses ini akan terdapat aktivitas pelayanan serta proses
memuaskan untuk konsumen dengan beragam teknik sampai mereka merasa puas.
1. Alur aktivitas (Flow of activities) yaitu merencanakan alur aktivitas yang baik
19
3. Rutinitas yaitu kebanyakan pemikiran dan perencanaan tercakup ke dalam pola
Terakhir yang masuk dalam konsep 7P adalah bukti fisik/physical evidence yaitu
semua perangkat yang digunakan sebagai pendukung berjalannya sebuah bisnis. Untuk
bisnis skala besar, sudah pasti semakin banyak membutuhkan perangkat. Selain itu
evidence) yaitu:
1) Fasilitas fisik adalah fasilitas merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum
suatu jasa ditawarkan kepada konsumen. Fasilitas merupakan sesuatu yang penting
dalam usaha jasa, oleh karena itu fasilitas yang ada yaitu kondisi fasilitas, desain
interior dan eksterior serta kebersihan harus dipertimbangkan terutama yang berkaitan
Menurut Kotler & Armstrong, (2001: 346) produk adalah segala sesuatu yang dapat
20
ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi
Purnomo Edwin Setyo (2017) yang berjudul Pengaruh Kualitas, Produk DanHarga
Terhadap Kepuasan Konsumen Best Autowork “Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh variabel kualitas produk (X1) dan harga (X2) terhadap kepuasan
konsumen “Best Autoworks” (Y). Pada penelitian ini, ukuran sampel diambildengan
menggunakan rumus Hair berjumlah 85 orang yang berasal dari konsumen Best
diambil menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala Likert. Penelitian ini
menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi
20.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X1) dan harga
Variabel kualitas produk (X1) berpengaruh secara parsial namun harga (X2) tidak
Akbar Dwi Yulianto (2017) dengan judul Pengaruh Harga, Kualitas Produk
Surabaya.
Nirmala Putri Sari (2017) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
Penelitian ini mengambil tempat di Kota Bekasi. Data primer diperoleh dari kuesioner
dengan menggunakan skala likert. Responden penelitian ini dipilih melalui metode
accidental sampling, dan metode analisis datanya adalah regresi linier sederhana dan
21
berganda regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan
berikut:
H1. Diduga Produk (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan
pelanggan (Y)
Menurut Buchari Alma (2003:103) lokasi adalah tempat perusahaan beroperasi atau
tempat perusahaan melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa yang
Pengaruh Lokasi dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pada PT Paras Tour
and Travel Batam. Metode Model yang digunakan untuk menganalisis data dalam
penelitian ini adalah regresi linier berganda. Dari hasil penelitian setelah dilakukan
pengujian diketahui bahwa variabel lokasi secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara simultan variabel lokasi dan pelayanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pada PT Paras Tour
Titik Efnita (2017) dengan judul penelitian yaitu pengaruh variasi produk, kualitas
metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi ganda, Metode
bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel lokasi terhadap kepuasan
22
konsumen.
Jefry F.T Bailia dkk (2014) dengan judul penelitian pengaruh kualitas produk, harga
dan lokasi terhadap kepuasan konsumen pada warung-warung makan lamongan di kota
manado. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian
pada warung-warung makan Lamongan di kota Manado selama periode tahun 2013
dan sampel penelitian ini sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu
produk, harga dan lokasi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kepuasan
H2. Diduga tempat (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan
(Y)
Menurut Zaithmal dan Bitner (2013:25) orang adalah semua pelaku yang
pembeli.
Putri (2019) dengan judul penelitian pengaruh Orang (people), Bukti fisik (physical
evidence), dan Proses (process) terhadap Kepuasan Nasabah dan Loyalitas Nasabah
BPRS Suriyah KC Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, people (orang),
physical evidence (fasilitas fisik) dan process (proses) memiliki pengaruh signifikan
terhadap kepuasan, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BPRS
23
Suriyah Kc Semarang yang jumlahnya 3725 orang, sedang sampelnya sebanyak 98
orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, dan
regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan, Orang (people), bukti fisik
Fitri Apriliani (2015) dengan judul penelitian Pengaruh Bauran Pemasaran Non
(Studi Kasus Pada Pelayanan Bengkel Di [Link] Jaya Honda Bandung). Jenis
penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan asosiatif. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
jumlah rata-rata pelanggan atau pengunjung servis sepeda motor per bulan (Januari-
Desember) tahun 2014. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang
bersangkutan. Data dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 22.00 for
Windows dengan menggunakan alat regresi linier sederhana, yang sebelumnya melalui
uji kelayakan data seperti uji validitas,uji reliabilitas dan uji normalitas. Hasil penelitian
dari analisis korelasi adalah sebesar 0,589 yang menunjukan bahwa korelasi antara
Physical evidence) (X) berada dalam hubungan yang sedang. Koefisien determinasi
sebesar R² sebesar 0,347 atau 34,7% hal ini menunjukan bahwa presentase sumbanganpengaruh
(kepuasan pelanggan) berpengaruh signifikan sebesar 34,7% dan sisanya sebesar 66,3%
24
Maka dapat ditulis hipotesa hubungan orang terhadap kepuasan pelanggan sebagai
berikut:
Pelanggan (Y).
Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2013:64) Proses adalah semua prosedur
aktual, mekanisme dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa.
Suri Amilia dkk (2016) degan judul Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap
menggunakan data primer yang bersumber dari kuesioner penelitian yang disebarkan
menggunakan persamaan regresi linier berganda. bauran pemasaran yang terdiri dari
pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dan harga memberikan pengaruh negatif
terhadap kepuasan konsumen. Koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,417 atau
Warung Kanasha di Kota Langsa dan sisanya 58,3 % dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji t atau uji proses secara parsial berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Selanjutnya uji F secara simultan
25
di Kota Langsa.
Dedek kurniawan gultom dkk (2014) dengan judul pengaruh bauran pemasaran
jasa dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa program studi manajemen
adalah explanatory study. hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran jasa
yang terdiri dari produk, lokasi, proses, orang, bukti fisik, dan kualitas layanan yang
terdiri dari bukti langsung, keandalan, respon, keamanan, dan empati secara simultan
berpengaruh negatif.
Ade Purnama (2019) dengan judul pengaruh kualitas pelayanan dan proses
pelayanan lembong bandung) Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan
verifikatif dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah studi lapangan dan kepustakaan. Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda, dan
pelayanan dan proses terhadap kepuasan pelanggan secara positif dan signifikan. Kualitas
pelayanan dan proses memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 44,7%,
pengaruhvairabel yang dominan adalah proses sebesar 28,9%, sedangkan gaya kepemimpinan
sebesar 15,8%. Maka hipotesis mengenai hubugan proses terhadap kepuasan pelanggan adalah
sebagai berikut:
H3. Diduga Proses (X3) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Kepuasan
Pelanggan (Y).
26
2.2.5 Hubungan Physical Evidence ( Bukti Fisik) Terhadap Kepuasan Pelanggan
Zeithaml and Bitner dalam Hurriyati (2013:278) Bukti fisik adalah lingkungan
dimana jasa disampaikan dan dimana perusahaan dan konsumennya berinteraksi, serta
setiap omponen berwujud yang memfasilitasi kinerja atau komunikasi dari jasa.
Bobby Yoga Hutomo (2009) dengan judul pengaruh bauran pemasaran terhadap
keluhan pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh
yang positif dan signifikan antara sikap keluhan terhadap niat menyampaikan keluhan
dengan nilai b = 0,509, signifikansi 0,031, dan thitung = 2,206, (2) Terdapat pengaruh
yang positif dan signifikan antara persepsi nilaikeluhan terhadap niat menyampaikan
keluhan dengan nilai b = 0,706, signifikansi 0,001, dan thitung = 3,501, (3) Terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi peluang keberhasilan keluhan
terhadap niat menyampaikan keluhan dengan nilai b = 1,048, signifikansi 0,000, dan
thitung = 5,490, (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara sikap
27
keluhan, persepsi nilai keluhan, dan persepsi peluang keberhasilan keluhan secara
simultan terhadap niat menyampaikan keluhan dengan nilai signifikansi 0,000 dan
Fhitung = 25,953, (5) Persepsi peluang keberhasilan keluhan adalah variabel bebas
yang mempunyai pengaruh dominan terhadap niat menyampaikan keluhan dengan nilai
(PDAM) Malang.
terhadap kepuasan pelanggan (studi pasa Warung Ayam bakar Lintang Malang.
adalah pelanggan Warung Ayam Bakar Lintang yang sering membeli nasi kotak,
yang digunakan adalah teknik analisisregresi linier berganda. Data diperoleh melalui
dan wawancara sertadiuku rdengan menggunakan skala likert. Hasil yang diperoleh
dalam penelitian ini menunjukan ada pengaruh signifikan dari variabel harga, promosi,
orang, proses dan bukti fisik terhadap kepuasan pelanggan Warung Ayam Bakar
Lintang Malang, untuk variabel produk dan tempat tidak ada pengaruh
28
pelanggan. Berdasarkan sumbangan efektif, variabel price sebagai penyumbang efektif
tersebut yaitu produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik. Penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif, data diperoleh dari penyebaran angket. Analisis data
dengan menggunakan regresi linier berganda. Data diolah dengan bantuan program
SPSS 22. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji
uji determinasi (R ), uji t (uji parsial) dan uji F (uji simultan). Bukti fisik tidak
H5 : Diduga Bukti fisik (X5) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan
Pelanggan (Y).
29
2.3 Kerangka konseptual Penelitian
30
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis metode pada penelitian ini adalah Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian
asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bermaksud
menggambarkan dan menguji hipotesis hubungan dua variabel atau lebih Sugiyono (2017:20).
lokasi penelitian yang dipilih adalah Perusahaan Daerah Air minum (Perumdam) Batu
1. Lokasi penelitian ini dilakukan di Perusahaan umum Daerah Air minum kabupaten Sumbawa
kecamatan Sumbawa.
