PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)
SEKOLAH : SMK NEGERI 1 NANGA PINOH
NAMA GURU : HARIYONO, [Link]
MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS
KELAS / SEMESTER : XII / Genap
ALOKASI WAKTU : 1 Pertemuan (2 x 45 menit)
TAHUN PELAJARAN : 2025 - 2026
Peserta Didik Kesiapan belajar bahasa inggris kelas XII di SMK N 1 Nanga Pinoh bergantung pada
penguasaan konsep dasar pemahaman tentang Simple Past dan Present Perfect Tense
berdasarkan analisis situasi yang diberikan
Materi Pelajaran Materi simple past or present present perfect ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata
dalam
Dimensi Profil Lulusan (DPL)
IDENTIFIKASI
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Penalaran Kritis
Kreativitas
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menganalisis situasi dan menerapkanya dalam kehidupan sehari hari
Lintas Disiplin Ilmu Bahasa indonesia
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu:
1. Menyebutkan kalimat simple present dan present perfect.
2. Menjelaskan perbedaan antara simple present dan present perfect.
3. Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Topik Pembelajaran Simple Past or Present Perfect
Praktik Pedagogis Metode Diskusi:
● Peserta didik berdiskusi tentang situasi yang diberikan.
● Berkesadaran: Membangun kesadaran tentang suatu peristiwa.
● Bermakna: Memberikan kesempatan untuk mengemukakan opini dari situasi yang
diberikan.
● Menggembirakan: Menciptakan suasana belajar yang interaktif dan partisipatif.
DESAIN Strategi Pembelajaran Inkuiri (Inquiry-Based Learning):
PEMBELAJARAN ● Peserta didik menganalis mengenai kapan peristiwanya terjadi berdasarkan situasi
yang diberikan.
● Berkesadaran: Membangun kesadaran tentang proses menganalisis dan
menemukan.
● Bermakna: Mendorong peserta didik untuk menemukan sendiri perbedaan dari
simple past dan present perfect dari situasi yang diberikan
● Menggembirakan: Memberikan pengalaman belajar yang aktif dan eksploratif.
Kemitraan ● Murid
Pembelajaran ● Tim sarpras SMK N 1 Nanga Pinoh
Lingkungan Ruang Fisik:
Pembelajaran ● Ruang Kelas.
Budaya Belajar:
● Penalaran Kritis: Menganalisis situasi yang diberikan dan memecahkan masalah.
● Kreativitas: Memberikan contoh dengan dengan situasi yang berbeda.
● Komunikasi: Menyampaikan ide dan pendapat dengan jelas serta ilmiah
Pemanfaatan Digital ● Infocus
● Laptop
● youtube
AWAL (berkesan, berkesadaran, bermakna)
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif.
Orientasi Bermakna:
● Tampilkan paragraf singkat tentang sebuah sebuah peristiwa yang saling terkait
● Ajukan pertanyaan pemantik: "Based on this situation can you find out the different between simple past and
present perfect?"
Motivasi Menggembirakan:
● Sampaikan tujuan pembelajaran: kita mengenai perbedaan simple past dan present perfect
INTI
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru
menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
Memahami (berkesadaran, bermakna, memuliakan)
PENGALAMAN
● Aktivitas 1: Eksplorasi Konseptual
BELAJAR
○ Guru memulai dengan menampilkan situasi singkat tentang simple past dan present perfect.
○ Diskusi interaktif: Guru memfasilitasi diskusi tentang situasi yang terlihat dalam layar proyektor,
memancing rasa ingin tahu siswa dengan pertanyaan seperti: " Based on this situation can you find out
the different between simple past and present perfect?"
○ Guru memantik rasa ingin tahu murid dengan sedikit menterjemahkan teks kalimat.
○ Prinsip: Berkesadaran, Bermakna (menghubungkan dengan peristiwa nyata).
● Aktivitas 2: Analisis Kasus
○ Siswa secara individu menganalisis situasi yang diberikan dan berkesempatan untuk mengemukakan
opininya mengenai situasinya
○ Prinsip: Bermakna (menganalisis situasi), Komunikatif, Penalaran Kritis, memuliakan
Mengaplikasi (berkesadaran, bermakna, memuliakan)
● Aktivitas 3: Eksperimen Inkuiri
○ Setiap siswa diberikan kesempatan seluas luasnya untuk mengemukakan opininya mengenai situai yang
telah diberikan
○ Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan dan dukungan saat siswa mengemukan
opininya.
○ Prinsip: Berkesadaran (mengalami proses ilmiah), Bermakna (menemukan sendiri konsep), Penalaran
Kritis, memuliakan
● Aktivitas 4: Analisis dan Kesimpulan
○ Bersama sama menarik kesimpulan dari situai yang telah diberikan
○ Menganalisis dan menemukan pattern dari simple past dan present perfect.
○ Prinsip: Bermakna (menganalisis data), Komunikatif, Penalaran Kritis.
Merefleksi (berkesadaran, menggembirakan)
● Aktivitas 5: Refleksi/Umpan Balik
○ Siswa memberikan umpan balik konstruktif, berfokus pada analisis, dan kesimpulan yang ditarik.
○ Guru memfasilitasi diskusi, menekankan pentingnya refleksi dalam pembelajaran ilmiah.
○ Prinsip: Menggembirakan , Komunikatif, Penalaran Kritis.
PENUTUP (berkesadaran)
● Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran dan menekankan relevansi dalam kehidupan sehari hari.
● Guru dapat memberikan penugasan lanjutan
Tujuan Asesmen:
● Mengukur pemahaman konsep berdasarkan situasi yang diberikan
sesuai tujuan pembelajaran
Asesmen pada Awal Pembelajaran ● Mengetahui pemahaman awal tentang simple past dan present perfect.
(diagnostik)
ASESMEN Jenis dan Bentuk Instrumen:
PEMBELAJARAN
● Test lisan
● Bentuk: tanya jawab langsung
Tujuan Asesmen:
● Memantau pemahaman atas situasi yang diberikan selama proses
pembelajaran.
● Memberikan umpan balik kepada peserta didik untuk perbaikan.
● Mengidentifikasi area yang memerlukan penekanan lebih lanjut.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
Jenis dan Bentuk Instrumen:
● Jenis: Asesmen formatif kognitif dan keterampilan.
● Bentuk: tanya jawab dalam diskusi kelas.
Instrumen Asesmen (Contoh):
In your opinion how’s the simple past situation?
In your opinion how’s the present perfect situation?
Tujuan Asesmen:
● Mengukur pemahaman peserta didik tentang tentang simple past dan
present perfect.
● Menilai kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapatnya
Asesmen pada Akhir Pembelajaran ● Mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah
yang berkaitan tentang simple past dan present perfect..
Jenis dan Bentuk Instrumen:
● Jenis: Asesmen sumatif kognitif
● Bentuk:
○ Soal esai (uraian singkat mengenai kesimpulan pembelajaran).
Instrumen Asesmen (Contoh):
1. Esai :
○ "Tuliskan secara singkat mengenai definisi simple past dan
present perfect."
Langkah-langkah Pelaksanaan:
1. Persiapan:
○ Siapkan lembar jawaban dan alat tulis.
2. Pelaksanaan:
○ Berikan instruksi yang jelas kepada peserta didik.
○ Alokasikan waktu yang cukup untuk pengerjaan.
○ Awasi peserta didik selama pengerjaan.
3. Penilaian:
○ Berikan umpan balik tertulis kepada peserta didik.
○ Analisis hasil asesmen untuk mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan.
Situation!
This is Tom
He is looking for his key