2. Lokasi penelitian memiliki jumlah pelangan yang paling banyak bila di bandingkan dengan
kantor cabang Perusahaan Daerah Air minum (Perumdam) kabupaten sumbawa kecamatan
sumbawa.
3.3 Populasi
Sugiono (2007:72) mendefinisikan populasi adalah wilayah yang generalisasi yang terdiri
atas objek atau subjek yang mempuanyai kualitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini populasi yang
ditetapkan peneliti adalah pelanggan Perumdam Batu Lanteh kabupaten Sumbawa kecamatan
Sumbawa.
31
3.4 Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah sampel survey. Menurut Nasir (1988
: 325), metode sampel survey adalah suatu metode yang hanya mengambil sebagian saja dari
populasi yang ada sebagai sampel. Alasan menggunakan metode sampel survey dalam
3.5.1 Sampel
Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini dapat menggunakan rumus teori Roscoe. Teori
Roscoe mengatakan bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (kolerasi
atau regresi ganda), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang
diteliti. Sugiyono (2010:130). Jadi karena penelitian ini terdiri dari 5 variabel (Produk, tempat,
orang, proses dan bukti fisik) maka jumlah sampelnya adalah 5x10 = 50 Responden dengan metode
pengambilan sampel Purpposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
Menurut Margono (2004:125) yang dimaksud dengan teknik sampling adalah cara untuk
menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber
data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel
yang representatif. Penentuan jumlah sampel dilakukan melalui teknik Non Probability Sampling
karena jumlah dan identitas dari populasi tidak diketahui. Menurut Sugiyono (2016) Non
Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau
kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Penelitian ini menggunakan non probability yaitu dengan purposive sampling. Purposive sampling
32
adalah pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai
sangkut paut karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya Umar (2005:92). Adapun
karakteristik responden yang dijadikan sempel dalam penelitian ini yaitu pelanggan yang
menggunakan perumdam batu lanteh kecamatan Sumbawa lebih dari satu tahun, responden
merupakan pelanggan rumah tangga diatas usia 20 tahun dan responden pelanggan yang
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberi
seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner
dapat berupa pertanyaan - pertanyaan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden
secara langsung atau melalui internet, Sugiyono (2017:225). Pengumpulan data dengan teknik ini
dilakukan dengan cara memberi atau membagikan kertas yang berisi pertanyaan kepada konsumen
mengenai variabel yang akan diteliti yaitu Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan
Pelanggan Peumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan
Sumbawa.
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini
menggunakan kuisioner yang telah disusun dengan beragam indikator-indikator pertanyaan terkait
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap kepuasan pelanggan perumdam batu lanteh kabupaten
Sumbawa kecamatan Sumbawa kepada pelanggan yang telah memenuhi kriteria- kriteria yang
telah ditetapkan.
33
3.7 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah
jenis [Link] dapat diukur atau dihitung secara langsung, dan berupa informasi atau
[Link] dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka. Data kuantitatif dalam
penelitian ini didapat dari jawaban responden atas pertanyaan yang diberikan peneleti melalui
kuesioner.
1. Data Primer, yaitu data yang secara langsung dikumpulkan oleh peneliti dilapangan, dalam
hal ini diperoleh dari pihak konsumen. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini
adalah hasil pengisian kuesioner oleh pelanggan Perumdam Batu Lanteh kecamatan
Sumbawa.
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa keterangan yang
ada hubungannya dengan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari
A. Variabel X
1. Produk (X1)
2. Tempat (X2)
3. Orang (X4)
34
4. Proses (X3)
B. Variabel Y
1. Kepuasan Konsumen.
Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau variabel terikat Sugiyono
(2013: 59). Variabel independen dalam penelitian ini yaitu bauran pemasaran yang meliputi
produk (X1), tempat (X2), orang (X3), Proses (X4) dan bukti fisik(X5).
Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas Sugiyono (2013: 59). Variabel dependen dalam
a. Produk (X1).
Menurut Stanton (2002:94) di katakan bahwa produk adalah seperangkat atribut baik berwujud
maupun yang tak berwujud baik didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik
penjual yang di took (pengecer) dan pelayanan pabrik, serta pelayanan pabrik yang di terima
produk dalam penelitian ini adalah air bersih yang dihasilkan oleh Perumdam Batu Lanteh
Kabupaten Sumbawa. Produk dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator yaitu
38
kinerja, daya tahan produk, kesesuaian dengan spesifikasi, fitur, reliabilitas, dan kesan kualitas
yang ditawarkan oleh Perumdam Batu Lanteh, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
variabel produk mempengaruhi persepsi konsumen terhadap Perusahaan Umum Daerah Air
b. Tempat (X2)
Menurut Suryana (2013: 209), tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang paling
Tempat (Place) yaitu tempat yang dipilih oleh perusahaan untuk mendirikan suatu usaha. Semakin
strategis lokasi usaha maka akan semakin baik pula perkembangan usaha tersebut dan
meningkatkan minat konsumen untuk berlanganan air bersih di Perumdam Batu Lanteh kabupaten
Sumbawa kecamatan Sumbawa. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat yang berhubungan
dengan dimana Perumdam Batu Lanteh kabupaten sumbawa melakukan operasional perusahaaan.
Lokasi dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator, yaitu akses lokasi, visibilitas,
lalulintas, lingkungan, dan kriteria tempat, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
variabel lokasi dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap kepuasan pelanggan konsumen
c. Orang (X3)
Perencanaan SDM adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna
menjamin bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai
kedudukan, jabatan, dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat. Kesemuanya itu dalam
rangka mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan ditetapkan (Faustinus, 2003:
53).
Orang (people) adalah keterlibatan orang/SDM meliputi karyawan dan staff untuk memberikan
39
pelayanan terbaik kepada konsumen, dimana hal tersebut akan mempengaruhi keinginan
konsumen untuk menjadi pelangan di Perumdam Batu Lanteh. Orang/SDM dalam penelitian ini
diukur dengan menggunakan indikator, yaitu keramahan dan kesopanan karyawan, kemudahan
dan kecepatan proses Pendaftaran pelangan baru, pemasangan sambungan instalasi air, Pencatatan
meter pemakaian, pelayanan pembayaran rekening dan ketangapan dan kecepatan terhadap
komplin dari pelangan. Variabel ini, bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel
berlanganan air bersih di Perumdam Batu Lanteh kabupaten sumbawa kecamatan sumbawa.
d. Proses (X4)
Sebuah strategi proses atau transformasi adalah sebuah pendekatan organisasi untuk mengubah
sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan strategi proses adalah menemukan suatu cara
memproduksi barang dan jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang
berada dalam batasan biaya dan manajerial lain. Proses yang dipilih akan mempunyai dampak
jangka panjang pada efisiensi dan produksi, begitu juga pada fleksibilitas biaya dan kualitas barang
yang diproduksi. Oleh karena itu, banyak strategi perusahaan ditentukan saat keputusan proses ini
proses merupakan cara atau mekanisme yang dilakukan oleh karyawan untuk menarik
konsumen untuk berlanganan air bersih. Yang dimaksud proses dalam penelitian ini adalah
pelayanan yang diberikan oleh Perusahaan Daerah Air minum (Perumdam) Batu Lanteh kabupaten
sumbawa kecamatan sumbawa dalam melayani permintaan dan kebutuhan konsumen. Proses
dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator, yaitu pembayaran dan klaim, adapun
tujuannya adalah untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap variabel proses yang
Sumbawa
40
e. Bukti Fisik (X5).
dan lokasi dimana perusahaan dapat berinteraksi dengan konsumen, serta berbagi komponen yang
tampak (tangible) dalam menunjang kinerja dan kelancaran pelayanan (Zeithaml, Bitner, dan
Gremler, 2006).
Bukti fisik (Physical Evidence) merupakan lingkungan fisik yang meliputi atribut perusahaan
Perumdam Batu Lanteh kabupaten sumbawa kecamatan sumbawa dimana hal tersebut akan
meningkatkan keinginan konsumen untuk berlanganan. Adapun bukti fisik dalam penelitian ini
adalah meliputi tampilan kantor, tata raung, letak failitas layanan, loket pembayaran, instalasi
pengelolaan air bersih, ruang peralatan dan bahan, ruang uji kualitas air. Bukti fisik dalam
penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator, yaitu tanggapan konsumen terhadap
tampilan gedung, tata ruang dan letak fasilitas layanan, counter layanan dalam melayani
konsumen, seperti memberikan informasi tentang produk serta pengaduan nasabah menyangkut
kesalahan dalam bertransaksi, daya tarik, kenyamanan, kemudahan akses dan tempat parker. Bukti
fisik, bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel ini dapat mempengaruhi
persepsikonsumen terhadap kepuasan pelanggan berlanganan air bersih di Perumdam Batu Lanteh
kepuasan pelanggan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari
37
perbandingan antar kesannya terhadap kinerja suatu produk dan harap – harapannya. Kepuasan
pelanggan yang dimaksud disini yaitu perasaan senang atau kecewanya pelanggan Perumdam
kecamatan sumbawa terhadap produk, harga tempat, promosi, proses orang dan bukti fisik yang
diberikan.
41
3.9 Prosedur Analisis Data
Untuk melihat pengaruh perspektif pada Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan
Pelanggan Perumdam Batu Lanteh kabupaten sumbawa kecamatan Sumbawa, maka penulis
menggunakan teknik pengukuran dan analisis data dengan memberikan pernyataan didalam
kuesioner dan memberikan nilai dengan bilangan serta memberikan skor pada setiap jawaban
kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert. Menurut Malhotra (2011) Skala Likert
adalah skala penelitian yang mengharuskan responden untuk menunjukkan setuju dan tidak setuju
dengan masing-masing pertanyaan tentang objek stimulus. Dalam perhitungan skala biasanya
terdapat 5 kategori respon yakni sangat setuju, sangat setuju, netral, tidak
setuju, sangat tidak setuju. Berikul tabel yang sering digunakan dalam pernyataan tentang suatu
objek, yakni:
42
Tabel 3.1 Sekala likert
No Kategori JawabanResponden Bobot
Nilai
1. Sangat Setuju (SS) 5
2. Setuju (S) 4
3. Netral (N) 3
4. Tidak Setuju (TS) 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1
3.10 Uji Instrumen Penelitian
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Responden
yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 50 responden. Uji validitas yaitu suatu ukuran yang
menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan mengukur variabel yang akan diukur
Keterangan:
r = Koefisien korelasi
n= Banyaknya sampel
43
Kriteria uji validitas :
a. Jika r hitung ≥ r tabel, dan bernilai positif, maka pertanyaan (indikator) tersebut dikatakan valid.
b. Jika r hitung < r tabel, dan bernilai positif, maka pertanyaan (indikator) tersebut dikatakan tidak
valid.
Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur kehandalan, ketetapan atau konsistensi suatu
kuesioner. Reliabilitas yaitu ketetapan hasil penelitian apabila hasil penelitian diulang dua kali
Untuk itu peneliti menggunakan alat bantu program SPSS for windows. SPSS memberikan
fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu variabel
Keterangan :
A= Koefisien reliabilitas
1 = Bilangan konstanta
a. Reliabilitas uji coba ≥ 0,60 berarti hasil uji coba memiliki reliabilitas yang baik
44
b. Reliabilitas uji coba < 0,60 berarti hasil uji coba memiliki reliabilitas yang kurang baik.
Uji Normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak.
Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji
normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya.
Pengamatan data yang normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ekstrim tinggi yang
sedikit dan kebanyakan mengumpul di tengah. Demikian juga nilai rata-rata, modus dan median
relatif dekat. Uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini dengan uji histogram dan uji
normal P Plot.
Menurut Gozali (2006 : 91-106) pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas dan terikat. Uji multikolinearitas digunakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas yaitu adanya
hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi
dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Jika ada korelasi yang tinggi di antara
variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya
menjadi terganggu. Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan
multikolinearitas adalah dengan variance inflation factor (VIF), korelasi pearson antara variabel-
variabel bebas, atau dengan melihat eigenvalues dan condition index (CI). Ada beberapa metode
pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada
45
model regresi, Nilai VIF semua variabel independen lebih kecil dari 10,00 dan dengan melihat
nilai eigenvalue dancondition index Nilai Tolerance semua variabel independen lebih besar dari
0,10.
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari
residual observasi yang satu dengan observasi yang lain. Model regresi yang memenuhi
persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas. Model yang baik didapatkan jika tidak
terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar
Analisis regresi linier berganda yaitu regresi yang digunakan untuk menguji hubungan lebih
dari satu variabel bebas Martono (2014:217). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara
berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai
variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala
Y= a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+b6X6+b7X7+e
Keterangan:
46
a = Konstanta
X4= Varia
e= Standar Eror
Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen
secara parsial dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji t dilakukan pertama dengan cara
Keterangan :
47
n = Jumlah data
Kriteria pengujian:
Hasil uji t dapat dilihat pada tabel coefficients pada kolom sig (significance). Jika probabilitas
nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel
bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Namun, jika probabilitas nilai t atau signifikansi >
0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara masing-masing
3.12.2 Uji F
Menurut Ferdinan (2014:239) uji F atau uji kelayakan model dilakukan untuk melihat apakah
model yang dianalisis memiliki tingkat kelayakan model yang tinggi yaitu variabel- variabel yang
Uji keterandalan model atau uj F merupakan tahapan awal mengidentifikasi model reresi yang
diestimasi layak atau tidak layak. Layak disini maksudnya adalah model yang diestimasi layak
digunakan utuk menjelaskan pengaruh variabel- variabel bebas terhadap variabel terikat. Nama uji
ini disebut uji F, karena mengikuti distribusi F yang kriteria pengujiannya seperti one way anova.
Apabila nilai probabilitas F hitung (output SPSS) ditunjukkan pada kolom sig, lebih kecil dari
tingkat kesalahan /eror (alpha) 0,05 maka dapat dikatakan model regresi yang diestimasi layak,
sedangkan apabila nilai probabilitas F hitung lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05 maka
48
3.12.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)
independen terhadap variabel dependen. Uji ini bertujuan untuk menentukan proporsi atau
persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Apabila
analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai RSquare.
Namun, apabila analisis yang digunakan adalah regresi bergenda, maka yang digunakan adalah
Adjusted R Square. Hasil perhitungan Adjusted R2 dapat dilihat pada output Model Summary.
Pada kolom Adjusted R2 dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel-
variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh
variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Menghitung Koefisien
Keterangan :
R2 = Koefisien Determinasi
x = Variabel independen
b = Koefisien regresi
Y = Variabel dependen
49
BAB IV
4. 1 Hasil Penelitian
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sumbawa berdiri sejak tahun 1992 berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 4 Tahun 1992 tanggal 6 Juni 1992 tentang
Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Dati II Sumbawa . Atas dasar pendirian
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sumbawa tersebut semua Asset Proyek Sarana Air
Bersih berupa Aktiva dan Pasiva yang dikelola oleh Badan Pengelola Air Minum (BPAM)
Umum kepada Bupati Daerah Tingkat II Sumbawa melalui Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1
Nusa Tenggara Barat dilakukan dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 614 /
Pada tahun 2013 perusahaan Daerah Air Minum telah berganti nama menjadi Perusahaan
Daerah Air Minum Batulanteh berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 7
Tahun 2013 dengan telah ditetapkan nama dan status Perusahaan Daerah Air Minum Batulanteh
Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 yang mengatur sifat dan tujuan Perusahaan Daerah Air
Minum Batulanteh yang bersifat memberi jasa, menyelenggarakan kemanfaatan umum dan
menunjang pendapatan daerah selain mengelola air bersih, melayani kebutuhan air minum yang
50
Adapun Jumlah Pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum ( PERUMDAM ) Batulanteh
Kabupaten Sumbawa sampai dengan 31 Desember 2020 adalah sebanyak 175 orang
Mengenai kegiatan Administrasi dan Operasioanal serta tata kerja Perusahaan mengacu kepada
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2007 tentang Organ Dan Kepegawaian
Perusahaan Umum Daerah Air Minum serta Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II
Sumbawa Nomor 5 tahun 1993 Tanggal 30 Oktober 1993 Tentang Ketentuan – Ketentuan Pokok
Badan Pengawas, Direksi, dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Daerah
Tingkat II Sumbawa.
Pengelola Adminiatrasi keuangan dan seluruh sistim operasional Perusahaan Daerah Air
Minum Batulanteh Kabupaten Sumbawa mengacu kepada Keputusan Menteri Negara Otonomi
Daerah Nomor 8 Tahun 2000 Tentang Pedoman Akuntasi Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh
Penelitian ini menguraikan mengenai pengaruh marketing mix terhadap kepuasan Pelangan
Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa. Karakteristik responden dalam penelitian ini
merupakan ciri-ciri dari responden yaitu Pelangan yang menggunakan jasa Perumdam Batu Lanteh
mengenai jenis kelamin, usia, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan per bulan dan Biaya
51
Rata-Rata Pengunaan air per bulan. Hasil identifikasi karakteristik responden pelanggan
perumdam batu lanteh kabupaten sumbawa dapat dilihat pada uraian berikut.
Dalam pengolahan data primer hasil penelitian yang telah dilakukan, pengelompokan
responden pelanggan perumdam batu lanteh berdasarkan jenis kelamin dikelompokan dalam dua
kategori yaitu laki-laki dan perempuan. Adapun jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dapat
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki 21 42
2 Perempuan 29 58
Total 50 100
Sumber: Data Primer diolah oleh SPSS( (2022)
Berdasarkan table 4.2 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang berjenis kelamin laki-
lakisebanyak 29 orang atau 58% dan perempuan sebanyak 21 orang atau 42%.
Dalam pengolahan data primer hasil penelitian yang dilakukan, pengelompokan responden
pelangan perumdam batu lanteh berdasarkan usia engan mnempatkannya pada rentang usia yang
sesuai dalam lima kategori yaitu 20-25 tahun, 26-30 tahun, 31-35 tahun, 36-40 tahun, dan >40
tahun. Adapun jumlah responden bedasarkan rentang usia dapat dilihat pada table 4.3 berikut ini:
52
Tabel 4.3 karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Persentase
1 20-25 15 30
2 26-30 10 20
3 31-35 12 24
4 36-40 2 4
5 >40 11 22
Total 50 100
Sumber: Data Primer diolah oleh SPSS( (2022)
Berdasarkan table 4.3 dapatdiketahui bahwa jumlah responden yang berusia 20-25 tahun
adalah sebanyak 15 orang atau30 %, usia 26-30 tahun sebanyak 10 orang atau 20%, usia 31-35
tahun sebanyak 12 orang atau 24%, usia 36-40 tahun sebanyak 2 orang atau 4 % dan usia lebih
dari 40 tahun sebanyak 11 orang atau 22 %. Dapat disimpulkan bahwa pada saat dilakukannya
penelitian paling banyak usia 20-25 tahun yaitu sebesar 30 %, dan paling sedikit usia pelangan
Dalam pengolahan data primer hasil penelitian yang telah dilakukan, pengelompokan
Pelangan berdasarkan jenis pekerjaan yang dikelompokkann dalam enam kategori yaitu Petani,
Mahasiswa, Karyawan, Guru, Dosen dan Wirausaha. Adapun jumlah responden berdasarkan jenis
53
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Persentase
1 Petani 5 10
2 Mahasiswa 2 4
3 Karyawan 10 20
4 Guru 7 14
5 Dosen 3 6
6 Wirausaha 23 46
Total 50 100
Sumber: Data Primer diolah oleh SPSS (2021)
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari 50 jumlah responden terdapat 5 orang Petani
atau 10%, Mahasiswa 2 orang atau 4 %, Karyawan 10 orang atau 20 %, guru 7 orang atau 14 %,
dosen 3 orang atau 6 orang dan wirausaha 23 orang atau 46 %. Maka dapatdisimpulkan bahwa
pada saat penelitian dilakukan pelangan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa berprofesi
Dalam pengolahan data primer hasil penelitian yang telah dilakukan, pengelompokan Pelangan
berdasarkan Penghasilan yang dikelompokkan dalam empat kisaran. Adapun besar kisaran
penghasilan, jumlah responden serta porsentasenya dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut ini:
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa penghasilan rata-rata penghasilan perbulan
responden yang kurang dari Rp. 500.000 sebnayak 13 orang atau 26 % dan sebanyak 25 responden
atau 50 % memiliki rata-rata pengahasilan sebesar 2 juta – 5 juta rupiah per bulan. Maka dapat
54
disimpulkan bahwa pada saat penelitian dilakukan pelangan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten
Sumbawa rata-rata penghasilan sebesar 2 juta – 5 juta rupiah perbulan paling banyak jumlahnya.
Dalam pengolahan data primer hasil penelitian yang telah dilakukan, pengelompokan Pelangan
berdasarkan biaya rata-rata pengunaan air per bulan yang dikelompokkan dalam tiga kisaran.
Adapun besar kisaran penghasilan jumlah responden dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa rata-rata biaya pengunaan air/bulan yang kurang
dari Rp. 50.000 sebanayak 13 orang atau 26 %, sebanyak 6 orang > Rp. 100.000 sebanyak 6 orang
atau 12 %. Dan yang paling bayak jumlah respondennya 31 orang dengan biaya rata-rata
pengunaan air/bulan antara Rp.51.000-100.000. Maka dapat disimpulkan bahwa pada saat
55
4.3 Deskripsi Variabel Penelitian
56
4.3.3 Orang (X3)
57
4.3.5 Bukti Fisik (X5)
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu koesioner. Uji validitas
yaitu suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana alat ukur yang dignakan mengukur variabel
58
yang akan diukur. Menurut sugiono (2013) dengan angka signifikan 5% maka instrumen
Berdasarkan tabel 4.13 diatas bahwa semua pertanyaan yang terdapat pada semua kuisioner dari
semua variabel produk pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung (rhitung) yang
lebih besar dari nilai standar korelasi (r tabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa instrument
Berdasarkan tabel 4.14diatas bahwa semua pertanyaan yang terdapat pada semua kuisioner dari
semua variabel tempat pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung (rhitung) yang
lebih besar dari nilai standar korelasi (rtabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa instrument
59
Tabel 4.15 Hasil Uji Validittas Orang
Berdasarkan tabel 4.15 diatas bahwa semua pertanyaan yang terdapat pada semua kuisioner
dari semua variabel orang pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung (rhitung)
yang lebih besar dari nilai standar korelasi (r tabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa
dari semua variabel proses pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung (r hitung)
yang lebih besar dari nilai standar korelasi (r tabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa
60
Tabel 4.17 Hasil Uji Validitas Bukti Fisik
dari semua variabel bukti fisik pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung
(rhitung) yang lebih besar dari nilai standar korelasi (r tabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa
dari semua variabel kepuasan pada penelitian ini mempunyai nilai koefesien korelasi hitung (rhitung)
yang lebih besar dari nilai standar korelasi (r tabel) yaitu 0.278. Hal ini menunjukkan bahwa
Uji relibilitas adalah alat untuk mengukur koesioner. Menurut Ghozali (2016) suatu koesioner
disebut mempunyai reabilitas yang tinggi jika koesioner stabil dan dapat diandalkan sehingga
penggunaan koesioner tersebut berkali-kali akan memberikan hasil yang sama. Pada penelitian ini
instrumen dikatakan reliabel bila memiliki koefisien reabilitas > 0,6 dan jika kurang maka dapat
61
dikatakan tidak reliabel.
fisik dan kepuasan pelanggan memiliki Nilai Alpha lebih besar dari Standar Nilai Alphan (0,06).
Oleh karena itu, variabel Produk, Tempat, Orang, Proses Bukti Fisik dan Kepuasan Pelanggan
dapat dinyatakan reliabel dan seluruh data pada penelitian ini dapat dijadikan instrument atau alat
Menurut Imam Ghozali (2011:161) Model regresi dikatakan berdistribusi normal jika data
ploting (titik-titik) yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Uji
Normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel dependen, independent, atau keduanya
berdistribusi normal, mendekati normal, atau tidak. Mendeteksi data yang dikatakan normal maka
62
Gambar 4.1 Uji Normalitas
Berdasarkan gambar 4.1 diatas, dapat dilihat bahwa titik-titik ploting yang terdapat pada
gambar mengikuti atau mendekati garis diagonalnya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan
dalam uji normalitas menggunakan teknik probability plot dapat disimpulkan berdistribusi normal.
Uji Multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukannya adanya
korelasi antara variabel bebas (independent). Salah satu alat untuk mendeteksi ada atau tidak
multikolineritas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan lawannya serta
nilai Variance Inflation Factor (VIP). Menurut Imam Ghozali (2011:107) tidak terjadi gejala
multikolinieritas, jika nilai Tolerance > 0,100 atau sama dengan VIF < 10,00.
63
Table 4.20 Hasil Uji Multikolinieritas
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
(Constant)
PRODUK (X1) 0,712 1,405
TEMPAT (X2) 0,566 1,765
ORANG (X3) 0,438 2,281
PROSES (X4) 0,461 2,171
BUKTI FISIK (X5) 0,384 2,603
a. Dependent Variable: KEPUASAN
Sumber data primer diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.20 diatas diketahui bahwa nilai tolerance variabel independent
Kualitas Produk adalah 0,712 > 0,10 dan nilai VIF 1.405 < 10,00, variabel Tempat sebesar 0,566
> 0,10 dan VIF 1.765 < 10,00, variabel Orang sebesar 0,438 > 0,10 dan VIF 2,281 < 10,00,
Variabel Proses sebesar 0,461 > 0,10 dan VIF 2,171 < 10,00, variabel Bukti Fisik sebesar 0,384
> 0,10 dan VIF 2,603 < 10,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji
multikolineritas tidak terjadi korelasi antar variabel independen atau dengan kata lain tidak terjadi
Multikolineritas.
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari
residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika
berbeda akan disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi
64
Untuk menentukan heteroskedastisitas dapat menggunakan uji Glejser. Dasar pengambilan
keputusan pada uji ini adalah jika nilai signifikansi ≥ 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi
masalah heteroskedastisitas, namun sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka dapat
sebagai berikut :
Dalam hasil perhitungan tabel 4.21 di atas diketahui bahwa nilai signifikasi dari variabel Produk
(0.350), Tempat (0.083), Orang(0.899) dan Bukti Fisik (0.360) lebih dari 0,05 sedangkan variabel
Proses kurang dari 0,05 yaitu 0,00. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi
heteroskedastisitas antar variabel independent dalam model regresi. Maka hasil diatas dapat
dijelaskan dengan hasil analisis grafik yaitu grafik scatterplot, titik-titik yang terbentuk harus
menyebar secara acak, tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Apabila
kondisi ini terpenuhi maka tidak terjadi heteroskedastisitas dan model regresi layak digunakan.
65
Hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan grafik scatterplot ditunjukkan pada Gambar 4.2
di bawah ini:
Dengan melihat grafik scatterplot di atas, terlihat titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar
baik di atas maupun di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari
residual observasi yang satu dengan observasi yang lain. Model regresi yang memenuhi
persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas. Model yang baik didapatkan jika tidak
terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar
Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk mengukur arah dan besar pengaruh antara
marketing mix terhadap kepuasan konsumen. Selain itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
66
besarnya pengaruh variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Hasil
pengolahan data analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS ditunjukkan
Berdasarkan tabel 4.22 yang diperoleh dari hasil pengolahan dengan menggunakan program
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda di atas memberikan pengertian bahwa:
Nilai Konstanta α berpengaruh negatif dan tidak nyata terhadap kepuasan Pelangan dimana di
peroleh nilai α adalah sebesar -0,265 adalah – 0,265 artinya jika tidak terjadi perubahan variabel
Produk (X1), Tempat (X2), Orang (X3), Proses (X4) dan Bukti Fisik (X5) adalah 0 (nol) atau tetap,
maka Kepuasan pelanggan Perumdam Batu Lanteh Sumbawa tetap sebesar – 0.265 Satuan.
67
Nilai koefisien regresi Produk (X1) berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap kepuasan
Pelangan dimana di peroleh nilai (β1) adalah sebesar 0,119. artinya jika variabel Produk (X1)
mengalami peningkatan sebesar 1 satuan diperkirakan akan meningkankan kepuasan Pelangan (Y)
terhadap penggunaan jasa Perumdam Batu Lanteh sebesar 0.119 dengan asumsi variabel bebas
Nilai koefisien regresi Tempat (X2) berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap kepuasan
Pelangan dimana di peroleh nilai (β2) adalah sebesar 0,247. artinya jika variabel Tempat (X2)
mengalami peningkatan sebesar 1 satuan diperkirakan akan meningkankan kepuasan Pelangan (Y)
terhadap penggunaan jasa Perumdam Batu Lanteh sebesar 0,247 dengan asumsi variabel bebas
Nilai koefisien regresi Orang (X3) berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap kepuasan
Pelangan dimana di peroleh nilai (β3) adalah sebesar 0,025. artinya jika variabel Orang (X3)
meningkankan kepuasan Pelangan (Y) terhadap penggunaan jasa Perumdam Batu Lanteh sebesar
0,025 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah 0 (nol) atau tetap.
Nilai koefisien regresi Proses (X4) berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kepuasan
Pelangan dimana di peroleh nilai (β4) adalah sebesar 0,444. artinya jika variabel Proses (X4)
mengalami peningkatan sebesar 1 satuan diperkirakan akan meningkankan kepuasan Pelangan (Y)
terhadap penggunaan jasa Perumdam Batu Lanteh sebesar 0,444 dengan asumsi variabel bebas
68
f). Koefisien Regresi X5
Nilai koefisien regresi Bukti Fisik (X5) berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kepuasan
Pelangan dimana di peroleh nilai (β5) adalah sebesar 0,135. artinya jika variabel Bukti Fisik (X5)
mengalami peningkatan sebesar 1 satuan diperkirakan akan meningkankan kepuasan Pelangan (Y)
terhadap penggunaan jasa Perumdam Batu Lanteh sebesar 0,135 dengan asumsi variabel bebas
Uji T dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak dari variabel
Produk (X1), Tempat (X2), Orang (X3), Proses (X4) dan Bukti Fisik (X5) secara parsial terhadap
(Y) kepuasaan. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.23 dibawah ini.
a. Variabel Produk (X1), berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, karena t hitung (0.947) < t tabel (2.407) serta
69
bahwa H1 atau hipotesis pertama di tolak, artinya tidak ada pengaruh signifikan Kualitas
b. Variabel Tempat (X2), berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, karena t hitung (1.771) < t tabel (2.407) serta
nilai signifikansinya di atas 0,[Link] 0.083, maka dapat disimpulkan bahwa H1atau hipotesis
pertama di tolak, artinya tidak ada pengaruh signifikan Tempat (X2) terhadap kepuasan
c. Variabel Orang (X3), berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, karena t hitung (0.128) < t tabel (2.407) serta
nilai signifikansinya di atas 0,[Link] 0.899, maka dapat disimpulkan bahwa H1atau hipotesis
pertama di tolak, artinya tidak ada pengaruh signifikan Orang (X3) terhadap kepuasan
d. Variabel Proses (X4), berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, karena t hitung (4.068) > t tabel (2.407) serta
nilai signifikansinya di bawah 0,[Link] 0.00, maka dapat disimpulkan bahwa X4 atau
hipotesis pertama di terima, artinya ada pengaruh signifikan proses (X4) terhadap kepuasan
e. Variabel Bentuk Fisik (X5), berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan
pelanggan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, karena t hitung (0.924) < t tabel
(2.407) serta nilai signifikansinya di atas 0,[Link] 0.360, maka dapat disimpulkan bahwa H1
atau hipotesis pertama di tolak, artinya tidak ada pengaruh signifikan bentuk Fisik (X5)
70
4.6.2 Uji F (Uji Simultan)
Uji F pada dasarnya dilakukan untuk melihat apakah model yang dianalisis memiliki tingkat
kelayakan model yang tinggi yaitu variabel-variabel yang digunakan model mampu untuk
dengan taraf signifikansi yang telah ditetapkan (5% atau 0,05). Jika signifikansi fhitung lebih keci
dari 0,05 maka HO ditolak yang artinya variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap
variabel dependen (Gozali, 2011:98). Hasil uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.24
dibawah ini.
Hasil Uji F pada tabel 4.24 diatas menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah 17,265 lebih besar
dariFtabel yang bernilai 3,09 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai Fhitung
lebih besar dari pada nilai Ftabel (17,265> 3,09) maka model regresi dapat digunakan untuk
memprediksi kepuasan pelanggan atau dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran Produk (X1),
Tempat (X2), Orang (X3), Proses (X4) dan Bukti Fisik (X5) layak menjelaskan variabel kepuasan
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas
71
secara simultan terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai
Estimate
Tabel 4.25 koefisien determinasi di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah
0, ,624 atau 62,4 %. Kepuasan pelanggan dijelaskan oleh variabel independen Produk (X1), Tempat
(X2), Orang (X3), Proses (X4) dan Bukti Fisik (X5) dan sisanya sebesar 37,6 % dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model regresi ini yang dapat mempengaruhi
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan maka secara keseluruhan pembahasan hasil
4.7.1 Pengaruh Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten
Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa produk memiliki nilai t hitung sebesar 0,945 dan lebih
kecil dari ttabel (2.407). Sedangkan perbandingan nilai signifikansinya dengan tingkat kesalahan
yang ditentukan sebesar 0,05 adalah 0,350 > 0,05. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa
produk tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan Dari hasil analisis
72
regresi linear berganda pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa produk memiliki pengaruh sebesar
0,148 terhadap kepuasan konsumen dapat disimpulkan bahwa produk tidak dipengaruhi oleh
kepuasan pelanggan .Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Faiazisyah, Annisa Purwidiani (2018) Rimawan (2017) yang menyatakan bahwa produk tidak
Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa tempat memiliki nilai t hitung sebesar 1.771 dan lebih
kecil dari ttabel (2.407). Sedangkan perbandingan nilai signifikansinya dengan tingkat kesalahan
yang ditentukan sebesar 0,05 adalah 0.083, > 0,05. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa
Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa Tempat memiliki
pengaruh sebesar0,247 terhadap kepuasan konsumen dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelangan
Perumdam Batu Lanteh tidak dipengaruhi oleh Tempat. Hal ini sesuai dengan hasil
penelitiansebelumnya yang dilakukan oleh Wariki, Grace Marleen, Lisbeth Mananeke dan Hendra
Tawas (2015) yang menyatakan bahwa lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadao kepuasan
pelanggan.
Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa produk memiliki nilai thitung sebesar 0,128 dan lebih
kecil dari ttabel (2.407). Sedangkan perbandingan nilai signifikansinya dengan tingkat kesalahan
yang ditentukan sebesar 0,05 adalah 0,899 > 0,05. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa
Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa orang memiliki
73
pengaruh sebesar 0,025 terhadap kepuasan pelanggan, dapat disimpulkan bahwa kepuasan
pelangan Perumdam Batu Lanteh tidak dipengaruhi oleh orang. Hal ini sesuai dengan hasil
penelitian sebelumya yang dilakukan oleh Suri amalia dkk (2016) yang menyatakan bahwa orang
4.7.4 Pengaruh Proses Terhadap Kepuasan Pelanggan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten
Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa tempat memiliki nilai t hitung sebesar 4.068 dan lebih
besar dari ttabel (2.407). Sedangkan perbandingan nilai signifikansinya dengan tingkatkesalahan
yang ditentukan sebesar 0,05 adalah 0,000 > 0,05. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa
Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa tempat memiliki
pengaruh sebesar 0.444 terhadap kepuasan pelanggan dan dapat disimpulkan bahwa kepuasan
pelangan Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa dipengaruhi oleh proses. Hal ini sesuai
dengan hasi penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh penelitian pua (2009) dalam penelitia
Valdy R. Wowor (2013) yang menyatakan bahwa variabel proses berpengaruh secara signifikan
4.7.5 Pengaruh Bukti Fisik Terhadap Kepuasan Pelanggan Perumdam Batu Lanteh
Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa bukti Fisik memiliki nilai t hitung sebesar 0,924 dan lebih
kecil dari ttabel (2.407). Sedangkan perbandingan nilai signifikansinya dengan tingkat kesalahan
yang ditentukan sebesar 0,05 adalah 0,360 > 0,05. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa
bukti fisik tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel 4..14 dapat dilihat bahwa bukti fisik
memiliki pengaruh sebesar 0,135 terhadap kepuasan konsumen dapat disimpulkan bahwa
74
kepuasan pelangan Perumdam Batu Lanteh tidak dipengaruhi oleh bukti fisik. Hal ini sesuai
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setyaningrum dan Yani (2012) yang menyatakan
bahwa variabel bukti fisik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
75
BAB V
PENUTUPAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh bauran
pemasaran (produk, tempat, orang, proses dan bukti fisik) terhadap kepuasan pelanggan pada
perusahaan daerah air minum (perumdam) batu lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan
kecamatan Sumbawa dengan 50 responden yang merupakan pelanggan perumdam batu lanteh .
Terdapat satu dimensi variabel independen yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap
kepuasan pelanggan dan empat dimensi variabel independen yang tidak memiliki pengaruh secara
signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Produk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam
Batu Lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan Sumbawa. Hal ini
dibuktikan dari nilai t hitung yang menghasilkan lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 0,945 <
2.407 dan nilai sig diatas 0,05 yaitu 0,350 > 0,05 yang menyebabkan produk tidak
2. Tempat berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam
Batu Lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan Sumbawa. Hal ini
dibuktikan dari nilai t hitung yang menghasilkan lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 1,771 <
2.407 dan nilai sig diatas 0,05 yaitu 0,083 > 0,05 yang menyebabkan tempat tidak memiliki
3. Orang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam
Batu Lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan Sumbawa. Hal ini
76
dibuktikan dari nilai t hitung yang menghasilkan lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 0,128 <
2.407 dan nilai sig diatas 0,05 yaitu 0,899 > 0,05 yang menyebabkan tempat tidak memiliki
4. Proses berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam Batu
Lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan Sumbawa. Hal ini
dibuktikan dari nilai thitung yang menghasilkan lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 4,068 >
2.407 dan nilai sig dibawah 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 yang menyebabkan proses memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam Batu Lanteh
Kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kcamatan Sumbawa. Artinya semakin bagus
proses yang diberikan maka akan semakin meningkat pula kepuasan pelanggan.
5. Bukti fisik berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Perumdam Batu Lanteh kabupaten Sumbawa studi pada pelanggan kecamatan Sumbawa.
Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung yang menghasilkan lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar
0,924 < 2.407 dan nilai sig diatas 0,05 yaitu 0,360 > 0,05 yang menyebabkan bukti fisik
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan Perumdam Batu Lanteh
5.2 Saran
kekurangan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diambil,
77
1. Diharapkan kepada pihak perumdam batu lanteh lebih meningkatakan bauran pemasaran
(produk, tempat, orang, proses dan buti fisik) yang diberikan pada pelanggan dengan
memotivasi kinerja karyawannya agarlebih baik, sehingga dari hal tersebut diharapkan
2. Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat melakukan penelitian serupa untuk lebih
78
DAFTAR PUSTAKA
Afianto, I.D. Utami, H. N. (2017) ‘Pengaruh Disiplin Kerja Dan Komunikasi Organisasi
Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Divisi
Marketing PT. Victory International Futures Kota Malang)’, Administrasi Bisnis, 50(6),
Pp. 58–67.
Agus Supandi Soegoto. 2010. Bauran Pemasaran Jasa Pengaruh Tehadap, Kepuasan
Konsumenpt. Nusa Tongkaina Wisata Tirta (NTWT) Manado. Universitas Sam Ratulangi
Manado
Alma, Buchari. 2005. Manajamen Pemasaran Jasa, Alfabeta, Bandung.
Alma, Buchari., 2014 Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa. Bandung. Alfabeta
Amilia Suri. 2016. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Warung
Khanasah Dikota Langsah. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
Samudra, Kota Langsa.
Anggraini, Anggi. 2016. Pengaruh Return On Assets, Opini Audit, Ukuran Kantor Akuntan Publik
Dan Umur Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan
Pada Perusahaan manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun
2011-2014. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji,
Tanjungpinang
Andriawan Havas M. 2021. Pengaruh Lokasi Dan Layanan Erhadap Kepuasan Konsumen
Terhadap PT. Parastourand Travel [Link] Putra Batam.
Apriliani Fitri. 2015. Pengaruh Bauran Pemasaran Non Tradisional ( People, Process, Physical
Evidence) Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pelayanan Purna Jual (Bangkel) D CV.
Mitra Jaya Honda. Bandung. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stie) Ekuitas.
Arifin, Hadi Susilo Dan Arifin, Nurhayati.2005. Pemeliharaan Taman. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Ari Setyaningrum. (2015). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Yogyakarta: CV. Andioffset
Astuti, Pratiwi Dwi. 2012. Akuntansi Keuangan Dasar: Teori Dan Kasus. Yogyakarta:CAPS
Assauri, Sofjan. 2012. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali-Gramedia Pustaka Utama.
Assauri, Sofjan. 2013. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Rajawali Pers.
Batubara, Rahmadani. 2017. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Teradap Kepuasan Nasabah
Diunit Pegadaian Syariah Sadabuan. Sumatera Utara. IAIN Padangsidimpuan
Bogdan Dan Taylor. 2012. Prosedur Penelitian. Dalam Moleong, Pendekatan Kualitatif. (Him.
4). Jakarta: Rineka Cipta.
C Mowen, John Dan Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Jakarta : Erlangga
79
Dedek, Kurniawan, Gultom. 2017. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Citra Destinasi
Dan Kepuasan Wisatawan Serta Implikasinya Terhadap Loyalitas Wisatawan. Jurnal
Riset Sains Manajemen Vol.1 , No. 2, hal 147
Efnita, T. 2017. Pengaruh Variasi Produk, Kualitas Pelayanan, Harga Dan Lokasi Terhadap
Kepuasan Konsumen Pada Wedding Organizer. Journal Pemikiran Dan Penelitian
Administrasi Bisnis Dan Kewirausahaan 2.
Efnita Titik. 2017. Pengaruh Variasi Produk, Kualitas Pelayanan, Harga Dan Lokasi Terhadap
Kepuasan Konsumen Pada Weddingorganizer. Batam. Universitas Putera Batam.
Engel, J.F., Blackwell, R.D. And Miniard, P.W. 1995. Consumer Behavior, 8thd, Orlando: The
Dryden Press.
Fandy, Tjiptono, PH.D. (2015 : 345). Strategi Pemasaran, Edisi Salemba Empat, Penerbit Andi.
Yogyakarta.
Farida, Ida & Yogi November, Achmad Tarmizi, ”Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran 7P
Terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Gojek Online”, Jurnal Riset Manajemen Dan
Bisnis Vol.1, No.1, Juni 2016.
Faizah RN, Dk. 2013. Diponegoro Journal Of Social And Politic. Pengaruh Harga, Kualitas
Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran O-Mamamia
Steak And Ice Cream Cabang Jati Semarang. [Link], Lexy.2014. Metode
Penelitian Kualitatif , Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Ferdnand, Agusty. 2014 Metode Penelitian, Manajemen Semarang, Bada Pnerbit Universitas
Diponegoro
Fiazisyah, Annisa., & Purwidiani, Niken. (2018). Pengaruh Kualitas Produk, Harga,
dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Restoran Cepat Saji KFC Basuki
Rahmat Surabaya. e-journal Boga, Vol 7, No. 2.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan SPSS. Semarang: Badan Penerbit
UNDIP.
Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Gugup Kismono. 2001. Bisnis Pengantar. Yogyakarta: BPF
Gultom Dedek Kurniawan Dkk. 2014. Sumatera Utara. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Dan
Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Muhammadiyah.
Hanifa, Okla Dkk. 2018. Pengaruh Harga Dan Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas
Pelanggan Gojek Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi
Pada Mahasiswa Universitas Negeri Padang. Journal Univ. Negeri Padang
Hansen&Mowen.(2001). Manajemen Biaya, Bukuii, Terjemahan Benyamin Molan.
Jakarta:Penerbit Salemba Empat.
Hidayat, Rakhmat D. 2016. Analisis Pengaruh Kualitas Layanan, Harga, Kepercayaan, Citra
80
Perusahaan, Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas
Pelanggan(Studi Pada Pelanggan Telkom Speedy Di Palangka Raya.
Journal Wawasan Manajemen.
Hutomo,Bobby Yoga. 2017. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan
Pelanggan PDAM Kota Mataram. Universitas Brawijata Malang. Hal 1.
Intan Lumintang. 2014. Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap
Kepuasan Pelanggan Transportasi Gojek Online (GOJEK) Manado.
Universitas Sam Ratulangi Manado.
Irawan, Handi D. 2009. 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan. Edisi Kedua 2002. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
81
Munthe, Lestari Anggi D. 2019. Pengaruh Promosi, Lokasi Dan Pelayanan
Terhadap Kepuasan Pelanggan Di Warung Al- Barokah II Sate Madura
[Link] Islam Negri Padangsidiampun.
Nasution, M. N. (2005). Manajemen Mutu Terpadu: Total Quality Management,
Edisi Kedua, Ghalia Indonesia, Bogor.
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, Dan Karya Ilmiah.
Jakarta: Kencana.
Orville, Larreche, Boyd, (2005). Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan
StrategisdenganOrientasi Global. Jakarta: Erlangga.
82
Alfabeta. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, Dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Sugiyono, 2013, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. (Bandung:
ALFABETA) Sugiono. 2019. Pengaruh Harga, Asuransi, Promosi, Citra Merek
Terhadap Kepuasan PelangganAsransi Prudential Kantor Cabang Ke 17 Embong
Tanjung Surabaya. Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.
Supranto. 2006. Mengukur Tingkat Kepuasan Pelanggan Atau Konsumen Jakarta
83
LAMPIRAN
84
Lampiran 1. Koesioner Penelitian
KUISIONER
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Pelanggan Perusahaan Air Minum
(Perumdam) Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa
( Studi Pada Pelanggan Kecamatan Sumbawa)
Identitas Responden
1. Nama : ..................................................................................
2. Umur : ..................................................................................
3. Jenis Kelamin :
Pria Wanita
4. Pendidikan Terakhir :
SD SMP SMA S1 S2 S3
5. Pekerjaan :
Pelajar Karyawan Wiraswasta
Lain-lain : ..........................................................................................
6. Penghasilan :
< Rp. 500.000
Rp. 500.000 – Rp. 2 juta
Rp. 2 juta – Rp. 5 juta
> Rp. 5 juta
7. Biaya rata-rata penggunaan air perbulan : ....................................................
1. Variabel Bauran Pemasaran (X)
a. Produk (Product)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Produk air PERUMDAM tidak berwarna
85
2 Produk air PERUMDAM tidak berbau
b. Harga (Price)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Harga air yang di tawarkan
PERUMDAM murah
2 Harga air PERUMDAM terjangkau
dengan pendapatan pelanggan
3 Harga yang ditetapkan sebanding dengan
apa yang di dapatkan
4 Pemberian cicilan pemasangan baru
sangat membantu pelanggan
c. Lokasi (Place)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Lokasi PERUMDAM yang mudah
dijangkau
2 Terdapat sarana transportasi yang
memudahkan pelanggan
86
3 Kondisi lingkungan PERUMDAM
tertata rapi dan bersih
4 Lingkungan di PERUMDAM terjaga
keamanannya
d. Promosi (Promotion)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Periklanan PERUMDAM di media cetak
menarik
2 Periklanan PERUMDAM melalui
website membuat pelanggan tertarik
e. Orang (People)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Sikap karyawan PERUMDAM ramah
terhadap pelanggan
2 Karyawan PERUMDAM dapat melayani
pelanggan sesuai dengan keinginan
3 Karyawan mengenakan seragam sesuai
standar perusahaan
4 Penampilan karyawan rapi dan sopan
87
f. Proses (ProceS)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Proses dalam penanganan keluhan
dilakukan dengan cepat
2 Ketanggapan dari petugas lapangan
dalam menangani masalah pipa bocor
dan air mati sangat baik
3 Proses penyampaian informasi pelayanan
kepada pelanggan mudah dimengerti
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
1 Fasilitas ruang tunggu dilengkapi dengan
kursi dan ac membuat pelanggan
nyaman
2 Fasilitas kamar mandi dan mushola
disediakan dengan baik
3 Kebersihan ruangan secara keseluruhan
baik
4 Ruangan yang disediakan untuk
pelanggan telah memadai
No Pernyataan 1 2 3 4 5
STP TP N P SP
88
1 Saya merasa kualitas air PERUMDAM
bersih dan memuaskan
2 Saya puas dengan kelancaran aliran air
PERUMDAM yang stabil
3 Saya merasa pelayanan yang diberikan
PERUMDAM sangat baik
4 Penanganan masalah yang dilaukan
PERUMDAM sesuai dengan harapan
saya
89
22 Selfi Mayasari 25 SMA wiraswasta < 500.000
23 Syamsuddin 23 SMA Petani < 500.000
24 M. Bayu Rizky 24 SMA wiraswasta < 500.000
25 Mia suryani 24 SMA wiraswasta < 500.000
26 Ismi novrianti 25 SMA wiraswasta < 500.000
27 Sigit afs 31 S1 Karyawan 500.000- Rp. 2 juta
28 Yudi Surya utama 34 S1 wiraswasta 500.000- Rp. 2 juta
29 ONO MISRI WIJOYO 35 S1 wiraswasta 500.000- Rp. 2 juta
30 Novia Anggraini 35 S1 Petani 500.000- Rp. 2 juta
31 Roos Nana Sucihati 35 S2 Dosen 500.000- Rp. 2 juta
32 Sadino 34 S1 Guru 500.000- Rp. 2 juta
33 Deti kurniawati 45 S1 Guru 500.000- Rp. 2 juta
34 Muhammad salahuddin 42 S2 wiraswasta 500.000- Rp. 2 juta
35 Evi Dianawati 43 S1 wiraswasta > 5 juta
36 Baiq asshalihah 26 SMA Guru 500.000- Rp. 2 juta
37 Riezka olivia 26 S1 Karyawan 2 juta - Rp. 5 juta
38 Suryani 43 S1 wiraswasta > 5 juta
39 Nirwani 37 S1 Guru 500.000- Rp. 2 juta
40 Andi putra 37 S1 Guru < 500.000
41 Agustriasih, ST 45 S1 Wirausaha 500.000- Rp. 2 juta
42 Nisa uswatun putriaty 26 S1 wiraswasta 500.000- Rp. 2 juta
43 Yuliana Savitri 26 S1 Karyawan 500.000- Rp. 2 juta
44 Nurida Fitriani 26 S2 Karyawan 2 juta - Rp. 5 juta
45 PutraWangsa 25 S1 Karyawan 500.000- Rp. 2 juta
Isti komala sari rayes,
46 [Link] 26 S1 Karyawan 500.000- Rp. 2 juta
47 M Abigail Firjatullah 26 S1 Petani 2 juta - Rp. 5 juta
48 Herfina Gusmayanti 25 S1 Wirausaha 500.000- Rp. 2 juta
49 Arif Rahman hakim 26 S1 Wiraswasta 2 juta - Rp. 5 juta
50 Farida 27 S1 Wirausaha 500.000- Rp. 2 juta
No Rata-
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 Total
Rata
1 4 4 5 5 5 23 4,6
2 4 4 4 5 4 21 4,2
3 5 3 5 4 5 22 4,4
90
4 5 5 5 5 5 25 5
5 5 5 5 5 5 25 5
6 4 4 4 4 4 20 4
7 5 5 5 5 5 25 5
8 4 4 5 5 5 23 4,6
9 3 4 4 4 3 18 3,6
10 4 5 5 5 5 24 4,8
11 4 4 5 4 3 20 4
12 4 5 4 5 5 23 4,6
13 4 4 4 4 4 20 4
14 4 4 4 4 4 20 4
15 5 5 5 5 5 25 5
14 4 4 5 5 4 22 4,4
17 5 5 5 5 5 25 5
18 3 3 5 5 5 21 4,2
19 5 5 5 5 5 25 5
20 4 5 5 4 4 22 4,4
21 4 3 5 4 4 20 4
22 5 5 5 4 5 24 4,8
23 5 4 5 5 5 24 4,8
24 5 4 5 4 3 21 4,2
25 5 5 3 5 5 23 4,6
26 5 5 3 5 5 23 4,6
27 4 5 3 5 5 22 4,4
28 5 4 3 3 5 20 4
29 4 3 4 5 4 20 4
30 4 5 5 3 4 21 4,2
31 4 3 5 4 4 20 4
32 5 4 3 5 4 21 4,2
33 5 4 3 5 5 22 4,4
91
34 5 3 5 5 5 23 4,6
35 4 3 3 3 5 18 3,6
36 4 4 3 4 4 19 3,8
37 5 5 4 4 4 22 4,4
38 5 3 5 5 5 23 4,6
39 2 4 3 4 4 17 3,4
40 3 4 4 3 3 17 3,4
41 5 3 3 5 5 21 4,2
42 3 4 4 5 5 21 4,2
43 4 3 4 4 4 19 3,8
44 5 3 3 5 5 21 4,2
23 4,6
45 5 4 5 5 4
46 3 4 4 4 3 18 3,6
47 3 5 5 5 3 21 4,2
48 3 4 4 4 4 19 3,8
49 3 3 5 5 3 19 3,8
50 3 4 4 4 4 19 3,8
Tempat (X2)
No X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 Total Rata- Rata
1 4 5 5 5 19 4,75
2 5 5 5 4 19 4,75
3 4 4 3 3 14 3,5
4 3 5 5 5 18 4,5
5 5 3 5 5 18 4,5
6 4 4 4 4 16 4
7 5 5 5 5 20 5
92
8 5 5 5 5 20 5
9 4 4 4 5 17 4,25
10 5 3 5 5 18 4,5
11 4 5 5 4 18 4,5
12 4 4 4 5 17 4,25
13 4 4 4 4 16 4
14 4 4 5 5 18 4,5
15 4 4 5 4 17 4,25
16 4 3 5 5 17 4,25
17 5 5 5 5 20 5
18 5 3 5 5 18 4,5
19 5 5 5 5 20 5
20 5 5 4 4 18 4,5
21 3 5 4 4 16 4
22 4 4 5 5 18 4,5
23 5 5 5 5 20 5
24 5 5 5 5 20 5
25 5 5 5 5 20 5
26 5 5 5 5 20 5
27 3 4 5 3 15 3,75
28 3 4 5 5 17 4,25
29 4 4 4 4 16 4
30 3 4 5 5 17 4,25
31 4 4 3 3 14 3,5
32 4 5 3 3 15 3,75
33 3 3 5 3 14 3,5
34 5 5 5 5 20 5
35 4 2 5 3 14 3,5
36 3 3 3 3 12 3
37 3 3 3 3 12 3
93
38 5 5 5 5 20 5
39 4 5 4 4 17 4,25
40 4 5 4 4 17 4,25
41 5 5 5 5 20 5
42 5 5 4 4 18 4,5
43 5 4 4 4 17 4,25
44 5 5 5 5 20 5
45 4 5 4 3 16 4
46 5 3 4 4 16 4
47 3 5 4 4 16 4
48 2 5 4 4 15 3,75
49 4 4 5 5 18 4,5
50 2 3 4 4 13 3,25
Orang (X3)
No X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Total Rata- Rata
1 5 4 4 4 17 4,25
2 4 4 4 5 17 4,25
3 3 4 5 4 16 4
4 5 4 3 4 16 4
5 5 5 5 4 19 4,75
6 5 5 4 4 18 4,5
7 5 5 5 5 20 5
8 4 4 4 5 17 4,25
9 4 3 5 4 16 4
10 5 5 5 5 20 5
11 4 4 4 4 16 4
12 3 4 5 3 15 3,75
13 4 4 4 4 16 4
94
14 4 4 4 4 16 4
15 4 4 5 4 17 4,25
16 5 4 4 4 17 4,25
17 5 5 5 4 19 4,75
18 4 4 5 4 17 4,25
19 5 5 5 5 20 5
20 3 3 4 5 15 3,75
21 4 4 5 3 16 4
22 4 5 4 5 18 4,5
23 5 5 5 5 20 5
24 5 5 5 5 20 5
25 5 5 5 5 20 5
26 5 5 5 5 20 5
27 4 3 5 3 15 3,75
28 4 5 3 3 15 3,75
29 5 4 4 5 18 4,5
30 3 3 4 4 14 3,5
31 4 4 3 4 15 3,75
32 5 4 4 4 17 4,25
33 5 4 3 3 15 3,75
34 5 5 5 5 20 5
35 4 4 3 3 14 3,5
36 3 4 4 4 15 3,75
37 4 4 4 4 16 4
38 5 5 5 5 20 5
39 4 4 4 4 16 4
40 4 4 4 4 16 4
41 5 4 5 5 19 4,75
42 4 5 4 4 17 4,25
43 5 4 4 4 17 4,25
95
44 5 5 5 5 20 5
45 5 3 4 5 17 4,25
46 4 5 4 4 17 4,25
47 5 4 4 4 17 4,25
48 5 5 4 5 19 4,75
49 5 4 4 4 17 4,25
50 5 5 4 5 19 4,75
Proses (X4)
No Rata-
X4.1 X4.2 X4.3 X4.4 Total
Rata
1 4 5 5 5 19 4,75
2 4 4 4 4 16 4
3 3 3 3 4 13 3,25
4 2 3 3 3 11 2,75
5 5 5 5 5 20 5
6 3 3 3 3 12 3
7 5 5 5 5 20 5
8 5 5 5 5 20 5
9 3 3 3 3 12 3
10 5 5 5 5 20 5
11 4 4 3 3 14 3,5
12 4 4 4 5 17 4,25
13 4 4 4 4 16 4
14 4 4 4 4 16 4
15 4 5 4 5 18 4,5
16 4 4 3 3 14 3,5
17 5 5 5 4 19 4,75
18 1 3 1 1 6 1,5
96
19 5 5 5 5 20 5
20 2 3 3 4 12 3
21 3 3 4 4 14 3,5
22 4 5 5 4 18 4,5
23 5 3 4 5 17 4,25
24 5 5 5 5 20 5
25 5 5 5 5 20 5
26 5 5 5 5 20 5
27 4 4 4 3 15 3,75
28 5 5 4 5 19 4,75
29 4 3 4 4 15 3,75
30 4 4 4 3 15 3,75
31 4 4 4 3 15 3,75
32 4 3 3 3 13 3,25
33 3 4 3 2 12 3
34 5 5 5 5 20 5
35 3 3 3 4 13 3,25
36 4 4 4 3 15 3,75
37 4 4 4 5 17 4,25
38 4 4 4 4 16 4
39 4 4 4 2 14 3,5
40 3 3 3 4 13 3,25
41 5 5 5 4 19 4,75
42 4 4 4 5 17 4,25
43 5 5 5 5 20 5
44 5 5 5 5 20 5
45 4 5 5 5 19 4,75
46 4 5 4 4 17 4,25
47 4 3 5 4 16 4
48 3 3 3 5 14 3,5
97
49 3 4 4 3 14 3,5
50 3 3 3 5 14 3,5
98
25 5 5 5 5 20 5
26 4 5 5 5 19 4,75
27 3 5 3 3 14 3,5
28 5 5 5 5 20 5
29 3 4 4 4 15 3,75
30 3 3 3 3 12 3
31 3 3 4 3 13 3,25
32 3 3 4 3 13 3,25
33 3 3 3 3 12 3
34 5 4 5 5 19 4,75
35 5 5 3 3 16 4
36 3 5 4 3 15 3,75
37 4 4 4 4 16 4
38 4 4 4 4 16 4
39 4 4 3 4 15 3,75
40 3 3 3 3 12 3
41 5 5 4 5 19 4,75
42 3 3 4 4 14 3,5
43 5 5 5 5 20 5
44 5 5 5 5 20 5
45 5 4 5 4 18 4,5
46 3 3 4 4 14 3,5
47 4 5 4 4 17 4,25
48 4 5 4 4 17 4,25
49 4 5 5 5 19 4,75
50 4 5 4 5 18 4,5
99
1 5 4 5 5 19 4,75
2 3 4 3 5 15 3,75
3 4 4 2 3 13 3,25
4 4 4 2 5 15 3,75
5 5 5 5 5 20 5
6 4 4 4 4 16 4
7 5 5 5 5 20 5
8 5 5 5 5 20 5
9 4 3 3 3 13 3,25
10 5 5 5 5 20 5
11 3 4 3 3 13 3,25
12 4 4 4 5 17 4,25
13 4 4 4 4 16 4
14 4 4 4 5 17 4,25
15 5 4 4 4 17 4,25
16 3 4 4 3 14 3,5
17 5 5 3 4 17 4,25
18 4 4 3 4 15 3,75
19 5 5 5 5 20 5
20 4 3 3 3 13 3,25
21 4 4 4 3 15 3,75
22 5 5 5 5 20 5
23 3 3 3 5 14 3,5
24 5 5 5 5 20 5
25 5 5 5 5 20 5
26 5 5 5 5 20 5
27 4 4 3 4 15 3,75
28 5 3 4 5 17 4,25
29 4 4 4 4 16 4
30 4 3 3 3 13 3,25
10
0
31 4 2 3 3 12 3
32 4 4 4 4 16 4
33 2 3 3 5 13 3,25
34 5 5 5 5 20 5
35 4 4 4 4 16 4
36 4 4 3 3 14 3,5
37 4 3 3 5 15 3,75
38 4 4 4 4 16 4
39 4 4 4 4 16 4
40 4 4 3 3 14 3,5
41 5 4 5 5 19 4,75
42 4 4 4 5 17 4,25
43 4 4 5 4 17 4,25
44 5 5 5 5 20 5
4 5 5 5 5 20 5
46 5 4 4 5 18 4,5
47 4 5 4 5 18 4,5
48 3 3 3 3 12 3
49 3 4 3 3 13 3,25
50 3 3 3 3 12 3
10
1
Lampiran 4. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji Validitas Produk (X1)
Correlations
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 TOTAL_
X1
Pearson 1 ,175 ,069 ,281* ,539** ,707**
Correlation
X1.1
Sig. (2-tailed) ,225 ,636 ,048 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50 50
Pearson ,175 1 ,097 ,129 ,134 ,520**
Correlation
X1.2
Sig. (2-tailed) ,225 ,504 ,371 ,354 ,000
N 50 50 50 50 50 50
Pearson ,069 ,097 1 ,167 -,071 ,449**
Correlation
X1.3
Sig. (2-tailed) ,636 ,504 ,246 ,623 ,001
N 50 50 50 50 50 50
Pearson ,281* ,129 ,167 1 ,409** ,633**
Correlation
X1.4
Sig. (2-tailed) ,048 ,371 ,246 ,003 ,000
N 50 50 50 50 50 50
Pearson ,539** ,134 -,071 ,409** 1 ,662**
Correlation
X1.5
Sig. (2-tailed) ,000 ,354 ,623 ,003 ,000
N 50 50 50 50 50 50
Pearson ,707** ,520** ,449** ,633** ,662** 1
TOTAL_ Correlation
X1 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50 50
10
2
Uji Validitas Tempat (X2)
Correlations
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 TOTAL_
X2
Pearson 1 ,258 ,339* ,427** ,729**
Correlation
X2.1
Sig. (2-tailed) ,070 ,016 ,002 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,258 1 ,119 ,272 ,602**
Correlation
X2.2
Sig. (2-tailed) ,070 ,412 ,056 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,339* ,119 1 ,680** ,711**
Correlation
X2.3
Sig. (2-tailed) ,016 ,412 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,427** ,272 ,680** 1 ,815**
Correlation
X2.4
Sig. (2-tailed) ,002 ,056 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,729** ,602** ,711** ,815** 1
TOTAL_ Correlation
X2 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
Uji Validitas Orang (X3)
Correlations
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 TOTAL_
X3
Pearson 1 ,480** ,127 ,390** ,718**
X3.1
Correlation
10
3
Sig. (2-tailed) ,000 ,381 ,005 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,480** 1 ,237 ,353* ,735**
Correlation
X3.2
Sig. (2-tailed) ,000 ,098 ,012 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,127 ,237 1 ,337* ,602**
Correlation
X3.3
Sig. (2-tailed) ,381 ,098 ,017 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,390** ,353* ,337* 1 ,746**
Correlation
X3.4
Sig. (2-tailed) ,005 ,012 ,017 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,718** ,735** ,602** ,746** 1
TOTAL_ Correlation
X3 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
10
5
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
Pearson ,767** ,769** ,792** ,870** 1
TOTAL_ Correlation
X5 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
10
6
Pearson ,823** ,823** ,886** ,780** 1
TOTAL_ Correlation
Y Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000
N 50 50 50 50 50
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,533 5
Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
x1.1 17,2000 3,020 ,436 ,381
x1..2 17,3200 3,732 ,207 ,531
x1.3 17,1200 3,944 ,093 ,604
x1.4 16,9200 3,504 ,403 ,422
x1.5 17,0400 3,304 ,409 ,409
Uji Reliabilitas Tempat (X2)
Case Processing Summary
N %
10
7
Valid 50 100,0
Cases Excludeda 0 ,0
Total 50 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,671 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
x2.1 13,0800 2,932 ,451 ,608
x2.2 12,9400 3,445 ,275 ,724
x2.3 12,7400 3,298 ,502 ,581
x2.4 12,9000 2,786 ,631 ,483
Uji Reliabilitas Orang (X3)
Case Processing Summary
N %
Valid 50 100,0
Cases Excludeda 0 ,0
Total 50 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,654 4
Item-Total Statistics
10
8
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
x3.1 12,8400 2,056 ,452 ,574
x3.2 12,9800 2,061 ,495 ,545
x3.3 12,9600 2,366 ,299 ,673
x3.4 13,0000 2,000 ,500 ,539
Uji Reliabilitas Proses (X4)
Case Processing Summary
N %
Valid 50 100,0
Cases Excludeda 0 ,0
Total 50 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,890 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
x4.1 12,1600 5,525 ,838 ,827
x4.2 12,0400 6,284 ,735 ,868
x4.3 12,1000 5,561 ,872 ,815
x4.4 12,0600 6,017 ,615 ,917
Bukti fisik (X5)
Case Processing Summary
N %
10
9
Valid 50 100,0
Cases Excludeda 0 ,0
Total 50 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,810 4
Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
x5.1 12,5200 4,010 ,558 ,798
x5.2 12,3000 4,133 ,581 ,783
x5.3 12,3800 4,240 ,642 ,758
x5.4 12,5400 3,641 ,745 ,702
Reliability Statistics
Cronbach's N of
Alpha Items
,846 4
Item-Total Statistics
11
0
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
y1.1 12,1800 4,436 ,692 ,802
y1.2 12,3000 4,459 ,694 ,801
y1.3 12,4800 3,724 ,766 ,766
y1.4 12,1200 4,353 ,596 ,843
11
1
Lampiran 5. Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
11
2
Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model Collinearity Statistics
VIF
(Constant)
X1 1,405
X2 1,765
1
X3 2,281
X4 2,171
X5 2,603
Uji Heterokedastisitas
11
3
Lampiran 6. Analisis Regresi Linear Berganda
ANOVAa
11
4
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -,265 2,698 -,098 ,922
TOTAL_ ,119 ,126 ,098 ,945 ,350
X1
TOTAL_ ,247 ,140 ,206 1,771 ,083
X2
1 TOTAL_ ,025 ,193 ,017 ,128 ,899
X3
TOTAL_ ,444 ,109 ,525 4,068 ,000
X4
TOTAL_ ,135 ,146 ,131 ,924 ,360
X5
a. Dependent Variable: TOTAL_Y
. b. Predictors: (Constant), TOTAL_X5, TOTAL_X1, TOTAL_X2, TOTAL_X4, TOTAL_X3
11
5
Uji T
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig. Collineari
Coefficients Coefficients ty
Statistics
B Std. Error Beta Tolerance
(Constant) -,265 2,698 -,098 ,922
X1 ,119 ,126 ,098 ,945 ,350 ,712
X2 ,247 ,140 ,206 1,771 ,083 ,566
1
X3 ,025 ,193 ,017 ,128 ,899 ,438
X4 ,444 ,109 ,525 4,068 ,000 ,461
X5 ,135 ,146 ,131 ,924 ,360 ,384
11
6